• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan dan dukungan SMK3 Slide

N/A
N/A
Ovo Id

Academic year: 2024

Membagikan "Perencanaan dan dukungan SMK3 Slide"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Ilham Rahmanto

Perencanaan

dan dukungan

SMK3

(2)

Tujuan Pembelajaran

Peserta mampu Merencanakan dukungan sistem manajemen

keselamatan dan kesehatan kerja untuk memenuhi persyaratan

(3)

Aktivitas Commit

(4)

Sebelum kita ke materi saya akan berbincang sedikit tentang

dukungan sistem manajemen K3 lalu kita berdiskusi mengenai

perencanaan sistem manajemen K3!

(5)

Aktivitas Process

(6)

HLS 6. Perencanaan

• Tindakan pengelolaan risiko dan peluang

• Umum

• Identifikasi bahaya dan penilaian risiko dan peluang

• Penentuan persyaratan peraturan perundang- undangan dan persyaratan lainnya

• Tindakan perencanaan

• Sasaran K3 dan perencanaan untuk mencapainya

• Sasaran K3

(7)

Apa itu Risko dan

Peluang K3

Risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

kombinasi kemungkinan terjadinya kejadian atau paparan berbahaya yang terkait dengan pekerjaan dan keparahan cedera dan gangguan kesehatan dalam hubungan kerja yang dapat disebabkan oleh kejadian-kejadian atau paparan-paparan

Peluang keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

kondisi atau serangkaian keadaan yang dapat mengarah pada perbaikan kinerja K3

(8)

Tindakan Pengelolaan Risiko dan

Peluang

Ketika merencanakan SMK3, organisasi harus mempertimbangkan isu-isu yang merujuk pada

• Konteks Organisasi

• Persyaratan yang merujuk pada pihak yang berkepentingan

• Ruang lingkup SMK3

Apa yang harus dipertimbangkan ketika menentukan Risiko dan

Peluang SMK3?

(9)

Identifikasi bahaya dan penilaian risiko dan peluang

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara suatu proses-proses untuk identifikasi bahaya yang sedang berlangsung dan proaktif.

Yang harus dipertimbangkan dalam proses identifikasi bahaya antara lain:

• kegiatan dan situasi rutin dan non-rutin

• faktor manusia

• bahaya baru atau perubahan

• potensi situasi darurat

• pekerja dan orang lain

• perubahan pengetahuan, dan informasi tentang, bahaya

(10)

Penilaian risiko K3 dan risiko terkait SMK3 lainnya

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara proses-proses untuk:

• menilai risiko K3 dari bahaya yang teridentifikasi, sementara mempertimbangkan efektivitas pengendalian risiko yang sudah ada;

• menentukan dan menilai risiko lain yang terkait dengan penetapan, penerapan, pengoperasian dan pemeliharaan SMK3.

Metodologi dan kriteria organisasi untuk penilaian risiko K3 harus didefinisikan dengan memperhatikan ruang lingkup, sifat dan waktunya, untuk memastikan metodologi dan kriteria tersebut proaktif bukan reaktif dan digunakan secara sistematis.

Metodologi dan kriteria yang digunakan harus dipelihara dan disimpan sebagai informasi yang terdokumentasi.

(11)

Penilaian peluang K3 dan peluang terkait sistem manajemen K3

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara suatu atau beberapa proses untuk menilai:

• Peluang K3 untuk meningkatkan kinerja K3, dengan mempertimbangkan

perubahan-perubahan yang direncanakan terhadap organisasi, kebijakannya, prosesnya atau kegiatannya dan:

• Peluang-peluang untuk menyesuaikan pekerjaan, pengaturan pekerjaan dan lingkungan kerja dengan pekerja;

• Peluang-peluang untuk eliminasi bahaya dan mengurangi risiko K3;

• Peluang lainnya untuk memperbaiki SMK3

(12)

Penentuan persyaratan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara proses-proses untuk:

• menentukan dan memiliki akses ke persyaratan peraturan perundang-undangan terbaru dan persyaratan lain yang berlaku untuk bahaya, risiko K3 dan SMK3 organisasi;

• menentukan bagaimana persyaratan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya tersebut berlaku untuk organisasi dan apa yang perlu dikomunikasikan;

• mempertimbangkan persyaratan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya ketika menetapkan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan SMK3 secara berkelanjutan

Organisasi harus memelihara dan menyimpan informasi terdokumentasi terkait persyaratan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya dan harus memastikan bahwa informasi tersebut diperbarui untuk merefleksikan setiap perubahan yang terjadi.

(13)

Tindakan

perencanaan

Organisasi harus merencanakan tindakan untuk 1. mengatasi risiko dan peluang

2. memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya 3. mempersiapkan dan menanggapi situasi darurat

Organisasi harus mempertimbangkan hierarki pengendalian dan keluaran dari SMK3 saat merencanakan tindakan.

Ketika merencanakan tindakan-tindakan tersebut, organisasi harus mempertimbangkan praktik terbaik,

pilihan teknologi dan persyaratan keuangan, operasional dan bisnis.

(14)

Sasaran K3 dan perencanaan untuk

mencapainya

Organisasi harus menetapkan sasaran K3 pada fungsi dan tingkat yang relevan dalam rangka memelihara dan meningkatkan SMK3 dan kinerja K3 secara

berkelanjutan

Sasaran K3 harus:

a) konsisten dengan kebijakan K3;

b) dapat diukur (jika dapat dilakukan) atau dapat mengevaluasi kinerja;

c) Mempertimbangkan; persyaratan yang berlaku, hasil dari penilaian risiko dan peluang, hasil konsultasi dengan pekerja dan, perwakilan pekerja, apabila ada d) dipantau;

e) dikomunikasikan;

f) diperbarui sebagaimana mestinya

(15)

Sasaran K3 dan perencanaan untuk

mencapainya

Ketika merencanakan bagaimana mencapai sasaran K3 nya, organisasi harus menentukan:

• apa yang akan dilakukan;

• sumber daya yang diperlukan;

• siapa yang bertanggung jawab;

• kapan diselesaikan;

• bagaimana hasil-hasil akan dievaluasi, termasuk indikator-indikator untuk pemantauan;

• bagaimana tindakan untuk mencapai sasaran K3 akan diintegrasikan ke dalam proses bisnis organisasi.

Organisasi harus memelihara dan menyimpan informasi terdokumentasi mengenai sasaran K3 dan rencana untuk mencapainya

(16)

Ilham Rahmanto PERENCANAAN

SISTEM

MANAJEMEN K3 VERSI ISO

45001:2018

(17)

HLS 7. Dukungan

• Sumber daya

• Kompetensi

• Pemahaman

• Komunikasi

• Informasi terdokumentasi

(18)

Sumber

Daya

Organisasi harus menentukan dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk penetapan, penerapan, pemeliharaan, dan peningkatan SMK3 secara

berkelanjutan

(19)

Kompeten si

Organisasi harus:

• menentukan kompetensi yang diperlukan bagi pekerja yang berpengaruh atau dapat mempengaruhi kinerja K3;

• memastikan bahwa pekerja kompeten (termasuk kemampuan mereka untuk mengidentifikasi bahaya) berdasarkan pendidikan, pelatihan atau pengalaman yang sesuai;

• melakukan tindakan-tindakan untuk memperoleh dan memelihara kompetensi

yang diperlukan, serta mengevaluasi efektivitas tindakan-tindakan yang dilakukan tersebut, jika memungkinkan;

• menyimpan informasi terdokumentasi yang seuai sebagai bukti kompetensi

(20)

Pemaha

man

Pekerja harus memahami tentang:

• kebijakan serta sasaran K3;

• kontribusi mereka terhadap efektivitas SMK3, termasuk manfaat peningkatan kinerja K3;

• implikasi dan potensi konsekuensi dari ketidaksesuaian dengan persyaratan SMK3;

• investigasi insiden dan dampak yang relevan dengan mereka;

• bahaya, risiko dan tindakan K3 yang telah ditentukan yang relevan bagi mereka;

• kemampuan untuk terhindar dari situasi kerja yang mereka anggap menimbulkan bahaya yang serius bagi kehidupan atau kesehatan mereka, serta pengaturan perlindungan dari konsekuensi yang tidak semestinya

(21)

Komunik

asi

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara proses-proses yang dibutuhkan untuk komunikasi internal dan eksternal yang relevan dengan SMK3, termasuk menentukan:

• apa yang akan dikomunikasikan;

• kapan dilakukan komunikasi;

• dengan siapa komunikasi dilakukan:

• secara internal di antara berbagai tingkatan dan fungsi dalam organisasi; \

• di antara kontraktor dan pengunjung tempat kerja;

• di antara pihak-pihak lain yang berkepentingan;

• bagaimana cara berkomunikasi.

(22)

Informasi

Terdokumentasi

SMK3 organisasi harus mencakup:

• informasi terdokumentasi yang diperlukan oleh dokumen ini;

• informasi terdokumentasi yang ditentukan oleh organisasi sesuai keperluan untuk efektivitas SMK3.

Ketika membuat dan memperbarui informasi terdokumentasi, organisasi harus memastikan kesesuaian:

• identifikasi dan deskripsi (misalnya judul, tanggal, penulis atau nomor referensi);

• format (misalnya: bahasa, versi perangkat lunak, grafik) dan media (misalnya kertas, elektronik);

• peninjauan dan persetujuan untuk kesesuaian dan kecukupan

(23)

Aktivitas Practice

Membuat diskusi kelompok dan membuat debat kelompok terkait

manajemen risiko yang berhubungan dengan konteks K3

(24)

THANK YOU!

Referensi

Dokumen terkait

Harmonisasi peraturan perundang-undangan dapat diartikan sebagai suatu proses penyelarasan atau penyerasian peraturan perundang-undangan yang hendak atau sedang disusun,

Agar siswa memahami bagaimana proses pembuatan peraturan perundang- undangan sehingga dapat membedakan peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah...

Pengharmonisasian Rancangan Peraturan Perundang- undangan yang dalam Permenkumham Nomor 23 Tahun 2018 adalah proses penyelarasan substansi rancangan peraturan perundang-undangan

Pengharmonisasian terhadap pembentukan peraturan perundang–undangan tersebut menjadi suatu proses yang penting terkait mengingat potensi terhadap kondisi yang

Pada tahap evaluasi pemenuhan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya terkait K3 di PT Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Jakarta terdapat 28 peraturan perundang-undangan

sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BPR dan peraturan perundang- undangan. Menerapkan Tata Kelola pada setiap kegiatan usaha BPR di seluruh tingkatan atau jenjang

Apa indikator kesetaraan gender dalam pembentukan peraturan perundang-undangan Untuk menentukan bahwa suatu peraturan perundang- undangan adalah responsif gender, dapat diindikasikan

Segala peraturan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara RI dalam rangka memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan D.. Segala peraturan