• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETUNJUK TEKNIS PEMBINAAN PENERAPAN

N/A
N/A
22@Ummu Nafisah

Academic year: 2023

Membagikan "PETUNJUK TEKNIS PEMBINAAN PENERAPAN"

Copied!
144
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Permasalahan kesehatan pada anak prasekolah, anak usia sekolah, dan remaja antara lain: Masa prasekolah (60-72 bulan) merupakan masa emas sekaligus masa rentan dalam menentukan kelangsungan dan kualitas hidup anak di masa depan. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, persentase kekurangan konsumsi buah dan sayur pada anak usia 5 tahun masih sangat bermasalah, yaitu sebesar 95,5%. Secara umum anak usia sekolah (7-18 tahun) merupakan kelompok umur yang paling sehat dibandingkan kelompok umur lainnya.

Dalam mengatasi permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah dan remaja, penting untuk memastikan bahwa setiap anak menerima informasi dan pendidikan serta upaya pelayanan kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif, dimulai dengan membiasakan pola hidup sehat sedini mungkin. . . Beberapa permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dan menjadi prioritas untuk diatasi adalah masalah gizi, penyakit tidak menular, kesehatan reproduksi, HIV, narkoba, kesehatan jiwa, sanitasi, kekerasan dan cedera (Permenko PMK No. 1/2018) tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Anak dan Remaja Usia Sekolah).

Landasan Hukum

Kelima strategi tersebut mengacu pada berbagai kebijakan, sumber daya, program dan layanan yang telah ada di Indonesia, salah satunya adalah Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M). Sekolah/Madrasah Sehat merupakan langkah konkrit penyelenggaraan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan promosi lingkungan sehat yang didukung oleh pemerintah. Begitu pula dari segi program, banyak daerah yang sudah memiliki sekolah/madrasah sehat sejalan dengan UKS/M Trias.

UKS/M seringkali disamakan dengan Kompetisi Sekolah Sehat (LSS), padahal UKS/M merupakan identitas yang berasal dari perilaku hidup bersih dan sehat warga sekolah, baik siswa, guru, dan warga sekolah/madrasah lainnya. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 6/X/PB/2014, No. 73 Tahun 2014, No. 41 Tahun 2014, No. 81 Tahun 2014 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah.

Tujuan

Sasaran

Ruang Lingkup

Promosi kesehatan di sekolah/madrasah merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa, guru, dan warga sekolah agar mandiri dalam mencegah penyakit, memelihara kesehatan, menciptakan dan menjaga lingkungan sehat, membuat kebijakan sekolah/madrasah sehat dan berperan aktif. dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar. Menurut WHO, komponen kunci promosi kesehatan di sekolah/madrasah adalah keterlibatan semua pihak yang terkait dengan masalah kesehatan sekolah/madrasah, seperti memberikan pendidikan kesehatan, menjamin akses terhadap layanan kesehatan, menciptakan lingkungan sekolah/madrasah yang sehat dan aman, memastikan kebijakan dan kegiatan promosi kesehatan dan berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Beberapa faktor penting keberhasilan Sekolah/Madrasah Sehat menurut WHO adalah ketersediaan data, sistem pemantauan dan evaluasi, penguatan kerja sama antar kementerian dan pemangku kepentingan di berbagai tingkat, penguatan advokasi, memastikan keberlanjutan anggaran jangka panjang, menyediakan kurikulum pendidikan kesehatan , memperkuat kerja sama antar kementerian dan pemangku kepentingan di berbagai tingkat, mengembangkan sumber daya manusia, mendorong pendekatan komprehensif dan melibatkan guru, orang tua, dan siswa (WHO, 2015).

Di Indonesia Sekolah/Madrasah Sehat diwujudkan dalam kerangka UKS/M (Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah), yaitu usaha kesehatan utama yang dilaksanakan di sekolah dengan sasaran utama siswa dimulai dari PAUD (TK/RA/KB/ BA) /TPA/. SPS), SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat serta lingkungannya. Madrasah Sehat bertujuan untuk membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilaksanakan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah agar kondisi kesehatan peserta didik tercapai dengan sebaik-baiknya, sekaligus meningkatkan prestasi belajar peserta didik. setinggi mungkin menjadi .

SEKOLAH/MADRASAH SEHAT

  • Sekolah/Madrasah Sehat
  • Sekolah/Madrasah Sehat dalam Kerangka UKS/M
  • Prinsip Sekolah/Madrasah Sehat
  • Tahapan Kegiatan Sekolah/Madrasah Sehat

Bersama Tim Pembina UKS/M lainnya melakukan advokasi politik untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Sekolah/Madrasah Sehat. Melaksanakan sosialisasi penerapan Sekolah/Madrasah Sehat kepada guru dan orang tua melalui komite sekolah/madrasah. Madrasah Sehat dimana kegiatan Trias UKS/M dilaksanakan, mengetahui permasalahan, solusi dan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan cakupan dan mutu penyelenggaraan Sekolah/Madrasah Sehat.

Pembangunan sekolah/madrasah sehat dimulai dari persiapan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan rencana tindak lanjut. Pentingnya sekolah/madrasah sehat bagi peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan anak prasekolah, anak usia sekolah, dan remaja.

Gambar 1. Trias UKS/M dan Manajemen UKS/M
Gambar 1. Trias UKS/M dan Manajemen UKS/M

PERSIAPAN SEKOLAH/MADRASAH SEHAT

Advokasi

Advokasi merupakan upaya mempengaruhi dan memotivasi pengambil kebijakan untuk mewujudkan sekolah/madrasah sehat, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Advokasi sekolah/madrasah sehat dilakukan oleh tim pembina UKS/M, kepala sekolah/madrasah, guru bahkan siswa sesuai dengan kegiatan dan pesan advokasi yang akan mereka sampaikan. Pentingnya dukungan politik multisektoral terhadap pelaksanaan program Sekolah/Madrasah Sehat dalam bentuk Pergub/Perwal/Perbup, surat edaran, pendanaan dll.

Asesmen

Penilaian akhir merupakan penilaian akhir untuk memperoleh data pasca intervensi Trias UKS/M mengenai kondisi kesehatan sekolah/madrasah dan kondisi kesehatan peserta didik, yang dilakukan pada akhir tahun ajaran setelah penyelenggaraan Sekolah/Madrasah Sehat. Madrasah Sehat yang terdiri atas pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sehat dan manajemen sekolah/. Merupakan alat untuk menilai sikap dan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penerapan Sekolah/Madrasah Sehat.

Instrumennya berupa angket pengetahuan kesehatan dan pertanyaan perilaku kesehatan yang diisi secara mandiri oleh siswa sesuai situasi dan kebiasaannya (instrumen terlampir). Alat ini merupakan alat tambahan penunjang alat lainnya yang dapat digunakan bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan berkala atau disesuaikan dengan kebijakan sekolah/madrasah.

Orientasi

PELAKSANAAN KEGIATAN SEKOLAH/MADRASAH SEHAT

Pendidikan Kesehatan

  • Literasi Kesehatan
  • Pendidikan Gizi
  • Pemeliharaan Kebersihan Diri
  • Optimalisasi Aktivitas fisik
  • Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
  • Pendidikan Kesehatan Reproduksi
    • Penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala
    • Pelaksanaan Pemantauan Tumbuh Kembang
  • Imunisasi
  • Suplementasi Vitamin A
  • Pemberian Tablet Tambah Darah
  • Pemberian Obat Cacing
  • Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dan Pertolongan Pertama
  • Konseling

Sekolah/madrasah mengidentifikasi materi kesehatan yang akan diberikan kepada siswa yang tidak termasuk dalam sesi kurikulum/. Sekolah/madrasah mendorong siswanya untuk bermain dan berolahraga yang mencakup gerakan 4 L pada jam istirahat. Agar pelaksanaan kegiatan Trias UKS/M dapat berjalan dengan baik, jumlah tenaga kesehatan yang harus tersedia minimal 20% dari jumlah siswa di sekolah/madrasah tersebut.

Kader Pokja Gizi membantu mengatur sarapan bersama dan memberikan tambahan tablet darah untuk para siswi. Apabila siswa berhalangan hadir pada saat pemberian imunisasi di sekolah/madrasah, maka imunisasi dapat dilakukan di Puskesmas dengan surat pengantar dari sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah menyediakan daftar kehadiran siswa dan membantu memobilisasi siswa untuk menerima layanan penting.

Petugas Puskesmas berkoordinasi dengan kepala sekolah/madrasah dan guru PAUD untuk menentukan target dan jadwal pemberian suplemen vitamin A kepada siswa. Kepala sekolah dan guru sekolah/madrasah mensosialisasikan pemberian tablet darah tambahan kepada orang tua/wali siswa melalui rapat komite atau kegiatan lainnya. Pemberian obat cacing diberikan kepada siswa PAUD (TK/RA/KB/BA/TPA/SPS) dan SD/MI.

Petugas Puskesmas berkoordinasi dengan kepala sekolah/madrasah dan guru untuk mendistribusikan POPM Cacing kepada siswa. Cedera seperti terjatuh, terpotong, patah tulang, dan lain-lain dapat terjadi di suatu sekolah/madrasah jika siswa tidak berhati-hati dalam beraktivitas. Bekerja sama dengan Puskesmas dan lintas sektor lainnya memberikan pelatihan konselor siswa bagi guru UKS/M dan tenaga medis di sekolah/madrasah.

Tabel 3. Contoh Jadwal dan Topik Literasi Kesehatan
Tabel 3. Contoh Jadwal dan Topik Literasi Kesehatan

Pembinaan Lingkungan Sehat

  • Pemeliharaan Sanitasi Sekolah dan Pengelolaan Sampah
  • Pembinaan Kantin Sehat
  • Pemanfaatan Pekarangan Sekolah/Madrasah
  • Pemberantasan Sarang Nyamuk
  • Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Kawasan Tanpa Napza

Lingkungan berfokus pada sanitasi sekolah/madrasah dan pengelolaan sampah, pengenalan daur ulang sampah dan produksi pupuk. Kader kesehatan dari sekolah dan madrasah yang menangani sanitasi dan 3R membantu dalam melaksanakan pemantauan sanitasi, pemberian layanan masyarakat dan pelaksanaan 3R. Pendidikan higiene pangan bagi penjamah makanan (kantin penjamah makanan) oleh sekolah/madrasah yang bekerja sama dengan Puskesmas, BPOM atau lembaga lainnya.

Pemberdayaan kader kesehatan sekolah/madrasah untuk melakukan kegiatan peningkatan dan pengawasan kantin sehat di sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan atau BPOM untuk menyediakan stiker kantin sehat setelah melengkapi checklist. Kegiatan PSN pada anak sekolah/madrasah meliputi observasi jentik dan kegiatan 3M (menutup, mengeringkan, memanfaatkan barang bekas yang masih mempunyai nilai ekonomi) dan mencegah gigitan nyamuk.

Membiasakan warga satuan pendidikan (guru, siswa, pegawai sekolah/madrasah lainnya, termasuk satpam dan petugas kebersihan) untuk tersenyum, memberi salam, memberi hormat, bersikap sopan dan santun setiap hari di lingkungan sekolah/madrasah. Kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, siswa dan pihak lain di lingkungan sekolah/madrasah, serta kelompok kerja KTR, KTN, KTK dan KTP. Kepala sekolah/madrasah, guru dan wali kelas, orang tua, siswa dan tenaga kesehatan sekolah/madrasah.

Memperoleh peraturan dari pimpinan sekolah/madrasah mengenai pelaksanaan KTR, KTN, KTK dan KTP di sekolah/madrasah. Sosialisasi kepada kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, seluruh warga sekolah/madrasah (termasuk pekerja toko sekolah/kantin), RT/RW sekitar sekolah/madrasah sekitar KTR, KTN, KTK dan KTP. Pembentukan gugus tugas yang mencakup pendidik sejawat siswa yang akan mengawasi KTR, KTN, KTK dan KTP di lingkungan sekolah/madrasah.

Manajemen Sekolah/Madrasah Sehat

MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring

Monitoring Sekolah/Madrasah Sehat merupakan serangkaian kegiatan untuk secara rutin mengumpulkan dan menganalisis data pelaksanaan program Sekolah/Madrasah Sehat untuk memastikan program tersebut berada pada jalur yang tepat. Pemantauan memberikan informasi bahwa tersedia sumber daya yang cukup untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, apakah kegiatan telah dilaksanakan dan apakah kegiatan tersebut telah memberikan hasil yang direncanakan sebelumnya. Informasi hasil pemantauan juga dapat mengidentifikasi tantangan, potensi permasalahan dan pembelajaran dari program Sekolah/Madrasah Sehat.

Instrumen pemantauan Sekolah/Madrasah Sehat bertujuan untuk mengamati dan memantau pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sehat, dan pengelolaan Sekolah/Madrasah Sehat.

Evaluasi

PEMBINAAN

RENCANA TINDAK LANJUT

Tindak Lanjut Sekolah/Madrasah Sehat oleh Tim Pembina UKS/M

Tindak lanjut Sekolah/Madrasah Sehat oleh Tim Pembina UKS/M berupa replikasi pada sekolah/madrasah lain yang belum melaksanakannya. Replikasi sekolah/madrasah sehat dilakukan dengan mengikuti tahapan persiapan, pelaksanaan, bimbingan teknis dan monitoring evaluasi. Pengalaman dan pembelajaran dari sekolah/madrasah yang telah melaksanakan kegiatan Sekolah/Madrasah Sehat menjadi acuan untuk direplikasi.

Tindak Lanjut oleh Sekolah/Madrasah

PEMBIAYAAN

APBN

  • Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Fisik
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Non Fisik
  • Dekonsentrasi

Peraturan Menteri Kesehatan no. 66 Tahun 2017 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan Dana Khusus Alokasi Sumber Daya Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2018 memperbolehkan penyediaan alat kesehatan di Puskesmas antara lain Kit UKS/M dan Kit UKGS Kesehatan Masyarakat. pusat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Bantuan operasional kesehatan bagi Puskesmas meliputi biaya operasional/transportasi pegawai Puskesmas (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2021 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan Dana Khusus Alokasi Dana Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2021) misalnya pada saat melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan berkala serta pembinaan UKS/M, pembinaan tenaga kesehatan sebaya, kampanye kebersihan sanitasi sekolah/. Dana dekonsentrasi adalah dana yang bersumber dari APBN, yang dilaksanakan oleh gubernur sebagai wakil pemerintah, yang mencakup seluruh pendapatan dan belanja dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi, kecuali dan dialokasikan kepada instansi vertikal pusat di daerah.

Pelatihan pelayanan kesehatan anak dan remaja usia sekolah bagi pengelola UKS/M dan PKPR di Puskesmas.

APBD

Sumber Lain yang Tidak Mengikat

Gambar

Gambar 1. Trias UKS/M dan Manajemen UKS/M
Gambar 2. Tahapan Kegiatan Sekolah/Madrasah Sehat
Tabel 1. Kegiatan UKS/M Berdasarkan Tingkatan Satuan Pendidikan
Tabel 2. Contoh Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Sekolah/Madrasah Sehat  Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penyelenggaraan  Kegiatan  Poskesdes  secara  rutin  dilaksanakan  oleh  kader  kesehatan  dan  tenaga  kesehatan  yang  ada  di  desa  tersebut  dengan 

Memfasilitasi peserta secara tatap muka pada pembelajaran moda Daring di Pusat Belajar. ( pada moda daring

1) Persentase Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) sebesar 81 %. 2) Persentase Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan untuk peserta didik kelas I sebesar 60 %. 3)

11 Menurutmu, jika diadakah kegiatan berkaitan dengan kesehatan remaja di luar gedung puskesmas dan di luar jam sekolah, apakah kamu mau ikut. berpartisipasi di

Walaupun kegiatan penjaringan kesehatan telah dilaksanakan di Puskesmas namun di beberapa Provinsi, pengelola program UKS di Kabupaten/Kota berada pada struktur

1) Persentase Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) sebesar 81 %. 2) Persentase Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan untuk peserta didik kelas I sebesar 60 %. 3)

pembinaan kegiatan promotif dan preventif sesuai kalender UKS termasuk Penjaringan Kesehatan. 4) Membuat surat edaran kepada semua Puskesmas tentang kewajiban pelaksanaan

Dokumen ini membahas rencana penguatan pos UKK di Puskesmas Kalipucang dalam mendukung kesehatan pekerja dan pemberdayaan masyarakat. Insignt penting tentang kesehatan kerja dan layanan