• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran dan Kewenangan DPR dan MA dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia

N/A
N/A
Grando Christoffel Karalo - Powa

Academic year: 2024

Membagikan "Peran dan Kewenangan DPR dan MA dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

“Peran dan

Kewenangan DPR dan MA dalam Sistem

Ketatanegaraan Indonesia”

Perbandingan Hukum Tata Negara -

D

(2)

Anggota Team 3

• Grando Christoffel Karalo - 210711010645

• Christennia Kantale – 210711010639

• Stinaldo Elrey Micael – 210711010651

• Genelia Waghe -210711010644

• William Calvin Kalengke – 210711010653

• Elshadday Suban – 210711010641

• Frinsi Bahihi – 210711010642

• Gempita Revormacita Indonesiani Putri Mamahit – 21071101643

• Jessica Febiyola Sondakh – 210711010646

• David Julio Laluraa - 210711010655

(3)

Peran dan

Kewenangan DPR

0

1

(4)

Dewan

Perwakilan Rakyat (DPR)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah lembaga perwakilan rakyat yang memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan

pengawasan dalam sistem

ketatanegaraan Indonesia. DPR terdiri dari anggota yang dipilih melalui

pemilihan umum dan berfungsi sebagai

wakil rakyat dalam menyuarakan aspirasi

dan kepentingan masyarakat

(5)

Dasar Hukum

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945):

1. Pasal 20: DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang.

2. Pasal 21: Anggota DPR berhak mengajukan rancangan undang-undang.

3. Pasal 22: DPR berhak memberikan persetujuan terhadap peraturan pemerintah pengganti undang- undang.

4. Pasal 23: DPR berperan dalam pembahasan dan persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

5. Pasal 24C: DPR memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan kebijakan

pemerintah

(6)

Peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Perwakilan Rakyat:

DPR berfungsi sebagai wakil rakyat dalam menyuarakan aspirasi dan kepentingan masyarakat.

Pembuat Undang-Undang:

Bersama dengan Presiden, DPR

bertugas menyusun dan menetapkan undang-undang.

Pengawasan:

DPR mengawasi pelaksanaan

undang-undang dan kebijakan

pemerintah.

(7)

Kewenangan Dewan

Perwakilan Rakyat (DPR)

(8)

Fungsi Legislasi

DPR memiliki kewenangan untuk menyusun, membahas, dan menetapkan Rancangan Undang- Undang (RUU) bersama dengan Presiden.

DPR menyusun dan menetapkan Prolegnas sebagai panduan dalam pembentukan undang-undang

DPR menerima dan membahas RUU yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Presiden

Menerima Usulan RUU

Program Legislasi Nasional (Prolegnas)

Menyusun dan Membahas

RUU

(9)

Fungsi Anggaran

Membahas dan Menyetujui APBN

Pengawasan Keuangan Negara

DPR membahas dan memberikan persetujuan terhadap Rancangan Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diajukan

oleh Presiden

DPR mengawasi pelaksanaan APBN dan menindaklanjuti hasil

pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

(10)

01 02 Fungsi Pengawasan

Mengawasi Pelaksanaan UU

Pengawasan Terhadap Pemerintah

DPR mengawasi pelaksanaan undang-

undang dan kebijakan pemerintah

DPR melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan

pemerintah untuk memastikan sesuai dengan peraturan yang

berlaku

(11)

Peran dan

Kewenangan MA

0 2

You can enter a subtitle here if you need it

(12)

Mahkamah Agung (MA)

Mahkamah Agung (MA) adalah pengadilan negara tertinggi yang memegang kekuasaan kehakiman di Indonesia. MA berfungsi untuk menegakkan hukum dan keadilan melalui putusan kasasi dan peninjauan kembali, serta mengawasi jalannya peradilan di semua

lingkungan peradilan di bawahnya

(13)

Dasar Hukum

1. 1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945):

• Pasal 24: Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh

sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya.

• Pasal 24A: MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan memiliki kewenangan lainnya yang diberikan oleh undang-undang.

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (UU MA):

• Mengatur tugas dan wewenang MA, termasuk fungsi peradilan, pengawasan, dan pengaturan dalam

sistem peradilan di Indonesia.

3. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman:

• Menegaskan prinsip-prinsip kekuasaan kehakiman yang merdeka dan tidak memihak, serta mengatur struktur dan fungsi MA dalam sistem peradilan

(14)

Fungsi Peradilan

Memutus Sengketa

MA berfungsi sebagai pengadilan kasasi yang bertugas membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan kasasi dan peninjauan kembali

MA berwenang memutus sengketa kewenangan yang mengadili dan permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap

Pengadilan

Kasasi

(15)

Fungsi Pengawasan

Pengawasan Peradilan

Menjaga Konsistensi

Hukum

MA mengawasi peradilan di bawahnya, termasuk

peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, dan

peradilan tata usaha negara

MA memastikan bahwa semua peraturan perundang-undangan diterapkan secara adil dan konsisten di seluruh wilayah

Indonesia

(16)

Fungsi

Administratif

Pengelolaan Administrasi Peradilan

MA bertanggung jawab atas

pengelolaan administrasi peradilan

untuk memastikan efisiensi dan

efektivitas dalam pelaksanaan

tugas peradilan

(17)

DPR dan MA memiliki peran dan kewenangan yang sangat penting dalam sistem pemerintahan

Indonesia. DPR berfungsi sebagai lembaga legislatif yang bertugas menyusun undang-

undang, mengawasi pelaksanaan undang- undang, dan menyetujui anggaran negara.

Sementara itu, MA berfungsi sebagai lembaga yudikatif tertinggi yang bertugas menjaga konsistensi penerapan hukum dan mengawasi

peradilan di bawahnya.

Kesimpulan

Referensi

Dokumen terkait

UUD 1945 setelah perubahan telah merubah sistem ketatanegaraan Indonesia yang sebelumnya pembagian kekuasaan menjadi pemisahan kekuasaan dengan menerapkan prinsip cheks

Apa yang menjadi landasan dari adanya kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat dalam memberikan pertimbangan terhadap pemberian amnesti oleh Presiden sistem

Hamzah, Fahri, Peranan DPR RI dalam Menempatkan Posisi Ideal Kejaksaan pada Sistem Ketatanegaraan RI berdasarkan UUD 1945, (makalah disampaikan pada Seminar Nasional: Posisi

Kedua peran dan fungsi Bank Indonesia dalam Sistem Ketatanegaraan di Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 ketiga hubungan Bank Indonesia dengan otoritas

BAB III PERAN DAN FUNGSI BANK INDONESIA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN DI INDONESIA MENURUT UNDANG- UNDANG NOMOR 23 TAHUN 1999. Bab ini merupakan inti dari permasalahan yang

Nanang Sri Darmadi, Kedudukan dan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Hukum Ketatanegaraan Indonesia, Jurnal Unissula, Vol.XXXVIII,No 2, Tahun 2012.. Nazriyah, Penyelesaian

representation.dalam sistem ketatanegaraan indonesia saat ini, DPD memiliki kedudukan yang tidak jelas.apalagi pengaturan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945

Hubungan Kewenangan DPR & DPD by