• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAWATAN MOTOR LISTRIK 3 PHASA UNTUK MENUNJANG PENGOPRASIAN PERMESINAN DI ATAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERAWATAN MOTOR LISTRIK 3 PHASA UNTUK MENUNJANG PENGOPRASIAN PERMESINAN DI ATAS "

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

i

KARYA ILMIAH TERAPAN

PERAWATAN MOTOR LISTRIK 3 PHASA UNTUK MENUNJANG PENGOPRASIAN PERMESINAN DI ATAS KAPAL KM. ARMADA

SEGARA

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Elektro Pelayaran

DANIEL FEBRIAN PASENGA NIT : 05 17 004 1 55

ELECTRO TECHNICAL OFFICERS

PROGRAM DIPLOMA III POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA TAHUN 2020

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Daniel febrian pasenga

Nomor Induk Taruna : 05 17 004 1 55 E

Program Diklat : Electro Technical Officer Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul:

Perawatan Motor Listrik 3 Phasa Untuk Menunjang Pengoprasian Permesinan Di Atas Kapal KM. Armada Segara. Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan diatas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang di tetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

Surabaya, ………. 2020

DANIEL FEBRIAN PASENGA

(3)

iii

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : PERAWATAN MOTOR LISTRIK 3 PHASA UNTUK MENUNJANG PENGOPRASIAN PERMESINAN DI ATAS KAPAL KM. ARMADA SEGARA.

NamaTaruna : Daniel febrian pasenga

NIT : 05 17 004 1 55

Program Diklat : Electro Technical Officer

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan Surabaya, ………. 2020

Menyetujui : Pembimbing I

Hariyono, S.T, M.M, MT Penata Tk.I (III/d) NIP. 19720716 200604 1 001

Pembimbing II

Anak Agung Istri Sri Wahyuni, S.Si.T, M.Sda Penata Tk I(III/d)

NIP. 19800619 200502 2 001

Mengetahui:

Ketua Jurusan Elektro

Anak Agung Istri Sri Wahyuni, S.Si.T, M.Sda Penata Tk I (III/d)

NIP. 19781217 200502 2 001

(4)

iv

PERAWATAN MOTOR LISTRIK 3 PHASA UNTUK MENUNJANG PENGOPRASIAN PERMESINAN DI ATAS

KAPAL KM. ARMADA SEGARA

Disusun dan Diajukan oleh:

DANIEL FEBRIAN PASENGA 05.17.004.1.55/E

Electro Technical Officer

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian KIT Pada tangal ...2020

Menyetujui:

Penguji I Penguji II Penguji III

Drs. Suharto, M.T.

Pembina Tk.I (IV/b) NIP. 19661219 199403 1 001

Dr. Hariyono, S.T, M.M, M.T Penata Tk.I (III/d)

NIP. 19720716 200604 1 001

Elly Kusumawati, S.H., M.H.

Penata Tk.I(III/d) NIP.19811112 200502 2 001

Mengetahui : Ketua Jurusan Elektro

Anak Agung Istri Wahyuni, S.SiT, M.Adm.Sda.

Penata Tk.I (III/d) NIP. 19781217 200502 2 001

(5)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur, penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah terapan ini dengan judul

“Perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang pengoprasian permesinan di atas kapal KM. armada segara”.

Penelitian ini dilaksanakan karena ketertarikan peneliti pada pengaruh netral bermuatan listrik dan pengaruh netral bermuatan listrik terhadap peralatan listrik di atas kapal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang ditekankan pada analisis obyek penelitian untuk mendapatkan validitas data dan membuat simpulan demi tercapainya tujuan penelitian yaitu menyajikan fakta yang deskriptif.

Selain sebagai tugas karya ilmiah terapan, makalah ini dibuat bertujuan memberi informasi kepada para pembaca tentang faktor yang mempengaruhi netral bermuatan listrik. Pembuatan makalah dengan judul “Perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang pengoprasian permesinan di atas kapal” diharapkan dapat memberikan maanfaat dan wawasan pengetahuan bagi para pembaca untuk lebih memahami dan mengetahui bagaimana cara perawatan motor listrik di atas kapal.

Selesainya makalah ini semata-mata bukan hanya atas kemampuan penulis sendiri, tetapi banyak pihak yang mendukung dan membantu penulis dalam penyusunan makalah ini. Dalam kesempatan ini pula, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini, antara lain kepada :

(6)

vi

1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

2. Capt.Dian Wahdiana, M.M, selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya.

3. Ibu Anak Agung Istri Sri W., S.Si,T,, M.Sda. selaku Ketua Jurusan Elektro dan Bapak Didik Dwi Suharso, S.Si. T, M.pd selaku Sekretaris Jurusan Elektro

4. Bapak Hariyono, S.T, M.M, M.T dan Ibu Anak Agung Istri Sri W., S.Si,T,, M.Sda.

selaku Pembimbing Karya Ilmiah Terapan yang selalu memberikan bimbingan dan masukannya sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

5. Orangtua saya selaku penyemangat di saat aku mengerjakan tugas kit ini, dan selalu support mendanahi sekolah saya hingga akhir menuju kelulusan

6. Niken regitha putri selaku penyemangat di kala sedih dan kemalasan yang melanda.

7. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini bukanlah tanpa kelemahan dan kekurangan, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Dengan demikian semoga penelitian ini bermanfaat.

Surabaya,……….. 2020

Daniel febrian pasenga NIT 05 17 004 1 55

(7)

vii ABSTRAK

Daniel febrian pasenga ,perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan di atas kapal KM armada segara. Dibimbing olehBapak Hariyono, S.T, M.M sebagai dosen

pembimbing Idan dan Ibu Anak Agung Istri Sri W., S.Si,T,, M.Sda. sebagai dosen pembimbing II.

Masih banyak orang bingung bagaimana perawatan yang benar pada motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan kapal. Motor listrik 3 phasa adalah motor yang bekerja dengan memanfaatkan perbedaan fasa pada sumber untuk menimbulkan gaya putar pada bagian rotornya. Perbedaan fasa pada motor 3 phase didapat langsung dari sumber. Hal tersebut yang menjadi pembeda antara motor listrik 3 fasa dengan motor listrik lainnya.

Secara ideal motor listrik 3 phasa penerapannya di gunakan sebagai mesin peniup, mesin penghisap dan mesin penggetar pada peralatan di atas kapal. karna motor listrik 3 phasa memiliki konstruksi yang lebih sederhana dan perputaran yang relative lebih konstan dengan perubahan beban dibanding dengan motor listrik jenis yang lain.

Adapun permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana penanganan yang benar untuk perawatan motor listrik 3 phasa untuk permesinan di atas kapal kususnya di kapal KM. armada segara.

Penelitian ini dilaksanakan selama 11 bulan 23 hari pada saat praktek layar di atas kapal KM. armada segara. serta Data primer diperoleh saat praktek laut di laksanakan dan wawancara dengan pihak crew mesin dan electrician di atas kapal KM. doro londo. Data sekunder diperoleh dari pengumpulan data lembaga dan studi kepustakaan dan dipublikasikan kepada para pengguna data.

Penelitian ini mendapatkan penyelesaian tentang bagaimana perawatan motorlistrik 3 phasa yang benar di atas kapal. KM. Armada Segara, yang awalnya kurang dari 50% perawatan tidak berjalan dengan baik sehingga mengakibatkan banyak troubleshooting pada motor listrik 3 phasa di atas kapal KM. Armada Segara. Dan setelah perawatan berjalan dengan baik dan perawatan lebih darin 50% dampanya sangat bagus dapat mengurangi troubleshooting dan motor listrik 3 phasa di atas kapal KM. Armada Segara dapat berjalan dengan baik dan normal.

Kesimpulannya perawatan motor listrik 3 phasa di atas kapal KM. Armada Segara sangat penting agar permesinan bantu di atas kapal bias berjalan dengan dengan normal dan lancer.

Kata kunci: perawatan motor listrik 3 phasa

(8)

viii ABSTRACT

Daniel febrian pasenga, maintenance of a 3 phase electric motor to support the machinery on board the KM armada segara ship. Supervised by Mr. Hariyono, S.T, M.M as supervising lecturer I and Mrs. Anak Agung wife Sri W., S.Si, T ,, M.Sda. as supervisor II.

There are still many people confused about how to properly care for a 3 phase electric motor to support ship machinery. A 3-phase electric motor is a motor that works by taking advantage of the phase difference at the source to create a rotating force on the rotor. The phase difference in a 3 phase motor is obtained directly from the source. This is what makes the difference between 3-phase electric motors and other electric motors.

Ideally, the 3-phase electric motor is used as a blowing machine, a suction machine and a vibrating machine in the equipment onboard. because the 3-phase electric motor has a simpler construction and a relatively more constant rotation with changes in load compared to other types of electric motors.

The problem raised in this paper is to find out how to properly handle the maintenance of 3- phase electric motors for machinery onboard especially on KM ships. Armada segara.

This research was conducted for 11 months 23 days during the practice of sailing on board the KM. armada segara. and primary data obtained when marine practice was carried out and interviews with the engine crew and electrician on board the KM ship. Armada segara. Secondary data were obtained from institutional data collection and literature studies and published to data users.

This research is getting a solution about how to correct 3-phase electric motorbike maintenance on board. KM. The Segara fleet, which initially had less than 50% maintenance, did not run properly resulting in a lot of troubleshooting on the 3 phase electric motor aboard the KM ship. Segara Fleet. And after the maintenance is running well and the maintenance is more than 50% the effect is very good, it can reduce the troubleshooting and 3 phase electric motor on board the KM ship. Segara's fleet can run well and normally.

In conclusion, the 3 phase electric motor maintenance on board the KM. The Segara fleet is very important so that the auxiliary machinery onboard can run normally and smoothly.

Key words: 3 phase electric motor maintenance

(9)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul ... i

Pernyataan Keaslian Kit ... ii

Persetujuan Seminar ... iii

Pengesahan Proposal Karya Ilmiah Terapan... iv

Kata Pengantar ... v

Abstrak ... vii

Daftar Isi... ix

Daftar Gambar ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Batasan Masalah ... 3

D. Tujuan Penelitian ... 3

E. Manfaat Penelitian ... 4

1. Manfaat Penelitian ... 4

2. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Review Penelitian Sebelumnya ... 5

B. Landasan Teori ... 5

1. motor listrik 3 phasa... 6

2. Konstruksi Motor 3 Fasa ... 7

a. Stator motor listrik ... 8

1). Frame motor listrik ... 8

2). Inti motor listrik ... 9

3). Winding motor listrik ... 9

b. Rotor motor listrik ... 10

1) Squrrel cage ... 10

2) Slip ring ... 11

(10)

x

3. Prinsip kerja motor listrik induksi 3 phasa ... 12

4. Pengendalian motor listrik 3 phasa doll (direct online) ... 15

5. pengendalian motor listrik 3 phasa (star delta) ... 17

6. penggunaan motor listrik 3 phasa di permesinan atas kapal ... 19

a. Forced draft fan (FDF) pada Boiler ... 19

b. Mesin kemudi (Steering Gear) ... 20

c. Mesin Jangkar (Windlass) ... 21

d. Mesin Pengikat Muatan (Crane) ... 21

e. Pipa-pipa di atas kapal ... 22

7. Kegiatan Operasional perawatan motor listrik 3 phasa di Kapal ... 23

a. dasar perawatan motor listrik ... 23

8. Kegiatan Operasional perawatan motor listrik 3 phasa di Kapal ... 25

a. Perawatan rutin harian ... 25

b. perawatan bulanan/tahunan ... 26

9. Kegiatan Operasional perawatan motor listrik 3 phasa di Kapal ... 26

a. Perawatan saat motor kondisi beroprasi ... 26

b. motor tidak beroprasi ... 26

C. Kerangka Penelitian ... 27

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 28

3.1 metode kualitatif... 28

B. Waktu Dan Lokasi Penelitian ... 29

3.2.1 metode kualitatif... 29

3.3.2 metode kualitatif... 29

C. Sumber data dan teknik pengumpulan data ... 29

3.3.1 teknik pengumpulan data ... 29

a. metode interview ... 30

b. metode observasi ... 30

3.3.1 Sumber informasi/sumber data ... 31

D. Teknik Analisis Data ... 32

(11)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Penelitian ... 35

1. Perusahaa………35

2. Tempatpenelitian………35

general particular………...……… 36

B. Hasil Penelitian ... 37

1. Penyajian Data ... 37

a. Nama Peralatan ... 37

b. Jenis-jenis perawatan motor listrik 3 phasa……….…… 38

c. tata cara pengecekan tahanan motor listrik 3 phasa……….… 42

d. Peralatan yang di butuhkan untuk perawatan motor listrik ……… 43

e. Bukti perawatan motor listik untuk menunjang permesinan …….. 44

2. Analisis Data ... 53

a. sebelum di lakukan perawatan ... 53

b. 4.2.2.2 sesudah di lakukan perawatan ... 54

C. Pembahasan ... 55

perawatan motor listrik 3phasa ... 57

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 58

B. Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 59

(12)

xi

DAFTAR GAMBAR

1 Motor induksi 3-phasa ... 7

2 Komponen Penting pada Motor 3 Fasa ... 8

3 Frame Stator ... 8

4 Rotor tipe Squirrel Cage ... 10

5 Rangkaian Rotor Slip Ring ... 11

6 Arus pada Kabel menghasilkan Fluks ... 12

7 Berputarnya Medan Magnet akibat Arus 3 Fasa pada Rangkaian ... 13

8 Gaya timbul akibat dari hukum lorenz ... 15

9 Gaya Akibat Fluks pada Stator dan Rotor... 15

10 rangkaian wairing diagram doll ... 15

11 rangkaian wairing motor start delta ... 18

12 Name plate Motor listrik ... 18

13 wairing diagram kontrol untuk pengendalian motor listrik dengan Star Delta. .... 19

14 Forced draft fan (FDF) pada Boiler ... 20

15 Mesin kemudi (Steering Gear) ... 21

16 Mesin jangkar (Windlass) ... 21

17 Crane ... 22

18 pipa pompa di atas kapal ... 22

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Motor listrik merupakan salah satu peralatan pengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Energi mekanis ini dalam penerapannya digunakan sebagai mesin untuk proses produksi seperti mesin angkat, mesin angkut, mesin peniup, mesin penghisap dan mesin penggetar pada peralatan-peralatan di atas kapal .(Maulana,2015)

Salah satu motor listrik yang paling banyak digunakan di atas kapal sebagai penggerak adalah motor 3 fasa atau motor induksi 3 fasa, karena konstruksinya lebih sederhana dan perputarannya relatif lebih konstan dengan perubahan beban dibandingkan dengan motor listrik jenis lain.

Motor induksi 3 fasa yang digunakan sebagai penggerak mesin yang dicatu oleh sumber listrik 3 fasa dalam pemasangannya harus menempatkan beberapa peralatan proteksi untuk mengamankan motor dan rangkaian motor seperti dol dan startdelta dari gangguan yang akan terjadi saat motor dioperasikan.

gangguan-gangguan lain yang menghambat sistem kerja permesinan kapal yang menggunakan motor listrik 3 phasa contohnya.gangguan motor listrik 3 phasa terhadap penggunaanya :

1. Ganguan pada crene : biasanya adanya Hubung singkat (short- circuit) pada lilitan stator, Beban lebih (overload), Panas lebih (overheating) pada lilitan dan bearing, Tegangan lebih (overvoltage) dan kecepatan lebih.

(14)

2

2. Gangguan pada FDF : kipas pada mesin Forced Draft Fan terhambat karna terdapat banyak kotoran dan mengakibatkan pergerakan kipas menjadi berat, sehingga akan mengakibatkan terjadinya beban lebih.

3. Ganguan pada pompa-pompa : Debu / Kotoran yg terakumulasi akan merusak komponen listrk maupun mekanical. Umumnya terakumulasi pada permukaan badan motor , saluran pendinginan, fin, fan mengakibatkan pendinginan terganngu dan panasan motor berlebih.

Motor type ODP , kotoran debu masuk dan terkumpul kedalam winding menimbulkan kerusakan isolasi / winding. Dan body motor akan berkarat.

4. Gangguan pada stering gear : steering gear pada kapal, biasakan jangan memutar setir dalam keadaan kapal tidak berjalan, karena beban terbesar kapal. ada pada saat tersebut, jadi kurangi saja gerakan tak perlu yang bakal mempengaruhi umur motor listrik.

Laporan akhir ini menentukan apa saja permasalahan dan perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang peralatan permesinan di atas kapal contohnya untuk menunjang kinerja pompa-pompa, crane, dan Forced Draft Fan (FDF), windlass, steering gear. Lalu meneliti permaslahan apa saja yang menimpah peralatan tersebut sehingga berjalan dengan baik beserta dengan:

Dilakukannya perawatan dan perbaikan pompa HT pada tanggal 27 april 2020 bertepat di selat makasar pada saat kapal KM armada segara dari palu menuju Balikpapan, perawatan dan perbaikian mendadak di lakukan di karenakan tejadi trobleshoting, di bagian terminal U,V,W pompa HT sehingga terminal meleleh dan terjadi arus pendek yang mengikabatkan ledakan pada

(15)

3

terminal tersebut, lalu di lakukanlah perbaikan dan perawatan pada terminal pompa HT tersebut, dengan cara membersihkan terminal box dengan electric cleaner dan mengganti terminal U,V,W dengan terminal yang baru termasuk kabel di lapisi ulang dengan pelindung waterproft, dan di pasang sesuai wiring diagram pada box tersebut. Seharusnya pengecekan harus di lakukan setiap seminggu sekali agar tidak terjadi trobleshoting ulang pada pompa HT.

Di karenakan kurangnya perawatan motor listrik 3 phasa di atas kapal, mengakibatkan banyaknya kerusakan pada motor listrik 3 phasa sehingga penulis menggambil tema Kit yang berjudul ‘’Perawatan Motor Listrik 3 Phasa Guna Menunjang Permesinan Di Atas Kapal KM. Armada Segara”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di paparkan sebelumnya, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan diuraikan pada bab-bab berikutnya:

1. Apa saja kegunaan motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan di atas kapal KM.Armada Segara ?

2. Bagaimana cara perawatan motor listrik 3 phasa yang digunakan pada permesinan di atas kapal KM.Armada Segara ?

3. Permasalahan motor listrik 3 phasa apa saja yang sering terjadi di kapal KM. Armada Segara?

(16)

4

C. Batasan Masalah

Sesuai dengan masalah yang timbul tersebut maka terdapat batasan masalah : 1. Dalam materi ini objek yang dianalisa hanya kapal tempat taruna praktek

layar KM Armada Segara.

2. Penggunaan motor listrik 3 phasa terhadap peralatan permesinan kapal KM Armada Segara yang meliputi FDF (Forced Draft Fan), pompa- pompa ,winlas, crane, stearing gear dan permesinan bantu lainnya yg menggunakan motor listrik.

D. Tujuan Penelitian

Berikut tujuan di buatnya karia ilmia yang di terapkan:

1. Untuk mengetahui apa saja kegunaan motor listrik 3 phasa terhadap permesinan di atas kapal KM Armada Segara.

2. Untuk mengetahui bagaimana cara perawatan dan tahanan motor listrik 3 phasa pada permesinan di atas kapal KM Armada Segara.

E. Manfaaat Penelitian 1. Manfaat teoritis

secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapa bermanfaat yaitu:

a. Memberikan pengetahuan mengenai bagai mana perawatan, dan cara kerja motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan di atas kapal.

b. Memperpanjang usia motor listrik 3 phasa untuk permesinan di atas kapal.

(17)

5

2. Manfaat praktis

Secara praktis penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut :

a. Bagi penulis Dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung tentang cara bagaimana perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan kapal.

b. Bagi Pendidik/Dosen penguji dapat menambah pengetahuan dan sumbangan pemikiran tentang cara mengembangkan perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan kapal.

c. Bagi taruna, taruna sebagai subyek penelitian, diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung pada saat prala (praktek layar).

d. Bagi sekolah Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun programpembelajaran.

(18)

6 BAB II

LANDASAN TEORI A. REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA

Beberapa penulis telah melakukan penelitian tentang perawatan motor listrik 3 phasa yang menjadi acuan studi empiris atau pengamatan yang telah dilakukan. Dan saya akan mengulas Bagaimana perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan di atas kapal. Berikut ini penulis memberikan beberapa penelitian dan pembahasan dalam bentuk tabel, supaya mempermudah pembaca.

Gambar tabel A

Nama peneliti judul Hasil peneliti

Siswanto Karnoto 2012

Perawatan motor listrik pada mesin penggerak system crane di PT. Krakatau Bandar Samudra

Penelitian ini membahas tentang perawatan motor listrik 3 phasa pada mesin crane. Mesin listrik merupakan salah satu peralatan yang berhubungan sumber energi listrik dalam pengoperasiannya, Motor listrik dapat dikatakan sebagai mesin listrik karena dalam sistem kerjanya menggunakan energi listrik, yaitu mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Motor listrik merupakan “kuda kerja”nya dari indsutri, hal tersebut dikarenakan beban listrik yang paling banyak

(19)

7

digunakan dalam suatu industri adalah untuk menggerakan motor-motor listrik. Perawatan dan perbaikan mesin motor padasuatu industri mutlak harus dilakukan untuk menjaga performa mesin dan memperpanjang usia pakaianya. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa Perawatan mesin- mesin motor yang ada di Crane harus dilaksanakan secara berkala/rutin, profesional dan harus memiliki standar yang jelas.

Berikut tadi contoh pembahasan yang penulis urai sebagai bukti perawatan motor listrik 3 phasa yang penting bagi permesinan di atas kapal, pembahasan yang saya urai merupakan tambahan atau pelengkap bagaimana perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang pengoprasian permesinan di atas kapal KM. Armada Segara.di karenakan begitu penting bagi permesinan bantu di atas kapal.

(20)

8

B. Landasan Teori

1. Motor Listrik 3 Phasa

Motor listrik 3 fasa adalah motor yang bekerja dengan memanfaatkan perbedaan fasa pada sumber untuk menimbulkan gaya putar pada bagian rotornya. Perbedaan fasa pada motor 3 phase didapat langsung dari sumber. Hal tersebut yang menjadi pembeda antara motor 1 fasa dengan motor 3 fasa.

Secara umum, motor 3 fasa memiliki dua bagian pokok, yakni stator dan rotor. Bagian tersebut dipisahkan oleh celah udara yang sempit atau yang biasa disebut dengan air gap. Jarak antara stator dan rotor yang terpisah oleh air gap sekitar 0,4 milimeter sampai 4 milimeter.

Terdapat dua tipe motor 3 fasa jika dilihat dari lilitan pada rotornya, yakni rotor belitan (wound rotor) dan rotor sangkar tupai (squirrel-cage rotor). Motor 3 fasa rotor belitan (wound rotor) adalah tipe motor induksi yang lilitan rotor dan statornya terbuat dari bahan yang sama.

Gambar : 1. Motor induksi 3-phasa

(http://matakuliahteknikmesin.blogspot.com)

(21)

9

Sedangkan motor 3 fasa rotor sangkar tupai (squirrel-cage rotor) adalah tipe motor induksi yang konstruksi rotornya tersusun dari beberapa batangan logam yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor motor, kemudian pada setiap bagiannya disatukan oleh cincin. Akibat dari penyatuan tersebut, terjadi hubungan singkat antara batangan logam dengan batangan logam yang lainnya.

2. Konstruksi Motor 3 Fasa

Sama seperti mesin-mesin listrik pada umumnya, motor 3 fasa memiliki 2 komponen penting, yaitu: stator dan rotor.

Gambar : 2. Komponen Penting pada Motor 3 Fasa

(www.electrical4u.com) a. Stator

merupakan komponen yang tidak berputar pada mesin. Pada komponen ini dipasang stator winding berupa kumparan. Stator ini dihubungkan dengan suplai 3 fasa untuk memutar rotor. Stator sendiri memiliki 3 bagian penting.

(22)

10

b. Frame

Gambar: 3. Frame Stator

(www.electrical4u.com)

Frame merupakan bagian terluar dari stator. Berfungsi sebagai tempat untuk memasang inti stator (stator core) dan juga melindungi keseluruhan komponen dari gangguan benda benda dari luar (seperti batu yang dilemparkan ke motor atau semacamnya). Umumnya frame dibuat dari besi agar frame menjadi kuat. Dalam konstruksinya, air gap (celah udara) pada motor haruslah sangat kecil agar rotor dan stator konsentris dan mencegah induksi yang tidak merata. Air gap yang dimaksud disini ialah celah yang mungkin terbentuk pada permukaan frame bukan lingkaran besar seperti pada gambar, karena lingkaran tersebut akan diisi oleh inti stator dan rotor.

1) Inti : Inti stator merupakan tempat dimana stator winding dipasang. Inti stator bertugas untuk menghasilkan fluks. Fluks ini dihasilkan oleh kumparan pada stator winding dan dialiri oleh arus 3 fasa dari suplai 3 fasa. Untuk mencegah arus eddy yang besar pada stator winding umumnya inti stator dilapisi oleh lamina. Lamina sendiri terbuat oleh campuran besi silikon untuk mencegah rugi-rugi histerisis.Pada inti stator menghasilkan fluks.

(23)

11

2) Winding : Stator winding merupakan kumparan yang masing- masing kumparannya dihubungkan menjadi rangkaian star atau delta, tergantung dari bagaimana metode untuk memutar mesin yang digunakan dan jenis rotor yang digunakan. Untuk rotor jenis sarang tupai umumnya menggunakan rangkaian delta sedangkan rotor jenis slip ring bisa menggunakan salah satu dari keduanya.

Stator winding dipasang pada sela-sela inti stator dan berfungsi untuk menghasilkan fluks. Stator winding juga dikenal sebagai kumparan medan.

c. Rotor

merupakan bagian yang dapat berputar dari motor. Rotor dihubungkan dengan beban yang akan diputar dengan sebuah shaft yang terpasang pada pusat rotor. Berdasarkan konstruksinya, rotor dibagi menjadi 2 macam:

1) Squrrel cage : Rotor tipe ini memiliki bentuk seperti roda gear, berbentuk tabung dan diberi beberapa slot dipermukaannya. Slot ini tidak dibuat lurus namun sedikit miring untuk memperhalus kerja motor dan membuat “konduktor” pada rotor. Dikedua ujung rotor dipasang cincin alumunium. Umumnya rotor jenis ini terbuat dari alumunium atau tembaga. Rotor jenis ini sangat sering digunakan karena mudah dibuat dan dapat digunakan berapapun kutub pada stator. Rotor jenis ini dapat ditemui pada kipas angin dan blower pada printer.

(24)

12

Gambar: 4 Rotor tipe Squirrel Cage

(www.electrical4u.com)

Rotor tipe ini memiliki bentuk seperti roda gear, berbentuk tabung dan diberi beberapa slot dipermukaannya. Slot ini tidak dibuat lurus namun sedikit miring untuk memperhalus kerja motor dan membuat “konduktor” pada rotor. Dikedua ujung rotor dipasang cincin alumunium. Umumnya rotor jenis ini terbuat dari alumunium atau tembaga. Rotor jenis ini sangat sering digunakan karena mudah dibuat dan dapat digunakan berapapun kutub pada stator. Rotor jenis ini dapat ditemui pada kipas angin dan blower pada printer.

2) Slip Ring : Rotor tipe ini memiliki rangkaian kumparan pada ujungnya dan memiliki sejumlah slip ring di belakangnya. Tiap kumparan terhubung dengan salah satu slip ring dimana masing- masing slip ring juga terhubung dengan rangkaian yang sama dengan rangkaian kumparannya. Semisal rangkaian kumparannya berbentuk star maka rangkaian slip ring juga berbentuk star. Umumnya ditiap slip ring dipasang rheostat sehingga kecepatan putaran motor dapat diatur dengan mudah.

(25)

13

Umumnya rotor jenis ini digunakan untuk beban-beban besar seperti untuk menggerakkan elevator atau lift.

Gambar: 5. Rangkaian Rotor Slip Ring

(www.electrical4u.com) 3. Prinsip Kerja Motor Listrik Induksi 3 Phasa

Motor Induksi 3 Fasa bekerja sebagai berikut. Misalkan kita memiliki sumber AC 3 fasa yang terhubung dengan stator pada motor. Karena stator terhubung dengan sumber AC maka arus dapat masuk ke stator melalui kumparan stator. Sekarang kita hanya melihat 1 kumparan stator saja.

Sesuai hukum faraday bahwa apabila terdapat arus yang mengalir pada suatu kabel maka arus itu dapat menghasilkan fluks magnet pada kabel tersebut, di mana arahnya mengikuti kaidah tangan kanan.

Gambar: 6. Arus pada Kabel menghasilkan Fluks

(www.learnengineering.org)

Setiap fasa dalam kumparan stator akan mengalami hal yang sama karena setiap fasa dialiri arus, namun besarnya fluks yang dihasilkan

(26)

14

tidak sama di setiap waktu. Hal ini disebabkan besarnya arus yang berbeda-beda pada tiap fasa di tiap waktunya. Misalkan fasa-fasa ini diberi nama a, b, dan c. Ada kalanya arus pada fasa a maksimum sehingga menghasilkan fluks maksimum dan arus fasa b tidak mencapai makismum, dan ada kalanya arus pada fasa b maksimal sehingga menghasilkan fluks maksimum dan arus pada fasa a tidak mencapai maksimum. Hal ini mengakibatkan fluks yang dibangkitkan lebih cenderung pada fasa mana yang mengalami kondisi arus paling tinggi. Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa medan magnet yang dibangkitkan.

juga ikut “berputar” seiring waktu. Kecepatan putaran medan magnet ini disebut kecepatan sinkron :

Gambar: 7. Berputarnya Medan Magnet akibat Arus 3 Fasa pada

(www.learnengineering.org)

Sekarang ditinjau kasus rotor sudah dipasang dan kumparan stator sudah dialiri arus. Akibat adanya fluks pada kumparan stator maka arus akan terinduksi pada rotor. Anggap rotor dibuat sedemikian sehingga arus dapat mengalir pada rotor (seperti rotor tipe squirrel cage). Akibat

Ωsink=2.π.f (listrik,rad/dt) =2.π.f/P

(27)

15

munculnya arus pada rotor dan adanya medan magnet pada stator maka rotor akan berputar mengikuti hukum lorentz. Hal yang menarik disini ialah kecepatan putaran rotor tidak akan pernah mencapai kecepatan sinkron atau lebih.

Hal ini disebabkan karena apabila kecepatan sinkron dan rotor sama, maka tidak ada arus yang terinduksi pada rotor sehingga tidak ada gaya yang terjadi pada rotor sesuai dengan hukum lorentz. Akibat tidak adanya gaya pada rotor maka rotor jadi melambat akibat gaya-gaya kecil (seperti gaya gesek dengan sumbu rotor atau pengaruh udara). Namun saat rotor melambat kecepatan sinkron dan kecepatan rotor jadi berbeda.

Akibatnya pada rotor akan terinduksi arus sehingga rotor mendapatkan gaya berdasarkan hukum lorentz. Dari gaya itulah motor dapat menambah kecepatannya kembali. Fenomena perbedaan kecepatan ini dikenal sebagai slip. Secara matematis gaya Lorentz didefinisikan dengan persamaan sebagai berikut.

Keterangan:

F =gaya Lorentz (Newton) B = medan magnetik (tesla) I = kuat arus listrik (ampere)

l = panjang kawat penghantar (meter)

θ = sudut antara arah arus listrik dan arah medan magnetic

F = B × I × l × sin θ

(28)

16

Gambar: 8 dan 9 Gaya Akibat Fluks pada Stator dan Rotor.

(www.learnengineering.org)

4. Pengendalian Motor Listrik 3 Phasa Doll (Direct Online)

Pengendalian motor listrik dengan direct online memiliki karakteristik paling menonjol yaitu pada konsumsi arus Starting yang sangat besar, bisa mencapai 4 hingga 8 kali arus nominalnya. Adanya arus yang sangat tinggi ini menyebabkan adanya drop tegangan saat motor mulai bergerak.

Sedangkan karakteristik torsinya adalah 0.5 hingga 1.5 torsi nominalnya.

Berikut ini adalah rangkaian diagram daya dan diagram kontrol untuk pengendalian motor dengan DOL.

Gambar: 10. rangkaian wiring diagram doll

(https://contohpidatodansoallengkap288.blogspot.com)

(29)

17

Pada gambar di atas, pada bagian diagram daya memiliki fungsi utama menyambungkan daya dari sumber tegangan 3 phasa secara langsung ke terminal motor melalui kontaktor (K). Kontaktor berperan sebagai sakelar utama yang menyambungkan daya listrik dari sumber ke motor listrik.

Dengan kata lain nyala atau matinya motor listrik bergantung dari kondisi kontaktor. Sedangkan kontaktor sendiri diatur kerjanya oelh rangkaian kontrol.

Ada pun F1 adalah sistem pengaman berupa fuse dan F2 adalah Thermal Overload Relay (TOR). TOR memiliki kontak layaknya relay yang akan bekerja saat arus yang melaluinya lebih besar dari set poin arus yang ditetapkan padanya. Aktifnya TOR akan menyebabkan perubahan kondisi kontaknya yang mana bisa kita manfaatkan untuk memutus atau menyambungkan arus listrik.

Diagram kontrol berfungsi mengatur kerja kontaktor, kapan harus nyala dan kapan harus mati. Konsep mendasar dari rangkaian ini adalah metode selfholding pada Kontaktor yang penjelasannya seperti pada pengoperasian relay pada artikel ini Rangkaian Kendali Dasar Sistem Otomasi. Kontak Normally Close (NC) dari TOR digunakan untuk memutuskan arus yang mengalir ke Kontaktor saat terjadi arus berlebih yang masuk ke motor.

Metode DOL biasanya diaplikasikan pada sistem kendali motor secara sederhana denga beban daya rendah hingga menengah, yaitu antara 5kW hingga 1MW dengan waktu pengasutan maksimum 10 s. Namun perlu juga diperhatikan ketersediaan daya yang cukup selama waktu pengasutan mengingat arus starting yang tinggi, dan pastikan nilai arus starting tersebut tidak melampaui tripping alat proteksi.

(30)

18

5. Pengendalian Motor Listrik 3 Phasa (Star Delta)

Hubungan star dengan kebutuhan arus yang tinggi memberi hasil putaran motor listrik dengan kecepatan rendah tapi memiliki torsi yang tinggi, hal ini cocok digunakan untuk memulai putaran awal pada motor listrik. Sedangkan hubungan delta membutuhkan arus yang lebih besar sehingga kecepatan putaran motor listrik tinggi. Metode pengendalian motor listrik Star Delta mengkombinasikan 2 hubungan tersebut secara berurutan.

Pengendalian Motor listrik dengan Star delta banyak digunakan untuk menjalankan motor induksi rotor sangkar yang mempunyai daya di atas 5 kW (atau sekitar 7 HP). Untuk menjalankan motor dapat dipilih starter yang umum dipakai antara lain : saklar rotary Star Delta, atau dengan menggunakan rangkaian kontaktor magnet. Gambar di bawah adalah rangkaian daya pengendalian motor listrik 3 phasa dengan menggunakan rangkaian kontaktor.

Gambar:11. rangkaian wiring motor start delta

(https://telinks.wordpress.com)

(31)

19

Dari gambar di atas dapat kita lihat rangkaian tersebut menggunakan 3 buah kontaktor. Kontaktor 1 fungsi sebagai penyalur daya utama ke motor untuk masuk terminal utama, kontaktor 2 dan 3 berturut – turut adalah penyambung hubungan Delta dan Star.

Gambar: 12. name plate Motor listrik

(https://telinks.wordpress.com)

Anda perlu memperhatikan standar tegangan yang tertulis di plate Motor listrik seperti gambar di atas. Jika pada plat motor tertulis Delta/Star adalah 220/380V, sedangkan tegangan jala-jala yang tersedia sumber 3 fasa 380V, maka motor tersebut hanya boleh dihubungkan Star (Y) artinya motor berjalan normal pada hubungan Star pada tegangan 380 V. Namun jika tegangan pada jala–jala tegangan 3 phasa adalah 220V, maka kita dapat menghubungkan Delta/Star.

Gambar: 13.wairing diagram kontrol untuk pengendalian motor listrik dengan Star Delta.

( https://telinks.wordpress.com)

(32)

20

Rangkaian di atas menggunakan 3 buah kontaktor dan 1 Timer (K4). Mula – mula motor dihubungkan secara Star oleh kontaktor K1 dan kontaktor K3, sekaligus memberi suplai untuk Timer. Setelah setting waktu tunda Timer tercapai, kontak Timer (K4) akan memutus suplai untuk kontaktor K3 dan berganti menyuplai kontaktor K2. Kombinasi K1 dan K2 akan menghubungkan motor secara Delta.

6. Penggunaan Motor Listrik 3 Phasa Di Pemesinan Atas Kapal a. Forced Draft Fan (FDF) Pada Boiler

FD Fan terletak pada bagian ujung saluran air intake boiler dan digerakkan oleh motor listrik. Fan ini bekerja pada tekanan tinggi dan berfungsi menghasilkan udara sekunder (Secondary Air) yang akan dialirkan ke dalam boiler untuk mencampur udara dan bahan bakar dan selanjutnya digunakan sebagai udara pembakaran pada furnace boiler.

Udara yang diproduksi oleh Force Draft Fan (FD Fan) diambil dari udara luar. Dalam perjalananya menuju boiler, udara tersebut dinaikkan suhunya oleh secondary air heater (pemanas udara sekunder) agar proses pembakaran bisa terjadi di boiler. Turbulensi mengacu pada gerakan udara didalam Furnace, gerakan ini perlu karena dapat menyempurnakan pencampuran udara dan bahan bakar.

(33)

21

Gambar:14. Forced draft fan (FDF) pada Boiler

(https://www.prosesindustri.com)

b. Mesin kemudi (Steering Gear)

Instalasi penggerak daun kemudi untuk merubah arah atau haluan kapal. Unit mesinnya terletak diburitan, diatas batang kemudi, tetapi dapat dioprasikan dari anjungan melalui unit telemotor. Steering gear digunakan untuk mengontrol kedudukan daun kemudi dan kualitas manuverkapal

Gambar: 15. Steering Gear kapal

(https://pindad.com/steering-gear)

(34)

22

c. Mesin Jangkar (Windlass)

Unit mesin yang berada di haluan kapal, untuk menurunkan dan menaikkan jangkar sewaktu berlabuh diluar pelabuhan dengan mesin bantu motor listrik

Gambar: 16. Windlass kapal

(https://velascoindonesia.com) d. Mesin Pengikat Muatan (Crane)

Unit-unit mesin untuk mengangkat muatan keatas kapal dan memasukkannya kedalam palka (ruang muat kapal) atau menaikkan muatan jika akan dibongkar ke dermaga.

Gambar: 17. Crane kapal

(http://indonesian.marinedeckcrane.com)

(35)

23

e. Pompa-pompa di atas kapal

mesin pompa merupakan suatu mesin sangat penting serta sangat diperlukan diatas kapal, untuk dapat mengoperasikan sebuah kapal tentu diperlukan sebuah alat yaitu berupa, Pompa-pompa (Pumps),Alat untuk memindahkan zat cair seperti air tawar, air laut, bahan bakar dan lain-lain, уаng bіаѕаnуа dilengkapi dеngаn sistem perpipaan, termasuk katup isap, katup tekan dan katup-katup lain, saringan, tangki-tangki, alat-alat pengaman dll.

Gambar: 18. pipa pompa di atas kapal

(https://docplayer.info)

(36)

24

7. Kegiatan Operasional perawatan motor listrik 3 phasa di Kapal

Berikut akan sedikit dijelaskan dengan menggunakan diagram alir prosedur dalam melakukan pengerjaan perbaikan/perawatan motor listrik :

Diagram alir Prosedur Pengerjaan Perawatan Mesin Motor

MULAI

PREVENTIVE MELAKUKAN PENGECEKAN PREVENTIVE MELAKUKAN WO SESUAI APA YANG DI

PERINTAHKAN ATASAN

LALU

PENGECEKAN,PERAWAT AN HARIAN,BULANAN

DAN TAHUNAN

BAGIAN CADET ETO MELAKUKAN LAPORAN KE ATASAN SETELAH MELAKSANAKAN PENGECEKAN DAN PERAWATAN MOTOR LISTRIK

SELESAI

(37)

25

Adapun macam-macam perawatan dan perbaikan motor listrik terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :

a. Perbaikan perawatan darurat (perawatan takterencana) adalah perawatan dan perbaikan yang harus cepet di lakukan agar mencegah akibat yang lebih berat dan parah

b. Perawatan berdasarkan permintaanperbaikan yang dilakukan terhadap peralatan yang tidak bekerja dengan normal. Peralatan tersebut biasanya masih bisa digunakan, tetapi tidak dapat dioperasikan. Usaha perawatan perbaikan yang dilakukan akan meningkatkan kembali daya guna peralatan

c. Perawatan Troble shoting (breakdown) bertujuanuntuk meningkatkan daya guna peralatan, yang berbeda adalah waktu perbaikan. trouble shooting adalah perbaikan yang tidak boleh ditunda dan segera dilakukan pada saat terjadinya breakdown (kerusakan). dengan kata lain trouble shooting itu adalah perbaikan darurat.

d. Perawatan dan penggantian sebagian Dilakukan apabila sukucadang yang rusak tidak dapat diperbaiki lagi sehingga bagian tersebut harus diganti dengan yang baru, atau bila biaya perbaikan lebih tinggi daripada biaya penggantian. Atau penggantian sukucadang yang dilakukan secara berkala, misalnya penggantian oli mesin, penggantian bearing, penggantian terminal.

(38)

26

8. Perawatan (harian, dan bulanan) motorlistrik 3 phasa a. Perawatan rutin harian

1) harus diperhatikan kelembapan ruangan karena bila kondisinya tidak sesuai maka dapat menimbulkan terjadinya korosi(berkarat) dan kelambapan motor yang tinggi yang mana hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja motor.

2) Proses pengecekan nilai isolasi hambatan pada motor harus dilakukan cukup sering. Selain terbilang mudah, dengan dilakuakn pengecekan ini maka nilai isolasi hamabatan pada motor dapat terpantau terus.

3) Melakukan pembersihan motor listrik agar memastikan kondisi bagian-bagian motor bersih, mesin motornya itu sendiri ataupun komponen penunjang lainnya. Dalam melakukan proses ini juga harus hati-hati karena bila prosesnya salah maka dapat memperburuk kondisi motor.

b. Perawatan bulanan/tahunan

1) Pemilihan jenis brush yang digunakan pada motor menjadi salah satu faktor penentu kinerja mesin. Brush juga harus di ganti.

2) Pengecekan komutator di ganti Bila kondisi permukaan komutator sudah kasar baru biasanya akan dilakukan pengecekan.

3) Proses pelumasan biasanya dilakukan selama 1 tahun sekali, tergantung dari kondisi pelumas itu sendiri. Parameter yang digunakan salah satunya adalah suhu dari pelumas tersebut (biasanya suhunya kurang dari 800 C.

(39)

27

9. Perawatan Saat Motor Beroprasi Dan Tidak Beroprasi a. Perawatan Saat Motor Kondisi Beroperasi

1) Mengecek tempratur winding + temp rise (Nameplate) setiap motor listrik sudah beroprasi.

2) Cek perputaran motor listrik dengan tacho meter.

3) Test tegangan motor listrik dengan megertest agar mengerti motorlistrik tesebut rusak atau tidak ada kebococoran atau tidak tegangan listrik ke tanah

b. Motor Tidak Beroperasi

a) Cek agar motor listrik tempraturnya terjaga seperti suhu ruangan yang tidak lembab.

b) Periksa heater motor listrik, Pemeriksaan arusaruskerja motor listrik sesuai , dan antar fasa satu dan lainnya tidak berbeda jauh.

(40)

28

C. Kerangka Penelitian

Kerangka penelitian adalah narasi (uraian) atau pernyataan (proposisi) tentang kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasi atau dirumuskan sebagai berikut :

Mengamati

Operasi kinerja motor listrik 3 phasa di atas kapal

Memahami Kinerja

Pengoperasian motor listrik 3 phasa di atas kapal

Menentukan Permasalahan

Pengaruh yang akan terjadi apa

bila perawatan motor listrik 3

phasa tidak berjalan baik

pada permesinandi

atas kapal

Cara mengatasi apabila motor listrik 3 phasa tidak berjalan dengan baik

pada permesinan di

atas kapal

Pengolahan Data

Analisis Data

Kesimpulan

(41)
(42)

36 BAB III

METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN

Metode penelitianyang dipergunakan adalah deskriptif, yang merupakan salah satu metode penelitan yang banyak digunakan pada penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu kejadian. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2011) “penelitian Deskriptif adalah sebuah penelitian yang bertujuan untuk memberikan atau menjabarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual”. Sedangkan, Sukmadinata (2006) menyatakan bahwa metode penelitian deskriptif adalah sebuah metode yang berusaha mendeskripsikan, menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi atau tentang kecenderungan yang sedang berlangsung.

Dari kedua pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa metode penelitian deskriptif adalah sebuah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan, menginterpretasikan sesuatu fenomena, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual, Dengan demikian, penulis beranggapan bahwa metode penelitian deskriptif sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan oleh penulis, Karena dalam penelitian ini, penulis berusaha mendeskripsikan sebuah masalah atau fenomena yang terjadi.

Metode Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci

(43)

37

(Sugiyono, 2005). Metode pengumpulan data kualitatif secara umum di kelompokkan kedalam 2 jenis cara, yaitu Teknik yang bersifat interaktif dan non interaktif. Metode interaktif meliputi interview dan observasi tak berperan serta, Teknik kuesioner, mencatat dokumen, dan partisipasi tidak berperan.

B. WAKTU DAN LOKASI PENELITIAN 1. Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan ketika penulis melaksanakan praktek layar diatas kapal KM. Armada Segara kurang lebih selama 11 bulan 23 hari di laut. Di mulai dari tanggal 31 juli 2019 sampai 23 juli 2020, Dengan tujuan bisa menjawab dan melakukan observasi secara langsung tentang rumusan masalah yang ada. Sehingga pada bagian akhir, penulis bisa memperoleh kesimpulan atas semua masalah yang ada pada proposal ini.

2. Lokasi Penelitian

Penulis akan melaksanakan penelitian ini di kapal KM Armada Segara di perusahaan PT Spil ( Salam Pacific Indonesia Lines ) guna memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan.

C. SUMBER DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Teknik Pengumpulan Data

Dalam hal ini, digunakan metode-metode tertentu untuk mengumpulkan data yang tersusun secara sistematis sesuai dengan tujuan penelitian. Ada bermacam-macam metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data seperti: wawancara atau interview dan observasi. Namun tidak satu teknikpun yang dianggap paling baik, karena masing-masing metode pengumpulan data mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri,

(44)

38

oleh karena itu lebih baik menggunakan suatu teknik pengumpulan data lebih dari satu, sehingga dapat saling melengkapi satu sama lain untuk menuju kesempurnaan penelitian ini. Dalam penulisan penelitianini, digunakan beberapa teknik pengumpulan data yang dianggap tepat.

a. Metode interview

Yaitu dengan cara mengadakan tanya jawab kepada pihak yang pernah melaksanakan praktek laut, sehingga penulis mendapatkan data pengetahuan tentang ketrampilan dalam perawatan motor listrik 3 phasa untuk menunjang permesinan di kapal. Yakni dengan cara selalu melakukan latihan bersama, secara terencana, sistematik, untuk membiasakan, mengenal, dan mengatur tempo saat melakukan perawatan pada mesin motor listrik, dan mengatasi troubel pada mesin motor listrik. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala.

Daftar interview :

1) Apa saja yang diperlukan didalam persiapan pekerjaan pemeliharaan motor listrik di atas kapal ?

2) Apa saja Bagian utama dari Motor Listrik dan bagian lainnya ? 3) Bagai mana cara mengecek tahanan isolasi motor listrik 3 phasa di

kapal?

4) Apa saja penyebab kerusakan pada motor listrk pada unit Pembangkit anda?

5) apa saja alat ukur yang di gunakan untuk mengukur tegangan dan hambatan/tahanan motor listrik?

b. Metode observasi

(45)

39

Di dalam suatu penelitian, selain menggunakan metode pokok digunakan juga metode pelengkap yang saling mengisi atau melengkapi.

Observasi adalah metode pelengkap, teknik observasi digunakan dengan maksud untuk mendapatkan atau mengumpulkan data secara langsung mengenai gejala-gejala tertentu dengan melakukan pengamatan terhadap motor listrik 3 phasa bagai mana cara perawatannya, serta mencatat data yang berkaitan dengan pokok masalah yang diteliti.Teknik yang digunakan adalah deskriptif tentang kondisi di atas kapal pada setiap kejadian. Metode yang diambil adalah studi kasus dengan mengangkat kasus yang terjadi pada saat taruna prala di atas kapal. Penganalisaan dilakukan dengan melakukan analisa penyebab utama yang menyebabkan kasus tersebut bisa terjadi.

2. Sumber Informasi/ Sumber Data

Di dalam penelitian ini memerlukan sumber informan diatas kapal, peneliti akan menjadikan crew Mesin, Electrician, dan Kepala kamar mesin (KKM) sebagai informannya pada saat meneliti bagaimana perawatan motor listrik 3 phasa di atas kapal KM. Armada Segara.

D. PEMILIHAN INFORMAN

Dalam menentukan informan, penulis menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu penentuan informan tidak didasarkan atas strata, kedudukan, pedoman, atau wilayah tetapi didasarkan pada adanya tujuan dan pertimbangan tertentu yang tetap berhubungan dengan permasalahan penelitian. Sumber data dalam hal ini adalah informan, disini informan yang dimaksud dalam wawancara penelitian ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

(46)

40

1. Kkm/Chief Enginer, Much, (Muchlis) 2. Masinis 1/Second Enginer, (Syahunoto) 3. Masinis 2/Third Enginer, (Alan Didit)

4. Masinis 3/Ford Enginer, (Novi Setyo Nugroho) 5. Electrician, (Lagajah)

6. Mandor, (Abdhul Chodir) 7. Oiler 1, (Vigur)

8. Oiler 2, (Lukman) 9. Oiler 3, (Arfan)

E. TEKNIK ANALISIS DATA

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan:

1. Analisis Kualitatif

Menurut Moleong (2007:3) mengemukakan bahwa analisis kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

2. Analisis Deskriptif

Mendeskriptifkan kegiatan perawatan motor listrik 3 phasa di atas kapal KM armada segara, menganalisis dan merancang sistem yang cocok untuk diterapkan dan memberikan rekomendasi tentang sistem perawatan yang benar terutama yang terkait dengan mesin bantu dan peralatan yang mengunakan motor listrik 3 phasa di kapal.

Adapun model analisis yang digunakan dalam penelitaian ini adalah

(47)

41

metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari suatu penelitian yang telah dilakukan dikapal KM Armada Segara. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data deskriptif kualitatif adalah:

a. Mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan tentang gambaran aktivitas usaha yang ada di koperasi tersebut melalui wawancara dan observasi lansung di lapangan.

b. Mengidentifikasikan masalah yang ada serta menganalisis secara mendalam dengan beberapa pendekatan seperti analisis PIECES dan analisis kebutuhan sistem, mempelajari komponen-komponen yang terkait dengan sistem yang akan dirancang serta pengendalian yang dibutuhkan.

c. Membuat rancangan bangunan sistem dengan mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan sistem yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.

d. Memberikan rekomendasi atas implementasi perancangan sistem yang telah dibuat yang cocok untuk diterpakan pada koperasi tersebut terutama terkait dengan sistem informasi akuntansi penjualan dan persediaan.

(48)

59

DAFTAR PUSTAKA

Abu Akhdan. (2016). Keluaran Listrik 3 Phase ari Generator. Manado.

Muhammad robith. (2015). Prinsip Kerja Motor Induksi 3 Fasa. Makasar . Yeni Agustina.(2014). Motor penggerak Listrik. Semarang.

siswanto . (2012). Perawatan Motor Listrik Pada Mesin Penggerak Sistem Crane. Semarang.

Anonym.(2005). permesinan bantu di atas kapal. Surabaya

Prof . Ts. Soelaiman, (1984). Mesin Tak serempak Dalam Praktek. yogyakarta.

Bungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial. Jakarta

Politeknik Negeri Sriwijaya. Latar belakang motor listrik 3 phasa. jakarta J. Lexy Moleong.(1995). Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung Mohhamad robith (2015). Prinsip Kerja Motor Induksi 3 Fasa. Surabaya.

J. Lexy Moleong.(2002).Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung.

Margono, S. (1997). Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Noor, Juliansyah. (2011). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah.

Jakarta.

Oleh adminPada , (2016). Pengertian Motor Listrik 3 Fasa dan Prinsip Kerjanya.surabaya.

Suryabrata,Sumadi.(2003).Metodologi Penelitian. Jakarta

MA Maulana (2015). Latar belakang motor penggerak listrik 3 phasa. Malang.

Gambar

Gambar tabel A
Gambar : 1. Motor induksi 3-phasa
Gambar : 2. Komponen Penting pada Motor 3 Fasa

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Tindakan Kelas adalah studi sistematis terhadap praktik pembelajaran di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses

1) Salah satu kegunaan Multimeter adalah mengukur arus listrik. 2) Kuat arus yang dapat diukur maksimum 1000 mA atau lebih tergantung pada spesifikasi Multimeter. 3) Pada

Penelitian ini menggunakan metode teknik analisis data SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, and Threats) dan SHEL (Software, Hardware, Environtment,

Berdasarkan latar belakang landasan teori, dan kerangka berfikir di atas, hipotesis penelitian yang dapat dirumuskan adalah penggunaan model pembelajaran project based

Berdasarkan paparan di atas dan beberapa penelitian mengenai pengembangan trainer smart relay belum ada penelitian yang fokus mengenai pengembangan trainer berbasis internet of things,

3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah cara dan atau pun alat mengumpulkan data dalam pekerjaan penelitian Saepudin, 2011 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini