• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANGKAT PEMBELAJARAN ASTRI NURBAITI MASSA 202410631322840

N/A
N/A
Astri Nurbaiti Massa

Academic year: 2025

Membagikan "PERANGKAT PEMBELAJARAN ASTRI NURBAITI MASSA 202410631322840"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL AJAR

MEMAHAMI TENTANG PROSES BISNIS SECARA MENYELURUH BIDANG LAYANAN KESEHATAN

Disusun Oleh : ASTRI NURBAITI MASSA,

S.KM NIM : 202410631322840

FASE E KELAS X

PENDIDIKAN PROFESI GURU

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Oktober 2024

(2)

MODUL AJAR (LAYANAN KESEHATAN)

INFORMASI UMUM PERANGKAT AJAR

1. Nama Penulis : Astri Nurbaiti Massa, S.KM Instansi : SMKN Ampera

Tahun : 2024

2. Jenjang Sekolah : SMK

3. Kelas : X

4. Alokasi Waktu : 2 x 45 menit TUJUAN PEMBELAJARAN

Fase E

Elemen : Proses Bisnis dalam Bidang Layanan Kesehatan

Capaian Pembelajaran :

Peserta didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan, meliputi K3, Penerimaan Klien , identifikasi kebutuhan klien, perencanaan pemberian layanan, pelaksanaan pemberian layanan, dan evaluasi pemberian layanan; serta pengelolaan SDM di fasilitas kesehatan.

Tujuan Pembelajaran :

Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan meliputi Penerimaan Klien (C2)

 Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran :

1. Peserta didik mampu menjelaskan langkah-langkah dalam penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik. (C1)

2. Peserta didik mampu melaksanakan simulasi penerimaan klien dengan tepat. (C3) 3. Peserta didik mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah yang mungkin muncul

selama penerimaan klien dengan tepat. (C4)

4. Peserta didik mampu menerapkan komunikasi secara efektif dengan klien selama proses penerimaan dengan tepat. (C3) HOTS

Konsep Utama : Proses Layanan Kesehatan KOMPETENSI AWAL

1) Peserta didik pada awalnya belum mampu menjelaskan langkah-langkah dalam penerimaan klien di layanan kesehatan, setelah pembelajaran peserta didik mampu menjelaskan langkah-langkah dalam penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik 2) Sebelum kegiatan pembelajaran peserta didik belum mampu melaksanakan simulasi

penerimaan klien, setelah pembelajaran peserta didik mampu melaksanakan simulasi penerimaan klien dengan tepat.

(3)

3) Sebelum kegiatan pembelajaran peserta didik belum mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama penerimaan klien, setelah pembelajaran peserta didik mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama penerimaan klien dengan tepat.

4) Sebelum kegiatan pembelajaran peserta didik belum mampu menerapkan komunikasi secara efektif dengan klien selama proses penerimaan dengan tepat, setelah pembelajaran peserta didik mampu menerapkan komunikasi secara efektif dengan klien selama proses penerimaan dengan tepat

PROFIL PELAJAR PANCASILA

 Bernalar kritis (melalui kegiatan penyelidikan masalah peserta didik

menggunakan penalaran kritisnya untuk dapat menyelesaikan permasalahan).

 Mandiri (melalui kegiatan individu peserta didik bertanggungjawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri).

 Gotong royong (melalui kegiatan kelompok peserta didik berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan).

SARANA DAN PRASARANA

1. Alat Kesehatan :

 Bak instrumen berisi refleks hummer

 Stetoskop

 Tensimeter aneroid 2. Laptop

3. LCD 4. Bahan Ajar 5. LKPD

6. Media Pembelajaran :

 Aktivitas belajar Audio (Auditori) : Video Youtube tentang motivasi dan perjuangan

 Aktivitas belajar kinestetik : Gambar Visual yang ditempelkan di tembok ruang kelas yang sebelumnya sudah dibaca oleh peserta didik

7. Hp yang dimiliki beberapa peserta didik yang didalam nya ada bahan literasi

TARGET PESERTA DIDIK

Peserta Didik Kelas X ASKEP

MODEL PEMBELAJARAN

Problem Based Learning (PBL)

METODE PEMBELAJARAN

1. Mengorientasikan peserta didik dalam memahami permasalahan.

2. Mengorganisasikan peserta didik dalam pembelajaran.

3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.

4. Mengembangkan dan menyajikan hasil.

5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

MODA PEMBELAJARAN :

Luring

KOMPONEN INTI

Proses Layanan Kesehatan

PEMAHAMAN BERMAKNA

Peserta didik mampu memahami tekhnik mengumpulkan data mengenai hasil Tindakan layanan kesehatan dan pengalaman pasien. Pemahaman ini penting sebagai Upaya tindak lanjut dalam

(4)

proses pelayanan kesehatan. Proses ini tidak hanya tentang penyediaan layanan medis, tetapi juga melibatkan komunikasi yang efektif, empati, dan pendekatan yang berorientasi pada pasien.

PERTANYAAN PEMANTIK

Apa yang Anda lakukan ketika pertama kali tiba di sebuah fasilitas layanan kesehatan? Apa yang Anda harapkan terjadi?

URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Mengorientasikan peserta didik dalam memahami rencana melakukan simulasi penerimaan klien, dan permasalahan saat melakukan simulasi penerimaan klien

2. Mengorganisasikan peserta didik dalam pembelajaran dengan membagikan 4 kelompok untuk merencanakan presentasi dan simulasi penerimaan klien

3. Membimbing penyelidikan individu pada setiap kelompok yang merencanakan simulasi penerimaan klien, termasuk peran masing-masing anggota, alat dan bahan yang diperlukan, situasi yang mungkin muncul dan cara mengatasinya

4. Mengembangkan dan menyajikan hasil dalam melakukan simulasi penerimaan klien didepan k elas

5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dengan cara peserta didik diberikan konfirmasi terkait hasil presentasi dan simulasi.

KEGIATAN AWAL

1. Peserta didik menjawab salam yang diberikan oleh pendidik.

2. Peserta didik berdo’a dipimpin oleh ketua kelas. (Religius, Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia). (Kesadaran diri)

3. Peserta didik menjawab presensi kehadiran oleh pendidik.

4. Peserta didik menyiapkan diri agar siap untuk belajar serta memeriksa kebersihan sekitar (Kesadaran diri)

5. Peserta didik melakukan kegiatan literasi digital tentang motivasi dalam belajar serta penjelasan singkat guru berkaitan dengan gambaran dari bacaan literasi

6. Peserta didik memperhatikan video motivasi atau perjuangan dalam Penyelesaian Masalah https://youtu.be/JAdTjHsOid0

7. Peserta didik menjawab pertanyaan pemantik yang disampaikan. (Critical thingking) (Kesadaran diri- Pengenalan emosi).

 Apa yang Anda lakukan ketika pertama kali tiba di sebuah fasilitas layanan kesehatan?

8. Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh pendidik Penjelasan berkaitan dengan Penerimaan Klien

9. Diskusi bersama peserta didik berkaitan pengalaman peserta didik di fasilitas kesehatan terkait penerimaan klien.

(5)

KEGIATAN INTI

Tahap 1 : Mengorientasikan peserta didik pada masalah

Peserta didik memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan oleh pendidik atau guru yang berkaitan dengan penerimaan klien (Critical Thinking)

1. Peserta didik diberikan pertanyaan melalui pengamatan sesuai dengan aktivitas belajar yang dilakukan. (Critical thingking, HOTS)

2. Bunyi pertanyaan ada dalam LKPD yang akan dibagikan kepada peserta didik yang berada pada masing-masing kelompok

Bagaimana Anda akan membedakan antara data subjektif dan objektif saat melakukan anamnesa? Mengapa perbedaan ini penting dalam proses diagnosis?

Dalam situasi di mana klien tidak dapat memberikan informasi langsung (misalnya, karena sakit parah), bagaimana Anda akan melakukan pengumpulan data? Apa langkah-langkah yang harus diambil?

Apa perbedaan antara autoanamnesa dan alloanamnesa, dan dalam situasi apa masing-masing metode sebaiknya digunakan?

Mengapa penting untuk menggabungkan berbagai metode pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi) dalam pengumpulan data kesehatan klien?

Apa manfaatnya?

Bagaimana Anda akan menjelaskan proses pengumpulan data kepada klien agar mereka merasa nyaman dan percaya diri selama penerimaan layanan?

Tahap 2 : Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar melalui kegiatan berkelompok

1. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 5 anggota disesuaikan dengan aktivitas belajar. (Collaboration) (Keterampilan sosial).

2. Peserta didik menerima LKPD yang dibagikan.

3. Peserta didik berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data dalam penyelesaian masalah (Merencanakan prosedur penerimaan klien) dan memahami bahan ajar yang diberikan. (Commounication, Collaboration).

Tahap 3 : Melakukan penyelidikan atau penelusuran untuk menjawab permasalahan

1. Peserta didik memamahami konsep materi pada bahan ajar yang dibagikan perkelompok 2. Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi.

3. Peserta didik bersama dengan kelompok diberikan kesempatan untuk berkolaborasi menyelesaikan LKPD. (Collaboration), (Culturally Responsive Teaching : Gotong Royong), (Pendekatan TaRL : Diferensiasi Proses).

4. Peserta didik dibimbing dalam kegiatan diskusi. (Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab).

5. Peserta didik menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang disajikan pada LKPD.

(Critical thingking, Collaboration). (Manajemen diri).

6. Untuk memicu semangat para peserta didik, guru bersama peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan "Bangun Pemuda Pemudi"

Tahap 4 : Menyusun dan Mengembangkan hasil dalam melakukan simulasi penerimaan klien didepan kelas menyajikan hasil karya

1. Peserta didik menyiapkan konsep rencana simulasi penerimaan klien perkelompok secara rapi dan sistematis. (Manajemen diri dan Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab).

(6)

2. Peserta didik bersama dengan kelompok aktivitas belajar mulai dari visual, auditori, dan kinestetik melakukan presentasi hasil diskusi sekaligus 2 orang peserta didik melakukan simulasi langsung di depan kelas (Pendekatan TaRL : Diferensisasi Produk).

3. Peserta didik menerima apresiasi presentasi dan simulasi yang dilakukan oleh setiap kelompok. (Communication). (Manajemen diri).

Tahap 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

1. Peserta didik diberikan konfirmasi terkait hasil presentasi dan simulasi . (Communication) 2. Peserta didik bersama dengan pendidik merefleksikan pembelajaran selama

menyelesaikan tugas. (Communication) (kesadaran diri).

KEGIATAN AKHIR

1. Peserta didik diberikan tugas berupa Pekerjaan Rumah (PR) yang berkaitan dengan penerimaan pasien untuk evaluasi pengetahuan sebagai bentuk pengukuran kemampuan peserta didik terhadap materi.

2. Peserta didik menyimak penjelasan yang diberikan oleh pendidik terkait aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya

3. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan do’a bersama dipimpin oleh Peserta didik (Religius, Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia)

REFLEKSI PENDIDIK

1. Apakah tujuan pembelajaran tercapai?

2. Apakah peserta didik menunjukkan keaktifan pada saat kegiatan pembelajaran?

3. Apakah seluruh peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik?

4. Apakah pembelajaran yang dilaksanakan sudah sesuai dengan yang direncanakan?

5. Kesulitan apa yang dialami selama proses kegiatan pembelajaran?

6. Langkah apa yang diperlukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Bagaimana perasaan kalian sekarang setelah mempelajari materi pada pertemuan hari ini?

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Bahan Ajar (Terlampir)

2. Lembar Kerja Peserta Didik (Terlampir) 3. Soal Evaluasi (PR) (Terlampir)

4. Instrumen Penilaian (Terlampir)

PENGAYAAN DAN REMIDIAL

Pengayaan : Peserta didik yang telah mencapai tujuan dari aspek Penerimaan Klien pada LKPD, diberikan kegiatan menyelesaikan soal materi tersebut secara mandiri dengan tepat.

Remidial : Peserta didik yang belum mencapai tujuan dari pembelajaran Penerimaan Klien, diberikan bimbingan serta soal terkait materi tersebut

BAHAN BACAAN PENDIDIK

Buku Dasar-Dasar Layanan Kesehatan untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1 (KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI 2022)

BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK

Bahan Ajar
(7)

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Asrul. Manajemen Kualitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994.

Yusman, Kharis. Komunikasi Keperawatan. Jakarta: EGC, 2013

Ampera, 20 Oktober 2024 Guru Mata Pelajaran

Astri Nurbaiti Massa

NIM : 202410631322840
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)

INSTRUMEN PENILAIAN SMK NEGERI AMPERA

LAYANAN KESEHATAN

FASE E PENERIMAAN KLIEN

KELAS X ASKEP SEMESTER 1

DISUSUN OLEH

ASTRI NURBAITI MASSA, S.KM NIM : 202410631322840

PENDIDIKAN PROFESI GURU

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

TAHUN 2024

(25)

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL (LEMBAR OBSERVASI)

A. Petunjuk Umum

1.Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Observasi.

2.Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai

B. Petunjuk Pengisian Berdasarkan pengamatan anda selama dua minggu terakhir, nilailah sikapsetiap peserta didik Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, 1 pada lembar observasi dengan ketentuan sebagai berikut:

1. = apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati 2. = apabila KADANG-KADANG melakukan perilaku yang diamati 3. = apabila SERING melakukan perilaku yang diamati

4. = apabila SELALU melakukan perilaku yang diamati C. Lembar Observasi

LEMBAR OBSERVASI

Kelas : X ASKEP

Semester : 1

Tahun pelajaran : 2024/2025

Periode Pengamatan : Tanggal s.d.

Indikator Sikap : 1.Menjawab salam dari guru

2.Mengikuti kegiatan berdo’a setiap awal pelajaran dengan khusuk

No. Nama Peserta Didik Skor

Indikator Sikap Spritual

Jumlah Perolehan

Skor

Skor Akhir

Tuntas / Tidak Tuntas Ind.1 Ind.2

1. Agnes Mariana Aro 2. Anfrida Asamal 3. Beny Efendi

4. Debora Lidia Tay Kaat 5. Desiana Mailau 6. Dewi Sifra Jenfani 7. Engel Helmi Laugatoka 8. Engmaning Weni 9 Heiloisa Landena 10 Nadia Demang 11 Naomi Berta Pisdon 12 Nindi N. Wetang 13 Oktafia Salomi Samai 14 Rahab Mallet

15 Silas M. Anie

16 Sintikhe Tholy Laumaley 17 Siti Sumaya S. Bitaalou 18 Tamara Dorkas Belly

(26)

19 Weli Sisilia Malaikari 20 Jamaludin Syaban

Guru Mata Pelajaran

Astri Nurbaiti Massa, S.KM NIM : 202410631322840

(27)

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL (LEMBAR PENILAIAN DIRI)

A.Petunjuk Umum

1. Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Penilaian Diri 2. Instrumen ini diisi oleh PESERTA DIDIK untuk menilai dirinya sendiri.

B.Petunjuk Pengisian

1. Berdasarkan perilaku kalian selama satu KD (Kompetensi Dasar) terakhir, nilailah sikap setiap Peserta Dididk Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Observasi dengan ketentuan sebagai berikut:

4 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak lebih dari 5 kali 3 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak 3-5 kali

2 =apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak 1-2 kali 1= apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati 2. Kolom SKOR AKHIR dan KETUNTASAN diisi oleh guru.

LEMBAR PENILAIAN DIRI Nama Peserta Didik : ____________________

Kelas : X ASKEP

Semester : Ganjil

Tahun Pelajaran : 2024 / 2025

Periode Pengamatan : Tanggal ____s.d.

Butir Nilai :

1.Mengucapkan salam ketika guru memasuki kelas.

2.Mengikuti kegiatan berdo’a setiap awal pelajaran dengan khusuk

No Indikator Skor

Indikator Sikap Spritual

Jumlah Perolehan

Skor

Skor Akhir

Tuntas / Tidak Tuntas 1 2

1 Saya mengucapkan salam ketika guru memasuki kelas

2 Saya mengikuti kegiatan berdo’a setiap awal pelajaran dengan

Khusuk

Peserta Didik

(28)

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL (LEMBAR OBSERVASI) A.Petunjuk Umum

2. Instrumen penilaian sikap social ini berupa Lembar Observasi.

3. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar siswa yang dinilai

B. Petunjuk Pengisian Berdasarkan pengamatan Anda selama satu KD (Kompetensi Dasar) terakhir, nilailah sikap setiap siswa Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Observasi dengan ketentuan sebagai berikut :

4 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak lebih dari 5 kali 3 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak 3-5 kali

2 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak 1-2 kali 1= apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati LEMBAR OBSERVASI

Kelas : X ASKEP

Semester : 1

Tahun Pelajaran : 2024/2025

Periode Pengamatan : Tanggal s.d.

Butir Nilai : Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada Layanan Kesehatan serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan Layanan Kesehatan, yang terbentuk melalui pengalaman belajar.

Indikator Sikap : 1.Suka bertanya

2.Berani mengemukakan pendapat 3.Tanggung jawab

4.Bekerjasama dan mengutamakan hasil pemikiran kelompok No. Nama Peserta Didik Skor Indikator Sikap Sosial

(1-4)

Jumlah Perolehan

Skor

Skor Akhir

Tuntas / Tidak Tuntas Ind.1 Ind.2 Ind.3 Ind.4

1. Agnes Mariana Aro 2. Anfrida Asamal 3. Beny Efendi

4. Debora Lidia Tay Kaat 5 Desiana Mailau 6 Dewi Sifra Jenfani 7 Engel Helmi Laugatoka 8 Engmaning Weni 9 Heiloisa Landena 10 Nadia Demang 11 Naomi Berta Pisdon 12 Nindi N. Wetang 13 Oktafia Salomi Samai 14 Rahab Mallet

15 Silas M. Anie

(29)

16 Sintikhe Tholy Laumaley 17 Siti Sumaya S. Bitaalou 18 Tamara Dorkas Belly 19 Weli Sisilia Malaikari 20 Jamaludin Syaban

Guru Mata Pelajaran

Astri Nurbaiti Massa, S.KM NIM : 202410631322840

(30)

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL

(LEMBAR PENILAIAN DIRI)

A. Petunjuk Umum

1. Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Penilaian Diri 2. Instrumen ini diisi oleh Peserta Didik untuk menilai dirinya sendiri.

B. Petunjuk Pengisian Berdasarkan perilaku kalian selama satu KD (Kompetensi Dasar) terakhir, nilailah sikap setiap Peserta Didik Anda dengan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Observasi dengan ketentuan sebagai berikut :

4 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak lebih dari 5 kali 3 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak 3-5 kali

2 = apabila melakukan perilaku yang diamati sebanyak 1-2 kali 1 = apabila TIDAK PERNAH melakukan perilaku yang diamati Kolom SKOR AKHIR dan KETUNTASAN diisi oleh guru.

LEMBAR PENILAIAN DIRI Nama Peserta Didik : ________________

Kelas : X ASKEP Semester : 1

Butir Nilai :

1.Terlibat aktif dalam pembelajaran himpunan di kelas 2.Menyampaikan pendapat saat diskusi kelas berlangsung 3.Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas.

4.Bekerjasama dan mengutamakan hasil pemikiran kelompok

No. Indikator Skor

Indikator Sikap Sosial

Jumlah Peroleh an Skor

Skor Akhir

Tuntas / Tidak Tuntas 1 2 3 4

1 Saya aktif dalam pembelajaran di kelas 2 Saya berani menyampaikan pendapat saat

diskusi kelas berlangsung 3 Saya bertanggung jawab dalam

menyelesaikan tugas

4 Saya bekerjasama dan mengutama kan hasil diskusi kelompok

Guru Mata Pelajaran

Astri Nurbaiti Massa, S.KM NIM : 202410631322840

(31)

PETUNJUK PENENTUAN NILAI SIKAP SOSIAL

1. Rumus Penghitungan Skor Akhir

Skor Akhir = Jumlah perolehan skor/Skor maksimal ×100 Skor Maksimal = Banyaknya Indikator 4

2. Kategori nilai sikap peserta didik didasarkan pada Permendikbud No 81A Tahun 2013 yaitu: Sangat Baik (SB) : apabila memperoleh Skor Akhir: 3,33 < Skor Akhir ≤ 4,00

Baik (B) : apabila memperoleh Skor Akhir: 2,33 < Skor Akhir ≤ 3,33 Cukup (C) : apabila memperoleh Skor Akhir: 1,33 < Skor Akhir ≤ 2,33 Kurang (K) : apabila memperoleh Skor Akhir: Skor Akhir ≤ 1,33 3. Tuntas/Tidak Tuntas

Tuntas apabila memperoleh Kategori sikap Baik (B)

Tidak Tuntas apabila memperoleh Kategori sikap < Baik (B)

KISI – KISI LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) DISKUSI KELOMPOK

No. Indikator Moda

Penilaian

Indikator Soal

Level

Mudah Sedang Sukar 1. Peserta Didik mampu

Menjelaskan perbedaan antara data subjektif dan objektif saat melakukan anamnesa dengan baik (C1)

Proses Bagaimana Anda akan

membedakan antara data objektif dan subjektif saat melakukan anamnesa ? mengapa perbedaan ini penting dalam proses diagnosis ?

2. Peserta didik mampu menerapkan anamnesa dalam jenis autoanamnesa dan jenis alloanamnesa dalam situasi yang sesuai dengan

Tepat

Proses Apa perbedaan antara

autoanamnesa dan alloanamnesa dan dalam situasi apa masing-masing metode sebaiknya digunakan

3. Peserta didik mampu Menerapkan

situasi dimana klien tidak dapat memberikan informasi langsung (misalnya, karena sakit parah) dan bagaimana Peserta didik dapat melakukan pengumpulan

Proses Dalam situasi dimana klien tidak dapat memberikan informasi langsung

(misalnya, karena sakit parah), bagaimana Anda

(32)

data dengan langkah- langkah yang harus diambil dengan benar

melakukan pengumpulan data

? apa langkah- langkah yang harus diambil

(33)

4. Peserta didik mampu menerapkan

metode

pemeriksaan fisik

(inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi) serta mengumpulkan data hasil kesehatan klien yang diperoleh dengan benar dan menerapkan pengumpulan data klien dengan menunjukkan rasa

nyaman dan

percaya diri pada pasien dengan baik

Proses Mengapa penting untuk

menggabungkan beberapa metode pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi) dalam pengumpulan data kesehatan klien?

Apa manfaatnya ?

Guru Mata Pelajaran

Astri Nurbaiti Massa, S.KM NIM : 202410631322840

(34)

KUNCI JAWABAN

DISKUSI KELOMPOK PADA LKPD

1.

Perbedaan Data Objektif dan Subjektif:

Data objektif: Fakta yang dapat diukur atau diamati oleh tenaga medis (misalnya, hasil pemeriksaan fisik, tes laboratorium).

Data subjektif: Keluhan atau pengalaman yang disampaikan oleh pasien, yang bersifat personal (misalnya, rasa sakit, pusing).

Pentingnya perbedaan ini: Memungkinkan dokter untuk membedakan antara informasi yang dapat diverifikasi secara ilmiah (objektif) dan informasi yang bergantung pada persepsi atau pengalaman pasien (subjektif), yang keduanya penting untuk diagnosis yang tepat.

2.

Perbedaan Autoanamnesa dan Alloanamnesa:

Autoanamnesa: Anamnesis yang diperoleh langsung dari pasien sendiri.

Alloanamnesa: Anamnesis yang diperoleh dari pihak lain (misalnya, keluarga atau saksi) ketika pasien tidak dapat memberikan informasi.

Penggunaan metode:

Autoanamnesa digunakan jika pasien sadar dan mampu berkomunikasi.

Alloanamnesa digunakan jika pasien tidak dapat memberikan informasi langsung (misalnya, dalam kondisi koma atau tidak sadar).

3.

Mengumpulkan Data Jika Pasien Tidak Dapat Memberikan Informasi Langsung:

Langkah-langkah:

1. Mengumpulkan data dari sumber lain (keluarga, teman, catatan medis).

2. Melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

3. Menggunakan alat diagnostik (tes laboratorium, pemeriksaan penunjang).

4. Memperhatikan tanda-tanda vital dan gejala yang ada untuk mendukung diagnosis.

4. Menggabungkan metode pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi) penting karena masing-masing metode memberikan informasi yang berbeda dan saling melengkapi.

Inspeksi: Memeriksa tampilan fisik, warna, bentuk, dan posisi tubuh untuk mengidentifikasi abnormalitas.

Palpasi: Meraba bagian tubuh untuk merasakan suhu, kekerasan, atau kelainan lainnya.

Perkusi: Mengetuk tubuh untuk mendengar suara yang menunjukkan kondisi organ atau rongga tubuh.

Auskultasi: Mendengarkan suara tubuh (seperti detak jantung atau pernapasan) untuk mendeteksi gangguan.

Manfaatnya: Menggunakan semua metode ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih komprehensif,

meningkatkan akurasi diagnosis, dan membantu dalam penentuan kondisi medis pasien secara lebih

tepat.

(35)

KUNCI JAWABAN

LKPD : PROSES PELAYANAN KESEHATAN

MENCOCOKKAN / MENGHUBUNGKAN

1 2 3

4

5

6

GAMBAR 1 PENERIMAAN PASIEN DATA DASAR GAMBAR 2 PEMERIKSAAN INSPEKSI  DATA OBJEKTIF

GAMBAR 3 MENANYAKAN RIWAYAT PENYAKIT  DATA SUBJEKTIF GAMBAR 4 MENEMUKAN TANDA INFEKSI PARAH DIKULIT  DATA FOKUS GAMBAR 5 PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH  DATA OBJEKTIF

GAMBAR 6 PASIEN TAMPAK PUSING  DATA OBJEKTIF DAN DATA FOKUS

GAMBAR 1 DOKTER SEDANG BERDISKUSI BERKAITAN DENGAN DATA DASAR, DATA SUBJEKTIF, DATA OBJEKTIF DAN DATA FOKUS. DARI DATA FOKUS YANG DIPEROLEH, KETIGA DOKTER TERSEBUT SEDANG MERENCANAKAN

PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK PADA PASIEN

GAMBAR 2 DOKTER SEDANG MEMPEROLEH DATA OBJEKTIF YANG DIAMATINYA PADA PASIEN DAN DATA SUBJEKTIF YANG DIDAPATKAN DARI KELUHAN PASIEN YANG MERASA PUSING. DOKTER JUGA MENEMUKAN DATA FOKUS KARENA MELIHAT KEADAAN PASIEN YANG MERASA PUSING

1. TINDAKAN ANAMNESA : proses pengumpulan informasi tentang riwayat kesehatan pasien melalui wawancara. Pada tindakan anamnesa, tenaga medis akan menanyakan keluhan utama, riwayat penyakit, riwayat keluarga, kebiasaan hidup, alergi, serta faktor-faktor lain yang relevan dengan kondisi pasien. Tujuan dari anamnesa adalah untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan pasien sebelum melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut.

2. TINDAKAN OBSERVASI :

proses pengamatan langsung terhadap kondisi fisik pasien tanpa intervensi langsung. Dalam tindakan observasi, tenaga medis akan mengamati tanda-tanda atau gejala yang nampak pada pasien, seperti perilaku, pola pernapasan, ekspresi wajah, postur tubuh, atau tanda-tanda penyakit lain yang dapat terlihat jelas. Observasi ini sangat berguna untuk memberikan informasi tambahan yang mendukung diagnosa medis.

3. TINDAKAN PEMERIKSAAN FISIK :

Pemeriksaan fisik adalah serangkaian prosedur yang dilakukan oleh tenaga medis untuk menilai kondisi fisik pasien. Proses ini meliputi pemeriksaan secara auskultasi (pendengaran) mengukur tekanan darah pasien dengan menggunakan tensimeter aneroid yang dilengkapi dengan stetoskop sehingga dapat mendengarkan bunyi sistol dan diastol sambil mengamati gerakan jarum pada manometer pada manset.

(36)

INSTRUMEN PENILAIAN LKPD DISKUSI KELOMPOK

No Nama Peserta Didik

Indikator Penilaian Peserta Didik

mampu Menjelaskan

perbedaan antara data subjektif dan

objektif saat melakukan

anamnesa dengan baik

Peserta didik mampu menerapkan anamnesa dalam jenis auto anamnesa dan jenis alloanamnesa dalam situasi yang sesuai dengan Tepat

Peserta didik mampu Menerapkan

Situasi dimana klien tidak dapat memberikan informasi langsung (misalnya, karena s akit parah) dan bagaimana Peserta didik dapat melakukan pengumpulan data dengan langkah- langkah yang harus diambil

Peserta didik mampu menerapkan metode pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi) serta mengumpulkan data hasil kesehatan klien yang diperoleh dengan benar dan menerapkan pengumpulan data klien dengan menunjukkan rasa nyaman dan percaya diri pada pasien dengan baik

1 Agnes Mariana Aro 2 Anfrida Asamal 3 Beny Efendi 4 Debora Lidia Tay Kaat 5 Desiana Mailau 6 Dewi Sifra Jenfani 7 Engel Helmi Laugatoka 8 Engmaning

Weni

9 Heiloisa Landena 10 Nadia Demang 11 Naomi Berta Pisdon 12 Nindi N. Wetang 13 Oktafia Salomi Samai 14 Rahab Mallet 15 Silas M. Anie 16 Sintikhe Tholy

Laumaley

17 Siti Sumaya S. Bitaalou

Pemeriksaan Palpasi : metode pemeriksaan fisik dengan cara meraba arteri radialis dan mengukur frekuensi denyut nadi selama 1 menit menggunakan

stopwatch

Pemeriksaan inspeksi : Pemeriksaan fisik dengan melihat keadaan gigi berlubang pada anak kecil

Pemeriksaan Auskultasi : Pemeriksaan fisik dengan cara mendengarkan bunyi jantung / pernapasan menggunakan stetoskop

Pemeriksaan Perkusi : Pemeriksaan fisik dengan cara memukul / mengetuk otot tendon patella untuk melihat Gerakan refleks pada otot tersebut

(37)

18 Tamara Dorkas Belly 19 Weli Sisilia Malaikari 20 Jamaludin

Syaban

Guru Mata Pelajaran

Astri Nurbaiti Massa, S.KM NIM : 202410631322840

(38)

Rubrik Penilaian Praktek Simulasi Penerimaan Pasien

Penilaian dilakukan berdasarkan empat kelompok dengan jenis pemeriksaan fisik yang berbeda. Berikut adalah rubrik penilaian untuk masing-masing kelompok:

Kelompok 1: Pemeriksaan Inspeksi - Mengamati Tanda-Tanda Infeksi

Aspek Penilaian Deskripsi Kriteria Skala Penilaian

1. Persiapan Penerimaan Pasien

Menyambut pasien dengan sikap profesional, memastikan identitas pasien, menjelaskan prosedur yang akan dilakukan

4: Sangat ramah, menjelaskan prosedur dengan jelas dan tepat. 3: Ramah, menjelaskan prosedur namun kurang detail.

2: Kurang ramah, penjelasan tidak cukup jelas. 1: Tidak ramah atau tidak memberikan penjelasan yang cukup.

2. Pemeriksaan Inspeksi

Mengamati tanda-tanda infeksi (kemerahan, pembengkakan, atau tanda inflamasi lainnya) secara sistematis

4: Sangat teliti dalam pemeriksaan, mencatat semua tanda yang relevan dengan tepat. 3: Teliti, namun ada tanda yang kurang diamati dengan baik. 2: Kurang teliti, beberapa tanda terlewat. 1: Tidak teliti dalam pemeriksaan atau tidak mengamati tanda infeksi dengan benar.

3. Sikap

Profesionalisme

Menjaga kenyamanan pasien, menjaga privasi, dan

berkomunikasi dengan empati

4: Sangat empatik, menjaga kenyamanan dan privasi pasien.

3: Empatik, namun ada sedikit kelalaian dalam menjaga kenyamanan. 2: Kurang empatik, ada yang tidak sesuai dengan standar kenyamanan pasien. 1: Tidak menunjukkan empati atau menjaga kenyamanan pasien.

4. Dokumentasi

Menyusun laporan pemeriksaan yang jelas, sistematis, dan akurat mengenai tanda-tanda infeksi

4: Laporan sangat jelas, sistematis, dan lengkap. 3: Laporan cukup jelas namun ada beberapa bagian yang kurang rinci. 2:

Laporan kurang jelas atau tidak lengkap. 1: Laporan tidak memadai atau tidak sesuai dengan standar.

Skor Total:

16-20: Sangat baik

11-15: Baik

6-10: Cukup

0-5: Kurang

Kelompok 2: Pemeriksaan Palpasi - Meraba dan Mengukur Denyut Nadi pada Arteri Radialis Menggunakan Stopwatch

Aspek Penilaian Deskripsi Kriteria Skala Penilaian

1. Persiapan dan Penjelasan

Menyiapkan alat (stopwatch), memastikan posisi pasien dan tangan dalam keadaan nyaman

4: Semua persiapan dilakukan dengan baik, pasien merasa nyaman. 3: Persiapan baik, namun kenyamanan pasien kurang diperhatikan. 2: Persiapan tidak lengkap atau kurang nyaman bagi pasien. 1: Persiapan tidak dilakukan dengan benar.

2. Teknik Pemeriksaan

Meraba arteri radialis dengan teknik yang tepat, mengukur denyut nadi dengan stopwatch dengan akurat

4: Teknik sangat tepat, pengukuran denyut nadi akurat dan sesuai waktu yang ditentukan. 3: Teknik cukup tepat, namun ada sedikit kesalahan dalam pengukuran. 2: Teknik kurang tepat atau pengukuran tidak akurat. 1: Teknik tidak benar atau tidak mengukur dengan tepat.

3. Kecepatan dan Akurasi

Mengukur denyut nadi dengan tepat dalam waktu yang benar (15 detik atau 30 detik untuk

menghitung denyut per menit)

4: Pengukuran dilakukan dengan cepat dan tepat. 3:

Pengukuran cukup tepat, namun sedikit lambat. 2: Pengukuran terlalu lama atau tidak tepat. 1: Pengukuran salah atau terlalu lama.

4. Sikap Menjaga kenyamanan pasien, 4: Sangat empatik, menjaga kenyamanan dan privasi pasien

(39)

Aspek Penilaian Deskripsi Kriteria Skala Penilaian

Profesionalisme

memberikan penjelasan yang jelas, serta menjaga privasi pasien

dengan baik. 3: Cukup empatik, namun kenyamanan sedikit terganggu. 2: Kurang empatik, kenyamanan pasien kurang diperhatikan. 1: Tidak empatik atau tidak menjaga

kenyamanan pasien.

Skor Total:

16-20: Sangat baik

11-15: Baik

6-10: Cukup

0-5: Kurang

Kelompok 3: Pemeriksaan Perkusi - Mengetuk Tendon Patela Menggunakan Refleks Hummer

Aspek Penilaian Deskripsi Kriteria Skala Penilaian

1. Persiapan Pemeriksaan

Memastikan alat refleks Hummer tersedia dan pasien berada dalam posisi yang nyaman

4: Semua persiapan dilakukan dengan baik, pasien merasa nyaman. 3: Persiapan cukup baik, namun ada sedikit ketidaknyamanan pada pasien. 2: Persiapan kurang lengkap atau tidak nyaman bagi pasien. 1: Persiapan tidak memadai atau pasien tidak nyaman.

2. Teknik Pemeriksaan Perkusi

Melakukan pemeriksaan dengan teknik mengetuk tendon patela secara tepat menggunakan refleks Hummer

4: Teknik sangat tepat, respons refleks teramati dengan jelas.

3: Teknik cukup tepat, namun ada sedikit kesalahan dalam penggunaan alat. 2: Teknik kurang tepat, respons refleks tidak terlihat jelas. 1: Teknik tidak tepat atau tidak dapat melihat respons refleks.

3. Kecepatan dan Akurasi

Mengetuk tendon dengan kecepatan yang tepat untuk mendapatkan respons refleks

4: Penggunaan refleks Hummer dengan kecepatan yang tepat dan respons refleks terukur. 3: Penggunaan kecepatan sedikit tidak tepat, namun respons terlihat. 2: Kecepatan tidak tepat, hasil tidak memadai. 1: Kecepatan terlalu cepat atau terlalu lambat, respons refleks tidak teramati.

4. Profesionalisme

Berkomunikasi dengan baik kepada pasien, menjaga kenyamanan, dan tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan

4: Menjaga kenyamanan pasien, tidak menimbulkan rasa sakit.

3: Cukup menjaga kenyamanan, namun ada sedikit ketidaknyamanan. 2: Mengabaikan kenyamanan pasien, respons refleks terdeteksi, namun pasien merasa tidak nyaman.

1: Tidak menjaga kenyamanan atau menimbulkan rasa sakit pada pasien.

Skor Total:

16-20: Sangat baik

11-15: Baik

6-10: Cukup

0-5: Kurang

(40)

Kelompok 4: Pemeriksaan Auskultasi - Mendengarkan Arteri Brakialis dengan Stetoskop untuk Pengukuran Tekanan Darah

Aspek Penilaian Deskripsi Kriteria Skala Penilaian

1. Persiapan Pemeriksaan

Menyiapkan stetoskop dan manset tensimeter dengan benar, menjelaskan prosedur kepada pasien

4: Semua persiapan dilakukan dengan sempurna, prosedur dijelaskan dengan jelas. 3: Persiapan cukup baik, penjelasan kurang detail. 2: Persiapan kurang baik, penjelasan terbatas.

1: Persiapan tidak dilakukan dengan baik atau tidak ada penjelasan kepada pasien.

2. Teknik Pemeriksaan Auskultasi

Menggunakan stetoskop dengan benar untuk mendengarkan suara korotkoff pada arteri radialis, mendeteksi tekanan darah

4: Teknik sangat tepat, mendengarkan suara dengan jelas dan akurat. 3: Teknik cukup tepat, suara terkadang kurang jelas. 2: Teknik kurang tepat atau tidak mendengarkan dengan benar. 1: Teknik tidak benar atau tidak

mendengarkan suara dengan baik.

3. Kecepatan dan Ketepatan Pengukuran

Mengukur tekanan darah dengan tepat dan sesuai prosedur

(menggunakan arteri brakialis sebagai referensi)

4: Pengukuran sangat tepat, hasil konsisten dengan standar.

3: Pengukuran cukup tepat, namun ada sedikit kesalahan atau ketidaktepatan. 2: Pengukuran tidak tepat, hasil tidak akurat. 1: Pengukuran salah atau tidak dilakukan dengan benar.

4. Sikap

Profesionalisme

Menjaga kenyamanan pasien, memberikan penjelasan yang cukup, serta berkomunikasi dengan empati

4: Sangat empatik, menjaga kenyamanan pasien dan memberikan penjelasan yang cukup. 3: Empatik, namun kurang mendalam dalam penjelasan. 2: Kurang empatik, tidak memberikan penjelasan yang cukup. 1: Tidak menunjukkan empati atau penjelasan yang buruk.

Skor Total:

16-20: Sangat baik

11-15: Baik

6-10: Cukup

0-5: Kurang

KISI – KISI EVALUASI/PEKERJAAN RUMAH

(41)

No. Indikator Moda Penilaian

Indikator Soal

Level

Mudah Sedang Sukar 1. Peserta didik mampu

menjelaskan langkah- langkah dalam

penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik. (C1)

Proses

Jelaskan jelaskan langkah-langkah dalam penerimaan klien.

2. Peserta didik mampu melaksanakan rencana simulasi penerimaan klien dengan ringkasan cerita atau dialog yang berkaitan dengan

penerimaan klien dimulai dari anamnesa observasi dan pemeriksaan fisik dengan tepat. (C3)

Proses Buatlah suatu ringkasan cerita atau dialog yang berkaitan dengan penerimaan klien dimulai dari anamnesa observasi dan pemeriksaan fisik

3. Peserta didik mampu menganalisis dan menyelesaikan

masalah yang mungkin muncul selama penerimaan klien dengan tepat. (C4) HOTS

Proses Bagaimana cara menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama

penerimaan pasien

4 Peserta didik mampu mengidentifikasi komunikasi

secara efektif dengan klien selama proses penerimaan dengan tepat. (C1) LOTS

Proses Sebutkan atau jelaskan teknik komunikasi secara efektif dengan klien selama penerimaan.

INSTRUMEN EVALUASI / PEKERJAAN RUMAH

(42)

No Nama Peserta Didik

Indikator Penilaian Peserta didik

mampu menjelaskan langkah-langkah dalam

penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik. (C1)

Peserta didik mampu menjelaskan langkah- langkah dalam

penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik. (C1)

Peserta didik mampu menjelaskan langkah- langkah dalam

penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik. (C1)

Peserta didik mampu menjelaskan langkah- langkah dalam

penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik. (C1) 1 Agnes Mariana Aro

2 Anfrida Asamal 3 Beny Efendi 4 Debora Lidia Tay Kaat 5 Desiana Mailau 6 Dewi Sifra Jenfani 7 Engel Helmi Laugatoka 8 Engmaning Weni 9 Heiloisa Landena 10 Nadia Demang 11 Naomi Berta Pisdon 12 Nindi N. Wetang 13 Oktafia Salomi Samai 14 Rahab Mallet 15 Silas M. Anie

16 Sintikhe Tholy Laumaley 17 Siti Sumaya S. Bitaalou 18 Tamara Dorkas Belly 19 Weli Sisilia Malaikari 20 Jamaludin Syaban

Guru Mata Pelajaran

Astri Nurbaiti Massa, S.KM NIM : 202410631322840

KUNCI JAWABAN

EVALUASI / PEKERJAAM RUMAH

(43)

Langkah-langkah Penerimaan Klien:

1. Anamnesa: Mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan klien melalui pertanyaan yang terstruktur. Ini meliputi keluhan utama, riwayat medis, obat yang sedang dikonsumsi, alergi, dan faktor risiko lainnya.

2. Observasi: Mengamati kondisi fisik dan psikologis klien, seperti ekspresi wajah, postur tubuh, dan tanda-tanda vital seperti suhu tubuh, tekanan darah, atau denyut nadi.

3. Pemeriksaan Fisik: Melakukan pemeriksaan tubuh secara langsung untuk mengevaluasi kondisi fisik klien, mencakup pemeriksaan organ tubuh, palpasi, perkusi, dan auskultasi.

Mengatasi Masalah Selama Penerimaan Klien:

Keterbatasan Waktu: Jika waktu terbatas, fokus pada keluhan utama dan pertanyaan penting.

Prioritaskan informasi yang paling relevan untuk diagnosis.

Kesulitan Komunikasi: Jika klien kesulitan berbicara atau tidak memahami, gunakan bahasa yang lebih sederhana atau alat bantu komunikasi (misalnya, penerjemah).

Klien Cemas: Berikan penjelasan yang jelas dan tenang, berikan kesempatan bagi klien untuk bertanya, dan ciptakan suasana yang nyaman.

Teknik Komunikasi Efektif:

Mendengarkan Aktif: Memberikan perhatian penuh pada apa yang klien katakan tanpa menyela.

Empati: Menunjukkan perhatian dan pemahaman terhadap perasaan klien.

Pertanyaan Terbuka: Mengajukan pertanyaan yang memungkinkan klien menjelaskan lebih lanjut tentang keluhan atau masalah mereka.

Bahasa Tubuh yang Positif: Menggunakan kontak mata, senyum, dan gerakan tubuh yang terbuka untuk membangun kepercayaan.

Contoh Dialog: Dokter: "Selamat pagi, saya dokter Anisa. Apa yang bisa saya bantu hari ini?" Klien: "Saya merasa sakit kepala yang sangat parah belakangan ini." Dokter: "Baik, mari kita mulai dengan beberapa pertanyaan. Sejak kapan Anda merasa sakit kepala ini?" Klien: "Sudah sekitar tiga hari." Dokter: "Apakah ada gejala lain yang menyertainya, seperti mual atau pusing?" Klien: "Iya, saya merasa sedikit mual juga."

Dokter: "Oke, kita akan lakukan pemeriksaan fisik untuk mencari penyebabnya. Jangan khawatir, saya akan menjelaskan setiap langkahnya."

Di sini, dokter menggunakan komunikasi yang empatik dan mendengarkan dengan penuh perhatian, yang

membantu klien merasa nyaman dan dipahami.

(44)

KISI-KISI PENGAYAAN

No Indikator Moda

Penilaian Indikator soal Level

1

2.

Peserta didik mampu menjelaskan secara detail bagaimana mengumpulkan masing-masing jenis data : data dasar, data fokus, data subjektif, dan data objektif

Peserta didik mampu menentukan contoh spesifik untuk masing-masing jenis data yang dapat membantu dalam penanganan pasien dengan benar

Test tulis Sebuah rumah sakit menerima seorang pasien baru, yaitu Ibu Ani, yang datang dengan keluhan nyeri dada dan kesulitan bernapas. Sebagai seorang perawat yang bertugas, Anda diminta untuk melakukan pengumpulan data kesehatan secara menyeluruh. Jelaskan secara detail bagaimana Anda akan

mengumpulkan masing-masing jenis data : data dasar, data fokus, data subjektif, dan data objektif.

Sertakan contoh spesifik untuk masing- masing jenis data yang dapat membantu dalam penanganan Ibu Ani.

Mudah Sedang Sukar

(45)

RUBRIK PENILAIAN PENGAYAAN

Aspek yang dinilai Skor

Skor 1 Skor 2 Skor 3

Menjelaskan secara detail

pengumpulan masing-masing jenis data : data dasar, data fokus, data subjektif, dan data objektif

Belum mampu Menjelaskan secara detail pengumpulan masing-masing jenis data : data

dasar, data fokus, data subjektif, dan

data objektif

Menjelaskan pengumpulan masing-masing jenis data dengan hasil kurang tepat.

Mampu Menjelaskan secara detail pengumpulan masing-

masing jenis data : data dasar, data fokus, data subjektif, dan data

objektif dengan tepat.

Menentukan contoh spesifik untuk masing-masing jenis data yang dapat membantu dalam penanganan pasien

Belum mampu Menentukan contoh spesifik

untuk masing- masing jenis data yang dapat

membantu dalam penanganan

pasien

Menentukan contoh spesifik untuk masing- masing jenis data yang dapat membantu dalam penanganan pasien dengan kurang tepat

Mampu Menentukan contoh spesifik untuk masing-masing jenis data

yang dapat membantu dalam penanganan pasien

dengan tepat

(46)

SOAL PENGAYAAN

Sebuah rumah sakit menerima seorang pasien baru, yaitu Ibu Ani, yang datang dengan keluhan nyeri dada dan kesulitan bernapas. Sebagai seorang perawat yang bertugas, Anda diminta untuk melakukan p engumpulan data kesehatan secara menyeluruh. Jelaskan secara detail bagaimana Anda akan mengumpulkan masing-masing jenis data: data dasar, data fokus, data subjektif, dan data objektif.

Sertakan contoh spesifik untuk masing-masing jenis data yang dapat membantu dalam penanganan Ibu Ani.

Jawaban yang diharapkan : Komponen :

Prosedur Pengumpulan data pasien dilakukan secara berurutan yaitu mulai dengan : Pengumpulan data dasar, data focus, data subjektif, dan data objektif

Klasifikasi :

Data dasar mencakup informasi lengkap tentang status kesehatan Ibu Ani.

Data fokus berisi informasi khusus yang berkaitan dengan keluhan saat ini.

Data subjektif adalah ungkapan atau keluhan yang disampaikan oleh Ibu Ani.

Data objektif adalah informasi yang diperoleh melalui observasi dan pemeriksaan langsung.

Analisis :

Cara mengumpulkan data-data dibawah ini yaitu Data Dasar:

Saya akan mencatat data umum seperti nama, umur, dan jenis kelamin. Data demografi akan mencakup alamat, pekerjaan, dan status pernikahan. Riwayat keperawatan akan mencakup riwayat penyakit sebelumnya (misalnya, apakah Ibu Ani memiliki riwayat penyakit jantung atau asma), pola fungsi kesehatan (kebiasaan makan, aktivitas fisik), dan hasil pemeriksaan sebelumnya jika ada.

Data Fokus:

Saya akan menggali lebih lanjut tentang nyeri dada yang dialaminya, seperti: "Kapan tepatnya nyeri ini mulai dirasakan?" dan "Apakah ada aktivitas tertentu yang memperburuk nyeri ini?" Hasil pemeriksaan fisik, seperti tekanan darah dan frekuensi napas, juga akan dicatat sebagai data fokus.

(47)

Data Subjektif:

Ibu Ani mungkin mengatakan, "Saya merasa sangat cemas dan nyeri di dada ketika saya berjalan." Ini adalah ungkapan langsung yang memberikan gambaran tentang kondisi emosional dan fisiknya, yang penting untuk dipertimbangkan dalam perawatan.

Data Objektif:

Saya akan melakukan pemeriksaan fisik pada paru-paru dan jantung, mendengarkan suara napas menggunakan stetoskop, dan mencatat tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut jantung, dan saturasi oksigen. Misalnya, jika saya

KISI-KISI REMEDIAL

(48)

No Tujuan Pembelajaran

Indikator Capaian

Indikator Soal Ranah Level

Jenis Penilaian

Bentuk instrumen No.

Soal

Bobot nilai Benar Salah

1. Peserta Didik Peserta didik Disajikan C1 Formatif Pilihan 1 5 0

mampu mampu pertanyaan Ganda

memahami menjelaskan tentang aktivitas langkah- penerimaan pekerjaan langkah dalam klien, Peserta pada bidang penerimaan Didik mampu layanan klien di mengidentifikasi kesehatan layanan pengertian data

meliputi kesehatan dasar dalam

Penerimaan dengan baik. konteks

Klien (C1) penerimaan

klien di fasilitas pelayanan kesehatan?

dengan tepat

2. Peserta Didik Peserta didik Disajikan C1 Formatif Pilihan 2 5 0

mampu mampu pertanyaan Ganda

memahami menjelaskan tentang aktivitas langkah- pengambilan pekerjaan langkah dalam data pasien, pada bidang penerimaan peserta didik

layanan klien di mampu

kesehatan layanan mengidentifikasi meliputi kesehatan yang dimaksud Penerimaan dengan baik. dengan Data

Klien (C1) fokus dalam

pengumpulan data klien dengan

3. Peserta Didik Peserta didik Disajikan C1 Formatif Pilihan 3 5 0

mampu mampu pertanyaan Ganda

memahami menjelaskan tentang aktivitas langkah- pengambilan pekerjaan langkah dalam data pasien, pada bidang penerimaan peserta didik

layanan klien di mampu

kesehatan layanan mengidentifikasi meliputi kesehatan yang dimaksud Penerimaan dengan baik. dengan Data

Klien (C1) subjektif

dengan benar

(49)

4. Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan meliputi Penerimaan Klien

Peserta didik mampu menjelaskan langkah- langkah dalam penerimaan klien di layanan kesehatan dengan baik.

(C1)

Disajikan pertanyaan tentang pengambilan data pasien, peserta

didik mampu menjelaskan Mengapa pengumpulan data penting saat klien pertama kali

datang ke

fasilitas pelayanan kesehatan dengan benar

C1 Formatif Pilihan Ganda

4 5 0

5. Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan meliputi Penerimaan Klien

Peserta didik mampu melaksanakan simulasi penerimaan klien dengan tepat (C3)

Disajikan data dengan tabel antar jenis data dan

pernyataannya, peserta

didik mampu mengklasifikasi k an

Jenis data yang sesuai dengan benar

C2 Formatif Pilihan Ganda

5 5 0

6. Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan meliputi Penerimaan Klien

Peserta didik mampu menerapkan komunikasi secara efektif dengan klien selama proses penerimaan dengan tepat.

(C3) HOTS

Disajikan data dengan tabel antar jenis data dan

pernyataannya, peserta

didik mampu mengklasifikasi k an

Jenis data Anamnesa yang sesuai dengan benar

C2 Formatif Pilihan

Ganda 6 5 0

7. Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan

Peserta didik mampu menerapkan komunikasi secara efektif

Disajikan cerita singkat dalam pengambilan data secara anamnesa

C2 Formatif Pilihan Ganda

7 5 0

(50)

pada bidang layanan kesehatan meliputi Penerimaan Klien

dengan klien selama proses penerimaan dengan tepat.

(C3) HOTS

peserta didik mampu menghubungka

n tekhnik

anamnesa non verbal yang sesuai dengan Tindakan perawat dengan benar

8. Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan meliputi Penerimaan Klien

Peserta didik mampu menganalisis dan

menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama penerimaan klien dengan tepat. (C4)

Disajikan pertanyaan dalam bentuk soal cerita pengambilan data dan pemeriksaan klien, peserta didik mampu mendiagnosis peran perawat dalam

pengambilan data

Autoanamnesa dengan benar

C4 Formatif Pilihan Ganda

8 5 0

9. Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan meliputi Penerimaan Klien

Peserta didik mampu menganalisis dan

menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama penerimaan klien dengan tepat. (C4)

Disajikan pertanyaan yang

mendeskripsika n pemeriksaan fisik dengan metode palpasi, peserta didik mampu menganalisis tekhnik pemeriksaan palpasi dengan benar

C4 Formatif Pilihan Ganda

9 5 0

10. Peserta Didik mampu memahami aktivitas pekerjaan pada bidang layanan kesehatan

Peserta didik mampu menganalisis dan

menyelesaikan masalah yang mungkin muncul

Disajikan soal dalam bentuk cerita, peserta didik mampu menganalisis Tindakan apa yang

dilakukan Ani untuk

C4 Formatif Pilihan

Ganda 10 5 0

(51)

meliputi Penerimaan Klien

selama penerimaan klien dengan tepat. (C4)

memperoleh informasi yang akurat

mengenai kondisi pasien dengan tepat

Petunjuk Penilaian Pilihan Ganda : Jumlah Soal Benar x 5...(Skor maksimal = 50)

(52)

SOAL REMEDIAL

1. Apa yang dimaksud dengan data dasar dalam konteks penerimaan klien di fasilitas pelayanan kesehatan?

A)Informasi tentang keluhan klien

B) Seluruh informasi tentang status kesehatan klien C) Hasil pemeriksaan fisik klien

D) Data hasil observasi oleh tenaga medis 2. Data fokus dalam pengumpulan data klien mencakup:

A)Ungkapan keluhan klien dan hasil pemeriksaan B) Data demografi dan riwayat keperawatan C) Hasil observasi oleh orang lain

D) Pemeriksaan laboratorium

3. Data subjektif adalah data yang diperoleh dari:

A)Pemeriksaan fisik

B) Observasi langsung

C) Ungkapan keluhan klien dan orang lain D) Hasil tes laboratorium

4. Mengapa pengumpulan data penting saat klien pertama kali datang ke fasilitas pelayanan kesehatan?

A)Untuk mengisi dokumen administratif

B) Untuk memahami status kesehatan klien dan merencanakan perawatan yang tepat C) Agar klien merasa diperhatikan

D) Untuk memenuhi syarat hukum 5. Perhatikan tabel dibawah ini !

No Jenis data Pernyataan

1 Data subjektif A. "Saya tidak bisa tidur dengan baik."

2 Data objektif B. Riwayat penyakit keluarga

3 Data focus C. Tekanan darah 120/80 mmHg

4 Data dasar D. "Saya merasa pusing."

Hubungkan kesesuaian dari tabel diatas ! A. 1=C, 2=A, 3=B, 4=D

B. 1=B, 2=D, 3=C, 4=A C. 1=A, 2=C, 3=D, 4=B D. 1=D, 2=B, 3=A, 4=C

(53)

6. Perhatikan tabel dibawah ini ! Jenis data Pernyataan Anamnesa

A) Proses pengukuran tekanan darah klien

B) Proses tanya jawab untuk bertukar informasi antara klien dan petugas kesehatan C) Hasil pemeriksaan laboratorium klien

D) Pencatatan riwayat penyakit keluarga

Hubungkan kesesuaian jenis data dengan pernyataan pada kolom diatas yang paling tepat ! A. Anamnesa = A

B. Anamnesa = B C. Anamnesa = C D. Anamnesa = D

7. Pasien mendatangi perawat dan menceritakan keluhan yang dialaminya, perawat memperhatikan kontak mata pasien dan mendengarkan secara aktif, setelah itu perawat menggali jawaban dari klien dengan menanyakan Riwayat sakit yang dialaminya. Setelah itu perawat Menyusun laporan

dokumentasi dari Tindakan anamnesa (pengkajian) pada pasien.

Teknik apa yang termasuk dalam anamnesa non verbal yang dilakukan perawat kepada klien / pasien?

A)Mengajukan pertanyaan tertutup B) Menggali jawaban dari klien

C) Kontak mata dan mendengarkan secara aktif D) Menyusun laporan kesehatan

8. Perhatikan cerita dibawah ini !

Di sebuah rumah sakit, seorang perawat bernama Siti sedang melakukan wawancara dengan pasien bernama Budi, yang dirawat akibat pneumonia.

Siti: "Selamat pagi, Budi. Bagaimana perasaanmu hari ini?" Budi: "Pagi, Bu. Saya masih merasa sesak napas dan lelah."

Siti: "Saya mengerti. Sudah berapa lama kamu merasakan gejala ini?"

Budi: "Sekitar seminggu. Awalnya hanya batuk, tapi sekarang semakin parah."

Siti: " "Baik, kita akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memantau kondisimu. Apakah ada alergi atau riwayat penyakit lain yang perlu saya ketahui?"

Budi: "Tidak ada alergi, tapi saya punya asma."

Siti: "Terima kasih atas informasinya. Kami akan pastikan untuk mengatur perawatan yang tepat.

Apakah ada yang ingin kamu tanyakan?"

Budi: "Apakah saya akan segera sembuh?"

Siti: "Dengan perawatan yang baik, kami optimis kamu akan membaik. Kami akan berusaha sebaik mungkin."

Dari cerita diatas adalah merupakan tekhnik pengambilan data dengan autoanamnesa. Diagnosakan peran perawat diatas sebagai peran pengambilan data tersebut dengan pilih jawaban yang tepat dibawah ini !

(54)

A)Pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara keluarga

B) Pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara langsung terhadap pasien C) Pemeriksaan dengan menggunakan alat medis

D) Pemeriksaan melalui observasi perilaku pasien

9. Pemeriksaan palpasi adalah salah satu pemeriksaan fisik dengan metode IPPA yang dilakukan perawat kepada klien. Berikut ini yang termasuk Pemeriksaan palpasi yang benar adalah ….

A) Memeriksa klien dengan duduk dalam keadaan kaki menggantung dengan menggunakan refleks hummer yaitu mengetuk area tendon patella dibawah lutut dan melihat gerakan refleks pada kaki B) Mengukur denyut nadi / arteri radialis pada pergelangan tangan dengan meraba dan merasakan

denyut nadi selama 1 menit yang nilai normalnya adalah 60-100 x / menit

C) Mengamati keadaan umum pada klien yang kelihatan pucat dengan melihat bagian konjungtifa pada mata pasien

D) Mendengar bunyi arteri brakialis pada saat mengukur tekanan darah sehingga dapat menentukan nilai sistol dan diastole

10.Di sebuah klinik, seorang perawat bernama Ani sedang menangani pasien baru, yaitu Ibu Ratna, yang datang dengan keluhan nyeri perut. Sebagai langkah awal, Ani perlu mendapatkan informasi yang lengkap untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Pertanyaan:

Apa yang sebaiknya dilakukan Ani untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi Ibu Ratna?

A) Menggali informasi dari Ibu Ratna secara langsung tentang gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatannya.

B) Mengamati perilaku Ibu Ratna dan keadaan fisiknya untuk mendapatkan data tambahan.

C) Melakukan pemeriksaan fisik yang mendetail untuk menilai kondisi kesehatan secara langsung.

D) Mengumpulkan informasi dari dokter lain tentang riwayat kesehatan Ibu Ratna

(55)

Kunci Jawaban

1. B.Seluruh informasi tentang status kesehatan klien

Penjelasan: Data dasar mencakup informasi lengkap tentang status kesehatan klien, termasuk keluhan,

riwayat medis, hasil pemeriksaan, dan data penting lainnya.

2. A.Ungkapan keluhan klien dan hasil pemeriksaan

Penjelasan: Data fokus adalah data yang berkaitan dengan masalah kesehatan atau keluhan yang spesifik

yang diungkapkan oleh klien dan hasil pemeriksaan yang relevan dengan masalah tersebut.

3. C.Ungkapan keluhan klien dan orang lain

Penjelasan: Data subjektif adalah informasi yang didapat dari persepsi klien atau orang lain mengenai

kondisi kesehatan, misalnya keluhan atau perasaan yang dilaporkan oleh klien.

4. B.Untuk memahami status kesehatan klien dan merencanakan perawatan yang tepat

Penjelasan: Pengumpulan data saat klien pertama kali datang penting untuk mendapatkan gambaran

menyeluruh tentang kondisi kesehatan klien agar perawatan yang diberikan tepat dan efektif.

5. C. 1=A, 2=C, 3=D, 4=B

Penjelasan: Kesesuaian antara jenis data dan pernyataan adalah sebagai berikut:

a.

Data subjektif = "Saya tidak bisa tidur dengan baik." (A)

b.

Data objektif = Tekanan darah 120/80 mmHg (C)

c.

Data fokus = "Saya merasa pusing." (D)

d.

Data dasar = Riwayat penyakit keluarga (B) 6. B. Anamnesa = B

Penjelasan: Anamnesa adalah proses tanya jawab antara klien dan petugas kesehatan untuk

mengumpulkan informasi penting mengenai kondisi kesehatan klien, sesuai dengan pernyataan B.

7. C. Kontak mata dan mendengarkan secara aktif

Penjelasan: Teknik non-verbal dalam anamnesa melibatkan perhatian penuh terhadap klien melalui

kontak mata dan mendengarkan secara aktif, yang membantu menciptakan hubungan yang baik antara perawat dan klien.

8. B. Pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara langsung terhadap pasien

Penjelasan: Cerita tersebut menggambarkan teknik pengambilan data melalui wawancara langsung

antara perawat dan pasien, yang termasuk dalam kategori autoanamnesa.

9. B. Mengukur denyut nadi / arteri radialis pada pergelangan tangan dengan meraba dan merasakan denyut nadi selama 1 menit yang nilai normalnya adalah 60-100 x / menit

Penjelasan: Palpasi adalah metode pemeriksaan fisik dengan meraba bagian tubuh, seperti arteri radialis

untuk mengukur denyut nadi.

10. A. Menggali informasi dari Ibu Ratna secara langsung tentang gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatannya.

Penjelasan: Untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang kondisi Ibu Ratna, langkah pertama yang

harus dilakukan adalah menggali informasi langsung dari klien mengenai gejala dan riwayat

kesehatannya.

Referensi

Dokumen terkait

Melalui pembelajaran Problem Based Learning dipadukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab, serta berbantukan LKPD, peserta didik diharapkan dapat

air, peserta didik berdiskusi tentang pemanfataan air dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menjawab pertanyaan pada LKPD 1 dan mendiskusikannya dengan teman

Peserta didik melalui kegiatan studi literasi dan diskusi LKPD dapat menjelaskan peranan makhluk hidup mikroskopis (monera, protista dan fungi) dalam kehidupan sehari-hari

Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat menjelaskan kekongruenan dari dua bangun datar, ( berkomunikasi dengan bahasa yang santun ketika mengungkapkan gagasan) dengan

C. Melalui diskusi LKPD 3 dan studi literasi, peserta didik mampu menjelaskan hubungan antara gangguan sistem pencernaan dengan upaya menjaga sistem kesehatan

Instrumen Penilaian Antar Peserta Didik Sikap Sosial (Disiplin) Nama Peserta Didik yang dinilai : ………. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti

Predikat Indikator Penilaian Keterampilan A Peserta didik ikut aktif dalam pembelajaran di kelas, mengumpulkan LKPD, serta menjawab dengan benar seluruh LKPD.. B Peserta didik ikut

Penilaian sikap spiritual dilakukan dengan menggunakan teknik penilaian observasi dengan instrumen penilaian jurnal sebagai berikut No Tanggal Nama Peserta didik Catatan perilaku