• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN ORANG ARAB PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA 1908-1945 -

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PERANAN ORANG ARAB PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA 1908-1945 -"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui peranan bangsa Arab pada masa Pergerakan Nasional di Indonesia 1908-1945. Tujuan penelitian ini adalah: (1) sejarah bangsa Arab pada masa pergerakan di Indonesia, peran bangsa Arab pada masa pergerakan di Indonesia, dampak dari peran kehadiran bangsa Arab di Indonesia pergerakan di Indonesia 1908-1945. Kesimpulan: (1) Bangsa Arab berperan pada masa pergerakan di Indonesia mulai dari kedatangan bangsa Arab di Indonesia melalui gerakan Turki Muda yang bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme, hingga bangsa Arab berperan pada masa Gerakan Nasional, hingga bangsa Indonesia. rakyat. mampu mencapai kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Hingga Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Saran: penulisan tentang peranan ini perlu digali lebih dalam, khususnya mengenai peranan bangsa Arab pada masa pergerakan di Palembang. Bagi institusi khususnya perpustakaan FKIP UMP, artikel ini hendaknya dapat menambah inventarisasi sejarah. Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Peran Bangsa Arab dalam Pergerakan Nasional di Indonesia. Tesis ini disusun dalam rangka melengkapi tugas akhir dan memenuhi syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1) pada Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Palembang.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing serta memberikan motivasi dalam penulisan skripsi ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar, dan kami ucapkan terima kasih. Dewi Setyawati, M.Si. Pd, Pembimbing II dalam penulisan disertasi ini yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dukungan, bimbingan dan selalu bersabar dalam membimbing penulis hingga penulis menyelesaikan disertasi ini. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis akan dibalas berkali-kali lipat oleh Allah SWT.

Maksud dan harapan dari penulisan ini adalah agar disertasi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dalam dunia pendidikan, Aamiin.

Latar Belakang

Berdasarkan teori di atas, keberadaan masyarakat Arab di Indonesia telah berlangsung selama ratusan tahun, diperkirakan sejak masuknya agama Islam di nusantara. Kedatangan bangsa Arab di nusantara didorong oleh motif komersial dan keagamaan, mayoritas bangsa Arab yang datang ke Indonesia berasal dari Hadramaut, hanya satu atau dua diantaranya berasal dari masyarakat di pesisir Teluk Persia, Hijaz, Mesir atau dari pantai timur, Afrika. Diperkirakan migrasi besar-besaran orang Arab Hadrami ke Hindia Belanda terjadi pada awal abad ke-18, dan arus migrasi ini semakin kuat setelah dibukanya Terusan Suez oleh Perancis pada tahun 1869.

Di Indonesia juga terdapat perlawanan dari kelompok agama, seperti Perang Pader, Perang Diponegoro, Perang Aceh (1903) dan lain-lain, yang tidak terlepas dari ajaran agama Islam, namun upaya perlawanan tersebut selalu menemui kekacauan. penghalang jalan. Baru pada awal abad ke-20, sistem perang di Indonesia memasuki babak baru dengan munculnya organisasi-organisasi modern yang memperjuangkan kedaulatan negara. Perlawanan dari kelompok agama tersebut jatuh pada jalur strategis, seperti budaya, sosial, ekonomi.

Pada saat yang sama muncul gerakan dan perlawanan umat Islam di nusantara akibat pengaruh gerakan reformasi abad ke-19 yaitu pan-Islamisme yang digagas oleh Jamaludin al-Afghani, sedangkan kebangkitan di bidang pendidikan dipengaruhi oleh gagasan tokoh reformis Muhammad Abduh tentang renovasi sistem pendidikan agar lebih maju khususnya dalam hal pembekalan ilmu agama (Maryam, 2018: 2). Gagasan nasionalisme universal pertama kali dikemukakan oleh Haji Samanhudi pada Kongres Islam Sarekat Dagang di Surabaya pada tahun 1911 dan ditegaskan kembali pada Kongres Sarekat Islam di Bandung pada tahun 1916. Seruan Haji Samanhudi untuk memperjuangkan kemerdekaan ditegaskan kembali pada Kongres Sarekat Islam pada tahun 1916. Bandung pada tahun 1916 dengan deklarasi bahwa kemerdekaan bagi umat Islam yang setara dengan penduduk pulau Jawa hanya dapat diperoleh dengan mengusir penjajah dari tanah Jawa (Abdullah.

Bibit-bibit nasionalisme juga tumbuh daripada kumpulan Indo-Eropah, Liga India (1899), kumpulan Indo-Cina, Parti Cina Indonesia (1932) dan kumpulan Indo-Arab (1934). Pada awal abad ke-20, hasil daripada proses diaspora Hadrami ini juga adalah tertubuhnya institusi pendidikan moden, seperti Jam'iyyat Khair dan Jam'iyyah al-Islah wa al-Irsyad (Al-Irsyad) (Amaruli. Al-Irsyad). ). Ia adalah rehat dengan pertubuhan Jamiat Khair, yang mempunyai perpecahan di kalangan Jamiat Khair pada tahun 1913 mengenai hak istimewa kumpulan Sayyid.

Mereka yang tidak setuju dengan penghormatan berlebihan yang diberikan kepada para Sayyid dikritik dan dicap sebagai reformis yang kemudian mendirikan organisasi Jami'ah al-Islam wa al-Irsyad al-Arabiyah yang dikenal dengan nama Al-Irsyad. Pendidikan Al-Irsyad bertujuan untuk menanamkan nasionalisme pada diri generasi Arab keturunan Indonesia melalui pendidikan yang bertujuan untuk mendorong generasi muda yang nasionalis (Afriani. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa masuknya Islam ke Indonesia khususnya bangsa Arab di wilayah nusantara, didorong oleh motif komersial dan keagamaan serta masyarakat. Bangsa Arab juga turut mempengaruhi perlawanan Indonesia pada masa pergerakan, sehingga penulis tertarik untuk melanjutkan penelitiannya mengenai bangsa Arab pada masa pergerakan di Indonesia dengan judul The peranan bangsa Arab pada masa pergerakan. Masa di Indonesia 1908-1945.

Batasan Masalah

Baswedan terdiri dari generasi muda keturunan Arab di nusantara yang memiliki rasa nasionalisme terhadap tanah airnya, Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa generasi muda merupakan faktor penting munculnya organisasi-organisasi nasionalis. Gerakan tersebut diawali oleh generasi muda yang tampil hampir di seluruh wilayah Indonesia dalam gerakan nasional, hal ini dikarenakan generasi muda melihat kegagalan kelompok tua dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XIX, seperti yang dijelaskan oleh Pratiwi dalam artikel berjudul The Peran Pemuda dalam Pergerakan Nasional Indonesia 1908-1928 ya.

Perlawanan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tua menimbulkan kerugian yang besar bagi masyarakat Indonesia, seperti krisis ekonomi dan tingginya jumlah korban jiwa akibat perang. Jika melihat peristiwa di masa lalu, para pejuang Bagse khususnya para pemuda telah mencoba melakukan aksi-aksi modern, misalnya saja organisasi yang didirikan oleh para pemuda yaitu Budi Utomo (Pratiwi, 2013: 3). Dalam penelitian ini peneliti membatasi penelitiannya hanya pada peranan bangsa Arab pada masa terjadinya pergerakan di Indonesia, karena bangsa Arab mempunyai pengaruh yang besar pada masa terjadinya pergerakan di Indonesia karena sama-sama beragama Islam.

Penulis membatasi waktu penelitian pada tahun 1908-1945 karena tahun 1908 merupakan awal mula pergerakan di Indonesia yang dipimpin oleh pemuda Indonesia dan dengan peran bangsa Arab bangsa Indonesia dapat memperoleh kemerdekaan pada tahun 1945.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Daftar Istilah

Non Sayid : Orang Arab yang tidak mempunyai hubungan darah dengan Nabi Muhammad SAW atau Orang Arab yang bukan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW Open Society : Masyarakat modern, liberal dan demokratis. Nasional: Istilah yang digunakan untuk menyebut suatu fase dalam sejarah Indonesia, yaitu masa perjuangan kemerdekaan pada periode 1908-1945. Timur Tengah: Negara-negara Asia yang terletak di antara Timur Dekat dan Timur Jauh di sekitar Terusan Suez (misalnya negara-negara Arab. Israel.

Jamier dan Al-Irsyad: Pengajian Bahasa Arab dalam Pemodenan Pendidikan Islam di Awal Abad XX Jakarta. Tafsiran Leksikon Melayu Terhadap Bahasa Arab (Kajian surat-surat Arab Hadrami di Nusantara abad ke-19. Peranan Fakulti Dakwah Sebagai Dewan Dakwah Kampus (LDK) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Islam di Lampung- wilayah.

Sejarah Perkembangan Bahasa Arab dan Lembaga Islam di Indonesia.” Insancita, Jurnal Kajian Islam di Indonesia dan Asia Tenggara.

Referensi

Dokumen terkait

Kembali ke masalah pengalaman tadi dan terkhusus pada pembuatan KUHPidana yang baru saya sangat mendukung apabila pembuatan Undang-Undang tersebut di ikut sertakan dari pihak

mengarahkan dalam pembahasan, maka rumusan masalah di atas harus dibatasi dengan batasan- batasan masalah. Adapun batasan-batasan masalah tersebut dituangkan ke dalam beberapa

Dari berberapa uraian di atas peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang peranan orang tua menanamkan nilai-nilai agama pada anak di lingkungan 1V

al-Khair dan al-Irshad lebih merupakan hasil dari sebuah proses historis di Nusantara, di mana mereka memang tengah terlibat dalam upaya perumusan kembali

• Syed Naquib al-Attas menyatakan bahawa kedatangan Islam ke alam Melayu adalah dibawa oleh orang Arab sama ada melalui perdagangan atau dakwah yang dibawa oleh para ahli sufi

Mas Mansur dalam Muhammadiyah berjalan seperti tanpa hambatan, bermula dari Ketua Cabang Muhammadiyah Surabaya, Konsul Wilayah Jawa Timur dan puncaknya adalah sebagai

Masuknya orang asing ke wilayah Indonesia diatur berdasarkan kebijakan selektif (selective policy). Kebijakan selektif inimenjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Orang asing

Hasil penulisan ini mendapati assimilasi orang India kepada agama Islam banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor semasa iaitu melalui ikatan perdagangan yang kuat dengan pedagang Arab