PRAKTIKUM III
ETNOBOTANI: TANAMAN HIAS
Tujuan : Tujuan praktikum adalah untuk membuat gulma menjadi tumbuhan yang memiliki manfaat oleh manusia.
Etnobotani berasal dari dua kata, yaitu etnos (berasal dai bahasa Yunani) yang berarti bangsa dan botany yang berarti tumbuh-tumbuhan. Istilah etnobotani sebenarnya sudah lama dikenal, etnobotani sebagai ilmu mempelajari pemanfaatan tumbuhan secara tradisional oleh suku suku terkecil, saat ini menjadi perhatian banyak pakar karena keberadaanya dan statusnya.
Mengemukakan bahwa etnobotani adalah mendalami hubungan budaya manusia dengan alam nabati sekitarnya. Dalam hal ini diutamakan pada persepsi dan konsepsi budaya kelompok masyarakat dalam mengatur sistem pengetahuan tentang tumbuhan yang dimanfaatkan di dalam masyarakat tersebut (Anggana, 2011).
Etnobotani sering dikaitkan dengan segala aspek hubungan antara manusia dengan tanaman, banyak yang di manfaatkan sebagai obat-obatan, bahan baku industri dan pakan ternak.
Namun pada praktikum ini kita akan mempelajari bagaimana caranya tumbuhan khususnya gulma akan dimanfaatkan sebagai tanaman hias atau tanaman ornamental yang mempunyai tujuan sebagai bentuk kepedulian akan nilai estetika lingkungan. Tanaman yang akan dipakai antara lain adalah pisang hias (Heliconia indica) dan asoka (Saraca indica), akan tetapi ada juga beberapa gulma lain yang akan memperlengkap tanaman hias yang akan kita rangkai.
Pada umumnya tumbuhan dipandang dari manfaat yang didapat, tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu, tanaman yaitu tumbuhan yang menguntungkan dan dibudidayakan dan tumbuhan yang merugikan. Tumbuhan yang merugikan atau tumbuhan yang tidak dikehendaki dalam dunia pertanian disebut gulma (weed). Etnobotani secara terminologi dapat dipahami sebagai hubungan antara botani(tumbuhan) yang terkait dengan etnik (kelompok masyarakat) di berbagai belahan bumi, danmasyarakat umumnya.
Gulma merupakan tumbuhan yang tidak dikehendaki keberadaannya pada lahan budidaya pertanian yang dapat berkompetisi dengan tanaman budidaya sehingga berpotensi untuk menurunkan hasil tanaman budidaya tersebut. Tanaman budidaya yang tumbuh secara liar di lahan produksi yang diperuntukkan untuk jenis tanaman lainnya juga digolongkan sebagai gulma. Kompetisi antara gulma dan tanaman dapat berupa kompetisi antara tajuk dalam memanfaatkan cahaya matahari dan/atau kompetisi antara sistem perakarannya dalam memanfaatkan air dan unsur hara (Barus, 2003). Gulma dapat memiliki manfaat sebagai tanaman hias, dimana gulma memiliki morfologi yang mencirikan satu sama lain yang dapat dipadukan dan dirangkai sesuai ukurannya yang akhirnya menjadi tanaman hias yang dapat memberikan rasa kesegaran dan kenyaman bagi manusia.
Perkembangan etnobotani tanaman hias sangat perlu dikembangkan untuk pertanian di masa yang akan datang, karena selain dari pemanfaatan gulma yang biasanya sering di artikan sebagai tanaman penggangu bagi manusia sekarang dapat di manfaatkan untuk meningkatkan nilai estetika lingkungan, dan sebagai sumber penghasilan untuk kestabilan ekonomi khususnya di bidang pertanian.
Alat dan Bahan
Gulma sebagai bahan hias (boleh apa saja asalkan menurut kamu memiliki nilai seni dan estetika)
Busa oasis
Vas bunga
Air
Kawat baja
Plastik
Pisau cutter Cara Kerja
1. Basahi busa oasis yang akan digunakan dengan air.
2. Kemudian potong busa tersebut dengan pisau sesuai ukuran dari vas bunga.
3. Kemudian masukkan busa oasis yang telah dipotong kemudian kedalam vas bunga.
4. Ambil gulma yang akan digunakan sebagai rangkaian.
5. Gulma tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan konsep yang menarik.