Polesan
Akhir
Pada hab
iniAnda
akanbelajar:
bahwa EKG dapat
diubah
oleh berbagaijenis penyakit jantung dan
non-jantung yang lain; yang paling sering adalah:A.
ganggaanelektrolit B. hipotermia
C. obat-obatan
D. penyakit
jantung
yanglain
(misalnyaperikarditis, kardiomiopati, dan
mio-karditis)
E. penyakit
paru
F.
penyakit sistem saraf sentral G. aktivitasatletik
mengenai kasus
Amos
T.yang
mempu-nyai hasil
EKGnyaterbukti menjadi
pe-tunjuk untuk mengenali
keadaan non-jantung yang darurat dan
mengancam kehidupan.L.
2.
251
Polesan Akhir
Ada sejumlah obat-obatary gangguan
elektrolit
dan penyakit lain yang dapat sangat mengubahpola normal'EKG. Tidak
jelas mengapa EKGbegitu sensitif
terhadap berbagaijenis
keadaanini, tetapi
begitulah kenyataannya, sehingga Anda harus mengetahui semuaini.
Pada beberapa keadaan, EKG dapat menjadi
indikator
yangpaling sensitif terhadap
malapetakayang
akanterjadi.
Pada keadaan lairyperubahan elektrokardiografik yang hampir tidak terlihat
dapat menjadipetunjuk
awal suatu masalah yangtidak dicurigai
sebelum-nya. Pada
keadaanyang lain lagi, perubahan elektrokardiografik
dapat merupakan kebetulansaj4 sedikit menarik,
danhampir tidak
menjelaskan apa pun.Kita
tidak
akan membahas berbagai mekanisme dalam bab ini. Pada sebagian besar kasus, alasandibalik
berubahnyasuatu
EKG benar- benar belum diketahui.Topik yang akan kita bahas
meliputi
hal berikut:.
Gangguanelektrolit
.
HiPotermia.
Obat-obatan.
Penyakit jantung yanglain
.
Penyakit paruo
Penyakit sistem saraf pusato
Jantungnya atletGangguan Elektrolit
l^
2s3& Gangguan Elektrolit
Perubahan kadar
kalium
dan kalsium serum dapat sangat mengubah EKG.Hiperkatemia
Hiperkalemia
menghasilkan evolusi perubahan yangprogresif
padaEKG yang akhirnya
menyebabkanfibrilasi ventrikel dan
kematian.Perubahan
EKG ini mungkin menjadi parameter adanya
toksisitaskalium yang signifikan
secaraklinis dan lebih baik daripada
kadarkalium
serum.Seiring meningkatnya kalium, gelombang T pada seluruh 1'2-sadap- an EKG mulai meningkat. Efek ini mudah sekali disalahartikan dengan gelombang T
hiperakut
padainfark miokardium
akut. Perbedaannya adalah bahwa perubahan padainfark
terbatas pada sadapan-sadapanyang terletak di
atas daerahinfark,
sedangkanpada
hiperkalemia perubahannya merata.Gelombang T yang meninggi pada hiperkalemia.
254) 7
PolesanAkhirBila'kalium serum meningkat lebih lanjuf memanjang, dan gelombang P sedikit
demi menghilang.interval PR
menjadisedikit merata lalu
Seiring meningkatnya kadar kalium, gelombang P tidak terlihat lagi. Gelombang T menjadi semakin tinggi.
Pada
akhirnya,
kompleks QRS melebar hingga bergabung dengangelombang T dan membentuk gambaran gelombang sinus.
Pada akhirnya,teijadi fibrilasi
ventrikel.Hiperkalemia yang progresif menghasilkan gambaran gelombang sinus klasik. Kompleks QRS yang melebar
dan gelombang
T
yang meninggi hampir tidak dapat dibedakan.Penting
diingat
bahwawalaupun
perubahan-perubahanini
seringterjadi
sesuai denganurutan yang telah
dijelaskansewaktu kalium
serummeningkat
merekatidak
selalu sepertiitu. Perburukan
men-jadi fibrilasi ventrikel dapat terjadi
dengan sangattiba-tiba.
Setiap perubahan pada EKGhiperkalemia
harus segera mendapatperhatian
klinis!
GangguanElektrolit
L25!
Hipokalemia
Pada hipokalemia, EKG sekali lagi dapat menjadi parameter toksisitas berat yang
lebihbaik
daripada kadarkalium
serum. Dapatterlihat
tiga perubahan yang terjadi secara acak:r
Depresi segmen STo
Pendataran gelombang T. Munculnya
gelombangU
gelombang
T
gelombang UHipokalemia. Gelombang U bahkan lebih jelas daripada gelombang T'
Istilah
gelombangU digunakan
pada gelombangyang muncul
se-sudah gelombang T pada siklus jantung Makna fisiologinya
yangsebenarnya
belum
sepenuhnyadimengerti.
.Walaupun gelombangU
merupakan tanda hipokalemia yang paling khas, gelombangini tidak
bersifat diagnostik. Keadaan lain juga dapat menghasilkan gelombangU yang
jelas,dan
gelombangU kadang dapat dilihat pada
pasien dengan jantung normal dan kadarkalium
serum normal.Gangguan Kalsium
Perubahan kadar
kalsium
serum terutama memengaruhiinterval
QT.Hipokalsemia
memperpanjangnya,dan
hiperkalsemia mempersing- katnya.Ingatkah Anda
tentangmunculnya aritmia yang
berpotensi mematikan akibat pemanjangan interval QT?Hipokalsemia. lnterval QT sedillit memanjang. Sebuah PVC jatuh pada gelombang T yang memanjang dan mencetuskan torsades de pointes.
Torsades
de pointes, suatu bentuk lain takikardia ventrikular,
ditemukan pada pasien dengan interval QT yang memanjang.Hipotermia
l^
2s7ffi Hipotermia
Ketika suhu tubuh menurun di bawah 30'C, terjadi beberapa perubahan pada EKG:
1
.
Segala sesuatunya melambat. Sering terjadi bradikardia sinus, dan semua segmen dan interval-
PR, QRS, Qf,, dsb-
memanjang'2. Dapatjenis
elevasi segmen ST yang khas dan diagnostik. Elevasiini terdiri dari
peningkatan mendadaktepat pada titik
J yangkemudian
mendadakjatuh
kembalike
garis dasar.Konfigurasi
yang dihasilkandisebtt
gelombang/
atau gelombang Osborne.Hipotermia. Gelombang Osborne amat jelas.
Bermacam-macam
aritmia akhirnya dapat turut membuat
ke- onaran. Fibrilasi atrium lambat adalahyang paling sering ditemui,walaupun
dapat terjadihampir
semua gangguan irama.Munculnya artefak
akibattremor otot
karenamenggigil
dapatmemperburuk hasil
rekaman.Artefak
serupa dapatditemukan pada penderita
Parkinson. Jangan sampaidikacaukan
denganflutter
atrium.J.
4.
Artefak akibat tremor otot yang menyerupai flutter atrium
2sB
^l 7
Polesan AkhirObat-obatan
Digitalis
Ada dua kelompok perubahan elektrokardiografik yang berbeda yang disebabkan
oleh digitalis:
perubahan akibatkadar
terapeutikdigitalis dalam darah" dan perubahan akibat kadar digitalis toksik
dalam darah.Perubahan EKG Akibat Kadar Terapeutik Digitalis dalam Darah
Kadar terapeutik digitalis
mengciptakan perubahan segmen ST dan gelombang T yang khas pada sebagian besarindividu
yangmeminum
obat tersebut. Perubahanini dikenal
sebagai efek digitalisdan terdiri dari depresi
segmen ST serta pendatarandan infersi
gelombang T.Segmen
SI
yang terdepresi mempunyai gambaran landaianmenurun
yang amatperlahan dan muncul
samar-samar setelah gelombang R sebelumnya.Gambaran khas ini
biasanyamembuat efek digitalis
dapat dibedakan dengan depresi segmen ST yang lebihsimetrik
padaiskemia.
Pembedaannyadengan hipertrofi ventrikel yang
disertaikelainan repolarisasi kadang lebih menyulitkan, terutama
karenadigitalis sering digunakan pada pasien penderita gagal jantung
kongestif yang juga sering menderitahipertrofi ventrikel kiri.
Efek
digitalis
biasanya paling jelas pada sadapan yang mempunyai gelombang Rtinggi.
Ingat: Efekdigitalis
merupakan hal yangnormal
dan dapatdiprediksi,
sehingga obattidak perlu
dihentikan.Efek digitalis berupa depresi segmen ST asimetrik.
Obat-obatan
l^
2ssPerubahan EKG
Akibat
Kadar Toksik Digitalis dalam DarahDi lain pihak, manifestasi toksik digitalis mungkin memerlukan intervensi
klinis. Intoksikasi digitalis
dapat mencetuskan blokadekonduksi
dantakiaritmia
secara sendiri-sendiri atau bersama-sama.Supresi Nodus Sinus
Bahkan pada kadar terapeutik, nodus sinus dapat
diperlambat, terutama pada penderita sick synus syndrome. Pada kadartoksik
dalamdarah, dapat terjadi blokade jalur keluar sinus atau supresi
nodus sinus total.Blokade Konduksi
Digitalis
mempeilambat konduksi yang melewati nodusAV
sehingga dapat menyebabkan blokade AV derajat satu, dua dan bahkan tiga.Blokade Wenckebach yang disebabkan oleh intoksikasi digitalis. Efek digitalis tidak terlihat pada EKG.
Kemampuan digitalis untuk memperlambat konduksi AV
mem-buatnya berguna pada pengobatan takikardia
supraventrikular.sebagai
contoh, digitalis dapat mernperlambat frekuensi ventrikel
padapenderita fibrilasi atrium;
namun, kemampuandigitalis untuk
memperlambat frekuensi jantung, yang paling jelas terlihat
ketika pasien sedangduduk
atau sedangtidur
tenang selama pemeriksaan EKG, biasanyahilang
selamaaktivitas berat.
Penyekatbeta
sepertiatenolol atau metoprolol, memPunyai efek serupa pada konduksi
AV
dan dapat mengendalikan frekuensi dengan lebihbaik
ketika adapeningkatan tonus adrenergik
(misalnya selamaaktivitas fisik
atau stres).260
^l 7
Polesan AkhirTakiaritmia
Karena digitalis meningkatkan sifat otomatik
semuasel konduksi
jantung, membuat semua sel tersebut bekerja lebih menyerupai pacujantung, tidak ada takiaritmia yang tidak dapat disebabkan
olehdigitalis. Takikardia atrial paroksismal
(PAT)dan PVC
merupakan aritmia yang paling sering ditemui lalu, irama tautan (junctional) cukup seringditemui,
danflutter
sertafibrilasi atrium
menjadiaritmia
yang paling jarangditemui.
Kombinasi
Kombinasi PAT dengan blokade AV derajat dua merupakan gangguan irama yang
paling
khas pada intoksikasidigitalis.
Blokadekonduksi
biasanya bertrpa2:Ltetapi dapat sangatbervariasi. Digitalis merupakan penyebabtersering PAT yang disertai blokade, tetapi bukan
satu- satunya yang dapat menyebabkan gangguan tersebut,Takikardia atrial paroksismal (PAT) yang disertai blokade 2:1.
Panah menunjukkan setiap gelombang P.
Sotalol
dan Obat-obatan
Lainyang Memperpanjang
tnterval QT Sotalol, yaitu obat antiaritmia yang sering digunakan, memperpanjanginterval QT
sehinggajustru dapat meningkatkan risiko takiaritmia ventrikular.
IntervatrQT harus
benar-benardipantau pada
semua pasien yang mengonsumsi sotalol, dan sotalol harusdihentikan jika
terjadi pemanjangan yang bermakna (biasanya lebihdari
25%).Obat-obatan
lain yang dapat meningkatkan interval QT
adalahagen
antiaritmia lain
(misalnya,kuinidin, prokainamid, disopiramid,
amiodaron, dandofetilid),
antidepresantrisiklik,
fenotiazin,eritromi-
sin,antibiotik
golongankuinolon,
dan berbagai obat antijamur.Obat-obatan
l_
261Pada beberapa pasien
yang
mengonsumsikuinidin, dapat
mem-bentuk
gelombangU
yang jelas. Pada keadaanini, tidak diperlukan
adanya penyesuaian dosis obat.Memanjangnya interval QT pada EKG ini mengharuskan diturunkannya dosis sotalol.
Beberapa
gangguan repolarisasi jantung herediter yang
meng- hasilkan interval QT panjang telah berhasil dikenali dan diduga terkait dengan kelainan kromosom tertentu. Semuaindividu
dalam keluargaini perlu diperiksa
menggunakan EKG pada keadaanistrirahat
dan stresuntuk
mencari defek genetik. Jika ditemukan kelainan, pemberian obat penyekat beta dan kadang pemasangandefibrilator
implantabelsangat dianjurkan karena sangat meningkatnya risiko
kematian mendadak akibat aritmia yang mematikary terutama bila pasien dalam masa kanak-kanak atau dewasa awal. Pasien-pasien ini juga tidak bolehberpartisipasi daiam olahraga yang bersifit kompeiitif
(walaupun latihan tarafsedangyangtidak
disertai"aliran
derasadrenalin"
dapatdianjurkan
berdasarkanhasil uji
streslatihan fisik) dan tidak
boleh mengonsumsi obat apa pun yang dapat memperpanjanginterval
QT.Karena
interval
QTnormalnya berariasi menurut frekuensi jantung, interaal QT terkoreksl atau QTc digunakanuntuk
menilai pemanjanganQT
absolut. QTc digunakanuntuk
menyesuaikan adanya perbedaan pada frekuensi jantung dengan cara membagi interval QT dengan akarkuadrat interval
R-R,yaitu
satu siklusjantung.
QTctidak.boleh
me-lebihi
500milisekon
selamaterapi
dengan obat apapun
yang dapatmemperpanjang interval QT
(550milisekon jika terdapat
blokade cabang berkas yang sudah ada sebelumnya); denganmengikuti
aturanini, risiko aritmia ventrikel
akan berkurang.E Penyakit lantung Lainnya
Perikarditis
Perikarditi,s akut dapatmenyebabkanelevasi segmen ST dan pendataran atau
inversi
gelombang T. Perubahanini
dapatmudah
disalahartikan denganinfark
yang sedang terjadi, demikianpula
dengan gambaran klinisnya. Beberapa sifat EKG tertentu dapat membantu membedakan antaraperikarditis
daninfark.
1. Perubahan segmen ST dan geiombang T pada perikarditis
cenderungbersifat difus (walaupun tidak selalu), dan
dapatdijumpai
pada lebih banyak sadapan daripada efekinfark
yang hanya tampakdi
daerah-daerah tertentu.2.
Padaperikarditis, inversi
gelombangT
biasanyahanya terjadi
setelah segmen STkembali ke
garis dasar. Padainfark,
inversi gelombang T biasanya mendahului normalisasi segmen ST.3.
Padaperikarditis, tidak
terjadi pembentukan gelombang Q.4.
Kadanginterval
PR mengalami depresi.(A) Sadapan V. menunjukkan elevasi segmen ST pada perikarditis akut. (8) Sadapan yang sama beberapa hari kemudian menunjukkan bahwa segmen ST telah kembali ke garis dasar dan gelombang T telah mengalami inversi. Tidak ada gelombang Q.
Penyakit Jantung
Lainnya |
263 Terbentuknya efusi perikardium dalamjumlah yang cukup
banyakmeredam keluaran listrik jantung dan menghasilkan voltase
yang rendah pada semua sadapan. Perubahan segmen ST dan gelombang T padaperikarditis
masih dapat terlihat.Sadapan I sebelum (A) dan sesudah (B)terjadinyaefusi perikardium. Penurunan voltase merupakan satu-satunya perubahan yang bermakna.
Jika efusi cukup banyak, jantung dapatbebas berotasi seperti berada
dalam kantong yang berisi
cairan.Hal ini
menghasilkan fenomena electrical alternans, berubahnya aksislistrik jantung
padatiap
denyut.Fenomena
ini
dapat memengaruhitidak
hanya aksiskompleks
QRStetapi juga
aksis gelombangP dan
T.Aksis yang
berubah-ubahini
paling mudah dikenali pada EKG oleh adanya variasiampiitudo
setiap bentuk gelombang pada tiap denyutnyaElectical altemans. Panah menunjukkan setiap kompleks QRS.
264
^l 7
Polesan AkhirKardiomiopati Obstruktif Hipertrofi atau
HOCMKita telah membahas kardiomiopati obstruktif hipertrofik
yangdahulu dikenal
sebagai stenosis subaortahipertrofik idiopatik,
pada kasus Tom L. Sebagian besar penderitaHOCM
mempunyai gambaran EKGnormal, tetapi tidak
jarangditemui hipertrofi ventrikel kiri
dandeviasi
akbiske kiri.
GelombangQ kadang dapat ditemukan
pada sadapanlateral
dan adakalanya pada sadapaninferior. Hal ini tidak
menggambarkaninfark.
HOCM. Gelombang Q yang signifikan dapat dilihat pada ketiga sadapan di atas.
Penyakit Jantung
Lainnya l^
265Miokarditis
Setiap proses peradangan
difus
yang melibatkanmiokardium
dapatmenampilkan sejumlah perubahan pada EKG. Perubahan
yang tersering adalah blokadekonduksi,
terutama blokade cabang berkas dan hemiblokade.Blokade cabang berkas kanan pascainfeksi virus.
pada penderita miokarditis aktif
266
^l 7
Polesan AkhirE Penyakit Paru
Penyakit Paru
Obstruktif Kronik
(PPOK)EKG penderita
emfisema,menahun dapat menunjukkan
voltase yang rendatu deviasi aksis ke kanary dan peningkatan gelombang R yangburuk di
sadapanprekordial.
Voltase yangrendah
disebabkan olehefek
peredaranyang ditimbulkan oleh
ekspansivolume
udara residual yang terperangkap dalam paru-paru. Deviasi aksis ke kanan disebabkanoleh
ekspansiparu yang
memaksajantung
mengubah posisinya menjadi posisi vertikal hingga bahkan berorientasi ke kanan.Deviasi aksis ini juga disebabkan oleh
hipertrofi
akibat kelebihan beban tekanan yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal.PPOK dapat menyebabkan kor pulmonale
kronik
dan gagaljantung kongestif kanan. EKG kemudian dapat menunjukkan
pembesaran atrium kanan (P pulmonal) danhipertrofi
ventrikel kanan yang disertai kelainan repolarisasi.Penyakit paru obstruktif kronik. Perhatikan voltase yang rendah, deviasi aksis ekstrem ke kanan, pembesaran atrium kanan (pada sadapan ll), dan kriteria prekordial untuk hipertrofi ventrikel kanan,
Emboli Paru
Akut
Embolus paru yang masif dan mendadak dapat
sangat mengubah EKG, dan dapat ditemukan hal-hal berikut:1. Gambaran hipertrofi ventrikel kanan disertai
perubahan repolarisasi,mungkin
karena dilatasi akutventrikel
kanan.2.
Blokade cabangberkas kanan.3.
Gelombang S besar pada sadapan I dan gelombang Q dalam pada sadapanIII. Ini
disebut pola S1Q3. Gelombang T pada sadapanIII juga dapat
mengalamiinversi. Tidak
sepertiinfark inferior
yang biasanyamemperlihatkan
gelombangQ pada
setidaknyadua
sadapaninferior,
gelombangQ pada embolus paru
akut biasanya terbatas pada sadapanIII.
4.
Dapat terjadi sejumlah aritmia; yang paling seringditemui
adalahtakikardia
sinus danfibrilasi atrium.
.iGambaran SlQ3 pada embolus paru masif.
Pada sebagian besar pasiery gambaran
EKG pada emboli
paruakut
yangtidak
masif menunjukkanhasil normaf
atau dapat hanya menunjukkantakikardia
sinus.268
^l 7
Polesan Akhir& PenyakitSrstem Saraf Pusat
Penyakit sistem saraf
pusat
(SSP), seperti perdarahan subarakhnoid atauinfark
serebral,dapat
menghasilkaninversi
gelombangT
yangdifus dan'gelombang U yang jelas. Gelombang T selalu
sangatdalam dan
sangat lebar.Bradikardia
sinusjuga sering
ditemukan.Semua perubahan
ini diduga
karena adanya keterlibatan sistem saraf otonom.Gelombang T yang lebar dan mengalami inversi yang dalam di sadapan V4 pada pasien yang mengalami perdarahan sistem saraf .pusat.
re Jantungnya Atlet
Pelari maraton dan atlet
lain
yangrutin
melakukan latihan ketahananyang memerlukan kapasitas aerobik maksimal dapat
mengalami perubahanpada
EKGnyayang dapat
sangatmembingungkan jika
Andatidak
akrab dengan hal tersebut.Perubahan-perubahan
ini meliputi:
1. Bradikardia
sinus dalam keadaan istirahat, bahkan kadang-ka- dangdi
bawah 30 denyut per menit! Ketimbang mencemaskarybradikardia
nyata inijustru
menjadi tanda efisiennya sistenr kar- diovaskular para atlet.2.
Perubahan segmen ST dan gelombangT
yang nonspesifik. Per- ubahanini
selaluterdiri dari
elevasi segmen STdi
sadapan pra-kordial
yang disertai pendataran atau inversi gelombang T.3. Kriteria hipertrofi ventrikel kiri
dan, kadanghipertrofi ventrikel
- 5iltl;"
cabang berkas kanan yangtidak
lengkap.5.
Berbagaiaritmia, termasuk irama tautan
dan wandering atrial pacemaker.6.
Blokade AV derajat satu atau blokade WenckebachBradikardia sinus dan blokade AV derajat satu pada seorang atlet triatlon.
Tidak
ada satupun di
antara keadaanini
yang mencemaskan, atau memerlukan pengobatan. Sudah lebihdari
satu atlet ketahanan yang menjalani pemeriksaan EKG rutin, yang dirawat di CCU, hanya karena doktertidak
memahami perubahan-perubahanini.
Berbagai Macam Kondisi Gangguan Elektrolit
.
Hiperkalemia:Teqadinya (1)
gelombangT yang meninggi,
(2) pemanjanganPR dan pendataran gelombang P, dan (3)
pe- lebaran QRS. Padaakhimya,
kompleks QRSdan
gelombang T bersatu membentuk gelombang sinus, dan dapat terjadifibrilasi
ventrikel..
Hipokalemia: depresiS!
pendataran gelombangT
gelombangU
.
Htpokalsemin: pemanjangan interval QTo
Hiperkalsemia: pemendekan interval QT Hipotermia.
Gelombang Osbome, pemanjanganinterval, bradikardia
sinus,fibrilasi atrium
lambat.Hati-hati
terhadap artefak tremor otot.Obat-obatan
c
Digitalis: Kadar terapeutik menyebabkan perubahan segmen STdan
gelombangT pada
sadapan dengan gelombangR tinggi.
Kadar toksik
menyebabkantakiaritmia dan
blokade konduksi;yang paling khas adalah PAT disertai blokade.
o
Sotalol (dan sejumlah obat lainnya, lihat halam an 260):Interval Ql
gelombang U.
Jantungnya Atlet | _ 271
Penya kit J a ntu ng La i nnya
o
Perikardifis: Perubahan segmen ST dan gelombang T yang difus.Efusi yang banyak dapat
menyebabkanvoltase reridah
dan electrical alternans..
HOCM:Hipertrofi ventrikel,
deviasi aksis kekiri,
gelombang Q septalo
Miakardlfis: Blokadekonduksi
Penyakit Paru. PPOK: Voltase rendah, deviasi aksis ke kanan,
peningkatan gelombang,R yangburuk. Kor pulmonale kronik
dapat meng-hasilkan P pulmonale dan hipertrofi ventrikel kanan
disertai kelainan repolarisasi.c
Emboliparu
akut:Hipertrofi ventrikel kanan disertai
kelainanrepolarisasi, blokade
cabangberkas kanan,
S1Q3. Takikardia sinus danfibrilasi atrium
merupakan aritmia yangpaling
seringditemui.
Penyakit SSP
o Inversi
gelombang T yang difus, gelombang T yang selalu lebar dan dalam; gelombangU
Jantungnya Atlet
o
Bradikardia sinus, perubahan segmen ST dan gelombang T yang nonspesifik,hipertrofi ventrikel kiri
dan kanary blokade cabang berkas kanan yangtidak
komplet, blokadeAV
derajat satu atau Wenckebach, aritmia supraventrikular yang sesekalitimbul.
272
_l 7
Polesan Akhir(t
t
Amos T., seorang mahasiswa
Si
bei'usia25
tahun, dibawa dengan menggunakan ambulans ke IGD dalam keadaan sedang menggenggam dadanya dan sama sekali terlihat sakit. Tanda vitalnya menunjukkan tekanan darah sebesar 90/40 mmHg dan nadi yang tidak teratur. Strip iramanya tampak seperti ini.Apakah Anda mengenali aritmia ini?
Lalu dilakukan tindakan, dan irama Amos kembali berubah menjadi irama sinus, walaupun frekuensinya tetap cepat, yaitu sebesar i 30 denyut per menit. Tekanan darahnya meningkat menjadi 130/60 mmHg.
Walaupun iramanya berhasil diubah, Amos masih mengeluh nyeri dada yang berat dan sesak nafas. Dokter IGD ingin segera mengobatinya dengan diagnosis infark miokardium akut, tetapi Anda mendesak untuk membuat rekaman EKG 1 2-sadapan yang bagus dahulu
-
bukan sebuahpermintaan yang tanpa alasan karena tanda-tanda vitalnya cukup stabil.
Kemudian dilakukan pemeriksaan EKG.
Apakah sekarang Anda setuju dengan penilaian dokter ruang gawat darurat tersebut?
Jantungnya Atlet
274 ^l Polesan Akhir
Tentu saja
tidak.
Semoga Anda memperhatikan beberapa tanda berikut:1
.
Pasien sekarang mempunyai frekuensi sebesar 100 denyut per menit.2.
Adanya gambaran hipertrofi ventrikel kanan disertai kelainan repolarisasi.3.
Gelombang Q dalam terlihat pada sadapan lll dan gelombang S dalam pada sadapanl,
sebuah S1Q3 klasik pada embolus paru akut.,.,',irApakah ,,Anda, sekbrahg,,mulai.'irnelompbt:Jbmpbl",dan ,bertetiak karena pasien menderita embolus paru akut? Tidak. Anda mulai melompat-lompat dan menjerit karena pasien mungkin menderita embolus paru. Temuan pada EKG ini hanya memberi kesan se-
perti itu, sama sekali tidak menyimpulkan apa pun. Anda telah melakukan pekerjaan Anda dengan baik dengan memunculkan ma-
sa lah. tgrsebut, :5!hing ga seka ra ng dapat d 1a mbi I]an g kah-la ng ka h,
diagnostik yang tepat.
Amos mendapat heparin sambil menunggu hasil pemindaian ventilasi-perfusinya. Terapi
ini
dilakukan selama satujam,
dan:
{itegakkan 'diagnosis,,embolus paru.' Amosl :tetap dirawat. di 'rumah sa'kit selama beberapa,hari untuk rnenerima..terapi heparinkemudian dipulangkan sambil menerima terapi antikoagulan oral.
.Embo:liparunya,tidak,mengalamirekurensi.
', .., ,' ,
.Omong-omong,
jika
misalnya Anda memikirkan penyebab ter- jadinya emboli paru pada Amos,.Anda harus tahu bahwa Amos .:irnempunyai rlwayat tromboflebitis,'v, profundae yang amat kuat:
dalam, keluarQanya; rdan pemeriksqaf,r hematologik yang teliti ffien€ffi ukan bahwa,Amos. menderitadefisienii protein 5 herediter, yaitu suatu penghambat normal kaskade koaguiasi. Sekarang coba temukan yang seperti ini dalam buku-buku EKG lain!