PENDAHULUAN
Latar Belakang
Asma bronkial bersifat fluktuatif (datang dan pergi), artinya dapat mereda tanpa mengganggu aktivitas, namun dapat memburuk dengan gejala ringan hingga berat bahkan dapat menyebabkan kematian (Muttaqin, 2018). Di Provinsi Jawa Timur, 4,45% menderita asma bronkial dengan permasalahan pola pernafasan tidak efektif.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dan data yang saya peroleh maka penulis tertarik untuk mengambil kasus keperawatan “Bagaimana Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma Bronkial Dengan Masalah Pola Pernapasan Tidak Efektif di Kelurahan Wirogunan Kota Pasuruan”.
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
Judul KTI: Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma Bronkial dengan Masalah Keperawatan Pola Pernapasan Tidak Efektif di Desa Wirogunan Kota Pasuruan. Judul Studi Kasus : “Asuhan Keperawatan pada Pasien Asma Bronkial dengan Masalah Keperawatan Pola Pernapasan Tidak Efektif di Desa Wirogunan Kota Pasuruan.
Metode Penulisan
- Metode
- Teknik Pengumpulan Data
- Sumber Data
- Studi Kepustakaan
Sistematika Penulisan
- Bagian Awal
- Bagian Inti
- Bagian Akhir
1 3/3 x 1 = 1 Arus : ditandai dengan diagnosa keperawatan yang terjadi pada saat Tn. Apakah Anda mengalami sesak napas, mengi, batuk ketika melakukan aktivitas yang sangat berat. 1 3/3 x 1 = 1 Aktual : ditandai dengan diagnosa keperawatan yang muncul dimana Tn. Seorang mengalami kekambuhan asma bronkial dan keluarga tidak memahami tentang asma bronkial. Jawaban: klien dan keluarga memperhatikan saat penjelasan diberikan dan klien mampu memahami tentang asma bronkial.
Klien dan keluarga nampaknya penasaran bagaimana cara merawat anggota keluarga yang mengalami asma bronkial. Menurut Muttaqin (2015), pada pasien asma bronkial terdapat 3 diagnosa keperawatan yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan usaha pernafasan (kelemahan otot pernafasan), defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi, ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan hipersekresi saluran nafas. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan data pendukung, Bpk. A mendapat diagnosis yang sama, yaitu pola pernafasan tidak efektif berhubungan dengan usaha pernafasan (kelemahan otot pernafasan) dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi.
Di Tuan. Dari dua diagnosa keperawatan yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan kesulitan bernafas (kelemahan otot pernafasan) dan kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi, terdapat dua permasalahan yang teratasi.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Asma Bronkial
- Definisi Asma Bronkial
- Etiologi Asma Bronkial
- Klasifikasi Asma Bronkial
- Patofisiologi Klinis Asma Bronkial
- Manifestasi Asma Bronkial
- Komplikasi Asma Bronkial
- Pemeriksaan Penunjang Asma Bronkial
- Penatalaksaan Asma Bronkial
Konsep Dasar Keluarga
- Definisi Keluarga
- Tipe Keluarga
- Struktur Keluarga
- Fungsi Keluarga
- Peranan Keluarga
- Prinsip-Prinsip Keperawatan Keluarga
Keluarga inti dilengkapi dengan keluarga-keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, seperti kakek-nenek, paman, bibi atau keluarga-keluarga yang membentuk mereka. Sebuah rumah tangga yang hanya terdiri dari satu orang dewasa yang hidup sendiri karena pilihan atau perpisahan (perceraian atau kematian). Menurut Setiadi (2018), ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga, yaitu.
Dalam praktik keperawatan keluarga, perawat melibatkan seluruh keluarga dalam membentuk permasalahan dan kebutuhan keluarga dalam mengatasi permasalahan kesehatan.
Konsep Dampak Masalah
- Solusi Pada Asma Bronkial
- Masalah Yang Sering Muncul Pada Asma Bronkial
Penderita asma sebaiknya menghindari debu, berbagai alergen seperti kucing, anjing dan tikus, menghindari keramaian atau berkerumun, kelelahan berlebihan, asap rokok dan udara kotor lainnya. Sementara jika kondisinya sudah terkendali, penderita asma kronis dapat mencoba obat antiasma. Tujuannya untuk mencegah serangan asma dan diharapkan penggunaan bronkodilator dan steroid sistemik dapat dikurangi atau bahkan dihentikan (Ikawati, 2018).
Konsep Asuhan Keperawatan
- Pengkajian Keperawatan
- Diagnosa Keperawatan
- Analisa Data
- Diagnosa Keperawatan
- Skoring Data
- Intervensi Keperawatan
- Implementasi Keperawatan
- Evaluasi
Definisi: Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas atau obstruksi untuk mempertahankan jalan napas tetap paten. Definisi: Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas atau obstruksi untuk mempertahankan jalan napas tetap paten. Justifikasi didukung oleh data pengetahuan (pengetahuan klien atau keluarga, teknologi dan tindakan untuk (menangani permasalahan yang ada), sumber daya keluarga (berupa fisik, finansial dan tenaga), sumber daya perawat (pengetahuan, keterampilan dan waktu) dan sumber daya masyarakat (dalam berupa fasilitas, organisasi kemasyarakatan dan dukungan masyarakat) 5) Kriteria ketiga : Potensi permasalahan yang perlu dicegah dengan skala penilaian tinggi (skor 3), cukup (skor 2) dan rendah (skor 1) dengan bobot 1.
Pantau laju dan kedalaman pernapasan. 2. Pantau tanda dan gejala hipoksia. misalnya kegelisahan, agitasi, penurunan kesadaran).
Kerangka Masalah
Pak. A mengatakan, sebelumnya ia pernah mengalami hal yang sama beberapa kali dan klien memiliki riwayat asma dan alergi debu. Pihak keluarga berharap Pak A berharap keluarganya tetap sehat agar bisa selalu bersama anak-anaknya. Permasalahan yang dirasakan dan perlu segera diatasi : ditandai dengan pihak keluarga dan Tuan A menyadari bahwa permasalahan kesehatan Tuan A sedang dirasakan.
Menurut penulis, Bpk.
TINJAUAN KASUS
Pengkajian
- Data Umum
- Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
- Data Lingkungan
- Struktur Keluarga
- Fungsi Keluarga
- Stress dan Koping Keluarga
- Pemeriksaan Fisik
- Harapan Keluarga
Sumber penghasilan bulanan Sumber penghasilan berasal dari bapak. Karya A dan hadiah dari anak pertamanya. Tn. A mengatakan, anak pertamanya berusia 25 tahun dan sudah bekerja, sedangkan anak keduanya berusia 22 tahun. Tn. Keluarga A sudah ± 35 tahun tinggal di rumahnya saat ini dan tidak mempunyai keinginan untuk pindah.
Tuan A sebagai kepala rumah tangga mempunyai kekuasaan untuk mengontrol dan mempengaruhi anggota rumah tangga untuk mengubah perilakunya.
Analisa Data
Diagnosa Keperawatan
Skoring Prioritas Masalah
2 2/2 x 2 = 2 Parsial : Ditandai dengan pemberian pendidikan kesehatan, kesadaran keluarga dan kemauan klien untuk menghindari faktor pemicu kambuhnya asma bronkial, serta pemberian informasi yang baik dapat menurunkan risiko.
Intervensi Keperawatan
6 Maret 2021 Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya keterpaparan informasi yang dibuktikan dengan keluarga dan klien tidak mampu memahami masalahnya.
Implementasi Keperawatan
Diskusikan cara merawat atau menjalani pola hidup sehat pada klien Jawaban : klien dan keluarga mengetahui dan mengikuti anjuran yang dijelaskan oleh perawat. Anjurkan klien untuk meminum obat anti asma setiap hari, tidak hanya pada saat sesak nafas kambuh. Ciptakan lingkungan yang tenang dan suhu ruangan yang nyaman Jawaban : klien telah mengikuti anjuran yang disarankan perawat 6.
Menganjurkan keluarga untuk melakukan pemeriksaan rutin ke layanan kesehatan terdekat jika sewaktu-waktu asma kambuh.
Evaluasi Keperawatan
Sedangkan dalam tinjauan pustaka menurut Meldawati (2017), pemeriksaan fisik meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi dari ujung kepala sampai ujung kaki (head to toe). Dalam rencana keperawatan pada klien yang terdiagnosis Pola nafas tidak efisien berhubungan dengan resistensi usaha pernafasan (kelemahan otot pernafasan) dan Defisiensi Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi, maka dilakukan suatu bentuk asuhan keperawatan yang disesuaikan dengan keperawatan Indonesia. Standar outcome dan standar intervensi keperawatan Indonesia terhadap kondisi klien. Sedangkan pada tinjauan literatur Intervensi Keperawatan, diagnosa keperawatan adalah pola nafas tidak efektif berhubungan dengan resistensi terhadap usaha pernafasan (kelemahan otot pernafasan), dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi, semua tindakan keperawatan dirancang untuk membantu klien berpindah dari aktivitasnya. tingkat kesehatan saat ini ke tingkat yang lebih baik yang diinginkan dalam hasil yang diharapkan.
Implementasi dilakukan sesuai dengan intervensi keperawatan pada pasien dengan pola nafas tidak efektif berhubungan dengan kesulitan bernafas (kelemahan otot pernafasan) dan diagnosa keperawatan Defisit Pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi selama 3 hari disesuaikan dengan kondisi pasien. Diagnosa yang diperoleh adalah pola nafas tidak efektif berhubungan dengan keterbatasan usaha pernafasan (kelemahan otot pernafasan) dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi. Pada diagnosa keperawatan pola nafas tidak efektif berhubungan dengan keterbatasan usaha pernafasan (kelemahan otot pernafasan) dan defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi sehingga memerlukan pelaksanaan selama 3 hari.
PEMBAHASAN
Analisa Data
Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah proses menganalisis data subjektif dan objektif yang diperoleh pada tahap pengkajian untuk menegakkan diagnosis keperawatan. Penulis membenarkan diagnosis ini karena ditemukan data subjektif: klien mengatakan sesak napas, dan klien tampak sesak napas berdasarkan tanda-tanda vital. Menurut penulis, tidak ada kesenjangan antara tinjauan kasus dan tinjauan teoritis diagnosis ini karena sesuai dengan batasan karakteristik dalam teori.
Diagnosis yang terdapat dalam tinjauan literatur, namun tidak disertakan dalam tinjauan kasus, adalah tidak efektifnya bersihan jalan napas yang berhubungan dengan spasme saluran napas.
Intervensi Keperawatan
Implementasi Keperawatan
Bila dada terasa sesak dengan kemiringan 45°, ajarkan teknik relaksasi nafas dalam, jelaskan pengertian asma bronkial, jelaskan cara mencegah faktor pencetus asma bronkial, edukasi keluarga tentang kepatuhan pengobatan dan pengobatan asma bronkial dan anjurkan klien meminum obat asma. obat setiap hari, tidak hanya saat sesak napas kembali.
Evaluasi Keperawatan
Pendapat penulis mengenai hasil akhir asuhan keperawatan yang didapat dari data adalah permasalahan pola nafas tidak efektif dan defisit pengetahuan, permasalahan tersebut teratasi karena pasien mampu mencapai apa yang dilaksanakan oleh penulis. yang telah dipantau oleh implementasi sebelumnya. Setelah melakukan observasi dan melakukan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien asma bronkial di Kelurahan Wirogunan Kota Pasuruan, maka penulis dapat menarik kesimpulan serta saran yang mungkin berguna dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial. Dari hasil uraian yang telah diuraikan berkaitan dengan asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial dengan masalah keperawatan pola pernafasan tidak efektif maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut.
Kami berharap hasil asuhan keperawatan ini dapat menjadi bahan rujukan dalam pengajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan topik Asuhan Keperawatan pada Pasien Asma Bronkial dengan Pola Pernafasan Tidak Efektif Masalah Keperawatan bagi Dosen dan Mahasiswa di lingkungan Kerta Cendikia Sidoarjo Politeknik Kesehatan.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan teori, penulis mengidentifikasi kesenjangan penilaian riwayat kesehatan keluarga, riwayat tempat tinggal, dan pemeriksaan fisik. Berdasarkan hasil penelitian dan teori, penulis menemukan adanya kesenjangan dalam pembangkitan diagnosa pada klien, karena muncul 3 diagnosa dalam teori. Intervensi yang dirancang terhadap dua prioritas diagnosis yang terjadi pada klien ini dilaksanakan dengan dua jenis tindakan yaitu tindakan keperawatan mandiri dan partisipasi dokter dalam pemberian antibiotik.
Segala tindakan yang dilaksanakan pada pasien sudah sesuai dengan rencana tindakan keperawatan yang telah ditetapkan penulis.
Saran
Sebelum bertanda tangan di bawah ini, saya telah mendapat informasi yang jelas tentang tugas mengerjakan studi kasus ini dari seorang mahasiswa bernama Dinda Fadillah Putranti tentang proses menangani studi kasus ini dan saya memahami semua yang telah dijelaskan. Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses peninjauan studi kasus ini dan telah menerima salinan formulir ini. Saya Dinda Fadillah Putranti menyatakan kesediaannya setelah memahami semua yang dijelaskan peneliti mengenai proses penanganan studi kasus ini dengan baik.
Seluruh data dan informasi saya sebagai peserta akan digunakan untuk keperluan studi kasus ini saja.