• Tidak ada hasil yang ditemukan

plis sempro

N/A
N/A
0235 Aldy Rizki

Academic year: 2024

Membagikan "plis sempro"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PENGOPTIMALISASIAN BAURAN PERIKLANAN MELALUI DESAIN GRAFIS TERHADAP MINAT BELI

PADA ANAMI KOPI

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan oleh :

Aldy Rizki Ghiffari 021120235

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PAKUAN

BOGOR 2024

(2)

1 DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... 1

BAB I PENDAHULUAN ... 3

1.1 Latar Belakang Penelitian ... 3

1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 9

1.2.1 Identifikasi Masalah ... 9

1.2.2 Perumusan Masalah ... 9

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 9

1.3.1 Maksud Penelitian ... 10

1.3.2 Tujuan Penelitian ... 10

1.4 Kegunaan Penelitian ... 10

1.4.1 Kegunaan Praktis ... 10

1.4.2 Kegunaan Akademis ... 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 11

2.1 Pemasaran ... 11

2.2 Manajemen Pemasaran ... 12

2.3 Strategi Pemasaran ... 12

2.4 Promosi ... 14

2.4.1 Bauran Promosi ... 14

2.5 Desain Grafis ... 20

2.6 Minat Beli ... 22

2.7 Teori Elaboration Likelhood Model (ELM) ... Error! Bookmark not defined. 2.8 Penelitian Terdahulu ... 23

2.9 Kerangka Pemikiran ... 26

2.10 Hipotesis Penelitian ... 28

BAB III METODE PENELITIAN ... 29

3.1 Jenis Penelitian ... 29

3.2 Objek, Unit Analisis, dan Lokasi Penelitian ... 29

3.3 Jenis Data dan Sumber data Penelitian ... 29

3.4 Operasionalisasi Variabel ... 30

3.5 Metode Penarikan Sampel ... 31

(3)

2

3.6 Metode Pengumpulan Data ... 31

3.7 Uji Validitas dan Uji Reabilitas ... 31

3.8 Metode Pengolahan/Analisis Data ... 32

DAFTAR PUSTAKA ... 34

(4)

3 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Saat ini dunia yang semakin maju dan berbagai usaha semakin berkembang dengan pesat, dibuktikan dengan banyaknya pelaku usaha yang membuka bisnis dari berbagai bidang. Di Indonesia saat ini banyak pelaku bisnis di bidang makanan dan minuman, karena bisnis tersebut dinilai sebagai bisnis yang menjanjikan dilihat dari makan dan minum menjadi kebutuhan pokok manusia. Dalam kondisi ekonomi apapun permintaan akan makan dan minum akan tetap ada. Alasan tersebut menjadikan bisnis di bidang makanan dan minuman adalah bisnis yang menjanjikan, apalagi bisnis di bidang makanan dan minuman di nilai sebagai sektor yang relatif stabil dan berpotensi menghasilkan pendapatan yang konsisten/ Kementrian Perindustrian mencatat bahwa industri makanan dan minuman selama periode 2015-2019 rata-rata tumbuh sebesar 8,28% atau diatas rata- rata pertumbuhan pengolahan lainnya sebesar 4,69%. Pada tahun 2020 saja Indonesia yang kala itu dilanda oleh pandemi Covid-19 industri makanan dan minuman mampu tumbuh positif sebesar 1,58% (Anisah Salsabila Nasution et al., 2022)

Dampak dari era digital membuat pelaku bisnis mendapatkan akses usaha yang cepat dan mudah. Bisnis di bidang makanan dan minuman berpotensi sangat besar di Indonesia dikarenakan era digital yang memaksa seseorang terus beradaptasi dengan perubahan tren. Bisnis di setiap sektor sangat perlu dalam memanfaatkan kemanjuan teknologi untuk syarat bertahan hidup dan dalam kompetisi antar pembisnis lainnya (Halim et al., 2023). Saat ini juga banyak anak muda yang merintis usahanya dibidang makanan dan minuman, apalagi generasi milenial dan generasi Z merupakan generasi yang mendominasi di dunia kerja (Puspa Cahyani, 2023).

Gambar 1.1 Data Volume Produksi Kopi di Indonesia (2017-2022) (Sumber: Badan Pusat Statistik, 2023)

Pada gambar diatas mengenai data produksi kopi pada 2017 mencapai 716,60 ribu ton dan mengalami kenaikan pada tahun 2018 menjadi 756,00 ribu ton. Meskipun pada 2019 mengalami penutunan menjadi 752,50 namun pada tahun berikutnya produksi kembli pulih dengan produksi sebanyak 762,40 ribu ton. Setelah itu tahun berikutnya secara tren positif berlanjut hingga 2022. Pada data produksi kopi tersebut yang terdaoat fluktuasi,

(5)

4 namun data di atas menunjukan bahwa produksi kopi di Indonesia secara keseluruhan tumbuh stabil selama priode waktu tertentu. Aceh, Sumatra, Jawa dan Sulawesi menjadi wilayah penyumbang produksi kopi terbanyak (Fahmi et al., 2023).

Sehubung dengan fenomena tingginya produksi kopi di Indonesia, kedai-kedai kopi mulai bermunculan dengan beragam konsep dan banyak pelaku bisnis yang menekuni dibidang yang sama yaitu bisnis minuman dengan konsep kedai kopi, serta dengan kenaikan volume kopi yang tiap tahun kian meningkat, maka pelaku usaha harus berpikir kritis bagaimana bisa menarik pelanggan dan mempertahankan pelanggan. Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bahwa ada 628 usaha restoran, rumah makan, dan café di Kota Bogor tahun 2022. Data tersebut menjadi acuan bahwa persaingan bisnis di Kota Bogor semakin ketat. Pemilik usaha harus memutar otak mencari inovasi terhadap produk yang dijual (Disparbud Kota Bogor, 2024). Dengan adanya inovasi dan kreativitas baik dari pelaku usaha maupun karyawannya, maka berdampak bukan hanya pada kualitas produk saja tetapi pada peningkatan jumlah penjualan, produk sulit untuk ditiru, serta dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak (Heye, 2006).

Anami Coffee merupakan salah satu kedai kopi yang berada di Kota Bogor tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 15, Tanah Sareal. Kedai kopi yang berdiri tahun 2022 ini di minati oleh kalangan muda mudi dikarenakan kedai kopi ini buka selama 24 jam setiap hari. Sejak 2022 kedai kopi ini mengalami naik turun dalam mendapatkan pelanggan, karena beberapa hal seperti kurangnya promosi, harga yang terlalu tinggi, dan fasilitas yang minim. Sehingga pada bulan Desember tahun 2022 Anami Coffee melakukan pembangunan kembali yang ditandai dengan unggahan #StartUlang pada Instagram Anami Coffee. Anami Coffee saat ini memanfaatkan media sosial Instagram juga TikTok sebagai alat promosi mereka yaitu @anamicoffee. Jika dibandingan dengan kedai-kedai kopi lainnya, Anami Coffee sangat memaksimalkan fungsi media sosial sebagai alat promosi mereka.

Tabel 1.1 Penjualan Produk Anami Coffee Bulan Maret 2023 – Bulan Januari 2024

Tahun Bulan Jumlah

gelas terjual

Penjualan (Rp)

Kenaikan/

penurunan

Persentase

2023

Maret 6.101 183,030,000 - -

April 6.317 189,510,000 - 15,990,000 -8%

Mei 5.784 173,520,000 3,300,000 2%

Juni 5.894 176,820,000 -18,180,000 -9%

(6)

5

Juli 5.691 170,730,000 - 6,090,000 -3%

Agustus 5.271 158,130,000 - 12,600,000 -7%

September 4.654 139,620,000 - 18,510,000 -12%

Oktober 5.371 161,130,000 21,510,000 15%

November 5.569 167,070,000 5,940,000 4%

Desember 5.235 157,050,000 - 10,020,000 -6%

2024 Januari 5.379 161,370,000 4,320,000 3%

Sumber: Manajemen Keuangan Anami Coffee, 2024

Dari data penjualan Anami Coffee diatas dapat disimpulkan bahwa terjadinya fluktuatif disetiap bulannya. Kenaikan dan penurunan ini disebabkan karena banyaknya coffee shop baru yang bermunculan di Kota Bogor. Maka disini, Anami Coffee dituntut untuk melakukan promosi yang lebih banyak dari sebelumnya. Penjualan tertinggi berada pada bulan Maret dan April karena pada bulan tersebut umat beragama islam sedang melakukan ibadah puasa. Anami melakukan promosi “Buka sampai Sahur di Anami”

sehingga pelanggan masih bisa menikmati 24 jam Anami Coffee walaupun pada bulan Ramadhan.

Gambar 1.2 Promosi Anami Coffee (Sumber: Instagram @anamicoffee, 2024)

Di era digital saat ini, pemilik usaha untuk mampu mengembangkan ide inovatif dan kreatif untuk memasarkan produknya. Jika dahulu untuk menarik pelanggan dilakukan dengan pendekatan secara langsung, namun berbeda dengan sekarang yang proses memasarkan produk lebih mudah dan instan. Fenomena tersebut didukung dengan data

(7)

6 yang diperoleh berdasarkan riset independen Toffin, bahwa kedai kopi di Indonesia hingga Agustus 2019 terdapat 2.950 gerai dengan market value yang dihasilkan hingga Rp. 4.8 triliun, angka tersebut merupakan peningkatan jumlah gerai kopi yang meningkat hampir 3 kali lipat dibandingkan 2016 yang pada saat itu hanya mencapai 1000 gerai (Islam &

Utami, 2022).

Gambar 1.3 Data Pengguna Internet di Indonesia (2024) (Sumber : We Are Social, 2024)

Berdasarkan gambar diatas, We Are Social mengugkapkan bahwa pada bulan Januari tahun 2024 :

1. Total Populasi (jumlah penduduk) di Indonesia meningkat sebanyak 2,3 juta (0,8 persen) menjadi 278,7 juta penduduk.

2. Pengguna perangkat mobile meningkat sebanyak 2,5 juta (0,7 persen) menjadi 353,3 juta (126,8% dari total populasi).

3. Pengguna Internet meningkat sebanyak 1,5 juta (0,8 persen) menjadi 185,3 juta (66,5% dari total populasi).

4. Pengguna Media Sosial Aktif sebanyak 139 juta (49,9% dari total populasi).

(8)

7 Gambar 1.4 Data Media Sosial yang Banyak digunakan di Indonesia

(Sumber: We Are Social, 2024)

We Are Social juga mengungkapkan bahwa dari pada bulan Januari tahun 2024, Media sosial yang digunakan oleh penduduk negara Indonesia yaitu sebagai berikut :

1. Pengguna Whatsapp di Indonesia sebanyak 90,9% dari jumlah populasi.

2. Pengguna Instagram di Indonesia sebanyak 85,3% dari jumlah populasi.

3. Pengguna Facebook di Indonesia sebanyak 81,6% dari jumlah populasi.

4. Pengguna Tiktok di Indonesia sebanyak 73,5% dari jumlah populasi.

Sehubungan dengan besarnya Pengguna internet di Indonesia serta banyaknya Pengguna sosial media, maka pemasaran secara digital perlu diterapkan oleh para pelaku bisnis. Media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual (Nasrullah, 2015). Media sosial di era digital ini berperan penting dalam proses pemasaran produk, terdapat banyak cara yang bisa pemilik usaha lakukan di media sosial dalam memasarkan produk sampai dengan menarik pelangggan sangat penting bagi pemilik usaha untuk mengetahui secara mendalam kapabilitas media sosial sebagai alat komunikasi pemasaran, karena hal tersebut dalam mengoptimalkan hasil yang telah ditargetkan. Melakukan promosi di media sosial perlu pemilik usaha perhatikan juga dari segi strategi promosi yang akan dilakukan.

(9)

8 Gambar 1.5 Nilai Belanja Iklan Global Berdasarkan Jenis Media

(Sumber : Databoks.katadata.co.id)

Dari data diatas dapat dilihat bahwa media digital menguasai pangsa pasar iklan terbesar, dengan nilai US$394,4 miliar atau 55,3% dari total belanja global. Lalu, pada perigkat kedua dikuasai oleh media televisi dengan nilai US$182,4 miliar. Ketiga, media cetak dengan nilai US$51,3 miliar. Keempat, media iklan luar ruangan dengan nilai US$38,3 miliar. Terakhir, media radio dengan nilai terendah dari total belanja global yaitu US$35,6 miliar.

Tingginya angka penggunaan iklan melalui media digital membuat pelaku usaha harus mulai merancang strategi periklanan menggunakan media digital. Rencana strategi tersebut ditentukan oleh bauran kreatifitas tertentu dari bauran periklanan yang disusun oleh pengiklan (Hasan, 2013).

Desain grafis merupakan jenis korespondensi desain yang memanfaatkan media gambar yang terbuka dan bermanfaat. Dengan desain grafis dapat menuangkan data dan ide pemikiran yang menggabungkan artikulasi dan sentimen yang diilustrasikan sebagai sebuah karya (Hartaroe et al., 2016). Dilansir dari katadata dalam artikelnya menjelaskan bahwa Badan Ekonomi Kreatif memperkirakan industri ekonomi kreatif tumbuh 6,25 % pada tahun 2018. Hal ini juga didukung oleh direktur Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Emir Hakim, Industri desain komunikasi visual tumbuh 8,14% pada 2017. Namun, kontribusinya hanya 0,07% terhadap Produk Domestik Bruto ekonomi kreatif.

Pemilik usaha dapat memanfaatkan desain grafis sebagai salah satu startegi dalam memperkenalkan usaha baru, pengelanan produk, menarik pelanggan, mempertahankan pelanggan, dan lainnya. Penggunaan desain grafis sebagai strategi dalam meningkatkan keunggulan pasar dalam dunia bisnis biasa maupun berkelas internasional, produk, merek, dan promosi semua di desain agar dapat diterima masyarakat. Desain yang menarik dapat menghasilkan keuntungan pada sebuah bisnis bahkan perusahaan. Dapat disimpulkan

(10)

9 bahwa desain grafis merupakan aspek yang memegang peranan penting dalam sebuah bisnis apalagi dalam hal pemasaran.

Pemasaran dengan memanfaatkan aspek desain grafis dapat berpengaruh juga dalam minat beli seseorang (Eko Valentino, 2021). Semakin kreatif desain yang kita buat untuk pemasaran, maka semakin penasaran juga orang untuk melihat. Sama halnya dengan pemasaran produk dengan menggunakan desain yang kreatif akan menimbulkan banyak orang berminat dengan produk yang dipasarkan. Namun sebaliknya, jika pemasaran menggunakan desain grafis yang seadanya maka orang yang melihat pun enggan untuk melirik.

Para pemasar tentunya ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan strategi promosi, apalagi dengan memanfaatkan desain grafis. Karena hal tersebut mempunyai peluang yang sangat besar dalam memenangkan pasar. Strategi promosi yang dilakukan mengharapkan pemasar dapat memperkenalkan produk baru maupun mengingatkan kembali produk lama kepada pelanggan serta menaikan tingkat penjualan dan mempertahankan pelanggan yang ada. Di lihat dari fenomena dan masalah yang ada, peneliti berfokus pada peran desain grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi bauran promosi dalam meningkatkan minat beli di Anami Coffee. Desain grafis yang di maksud adalah poster yang diunggah ke media sosial Instagram @anamicoffee. Dengan memanfaatkan desain grafis diharapkan dapat memberikan keuntungan dan keuntungan tersebut bukan hanya untuk konsumen saja, namun untuk pemilik usaha. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin meneliti “Pengoptimalisasian Bauran Periklanan melalui Desain Grafis terhadap Minat Beli pada Anami Kopi”. Sebagai judul skripsi yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh strategi promosi dan upaya penulis dalam membantu perusahaan untuk memasarkan produknya dari hasil penelitian ini.

1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Penjualan pada Anami Coffee mengalami fluktuasi.

2. Besarnya angka pengguna media sosial Instagram dan nilai belanja iklan secara global pada media digital.

3. Kecilnya kontribusi industry desain komunikasi visual terhadap produk domestik bruto.

1.2.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan berbagai permasalahan yang dapat diidentifikasi, maka dapat dirumuskan permasalahan ini sebagai berikut:

1. Bagaimana bauran periklanan pada Anami Coffee?

2. Bagaimana dampak bauran periklanan yang dioptimalkan oleh desain grafis terhadap minat beli pada Anami Coffee?

3. Seberapa besar kontribusi desain grafis terhadap minat beli pada Anami Coffee?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

(11)

10 1.3.1 Maksud Penelitian

Menganalisis apakah desain grafis sebagai instrumen bauran promosi dapat berpengaruh atau tidak terhadap minat beli pada konsumen di Anami Coffee, sehingga permasalahan yang ada diharapkan bisa menemukan solusi dan dapat terpecahkan.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dijabarkan, maka tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui pengaruh desain grafis sebagai bauran periklanan di Anami Coffee.

2. Mengetahui dampak bauran periklanan terhadap minat beli pada Anami Coffee.

3. Menganalisa tingkat kontribusi desain grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi bauran periklanan terhadap minat beli pada Anami Coffee.

1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Praktis

Kegunaan praktis dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat menambah gagasan dan pemikiran baru dan menjadi masukan terhadap pengambilan keputusan pemilik Anami Coffee dalam membuat dan menjalankan pemasarannya yang lebih baik, efektif, serta efisien, sehingga bisa menumbuhkan kesan yang baik di benak konsumennya dan pada akhirnya mendapat citra positif di mata masyarakat.

1.4.2 Kegunaan Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai perbandingan dan pengembangkan yang jauh lebih baik untuk mengkaji ilmu pemasaran, terutama sebagai acuan bagi studi ilmiah tentang bagaimana menganalisis pengaruh desain grafis sebagai instrumen pengoptimalisasian bauran promosi terhadap minat beli pada suatu produk atau jasa. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi dan bahan referensi bagi penulis yang hendak melakukan penelitian pada bidang yang sama.

(12)

11 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran

Pemasaran bagi seluruh pelaku bisnis adalah suatu kegiatan yang sangat penting karena berpengaruh bagi kelangsungan hidup, laba dan pertumbuhan. Berikut ini adalah pendapat ahli mengenai pengertian pemasaran :

Menurut Kotler & Keller (2016), Pemasaran adalah tentang mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi pemasaran terpendek yang baik adalah memenuhi kebutuhan secara menguntungkan.

Menurut Laksana (2019), pemasaran adalah bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa. Sehingga pengertian pasar bukan lagi merujuk kepada suatu tempat tapi lebih kepada aktifitas atau kegiatan pertemuan penjual dan pembeli dalam menawarkan suatu produk kepada konsumen.

Menurut Sunyoto (2019), pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan melalui proses pertukaran dan pihak- pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka peneliti menyimpulkan bahwa pemasaran adalah kegiatan yang mempertemukan penjual dan pembeli di suatu tempat untuk memenuhi kebutuhan manusia dan sosial melalui proses pertukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan.

2.1.1 Fungsi Pemasaran

Fungsi pemasaran menurut Sudaryono (2017) sebagai berikut : a. Fungsi Pertukaran

Dengan adanya pemasaran, pembeli dapat membeli produk dari produsen. Baik dengan menukar uang dengan produk maupun menukar produk dengan produk (barter) untuk dipakai sendiri atau untuk dijual kembali. Pertukaran merupakan salah satu dari empat cara orang mendapatkan suatu produk.

b. Fungsi Distribusi Fisik

Distribusi fisik suatu produk dilakukan dengan mengangkut serta menyimpan produk. Produk diangkut dari produsen mendekati konsumen yang membutuhkan dengan banyak cara, baik melalui air, darat, udara, dan sebagainya. Penyimpanan produk mengedepankan upaya menjaga pasokan produk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.

c. Fungsi Perantara

Untuk menyampaikan produk dari tangan produsen ke tangan konsumen dapat dilakukan melalui perantara pemasaran yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distirbusi fisik. Aktivitas fungsi perantara antara lain pengurangan risiko, pembiayaan, pencarian informasi serta standarisasi dan penggolongan (klarifikasi) produk.

(13)

12 2.2 Manajemen Pemasaran

Menurut Abdullah & Tantri (2016) Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan yaitu pemberian harga, promosi, dan distribusi dan barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelayanan organisasi.

Menurut Suhardi (2018), Manajemen pemasaran merupakan suatu proses kegiatan yang menyangkut menawarkan, menyampaikan, dan mempertukarkan produk/jasa dari produsen kepada kosumen serta mendapatkan apa yang mereka butuhkan/inginkan.

Menurut Sudarsono (2020), arti dari manajemen pemasaran adalah suatu usaha merencanakan, mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau megendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka peneliti menyimpulkan bahwa manajemen pemasaran merupakan proses perancangan serta pengimplementasian dari perwujudan barang maupun jasa dari produsen kepada konsumen dengan mengendalikan pemasara untuk mewujudkan tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

2.3 Strategi Pemasaran

Menurut Kotler & Armstrong (2008) strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan memperoleh keuntungan dari hubungan dengan konsumen.

Menurut Kotler (2008), pengertian dari strategi pemasaran adalah suatu mindset pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran, dimana di dalamnya terdapat strategi rinci mengenai pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran dan budget untuk pemasaran. Pada dasarnya tujuan akhir dari marketing itu tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen.

Kotler (2008), mengemukakan bahwa pamasaran mempunyai tujuan untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama pelanggan, pemasok, distributor dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan referensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang. Adapun strategi- strategi dalam pemasaran diantaranya sebagai berikut:

1. Promosi

Alat pemasar suatu produk dengan cara membetikan informasi yang benar dan tepat agar konsumen dapat mengenalnya dan akhirnya diharapkan dapat menjadi konsumen dari produk yang dijual.

2. Iklan

Alat promosi yang mempunyai tujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang suatu produk melalui dan merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang bersifat non personal atau disebut dengan bukan terhadap perorangan dan diselenggarakan media massa seperti televisi, billboard, poster, majalah, dan lain-lain.

3. Personal selling

(14)

13 Komunikasi pemasaran dengan berhubungan langsung dan bertatap muka antara penjual dan pembeli

4. Executife selling

Bentuk lain dari personal selling yang dilakukan oleh para manajer perusaah kepada calon pembeli yang akan membeli dengan jumlah yang besar.

5. Publisitas

Bentuk publisitas yang mana perusahaan membuat informasi dalam bentuk berita komersial melalui media massa. Berbeda dengan pasarang iklan, cara komunikasi yang disampaikan dengan publisitas berita, beberapa koran di Indonesia menamakan sebagai advertorial, yakni advertensi berupa berita.

6. Promosi penjualan

Kegiatan promosi dalam bentuk lain diluat periklanan, personal selling, maupun publisitas, misalnya melalui pameran atau kampanye.

2.3.1 Bauran Pemasaran

Menurut Kotler & Keller (2016) ada 4 elemen pemasaran atau yang biasa disebut dengan Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan ungkapan umum strategi yang digunakan dalam pemasaran untuk menentukan dan menawarkan produk atau jasa yang sering dikaitkan /cara . 4 elemen tersebut yaitu Price, Product, Promotion dan Place.

1. Product(produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat,dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkan. Pengertian yang ditawarkan menunjukkan sejumlah manfaat yang didapat oleh konsumen, baik barang atau jasa maupun kombinasinya. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.

2. Price(harga) adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk ataumengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.

3. Place(tempat) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport. Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga menjadikan biaya rental atau investasi tempat menjadi semakin mahal.

4. Promotion(promosi) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan danmemperkenalkan produk pada pasar sasaran.

(15)

14 Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.

2.4 Promosi

Menurut Hasan, (2013), promosi merupakan fungsi pemasaran yang focus untuk mengkomunikasikan program – program pemasaran secara persuasif kepada target pelanggan atau calon pelanggan untuk mendorong terciptanya transaksi – pertukaran antara perusahaan dan pelanggan.

Menurut Saleh & Said (2019), Promosi merupakan kegiatan terpenting yang berperan aktif dalam memperkenalkan, memberitahukan dan mengingatkan Kembali manfaat suatu produk agar memotivasi pembeli untuk berbelanja barang yang diiklankan.

Menurut Kotler & Keller (2016), promosi adalah elemen yang digunakan untuk memberi tahu pasar tentang produk atau jasa baru yang ditawarkan oleh perusahaan melalui iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan publikasi. Dalam kasus ini, promosi diharapkan membuat pasar tertarik untuk membeli, menerima, atau tetap setia terhadap produk yang ditawarkan oleh penyedia barang atau jasa perseorangan, grosir.

Pada prinsipnya, meskipun promosi ini biasanya dilakukan oleh penjual atau produsen, pembeli atau calon pembeli kadang-kadang secara tidak sadar juga melakukan promosi misalnya, setelah membeli suatu produk berupa barang atau jasa dan merasa puas dalam menggunakannya, pembeli tersebut kemudian menceritakan kebaikan atau kelebihan barang atau jasa tersebut kepada orang lain. Promosi melibatkan memberi tahu, mempengaruhi, dan membujuk pelanggan sasaran serta mengingatkan mereka tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.

Menurut Kotler & Keller (2016), ada tiga tujuan untuk kegiatan promosi. Ketiga tujuan tersebut diantaranya yaitu:

1. Menginformasikan

menginformasikan pasar tentang produk baru, mengemukakan manfaat baru sebuah produk, menginformasikan pasar tentang perubahan harga, menjelaskan bagaimana produk bekerja, menggambarkan jasa yang tersedia, memperbaiki kesan yang salah, mengurangi ketakutan pembeli, membangun citra preusahan. 2. Membujuk

Mengubah presepsi mengenai atribut produk agar diterima pembeli.

3. Mengingatkan

Agar produk tetap diingat pembeli sepanjang masa, mempertahankan kesadaran akan produk yang paling mendapatkan perhatian. Setelah diadakan promosi diharapkan audiens, yaitu adanya pembelian dan kepuasan yang tinggi.

2.4.1 Bauran Promosi

Menurut Kotler (2016), mendefinisikan bauran promosi (promotion mix) sebagai perpaduan spesifik alat-alat promosi yang digunakan perusahaan untuk 13 mengkomunikasikan value ke customer secara persuasif dan membangun customer relationships.

(16)

15 Menurut Adebisi & Bayode (2011), Kombinasi instrumen promosi (bauran promosi) umumnya terdiri dari periklanan (advertising), penjualan personal (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubugan Masyarakat (public relations), pemasaran langsung (direct marketing), dan online marketing.

Kotler (2016) menambahkan 2 instrumen bauran promosi yaitu Acara dan pengalaman (Event and Experience) serta pemasaran dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing), dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Iklan (Advertising)

merupakan semua bentuk terbayar dari persentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas melalui media cetak (koran dan majalah), media penyiaran (radio dan televisi), media jaringan (telepon, kabel, satellite, wireless), dan media elektronik (rekaman suara, rekaman video, CD- ROM, halaman website), dan media pameran (billboard, papan petunjuk, brosur, dan poster).

2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

merupakan berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa termasuk promosi konsumen (seperti sampel, kupon, dan premi), promosi perdagangan (iklan dan tunjangan), dan bisnis dan promosi tenaga penjualan (kontes untuk reputasi penjualan).

3. Acara dan Pengalaman (Even and Experiences)

merupakan kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau merek khusus-terkait interaksi dengan konsumen, termasuk seni olahraga, hiburan, dan menyebabkan acara atau kegiatan menjadi kurang formal.

4. Hubungan Masyarakat dan Publisitas (Public Relations and Publicity)

merupakan berbagai program yang diarahkan secara internal kepada karyawan dari perusahaan atau konsumen luar, perusahaan lain, pemerintah, 14 dan media untuk mempromosikan , membangun hubungan antar perusahaan dengan publik , melindungi dan membangun citra perusahaan atau produk komunikasi individu yang positif.

5. Penjualan Personal (Personal Selling)

merupakan interaksi tatap muka yang dilakukan oleh tenaga penjualan perusahaan dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan pertemuan penjualan, presentasi pribadi, menjawab pertanyaan, pengadaan pesanan, membuat penjualan, dan hubungan pelanggan.

6. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)

merupakan penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi atau berhubungan secara langsung dengan meminta respon atau tanggapan dan melakukan dialog dari pelanggan dan prospek tertentu.

7. Pemasaran Interaktif (Interactive Online Marketing)

(17)

16 adalah kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.

8. Pemasaran dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing)

merupakan komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.

2.5 Iklan

Menurut Durmaz (2011), iklan didefinisikan sebagai upaya Perusahaan menyajikan atau menyampaikan pesan promosi non-personal untuk memegaruhi konsumen untuk membeli produk (ide, barang atau jasa) yang dibayar oleh sponsor yag telah diidentifikasi.

Menurut Hasan (2013), iklan disebut sebagai penjualan non-personal untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan pelanggan mengenai produk, jasa, dan pelayanannya.

Menurut Priansa (2017), iklan merupakan informasi yang diberikan kepada pelanggan secara terus menerus sehingga memampukan mereka memahami produk dan membandingkannya dengan produk lain atau produk competitor.

Berdasarkan beberapa definisi diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa iklan merupakan penyampaian informasi yang dilakukan oleh Perusahaan untuk mempromosikan secara non-personal yang bertujuan untuk membentuk kesadaran konsumen akan produk, jasa, maupun pelayanannya.

2.5.1 Bauran iklan

Menurut Hasan (2013), Agar iklan bekerja maksimal maka diperlukan elemen – elemen yang saling melengkapi satu sama lain. Elemen tersebut adalah bauran – mixing yang disebut bauran periklanan atau advertising mix yang terdiri atas kreatif dan media, yang keduanya sebagai elemen penentu bagi iklan untuk menjangkau dan menyerang konsumen sasaran.

Menurut Hasan (2013), Iklan memiliki fungsi utama untuk menginformasikan, memengaruhi, dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Kualitas iklan ditentukan oleh kemampuannya sebagai :

1. Public presentation

Setiap orang menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.

2. Pervasiveness message

Pesan iklan yang sama dapat diulang – ulang untuk memantapkan penerimaan informasi dan karenanya dapat membangun citra produk/perusahaan/merek jangka Panjang.

3. Amplified expressiveness

Iklan mampu mendramatisasi Perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk menggugah dan memengaruhi khalayak.

4. Impersonality communication

Iklan tidak bersifat memaksa khalayak untuk memerhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).

(18)

17 2.5.2 Tujuan iklan

Menurut Hasan (2013), banyak pendekatan dalam merumuskan tujuan periklanan sehingga dibatasi pada inventory approach, attitudinal approach, dan hierarchy approach.

a. Inventory Approach

Menurut Mooij & Hofstede (2010) dalam Hasan (2013), Tujuan iklan dengan pendekatan Inventory Approach adalah sebagai berikut :

Tabel 2. 1 Pendekatan Inventory Approach dalam merumuskan tujuan periklanan

Jenis Uraian

1 Informative Pioneering Advertising : To Create

Awarness and knowledge of new product or new features of existing products.

Membentuk kesadaran dan pengetahuan tentang produk baru atau

menginformasikan keistimewaan baru dari produk yang sudah ada.

Membantu agar sebuah produk dikenal Membantu menanamkan citra atau ciri – ciri tertentu terhadap suatu produk Mendorong tumbuhnya pandangan yang positif terhadap produk

Berupaya menciptakan permintaan awal (primary demand)

Menjadi senjata ampuh dalam peluncuran produk baru ke pasar 2 Persuasive Advertising : to

create liking, preference, conviction, and purchase of a product or service.

Membentuk rasa senang, refrensi, keyakinan, dan pembelian produk atau jasa.

Membantu memosisikan produk dalam segmen dan mengidentifikasi produk dengan segmen tersebut.

Mengembangkan pilihan pada merek tertentu dengan menunjukkan

keunggulan produk merek tertentu dibanding produk merek pesaing.

Membuat konsumen tertarik pada produk yang ditawarkan.

Menjadi jembatan antara produk dan penjualan, menimbulkan keungan untuk meminta informasi penjualan, sampel, atau harga.

Membantu memperkuat distributor pasar lokal.

a. Penjualan jangka pendek Menciptakan kesadaran adanya sebuah produk atau merek.

Menciptakan kecenderungan perasaan senang terhadap merek tersebut.

Menanamkan informasi atau perilaku yang mengacu pada keuntungan superior dari merek tersebut.

(19)

18

Jenis Uraian

Memerangi klaim kompetitif.

Memperbaiki pemaknaan yang salah, informasi yang disampaikan dengan tidak benar, serta rintangan lain bagi penjualan.

Membangun kebiasaan yang mudah mengenali merek.

b. Penjualan langsung Melaksanakan fungsi penjualan menyeluruh.

Menutup penjualan dari sebagai periklanan di masa lalu.

Iklankan alasan khusus bagi pembelian saat ini.

Ingatkan prospek untuk membeli.

c. Peningkatan penjualan Memertahankan pelanggan yang ada terhadap serangan keras dari pesaing.

Mengusahakan peralihan pemakai dari pesaing pada merek yang diiklankan.

Menciptakan pelanggan tetap dari pelanggan yang tersebar.

Mendorong frekuensi penggunaan yang lebih banyak.

d. Pembentukan image Membentuk kualitas produk dan pelayanan yang unggul.

Membentuk kemiripan produk yang bervariasi dengan kualitas unggul.

e. Kepercayaan pelanggan jangka Panjang

Membentuk kepercayaan pelanggan dan pelanggan potensial.

Membentuk kepercayaan perdagangan.

Membentuk kepercayaan pekerja dan calon pekerja potensial.

Membentuk kepercayaan pada jaringan komunitas finansial.

Membentuk kepercayaan Masyarakat umum.

3 Reminder Advertising : to stimulate repeat purchase of product and services.

Mengupayakan iklan dapat melekatkan nama atau merek produk tertentu di benak konsumen.

Merangsang pembelian ulang atas produk atau jasa.

Membantu Perusahaan memantapkan diri secara terus – menerus,

menerangkan, memperbaiki posisi, memperkuat hubungan dengan relasi lama atau membangun relasi – relasi baru.

(20)

19

Jenis Uraian

Iklan yang sederhana dapat

memudahkan orang mengingat Kembali produk Perusahaan tertentu.

4 Reinforcement Advertising : to convince current purchasers that they made the right chose.

Meyakinkan pembeli dan calon pembeli bahwa produk yang sekarang adalah pilihan terbaik.

Meyakinkan atau memantapkan pilihan pembeli.

Mendorong untuk memenangkan persraingan.

Memperkuat perbedaan produk sehingga bersentuhan dengan emosi, gaya, dan status pelanggan.

Membantu menjangkau pelanggan.

b. Attitudinal Approach

Pendekatan ini menyarankan tujuan periklanan adalah memengaruhi struktur sikap.

Dengan dirumuskan sebagai berikut :

a. Memengaruhi kekuatan yang paling berpengaruh dalam pemilihan kriteria mengevaluasi merek dari kelas produk.

b. Menambahkan karakteristik pada hal – hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.

c. Meningkatkan atau menurunkan peringkat karakteristik kelas produk yang menonjol

d. Mengubah persepsi terhadap merek Perusahaan pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

e. Mengubah persepsi terhadap merek – merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.

c. Hierarchy Approach

Pendekatan ini menjelaskan bahwa terjadinya pembelian terjadi dimulai dari Think – Feel – Do. Dengan penjelasan sebagai berikut :

Tabel 2. 2 Think-Feel-Do Model

Think Awareness Membangun kesadaran

dengan mengenalkan nama produk melalui pesan sederhana yang terus menerus mengulang nama produk.

Knowledge Mendorong target pasar mempunyai pengetahuan lebih banyak tentang produk dengan cara menyampaikan informasi tentang produk.

Feel Liking Mengembangkan

(21)

20 kampanye iklan untuk mendorong target audiens memiliki perasaan suka terhadap produk.

Preference Membangun preferensi

target audiens dengan memprosikan mutu, nilai, kinerja dan kistimewaan lainnya pada produk.

Do Conviction Membangun keyakinan

target audiens bahwa produk merupakan pilihan yang terbaik bagi mereka.

Purchase – Re Purchase Mengarahkan target audiens agar melakukan pembelian dengan cara (diantaranya) menawarkan harga rendah, premi, memberi kesempatan mencoba yang diharapkan

akan melalkukan

pembelian ulang.

2.5.3 Media Sosial Periklanan

Menurut Carr & Hayes (2015), Media sosial merupakan media berbasis internet yang memungkinkan Pengguna berkesempatan untuk berinteraksi dan mempresentasikan diri, baik secara seketika ataupun tertunda, dengan khalayak luas maupun tidak yang mendorong nilai dari user-generated content dan persepsi interaksi dengan orang lain.

Menurut Kotler & Keller (2016), Media sosial merupakan jalan Tengah bagi konsumen untuk berbagi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, audio, dan video dengan sesame Pengguna atau dengan Perusahaan.

Menurut Prihatiningsih (2017), Media sosial merupakan alat yang biasa digunakan untuk promosi bisnis yang efektif karena bisa dijangkau dan diakses oleh siapa saja sehingga promosi dijangkau secara luas.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa media sosial merupakan sebuah media yang berbasis internet untuk berbagi informasi ataupun mempresentasikan diri, serta menjadi sarana promosi yang efektif karena dapat dijangkau dan diakses oleh khalayak luas.

2.6 Desain Grafis

Menurut Suyanto (2004), Desain grafis didefinisikan sebagai aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industry, aplikasi – aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

Menurut Enterprise (2018), Desain grafis adalah salah satu bentuk komunikasi yang memanfaatkan elemen visual seperti bentuk, foto, tulisan, dan elemen lainnya dengan

(22)

21 tujuan untuk menyampaikan ide atau gagasan ke orang lain menggunakan elemen – elemen tersebut.

Menurut Casofa & Isa (2013), Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin.

Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar. Alasannya, teks juga merupakan hasil abstraksi simbol – simbol yang bisa dibunyikan.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, peneliti menyimpulkan bahwa desain grafis merupakan seni dalam berkomunikasi dengan memanfaatkan elemen visual seperti bentuk, foto, maupun tulisan untuk menyempurnakan penyampaian pesan atau informasi dengan seefektif mungkin.

2.6.1 Prinsip dalam Desain

Menurut Budiarto et al. (2012), Prinsip-prinsip desain membantu menentukan bagaimana menggunakan elemen desain. Ada empat prinsip desain yaitu keseimbangan, penekanan, irama, dan kesatuan.

1. Keseimbangan

Setiap Elemen pada gambar telah ditentukan ukuran dasarnya, seperti : kegelapan atau keringanan, dan ketebalan dari baris. Warna, nilai, ukuran, bentuk dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing. Ada dua pendekatan dasar untuk menyeimbangkannya :

a. Keseimbangan simetris

Merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan ke kanan dari pusat.

Keseimbangan Simetris bisa menjadi kekuatan dan stabilitas publikasi, presentasi dan situs web.

b. Keseimbangan asimetris

Merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman. Keseimbangan Asimetris dapat menyiratkan kontras, berbagai gerakan dan lain-lain. Hal ini cocok diaplikasinya untuk publikasi hiburan, presentasi dan situs web.

2. Rhythm / Irama

Pola berulang yang dibuat oleh unsur-unsur yang berbeda-beda. Pengulangan (mengulangi unsur serupa dalam cara yang konsisten) dan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen) adalah kunci untuk visual ritme. Menempatkan elemen dalam sebuah layout secara berkala membuat halus, dan bahkan ritme yang tenang dan santai. Perubahan yang tiba-tiba pada ukuran dan jarak antara unsur membuat ritme hidup dan suasana hati yang menyenangkan.

3. Penekanan

Penekanan adalah sesuatu yang mendapat perhatian utama. Tata letak setiap kebutuhan penting untuk menarik perhatian pembaca. Terlalu banyak fokus menyebabkan tujuan utama penekanan tidak tercapai. Umumnya, yang penting dibuat suatu unsur yang berbeda dari yang lain.

4. Kesatuan

(23)

22 Kesatuan membantu semua elemen menjadi satu. Bentuk merupakan salah satu unit-teks, headline, foto, gambar, dan keterangan. Menyatukan elemen-elemen oleh kelompok yang saling berdekatan sehingga elemen-elemen tersebut terlihat satu kesatuan. Mengulangi warna, bentuk, dan tekstur untuk menyatukan gambar.

Dengan menggunakan kotak (struktur halaman) untuk membuat kerangka margin, kolom, jarak, dan proporsi.

2.7 Minat Beli

Menurut Kotler (2016), Minat beli konsumen adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul ketertarikan untuk mencoba produk tersebut sampai pada akhirnya timbul keinginan untuk membeli agar dapat memilikinya.

Menurut Suyono & Sukmawati (2012), Minat beli adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan. Kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu alternatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh bermacam pertimbangan.

Menurut Ferdinand (2016), Minat beli konsumen dapat diartikan sebagai minat beli yang mencerminkan Hasrat dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, peneliti menyimpulkan bahwa minat beli merupakan proses timbulnya keinginan konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa berdasarkan pilihan mereka diantara beberapa merek yang menjadi pilihannya.

2.7.1 Faktor yang mempengaruhi Minat Beli

Menurut Lidyawatie (2008), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen, yaitu:

1. Perbedaan Pekerjaan

Adanya perbedaan pekarjaaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain

2. Perbedaan Sosial Ekonomi

Pada perbedaan sosial ekonomi dapat diartikan bahwa seseorang yang mempunyai sosial ekonomi yang tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkan daripada yang mempunyai sosial ekonomi yang rendah.

2.7.2 Indikator Minat Beli

Adapun indikator dari minat beli menurut Tjiptono (2015), yaitu sebagai berikut:

1. Minat Transaksional

Kecenderungan seorang konsumen untuk membeli produk. Konsumen telah memiliki minat terhadap produk tertentu untuk melakukan pembelian.

2. Minat Refrensial

Kecenderungan untuk merujuk dan menyarankan produk tertentu kepada orang lain untuk dibeli.

3. Minal Preferensial

(24)

23 Minat yang menggambarkan perilaku seorang konsumen yang menjadikan produk sebagai pilihan utama. Preferensi dapat diganti ketika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.

4. Minat Eksploratif

Perilaku seorang konsumen yang selalu mencari informasi dan hal-hal positif mengenai produk tertentu.

2.8 Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 3 Penelitian Terdahulu No. Nama peneliti, Tahun

& Judul Penelitian

Variabel Yang Diteliti

Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian

1. (Fauzi Akbar, 2017)

“Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Promosi terhadap Minat Beli pada Toko Buku Jelita di Belawan.”

Desain grafis (X)

1. Jangkauan 2. Frekuensi 3. Kontinuitas 4. Ukuran 5. Warna

Metode korelasional Didapatkan hasil sebesar 0.52. berdasarkan kriteria pedoman kuat lemahnya tingakat atau derata keratan antara variabel desain grafis sebagai media promosi dan variabel minat beli didapatkan hubungan dalam tingkatan sedang.

Yang artinya desain grafis sebagai media promosi memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk pada Toko Buku Jelita.

Minat Beli (Y)

1. Attention 2. Interest 3. Desire 4. Action 5. Satisfaction 6. Perbedaan

hobi 7. Perbedaan

jenis kelamin 8. Perbedaan

usia 2. (Hartaroe et al., 2016).

“Pengaruh Instagram Ads , desain Grafis dan Promosi Penjualan terhadap Minat Beli Konsumen di PT.

Sayur Box”

Instagram Ads (X.1)

1. Hastag 2. Komentar 3. Mention 1.

Metode penelitian kuantitatif

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersamaan iklan instagram, desain grafis dan promosi mempunyai pengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap minat beli pada pengguna SayurBox.

Sedangkan sebagian Iklan Instagram

berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, desain grafis berpengaruh negatif dan signifikan

tidak signifikan terhadap minat beli dan promosi berpengaruh positif dan Desain Grafis

(X.2),

1. Brand Name 2. Warna 3. Gambar Promosi

Penjualan (X.3)

1. Pesan Promosi 2. Media

promosi 3. Waktu

Promosi

Minat Beli (Y)

1. Minat Eksploratif 2. Minat

Preferensial

(25)

24 No. Nama peneliti, Tahun

& Judul Penelitian

Variabel Yang Diteliti

Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian

3. Minat Transaksional

signifikan

berpengaruh terhadap minat beli pada pengguna SayurBox.

3. (Ramadhina &

Mugiono, 2022)

“Pengaruh Desain Kemasan, Variasi Produk dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen”

Desain Kemasan (X.1)

1. Visibilitas 2. Informasi 3. Daya Tarik

Emosional 4. Daya

Kemampua untuk Bekerja

Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanatory

Research yang bertujuan untuk mempelajari

hubungan antara dua variabel atau lebih yang mencoba menjelaskan alasan terjadinya suatu fenomena.

Hasil penelitian ini menunjukkan desain kemasan, variasi produk dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli secara simultan dan parsial. Variasi Produk berpengaruh paling dominan karena memiliki nilai koefisien beta dan t hitung paling besar.

Bluder Cokro telah berhasil membuat calon konsumen memilih Bluder Cokro dibanding dengan merek lain.

Variasi Produk (X.2)

1. Ukuran 2. Harga 3. Tampilan 4. Komposisi Kualitas

Produk (X.3)

1. Kemampuan Produk 2. Ketahanan

Produk 3. Kemampuan

Layanan 4. Kualitas yang

dirasakan 5. Kehandalan

Fitur.

Minat Beli Konsumen (Y).

1. Minat Eksploratif 2. Minat

Preferensial 3. Minat

Transaksional 4. (Huznuzharif &

Khabibah, 2022)

“Pembuatan Media Promosi dalam Bentuk Desain Kemasan dengan Menggunakan Corel Draw untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang”

Desain Kemasan (X)

1. Emphaty 2. Persuation 3. Impact 4. Communicati

on

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan (action research) dan melibatkan 15 responden. Penelitian ini menggunakan aplikasi Corel Draw sebagai aplikasi pembuat desain kemasan, sedangkan metode

pengumpulan data pada penelitian ini

Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan ini masuk dalam kategori sangat efektif digunakan sebagai media promosi dan meningkatkan minat beli konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisa data dapat diketahui bahwa skor rata rata EPIC Rate Minat Beli

(Y)

1. Interest 2. Desire 3. Action

(26)

25 No. Nama peneliti, Tahun

& Judul Penelitian

Variabel Yang Diteliti

Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian

yang digunakan ada 4 yaitu observasi, kuesioner,

wawancara, dan dokumentasi.

Metode analisa data dilakukan

berdasarkan EPIC Model.

sebesar 4,46 dan AIDA Rate sebesar 81,6%.

5. (Billa et al., 2023)

”Promosi Melalui Katalog Menggunakan

Canva untuk

Meningkatkan Minat Beli di Cookye Cookies Malang”

Promosi (X) Promosi:

1. Empati 2. Persuasi 3. Dampak 4. Komunikasi

Kajian ini memakai metode Penelitian Tindakan atau Action Research. Penelitian Tindakan

merupakan penelitian terkait perkara yang adadi masyarakat atau kelompok tujuan, serta perolehannya

langsung bisa dikarenakan

terhadap masyarakat yang terkait.

hasil kajianini, dapat disimpulkan bahwa desain katalog dikatakan efektif dan layak digunakan untuk membantu promosi.

Cookye Cookies

Malang bisa

memakaikatalog yang sudah diciptakan guna memperomosikan usaha yang menunjang kegiatan pemasaran. Fungsi lain dari katalog produk adalah membantu Cookye Cookies Malang memberitahukan

informasi produk yang disediakan.

Minat Beli (Y)

Minat Beli:

1. Perhatian 2. Mengetahui 3. Kesadaran 4. Tertarik

(Sumber : Data Sekunder, 2024)

Penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan di teliti oleh penulis. Pada penelitian terdahulu yang ditulis oleh Fauzi Akbar (2017) dengan judul “Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Promosi terhadap Minat Beli pada Toko Buku Jelita di Belawan.” Memiliki persamaan dari segi variabel independen yaitu Desain Grafis dan variabel dependen Minat beli. Selain itu persamaannya terletak pada metode penelitian yang menggunakan motode kolerasi yang sama-sama berujuan untuk melihat pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Namun perbedaan pada penelitian ini terletak pada objek penelitian yang dimana pada penelitian terdahulu menggunakan toko Buku Jelita sebagai objek penelitian, sedangkan penulis menggunakan Anami Coffee sebagai objek penelitian.

Pada penelitian terdahulu yang ditulis oleh Hartaroe, et.al (2016) yang berjudul

“Pengaruh Instagram Ads , desain Grafis dan Promosi Penjualan terhadap Minat Beli Konsumen di PT. Sayur Box” memiliki persamaan dari salah satu varibel independen yakni Desain Grafis, dan menggunakan minat beli sebagai variabel dependen, serta sama-

(27)

26 sama menggunakan metode yang tujuannya melihat pengaruh antar variabel. Namun pada penelitian ini ada perbedaan dari segi objek penelitian yang menggunakan PT. Sayur Box.

Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Ramadhina & Mugiono (2022) yang berjudul

“Pengaruh Desain Kemasan, Variasi Produk dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen” memiliki persamaan yaitu dengan memasukan variabel desain, minat beli, dan sama-sama menggunakan metode penelitian yang tujuanna untuk melihat pengaru antar variabel. Namun pada penelitian ini memiliki perbedaan yaitu dari segi objek.

Pada penelitian yang ditulis oleh Huznuzharif & Khabibah (2022) yang berjudul

“Pembuatan Media Promosi dalam Bentuk Desain Kemasan dengan Menggunakan Corel Draw untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang”

memiliki persamaan dari variabel Y yaitu minat beli, namun penelitain tersebut memiliki perbedaan diantaranya adalah dari variebel independen yang digunakan, indikator variabel dependen, objek penelitian, dan metode analisis data yang digunakan. Pada penelitian lainnya yang ditulis oleh Billa et al (2023) yang berjudul ”Promosi Melalui Katalog Menggunakan Canva untuk Meningkatkan Minat Beli di Cookye Cookies Malang”, memiliki persamaan yaitu pada variabel independen promosi dan variabel dependen minat beli, namun ada perbedaan yang dilihat dari objek penelitian yang penelitian terdahulu gunakan yaitu Cookye Cookis Malang dan metode penelitian yang menggunakan metode tindakan atau Action Research

2.9 Kerangka Pemikiran

Menurut Hasan (2013), Agar iklan bekerja maksimal maka diperlukan elemen – elemen yang saling melengkapi satu sama lain. Elemen tersebut adalah bauran – mixing yang disebut bauran periklanan atau advertising mix yang terdiri atas kreatif dan media, yang keduanya sebagai elemen penentu bagi iklan untuk menjangkau dan menyerang konsumen sasaran.

Menurut Hasan (2013), Iklan memiliki fungsi utama untuk menginformasikan, memengaruhi, dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Kualitas iklan ditentukan oleh kemampuannya sebagai :

1. Public presentation

Setiap orang menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.

2. Pervasiveness message

Pesan iklan yang sama dapat diulang – ulang untuk memantapkan penerimaan informasi dan karenanya dapat membangun citra produk/perusahaan/merek jangka Panjang.

3. Amplified expressiveness

Iklan mampu mendramatisasi Perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk menggugah dan memengaruhi khalayak.

4. Impersonality communication

Iklan tidak bersifat memaksa khalayak untuk memerhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).

(28)

27 Menurut Enterprise (2018), Desain grafis adalah salah satu bentuk komunikasi yang memanfaatkan elemen visual seperti bentuk, foto, toluisan, dan elemen lainnya dengan tujuan untuk menyampaikan ide atau gagasan ke orang lain menggunakan elemen – elemen tersebut. Menurut Casofa & Isa (2013), Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar. Alasannya, teks juga merupakan hasil abstraksi simbol – simbol yang bisa dibunyikan.

Menurut Kotler (2016), Minat beli konsumen adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, dari sana timbul ketertarikan untuk mencoba produk tersebut sampai pada akhirnya timbul keinginan untuk membeli agar dapat memilikinya. Menurut Suyono & Sukmawati (2012), Minat beli adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan. Kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu alternatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh bermacam pertimbangan. Menurut Ferdinand (2016), Minat beli konsumen dapat diartikan sebagai minat beli yang mencerminkan Hasrat dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk.

Beberapa permasalahan mulai dari persaingan bisnis yang semakin ketat, permasalahan startegi pemasaran dalam kaitannya pada peningkatan penjualan produk, menarik minat beli konsumen terhadap suatu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen, serta mengoptimalkan penjualan produk. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut dengan membuat iklan menggunakan desain grafis.

Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian dari Fauzi Akbar (2017), Hartaroe, et.al (2016), Ramadhina & Mugiono (2022), Huznuzharif & Khabibah (2022), Billa et al (2023) yang menunjukkan bahwa Pengoptimalisasian Bauran Periklanan melalui Desain Grafis berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli.

Maka konstelasi pemikiran pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran Desain Grafis

1. Keseimbangan 2. Irama

3. Penekanan 4. Kesatuan Bauran Periklanan

Informative Pioneering Advertising

Persuasive Advertising

Reminder Advertising

Reinforcement Adversiting

Minat Beli 1. Minat

Transaksional 2. Minat Refrensial 3. Minat Preferensial 4. Minat Eksploratif

(29)

28 2.10 Hipotesis Penelitian

Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas. Maka dapat beberapa hipotesis sebagai berikut:

H0 : Tidak ada pengaruh antara Desain Grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi

bauran periklanan terhadap minat beli di Anami Coffee

H1: Terdapat pengaruh antara Desain Grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi bauran periklanan terhadap minat beli di Anami Coffee.

Gambar

Gambar 1.1 Data Volume Produksi Kopi di Indonesia (2017-2022)  (Sumber: Badan Pusat Statistik, 2023)
Tabel 1.1  Penjualan Produk Anami Coffee  Bulan Maret 2023 – Bulan Januari 2024
Gambar 1.2 Promosi Anami Coffee  (Sumber: Instagram @anamicoffee, 2024)
Gambar 1.3 Data Pengguna Internet di Indonesia (2024)  (Sumber : We Are Social, 2024)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian tentang Relevansi Kemampuan Pengolahan Perangkat Lunak Corel Draw 13 dengan Kualitas Tampilan Desain Busana Berformat Digital pada Mahasiswa Paket Manajemen

desain yang meliputi melatih menggunakkan corel draw untuk remaja. Pelatihan tersebut diharapkan agar para pemuda karang taruna dapat. membuat desain tentang

Siswa di kelompok masing-masing diminta melakukan praktik membuat perangkat lunak Desain Grafis menggunakan Corel Draw, mulai mengerti Desain Grafis berbasis Vektor dan Bitmap

Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran program aplikasi Corel Draw X4 dapat memberikan pengaruh terhadap keterampilan desain grafis poster siswa tunarungu.. Kata Kunci: Desain

Hasil dari tahap desain adalah dengan menggambar desain langsung menggunakan aplikasi Adobe Illustrator, Corel Draw, dan Microsoft Word untuk desain media pembelajaran ULATIKA,

Penelitian yang dilakukan Alfin MF Mufreni 2016 dengan judul “Pengaruh desain produk, bentuk kemasan dan bahan kemasan terhadap minat beli konsumen studi kasus teh hijau serbuk

Untuk mempersiapkan diri meningkatkan penjualan produk pada tahun 2022, Senja Tenun membutuhkan desain kemasan baru sebagai salah satu media promosinya, karena kemasan

berupa pelatihan pembuatan kemasan /packaging produk olahan ini perlu untuk dilaksanakan, untuk memberikan wawasan santri tentang desain dan bentuk kemasan baru yang