PENDAHULUAN
Perumusan Masalah
Penelitian ini memfokuskan pada pengendalian internal sistem perkreditan usaha kecil dan mikro pada Bank Rakyat Indonesia Unit Pesisir Cirebon pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 agar lebih fokus. Apakah sistem pemberian kredit kepada usaha kecil dan menengah di unit Bank Rakyat Indonesia sudah efektif?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Menentukan peran pengendalian internal dalam mendukung efektivitas sistem perkreditan usaha kecil dan menengah. Artinya pengendalian internal memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung efektivitas sistem perkreditan bagi usaha kecil dan menengah.
Sistematika Pembahasan
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Peranan
Oleh karena itu diperlukan adanya pengendalian internal yang berfungsi sebagai alat manajemen untuk menjamin tercapainya maksud dan tujuan perusahaan. Pengendalian internal yang baik dicapai dari struktur yang terkoordinasi yang berguna bagi manajer bisnis untuk menyiapkan laporan.
Pengendalian Internal
- Pengertian Pengendalian Internal
- Konsep Dasar Pengendalian Internal
- Tujuan Pengendalian Internal
- Komponen Pengendalian Internal
- Keterbatasan Pengendalian Internal
Pengendalian internal diharapkan dapat memberikan keyakinan yang cukup, bukan keyakinan mutlak, bagi manajemen perusahaan dan dewan direksi. Pengendalian internal yang baik tidak akan mampu menghasilkan informasi keuangan yang andal jika diterapkan oleh pegawai yang tidak kompeten dan tidak jujur.
Bank dan Ruang Lingkupny
- Pengertian Bank
- Jenis-jenis Bank
Kepemilikan tersebut terlihat dari akta pendirian dan pengendalian atas saham bank yang bersangkutan. Kedudukan atau status tersebut mencerminkan kemampuan bank dalam melayani masyarakat, baik dari segi produk, permodalan, maupun kualitas layanannya.
Usaha Kecil dan Menengah
Pemerintah memandang usaha kecil dan menengah sebagai penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Unit Bank Rakyat Indonesia sebagai penyalur kredit dapat membantu dan memberikan dukungan dalam hal kemudahan penyaluran kredit kepada usaha kecil dan menengah.
Kredit dan Ruang Lingkupnya
- Pengertian Kredit
- Unsur-unsur Kredit
- Tujuan Kredit
- Fungsi Kredit
- Jenis-jenis Kredit
Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga perkreditan didasarkan atas kepercayaan, sehingga kredit merupakan pemberian kepercayaan. Iman merupakan keyakinan pemberi pinjaman bahwa pinjaman yang diberikan benar-benar akan diambil kembali suatu saat nanti. Setiap pinjaman yang diberikan harus mempunyai jangka waktu tertentu, jangka waktu tersebut termasuk jangka waktu pelunasan pinjaman yang telah disepakati.
Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa sistem pemberian kredit akan selalu mengandung unsur kepercayaan yang merupakan filosofi dasar dibalik terciptanya kredit, adanya kesepakatan antara pemberi kredit (kreditur) dan penerima kredit (debitur). ) ) Untuk melaksanakan hak dan kewajibannya masing-masing, terdapat suatu jangka waktu yang meliputi jangka waktu pelunasan kredit yang disepakati bersama oleh kreditur dan debitur, resiko dan bunga. Oleh karena pemberian kredit bertujuan untuk memperoleh keuntungan, maka suatu lembaga perkreditan akan memberikan kredit kepada nasabah apabila merasa benar-benar yakin bahwa nasabah yang akan menerima kredit mampu dan bersedia membayar kembali kredit yang telah diterimanya untuk diberikan. Keuntungan atau profitabilitas merupakan tujuan pemberian kredit yang diwujudkan dalam bentuk bunga yang diterima.
Kredit mempunyai pengaruh yang sangat luas dalam segala bidang kehidupan, khususnya dalam bidang keuangan. Untuk menghindari akibat yang dapat mengakibatkan kurangnya kredit, maka sistem pemberian kredit menggunakan subbagian Manajer perlu mengetahui secara pasti jenis kredit apa yang dibutuhkan calon debitur untuk membiayai kegiatan usahanya.
Sistem Pemberian Kredit
- Prinsip Pemberian Kredit
- Prosedur Pemberian Kredit
Karakter atau disposisi calon peminjam merupakan salah satu pertimbangan terpenting dalam keputusan pemberian kredit. Kreditor seperti pemberi pinjaman perlu yakin bahwa calon peminjam adalah orang-orang yang berperilaku baik dalam arti selalu menepati janjinya dan selalu berusaha melunasi utangnya pada waktu yang telah disepakati. Yang dimaksud dengan pihak adalah mencoba mengelompokkan calon peminjam ke dalam kelompok tertentu berdasarkan karakter, kapasitas dan permodalan dengan menggunakan penilaian 3C.
Proses peminjaman terdiri dari serangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam pengelolaan permohonan kredit sejak permohonan diterima hingga dana kredit dicairkan. Manfaat dari prosedur peminjaman antara lain memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah, mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam pengajuan kredit, serta mengupayakan pemberian kredit dalam waktu singkat. Fungsi utama evaluasi atau analisis pinjaman adalah untuk menilai sejauh mana kredit dibutuhkan oleh calon peminjam dan untuk menilai persyaratan dan kemampuan pinjaman dalam membayar kembali pinjamannya.
Hal ini dilakukan ketika sifat dan jenis usaha calon peminjam memang perlu dinilai untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Berdasarkan uraian yang penulis kemukakan, dapat dijelaskan bahwa proses pemberian kredit diawali dengan pengajuan permohonan kredit secara tertulis oleh nasabah, yang dituangkan dalam surat permohonan kredit, disertai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak bank.
Efektivitas
- Pengertian Efektivitas
- Efektivitas Sistem Pemberian Kredit
Dalam menilai kelayakan kredit, bank juga dapat melakukan wawancara terhadap calon nasabah dengan tujuan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan nasabah sebenarnya. Setelah melalui berbagai penilaian berdasarkan kelengkapan dokumen, keabsahan dan keaslian, serta penilaian yang mencakup seluruh studi kelayakan, maka langkah selanjutnya adalah keputusan kredit yaitu menentukan layak atau tidaknya kredit tersebut. Efisiensi mengacu pada pencapaian tujuan, sedangkan efisiensi mengacu pada sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut”.
Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa efisiensi cenderung mencapai suatu hasil yang berkaitan dengan tingkat keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu efektivitas adalah hubungan antara hasil yang dicapai dan tujuan yang ingin dicapai organisasi. Efisiensi kredit erat kaitannya dengan tujuan yang ingin dicapai, sehingga untuk mencapai efisiensi sistem kredit perlu diketahui tujuan kredit yang diharapkan.
Apabila prinsip-prinsip tersebut telah terpenuhi maka diharapkan tujuan pemberian kredit meliputi permohonan kredit, analisis kredit, keputusan kredit, perjanjian kredit, dan pencairan kredit. Selain memenuhi prinsip dan tata cara pemberian kredit, suatu sistem pemberian kredit dapat dikatakan efisien apabila kredit tersebut dapat dikembalikan dalam jangka waktu yang ditentukan dengan besaran bunga yang telah ditentukan.
Kerangka Pemikiran
- Peranan Pengendalian Internal dalam Menunjang
Melalui penelitian ini, data yang diperoleh akan dianalisis untuk mengetahui peran pengendalian internal BRI Unit Pesisir dalam mendukung efektivitas sistem penyaluran kredit UKM. 0% - 25% berarti pengendalian internal tidak berperan atau berperan sangat kecil dalam mendukung efektivitas sistem pemberian kredit. Artinya pengendalian internal hanya berperan kecil dalam mendukung efisiensi sistem perkreditan usaha kecil dan menengah.
Artinya pengendalian internal berperan penting dalam mendukung efektivitas sistem perkreditan usaha kecil dan menengah. Hasilnya berarti bahwa pengendalian internal memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung efektivitas sistem perkreditan bagi usaha kecil dan menengah. Sistem perkreditan pada BRI Unit Pesisir telah berfungsi secara efektif, terbukti dengan tercapainya persyaratan sistem perkreditan yang efektif.
Berdasarkan hasil pengujian kuesioner, persentase peran pengendalian internal dalam mendukung efektivitas sistem perkreditan usaha kecil dan menengah adalah sebesar 78,60%. Dengan demikian, pengendalian internal yang diterapkan pada BRI Unit Pesisir telah efektif dan berperan dalam mendukung efektivitas sistem perkreditan usaha kecil dan menengah, yaitu dengan berperan dalam mendorong efisiensi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
Objek Penelitian
Dalam penyusunan disertasi ini yang menjadi objek penelitian adalah efektivitas sistem perkreditan dan peran pengendalian internal pada Bank Rakyat Indonesia Unit Pesisir Cirebon periode 2006-2008.
Metode Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Penetuan Responden
- Teknik Pengembangan Instrumen
Hingga saat ini BRI Unit Pesisir telah merealisasikan prioritas utamanya sebagai mitra usaha kecil dan menengah. Pengendalian intern yang diterapkan di BRI Unit Pesisir mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai efektivitas sistem pemberian kredit, hal ini terlihat dari tercapainya tujuan pengendalian intern yang sangat mempengaruhi efektivitas sistem pemberian kredit. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan di BRI Unit Pesisir, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengendalian internal yang diterapkan di BRI Unit Pesisir dan sistem pemberian kredit sudah efektif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sejarah Perusahaan
- BRI Unit Pesisir Cirebon
- Fungsi dan Peranan BRI Unit Pesisir
- Akivitas Usaha BRI Unit Pesisir
- Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
- Lingkungan Pengendalian
- Penaksiran Resiko
- Aktivitas Pengandalian
- Informasi dan Komunikasi …
- Pemantauan
- Tercapainya Tujuan Pengendalian Internal
Dengan filosofi yang dianut BRI Coastal Unit yaitu aman, fokus dan produktif menunjukkan adanya kontrol terhadap pelaksanaan penyaluran kredit. Sistem pemberian kredit yang dilaksanakan oleh BRI Unit Pesisir mengacu pada tujuan kredit, dalam arti terpenuhinya prinsip keselamatan, pengarahan, produktivitas dan jaminan dari nasabah bahwa uang yang diberikan akan dikembalikan dengan aman. Penerapan pengendalian internal yang memadai pada Unit Pesisir BRI menunjukkan bahwa para pejabat bank menyadari pentingnya pengendalian internal.
Prosedur pemberian kredit dilakukan sesuai dengan urutan BRI Unit Pesisir mulai dari pengajuan kredit, analisa kredit, keputusan kredit, perjanjian kredit hingga pencairan kredit. BRI Unit Pesisir dalam penyaluran kredit mengutamakan sektor usaha kecil dan menengah seperti: perdagangan, pertokoan, industri dan jasa yang memerlukan modal dalam kegiatan usahanya. BRI Kystenhed menangani pengendalian dan pengamanan prosedur perkreditan secara umum dengan tujuan untuk memastikan sistem pemberian kredit telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga kerugian baik materiil maupun hukum dapat dihindari.
Sistem Pemberian Kredit Pada Bank Rakyat Indonesia
- Permohonan Kredit
- Analisis Kredit
- Keputusan Kredit
- Perjanjian Kredit
- Pencairan Kredit
Pengujian Kuesioner
Untuk mengetahui peran pengendalian internal dalam mendukung efektivitas sistem perkreditan pada usaha kecil dan menengah, penulis menggunakan kuesioner yang dilakukan dengan menghitung persentase yang menunjukkan seberapa besar peran pengendalian internal dalam sistem kredit. untuk usaha kecil dan menengah. Selanjutnya seluruh hasil jawaban kuesioner akan dikalikan dengan kriteria nilai yang telah ditentukan yaitu “Ya” = 3, “Belum memutuskan” = 2, “Tidak” = 1. Sedangkan untuk menentukan “efisiensi sistem pemberian kredit” , jawaban yang diperoleh seperti terlihat pada Tabel 4.2 dibawah ini.
Untuk mengetahui apakah pengendalian internal berperan dalam mendukung efisiensi sistem perkreditan UKM dapat diperoleh dengan menjumlahkan seluruh respon kuesioner kemudian mengalikannya dengan kriteria nilai yang telah ditentukan.
Pembahasan
- Efektivitas Pengendalian Internal pada Bank Republik
- Lingkungan Pengendalian
- Penaksiran Risiko
- Aktivitas Pengendalian
- Informasi dan Komunikasi
Hal ini dilakukan agar kegiatan operasional pemberian kredit dan hal-hal yang berkaitan dengan penyusunan laporan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mendukung terlaksananya pengendalian internal yang baik. Setiap pegawai memahami tugas dan tanggung jawabnya serta menjalankan kegiatan pemberian kredit dengan baik sehingga sistem pemberian kredit berjalan lancar. Penerapan prinsip pemberian kredit yang efektif didukung oleh penerapan prosedur pemberian kredit yang baik.
Pengendalian internal memegang peranan yang sangat penting, karena mencakup seluruh proses manajemen yang bertujuan untuk memperoleh keyakinan yang memadai terhadap pencapaian tujuan sistem bagi hasil kredit. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil jawaban kuesioner efektivitas sistem perkreditan sebesar 81,95%. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil jawaban kuesioner mengenai peran pengendalian internal dalam menunjang sistem perkreditan sebesar 78,60%.
Apakah penambahan nasabah yang mengajukan kredit berpengaruh terhadap sistem pengendalian internal pemberian kredit? Jika Bank Rakyat Indonesia memberikan kredit jenis baru, apakah perlu menambah jumlah pegawai? Apakah terdapat kebijakan untuk menentukan kualitas penerapan komponen pengendalian internal demi kelancaran sistem pemberian kredit?
Adanya pengendalian intern memungkinkan tujuan yang telah ditetapkan dalam sistem perkreditan dapat tercapai semuanya.