• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui Program Keagamaan di MTsN 2 Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Peran Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui Program Keagamaan di MTsN 2 Ponorogo"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Fokus Penelitian

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teori

  • Guru
  • Karakter
  • Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Karakter dan Moral
  • Moral
  • Program Keagamaan
  • Metode Guru Dalam Pelaksanaan Program Keagamaan

Persamaan yang dimiliki peneliti dan jurnal di atas adalah sama-sama membahas tentang peran guru dalam membentuk karakter siswa.23. Observasi yang dilakukan terhadap guru dan siswa kelas VII MTsN 2 Ponorogo meliputi pertanyaan mengenai peran guru agama dalam membangun karakter dan moral melalui program keagamaan. 29 3. Untuk menguji kredibilitas data mengenai “peran guru dalam pembentukan karakter dan moral melalui program keagamaan di MTsN 2 Ponorogo” maka dilakukan pengumpulan data dan pengujian data terhadap guru agama dan beberapa siswa kelas VII.

Program yang dilaksanakan untuk membentuk karakter peserta didik ini berjalan dengan baik sesuai dengan petunjuk dan peraturan madrasah. Membangun karakter dan akhlak peserta didik bukanlah hal yang mudah, apalagi mereka merupakan remaja yang masih membutuhkan sosok yang bisa dijadikan teladan. Penting sekali untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya pembinaan karakter dan pendidikan moral untuk meningkatkan perilaku keagamaan pada peserta didik.

Lingkungan sosial juga menjadi salah satu kendala bagi guru mata pelajaran agama dalam proses pembentukan karakter dan moral siswa. Siswa diharapkan memahami peran dan pentingnya perilaku yang mencerminkan akhlak dan moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 2.1  Kerangka Berfikir
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

Kajian Penelitian Terdahulu

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa perkataan tertulis atau lisan orang atau perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan seluruh data atau kondisi obyek atau objek penelitian, kemudian dianalisis dan dibandingkan berdasarkan kenyataan yang ada, kemudian mencoba memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dan dapat memberikan informasi terkini sehingga bermanfaat. untuk pengembangan ilmu pengetahuan.25 2. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu suatu pendekatan penelitian yang berusaha menggambarkan suatu gejala, peristiwa, peristiwa yang sedang terjadi saat ini, dimana peneliti memotret peristiwa tersebut dan dampaknya. peristiwa yang terjadi menjadi fokus.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Data dan Sumber Data

Sumber data primer penelitian ini berasal dari data yang diperoleh secara langsung berupa observasi, wawancara, dan dokumen lainnya. Sumber data primer yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah guru agama dan siswa kelas VII MTsN 2 Ponorogo. Data sekunder merupakan sumber data yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen, arsip, dan catatan lainnya.

Data sekunder ini meliputi data kepustakaan yang diperoleh penulis dari literatur-literatur yang relevan dengan permasalahan.

Prosedur Pengumpulan Data

Tahap persiapan, pada tahap ini kegiatan yang dapat dilakukan peneliti adalah menentukan lembaga madrasah yang dapat dijadikan tempat melakukan penelitian, meminta izin kepada kepala madrasah MTsN 2 Ponorogo, menentukan jadwal penelitian untuk observasi dan wawancara kepada ustadz dan berbagai siswa kelas VII dengan kesepakatan, serta menyusun pedoman wawancara. Fase implementasi. Pada tahap ini peneliti dapat mengumpulkan data dengan cara mengamati dan mewawancarai guru agama dan berbagai siswa kelas VII, sesuai dengan kesepakatan. Mempersiapkan alat yang diperlukan yaitu pedoman wawancara dan observasi mengenai peran guru dalam membangun karakter dan moral melalui program keagamaan.

Tahap penulisan skripsi, pada tahap ini peneliti mengumpulkan seluruh data yang diperoleh selama penelitian dan.

Teknik Pengumpulan Data

Observasi merupakan pengamatan langsung terhadap obyek penelitian guna melihat lebih dekat kegiatan yang akan dilakukan. Hasil penelitian ini dicatat dalam catatan lapangan, karena catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis maupun gambar, yang kesemuanya memberikan informasi terhadap proses penelitian.

Dokumentasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah catatan dan foto-foto peristiwa yang berkaitan dengan penelitian tentang peran guru dalam pembangunan. Untuk memperoleh data yang valid, peneliti memperoleh dokumentasi dari pihak sekolah berupa profil sekolah yang meliputi sejarah berdirinya madrasah, visi dan misi madrasah, struktur organisasi, keadaan sarana dan prasarana, keadaan guru dan guru. karyawan serta data mengenai dokumen foto yang dilakukan.30.

Teknik Analisis Data

Siswa di MTsN 2 Ponorogo sebagian besar berasal dari Ponorogo, yang mayoritas berdomisili tidak jauh dari sekolah. Selain faktor lingkungan dan keluarga, ada faktor lain yang mempengaruhi karakter siswa yaitu temannya. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam membangun karakter dan akhlak siswa antara lain faktor lingkungan, faktor keluarga dan faktor teman sebaya akibat akhlak dan akhlak.

Madrasah memerlukan program-program khususnya keagamaan yang bertujuan untuk menunjang keberhasilan guru dalam membangun karakter peserta didik. Proses pelaksanaan program atau kegiatan keagamaan dapat dikatakan mudah atau sulit, namun masih ada siswa yang tidak melakukannya. Baik buruknya perilaku siswa berkaitan dengan faktor luar atau lingkungan tempat ia tinggal dan bersosialisasi.

Untuk menghadapi siswa yang mempunyai perilaku menyimpang, guru mempunyai cara atau metode agar berhasil melaksanakan program keagamaan. Mengingat pentingnya membangun karakter dan akhlak, maka bentuklah peserta didik yang berakhlak mulia agar kelak menjadi generasi yang berakhlak mulia. Maka peran guru disini sangat penting dalam memantapkan dan membentuk peserta didik yang berkepribadian baik.” 65.

Dapat menunjang siswa untuk selalu termotivasi melakukan kegiatan yang baik dan produktif.68. Hal ini membuat guru mata pelajaran agama sulit mengontrol perilaku siswa karena intensitas pertemuannya kurang. Proses pembentukan karakter dan moral akan terarah dan terstruktur dengan motivasi guru kelas yang selalu mendukung dan memantau perkembangan siswa.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Pengecekan Keabsahan Penelitian

Tahap Penelitian

Kondisi moral yang berbeda-beda itu karena mahasiswa mempunyai latar belakang yang berbeda-beda ya kak.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Sejarah Berdirinya MTsN 2 Ponorogo
  • Visi, Misi, dan Tujuan MTsN 2 Ponorogo
  • Identitas MTsN 2 Ponorogo
  • Struktur Organisasi MTsN 2 Ponorogo
  • Kondisi Guru dan Peserta Didik MTsN 2 Ponorogo
  • Sarana dan Prasarana MTsN 2 Ponorogo

Paparan Data

  • Peran Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui Program
  • Metode Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui Program
  • Kendala Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui Program

Pembahasan

  • Analisis Peran Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui
  • Analisis Metode Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui
  • Analisis Kendala Guru dalam Membangun Karakter dan Moral Melalui

Proses pembentukan karakter tidak lepas dari peran guru dalam mempersiapkan metode atau program keagamaan secara baik dan terstruktur, guru dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam proses pembentukan karakter siswa. Guru dalam membangun karakter siswa mungkin menggunakan beberapa program keagamaan yang bertujuan untuk menunjang keberhasilan guru dalam membangun karakter dan moral siswa. Berdasarkan hasil observasi, ternyata madrasah mempunyai fasilitas penunjang yang digunakan untuk membangun karakter peserta didik dengan cara memberikan slogan-slogan motivasi yang ditempel di depan kelas. Mengenai peran guru dalam membangun karakter siswa, guru menggunakan metode atau strategi agar proses pembentukan karakter di MTsN 2 Ponorogo berjalan sesuai dengan tujuan. Madrasah mendukung penyampaian program, khususnya program keagamaan. Program keagamaan tersebut antara lain salat berjamaah, peringatan hari besar Islam, berkah jum'at, zakat dan tartil Alquran.

Dengan adanya program keagamaan dalam membangun karakter dan akhlak di MTsN 2 Ponorogo berjalan dengan baik sesuai dengan arahan dan peraturan madrasah, ditambah lagi fasilitas yang ada di madrasah mendukung dan melengkapi proses pembentukan karakter siswa. Esensi yang harus dipahami dalam membangun karakter dan moral melalui program keagamaan siswa terletak pada bagaimana memahami cara berpikir siswa dalam memberikan interpretasi terhadap definisi moral dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Berkaitan dengan hal tersebut tentu ada faktor yang mempengaruhinya, antara lain faktor lingkungan karena berada di lingkungan tempat siswa banyak tinggal dan bersosialisasi.

Dengan membiasakan kegiatan seperti itu maka nilai-nilai moral bisa diminimalisir dan interaksi antara siswa dan guru bisa semakin dekat. Dapat dikatakan bahwa penggunaan metode-metode yang berbeda tersebut dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan dan efektivitas proses pengembangan moral siswa. Berkenaan dengan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru mata pelajaran agama dalam proses pembentukan karakter dan akhlak peserta didik sehubungan dengan terbatasnya atau efektifnya waktu mempelajari mata pelajaran agama, maka dapat dikatakan kurang efektif karena terbatasnya waktu yang dimiliki guru. untuk mendidik, dalam satu minggu kesempatan bertemu seminggu sekali setiap mata pelajaran selama 2 jam pelajaran setiap pertemuan.

Jika dicermati saat ini, banyak sekali pengaruh-pengaruh negatif dan menyimpang yang dapat menyebabkan siswa berperilaku tidak baik. Hal ini dikarenakan siswa juga mempunyai karakteristik yang berbeda-beda karena latar belakangnya yang berbeda-beda. Faktor keluarga merupakan kendala yang paling berat, karena sangat mempengaruhi motivasi siswa dalam proses pembelajaran di madrasah.

Jika siswa berada dalam lingkungan yang harmonis, pasti mempunyai support system yang membuat siswa termotivasi untuk melakukan hal-hal positif. Kepada kepala Madrasah agar lebih memperhatikan dan memotivasi para guru agar lebih mampu meningkatkan kualitas pembinaan karakter dan akhlak peserta didik dengan lebih menggunakan metode dan program keagamaan. Guru diharapkan lebih meningkatkan kreativitasnya untuk mencapai hasil yang lebih memuaskan dan tetap menjadi teladan yang baik bagi siswa.

Gambar 4.2 Slogan Motivasi
Gambar 4.2 Slogan Motivasi

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Grafik Guru Kuala Dalam Bentuk Karakter Siswa di Masa Pandemi Covid-19', Prosiding Seminar Internasional Kajian Islam, Vol.02, N (2021). Peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter dan moral siswa serta implikasinya terhadap ketahanan siswa', Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, VOL.5 (2016). Hambatan dan Tantangan Kajian Al-Qur'an Hadits di MtsN 1 Gunung Kidul', Annual Conference on Madrasah Teachers (AcoMT), 5 (2022).

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Berfikir
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Tabel 4.1 Kondisi Guru MTsN 2 Ponorogo  Status
Tabel 4.2 Data Peserta Didik
+4

Referensi

Dokumen terkait

dan m engangkat ini menjadi skripsi dengan judul “ Peran Guru PAI Sebagai Fasilitator Dalam Pembelajaran Keagamaan di MTs Muhammadiyah

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) peran guru sebagai fasilitator dalam pemanfaatan perpustakaan di SDN 1 Karangan adalah guru berusaha membantu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1 Strategi guru akidah akhlak dalam menanamkan karakter moral keagamaan siswa di MTsN 1 Rembang dilakukan menggunakan metode pemotivasian atau

Dari hasil wawancara dapat dianalisis bahwa peran guru PAI dalam pembinaan mental keagamaan siswa sangatlah urgen dan vital hal ini karena guru PAI selalu memberikan

Metode dalam menilai peran guru pembina UKGS dalam keberhasilan program UKGS pada SD/MI binaan Puskesmas Kaliwates dan Sumbersari dengan menilai pretest dan postest

Untuk mempermudah peran guru dalam mengoreksi dari semua kegiatan keagamaan, guru PAI memberikan buku koreksi pada setiap murid yang harus diisi saat pelaksanaan

47 dalam program Madrasah Ramah Anak sangat dibutuhkan karena untuk memberikan pembelajaran yang aman, nyaman dan melindungi siswa dari kekerasan.87 Pendapat di atas didukung oleh

Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangat penting untuk keberhasilan proses belajar