• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI

KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

E JURNAL

Oleh:

RIMADED MERCELINA NPM. 10060183

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2014

PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI

KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

E JURNAL

Oleh:

RIMADED MERCELINA NPM. 10060183

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2014

PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI

KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

E JURNAL

Oleh:

RIMADED MERCELINA NPM. 10060183

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2014

(2)

PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

(Studi terhadap Peserta Didik di SMA N 1 Tarusan)

Oleh:

RIMADED MERCELINA

Bimbingan dan Konseling, STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACK

The background of this research using educative participant keeping not active in osis there are from th haven’t social interaction, while the activestudent in their organization have better social interaction in the school, the purpose of this research is to describe; 1) the social interaction of student who has followed a organization 2) the student social interaction who hasn’t follow a organization 3) the differences social interaction of student who has followed is hasn’t follow a organization. The type of this research atended quantitative research . and population in this research is students grade X and XI in SMA N 1 tarusan who has followed and who hasn’t follow social interaction OSIS,samples of this research are students who has followed a organization amounting to 75 people and who hasn’t follow amounting to 75 people. This research used to pull of sampel by purposive sampling. source of data in this research are primary data and data of scunder used a instrument, while technique analyse data used percentage formula. The result of this research indicating that 1) social interaction between student who has followed organization in verygood category, 2) the social interaction of student who hasn’t follow organization in good category 3) there are significant differences between student social interaction who has followed organization with hasn’t follow organization.

KeyWords: social interaction Student Oganization intra to school

Pendahuluan

Menurut Al-Mighwar (2006:125) bahwa

“Bagi remaja akhir penyesuian diri yang pertama kali di tempuhnya adalah berusaha mempengaruhi teman-teman sepergaulannya.

Bila gagal, remaja terpaksa menerima realita bahwa terdapat perbedaan yang tidak bisa disatukan a ntara dirinya dengan beberapa anggotanya. Akibatnya, interaksi dijalankan apa adanya. Masalah ini tetapi berkaitan dengan rasa puas atau tidak puas. Bila merasa tidak puas bergaul dengan orang yang tidak sependapat, dia akan cenderung membentuk kelompok kecil yang memiliki bentuk interaksi yang relatif sama.

Menurut Gerungan (2000: 57) bahwa

“Interaksi sosial yaitu individu yang satu dapat menyesuaikan diri secara autoplastis kepada individu yang lain, dimana dirinya dipengaruhi oleh diri yang lain”. Rahman (2000: 21) mengemukakan bahwa “Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubunganantara individu, antara kelompok maupun antara individudengan kelompok”.

Ahmadi (2007:100), menyatakan bahwa klasifikasi Interaksi sosial antara lain:

1. Melibatkan dalam sejumlah orang, misalnya:

a. Seorang dengan seorang b. Seorang dengan group c. Group dengan group

2. Ada tingkat-tingkat keintiman, misalnya ada yang bersifat primer dan sekunder dan lain sebagainya.

3. Ada yang berproses sosial. Dalam hal ini terdapat beberapa bentuk proses sosial, ada yang berbentuk positif dan ada yang berbentuk negatif.

Menurut Rogers dan Rogers (Effendy, 2011:114) bahwa Kemampuan strukutur organisasi yang melangsungkan prosesnya secara sistem seperti itu akan dapat menyelesaikan tujuan secara efektif, dalam arti kata masukan (input) yang diproses akan menghasilkan keluaran (output) yang diharapkan sesuai dengan biaya, personel, dan waktu yang direncanakan.

Organisasi merupakan suatu kesatuan yang di dalamnya terdapat sejumlah komponen (berupa manusia maupun non manusia) yang

(3)

saling berinteraksi dan berpengaruh, semuanya bergerak ke arah tujuan yang telah ditentukan.

Untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada setiap anggota maka disusun suatu struktur organisasi, dimana dalam struktur tersebut akan terlihat jelas pola hubungan antara pemimpin dengan bidang atau departemen yang ada di bawahnya. Dengan adanya struktur organisasi dapat diketahui tugas dari masing-masing anggota sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi tersebut. Muhammad (2000:24) menyatakan bahwa “Organisasi merupakan suatu sistem, mengkoordinasikan aktifitas dan mencapai tujuan bersama”.

Rivai dan Mulyadi (2012:170) menyatakan bahwa dalam organisasi perlu adanya manusia, karena manusia adalah pendukung utama setiap organisasi apa pun bentuk dari organisasi tersebut. Oleh karena itu, setiap manusia mempunyai perbedaan persepsi, kepribadian, dan pengalaman hidupnya. Pada dasarnya individu se cara sendiri akan sulit untuk mewujudkan tujuannya dibandingkan dengan apabila secara berkelompok, dari kebutuhan untuk lebih memudahkan pencapaian tujuan ini muncul suatu bentuk kerja sama dari individu- individu untuk membentuk kelompok dan kemudian membentuk suatu organisasi. Melalui organisasi sebagai institusi yang memungkinkan masyarakat mengejar tujuan yang tidak bisa dicapai oleh individu-individu secara sendiri-sendiri. Dengan demikian, organisasi adalah suatu bentuk kelompok individu-individu dengan struktur dan tujuan tertentu. Individu membentuk kelompok, selanjunya membentuk suatu organisasi.

Sedangkan kelompok atau group adalah dua atau lebih individu yang berinteraksi dengan satu sama lain dalam hal-hal tertentu dimana perilaku dan/atau prestasi satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan/atau prestasi anggota lain.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di lapangan pada tanggal 12 Februari 2014, diperoleh informasi bahwa peserta didik yang mengikuti organisasi mempunyai kemampuan interaksi sosial yang baik tetapi masih ada yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi. Sebaliknya peserta didik yang tidak mengikuti organisasi ada yang mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan baik tetapi juga ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengadakan interaksi sosial dengan lingkungannya.

Kondisi yang ditemukan di lapangan peserta didik memiliki berbagai masalah dalam pergaulannya terutama dalam berhubungan dengan teman sebaya. Berdasarkan hasil

wawancara dengan guru BK dan seorang guru mata pelajaran yang sekaligus menjadi wali kelas di SMA Negeri 1Tarusan pada tangal 21 Februari 2014 terungkap bahwa dalam waktu belajar peserta didik yang terlibat aktif organisasi cenderung aktif dalam kegiatan proses belajar mengajar, dan mereka terlihat sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran, lain hal dengan peserta didik yang tidak terlibat aktif dalam organisasi, kebanyakan dari mereka kurang bisa mempertahankan konsentrasi dalam belajar, kurang merasa percaya diri dan dianggap kurang mampu dalam bekerja-sama.

Sedangkan diluar jam belajarpeserta didik yang tidak aktif didalam organisasi dirasa kurang mampu membangun hubungan baik dengan teman sebaya dan bahkan ada yang tidak disukai karena dianggap tidak mampu bersikap simpati kepada sesama teman.

Berdasarkann masalah di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, interaksi sosial peserta didik SMA Negeri 1 Tarusan yang mengikuti kegiatan organisasi siswa intra sekolah dan tidak mengikuti kegiatan organisasi siswa intra sekolah, mengambarkan perbedaan interaksi sosial antara peserta didik yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan organisasi siswa intra sekolah di SMA Negeri 1 Tarusan.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini tergolong pada jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi secara mendetail apa adanya.

Populasi dalam penelitian ini berjumlah 579 orang responden dan sampel penelitian ini sebanyak 75 orang responden yang diambil dari yang mengikuti dan tidak mengikuti OSIS.

Teknik analisis data untuk mendeskripsikan interaksi sosial peserta didik digunakan teknik persentase dan untuk melihat perbedaan antara peserta didik yang mengikuti dan tidak mengikuti OSIS digunakan uji-t.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Hasil penelitian ini disajikan sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu (1) untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial antara peserta didik yang mengikuti organisasi SMA N 1 Tarusan (2) untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial yang tidak mengikuti organisasi SMA N 1 Tarusan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa perbedaan interaksi sosial

(4)

peserta didik yang mengikuti organisasi dengan yang tidak mengikuti oraganisasi di SMA N 1 dapat diambil kesimpulan bahwa: terdapat perbedaan antara interaksi sosial peserta didik yang mengikuti organisasi dengan yang tidak mengikuti organisasi. Adapun perbedaan tersebut secara rinci dijelaskan sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penemuan mengenai interaksi peserta didik yang mengikuti oragnisasi di SMA N 1 Tarusan berada pada kategori sangat baik. Menurut Indrawijaya (2002:104) bahwa komunikasi antar perorangan merupakan salah satu aspek penting dalam mempelajari perilaku dalam kelompok atau organisasi.Pola komunikasi yang dilakukan dalam kelompok menuntut para anggota untuk dapat berkomunikasi secara terarah dan berkualitas. Peserta didik yang mengikuti kegiatan organisasi mempunyai kemampuan berkomunikasi lebih baik. Mereka dapat menyampaikan pendapatnya secara lisan maupun tulisan, dapat berbicara di depan orang banyak, dapat berkomunikasi dengan teman dan pihak lain secara baik, dapat menyampaikan informasi kepada orang lain.

2. Berdasarkan hasil penemuan mengenai interaksi peserta didik yang tidak mengikuti oragnisasi di SMA N 1 Tarusan berada pada kategori baik. Menurut Indrawijaya (2002:39) bahwa “Proses sosialisasi merupakan suatu proses yang membuat seseorang atau sekelompok orang menganut suatu sistem nilai tertentu”. Dengan adanya sosialisasi seseorang dapat mengadakan penyesuaian diri dengan lingkungan, karena tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh lingkungan. Peserta didik yang tidak mengikuti kegiatan organisasi cenderung mengalami kesulitan dalam beradaptasi terutama pada lingkungan baru karena mereka lebih suka bergaul dengan teman- teman yang sekiranya jalan pemikirannya sama. Kurang dapat menempatkan diri pada situasi tertentu dan mereka cenderung bergerombol dengan kelompoknya.

Disamping itu mereka kurang dapat memahami keadaan diri sendiri dan orang lain, karena mereka cenderung mengadakan interaksi sosial dengan lingkungan secara bebas.

3. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara interaksi sosial peserta didik yang mengikuti organisasi dengan interaksi sosial yang tidak mengikuti organisasi. Menurut Ahmadi

(2007:64) bahwa kelompok sebagai situasi perangsang, dapat dibedakan lagi atas:

a. Hubungan intragroup: yaitu hubungan antara individu lain dalam kelompok.

Misalnya: anggota kelompok A dengan anggota kelompok B atau kelompok A itu sendiri dengan kelompok B.

b. Hubungan intergroup: yaitu hubungan antara individu satu dengan yang lain dalam kelompok itu sendiri jadi tidak keluar dari kelompok.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa peserta didik yang mengikuti dan tidak mengikuti OSIS dapat dibedakan pada interaksi sosial yang dimiliki oleh individu masing-masing.

Kesimpulan dan Saran

Adapun hasil temuan penelitian yaitu sebagai berikut:

1. Interaksi peserta didik yang mengikuti oragnisasi di SMA N 1 Tarusan berada pada kategori sangat baik.

2. Interaksi peserta didik yang tidak mengikuti oragnisasi di SMA N 1 Tarusan berada pada kategori baik.

3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara interaksi sosial peserta didik yang mengikuti organisasi dengan interaksi sosial yang tidak mengikuti organisasi.

Berdasarkan kesimpulan di atas maka peneliti ingin mengajukan saran kepada:

1. Peserta didik

Peserta didik, agar memahami akan pentingnya interaksi sosial. Interaksi sosial yang baik sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk peserta didik yang tidak mengikuti organisasi diharapkan agar dapat melakukan interaksi sosial dengan lebih baik lagi.

2. Guru BK

Berdasarkan hasil analisis data, guru BK diharapkan dapat memelihara, mengembangkan dan memberikan arahan akan pentingnya interaksi sosial. Guru BK diharapkan mampu untuk menyususn program BK mengenai interaksi sosial.

3. Kepala Sekolah

Kepala sekolah dan bersama personil lainnya diharapkan dapat lebih meningkatkan perhatian kepada peserta didik, terutama peserta didik yang tidak mengikuti organisasi.

4. Pendidik

(5)

Berdasarkan hasil penelitian ini pendidik diharapkan dapat memberikan arahan mengenai interaksi sosial yang dilakukan oleh peserta didik.

5. Pengelola Program Studi Bimbingan dan Konseling

Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan mutu lulusan dalam mengaplikasikan ilmu di lapangan dan dapat mempersiapkan lulusan yang memiliki wawasan yang luas dan pengalaman yang matang.

6. Peneliti

Dengan melakukan penelitian ini, peneliti dapat mengenal dan memahami lebih luas mengenai perbedaan interaksi sosial peserta didik yang mengikuti organisasi dengan yang tidak mengikuti organisasi.

7. Peneliti Selanjutnya

Untuk peneliti selanjutnya mahasiswa program studi bimbingan dan konseling agar dapat dilanjutkan tentang perbedaan interaksi sosial yang mengikuti organisasi dengan yang tidak mengikuti organisasi yang belum diteliti.

KEPUSTAKAAN

Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta:

PT.Rineka Cipta.

Effendy, Onong Uchjana. 2011. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Gerungan, WA. 2000. Psikologi Sosial. Jakarta:

PT. Eresco.

Indrawijaya, Adam. 2002. Perilaku Organisasi.

Bandung: PT Rineka Cipta.

Mighwar, AL. 2006. Psikologi remaja petunjuk bagi guru dan orang tua. Bandung: Setia.

Muhammad, Arni. 2000. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Rahman, D, Taufik dkk. 2000. Panduan Belajar Sosiologi. Bogor: Yudhistira.

Rivai, Vethzal dan Mulyadi Deddy. 2012.

Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi.

Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Referensi

Dokumen terkait

As such, based on the results of the tracer study, out of 235 accounted graduates of the College of Arts & Sciences in various years across the programs, there are 105 alumni who are