• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Sosioemosional 03

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Perkembangan Sosioemosional 03"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan Sosial Dan

Sosioemosional

* Dr. Salamiah Sari Dewi, S.Psi, M.Psi

* Atika.M. Nataya Nst, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

(2)

Sub Mater i

• Keluarga

• Teman Sebaya

• Sekolah

Konteks Sosial Dalam Perkembangan

02

• Diri Sendiri

• Perkembangan Moral

Perkembangan Sosioemosional

03

• Teori Ekologi Bronfenbrenner

• Teori Perkembangan Rentang Hidup erikson

Teori Kontemporer

01

(3)

Teori Kontemporer

Teori ini dipilih untuk cara komprehensif yang digunakan untuk mengatasi konteks sosial dimana anak-anak

berkembang (Bronfenbrenner) dan perubahan besar dalam perkembangan sosioemosional anak (Erikson)

Teori Ekologi Bronfenbrenner (Urie Bronfenbrenner 1917-2005).

Teori yang berfokus pada konteks sosial dimana anak-anak hidup dan orang-orang yang memengaruhi perkembangan mereka.

Teori Perkembangan Tentang Hidup Erikson (1902-1994).

Menyajikan pandangan perkembangan kehidupan masyarakat

secara bertahap.

(4)

Lima Sistem Lingkungan Teori Ekologi Bronfenbrenner

Chronosystem

Hubungan antara microsystem, seperti

hubungan antara pengalaman keluarga

dengan pengalaman sekolah dan antara keluarga dengan rekan

sebaya.

Terjadi ketika pengalaman diseting lain (dimana murid tidak

berperan aktif) memengaruhi pengalaman murid dalam konteks mereka

sendiri.

Melibatkan budaya yang cukup luas mencakup peran etnis

dan faktor sosial ekonomi dalam perkembangan anak.

Kondisi sosio- historis (berhubungan dengan masa lalu)

perkembangan siswa.

Pengaturan individu menghabiskan waktu yang cukup lama dan

memiliki interaksi langsung dengan orang

tua, guru, dan rekan sebaya.

Exosystem Mesosyste

m

Mycrosystem Macrosystem

(5)

Delapan tahapan perkembangan manusia

Tahap Erikson

Integritas Vs Putus Asa

Generatif Vs Stagnasi Intimasi Vs Isolasi

Identitas Vs Kebingunan Identitas Usaha Vs Inferioritas

Inisiatif Vs Rasa Bersalah Otonomi Vs Malu dan Ragu

Percaya Vs Tidak Percaya

Periode Perkembangan

Dewasa Akhir Usia (Usia 60 tahun keatas)

Dewasa Pertengahan (usia 40-50) Dewasa Awal (Usia 20-30) Remaja (10 sampai 20 tahun)

Kanak-kanak pertengahan dan akhir (SD,6 sampai puber)

Kanak-kanak awal (prasekolah, 3-5 tahun) Masa Bayi (tahun kedua)

Bayi (tahun pertama)

(6)

Teori Bronfenbrenner Teori Erikson

EVALUASI

TEORI BRONFEN- BRENNER DAN ERIKSON

Kritik terhadap teori Bronfenbrenner adalah

bahwa hal tersebut memberikan terlalu sedikit

perhatian pada faktor biologis dan kognitif dalam perkembangan anak dan tidak mengatasi

perubahan

perkembangan langkah demi langkah yang menjadi fokus dari teori,seperti Piaget dan

Erikson

Konsep identitasnya sangat membantu dalam

memahami remaja yang menjelang dewasa dan

mahasiswa namun tahapannya terlalu kaku.

Banyak penelitian telah dilakukan namun,ruang

lingkup keseluruhan teorinya belum

didokumentasikan secara

ilmiah.

(7)

Konteks Sosial Perkembangan

(Keluarga) Dalam setiap keluarga, orang tua memiliki peran penting dalam mendukung dan mendorong prestasi akademik anak dan sikapnya terhadap sekolah

(Eipstein, 2009).

Pengamatan pada pengaruh orang tua terhadap sekolah dan prestasi anak berfokus dalam hal sebagai berikut:

1. Gaya Parenting

2. Pengasuhan bersama

3. Keluarga yang berubah dalam masyarakat yang

berubah

(8)

Neglectful parenting adalah gaya asuh dimana orang tua tidak terlibat aktif dalam kehidupan anaknya

Neglectful parenting Authoritative parenting adalah

mendorong anaknya untuk menjadi independen tetapi masih membatasi dan mengontrol tindakan anaknya.

Authoritative parenting

Indulgent parenting adalah gaya asuh dimana orang tua sangat terlibat dalam kehidupan anaknya tapi tidak banyak memberi batasan atau kekangan pada perilaku mereka.

Indulgent parenting Authoritarian Parenting adalah gaya

asuh yag bersifat membatasi dan menghukum.

Authoritarian Parenting

Ada 4 bentuk gaya pengasuhan

atau parenting menurut Baumrind:

(9)

Pengasuhan Bersama

Orang tua saling mendukung untuk bersama-

samamembesarkan anak mereka.

(10)

Keluarga yang berubah dalam masyarakat yang berubah

Orang tua bekerja Anak dari keluarga cerai

Anak-anak dari keluarga cerai memiliki penyesuaian yang lebih buruk dibanding teman-

teman mereka yang berasal dari keluarga utuh (Amato &

Dorius, 2011).

Adanya sistem pendukung (teman, saudara), hubungan

positif antara orang tua, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan, dan pembelajaran

sekolah yang berkualitas membantu anak menyesuaikan diri dengan keadaan stress perceraian (Huurre, Junkkari, & Aro, 2006) Orang tua yang memiliki kondisi

kerja yang buruk,seperti kerja lembur, jam kerja panjang, dan stress pekerjaan cenderung lebih

mudah marah di rumah dan menyebabkan kurangnya

pengasuhan yang efektif terhadap anak daripadamereka yang bekerja dalam kondisi kerja

yang lebih baik.

(11)

Teman Sebaya

Salah satu fungsi dari kelompok rekan sebaya adalah untuk menyediakan sumber informasi dan perbandingan mengenai dunia di luar keluarga.

Persahabatan

Persahabatan memengaruhi sikap anak terhadap sekolah dan seberapa sukses ia di kelas (Thompson &

Goodman, 2009).

Memiliki teman-teman yang berorientasi secara akademis , terampil sosial, dan mendukung adalah keuntungan dalam sebuah hubungan pertemanan.

Namun, bergaul dengan teman-teman yang nakal akan berpengaruh buruk dan merupakan kerugian bagi

diri sendiri.

(12)

Lima jenis Status Rekan Sebaya menurut ahli pengembangan

Anak Populer Memberikan bantuan, mendengarkan dengan cermat,

merasa bahagia, bertindak seperti diri sendiri, menunjukkan antusiasme dan kepedulian terhadap sesama, serta percaya diri tanpa terlihat sombong.

Menerima nominasi positif lebih banyak

Anak Kontroversial

Sering dinominasikan sebagai sahabat maupun sebagai teman yang tidak disukai.

Anak yang ditolak

Jarang dinominasikan sebagai sahabat dan sering tidak disukai oleh teman-temannya.

Anak Rata-rata Menerima jumlah rata-rata dari kedua nominasi

positif dan negatif.

Anak Terabaikan Jarang dinominasikan sebagai sahabat, namun

bukan berarti tidak disukai oleh sesamanya.

(13)

SEKOLAH

Di sekolah anak-anak menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai anggota masyarakat yang memberikan pengaruh besar pada perkembangan sosioemosional mereka.

Sekolah Mengubah Konteks Pembangunan Sosial

Konteks sosial bervariasi dari tahun ketahun antara lain anak usia dini, sekolah dasar dan remaja (Minuchin & Shapiro, 1983).

Pendidikan Masa Kanak-kanak Awal

Ada banyak versi dalam mendidik anak.Namun, banyak ahli pendidikan yang mendukung pendidikan harus sesuai dengan perkembangan(Slentz & Krogh, 2001).

Transisi ke Sekolah Dasar

Ketika anak-anak bertransisi ke sekolah dasar, mereka berinteraksi dan mengembangkan hubungan dengan orang-orang baru. Sekolah memberi mereka banyak ide untuk

membentuk diri mereka sendiri

Pendidikan Remaja

Persoalan khusus tentang pendidikan remaja:

a.transisi sekolah menengah pertama

b.pendidikan yang efektif untuk remaja muda

c.kualitas sekolah menengah.

(14)

Perkembangan Sosioemosional

DIRI Perkembangan

Moral

Harga Diri Pengembangan Identitas

Status Identitas

Identitas

Etnis

(15)

Harga Diri

Anak Usia Dini

SD Kelas 5

Sekolah Menengah

Kelas 6-8

Sekolah Tinggi Kelas

9-12

Mengacu pada tampilan keseluruhanindividu mengenai dirinya sendiri. Harga diri tinggi dapat berupa tampilanfisik dan keterampilan. Sedangkanharga diri

rendah dapat disebabkanprestasi rendah, depresi, gangguannakal, dan kenakalan (Kaplan, 2009). Faktor

lain yang menyebabkan hargadiri rendah pada orang dewasa yaitukesehatan mental dan fisik yang buruk,

ekonomi sulit, dan kriminal yang tinggi

Beberapa remaja sering diberi label "nakal" di sekolahnya dari pada mendapat pujian, padahal sebuah pujian tidak hanya

meningkatkan harga diri untuk kinerja siswa di kelas, tetapi memberi mereka izin

untuk sukses dan melakukan dengan baik secara umum.

Seseorang lebih baik menghargai bakat dan minatnya sendiri agar

bangga terhadap karyanya sendiri dan tidak merasa dirinya gagal seutuhnya.

Untuk membantu anak meningkatkan harga diri mereka, sebaiknya jangan menyalahkan apa yang mereka lakukan sehingga anak tidak pernah merasa putus asa dengan yang sedangdi lakukan dan akan merasa dihargai, di anggap penting, serta merupakan bagian dari kelasi tu.

Anak-anak yang terbiasa mendapat pujian dengan hasil kerja mereka yang biasa-biasa saja atau buruk, mungkin akan berakibat mengalami kesulitan dalam persaingan dan kritik.

Empat hal menghindari agar anak tidak rendah diri:

• Mengidentifikasi penyebab rendahnya harga diri dan bidang kompetensi penting untuk diri sendiri.

• Memberikan dukungan emosional dan persetujuan sosial

• Membantu anak berprestasi

• Membantu anak mengembangkan keterampilan mengatasi masalah

(16)

Your Picture Here

Pengembangan Identitas

• Status Identitas

James Marcia (1980, 1998), menganalisis konsep identitas Erikson adalah menyimpulkan bahwa penting untuk membedakan ekplorasi dan komitmen.

Eksplorasi: memeriksa makna identitas. Komitmen: menunjukkan pribadi dalam identitas dan tinggal dengan apapun yang identitas siratkan.

• Difusi : individu belum mengalami krisis atau membuat komitmen

• Pengambilan identitas : individu telah membuat komitmen, tapi belum mengalami krisis.

• Motorium Identitas : individu berada ditengah-tengah krisis, namun komitmen tidak ada/samar-samar

• Pencapaian identitas : individu telah mengalami krisis dan komitmen.

(17)

Aspek abadi dari diri mencakup rasa keanggotaan kelompok etnis, menjadi satu dengan sikap dan perasaan yang terkait dengan keanggotaannya.

Konteks langsung dimana pemuda etnis minoritas hidup memengaruhi perkembangan identitas mereka (Jung & Syed, 2010; Swanson, 2010).

Para peneliti menemukan bahwa identitas etnis positif terkait dengan hasil positif bagi remaja etnis minoritas (Umana-Taylor, Gonzales-Backen, & Guimond, 2009)

IDENTITAS

ETNIS

(18)

Perkembangan Moral

Domain dari Perkembangan diri

Perkembangan moral seseorang tentang aturan dan konveksi berinteraksi antara orang-orang. Aturan ini dapat dipelajari dalam tiga domain:

• Kognitif: cara siswa berfikir mengenai suatu alasan.

• Perilaku: cara siswa berperilaku, pada moralitas mereka.

• Emosional: cara siswa secara moral.

Ketika anak-anak.mengembangkan rasa diri dan identitas, mereka juga mengembangkan rasa moralitas.

Teori Kohlberg

Lawrence Kohlberg (1976, 1986): perkembangan moral merupakan penalaran

moral dan terjadi secara bertahap. Kohlberg menekankan bahwa perubahan

mendasar dalam perkembangan kognitif mempromosikan pemikiran moral yang

lebih maju. Ia juga mengatakan bahwa anak-anak membangun pikiran moral

mereka saat mereka melewati beberapa tahap,bahwa mereka tidak hanya pasif

menerima norma budaya bagi moralitas. Kohlberg berpendapat bahwa pemikiran

moral seorang anak dapat maju melalui diskusi dengan orang lain yang nalarnya

berada pada tahapan berikutnya yang lebih tinggi.

(19)

Tahapan Kohlberg

Level 1 Level 2 Level 3

Penalaran Pra-Konvensional (Tanpa Internalisasi)

Penalaran Konvensional (Internalisasi Menengah

Penalaran Pasca-Konvensional (Internalisasi Penuh)

Tahap 1

Moralitas Heteronom

Individu mengejar minat mereka, namun membiarkan orang lain melakukan hal yg sama. Apa yg benar mencangkup hal yang sama.

Tahap 3

Harapan Interpersonal saling menguntungkan, hubungan, dan

konformitas interpersonal.

Individu menghargai kepercayaan, perhatian, dan loyalitas kepada orang lain sebagai dasar penilaian moral.

Tahap 5

Kontak Sosial atau Utillitas dan Hak Individual

Alasan individu bahwa nilai, hak, dan prinsip mendasari atau melampaui hukum.

Tahap 2

Individualisme, Tujuan, dan Pertukaran

Anak patuh karena orang dewasa meminta mereka patuh. Seseorang mendasarkan keputusan moral pada ketakutan akan hukuman.

Tahap 4

Moralitas Sistem Sosial Penilaian moral merupakan dasar pemahaman dari permintaan sosial, hukum, keadilan, dan tugas.

Tahap 6

Prinsip Etnis Universal Seseorang telah mengembangkan keputusan moral yang berdasarkan kepada HAM. Saat menghadapi dilema antara hukum dan nurani, nurani

seorang individu mengikuti.

(20)

THANK YOU

Insert the Subtitle of Your Presentation

Referensi

Dokumen terkait

Bagan Gambaran Dinamika : Menulis Refleksi Diri Membantu Proses Perkembangan Pribadi Seminaris Menjadi Lebih berkualitas. dan

Penglibatan saudara/i dalam minggu suaikenal ini sedikit sebanyak membantu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di kampus UniMAP yang berkonsepkan ‘distributed

Individu yang mempersepsi positif terhadap dukungan emosional, penghargaan, instrumental dan informatif akan membantu individu dalam menyesuaikan diri pada masa

Membantu kedua orang tua dapat dilakukan memenuhi kebutuhan orang tua seperti membelikan makanan, pakaian.. 4) Menziarahi dan Mendoakan Kedua Orang Tua Menziarahi dan

Sikap orang tua, keluarga, teman sebaya, teman sekolah, dan masyarakat pada umumnya sangat berpengaruh terhadap pembentukan.. konsep diri anak tunadaksa. Dengan demikian

Perkembangan Sosial • Fase anak usia sekolah dasar sering juga disebut usia berkelompok • Menyesuaikan diri dari sikap egosentris kepada kooperatif dan sosiosentris • Mulai berminat

Anak laki-laki tidak saja menghindari teman bermain perempuan pada saat mereka masuk sekolah, tetapi juga menjauhkan diri dari semua kegiatan bermain yang dianggap tidak sesuai dengan

Diantara upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua/keluarga dan guru/sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan remaja adalah: 1 Meningkatkan iman dan taqwa terhadap tuhan yang