PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Distribusi responden berdasarkan tingkat sikap remaja putri saat menghadapi disminorrea di kelas VIII SMP N 8 Padangsidimpuan tahun 2016. Distribusi responden berdasarkan tingkat tindakan remaja putri saat menghadapi disminorrea di kelas SMPsi Padangsidimpuan VIII tahun 2016. Setelah dilakukan Penelitian tentang “Perilaku Remaja Putri Saat Menghadapi Dismenorea Di Kelas VIII SMP N 8 Padangsidimpuan Tahun 2016”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan remaja putri mengenai perilaku remaja putri saat menghadapi dismenore di kelas VIII SMP N 8 Padangsidimpuan tahun 2016. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran remaja putri. meningkatkan pengetahuan siswi tentang penatalaksanaan dismenore kelas VIII SMPN 8 Padangsidimpuan tahun 2016. Hal ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi peneliti untuk menambah pemahaman dan pengetahuan tentang dismenore serta perilaku remaja putri saat menghadapi dismenore.
TINJAUAN PUSTAKA
Faktor yang mempengaruhi perilaku
Faktor yang berhubungan dengan perilaku
Usia merupakan variabel yang sangat penting dalam kajian masalah kesehatan khususnya yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita, karena organ reproduksi wanita sangat rentan terhadap kesehatan. Menurut Becker yang dikutip Graeff dalam Notoatmodjo (2007), seseorang yang melakukan tindakan atau melakukan suatu perilaku tidak lepas dari peran pertimbangan keluarga.
Pengukuran Perilaku
Ukuran perilaku memuat pernyataan berdasarkan apakah nilai yang dipilih sesuai untuk perilaku preventif dan telah teruji reliabilitas dan validitasnya, kemudian dapat digunakan untuk mengungkap perilaku responden. Kategori evaluasi dalam penelitian ini sesuai dengan skala Likert dari Notoatmodjo (2007). Menurut (Azwar, 2008), ukuran perilaku yang memuat pernyataan-pernyataan terpilih dan telah teruji reliabilitas dan validitasnya dapat digunakan untuk mengungkap perilaku kelompok responden.
Skala pengukuran sikap ini menggunakan skala Guttman, dimana skala pengukuran jenis ini akan memberikan jawaban yang jelas yaitu: Positif dan Negatif. Penelitian dengan menggunakan skala ini dilakukan apabila ingin memperoleh jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ingin dikemukakan. Skala pengukuran pada tindakan ini menggunakan skala Guttman, dimana skala pengukuran dengan jenis ini akan mendapatkan jawaban yang unik yaitu : Ya dan.
Tindakan diukur dengan 10 soal, dengan alat ukur sebagai berikut: Jawaban subjek menggunakan skala Gutman, jawaban YA diberi skor 2 dan jawaban TIDAK diberi skor 0, dengan skor Ya 10-20 dan jawaban Ya diberi skor 2. Tidak ada nilai <10 (Hidayat, 2009).
DISMINOREA
- Klasifikasi Disminorea
- Derajat Disminorea
- Etiologi dan Penyebab
- Tanda dan Gejala
- Penanganan Disminorea
- Komplikasi jika tidak diberikan obat
Dismenore primer adalah nyeri haid yang terjadi tanpa adanya kelainan yang jelas pada alat kelamin. Dismenore primer terjadi bersamaan atau beberapa saat setelah menarche, biasanya setelah dua belas bulan atau lebih, karena siklus menstruasi pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya bertipe anovulasi dan tidak disertai rasa nyeri. Rasa sakit ini terjadi sesaat sebelum atau saat menstruasi dan berlangsung selama beberapa jam, meski dalam beberapa kasus bisa berlangsung selama beberapa hari.
Sifat nyerinya adalah kram, biasanya terbatas pada perut bagian bawah, namun bisa menjalar hingga pinggang dan paha. Selain nyeri, mual, muntah, sakit kepala, diare dan mudah tersinggung dapat terjadi (Wiknjosastro, 2008). Selain nyeri, Anda mungkin mengalami mual, muntah, kapalan, diare, lemas dan/atau pingsan.
Dismenore primer berhubungan dengan produksi hormon prostaglandin yang menyebabkan kontraksi rahim atau otot rahim. Faktor yang erat kaitannya dengan faktor-faktor yang disebutkan di atas ini juga dapat menurunkan resistensi terhadap nyeri. Salah satu teori tertua yang menjelaskan terjadinya dismenore primer adalah stenosis saluran serviks.
Secara umum ada anggapan bahwa kejang yang terjadi pada Disminore Primer disebabkan oleh kontraksi uterus yang berlebihan, faktor endokrin berhubungan dengan tonus dan kontraktilitas otot usus.
Kerangka Konsep
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Populasi dan Sampel
Alat Pengumpulan Data
Pengetahuan dikatakan kurang jika skor responden berada di bawah skor total seluruh pertanyaan mengenai pengetahuan tentang dismenore. Skala pengukuran tindakan ini menggunakan skala Guttman, dimana skala pengukuran jenis ini akan memberikan jawaban yang jelas yaitu: Ya dan Tidak. Tindakan diukur menggunakan 10 pertanyaan: Jawaban subjek menggunakan skala Gutman, jawaban YA diberi skor 2 dan jawaban TIDAK diberi skor 0, dengan skor ya 10-20 dan skor tidak <10 ( Hidayat, 2009).
Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Sony Bernika Magdalena S yang berjudul Skripsi Sikap Remaja Putri Menghadapi Dismenore Tahun 2010. Validitas merupakan indeks yang menunjukkan bahwa alat ukur benar-benar mengukur apa yang diukur. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner dapat mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Dalam hal ini digunakan beberapa pertanyaan yang dapat mengungkapkan secara akurat variabel yang diukur (Hidayat, 2008). Kegunaan merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau Artinya menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten ketika fenomena yang sama diukur dua kali atau lebih dengan alat ukur yang sama.
Prosedur Pengumpulan Data
Beri peluang kepada responden untuk bertanya kepada pengkaji sekiranya terdapat perkara yang kurang jelas tentang soal selidik.
Defenisi Operasional
Pengetahuan responden pada penelitian ini didasarkan pada 10 pertanyaan yang diberikan dalam bentuk kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap perilaku responden saat menghadapi dismenore. Berdasarkan tabel 4 diatas diperoleh hasil bahwa dari 30 responden yang diteliti ternyata remaja putri mayoritas berada pada kategori tidak sebanyak 21 orang (70%) dan sebagian kecil remaja putri berada pada kategori ya sebanyak 9 orang. atau (30%) . Hasil penelitian juga terlihat dari sumber informasi responden juga sangat mempengaruhi perilaku remaja putri saat menghadapi dismenore, yaitu sumber informasi terbanyak responden adalah media elektronik sebanyak 13 orang (43,3%). ) dan sumber informasi responden yang minoritas adalah orang tua sebanyak 8 orang (26,7%).
Mengenai pengetahuan tentang perilaku remaja putri saat menghadapi dismenore, tingkat pengetahuan sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 15 orang (50%), dan tingkat pengetahuan sebagian kecil responden berada pada kategori baik sebanyak 4 orang ( 13,3%). Banyaknya jumlah responden dengan kategori cukup menunjukkan bahwa pengetahuan responden terhadap perilaku remaja putri saat menghadapi dismenore masih kurang baik. Pengetahuan yang baik mengenai perilaku remaja putri saat menghadapi dismenore sangat diperlukan agar responden dapat memahami perilakunya saat menghadapi dismenore dan dapat mengatasi jika mengalami dismenore.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Sony Bernike Magdalena S (2010) yang menyatakan bahwa pengetahuan perilaku responden dalam menangani dismenore berada pada kategori cukup. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sony Bernike Magdalena S (2010) yang menyatakan bahwa tindakan responden mengenai perilaku saat menghadapi dismenore masuk dalam kategori tidak. Pengetahuan remaja putri di bidang dismenore; tingkat pengetahuan sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 15 orang (50%), dan tingkat pengetahuan sebagian kecil responden berada pada kategori baik sebanyak 4 orang (13,3%).
Sikap remaja putri dalam menghadapi dismenore, sikap mayoritas responden adalah sikap Positif sebanyak 25 orang (83,3%), dan tingkat sikap sebagian kecil responden adalah sikap Negatif sebanyak 5 orang (16,7%). Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai perilaku penatalaksanaan dismenorea dan diharapkan dapat dilakukan penelitian multivariat dengan metode yang lebih lengkap. Dalam rangka penyusunan skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk menjadi sarjana kesehatan masyarakat di Yayasan STIKES Aufa Royhan Padangsidimpuan, penulis bermaksud melakukan penelitian tentang perilaku remaja putri saat menghadapi dismenore di kelas VIII SMP N 8. Padangsidimpuan, Mohon kesiapan siswi SMP N 8 Padangsidimpuan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menjawab kuesioner terlampir.
Analisa Data
Pengolahan Data
Setelah dilakukan pengumpulan data melalui kuisioner atau angket, maka dilakukan tahap pengolahan data, yaitu tahapan atau proses sebagai berikut: 1. Pengecekan kelengkapan data yang telah dikumpulkan, selanjutnya dilakukan perbaikan dengan cara pengecekan kembali atau bila diperlukan. pengumpulan data. Setelah dilakukan penyuntingan dan pengkodean, seluruh tanggapan responden yang sama dikelompokkan secara teliti dan teratur, kemudian dihitung dan dikumpulkan, kemudian dicatat dalam bentuk tabel.
Yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi subvariabel yang diteliti sehingga dapat diketahui gambaran subvariabelnya. Pada bagian ini akan disajikan hasil penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel dan karakteristik responden sebagai berikut.
Karakteristik Responden
Pengetahuan Responden
Sikap Responden
Berdasarkan tabel 3 diatas terlihat bahwa dari 30 responden yang disurvei menunjukkan bahwa tingkat sikap sebagian besar responden berada pada sikap positif sebanyak 25 orang (83,3%) dan tingkat sikap sebagian kecil responden berada pada sikap positif. sikap Negatif sebanyak 5 orang (16,7%).
Tindakan Responden
Berdasarkan penelitian diketahui tingkat sikap mayoritas responden berada pada Sikap Positif sebanyak 25 orang (83,3%) dan tingkat sikap minoritas responden berada pada Sikap Negatif sebanyak 5 orang (16,7%). ). Berdasarkan hasil penelitian yaitu pada tabel 4 menunjukkan bahwa tingkat usaha mayoritas responden berada pada kategori tidak sebanyak 21 orang (70%) dan sebagian kecil remaja putri berada pada kategori ya sebanyak 9 orang atau (30%) . Tindakan responden mayoritas berada pada kategori tidak sebanyak 21 orang (70%) dan sebagian kecil remaja putri berada pada kategori ya sebanyak 9 orang atau (30%).
Adriani, (2013). Nyeri saat mengatasi dismenore. Jakarta: Erlangga Afifah, Ani (2010). Status sosial ekonomi masyarakat. Jakarta: Tiga Serangkai Alimul, Andia. Bandung: Gramedia, (2008). Penatalaksanaan Disminore Edisi 1. Jakarta: Erlangga, (2008). Penyebab Disminore Primer Edisi 1. Jakarta Barat: Erlangga Hestiantoro dkk, (2010). Hidayat, (2007). Etika dalam penelitian. Jakarta: Yudistira, (2009). Pengukuran perilaku dalam penelitian. Jakarta: Yudistira Howart, Kostu. 2008. Diploma Disminorea, Surabaya: Erlangga Iskandar, Mul. 2008). Kerangka konseptual untuk penelitian. Bandung: Tiga Serangkai Janiwarty dan Piter, (2013). Masa transisi bagi remaja. Bandung: Rineka Cipta Kusmiran, Sukrinai.
Jakarta: Tiga Kelana Morgan dan Hamilton, (2009). Etiologi dismenore. Surakarta: Tiga Serangkai Notoatmodjo, (2007). Memahami perilaku manusia. Jakarta: Erlangga. 2007). Populasi penelitian dan sampel. Jakarta: Rineka Cipta, (2007). Kerangka konseptual untuk penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. 2010).Divisi Disminorea Jakarta Timur : Tiga Serangkai Sobur, Alex. 2009. Ciri-ciri khas sikap dan perilaku. Semarang: Erlangga Widayatun, TR (2010). faktor yang mempengaruhi sikap seseorang.Jakarta :. 2010). Fungsi Sikap. Jakarta Timur: Tiga Serangkai Wiknjosastro, (2008). Klasifikasi dismenore. 2 Wanita yang mengalami nyeri haid sebaiknya tidak menyembunyikan rasa sakitnya dan mengetahui apa yang harus dilakukan. 3 Setiap wanita harus tahu.
8 Bila nyeri haid terjadi tidak perlu ke tukang pijat. 9 Untuk mengurangi nyeri haid no. Remaja putri seringkali menahan nyeri haid dengan memegangi perut sambil berguling-guling di tempat tidur.
PEMBAHASAN
Pengetahuan Responden Saat Menghadapi Disminorea
Sikap Responden Saat Menghadapi Disminorea
Tindakan Responden Saat Menghadapi Disminorea
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
2009). Etiologiese basis van dysminorrhoea. Surakarta: Triade. 2009).Signs and Simptome of Disminorrhoea Surakarta: Triad Hanifa, (2008).Understanding Dysminorrhoea and Treatment. 2012). Disminorree by adolessente. Bogor: Tiga Kelana Manuaba, Rz. 2008). Grade in Disminorrhoea. Bandung: Gramedia Margono, S. 2008). Teorieë in menslike gedrag.