PERAN SENTRA INDUSTRI GENTENG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LINGKUNGAN AIK AMPAT KELURAHAN DASAN GERES KECAMATAN GERUNG KABUPATEN
LOMBOK BARAT TAHUN 2022
Oleh M. IRPAN NIM 180105037
JURUSAN IPS EKONOMI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2022
Skripsi
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh M. IRPAN NIM 180105037
JURUSAN IPS EKONOMI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM
MOTTO
ا ًرْسُي ِرْسُعْلٱ َعَم َّنِإ .
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah Ayat 6)
“Ingatlah Allah saat hidup tidak berjalan sesuai keinginanmu, Allah pasti punya jalan yang lebih baik untukmu”
PERSEMBAHAN
“Kupersembahkan Skripsi ini untuk kedua orang tuaku bapaku H. Tahsan dan ibuku Sriatun, almamaterku, semua guru dan dosenku”
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya. Amin.
Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, antara lain yaitu:
1. Sakdiah, M.Si sebagai Pembimbing I dan , Fatana Suastrini, M.M sebagai Pembimbing II yang memberikan dukungan, motivasi, dan bimbingan terus menerus, dan tanpa bosan selalu meluangkan waktu di tengah kesibukannya, sehingga menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepat selelsai.
2. Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag., selaku Rektor UIN Mataram.
3. Dr. Jumarim, M.H.I., selaku dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK)
4. Ahmad Khalakul Khairi, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Tadris IPS Ekonomi dan Muh.
Zainur Rahman, M. Pd, selaku skertaris jurusan Tadris IPS Ekonomi
5. Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang telah sabar dan memberikan ilmu bagi penulis selama dibangku perkuliahan.
6. Kepala Lingkungan, Tokoh Agama dan Masyarakat Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung, selaku yang terlibat ditempat lokasi penelitian.
7. Dan semua pihak yang tak bisa ku sebut satu persatu.
Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut menadat pahala yang berlipat- ganda dari Allah Swt. Dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak. Amin.
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL...
HALAMAN JUDUL ...
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i
NOTA DINAS PEMBIMBING ... ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
PENGESAHAN ... iv
HALAMAN MOTTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI... viii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
ABSTRAK ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8
D. Ruang Ligkup dan Setting Penelitian ... 10
E. Telaah Pustaka ... 10
F. Kerangka Teori ... 16
G. Metode Penelitian ... 45
H. Sistematika Pembahasan ... 63
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 65
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 65
1. Letak Geografis ... 65
2. Kondisi Demografi ... 67
B. Peran Sentra Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lingkungan Aik Ampat ... 74
C. Hambatan Sentra Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lingkungan Aik Ampat... 86
BAB III PEMBAHASAN ... 90
A. Peran sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkungan aik ampat ... 90
1. Meningkatkan pendapatan masyarakat ... 91
2. Menyerap Tenaga Kerja ... 98
B. Hambatan Sentra Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lingkungan Aik Ampat ... 100
1. Modal ... 100
2. Bahan Baku Yang Langka ... 102
3. Persaingan Produk ... 103
BAB IV PENUTUP ... 105
A. Kesimpulan ... 105
B. Saran ... 106
DAFTAR PUSTAKA ... 107
LAMPIRAN ... 114 DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Menurut Jumlah Pendidikan
Tabel 2.2 Jumlah Penduduk Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Berdasarkan Mata Pencharian
Tabel 2.3 Jumlah Pendapatan Penegerajin Genteng Sebelum Dan Sesudah Adanya Industri Genteng di Lingkungan Aik Ampat
Tabel 2.4 Jumlah Pendapatan Pengusaha Genteng Sebelum Dan Sesudah Adanya Industri Genteng di Lingkungan Aik Ampat
Tabel 3.1 Total rata-rata pendapatan pengerajin dan pengusaha genteng sebelum dan sesudah adanya industri genteng di Lingkungan Aik Ampat.
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Pedoman Wawancara Lampiran 2 Dokumentasi
Lampiran 3 Surat rekomendasi penelitian dari akademik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram
Lampiran 4 Surat rekomendasi penelitian Bakesbangpol Provinsi NTB
Lampiran 5 Surat Keterangan Penelitian di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung
PERAN SENTRA INDUSTRI GENTENG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LINGKUNGAN AIK AMPAT KELURAHAN DASAN GERES KECAMATAN GERUNG KABUPATEN
LOMBOK BARAT TAHUN 2022 Oleh
M. IRPAN NIM. 180105037
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lingkungan Aik Ampat. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sentra industri genteng memberikan dampak yang sangat besar terutama dalam mengurangi pengangguran dan penyerapan tenaga kerja, karena para pengusaha genteng memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, selain itu dengan adanya sentra industri genteng dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, karena dengan bekerja di industri genteng pendapatan masyarakat bisa tercukupi daripada sebelumnya, serta mampu meningktakan kulitas pendidikan karena dari hasil bekerja di industri genteng masyarakat dapat meenyisihkan upah mereka untuk biaya pendidikan keluaraga mereka. Adapun hambatan yang dihadapi pengusaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah perubahan cuaca ketika musim hujan tiba dan hambatan lainnya masalah minimya modal, bahan baku yang langka, dan ketatnya persaingan produk antar warga (pengusaha genteng).
Kata kunci: Peran, Sentra Industri Genteng, Kesejahteraan Masyarakat
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sektor industri merupakan komponen utama dalam pembangunan ekonomi nasional Indonesia. Sektor industri tidak hanya mampu memberikan konstribusi ekonomi yang besar melalui nilai tambah, lapangan pekerjaan dan devisa bagi negara. Selain itu sektor industri mampu memberikan konstribusi yang besar dalam transformasi kultural bangsa ke arah modernisasi kehidupan masyarakat yang menunjang pembentukan daya saing nasional.1
Perkembangan industri di Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi pada triwulan I (Januari-Maret) tahun 2018.
Pertumbuhan Sektor Industri (migas dan non migas) pada triwulan II (April- Juni) 2018 kembali melambat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya semakin banyak impor yang meningkat, semakin sedikit industri bahan baku, produksi industri melambat, sehingga laju pertumbuhan ekspor melambat. Namun dengan permasalahan tersebut, diharapkan industri di Indonesia pada tahun 2023 khususnya pada industri non migas terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa mencapai 40%. Hal tersebut dapat dicapai melalui berbagai upaya yaitu peningkatkan nilai tambah industri, penguatan penguasaan pasar dalam dan luar negeri,
1
penguatan faktor pendukung perkembangan industri, memperkuat struktur industri, meningkatkan persebaran industri serta meningkatkan peran industri kecil dan menengah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).2
Menurut UU No 03 Tahun 2014 pasal 1 ayat 2, Industri merupakan seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku atau memanfaatkan sumber daya alam (SDM) industri sehingga menghasilkan barang yang mempunya nilai tinggi, termasuk jasa industri.3 Untuk itu, Kementrian Perindustrian telah mengidentifikasi dua pendekatan untuk meningkatkan daya saing industri nasional, yang integrasi dan terintegrasi antara pusat dan daerah. Pendekatan pertama adalah pendekatan top-down dengan mengembangkan 35 pusat industri prioritas yang direncanakan dari pusat (by design) dan melacak partisipasi berdasarkan wilayah terpilih berdasarkan daya saing dan potensi internasional. Pendekatan kedua adalah mengambil pendekatan bottom-up dengan mendefinisikan keterampilan inti industri daerah dan merupakan keunggulan dari daerah tersebut, dimana pusat terlibat dalam pembangunan gedung industri agar daerah memiliki daya saing. Kedua ini adalah pendekatan yang didasarkan atas semangat Otonomi Daerah. Dalam hal menentukan perkembangan industri melalui penetapan industri prioritas dan kompetensi inti industri daerah sangat
2 Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Analisis Perkembangan Industri Edisi III- 2018, (Jakarta Selatan: Pusdatin Kemenperin, 2018), hlm. 1.
3 Muhammad Fattah & Pudji Purwanti. Manajemen Industri Perikanan. (Malang: UB Press.
2017)
diperlukan dengan tujuan memberikan dukungan kepada semua sektor ekonomi4
Pengelompokan industri-industri yang sejenis dan memiliki keterkaitan antar industri dalam suatu wilayah di sebut dengan Sentra industri. Sentra industri inilah yang mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, sehingga perekonomian rakyat berkembang dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka kesempatan kerja, dan memakmurkan masyarakat secara keseluruhan.5 Salah satunya ialah kerajinan genteng, yang dimana merupakan suatu barang atau hasil industri yang dibuat dari usaha masyarakat secara mandiri dalam mendayagunakan keterampialan sebagai uapaya memperbaiki tantanan ekonomi. Genteng merupakan unsur penting dalam pembangunan rumah, yang berfungsi sebagai material atap rumah.
Kerajinan genteng merupan indutri kecil yang memiliki peranan penting dalam penyerpan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Industri sekala kecil dan industri rumah tangga termasuk sektor informal yang sifatnya sangat mudah dimasuki tenaga kerja dan daya tampung daya kerjanya tidak terbatas. Sehingga memungkinkan meningkatkan kesejahteraan hidup bagi masyarakat.6
4 Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kebijakan Industri Nasional , pada tanggal 4 Februari 2019.
5 Thoumy Fthu Soelaiman Abhar, “Analisis Pola Klister Dan Orientasi Pasar Sentra Batik Di Kabupaten Bantul”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2016), hlm. 12.
6 Thoumy Fthu Soelaiman Abhar, “Analisis Pola Klister Dan Orientasi Pasar Sentra Batik Di Kabupaten Bantul”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Kesejahteraan adalah sebuah kondisi dimana seorang dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan makanan, tempat tinggal, pakaian, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang dapat menunjang kualitas hidupnya sehingga hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, dan khawatiran sehingga hidupnya aman tentram, baik lahir maupun batin.7 Kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu:
Pertama, pemerataan pendapatan, setiap individu tentunya memiliki pendapatan yang diperoleh berbeda-beda. Pendapatan tersebut nantinya dapat digunakan untuk alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, semakin banyak pendapatan yang dimiliki, semakin banyak pula kebutuhan yang akan dipenuhi. Peningkataan taraf hidup masyarakat dapat dilihat dari kenaikan hasil pendapatan perkapita. Dengan adanya kebutuhan yang terpenuhi membuat seseorang semakin mudah untuk mencapai kata kesejahteraan.
Kedua, pendidikan, Pendidikan merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh individu untuk mencari dan meningkatkan potensi diri.
Pendidikan juga merupakan has dari seluruh warga Negara dan berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas, karena pendidkan bisa dikatakan sebagai hal yang sangat penting, sehingga pemerintah harus melaksanakan pemerataan akses pendidikan. Sekolah dibangun dengan jumlah yang
7 Rosni, “Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Di Desa Dahri Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara”, Jurnal Geografi, Vol. 1, 2017, hlm. 57.
banyak dan merata dengan peningkatan kualitas serta biaya yang murah, dengan adanya pendidikan yang murah serta mudah dijangkau, memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi.
Dengan mendapatkan pendidikan yang tinggi akan meningkatkan kualitas SDM. Apabila kualitas SDM yang tinggi dapat memudahkan mendapatkan pekerjaan yang layak. Kesejahteraan manusia dapat diukur dengan kemampuan untuk menjangkau pendidikan dan mampu menggunakan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ketiga, kualitas kesehatan yang meningkat, kesehatan adalah salah satu peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan artinya apabila seseorang mampu mengakses kesehatan maka memudahkan seseorang untuk mencapai tingkat kesejahteraan, semakin sehat kondisi masyarakat maka akan mendukung pertumbuhan pembangunan perekonomian di suatu Negara atau wilayah. Tentunya dengan diimbangi dengan kualitas, fasilitas kesehatan serta dengan banyaknya tenaga kerja yang memadai.
Pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh penduduk berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi dan wilayah tempat tinggal. 8
Berdasarkan hasil obsevasi awal mata pencaharian di Lingkungan Aik Ampat sangat beragam mulai dari petani, peternak, pedagan dan yang paling dominan ialah pengrajin genteng. Industri genteng inilah yang menjadikan Lingkungan Aik Ampat ini terkenal sebagai salah satu tempat
8 Megi Tinagin, “Peran Prempuan Dalam Meningkatkan Ekonomi Kluarga (Studi Kasus:
Perempuan Pekerja Sawah Di Desa Lemoh Barat Kecamatan Tombariri Kebupaten Minahasa)”,
sentra industri genteng. Industri genteng merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang masyarakat Lingkungan Aik Ampat, dari tahun 1970 hingga saat ini masih di geluti atau dijalankan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian utamanya. Sejak awal berdirinya industri genteng di Lingkungan Aik Ampat masih menggunakan alat seadanaya, hingga saat ini masyarakat mengembangkan alat yang digukan untuk membuat genteng menjadi alat yang modern, sehingga memudahkan proses produksi industri genteng. Dari awal berdirinya hanya terdapat satu perusahaan industri genteng saja, hingga saat ini berkembang menjadi 110 perusahan industri genteng yang berada di Lingkungan Aik Ampat.9
Setiap perusahaan industri genteng memiliki jumlah buruh yang berbeda-beda, sekurang-kurangnya mempunyai dua orang buruh dan paling banyak sekitar empat orang buruh industri genteng. Dari hasil observasi peneliti dilapangan, buruh genteng di Lingkungan Aik Ampat berjumlah 220 orang buruh genteng. Hitungan pendapatan perhari setiap buruh tergantung dari jumlah genteng yang dihasikan, jika buruh genteng dapat menghasilkan 1000 buah genteng perhari maka akan mendapatkan upah berjumlah Rp. 100.000. Adapun buruh genteng di Lingkungan Aik Ampat umumnya hanya bisa menghasilkan 250 sampai dengan 500 biji genteng perharinya, jadi pendapatan perhari buruh genteng di Lingkungan Aik Ampat yakni berkisaran Rp. 25.000 sampai dengan Rp. 50.000. Sedangkan
9 H. Tahsan, wawancara, Aik Ampat Bawak Gunung, 2 Maret 2022.
untuk pendapatan kotor dari perusahaan genteng dalam satu bulan berkisaran Rp. 6.000.000 sampai dengan Rp. 8.000.000 dan untuk pendapatan bersihnya berkisaran Rp. 3.000.000 sampai dengan Rp.
5.000.000 perbulannya.10
Dari paparan pendapatan diatas, sentra industri genteng sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lingkungan Aik Ampat. Dengan adanya industri genteng ini, diharapkan bisa berdampat positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar, sehingga kesejahteraan msayarakat bisa meningkat. Kehadiran industri disuatu pemukiman merupakan pemasukan pengetahuan dan teknologi baru bagi masyarakat.
Karena keberadaan industri inilah yang akan merubah suasana lingkungan dalam masyarakat. Seperti halnya dengan industri genteng ini, banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat di Lingkungan Aik Ampat. Melihat sebelum adanya modernisasi, masyarakat Lingkungan Aik Ampat kesulitan secara ekonomian seperti masih banyak kemiskinan, pengangguran, pendapatan yang sangat rendah, dan sulitnya lapangan pekerjaan. Menurut Kepala Lingkungan Aik Ampat, setelah adanya sentra industri genteng ini banyak terjadi perubahan yang dialami oleh masyarakat di Lingkungan Aik Ampat, baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.11
10 Ibid.
11
Melihat dari permasalahan dan fenomena diatas, setelah adanya sentra industri genteng di Lingkungan Aik Ampat sangat menarik untuk diteliti, sehingga peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Peran Sentra Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Masyarakat Lingkungan Aik Ampat Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana Peran Sentra Industri Genteng Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Aik Ampat Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat?
2. Apa saja Hambatan Sentra Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lingkungan Aik Ampat Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat?
C. Tujuan Dan Manfaat 1. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui peran sentra industri genteng meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.
b. Untuk mengetahui hambatan sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.
2. Manfaat
Sedangkan beberapa kegunaan (manfaat) yang diharapkan dari penelitian ini antara lain sebagai berikut:
a. Manfaat teoritis
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak sebagai sarana dalam menambah wawasan dibidang perindustian dan berwirausaha serta gambaran mengenai Peran sentra indutri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lingkungan Aik Ampat Kecamtan Gerung Kabupaten Lombok Barat.
b. Manfaat praktis
1. Untuk pengusaha genteng diharapkan dapat memberikan motivasi maupun arahan dalam berinovasi menghsilkan suatu produk yang mampu bersaing di era modern ini dan diaharapakan dapat mempertahankan dapat yang maksimal bagi konsumen.
2. Untuk Akademisi dan Pembaca diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang peran sentra industri
genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan juga diharapat bisa menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Agar penelitian ini terarah dengan jelas, maka peneliti membatasi ruang lingkup dan seting penelitian, yaitu hanya berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan rumusan fokus maslah sebagaimana telah diuraikan diatas.
2. Setting Penelitian
Setting penelitian merupakan latar alamiah (tempat atau lokasi) dimana penelitian dilakukan. Oleh karena itu lokasi penelitian ini adalah di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.
E. Telaah Pustaka
Sebuah telaah pustaka sangat penting dalam penyusunan laporan penelitian dan merupakan cara mencegah adanya duplikasi dari sebuah penelitian.
1. Skripsi yang di tulis oleh Ria Risqy Wardianti (2019) dengan judul,
"Peran Program Kelompok Usaha Bersama Dalam Meningkatkan
Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam".12 Jenis penelitian yang digunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran program kelompok bersama ini mampu memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar dan meningkatan penghasilan masyarakat. Selain itu program ini menangani kesejahteraan masyarakat berupa peningkatan intelektal, sosial psikologi, keterampilan dan taraf kesejahteraan masyarakat, yang berwujud adanya tingkat pendapatan, ada pertukaran informasi, pemberian motivasi dan adanya hubungan baik dengan berbagai pihak. Adapun peran program ini dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah dengan mengadakan, pelatihan keterampilan serta dari segi agar para anggota dapat mengembangkan usahanya. Berdasarkan dari hasil penelitiananya maka, skripsi tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Kesamaan antara skripsi Ria Risqy Wardianti dengan penelitian ini berkaitan dengan mensejahterakan masyarakat, sedangkan perbedaan nya yaitu pada skripsi Ria Risqy Wardianti mengkaji tentang peran Program KUBE sedangkan penelitian ini mengkaji peran sentral industri genteng.
12 Ria Rizqy Wardinanti, “Peran Kelompok Usaha Bersama Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan)”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negri Raden Intan, Lampung, 2019).
2. Skripsi yang di tulis oleh Siti Susana (2018) Peranan Home Industri Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Mengkirau Kecamatan Merba).13 Jenis penelitian lapangan dengan pengumpulan data mennggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran home industri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah membantu perekonomian keluarga, mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Siti Susana persaman dan perbedaan dari penelitian yang akan peneliti lakukan. Persamaan sama- sama akan meneliti suatu peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sedangkan perbedaanya yaitu pada skripsi Siti Susana membahas tentang peran Home Industri sedangkan penelitian ini mengkaji tentang peran sentra industri genteng.
3. Skripsi yang ditulis oleh Samsul Alil Bahril (2017) dengan judul peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat melalui kelompok usaha bersama kecamatan tombolo pao kabupaten gowa.14 Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan
13 Siti Susana, “Peranan Home Industri Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menurut Persepektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Mengkirau Kecamatan Merbau)”, (Skripsi, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim, Riau, 2012).
14 Samsul Alil Bahril, “Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Melalui Kelompok Usaha Bersama Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa”, (Skripsi, Dakwah Dan Komunikasi UIN Alaudin, Makasar, 2017).
masyarakat melalui (1) Memberikan ilmu bahkan kesempatan kerja bagi masyarakat yang kurang beruntung di dunia kerja. (2) Merangkai orang- orang yang butuh bantuan dari segi pendapatan. Berdasarkan dari hasil penelitian Samsul Alil Bahril, maka skripsi tersebut tentunya memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Adapun persamaanya sama-sama mengkaji tentang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui suatu peran. Perbedaanya dalam penelitian Samsul Aril Bahril mengkaji bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui KUBE, sedangkan penelitian ini mengkaji bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peran sentra industry genteng.
4. Skripsi yang ditulis oleh Titis Tri Rahayu dengan judul peran industri kecil konvesional dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (studi kasus di desa gebang, kecamatan masaran, kabupaten sragen).15 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus terpancang tunggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Industri kecil konveksi di desa Gebang Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen memiliki kemampuan dalam menyerap tenaga kerja yang ada di desa Gebang, tenaga kerja yang diserap tidak perlu yang berpendidikan tinggi yang terpenting
15 Tritis Tri Rahayu, “peran industri kecil konvesional dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Studi Kasus Di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen)”, (Skripsi, Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret
memiliki keterampilan khususnya menjahit, (2) Industri ini dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa Gebang.
Terpenuhinya kebutuhan mereka sehari-hari merupakan ukuran tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat desa Gebang, (3) Dengan adanya industri kecil konveksi memiliki dampak positif yaitu terbukanya pekerjaan lapangan baru bagi masyarakat dan dampak negatif yaitu berpotensi konflik antara penduduk asli Gebang dengan pendatang.
Berdasarkan dari haril penelitiannya, maka skripsi tersebut tentunya memliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Persamaan antara skripsi Titis Tri Rahayu dengan penelitian ini berkaitan dengan mensejahterakan masyarakat, dan tujuanya yaitu untuk mengetahui peran suatu industri sedangkan perbedaannya yaitu pada skripsi Titis Tri Rahayu menkanji tentang peran industri kecil konvesi sedangkan penelitian ini mengkaji peran sentra industri genteng.
5. Skripsi yang ditulis oleh Cika Eldianti dengan judul Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menegah (UMKM) Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Pada Home Industri Sandal Legendaris Kampung Bandol Banaran Purwokerto.16 Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang
16 Cika Eldianti,” Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menegah (UMKM) Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Pada Home Industri Sandal Legendaris Kampung Bandol Banaran Purwokerto)”, (skripsi, ekonomi dan bisnis islam, IAIN Purwakerto, 2021).
dilakuakan oleh Cika Eldianti ialah 1) Industri Sandal Legendaris mempunyai strategi untuk mengembangkan dan mempertahankan usahanya sejak tahun 1980. Strategi tersebut adalah strategi pasar, inovasi, perkembangan alat produksi, manjemen yang baik, dan mempertahankan kualitas produk, 2) kesejahteraan pemilik usaha dan kariyawan Home Industri Sandal Legendaris mengalami peningkatan karena dengan menggunakan strategi tersebut Industri Sandal Legendaris dapat bertahan dan berkembang sehinggga bisa meningkatkan penghasilan yang akhirnya cukup mampu memenuhi sandang pangan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan sosial termasuk pemenuhan air bersih yang merupakan indikator kesejahteraan menurut Maslow dan merupakan indikator pembangunan manusia untuk mengukur perkembangan kesejahteraan masyarakat menurut Biro Pusat Statistik. Berdasarkan dari hasil penelitiannya, maka penelitian tersebut tentunya memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini. Persamaan antara skripsi Cika Eldianti dengan penelitian ini berkaitan dengan studi kesejahteraan masyarkat, dan tentang suatu industri sedangkan perbedaannya yaitu pada skripsi Cika Eldianti mengkaji tentang pengembangan UMKM sedangakan beda dengan penelitian ini yaitu mencari tahu bagaimana peran dari suatu industri yang akan diteliti.
F. Kerangka Teori 1. Peran
a. Pengertian Peran
Pengertian peran menurut Soerjono Soekonto, yaitu peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan, makai ia menjalankan suatu peranan. Dalam sebuah organisasi setiap orang memiliki berbagai macam karakteristik dalam melaksanakan tugas, kewajiban atau tanggung jawab yang telah diberikan oleh masing- masing organisasi atau lembaga. Sedangkan menurut sedangkan menurut Gibson Invancevich dan Donelly peran adalah seseorang yang harus berhubungan dengan dua sistem yang berbeda, biasanya oraganisasi.17
Kemudian menurut Riyandi peran dapat diartikan sebagai orientasi dan konsep dari bagian yang dimainkan oleh suatu pihak dalam opesisi sosial. Dengan peran tersebut, sang pelaku baik itu individu maupun organisasi akan berperilaku sesuai harapan orang atau lingkungannya, peran juga diartikan sebagai tuntunan yang diberikan secara struktural (norma-norma, harapan, tabu, tanggung jawab dan lainnya). Dimana didalamnya terdapat serangkaian tekanan dan kemudahan yang menghubungkan pembimbing dan
17 Syahron, “Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Penyusunan RPJMD Kota Tomohon”, Jurnal Administrasi Publik, Vol. 04, No. 048, hlm. 2.
mendukung fungsinya mengorganisasi. Peran merupakan seperangkat perilaku dengan kelompok, baik kecil maupun besar, yang kesemuannya menjalankan berbagai peran.
Peran juga dapat dikatakan sebagai suatu rangkaian perilaku tertentu yang ditimbulkan oleh suatu jabatan tertentu. Kepripadian seseorang juga mempengaruhi bagaimana peran itu harus dilaksanakan. Peran yang diperankan pimpinan tingkat atas, maupun bawah akan mempunyai peran yang sama.18
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa peran merupakan suatu sikap yang diharapkan oleh orang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki kedudukan tertentu.
b. Cakupan Peran
Menurut Sojono Soekanto peran mencankup dalam tiga hal seperti berikut:
1) Peran meliputi norma-norma yang berhubungan dengan posisi atau tempat seseoran dalam masyarakat. Maksudnya rangkaian peraturan-peratran yang membimbing seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.
18
2) Peran merupakan suatu konsep tentang apa yang dapat dilakuakan oleh seseorang dalam masyarakat sebagai organisasi.
3) Peran juga dapat dikatakan sebagai prilaku orang yang penting bagi sturuktur masyarakat.19
c. Bagian-bagian peran
Menurut Bruce J. Cohen peranan memiliki beberapa bagian yaitu:
1) (Anacted Role) adalah suatu cara yang betul-betul dilaksanakan seseorang dalam menjalankan suatu peranan.
2) Peranan yang dianjurkan (Prescribed Role) adalah cara yang diharapkan masyarakat dari seseorang yang menjalankan peranan tersebut.
3) Konflik peranan (Role Conflict) adalah suatu kondidisi yang dialami seseorang yang menduduki suatu setatus atau lebih yang menuntut harapan dan tujuan peranan yang seling bertentangan satu sama lain.
4) Kesenjangan peranan (Role Distance) adalah pelaksanaan peranan secara emosiaonal.
19 Pin Pin, Peranan kelurga Tjong Yong Hian Terhadap Pembangunan Indonesia, Malang:Literasi Nusantara,2020, hlm. 91-92.
5) Kegagalan peran (Role vailure) adalah kegagalan seseorang dalam menjalakan peran tertentu.
6) Model peranan (Role Model) adalah seseorang yang tingkah lakunya kita contoh atau ditiru.
7) Kesenjanagan peranan (role Strain) adalah kondisi yang timbul bila seseorang mengalami kesulitan dalam memenuhi tujuan peranan yang dijalankan dikarenakan adanya ketidak seraisian yang bertentangan satu samalain.
8) Rangkain peranan (Role set) adalah hubungaan seseorang dengan individu lainya pada saat dia sedang menjalankan perannya.20
Sedangkan menurut Soekanto (2001: 242) peran dibagi menjadi 3 yaitu:
1) Peran aktif, yang merupakan peran yang diberikan oleh anggota kelompok karena kedudukannya didalam kelompok sebagai aktifitas kelompok, seperti pejabat, pengurus dan lain sebagainya.
2) Peran partisipatif, adalah peran yang diberika oleh anggota kelompok kepada kelompoknya yang memberikan sumbangan yang sangat berguna bagi kelompok itu sendiri.
20
3) Peran pasif, adalah sumbangan anggota kelompok yang bersifat pasif, diaman anggota kelompok menahan dari agar memberikan kesempatan kepada fungsi-fungsi lain dalam kelompok sehingga berjalan dengan baik.21
2. Sentra Indutri Genteng a. Cakupan sentra industri
1) Pengertian sentra industri
Istilah industri berasal dari bahsa latin, yaitu industria yang artinya buruh atau tenaga kerja. Pengerian ini tentulah sangat sempit karena lingkup kegiatan industri sangatlah luas.
Buruh dan tenaga kerja hanya salah satu komponen penting dalam komponen industri. Menurut UU No 5 tahun 1984 tentang perindustrian, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, barang setengah jadi dan jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Sedangkan menurut KKBI, industri adalah kegiatan memperoses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan.22
Sentra atau cluster diartikan sebagai suatu kosentrasi para pelaku usaha khususnya berskala kecil menengah yang
21 Syahron, “Peran…, hlm. 2-3.
22 Beni Lianto, Esensi Perencanaan Industri Berkelanjutan, (Malang: Media Nusa Cerative, 2018), hlm, 1-2.
melakukan kegiatan produksi atau jasa serupa di suatu wilayah geografis tertentu.23 Sedangkan istilah industri mempunyai arti yang sama dengan pabrik ataupun perusahaan yaitu sekumpulan dari perusahaan yang memproduksi barang atau bersamman dalam suatu pasar. Menurut UU No 03 Tahun 2014 pasal 1 ayat 2, Industri merupakan seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku atau memanfaatkan sumber daya alam (SDM) industri sehingga menghasilkan barang yang mempunya nilai tinggi, termasuk jasa industri.24
Menurut Tambunan sentra industri sebagai suatu kosentrasi dari sekumpulan-sekumpulan perusahaan-perusahaan kecil sejenis. Sedangkan menurut Richard dalam Tambunan sentra industri adalah perusahaan-perusahaan yang terkonsentrasi secara geografis. 25
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa sentra industi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mengolah bahan baku atau bahan mentah yang dapat menghasilkan barang jadi atau barang setengah jadi sehingga menjadi manfaat yang lebih bagi manusia.
23 Wardana, dkk., Analisis Ekonomi Jawa Barat. (Bandung: Unpad Press. 2003)
24 Muhammad Fattah & Pudji Purwanti. Manajemen Industri Perikanan. (Malang: UB Press. 2017)
25 Satria Tirtayasa. Analisis Daya Saing Produk Unggulan Daerah Kabupaten Labuhan
2) Macam-macam
Menurut badan statistik tahun 2002 industri di Indonesia dapat digolongkan kedalam beberapa kelompok yaitu:
a) Industri besar memililiki jumlah tenaga kerja 100 atau lebih.
b) Industri sedang memiliki jumlah tenaga kerja antara 20 sampai 99 orang.
c) Industri rumah tangga memiliki jumlah tenaga kerja 1 sampai 4 orang.
d) Industri kecil memiliki jumlah tenaga kerja antara 5 sampai 19 orang.
Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan prindustrian di suatu negara, makin bayak dan macam industri dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri berbeda-beda.
Tetapi pada dasarnya, pengkasifikasian industri didasarkan pada kriteria relatif sama yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, modal, pangsa pasar, atau jenis teknologi yang digunakan.
a) Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
(1) Industri estraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam.
(2) Industri nonestraktif, yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain.
(3) Industri pasilitatif, yaitu kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain.
(4) Industri kuaternary, yaitu industri yang bahan bakunya berbasis pada ilmu pengetahuan.
b) Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan industi dapat dibedakan menjadi:
(1) Industri rumah tangga, industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang.
(2) Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang.
(3) Indutri sedang, yaitu memiliki jumlah tenaga kerja antara 20 sampai 99 orang.
(4) Industri rumah tangga, yaitu memiliki jumlah tenaga kerja 1 sampai 4 orang.
(5) Industri kecil, yaitu memiliki jumlah tenaga kerja antara 5 sampai 19 orang.
c) Berdasarkan produksi yang dihasilkan dapat dibedakan menjadi:
(1) Industri primer, yaitu indutri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu mengolah pengolahan lebih lanjut.
(2) Indutri sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati.
(3) Industri tersier, yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati atau digunakan baik secara langsung atau tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat.26
3) Tujuan
Pada dasarnya pengembanagan sektor industri di Indonesia terutama ditujukkan untuk hal-hal sebagai berikut (Ghozaliq, 2130):
a) Meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan rakyat dengan menmanfaatkan dana, sumberdaya alam, dan hasil budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.
b) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengumbah struktur perekonomian kearah yang lebih baik, sehat, maju, dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi
26 Beni Lianto, Esensi…, hlm. 4-6.
pertumbuhan ekonomi pada umumya, memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
c) Meningkat kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan dunia usaha nasional.
d) Memperluas dan meratakan kesempatan kerja dan berusaha, serta meningkatkan peranan koprasi industri.
e) Meningkatkan keikut sertaan masyarakat dan kemapuan masyrakat golongan ekonomi lemah (industri rumah tangga, UKM, UMKM), agar berperan secara aktif dalam pembangunan industri.
f) Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil produksi nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui pengutamaan pemakaiana hasil produksi dalam negri, guna mengurangi ketergantungan kepada luar negri.
g) Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam rangka pewujadan Wawasan Nusantar.
h) Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional.27
27
b. Cakupan genteng
Kerajinan adalah suatu babarang atau hasil industri yang dibuat dari usaha masyarakat secara mandiri dalam mendayagunakan keterampialan dan sebagai dan uapaya memperbaiki tantanan ekonomi. Perkembangan bahan serta model genteng yang makin bervariasi, mulai dari genteng berbhan metal, seng, dan asbes yang membuat permintaan genteng dari tanah liat menjadi berkurang hal ini sudah sepantasnya menjadi perhatian bagi pemerintah maupun akademisi untuk memikirkan solusi atas persainagn pengerajin tradisional dengan produsen genteng modern sehingga para pengerajin genteng tradisional bisa tetap servive:
dalam kondisi persaingan mereka dengan produsen genteng modern yang ditunjang teknologi, kemampuan manajerial dan juga jalur distribusi yang lauas.
Indutrialisasi diperdesaan merupan alternatif pemecahan permasalahan kemiskinan persainagn industri genteng baik dari model maupun bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Kekuranagn genteng tradisional yang terbuat dari tanah liat adalah bobotnya lebih berat dan modelnya kurang. Sedangkan kelebihan penggunaan genteng tardisional dengan bahan baku tanah liat adalah membuat rumah lebih dingin, lebih sehat dan nayaman, haraga yang konpetitif, bahan bahan baku yang alami dengan
limbah yang sangat minimal dan juaga tidak berisik ketika ada angin kencang. Beberapa kelebihan tersebut yang membuat kerajinan genteng tradisinol masih diiminati walaupun tingkat permintaanya menurun.28
c. Sentra Industri Genteng
Sentra industri memiliki pengertian dimana suatu wilayah terdapat pengelompokan industri-industri yang sejenis dan memiliki keterkaitan antar industri. Industri inilah yang mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, sehingga perekonomian rakyat berkembang dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka kesempatan kerja, memakmurkan masyarakat secara keseluruhan.29
Model sentra industri merupakan bentuk khusus dari aglomerasi perusahaan lokal, hal ini ditandai dengan banyaknya pola evolusi yang memungkinkan pertumbuhan, inovasi dan pembelajaran.
Peningkatan kemampuan industri dalam aspek penyediaan produk jadi, bahan baku untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
Menurut Tambunan terdapat beberapa karakteristik dari sentra industri yaitu:
28 Dian Yuliie Reindrawati, ddk, pengamlikasian Model bisnis Camvas Pada Usaha Kecil Menengah (UMKM), Lakeisha, 2020. Hlm. 1-2.
29 Thoumy Fthu Soelaiman Abhar, “Analisis Pola Klister Dan Orientasi Pasar Sentra Batik Di Kabupaten Bantul”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
1) Sejumlah pengusaha pada skala yang sama yang pada umumnya membuat jenis-jenis produk yang sama atau sejenis dan berlokasi saling berdekatan di suatu wilayah. Terdapat (tapi tidak selalu) fasilitas dari pemerintah yang dapat digunakan bersama oleh semua pengusaha di lokasi tersebut.
2) Suatu sentra mencerminkan keahlian yang seragam dari penduduk di wilayah tersebut yang sudah dimiliki sejak lama, turun temurun.
3) Adanya kerjasama antara sesama pengusaha, misalnya dalam pengadaan bahan baku atau pemasaran.
4) Di dalam sentra terdapat pensuplai bahan baku, alat-alat produksi dan mesin, dan komponen-komponen subkontraktor Berdasarkan SK Menteri Negara Koperasi dan UKM No: 32/
Kep/ M. KUKM/ IV/ 2002, tentang Pedoman Penumbuhan dan Pengembangan Sentra. Sentra didefinisikan sebagai pusat kegiatan di kawasan/lokasi tertentu dimana terdapat usaha yang menggunakan bahan baku/sarana yang sama, menghasilkan produk yang sama/sejenis serta memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi klaster.30
Selain karakteristik di atas, ada beberapa fungsi sentra industri diantaranya:
30 Ibid, hlm. 13-14.
1) Usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha. Seperti, fungsi pemasok, produksi, penyalur, dan pemasaran bagi hasil produk industri besar.
2) Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antar sektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang Usaha kecil dapat meningkatkan efisiensi, khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. Usaha kecil sangat fleksibel karena dapat menyerap tenaga kerja dan juga sumber daya lokal serta dapat meningkatkan sumber daya manusia agar dapat menjadi seorang wirausaha yang tangguh.
3) Usaha kecil dipandang sebagai sarana perindustrian pendapatan nasional, alat pemerataan berusaha dan pendapatan karena jumlahnya tersebar diperkotaan maupun pedesaan.31
Sama halnya dengan sentra industri genteng yang merupakan hasil pengelompokan industri yang khusus memproduksi genteng. Dari industri genteng inilah perekonomian Daerah dapat berkembang, sehingga pendapatan masyarakat, khusunya Daerah yang terdapat sentra industri genteng dapat membuka kesempatan kerja, mengurangi pengangguran, dan dapat mensejahterakan masyarakat.
31 Ana Nurmaya, “Peran Industri Genteng Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Muslim Di Dusun Templek Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri”,
3. Kesejahteraan Masyarakat a. Pengertian Kesejahteraan
Kesejahteraan bersal dari kata “Sejahtera”. Sejahtera mengandung penegertian dari bahasa sansekreta “Cantera” (payung) adalah orang yang sejahtera yaitu orang yang dalam hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau kekhawatiran sehingga hidupnya aman, baik lahir maupun batin. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merujuk pada situasi yang aman, sentosa, dan makmur. Aman berarti terbebas dari gangguan bahaya dan gangguan. Hidup yang aman menandakan suatu kehidupan yang terbebas dari rasa takut dan khawtir. Sentosa diartikan sebagai keadaan yang terbebas dari segala kesukaran dan bencana. Sehingga hidup, yang sentosa adalah hidup dalam suasana aman, damai, dan tidak ada kekacauan. Sedangkan makmur menandakan situasi kehidupan yang serba kecukupan dan ttidak kekurangan. Sehingga semua kebutuhan dalam hidup terpenuhi.32
Sedangkang menurut UU No. 11 tahun 2011 tentang kesejahteraan sosial dijelaskan bahwa kesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga
32 Diah Mukminatul Hasimi, “Analisis Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam”, Jurnal Manajemen Bisnis Islam, Vol. 1, No. 1,2000, hlm. 64.
dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Sedangkan menyelenggarakan kesejahteraan sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitas sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.33
Dan kesejahteraan masyarakat menurut Sen Pressmen adalah jumlah dari pilihan yang dipunyai masyarakat dan kebebasan untuk memilih diantara pilihan-pilihan tersebut dan maksimum apabila masyarakat dapat membaca, makan, dan memberikan hak suara.34
Kesejahteraan merupakan suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial, material maupun spiritual yang diliputi rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin yang memungkinkan setiap warga Negara untuk mengadakan usaha- usaha pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani dan sosial yang sebaik- baiknya bagi diri, rumah tanga serta masyarakat. (Rambe: 2021)35
Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan merupakan tingkat kondisi yang aman. Sentosa dan
33 Undang-Undang Rupublik Indonesia No. 11 Tahun 2011 Tentang Kesejahteraan sosial, Pasal 1 ayat 1.
34 Ibid, hlm. 65.
35 Rosni. “Analisis…, hlm 57.
makmur dengan terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial yang meliputi rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin.
b. Fungsi kesejahteraan
Menurut Friedlander dan Apte fungsi-fungsi kesejahteraan sosial bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi tekanan- tekanan yang diakibatkan terjadinya perubahan-perubahan sosial ekonomi, menghindarkan terjadinya konsekuensi-konsekuensi sosial yang negatif akibat pembangunan serta menciptakan kondisi yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Fungsi-fungsi kesejahteraan sosial tersebut, anatar lain:
1) Fungsi pencegahan (Preventive)
Kesejahteraan sosial ditunjukkan untuk memperkuat individu, keluarga, dan masyarakat supaya terhindar dari masalah-masalah sosial baru. Dalam masyarakat transisi, upaya ditekankan pada sebuah kegiatan-kegitan untuk membantu menciptakan pola-pola dan lembaga-lembaga baru dalam hubungan sosial.
2) Fungsi Penyembuhan (Curative)
Kesejahteraan sosial ditunjukkan untuk mengilangkan kondisi-kondisi ketidakmampuan fisik, sosial dan emosional agar orang mengalami masalah tersebut dapat berfungsi Kembali
secara wajar dalam bermasyarakat. Dalam fungsi ini tercakup juga fungsi pemulihan (rehabilitasi).
3) Fungsi Pengembanagan (Depolment)
Kesejahteraan berfungsi untuk memberikan sumbanagan secara langsung ataupun tidak langsung dalam proses pembangunan dan pengembangan tatanan dan sumber-sumber daya sosial dalam masyarakat.
4) Fungsi Penunjang (supportive)
Fungsi ini mencakup kegiatan-kegiatan untuk membantu mencapai tujuan sektor atau bidang pelayanan kesejahteraan sosial yang lain.36
c. Indikator
Menurut Badan Pusat Statistik indikator dalam mengukur tingkat kesejahteraan37, yaitu:
1) Kependudukan
Kependudukan adalah jumlah orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah pada waktu tertentu dan merupakan hasil dari proses demografi yaitu fertilitas, mortalitas dan migrasi.
36 Diah Mukminatul Hasimi, “Analisis…, hlm. 67-68.
37 Rosni, “Analisis…, hlm. 57.
Banyaknya jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.38 2) Pendidikan
Pendidikan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh individu untuk menggali dan meningkatkan potensi diri. Dengan pendidikan yang tinggi akan meningkatkan kualitas SDM.
Apabila kualitas SDM yang tinggi memudahkan utnuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kesejahteraan manusia dapat diukur dengan kemampuan untuk menjangkau pendidikan dan mampu menggunakan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada 3 indikator yang dilihat yaitu, Angka Partisipasi Sekolah, Tingkat Pendidikan Tertinggi yang diselesaikan dan Angka buta huruf.
3) Kesehatan
Kesehatan merupakan inti dari kesejahteraan, kesehatan juga merupakan prasyarat bagi peningkatan produktivitas.
Indikator ini dapat dilihat dari angka kesakitan, penolong kelahiran, dan angka harapan hidup.
4) Fertilitas dan Keluarga Berencana
Keluarga berencana merupakan keluarga yang bisa menjamin kelurganya yang artinya bisa mencukupi kebutuhan
38 Sahruddin Didu dan Ferri Fauzi, “pengaruh jumlah penduduk, pendidikan dan
pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di kabupaten lembak”, Jurnal Ekonomi, Vol. 6, No. 1 April 2016, hlm. 104.
pendidikan, kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Ini juga termasuk menjadi tolak ukur kesejahteraan.
5) Pola Konsumsi
Tingkat kecukupan pola konsumsi seperti konsumsi kalori dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi gizi masyarakat serta menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam pembangunan pangan, pertanian, kesehatan, dan sosial ekonomi secara trintegrasi. Apabila terpenuhinya konsumsi kalori yang tinggi maka hal tersebut mengidentifikasi tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi pula, sehingga akan meningkatkan produktivitas masyarakat. 39
6) Ketenaga kerjaan
Status pekerjaan menjadi 7 macam yaitu, berusaha sendiri, berusaha dengan dibantu buruh tidak tepat dan buruh tetap, buruh/karyawan, pekerja keluarga serta pekerja bebas.
7) Perumahan.
Indikator ini dinilai dengan 5 item yaitu jenis atap, rumah, dinding, status kepemilikan, lantai dan luas lantai. Dari 5 item tersebut kemudian digolongkan menjadi 3 golongan, sebagai berikut:
a) Permanen
39 Teresia Andriana, “Pengaruh Tingkat Kesehatan, Tingkat Pendidikan, dan
Produktivitas Terhadap Kemiskinan di Kalimantan”, Jurnal Kependidikan Ekonomi, Vol. 10, No.
Kriteria ini dapat dilihat dari kualitas dinding, atap, dan lantai. Bangunan rumah permanen adalah rumah yang dindingnya terbuat dari kayu/ tembok yang berkualitas tinggi, lantainya dari ubin atau keramik, atap dari seng, genteng, dan asbes.
b) Semi Permanen
Rumah golongan ini dindingnya setengah tembok atau bata tanpa plester atau kayu, lantainya dari ubin, semen atau kayu dengan atap seng, genteng, asbes dan sirap yang berkualitas rendah.
c) Non Permanen
Rumah ini dindinya sangat sederhana lantainya dari tanah dan atapnya dari daun-daunan atau atapnya campuran genteng atau bekas seng dan sejenisnya.
Dalam Al-Qur`an Allah swt menyinggung indikator kesejahteraan dalam surah Quraisy ayat 3-4, “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (ka’bah). Yang telah memberikan makan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut” berdasarkan ayat di atas, maka kita dapat melihat bahwa indikator kesejahteraan dalam Al-Quran ada tiga yaitu menrembah Tuhan (pemilik) ka’bah, menghilangkan lapar dan menghilangkan rasa takut. Indikator kesejahteraan dalam islam berikut penjelasanya:
1) Pertama ketergantungan penuh manusia kepada Tuhan pemilik Ka’bah, indikator ini merupakan represensasi dari pembangunan mental, hal ini menunjukkan bahwa jika seluruh indikator kesejahteraan yang berpijak paa aspek materi telah terpenuhi, hal itu tidak menjamin bahwa pemiliknya akan mengalami kebahagiaan, kita sering mendengar jika ada orang yang memiliki rumah mewah, kendaraan banyak, harta yang melimpah namun hatinya selalu gelisah dan tidak pernah tenang bahkan tidak sedikit yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, padahal seluruh kebutuhan materinya terpenuhi. Karena itulah ketergantungan manusia kepada Tuhannya yang diaplikasikan dalam penghambaan (ibadah) kepadanya secara ikhlas merupakan indikator utama kesejahteraan (kebahagian yang hakiki) seseorang sebagaimana yang di alami penduduk Bhutan, Negara yang memiliki indeks kebahagian tertinggi dan merupakan Negara yang paling aman didunia.
2) Hilangnya rasa lapar (terpenuhinya kebutuhan konsumsi), ayat di atas menyebutkan bahwa dialah Allah yang memberikan makan untuk menghilangkan rasa lapar, statemen tersebut menunjukkan dalam ekonomi Islam terpenuhinya kebutuhan konsumsi manusia yang merupakan salah satu indikator kesejahteraan hendaknya bersifat secukupnya (hanya menghilangkan rasa lapar) dan tidak boleh berlebih-lebihan apalagi sampai melakukan penimbunan
demi mengeruk kekayaan yang maksimal, terlebih lagi sampai menggunakan cara-cara yang dilarang oleh agama, tentu hal ini tidak sesuai dengan anjuran Allah dalam surah Quraisy di atas, jika hali itu bisa dipenuhi, maka kita tidak akan menyaksikan yang namanya korupsi, penipuan, pemerasan, dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya (Athiyyah, 1992: 370).
3) Sedangkan indikator yang terakhir adalah hialangnya rasa takut, yang merupakan representasi dari terciptanya rasa aman, nyaman, dan damai. Jika berbagai kriminalitas seperti perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, pencurian dan kejahatan-kejahatan laiannya banyak terjadi ditenggah masyarakat, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat tidak dapat mendapatkan ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian, dalam kehidupan, atau dengan kata lain masyarakat belum mendapatakan kesejahteraan.40
Indikator kesejahteraan menurut Icai, untuk mencapai suatu kesejahteraan harus memperhatikan beberapa indikator kesejahteraan yaitu:
40 Amirus Sodiq, “Konsep Kesejahteraan Dalam Islam”, Jurnal Ekonomi Syariah, Vol. 3, No. 2, 5 Mei 2015.
1) Pemerataan pendapatan
Setiap individu tentunya memiliki pendapatan yang diperoleh berbeda-beda. Pendapatan tersebut nantinya dapat digunakan untuk alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, semakin banyak pendapatan yang dimiliki, semakin banyak pula kebutuhan yang akan dipenuhi. Peningkataan taraf hidup masyarakat dapat dilihat dari kenaikan hasil pendapatan perkapita. Dengan adanya kebutuhan yang terpenuhi membuat seseorang semakin mudah untuk mencapai kata kesejahteraan.
2) Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh individu untuk mencari dan meningkatkan potensi diri.
Pemdidikan juga bias dikatakan sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam menetapkan tujuan dan sistem pendidikan. Pendidikan juga merupakan has dari seluruh warga Negara dan berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas, karena pendidkan bias dikatakan sebagai hal yang sangat penting, sehingga pemerintah harus melaksanakan pemertaaan akses pendidikan. Sekolah dibangun dengan jumlah yang banyak dan merata dengan peningkatan kualitas serta biaya yang murah, dengan adanya pendidikan yang murah serta mudah dijangkau, memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi. Dengan mendapatkan pendidikan yang tinggi akan meningkatkan kualitas
SDM. Apabila kualitas SDM yang tinggi dapat memudahkan mendapatkan pekerjaan yang layak. Kesejahteraan manusia dapat diukur dengan kemampuan untuk menjangkau pendidikan dan mampu menggunakan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.41
3) Kualitas kesehatan yang meningkat
Kesehatan adalah salah satu peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan artinya apabila seseorang mampu mengakses kesehatan maka memudahkan seseorang untuk mencapai tingkat kesejahteraan, semakin sehat kondisi masyarakat maka akan mendukung pertumbuhan pembangunan perekonomian di suatu Negara atau wilayah. Tentunya dengan diimbangi dengan kualitas, fasilitas kesehatan serta dengan banyaknya tenaga kerja yang memadai. Pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh penduduk berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi dan wilayah tempat tinggal. Tampak perbedaan nyata terhadap penduduk kota dan desa dalam hal kualitas dan akses kesehatan, hal ini disebabkan oleh jarak dalam menuju fasilitas kesehatan. Tingginya tingkat presentase penduduk perkotaan dalam mengakses fasilitas kesehatan karena mudahnya kases jarak dan kualitas pelayanan yang lebih baik. Berbanding terbalik dengan penduduk perdesaan
41 Megi Tinagin, “Peran Prempuan. . ., hlm. 83.
yang masih sangat sulit utnuk mengakses fasilitas kesehatan.
Apabila masih banyak masyarakat yang belum mampu mengakses pelayanan kesehatan maka dapat diokategorikan bahwa suatu Negara tersebut belum mampu memenuhi tingkat kesejahteraan.42
Sedangkan indikator kesejahteraan dalam masyarakat menurut publikasi BPS, menyarankan tujuh komponen untuk mengukur tingkat kesejahteraan yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenaga kerjaan, taraf pola konsusmsi, perumahan dan lingkungan, sosial dan budaya.43
Kesejahteraan hidup seseorang dalam realitanya, banyak indikator keberhasilan yang dapat di ukur. Dalam hal ini Thomas ddk.
Menyampaikan bahwa kesejahteraan masyarakat menengah kebawah dapat dipersentasikan dari tingkat hidup masyarakat ditandai dengan terentasnya kemiskinan, tingkat kesehatan yang lebih baik, perolehan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan peningkatan produktivitas masyarakat.44
4. Peran Sentra Industri Genteng Dalam Meningktakan Kesejahteraan Masyarakat
42 Ibid, hlm. 83.
43 Astrina Widyastuti, “Anlisis Hubungan Antara Produktivitas Pekerjaan Dan Tingkat Pendidikan Pekerja Terhadap Kesejahteraan Keluarga Di Jawa Tenggah Tahun 2009”, Ekonomi Pembangunan, Vol. 1, No. 1, November 2012, hlm .3.
44 Meri Enita Puspita Sari, Diah Ayu Pratiwi, “Factor-Fakto Yang Mempengaruhi Kesejahteraan Hidup Masyarakat Suku Laut Pulau Bertam Kota Batam”, Jurnal Trias Politika, Vol.
Di negara Indonesia, usaha kecil maupun menengah, memiliki peran yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan usaha kecil maupun menengah maupun menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih sejahtera.
Menurut Suryana, peran sentra industri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya termasuk sentra industri genteng yaitu:
a. Memiliki potensi yang sangat besar bagi penyerapan tenaga kerja setiap unit investasi pada industri kecil maupun menciptakan lebih banyak kesempatan kerja apabila dibandingkan dengan investasi sama pada usaha yang besar.
b. Memiliki kemampuan guna memanfaatkan bahan baku daerah atau lokal, memegang peranan utama dalam hal pengadaan produk maupun jasa untuk masyarakat serta secara langsung akan menunjang peningkatan pendapatan masyarakat dalam kegiatan usaha.
c. Industri kecil relatif tidak memiliki hutang dalam jumlah yang besar.
d. Industri kecil akan memberikan sumbangan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia yang terus meningkat.
e. Industri mampu menumbuhkan usaha di daerah karena mampu menyerap tenaga kerja di daerah.
f. Akhir-akhir ini di Indonesia peran industri diharapkan sebagai salah satu sumber peningkatan ekspor non migas.45
Pada dasarnya peran sentra industri genteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat bertujuan untuk hal-hal sebagai berikut :
a. Meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat dengan menmanfaatkan dana, sumberdaya alam, dan hasil budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.
b. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengumbah struktur perekonomian kearah yang lebih baik, sehat, maju, dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi pada umumya, memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
c. Meningkat kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan dunia usaha nasional.
d. Memperluas dan meratakan kesempatan kerja dan berusaha, serta meningkatkan peranan koprasi industri.
45 Ana Nurmaya, “Peran Industri Genteng. . ., hlm. 19.
e. Meningkatkan keikut sertaan masyarakat dan kemapuan masyrakat golongan ekonomi lemah (industri rumah tangga, UKM, UMKM), agar berperan secara aktif dalam pembangunan industri.
f. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil produksi nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui pengutamaan pemakaiana hasil produksi dalam negri, guna mengurangi ketergantungan kepada luar negri.
g. Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam rangka pewujadan Wawasan Nusantar.
h. Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional.46
Di Indonesia, UKM memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya usaha industri genteng, hal ini dikarenakan usaha industri genteng dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi jumlah pengangguran, dengan demikian menjamin standar hidup yang lebih tinggi bagi orang-orang atau masyarakat sekitar agar menjadi masyarakat sejahtera. Di samping itu industri genteng menjadi kerajinan lokal yang mengangkat perekonomian daerah dan juga membawa nama daerah dikenal mempunyai ciri khas dengan kerajinan
46 Beni Lianto, Esensi. . ., hlm. 17.