• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN DONGENG ISLAM DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK TINGKAT DASAR DALAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN DONGENG ISLAM DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK TINGKAT DASAR DALAM "

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Penyusunan skripsi ini merupakan kajian singkat mengenai peran metode bercerita Islami terhadap tumbuhnya minat belajar PAI. Segenap dosen dan pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang membantu selama perkuliahan. Peran Dongeng Islami Dalam Meningkatkan Minat Anak Sekolah Dasar Dalam Belajar Pendidikan Agama Islam Di SDIT Bina Anak Islam Krapyak (BAIK) Bantul Yogyakarta.

Oleh karena itu, perlu diteliti peran dongeng Islami dalam meningkatkan minat belajar PAI pada anak di tingkat dasar.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Hal inilah yang menyebabkan pendidikan sulit merangsang minat belajar anak, karena hiburan seperti televisi, permainan dan internet menjadi akar permasalahan minat belajar anak. Noeroe, Minat Belajar Anak diposting pada Kamis 11 Juli 2013 di Forumgurunusantara.blogspot.com diunduh pada 14 Mei 2015 pukul 11.30 WIB. Oleh karena itu sangat tepat bila dongeng menjadi salah satu metode yang efektif untuk membangun budi pekerti/akhlak/watak anak bahkan meningkatkan keaktifan dan minat belajar anak.

Untuk itu, sebagai pecinta anak dan pemerhati pendidikan anak yang sering bersentuhan dengan dunia anak, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana dan apa PERAN FABEL ISLAM dalam menstimulasi minat belajar anak di SD. tingkat dalam mempelajari pendidikan agama Islam.

Rumusan Masalah

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa bercerita menempati posisi yang sangat strategis dalam dunia pembelajaran anak. Dongeng yang baik, khususnya dongeng Islami, tidak hanya memberikan kesenangan atau hiburan kepada anak, tetapi juga memberikan sesuatu yang lebih luas. Bagaimana peran dongeng islami dalam meningkatkan minat belajar PAI pada siswa SDIT Bina Islam Anak Krapyak Panggungharjo Sewon.

Apa kendala yang dihadapi dalam penggunaan dongeng islami untuk anak SD dalam pembelajaran PAI di SDIT Bina Anak Islam Krapyak Panggungharjo Sewon.

  • Kegunaan Penelitian

Kajian Pustaka

  • Dongeng Islami a. Dongeng Islami
  • Pembelajaran PAI
  • Keterkaitan Dongeng Dengan Minat Belajar

Hasil dari penelitian ini, peneliti mengikuti program petualangan Kak Adin pada bulan Mei hingga Desember 2013, dan Kak Adin menggunakan struktur pesan tuturan yang sistematis dan sederhana dengan rangkaian alur cerita, aksi dan teknik tuturan yang menarik, sehingga kisah Kak Adin dakwah mudah diterima dikalangan anak – anak.12 Bedanya dengan penelitian yang dilakukan adalah pada tataran objek penelitiannya, jika penelitian diatas lebih pada dakwah yang mengisi petualangan. Selain itu penelitian ini tidak menunjukkan tempat padahal penelitian ini menunjukkan sekolah formal dan subjek penelitiannya tidak hanya guru tetapi juga anak-anak atau siswa tingkat SD yang juga menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian terhadap perilaku sikap siswa kelas IV dan V MI Miftahul Huda menunjukkan bahwa metode bercerita mempunyai pengaruh terhadap pembentukan sikap siswa kelas IV dan V, namun pembentukan sikap tersebut tidak terlalu signifikan. 13 Perbedaan penelitian yang dilakukan terletak pada objek penelitiannya, jika penelitian dilakukan pada tahun Hal tersebut di atas lebih menitikberatkan pada pendidikan formal pada sistem swasta yang didirikan di Kementerian Agama, sedangkan penelitian ini berfokus pada pendidikan formal di lingkungan negeri. format. di Kementerian Sekolah Dasar dan Pendidikan Pemuda.

Tesis Erlia Fitriani, mahasiswa program studi ilmu perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya angkatan 2014 yang berjudul Strategi Pengembangan Minat Membaca Anak Melalui Dongeng di TKIT Taruna Teladan Delanggu Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan strategi 3M (mempersiapkan, memulai, menyelesaikan) agar anak TKIT Taruna Teladan Delanggu Klaten sangat bersemangat mendengarkan dan merangsang minat membaca dongeng.14 Bedanya dengan penelitian yang sebelumnya yang dilakukan adalah pada tingkat subjek penelitian, jika penelitian diatas lebih pada tingkat pendidikan prasekolah, sedangkan pada penelitian ini pada tingkat pendidikan dasar atau tingkat sekolah dasar. 14Erlia Fitriani, “Strategi Menumbuhkan Minat Membaca Anak Melalui Dongeng di TKIT Taruna Teladan Delanggu Klaten,” skripsi, Fakultas Linguistik, UIN Sunan Kalijaga, 2014 hal.

Dari faktor-faktor diatas dapat dikembangkan suatu cara untuk meningkatkan minat belajar anak yaitu 22. Seorang anak dapat dikatakan mempunyai minat belajar yang tinggi apabila ia merasakan ketertarikan terhadap mata pelajaran tersebut, dari segi belajarnya. Tak heran jika banyak dari mereka yang lebih suka bermain game atau mendengarkan cerita atau dongeng.31.

Maka guru wajib memperkaya diri dengan materi dongeng atau cerita yang disesuaikan dengan suasana atau kondisi anak.33. Kelima keterampilan yang dapat merangsang belajar atau dapat meningkatkan minat belajar ini nampaknya perlu mendapat perhatian semua orang.

Metode Penelitian

  • Jenis Penelitian
  • Pendekatan Penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data
  • Analisis data

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologis, yaitu peneliti ingin mencoba mengkaji permasalahan pokok yang ditelitinya dari sudut pandang psikologis. Oleh karena itu, dalam penelitian ini responden utama adalah anak-anak atau siswa kelas I. (satu) dan II. (dua) kelas SDIT. Metode observasi adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui observasi dan persepsi.52 Peneliti melakukan observasi secara terstruktur, yaitu observasi yang disusun secara sistematis tentang apa yang akan diamatinya.53.

Informasi yang terdokumentasi meliputi gambaran umum sekolah, visi dan misi, sejarah berdirinya dan letak geografisnya, serta maksud dan tujuan didirikannya sekolah tersebut, dan yang tidak boleh diabaikan adalah keikutsertaan dalam kegiatan pembelajaran PAI. dengan penerapan dongeng islami yang digunakan oleh guru di SDIT BAIK, dan dengan foto.reaksi siswa dalam pembelajaran PAI dengan bantuan dongeng. Proses analisis data dalam penelitian ini diawali dengan peninjauan terhadap seluruh data yang ada dari berbagai sumber yaitu observasi, wawancara, observasi dan dokumentasi. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan.

Setelah selesai melakukan transkripsi data dan deskripsi hasil observasi, penulis melakukan reduksi data dengan cara menganalisis data dan memilah hal terpenting yang sesuai dengan fokus penelitian yaitu peran metode dongeng dalam meningkatkan minat belajar anak. PAI. Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk deskripsi singkat, peta dan sejenisnya untuk memudahkan peneliti memahami apa yang terjadi, merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami. Sedangkan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif.60.

Oleh karena itu penulis menyajikan data dalam penelitian ini berupa catatan-catatan yang menggambarkan isi penelitian ini yaitu peran metode dongeng dalam meningkatkan minat belajar PAI anak. Peneliti memverifikasi keabsahan data yang diperoleh di lapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan membandingkan hasil tersebut untuk memperoleh data yang valid.

PENUTUP

Kesimpulan

Dari hal tersebut guru tidak dapat meningkatkannya, namun ada beberapa anak yang begitu memperhatikan sehingga pertanyaan guru menunjukkan bahwa dongeng islami merupakan salah satu alternatif dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan peningkatan minat belajar. Pada tahap pertama ini diketahui siswa merasa tidak nyaman bahkan terjadi gangguan di kelas 2 (dua) sehingga menimbulkan rasa gangguan di kelas tetangga. Kedua, menurut dongeng, minat belajar anak tinggi baik di kelas 1 (satu) maupun di kelas 2 (dua).

Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai setiap kelas, pada kelas 1 (satu) nilai rata-rata minat anak mencapai 2,46, sedangkan pada kelas 2 (dua) nilai rata-rata minat anak mencapai 2,51. Dari tingginya minat anak-anak terhadap pembelajaran dengan metode dongeng mendapat reaksi yang positif, hal ini membuktikan bahwa metode dongeng atau cerita memang mengajarkan tentang perilaku baik dan buruk, karena selalu ada kebaikan dalam cerita atau dongeng yang ada. diberitahu. dan sisi buruknya, sehingga mengandung pelajaran moral dan dapat dijadikan contoh dalam kehidupan anak sehari-hari. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam mendongeng pada pembelajaran PAI banyak kasus anak sedang malas, sibuk, apalagi pada jam-jam terakhir anak merasa lelah karena sudah siang dan kenyang.

Selain itu, pemahaman belajar anak sekolah dasar memerlukan sesuatu yang disebut dengan sentuhan, sehingga berbeda dengan anak yang jenjangnya lebih tinggi dari sekolah dasar. Terkadang ketika anak kurang mendapat perhatian dari ustajnya, mereka selalu ngobrol dengan temannya bahkan ada yang mengganggu kelas lain sehingga kelas lain merasa terganggu.

Saran

Pihak sekolah sangat mendukung dongeng ini agar akhlak anak yang berakhlak baik tidak menjadi madzmumah, tidak hanya di dalam kelas atau sekolah saja, namun juga di luar sekolah yang juga diperhatikan oleh para wali siswa atau santri. menjadi .

DAFTAR PUSTAKA

DOKUMENTASI PENELITIAN

Saat di kelas, apakah anak-anak bersemangat menerima pembelajaran PAI dengan cara ustadzah dengan metode petualangan? Setelah melakukan observasi, peneliti menyimpulkan bahwa kelengkapan sarana dan prasarana di SDIT Bina Anak Islam Krapyak (BAIK) masih kurang. Dari hasil observasi terlihat bahwa metode dongeng tidak digunakan di kelas, namun terkadang digunakan dongeng dan guru hanya menulis di papan tulis dan menjelaskan dengan ceramah, hal ini membuat suasana kelas menjadi sibuk dan banyak yang tidak. memperhatikan penjelasan guru.

Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa anak-anak akan bosan dan bosan jika metode dongeng tidak digunakan dalam pembelajaran. Dari hasil observasi terlihat bahwa metode dongeng tidak digunakan dalam pembelajaran, namun terkadang digunakan metode dongeng dan guru hanya menulis di papan tulis dan menjelaskan dengan ceramah sehingga membuat suasana dalam pembelajaran menjadi lebih baik. kelas tegang dan tidak terkendali, banyak orang yang tidak memperhatikan penjelasan guru dan tidak ada keterikatan antara guru dan siswa. Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa jika metode bercerita tidak digunakan dalam pembelajaran, anak akan bosan dan kurang mendapat perhatian guru.

Dari hasil observasi terlihat bahwa metode bercerita diterapkan di kelas dengan melihat kondisi sebelumnya. Setelah melakukan observasi, peneliti menyimpulkan bahwa jika metode bercerita digunakan di dalam kelas, anak-anak menjadi antusias dan sebagian anak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Namun sebelum bercerita guru menulis di papan tulis dan menjelaskan dengan ceramah terlebih dahulu hal ini membuat suasana kelas menjadi lesu, namun dengan metode cerita yang memberikan hadiah dari guru membuat siswa antusias dalam mendengarkan cerita atau dongeng yang disajikan. dari guru bahkan ada yang melontarkan pertanyaan ketika guru selesai pembelajaran dengan metode cerita.

Setelah melakukan observasi, peneliti menyimpulkan bahwa jika metode dongeng dilaksanakan di kelas, anak menjadi antusias dan memperhatikan materi dengan metode dongeng yang disampaikan guru dan pertanyaan yang diajukan siswa. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui sistem metode petualangan pembelajaran PAI yang diajarkan oleh Ustadzah Satria Nurul Islam, S.Pd.I. Melalui wawancara tersebut peneliti memperoleh informasi mengenai metode narasi yang digunakan, pola cerita yang sesuai dengan materi relevan yang diajarkan saat itu.

Melalui wawancara ini informan menjelaskan tentang persiapan, antusiasme siswa ketika guru menjelaskan dengan menggunakan metode dongeng atau cerita, dan kendala-kendala ketika metode dongeng atau cerita diterapkan di kelas.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan semua data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Bapak Warmin (Guru Pendidikan Agama Islam) di SLB Bina Karya Insani Karanganyar pada 16 Maret 2016.. Bagaimana peran guru

Sunu Prasetyo Nugroho, (UMS, 2014) dalam tesisnya yang berjudul “Peran Guru Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa (Studi Multi Kasus di SMP Nurul Islam dan SMP Muhammadiyah

Tujuan penelitian Untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan strategi guru dalam proses pembelajaran untuk peningkatan minat

Berdasarkan semua data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam

Sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi berbasis literature review yang berjudul “Efektivitas program dongeng anak dan remaja (DARLING) dalam meningkatkan minat

Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Fiqih Di Madrasah Tsanawiyah Al-Islam Bantur Upaya guru Fiqih Madrasah Tsanawiyah Al-Islam melalui peran motivator dalam meningkatkan

Penelitian ini mengidentifikasi peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar