• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Daya Tarik Iklan untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ritel Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Peranan Daya Tarik Iklan untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ritel Bandung"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN DAYA TARIK IKLAN UNTUK

MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN PADA RITEL DI KOTA BANDUNG

Dhinia Noor Marcla Devy1, Doni Purnama Alam Syah2, Iwan Sofyan3

1Universitas BSI Bandung, [email protected]

2Universitas BSI Bandung, [email protected]

3Universitas BSI Bandung, [email protected]

ABSTRAK

Persaingan sektor ritel di Kota Bandung kian ketat ditandai dengan ekspansi perusahaan ritel modern. Daya tarik iklan merupakan salah satu dari bauran promosi yang digunakan sebagai alat pengantar pesan untuk konsumen. Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan jasa produk (target pasar dan penggunaan promotion tools), jika iklan diperbaiki maka akan meningkatkan minat beli konsumen pada ritel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik iklan terhadap minat beli konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan verifikatif. Adapun teknik pengambilan data berupa wawancara, kuesioner, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh positif daya tarik iklan terhadap minat beli konsumen secara signifikan.

Kata Kunci: Daya Tarik Iklan, Minat Beli

ABSTRACT

The competitiveness of the retail sector in Bandung is increasingly characterized by the expansion of modern retail companies. The appeal of advertising is one of the promotional mix used as a messaging tool for consumers. Promotion is the activity of communicating product services (target market and use of promotion tools), if the advertisement is repaired it will increase the interest of consumer buying in the retail. This research aims to determine the influence of advertising appeal to consumer buying interest. The methods used in this study are descriptive and verifiedative. The data retrieval techniques in the form of interviews, questionnaires, observations, and literature studies. The results showed a significant positive influence on advertising appeal to consumer buying interest.

Keywords: appeal of advertising, buying interest

Naskah diterima: ,direvisi: ,diterbitkan: 22 Agustus 2019

(2)

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan zaman kebiasaan dan perilaku manusia mengalami perubahan. Saat ini bagi masyarakat hal baru merupakan sebuah hal yang menarik dan memancing rasa penasaran. Hal baru ini bisa diikuti dalam beberapa bidang seperti informasi, teknologi dan sejenisnya. Tak terkecuali pada perusahaan yang bergerak di bidang ritel.

Bisnis ritel yang terus berkembang di Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan, persaingan yang kompetitif dan kondisi sosial, ekonomi, dan demografi serta perubahan gaya hidup berpengaruh terhadap kegiatan ritel swalayan (Syarifuddin & Alamsyah, 2018). Melihat perubahan gaya hidup masyarakat dalam berbelanja, ini membuat semakin menjamurnya ritel di berbagai kota, tak terkecuali kota bandung. Ritel di Kota Bandung berada dalam pengawasan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin).

Disdagin adalah organisasi instansi pemerintah yang salah satu kegiatanya mengurus masalah perdagangan dan perindustrian di Kota Bandung. Banyaknya pilihan ritel di kota Bandung akan memudahkan konsumen untuk berpindah dari satu toko ke toko lainnya yang menurut mereka lebih baik (Alfin & Nurdin, 2017).

Saat ini di Kota Bandung sendiri terdapat beberapa ritel salah satunya minimarket.

Lebih lanjut disampaikan pada Tabel 1.1.Tabel I.1 Ritel di Kota Bandung

No. Nama Ritel Jumlah 1 Indomaret 184 2 Alfamart 247

3 Circle K 47

4 Yomart 61

Sumber: Disdagin kota Bandung (2019)

Data pada Tabel I.1 merupakan data ritel yang masih beroperasi di Kota

Bandung. Persaingan sektor ritel di Kota Bandung kian ketat ditandai dengan ekspansi perusahaan ritel modern. kehadiran gerai baru ritel modern di Kota Bandung dianggap sebagai tanda masih potensialnya pasar di kota ini. Kehadiran gerai-gerai baru, membuat konsumen memiliki pilihan toko dan produk yang semakin banyak. Namun di sisi lain, kehadiran gerai baru otomatis akan menambah ketat persaingan usaha di bidang ritel (Newswire, 2010).

Tabel I.2 Pertumbuhan Omset Ritel di Indonesia

Tahun Pertumbuhan Omset (%)

2010 21,1

2011 4,7

2012 11,8

2013 20,0

2014 12,5

2015 9,6

2016 10,0

2017 3,6

Sumber: Aprindo (2019) Berdasarkan pada Tabel I.2 dapat dilihat omzet ritel selalu berubah, petumbuhan tertinggi terdapat pada tahun 2010 dengan omzet 21,1% dan mengalami penurunan pada tahun selanjutnya. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy Nicolas Mandey mengatakan telah terjadi perlambatan penjulan ritel selama tiga bulan pertama di tahun 2018 dan Aprindo mencatat, pertumbuhan ritel sepanjang tahun 2017 lalu hanya mencapai 3,65 persen. Angka tersebut merupakan

(3)

yang terendah selama 10 tahun terakhir (Sa’diyah, 2018).

Minat beli konsumen dalam membeli kebutuhan sehari-hari tidak dapat diprediksi kapan dan dimana. Maka para perusahaan ritel harus dapat membuat strategi apa yang dapat meningkatkan minat beli konsumen terhadap ritel meraka. Banyaknya informasi yang kurang tersampaikan, membuat konsumen kurang informasi mengenai berbagai macam promosi produk yang ada di minimarket tersebut. Hal ini membuat para pengusaha ritel gencar bersaing untuk menarik konsumen melalui berbagai macam strategi, salah satunya dengan media iklan (Sunawarman, Rohendi, & Sofyan, 2018).

Minat Beli Konsumen menurut Deliyanti Oentoro (Sundalangi, Mandey, &

Jopie Jorie, 2014) adalah inisiatif responden dalam pengambilan keputusan untuk membeli sebuah produk. Model terperinci perilaku konsumen tersebut menjelaskan bahwa rangsangan pemasaran yang terdiri dari variabel marketing mix yaitu produk, harga, tempat, promosi sebagai komponen utama dalam pemasaran. Komponen utama tersebut juga dipengaruhi oleh adanya rangsangan lainnya yaitu bersifat eksternal yaitu ekonomi, teknologi, politik, budaya.

Daya tarik iklan merupakan salah satu dari bauran promosi yang digunakan sebagai alat pengantar pesan untuk konsumen (Fajriani, Suharyono, &

Bafadhal, 2018). Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan jasa produk (target pasar dan penggunaan promotion tools), menganjurkan pelanggan sasaran untuk membeli dan membantu tercapainya tujuan perusahaan (Hubeis, 2012).

Menurut penelitian Oroh &

Sumarauw (2015) daya tarik iklan

berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Untuk merangsang minat beli dari konsumen sebuah iklan harus berani menawarkan suatu kreativitas, agar terlihat berbeda dimata konsumen atau unik dari iklan-iklan lainnya. Dalam penyampaian pesan pun harus jelas dan terarah, agar dapat menciptakan daya tarik iklan tersendiri terhadap produk yang diiklankan.

Daya tarik iklan menurut Tampi et al (2016) adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa yang bermanfaat yang membuat konsumen lebih menyukai atau lebih tertarik pada produk itu. Iklan adalah kegiatan yang digunakan seseorang ataupun sekelompok orang untuk mempengaruhi dan mengarahkan pikiran orang lain pada suatu tujuan tertentu dengan menggunakan media tertentu.

Berdasarkan informasi dan fenomena diatas, dapat diketahui bahwa penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui daya tarik iklan terhadap minat beli konsumen pada ritel di Kota Bandung.

Atas dasar tersebut, maka penelitian ini mengambil judul “Peranan Daya Tarik Iklan untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen pada Ritel di Kota Bandung”.

METODE PENELITIAN

Kajian empiris ini merupakan kajian kuantitatif, yang menganalisis tentang Peranan Daya Tarik Iklan untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen pada Ritel di Kota Bandung.

Populasi dalam kajian empiris ini adalah konsumen yang berminat untuk membeli produk ritel di Kota Bandung. Sedangkan untuk sampel yang digunakan adalah siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti. Teknik pengambilan sampel kajian ini menggunakan penyebaran kuesioner.

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer. Variabel yang digunakan dalam kajian

(4)

ini adalah variabel independen: Daya Tarik Iklan (X) variabel dependen: Minat Beli (Y).

Teknik analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dan uji lainnya dengan menggunakan software program pengolahan data yaitu SPSS versi 20.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian ditemukan data konsumen yang valid untuk kuesioner sebanyak sebanyak 100. Dari 100 kuesioner dilakukan tabulasi data penelitian dan berikut hasil tabulasi dari profil responden (Tabel 1).

Tabel 1 Profil Responden

Demografi Kriteria %

Jenis Kelamin

Pria Wanita

29%

71%

Usia < 20 tahun 21 - 30 tahun 31 - 40 tahun

> 40 tahun

10%

27%

33%

30%

Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa/i Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wiraswasta Ibu Rumah Tangga

6%

17%

22%

19%

36%

Pendapatan < Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000 - 6.000.000

Rp. 6.000.000 - 10.000.000

> Rp. 10.000.000

13%

41%

26%

20%

Menurut tabel diatas diketahui responden pria sebanyak 29% dan 71%

responden wanita, usia <20 tahun sebanyak 10%, 21-30tahun sebanyak 27%, 31-40%

sebanyak 33% dan >40 sebanyak 30%.

Sedangkan pekerjaan pelajar/mahasiswa/i sebanyak 6%, Pegawai Negeri 17%, Pegawai Swasta 22%, Wiraswasta 19% dan Ibu rumah tangga 36%

Hubungan X terhadap Y Analisis Uji T

Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh untuk masing – masing variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat.

Pengaruh variabel daya tarik iklan terhadap minat beli konsumen berdasarkan data yang diperoleh dari output SPSS disajikkan dalam Tabel berikut:

Tabel 2 Tabel T

Model T Sig.

1

(Constant) 5,149 ,000

Daya_Tarik_Iklan 13,188 ,000

a. Dependent Variable: MInat_Beli

Sumber : Hasil Olah Data SPSS tahun 2019 Berdasarkan hasil Tabel 2 diketahui bahwa dari hasil uji T variabel daya tarik iklan terhadap minat beli konsumen diperoleh nilai t hitung sebesar 13,188 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Dengan menggunakan batas signifikan 0,05 atau 5% serta t Tabel dengan taraf kesalahan 5% yang dihitung dengan:

Dk = n-1, n= jumlah sampel Berarti: dk = 100-1

dk = 99

Kemudian dicari pada distribusi nilai t Tabel kemudian dicari pada distribusi nilai t Tabel, lalu di dapat nilai t Tabel dengan taraf kesalahan 5 % dan dk = 99 yaitu 1.660 Berarti ini dapat dilihat bahwa :

T hitung > t Tabel 13,188 > 1,984

Nilai signifikasi (P value ) < 0,05 berarti 0,000 <

0,05

Dapat disimpulkan bahwa:

1. H0 ditolak dan H1 diterima, berarti variabel daya tarik iklan berpengaruh terhadap variabel minat beli konsumen.

2. Nilai signifikasi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya variabel daya tarik iklan secara signifikan mempengaruhi variabel minat beli konsumen.

Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel daya tarik iklan secara parsial maupun bersama – sama terhadap minat beli konsumen pada Ritel di Kota Bandung. Perhitungan statistik dalam regresi sederhana yang digunakan dalam

(5)

penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS versi 20. Hasil pengolahan data dengan menggunakan program spss dapat dilihat pada Tabel berikut ini:

Tabel 4

Coefficientsa

Unstandardized Coefficients B Std. Error

1,148 ,223

,751 ,057

a. Dependent Variable: MInat_Beli

Berdasarkan hasil Tabel 4 mengenai uji persamaan regresi, didapatkan hasil model persamaan regresi yang dituliskan dari hasil tersebut dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut:

Y = a + bx Y = (1,148) + 0751x

Persamaan diatas menjelaskan bahwa konstanta sebesar (1,148) menyatakan bahwa jika tidak ada perubahan pada daya tarik iklan (X) maka minat beli konsumen sebesar (1,148).

Daya tarik iklan memiliki koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,751 artinya kenaikan pada variabel daya tarik iklan sebesar 1 satuan atau sebesar 1% akan meningkatkan minat beli konsumen sebesar 0,751.

R2= 0,640, t Tabel 13,188 > 1,984 Sumber: Hasil Kuesioner yang diolah, 2019

Gambar IV. 1

Pengaruh Antara Variabel Yang Diteliti Berdasarkan gambar IV.2 diketahui bahwa pengaruh langsung antara variabel daya tarik iklan (X) terhadap minat beli konsumen (Y) adalah sebesar 0,604 atau 64% serta dapat disimpulkan bahwa daya tarik iklan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen.

PENUTUP Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh daya tarik iklan terhadap minat beli konsumen pada ritel di Kota Bandung. Dari rumusan masalah penelitian yang diajukan, maka analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dikemukakan pada Bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini yaitu:

Menurut persepsi konsumen mengenai daya tarik iklan pada Ritel di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori cukup setuju sedangkan menurut persepsi konsumen mengenai minat beli konsumen pada Ritel di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori cukup tinggi. Berdasarkan pengujian yang dilakukan peneliti, menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara daya tarik iklan terhadap minat beli pada Ritel di Kota Bandung. Hasil penelitian ini diperoleh dengan hasil melalui uji t menunjukkan bahwa variabel daya tarik iklan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada Ritel di Kota Bandung. Dapat disimpulkan bahwa variabel daya tarik iklan mempunyai pengaruh secara signifikan.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka diajukan saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian yang dapat diberikan sebagai berikut:

Melihat persepsi responden yang baik terhadap minat beli konsumen, maka disarankan kepada pihak ritel untuk memberikan promosi yang lebih menarik agar konsumen merasa tertarik untuk mencari informasi lebih banyak lagi mengenai promosi yang ditawarkan oleh minimarket. Promosi tersebut dapat berupa memberikan potongan harga kepada produ-

DTI MBK

(6)

produk tertentu yang dianggap berpotensi memberikan keuntungan untuk pihak minimarket. Potongan harga tersebut diberikan sebagai pengenalan produk unggulan yang dimiliki atau dijual oleh perusahaan.

REFERENSI

Abdullah, M. (2016). Manajemen Komunikasi Periklanan. Yogyakarta:

Aswaja Pressindo.

Alfin, M. R., & Nurdin, S. (2017).

Ecodemica. Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Bisnis, 1(2), 249–258. Retrieved from http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.p hp/ecodemica/article/view/2277

Andrio, husein. (2017). Terhadap Citra Merek Dalam Meningkatkan Minat Beli Shampoo Pentene Pada Masyarakat Kota Pekanbaru. JOM Fekon, 4(1), 2017. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publicati ons/121860-ID-none.pdf

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian:

Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Arista, a E. D., & Astuti, S. R. T. (2011).

Analisis Pengaruh Iklan, Kepercayaan dan Citra Merek terhadap Minat Beli Konsumen. 13(1), 37–45.

Dama, D. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen Dalam Memilih Laptop Acer Di Toko Lestari Komputer Manado Analysis of Factors Affecting Interest Buy Consumers in Selecting Acer in Lestari Store Manado. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(01), 503–

514.

https://doi.org/10.1177/0192513990200 01002

Durianto, D. (2013). Strategi Menaklukan

Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fajriani, H., Suharyono, & Bafadhal, A. S.

(2018). TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ( Survei Online Pada Konsumen Wanita Muslim yang Membeli Produk Sunsilk Hijab di Kota Malang ). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 61(3), 163–171.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasan, M. dan I. (2013). Analisis Data Penelitian dengan Statistik (2nd ed.).

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hubeis, P. D. I. M. (2012). Manajemen Ritel Kreatif dan Inovatif dalam Bisnis (1st ed.; S. S. Neneng Aulia, Ed.). Jakarta:

Inti Prima Promosindo.

Kalele, B., Oroh, S. G., & Sumarauw, J.

(2015). Pengaruh Word of Mouth, Daya Tarik Iklan, Persepsi Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Motor Suzuki Satria Fu Pada Pt. Sinar Galesong Mandiri. Jurnal EMBA, 3(3), 451–462.

Kevin Lane Keller, Philip, K. (2016).

Manajemen Pemasaran (15e ed.).

England: Global Edition.

Kotler, A. (2016). Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Kusumasari, A. D. (2017). BRAND AWARENESS SERTA DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN WARDAH EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM ( Survei Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ). 49(2).

Mhd Sukri Helmi. (2016). Faktor-Faktor

(7)

Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen Pada Cv. Master Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen Pada Cv. Master Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu, 5.

Morissan. (2015). Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu (4th ed.; Jefry, Ed.). PRENADA MEDIA GROUP.

Newswire. (2010). Persaingan ritel di Bandung semakin ketat. Retrieved from

Bisnis.com website:

https://bandung.bisnis.com/read/20101 029/549/940507/persaingan-ritel-di- bandung-semakin-ketat %5B20

Nugroho, S. A. (2013). analisis pengaruh daya tarik iklan dan kekuatan celebrity endorser terhadap brand awareness dan dampaknya terhadap brand attitude handphone nokia ( Studi Kasus pada Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang ). Diponegoro Journal Of Management, 2, 1–11.

Priyanto, D. (2013). Belajar Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Mediakom.

Sa’diyah, H. (2018). Pertumbuhan Ritel Melambat, Pengusaha Harus Inovasi.

Retrieved May 1, 2019, from https://www.republika.co.id/berita/ekon omi/korporasi/18/04/09/p6wcep328- pertumbuhan-ritel-melambat-

pengusaha-harus-inovasi

Satria, A. A. (2017). Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Perusahaan a-36.

Pengaruh Harga, Promosi, Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Perusahaan a-36, 2(April).

Setiadi, D. N. J. (2013). Perilaku Konsumen (5th ed.). Jakarta: KENCANA

PRENADA MEDIA GROUP.

Shimp, T. (2003). Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Erlangga.

Sudibyo, R. H. (2018). Pengaruh terpaan iklan rokok terhadap minat beli konsumen rokok (studi kasus pada mahasiswa fakultas ekonomi universitas islam indonesia).

Universitas Islam Indonesia.

Sudjana, N. (2011). Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung:

Rosda Karya.

Sugiyono. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Suhailah, A., Altje L., T., & Ferdy, R.

(2017). Pengaruh Daya Tarik Iklan Dan Potongan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Matahari Departement Store Manado Town Square. Jurnal EMBA, 5(2), 1781–1792.

Sunawarman, A., Rohendi, A., & Sofyan, I.

(2018). Membangkit Spontanitas Belanja Pada Supermarket Melalui Promosi , Pramuniaga dan Atmosfer Toko. Ecodemica, 2(1), 1–11.

Sundalangi, M., Mandey, S. L., & Jopie Jorie, R. (2014). Kualitas Produk, Daya

(8)

Tarik Iklan, Dan Potongan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Pizza Hut Manado. Jurnal EMBA, 2(1), 313–324.

Supriadi, Y. (2013). Periklanan Perspektif Ekonomi Politik (1st ed.; N. S.

Nurbaya, Ed.). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Sutisna. (2001). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Suyanto, M. (2004). Aplikasi Desain Grafis untuk Periklanan. Yogyakarta: ANDI OFFSET.

Syarifuddin, D., & Alamsyah, D. P. (2018).

Green Perceived Value for Environmentally Friendly Products:

Green Awareness Improvement. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi Dan Pembangunan,

18(2), 245.

https://doi.org/10.23917/jep.v18i2.5145 Tampi, D., Soegoto, A. S., Sumarauw Pengaruh Kualitas Produk, J., Tampi, D., Supandi Soegoto, A., B Sumarauw, J. S., … Pemasaran Universitas Sam Ratulangi Manado, J. (2016). Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Dan Daya Tarik Iklan Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Scoopy Pada Pt. Daya Adicipta Wisesa the Effect of Product Quality , Price and Attractiveness of Advertising on Purchase Decision Motor Cycle Honda Scoop. Maret, 4(1), 990–999.

Utami, R. P., & Saputra, H. (2017).

Pengaruh Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Sayuran Organik Di Pasar Sambas Medan. Niagawan,

6(2), 44–53.

https://doi.org/10.24114/niaga.v6i2.833 4

Referensi

Dokumen terkait

Mengacu pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis uraikan pada Bab IV sebelumnya, maka pada bab ini penulis menarik beberapa kesimpulan dari pembahasan tentang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kinerja Bauran Produk Yang Terdiri Dari Keragaman Produk, Kualitas, Disain, Ciri/ Features, Merek, Kemasan, Ukuran, Pelayanan,

Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini maka, analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian tindakan pada siklus

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang telah dikemukakan pada BAB IV, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa prosedur mendapatkan status kemampuan

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antara minat belajar siswa SD kelas IV

PENUTUP Simpulan Berdasarkan rumusan masalah dan analisis data yang telah dilakukan serta pembahasan yang dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dari

PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan rumusan masalah dan analisis data yang telah dilakukan serta pembahasan yang dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dari