• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di SMK Ekonomika Depok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di SMK Ekonomika Depok"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGI SISWA DI SMK EKONOMI DEPOK. Strategi guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter religius siswa di SMK Ekonomika depok.

PENDAHULUAN

  • Fokus dan Subfokus Penelitian
  • Perumusan Masalah
  • Kegunaan Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Secara teoritis penelitian ini dapat menambah pengetahuan untuk pengembangan teori tentang pembentukan karakter religius siswa di sekolah. Penelitian ini secara praktis dapat diterapkan oleh guru PAI untuk membentuk karakter religius siswa di sekolah.

TINJAUAN PUSTAKA

Hasil Penelitian Yang Relevan

Disertasi Ahmad Misbahul Rizal Fakultas Tarbiah dan Pendidikan Guru dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Akhlak dan Akhlak Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Bangil Kabupaten Pasuruan” Tahun 2017, UIN Maulana Malik Ibrahim. Dalam skripsi ini dibahas tentang Peran Guru PAI dalam Pembentukan Akhlak Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negri Bangil.Guru pendidikan agama Islam di MTs Negeri Bangil mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap akhlak siswa. Untuk membina akhlak santri juga diperlukan metode yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh guru agama Islam, hal ini dilakukan untuk memudahkan dan memaksimalkan kegiatan tersebut.

Disertasi Laili Al-Fiyah Fakultas Tarbiah dan Pendidikan Guru dengan Judul “Peran Guru PAI Dalam Pengembangan Karakter Religius SMK Pesantren (Studi Kasus Siswa Kelas X SMK PGRI 2 Ponorogo)” 2019 IAIN Ponorogo. Tesis ini membahas tentang upaya guru PAI dalam mengembangkan karakter religius siswa di SMK PGRI 2 Ponorogoro yang bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran. 27 Misbahul Rizal, “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bangil Kabupaten Pasuruan”, (Disertasi: Fakultas Tarbiah dan Pendidikan Guru UIN Maulana Malik Ibrahim, 2017).

28 Laili AL-Fiyah, “Peranan Guru PAI Dalam Pengembangan Karakter Religius SMK Pesantren (Studi kasus kelas mengenai peran guru PAI di SMA Muhammadiyah Palopo sangat penting dalam pembentukan karakter di Dalam konteks terwujudnya tujuan, guru pendidikan agama Islam merupakan puncak keberhasilan pembentukan karakter peserta didik, karena guru khususnya guru PAI merupakan pelaku utama dalam pembentukan karakter.

Kerangka Berfikir

METODOLOGI PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Latar Penelitian

Metode dan Prosedur Penelitian

Metode penelitian deskriptif (deskriptif penelitian) adalah suatu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang sedang terjadi pada saat ini atau pada masa lalu. Penelitian deskriptif ini hanya dapat menggambarkan suatu keadaan saja, namun dapat pula menggambarkan keadaan itu dalam tahap-tahap perkembangannya.2. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menciptakan penjelasan yang sistematis, terkini dan akurat mengenai fakta, ciri-ciri dan hubungan antar fenomena yang akan diteliti.

Data dan Sumber Data

Penelitian ini mendeskripsikan peran guru dalam pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius peserta didik. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari instansi terkait yaitu di SMK Ekonomika Depok dengan menggunakan metode wawancara yang dilakukan kepada guru pendidikan agama Islam di SMK Ekonomika Depok. Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh pihak lain, termasuk dokumen resmi, buku, atau hasil penelitian.

Data sekunder dapat diperoleh dengan melakukan wawancara kepada kepala sekolah, bagian kurikulum di SMK Ekonomika Depok dan juga dapat diperoleh dari literatur berupa buku, majalah, teks dan lain sebagainya yang relevan dengan fokus penelitian ini.

Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

  • Observasi
  • Wawancara
  • Dokumen …

Observasi pasif Parsudi suparlan artinya peneliti tidak terlibat dalam hubungan emosional penulis yang menjadi tujuan penelitian, sehingga peneliti hanya melihat dan mengamati suatu peristiwa atau fenomena dengan maksud untuk mencari informasi.4. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penulis telah mengamati proses pengumpulan data di sekolah dengan melihat strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembentukan karakter religius siswa, mengamati hasil wawancara yang dilakukan melalui sumber primer dan sumber kedua. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wawancara adalah suatu bentuk informasi yang diterima dan diungkapkan dalam bentuk tulisan, atau rekaman audio, visual, atau audio visual.

Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung, dengan tujuan untuk memperoleh data dari berbagai pihak khususnya guru pendidikan agama Islam SMK Ekonomika Depok, kepala sekolah dan bagian kurikulum yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang peneliti ajukan. Demikian pula wawancara ini dilakukan secara tatap muka dengan tujuan memperoleh jawaban yang relevan berdasarkan kondisi yang ada di sekolah sebagai bahan penelitian skripsi. Data berupa dokumen memuat bukti-bukti mengenai pembentukan karakter keagamaan yang terjadi di sekolah ini.

Proses perolehan data melalui dokumentasi berupa foto, catatan harian dan informasi lain yang berkaitan dengan latar belakang penelitian ini. Oleh karena pengumpulan data dalam penelitian ini mempunyai keterbatasan ruang dan waktu, maka peneliti akan memanfaatkan waktu tersebut secara optimal agar hasil data yang diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian ini, karena dokumentasi ini juga dapat dijadikan sebagai sumber untuk pembentukan karakter religius peserta didik.

Prosedur Analisis Data

Melalui diskusi ini, kami berharap wawasan peneliti semakin berkembang dan data yang telah direduksi menjadi lebih masuk akal dalam menjawab pertanyaan penelitian. Tahap display data/penyajian data, pada tahap ini peneliti lebih banyak terlibat dalam menyajikan atau menampilkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis sebelumnya, mengingat peneliti kualitatif sering kali menyusun teks naratif. Pada langkah ini peneliti mencoba mengumpulkan data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan mempunyai makna.

Tahap kesimpulan dan verifikasi, pada tahap ini diambil kesimpulan berdasarkan temuan dan verifikasi data. Sebagaimana dijelaskan di atas, kesimpulan awal yang diambil masih bersifat tentatif dan akan berubah jika ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pengumpulan data tahap selanjutnya. Apabila kesimpulan yang disampaikan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang kuat dalam arti konsisten dengan kondisi yang ditemukan ketika peneliti kembali terjun ke lapangan, maka kesimpulan yang diperoleh merupakan kesimpulan yang kredibel.5.

Langkah verifikasi yang dilakukan peneliti harus tetap terbuka untuk menerima masukan data, meskipun data tersebut tergolong data yang tidak ada artinya. Namun peneliti pada tahap ini seharusnya sudah memutuskan analisis data yang mempunyai arti dan data yang tidak diperlukan atau tidak bermakna, data yang dapat diolah dalam analisis lebih lanjut, seperti bobot dan kekuatan.

Validitas Data

Sebagaimana uraian tersebut menggambarkan peran pendidik agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa di SMK Eknomika Depok. Dalam pembentukan karakter religius siswa terdapat faktor pendukung yang dapat membantu dalam pembentukan karakter religius di sekolah. Dalam pembentukan karakter religius di SMK Ekonomika Depok, selain ada faktor pendukung yang dapat memudahkan guru PAI dalam melaksanakannya, juga terdapat faktor penghambat pembentukan karakter religius siswa.

Uraian ini menggambarkan tentang kondisi yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam di SMK Ekonomika Depok dalam membentuk karakter religius siswa. Dalam hasil penelitiannya, guru pendidikan agama Islam SMK Ekonomika, Depok, menjelaskan bahwa siswa dibentuk melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah. Seperti halnya program kegiatan keislaman yang disusun oleh guru PAI juga dapat mendukung pembentukan karakter religius siswa.

Faktor penghambat pembentukan karakter religius mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi terbagi menjadi 2 faktor, antara lain: a) Apakah program perencanaan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam untuk membentuk karakter mahasiswa berkendara yang baik?

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Temuan Penelitian

Dari hasil wawancara peneliti menemukan bahwa strategi yang digunakan guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa di SMK Ekonomika Depok dapat diterapkan pada pembelajaran PAI. Dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa peran guru pendidikan agama Islam di sekolah sangat penting dalam membentuk karakter religius siswa, dengan berbagai strategi yang diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa di SMK Ekonomika Depok. Dengan semakin langsungnya siswa meniru apa yang dilakukan gurunya, maka karakter religius siswa dapat terbentuk dengan cara ini.

“Dalam membentuk karakter religius siswa, seorang guru PAI hendaknya dapat berperan sebagai uswatun hasanah terhadap siswanya karena siswa akan melihat hal tersebut terlebih dahulu dari gurunya.” Selain itu, faktor yang mendukung pembentukan karakter religius siswa seperti yang dilakukan oleh guru PAI melalui kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan spiritual, yang dalam kegiatan tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan karakter religius. Seperti yang telah dijelaskan di atas, faktor pendukung tersebut dapat memudahkan guru PAI dalam membentuk karakter religius di SMK Ekonomika Depok.

Faktor penghambat terbentuknya karakter religius siswa yang pertama adalah pada diri siswa tersebut, masih terdapat sebagian siswa yang belum bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar, sehingga pembelajaran PAI di kelas berikut ini belum tersampaikan dengan jelas. Yang selanjutnya dapat menghambat pembentukan karakter religius siswa adalah lingkungan sekolah, karena di lingkungan tersebut mereka mempunyai banyak teman, baik teman yang dapat memberikan semangat kepada mereka untuk berbuat baik maupun jahat.

Pembahasan Temuan Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Karena pembentukan karakter religius siswa memerlukan kerjasama yang baik antara guru pendidikan agama Islam dan seluruh guru, karena hal ini sangat mempengaruhi pembentukan karakter religius siswa, maka penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan segala bentuk strategi yang dapat dilakukan. membantu proses pembentukan karakter religius siswa di sekolah. Khusus bagi guru PAI, sangat diharapkan untuk mengembangkan banyak strategi untuk membentuk karakter religius siswa pada mata pelajaran PAI di kelas, selain membuat program kegiatan keagamaan di luar pelajaran PAI. Al-Fiyah, Laili, “Peran Guru PAI Dalam Pengembangan Karakter Religius SMK Pesantren (Studi Kasus Kelas

Pasulle, Sonne, “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah Kota Palopo,” (Disertasi: Fakultas Tarbiah dan Pendidikan Guru IAIN Palopo, 2018). Rizal, Misbahul, “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlak dan Etika Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Bangil Kabupaten Pasuruan,” (Disertasi: Fakultas Tarbiah dan Pendidikan Guru UIN Maulana Malik Ibrahim, 2017). Sumarno, “Peran guru pendidikan agama Islam dalam membangun karakter peserta didik pada tahun ajaran dalam Jurnal Al Lubab, (02) 01.

Wawancara dilakukan kepada guru pendidikan agama Islam, kepala sekolah dan Bagian Kurikulum, dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa SMK Ekonomika Depok. Data yang diperoleh dari guru pendidikan agama Islam, kepala sekolah dan Bagian Kurikulum sangat dibutuhkan peneliti dalam pengumpulan data, dan juga memudahkan peneliti untuk menganalisis peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa di SMK. EkonomiDepok.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan tentang peran guru PAI terhadap pembinaan karakter religius pada peserta didik di SMP

Guru Pendidikan Agama Islam harus menjadi pengajar yang baik, dalam.. arti persiapan mengajar, pelaksanaan pengajaran, sikap di depan

Interaksi guru PAI dan peserta didik dalam membentuk kepribadian muslim di SMK PGRI 1 Tulungagung melalui pendekatan-pendekatan guru PAI dengan peserta didik baik melalui

“Terkait kedisiplinan itu sangat banyak, untuk itu lebih fokus terkait dengan strategi guru PAI di sekolah, pertama merancang peraturan, kemudian peraturan itu

11 yang dimaksud dengan peran guru adalah keseluruhan tingkah laku yang harus dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru”.12 Peran guru PAI dalam menanamkan akhlakul

Tujuan dari penelitian disini ada tiga yaitu, untuk mendeskripsikan strategi guru pendidikan agama islam PAI dalam membentuk karakter siswa di SDN Manggis 3 Puncu, selain itu juga untuk

108 Proses pembentukan karakter religius siswa kelas IX di SMPN 7 Jember yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam selaras dengan proses pembentukan karakter menuju terbentuknya

9 pendidikan agama islam dalam meningkatkan kualitas perilaku islami bagi peserta didik SMK Muhammadiyah 2 Palembang” Hasil penelitian dari skripsi ini ialah peran guru pendidikan