• Tidak ada hasil yang ditemukan

perwatakan tokoh utama dalam novel jodoh terakhir

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "perwatakan tokoh utama dalam novel jodoh terakhir"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERWATAKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL JODOH TERAKHIR KARYA NETTY VIRGIANTINI

ARTIKEL ILMIAH

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata 1

MAYA KOMALA SARI NPM 11080277

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2016

(2)

PERWATAKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL JODOH TERAKHIR KARYA NETTY VIRGIANTINI

Oleh

Maya Komala Sari

1

, Zulfitriyani, S.S., M.Pd.

2

, Putri Dian Afrinda, M.Pd.

3

1) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat

2) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai keunikan perwatakan pada tokoh utama dalam novel Jodoh terakhir karya Netty Virgiantini. Untuk itu, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang perwatakan pada tokoh utama yang terdapat dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan perwatakan tokoh utama novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini. Penelitian ini difokuskan kepada perwatakan tokoh utama novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini. Perwatakan tokoh utama tersebut berhubungan dengan teori Stanton (dalam Nurgiyantoro, 2010:165). Menurut Stanton perwatakan (karakter) merupakan sebagian dari sikap seperti (1) keinginan, (2) emosi, (3) ketertarikan, dan (4) prinsip moral. Jenis penelitian yaitu kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif analisis. Data dalam penelitian berupa kata-kata, kalimat, dialog, dan monolog yang berhubungan dengan perwatakan tokoh. Sumber data penelitian yaitu novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini. Novel ini terbit di Jakarta oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2010. Data penelitian dikumpulkan dengan lima tahap. Pertama, membaca dan memahami novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini. Kedua, melakukan studi kepustakaan yang terkait dengan perwatakan. Ketiga, menandai kalimat dan kutipan dalam novel sesuai dengan format inventarisasi data. Keempat, mengklasifikasikan data yang berhubungan dengan watak tokoh. Kelima, menginventarisasi data dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini memiliki perwatakan (karakter) yang unik dan susah di tebak. Hal demikian dapat dilihat dari sikap keinginan, sikap emosi, sikap ketertarikan, dan sikap prinsip moral pada novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini.

Kata kunci: perwatakan, tokoh utama, dan novel Jodoh Terakhir

(3)

THE CHARACTER OF THE MAIN CHARACTER IN THE NOVEL LAST MATCH WORK NETTY VIRGIANTINI

By

Maya Komala Sari

1

, Zulfitriyani, S.S., M.Pd.

2

, Putri Dian Afrinda, M.Pd.

3

1) Student of STKIP PGRI West Sumatera

2) Lecturer Program Study Education of Language and Art Indonesia of STKIP PGRI West Sumatera

ABSTRACT

This research was motivated by concerns about the uniqueness of the character on the main character in the novel Last Match work Netty Virgiantini. For that, researchers interested in conducting research on the disposition of the key figures contained in the novel Last Match work Netty Virgiantini. As for the purpose of this study is to describe the disposition of the main character in the novel Last Match work Netty Virgiantini. This research focuses on the character of the main character in the novel Last Match work Netty Virgiantini. Character is the main character in relation to the theory Stanton (in Nurgiyantoro, 2010:165). By Stanton character is a part of such an attitude (1) desire, (2) emotion, (3) interest, and (4) the moral principles. The type of research that is qualitative. The methods used in this research is descriptive analysis. Research data in the from of words, sentences, dialogues, and monologues related to the disposition of figures.

Datasource in the study of the novel Last Match work Netty Virgiantini. This novel published in Jakarta by PT Gramedia Pustaka Utama in 2010. Data were collected by five stages. First, read and understand novel Last Match work Netty Virgiantini. Second, to study literature related to the character. Third, the sentence and the quotation marks in the novel in accordance with the format of the data inventory. Fourth, classifies the data relating to the character figure. Fifth, inventory data in novel Last Match work Netty Virgiantini. Based on the results of this study concluded that the main character in the novel Last Match work Netty Virgiantini has a unique character and unpredictable. Thus it can be seen from the attitude desires, emotional attitude, the attitude of interest, and the attitude of moral principles in novel Last Match work Netty Virgiantini.

Keywords: character, the main character, dan novel Last Match

(4)

PENDAHULUAN

Pada hakikatnya karya sastra terbagi dua yaitu fiksi dan nonfiksi. Satu diantara karya fiksi yaitu novel. Novel menceritakan berbagai pengalaman antarmanusia yang paling menarik seperti karakter tokoh, latar, dan alur dalam unsur intrinsik. Dalam karya sastra membicarakan tentang manusia dan kehidupannya. Fakta itu terlihat dari karya-karya yang berkembang di tengah masyarakat. Perkembangan karya sastra yang semakin maju dapat memberikan inspirasi baru untuk menciptakan sebuah karya yang bermanfaat. Manfaat yang terdapat dalam karya sastra akan berdampak baik terhadap pembaca. Hal itu terlihat dalam tokoh yang diciptakan pengarang. Suka maupun duka kehidupan seseorang dalam karya sastra akan terlihat dari perwatakan tokoh yang diperankan. Dalam hal ini pengarang sangat berperan penting dalam karyanya untuk menampilkan watak tokoh.

Tokoh yang diciptakan pengarang dalam novel mempunyai perwatakan yang berbeda- beda. Kehadiran tokoh dengan berbagai watak tersebut dapat menjadi gambaran untuk membentuk pribadi seseorang. Setiap tokoh dalam karya sastra memiliki watak dan karakter unik yang membedakan dengan tokoh lain. Masalah penokohan dan perwatakan merupakan hal yang sangat penting dalam karya fiksi. Perwatakan tokoh merupakan suatu struktur yang memiliki sifat fisik dan sifat mental secara bersama sehingga membentuk totalitas prilaku. Segala tindakan dan perilaku tokoh tersebut merupakan jalinan hubungan yang logis dalam karya sastra.

Novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini terdapat gambaran watak tokoh utama yang bernama Neyna. Dia anak pertama dari dua orang adik perempuannya yang bernama Neyla dan Neysa. Neyna sering membantah dan tidak mau mendengar kata-kata bapaknya. Sikap seperti itu jauh berbeda dengan sikap kedua adiknya. Adik-adik Neyna yang selalu penurut dan patuh terhadap orangtua sampai Neyla dan Neysa telah berkeluarga dan mempunyai anak.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu perwatakan tokoh utama novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah perwatakan tokoh utama novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini?. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan perwatakan tokoh utama novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini berupa teks berbentuk kutipan (dialog, monolog, dan tindakan) yang berkaitan dengan watak tokoh utama dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini.Instrumen dalam penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian kualitatif, alat atau instrumen utama pengumpulan data adalah manusia, yaitu peneliti sendiri.

Peneliti membaca novel Jodoh Terakhir secara keseluruhan, mengklasifikasi watak tokoh utama dalam novel, mengumpulkan data berdasarkan pokok masalah penelitian, dan menganalisis data.

Peneliti juga dibantu oleh format inventarisasi data. Suryabrata (2013:40) menjelaskan bahwa menganalisis data merupakan suatu langkah yang sangat kritis dalam penelitian serta penelitian harus memastikan pola analisis mana yang akan digunakannya. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu : (1) Mendeskripsikan data, (2)Melakukan analisis data, (3) Menginterpretasikan data, (4) Menyimpulkan data yang telah diinterpretasikan,dan (5) Menulis laporan hasil penelitian watak tokoh dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan data penelitian ditemukan perwatakan tokoh utama dalam novel Jodoh Terakhir Karya Netty Virgiantini. Berdasarkan kajian teori yang sudah dipaparkan, maka teori yang digunakan dalam menganalisis perwatakan tokoh utama dalam novel Jodoh Terakhir adalah teori Stanton (dalam Nurgiyantoro, 2010:165). Stanton berpendapat bahwa watak sama dengan

“karakter” (character) yaitu sebagai tokoh-tokoh yang ditampilkan dan sebagai sikap. Secara garis besar perwatakan tokoh sebagai sikap dapat dikelompokkan menjadi empat bagian yaitu keinginan, emosi, ketertarikan, dan prinsip moral. Adapun deskripsi data perwatakan tokoh utama dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini yaitu sebagai berikut.

(5)

1.

Keingina

n

Neyna merupakan tokoh utama dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini.

Dia memiliki watak yang unik, diantaranya yaitu watak dengan sikap keinginan. Rasa keinginan yang dimiliki Neyna yaitu ingin memilih jalan hidupnya sendiri termasuk dalam memilih pasangan hidup. Sekarang umur Neyna sudah memasuki empat puluh tahun. Hal demikian membuat Bapak ingin mencarikan jodoh untuk putri sulungnya. Akan tetapi Neyna tidak semudah itu menerima perjodohan tersebut. Sikap keinginan yang dimiliki Neyna membuatnya ingin memilih laki-laki yang cocok buat pendamping hidupnya. Hal demikian terdapat pada kutipan berikut.

“Aku mau cari sendiri calon suamiku.Nggak perlu pakai acara dijodoh-jodohi begitu. Malah tambah ribet urusannya.” (Virgiantini, 2010:45)

“Sungguh, Bu, saya nggak pernah punya niat untuk mempermalukan Bapak sama Ibu dengan status saya saat ini. Saya hanya ingin menikmati hidup ini dengan cara saya sendiri. Termasuk dalam memilih pasangan hidup, saya benar-benar nggak mau merepotkan orang lain. Biarlah semua berjalan apa adanya sampai nanti waktunya tiba.” (Virgiantini, 2010:51)

Kutipan di atas tergambar watak Neyna yang ingin menikmati jalan hidupnya sendiri.

Dengan adanya sikap keinginan didalam diri Neyna tersebut, hal demikian membuatnya untuk memilih pasangan hidup. Neyna tidak mau menerima perjodohan dari Bapak karena dia ingin menikmati hidup dengan caranya sendiri. Dia tidak mau merepotkan orang lain dalam memilih jodoh.

2. Emosi

Neyna adalah seorang wanita yang sudah berumur empat puluh tahun. Dan sampai sekarang dia masih sendiri. Hal itu membuat Bapak berniat untuk mencarikan jodoh untuk dirinya.

Dengan adanya sikap emosional pada diri Neyna, hal demikian membuatnya tidak mau mengikuti apa yang disarankan Bapaknya. Neyna marah karena Bapak langsung menerima lamaran laki-laki tersebut. Hal demikian terlihat pada kutipan berikut.

“Tunggu... tunggu! Apa-apaan ini? Bapak anggap apa pernikahan itu? Bagaimana bisa seenaknya sendiri menerima lamaran dan menentukan hari pernikahan tanpa melibatkan pihak yang bersangkutan?” protes Neyna. “Pak, Bu, saya yang akan menjalaninya. Susah atau senang, sayalah yang harus menanggungnya sendiri. Jadi jangan begini caranya!”(Virgiantini, 2010:22)

“Lho, kan bukan saya yang menyuruh Bapak nyariin jodoh buat saya. Bukankah itu semua murni inisiatif dari Bapak sendiri? Berulang kali saya sudah bilang, saya bisa cari sendiri, Pak!”

(Virgiantini, 2010:22)

Sikap emosional yang ada pada diri Neyna membuatnya mudah marah kepada orangtuanya. Neyna marah ketika mendengar bahwa dirinya akan dijodohkan. Dan dia berusaha membantah perjodohan yang diajukan oleh Bapak. Dia memang masih melajang sampai umur empat puluh tahun tetapi hal itu bukan alasan bagi Neyna untuk menerima perjodohan dari Bapak.

(6)

“Setiap orang punya jalan hidup sendiri-sendiri, Pak. Apa salahnya kalau umur segini saya belum menikah? Toh hal itu bukan perbuatan yang melanggar hukum!” bantah Neyna penuh emosi.

(Virgiantini, 2010:22)

Adanya sikap emosional pada diri Neyna tersebut mendorong nya untuk memilih jalan hidup sendiri. Neyna sangat marah ketika Bapak ikut campur dalam masalah pribadinya. Umur empat puluh tahun belum menikah itu bukan alasan bagi dia untuk menerima perjodohan tersebut.

Menurut Neyna hal demikian bukan lah perbuatan yang melanggar hukum.

3. Ketertarikan

Neyna adalah seorang gadis dewasa dalam cerita. Dia memiliki watak yang unik, diantaranya adalah watak ketertarikan. Watak ketertarikan tersebut terlihat ketika Neyna mendengar perdebatan orang tuanya. Dia tertarik melihat Bapak dan Ibu berbicara tentang perjodohannya. Hal demikian dapat dilihat pada kutipan berikut.

Sepertinya suasana makin seru. Neyna mengendap- endap dan mengintip dari pinggir pintu dapur, memandang ibunya yang sudah berdiri berhadap- hadapan dengan bapaknya di depan televisi yang terus menyala.

“Bapak jangan selalu memojokkan Neyna. Dia pasti punya alasan untuk menolak perjodohan-perjodohan yang Bapak ajukan. Dia juga sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri,” bela Ibu yang tidak rela putri sulungnya selalu dipersalahkan.

(Virgiantini, 2010:15)

Manusia Neyna memiliki sikap ketertarikan. Adanya sikap ketertarikan tersebut membuat Neyna mau mendengarkan pembicaraan orang tuanya. Hal demikian membuat Neyna mengendap-endap dan mengintip untuk mendengarkan perdebatan tersebut. Neyna sangat heran melihat Bapak yang selalu memojokkan dirinya sehingga membuat Neyna merasa tidak nyaman.

Dan dia akan berusaha mencari alasan agar perjodohan itu bisa dibatalkan.

4. Prinsip Moral

Sebagai wanita dewasa, Neyna berfikir lebih luas dan tenang. Neyna memiliki sikap prinsip moral baik. Dengan adanya prinsip moral tersebut membuat pemikiran Neyna tidak mudah dipengaruhi. Dia berfikir masih banyak laki-laki yang baik diluar sana untuk dijadikan suami. Dan kenapa harus ada perjodohan untuk dirinya. Hal demikian terlihat pada kutipan berikut.

“Nggak juga. Aku percaya masih banyak laki-laki baik di luar sana,” bantah Neyna yang kurang setuju pendapat Santi. (Virgiantini, 2010:44)

“Iya juga sih. Terus gimana dong? Aku harus bagaimana? Aku nggak mau menikah sama orang yang belum aku kenal sama sekali, tapi aku juga nggak mau kehilangan kedua orangtuaku. Nah, jadi bagaimana solusinya?” (Virgiantini, 2010:63)

Neyna memiliki prinsip moral bahwa masih banyak laki-laki diluar sana yang masih sendiri. Dengan adanya prinsip moral didalam diri Neyna tersebut membuatnya tetap dengan pendirian. Dia berfikir kenapa harus ada perjodohan dalam hidup ini. Prinsip moral tersebut membuat Neyna tidak mau menikah dengan orang yang tidak dikenali. Akan tetapi dia juga tidak

(7)

mau kehilangan orangtua yang selama ini telah membesarkannya. Jadi, Neyna harus memikirnya terlebih dalu sebelum bertindak.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel Jodoh Terakhir karya Netty Virgiantini memiliki sifat yang susah ditebak. Pada penelitian ini penulis mendeskripsikan perwatakan tokoh utama tersebut sesuai dengan teori Stanton (dalam Nurgiyantoro, 2010:165). Stanton menyatakan bahwa perwatakan sebagai sikap dapat digolongkan menjadi empat bagian yaitu keinginan, emosi, ketertarikan, dan prinsip moral.

Novel Jodoh Terakhir merupakan novel yang cocok untuk dianalisis perwatakan pada tokoh utama. Hal demikian terlihat pada tokoh Neyna yang memiliki perwatakan atau karakter yang unik. Hal tersebut dapat terlihat pada tokoh Neyna. Dia merupakan gadis remaja yang sudah berumur empat puluh tahun. Setelah di-PHK dari pekerjaan Neyna dengan gigih membuka kios persewaan buku. Kios buku tersebut dirintis mulai dari nol. Sehingga penghasilannya pun sudah memenuhi kehidupannya. Sekarang umur Neyna sudah memasuki empat puluh tahun dan dia belum menikah. Orangtua Neyna berusaha mencarikan jodoh untuk dirinya. Neyna tidak mau menerima perjodohan tersebut begitu saja. Dengan demikian berbagai cara selalu dia lakukan agar perjodohan itu bisa batal.

KEPUSTAKAAN

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.

Suryabrata, Sumadi. 2013. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Virgiantini, Netty. 2010. Jodoh Terakhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Referensi

Dokumen terkait

Pembentukan penceritaan dalam novel Kinanthi sangat dipengaruhi oleh watak protagonis meskipun pengaruh watak bawahan tidak dapat dipisahkan dari jalan cerita karena tokoh bawahan

Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi, (2) mendeskripsikan aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi dengan tinjauan

Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud perwatakan tokoh utama: (a) lebih didominasi watak pemarah yang dipengaruhi oleh sistem kepribadian id, (b) sistem id Sri

Gaya penyelesaian konflik intrapsikis yang dilakukan oleh tokoh utama Jayanegara dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari ada tiga macam yaitu

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perwatakan tokoh utama dalam novel Cintrong Paju-Pat (2) konflik psikis tokoh utama dalam novel Cintrong Paju-Pat ditinjau

Aspek Id yang terdapat pada tokoh Fida dalam novel 19+ karya Boim Lebon tergambar pada keinginan Fida untuk langsung menikah kalau ada cowok yang suka dengannya.. Berikut

Perwatakan tokoh utama novel Ni Wungkuk dalam menggambarkan tokoh utama peneliti menggunakan teknik dramatik yaitu: teknik cakapan, melalui percakapan yang

Data dalam penelitian ini berbentuk kata, kutipan kalimat, serta paragraf yang terdapat dalam novel Kata karya Rintik Sedu yang berkaitan dengan konflik sosial berdasarkan sifat tokoh