• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip dan Praktik

N/A
N/A
Mohon Maaf

Academic year: 2024

Membagikan " Prinsip dan Praktik"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Dosen Pengampu : Dra.Sariana Marbun,M.Pd

CRITICAL JURNAL REVIEW

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas KKNI Mata Kulih Psikologi Pendidikan

Disusun Oleh :

Elit Manaman Gulo (4231131029) Kelas : Pspk 2023 C

Program Studi : S1 Pendidikan Kimia

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MEDAN

MARET 2024

PSIKOLOGI PENDIDIKAN/CJR/ PSPK 23 C

(2)

ISI

A. Jurnal 1

Judul Penelitian Evaluasi Pendidikan Jurnal Jurnal Pendidikan Agama Islam

Link Download https://doi.org/10.24246/juses.v4i1p17-27

Volume dan Halaman Volume 2, Nomor 2

Tahun 2019

Penulis Muhammad Toriqul Arif Riviewer Elit Manaman Gulo

Tanggal 30 Maret 2024

Tujuan Penelitian Pada prinsipnya penelitian evaluasi untuk mengambil keputusan dengan membandingkan data atau informasi yang dikumpulkan terhadap kriteria, standar, atau tolak ukur yang digunakan sebagai pembanding bagi data yang diperoleh.

Subjek Penelitian Subjek penelitian dapat berupa program atau kegiatan pendidikan yang memerlukan evaluasi untuk mengukur kemajuan dan pengembangan ke arah yang lebih baik

Assesment Data Peneliti mengumpulkan data kualitatif dengan cara menentukan focus evaluasi, merumuskan masalah dan mengumpulkan data, melakukan proses pengolahan data, dan menentukan perbaikan dan perubahan program.

Metode Penelitian Metode penelitian yang diterapkan dalam jurnal tersebut adalah kualitatif dengan cara menentukan focus evaluasi, merumuskan masalah dan mengumpulkan data, melakukan proses pengolahan data, dan menentukan perbaikan dan perubahan program

Langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian evaluasi meliputi klarifikasi alasan melakukan evaluasi, pemilihan model evaluasi, identifikasi pihak terkait, penentuan komponen yang akan dievaluasi, identifikasi pertanyaan evaluasi, penyusunan desain evaluasi dan jadwal kegiatan, pengumpulan dan analisis data, serta pelaporan hasil evaluasi

Hasil Penelitian Hasil penelitian evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa evaluasi merupakan proses penting dalam dunia pendidikan untuk mengukur kemajuan dan mengembangkan ke arah yang lebih baik.

Dalam penelitian ini, digunakan berbagai model evaluasi seperti Model CIPP, Model UCLA, Model Brinkerhoff, dan Model Stake.

Evaluasi dibagi menjadi evaluasi formatif dan evaluasi sumatif, dengan prosedur standar yang meliputi klarifikasi alasan evaluasi, pemilihan model evaluasi, identifikasi pihak terkait, penentuan komponen yang dievaluasi, identifikasi pertanyaan evaluasi, penyusunan desain evaluasi, pengumpulan dan analisis data, serta pelaporan hasil evaluasi. Evaluasi dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dengan referensi yang digunakan termasuk buku- buku tentang evaluasi dan metodologi penelitian.

Kekuatan Penelitian Penelitian evaluasi memiliki kekuatan dan kelebihan yang signifikan dalam konteks pendidikan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Mengukur Kemajuan: Penelitian evaluasi membantu dalam

(3)

mengukur kemajuan suatu program atau kegiatan pendidikan.

Dengan evaluasi yang sistematis, dapat diketahui sejauh mana capaian yang telah dicapai dan diidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

2. Mengembangkan Ke Arah yang Lebih Baik: Evaluasi memberikan wawasan yang mendalam tentang keberhasilan dan kekurangan suatu program pendidikan. Dengan demikian, dapat dilakukan perbaikan dan pengembangan program yang lebih efektif dan efisien.

3. Pemilihan Model Evaluasi: Penelitian evaluasi menggunakan berbagai model evaluasi seperti Model CIPP, Model UCLA, Model Brinkerhoff, dan Model Stake. Hal ini memungkinkan peneliti untuk memilih pendekatan yang sesuai dengan tujuan evaluasi yang ingin dicapai.

4. Evaluasi Formatif dan Sumatif: Dengan membedakan antara evaluasi formatif dan sumatif, penelitian evaluasi dapat memberikan informasi yang komprehensif tentang efektivitas suatu program pendidikan.

5. Prosedur Standar: Penelitian evaluasi memiliki prosedur standar yang meliputi klarifikasi alasan evaluasi, identifikasi pihak terkait, penentuan komponen yang dievaluasi, pengumpulan dan analisis data, serta pelaporan hasil evaluasi. Hal ini memastikan bahwa evaluasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur.

6. Menggunakan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif: Penelitian evaluasi dapat dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sehingga memberikan pemahaman yang holistik tentang efektivitas suatu program pendidikan.

Dengan kekuatan dan kelebihan tersebut, penelitian evaluasi dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan program-program pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Kelemahan Penelitian Beberapa kelemahan dan kekurangan penelitian evaluasi adalah sebagai berikut:

1. Keterbatasan Data: Penelitian evaluasi sering kali terbatas pada data yang dapat dihimpun, yang hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan informasi yang relevan .

2. Keterbatasan Kemampuan Manusia: Manusia memiliki keterbatasan dalam mengumpulkan dan menganalisis data, sehingga hasil evaluasi mungkin tidak mencakup semua aspek yang diperlukan .

3. Keterbatasan Keahlian: Dalam penelitian evaluasi, diperlukan keahlian yang bervariasi untuk mengumpulkan dan menganalisis data, yang mungkin tidak selalu tersedia dalam satu tim peneliti . 4. Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya: Penelitian evaluasi

memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar untuk dilakukan dengan baik, namun terkadang keterbatasan ini dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan evaluasi .

5. Keterbatasan Generalisasi: Hasil evaluasi mungkin tidak selalu dapat secara langsung diterapkan secara umum karena keterbatasan konteks dan kondisi spesifik yang mempengaruhi

(4)

hasil evaluasi.

Dengan memahami kelemahan dan kekurangan tersebut, peneliti evaluasi dapat melakukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak negatifnya dan meningkatkan validitas serta reliabilitas hasil evaluasi.

Kesimpulan Dari hasil review jurnal yang saya lakukan, dapat disimpulkan bahwa Sederhananya bahwa, sebuah penelitian evaluasi dilakukan karena diperlukan untuk merancang, menyempurnakan dan menguji pelaksanaan suatu kegiatan misalnya, kegiaatan pendidikan. Dalam rencana atau program, kegiatan diperlukan data hasil evaluasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang lalu, kondisi yang ada serta tuntutan dan kebutuhan bagi program baru. Pada hakekatnya evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan. Model penelitian program cukup bervariasi karena peneliti dapat mengembangkan model evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan. Diantara yang populer model-model yang dimaksud adalah; Model Evaluasi CIPP, Evaluasi Model UCLA, Model Brinkerhoff dan Model Stake atau Model Countenance. Sementara jenis penelitian evaluasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.

B. Jurnal 2

Judul Identifikasi Problematika Evaluasi Pendidikan Karakter di Sekolah Jurnal Jurnal Sains dan Edukasi Sains

Link Download https://doi.org/10.24246/juses.v4i1p17-27

Volume dan Halaman Volume 4, Nomor 1

Tahun 2021

Penulis Das Salirawati

Riviewer Elit Manaman Gulo

Tanggal 30 Maret 2024

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dari artikel ini adalah untuk membahas identifikasi problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah, serta memberikan langkah-langkah yang tepat untuk melakukan evaluasi pendidikan karakter.

Subjek Penelitian Subjek penelitian dari artikel ini adalah evaluasi pendidikan karakter di sekolah, identifikasi problematika dalam implementasinya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan evaluasi pendidikan karakter dengan tepat.

Assesment Data (a) Mengumpulkan data dari studi literatur dan observasi langsung mengenai problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah, (b) mengidentifikasi masalah yang ditemukan, (c) menyusun rancangan penyelesaian masalah, (d) melakukan revisi, dan (e) memberikan rekomendasi atas implementasi evaluasi pendidikan karakter melalui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan evaluasi pendidikan karakter.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis

(5)

deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi langsung mengenai problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah, identifikasi masalah, penyusunan rancangan penyelesaian masalah, revisi, dan memberikan rekomendasi untuk implementasi evaluasi pendidikan karakter

Langkah Penelitian Langkah-langkah atau prosedur penelitian yang dilakukan dalam artikel ini meliputi:

 Mengumpulkan data dari studi literatur dan observasi langsung mengenai problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah.

 Mengidentifikasi masalah yang ditemukan.

 Menyusun rancangan penyelesaian masalah.

 Melakukan revisi.

 Memberikan rekomendasi atas implementasi evaluasi pendidikan karakter melalui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan evaluasi pendidikan karakter

Hasil Penelitian Hasil penelitian dari artikel ini mengidentifikasi beberapa faktor yang menghambat implementasi pendidikan karakter di sekolah, antara lain:

 Kurangnya model evaluasi pendidikan karakter.

 Terlalu menekankan aspek intelektual.

 Tidak adanya penerapan pendidikan karakter secara menyeluruh.

 Kurangnya model teladan untuk anak.

 Informasi yang tidak disaring dengan baik.

Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah meliputi:

 Mendefinisikan karakter yang akan dicapai.

 Elaborasi terhadap substansi makna karakter.

 Menyusun indikator hasil belajar.

 Menjabarkan indikator karakter menjadi indikator penilaian dalam bentuk rubrik.

Selain itu, penanaman karakter kejujuran pada anak didik membutuhkan waktu, kesabaran, dan fokus dari guru. Kurikulum sebaiknya hanya memuat 2-3 nilai karakter dalam satu semester agar guru dapat fokus dalam menanamkannya. Evaluasi pendidikan karakter di sekolah penting untuk mengukur kemajuan anak didik dalam mengembangkan karakter yang ditetapkan. Langkah-langkah untuk mengembangkan karakter meliputi pengetahuan, perasaan, dan tindakan moral, serta penilaian yang akurat terhadap karakter anak didik.

Dengan demikian, pendidikan karakter di sekolah memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas akhlaknya. Proses penanaman karakter memerlukan kesabaran dan tahapan yang tidak mudah, serta lingkungan sekolah dapat menjadi tempat pendidikan yang baik bagi pertumbuhan karakter anak didik.

Melalui identifikasi problematika, solusi yang ditawarkan, dan

(6)

langkah-langkah pengembangan karakter, diharapkan evaluasi pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan moral dan karakter anak didik.

Kekuatan Penelitian 1. Analisis Mendalam: Penelitian ini memberikan analisis mendalam mengenai problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah, serta memberikan solusi dan langkah-langkah yang konkret untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Relevansi Tema: Tema penelitian mengenai pendidikan karakter di sekolah sangat relevan dan penting dalam konteks pendidikan saat ini, yang menekankan pentingnya pembentukan karakter anak didik.

3. Solusi yang Diberikan: Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga memberikan solusi yang jelas dan praktis untuk meningkatkan evaluasi pendidikan karakter di sekolah.

4. Metode Penelitian: Penggunaan metode analisis deskriptif kualitatif memberikan pemahaman yang mendalam terhadap problematika yang ada, serta memberikan wawasan yang lebih luas dalam mengatasi masalah tersebut.

5. Rekomendasi yang Jelas: Penelitian ini memberikan rekomendasi yang jelas dan terperinci, seperti mendefinisikan karakter yang akan dicapai, menyusun indikator hasil belajar, dan menjabarkan indikator karakter menjadi indikator penilaian dalam bentuk rubrik.

6. Implikasi Pendidikan: Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter di sekolah.

Penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga dalam pemahaman dan pengembangan evaluasi pendidikan karakter di sekolah, serta memberikan panduan yang berguna bagi para praktisi pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Kelemahan Penelitian Beberapa kelemahan dan kekurangan penelitian ini antara lain:

1. Keterbatasan Data: Penelitian ini didasarkan pada studi literatur dan observasi langsung, namun mungkin terdapat keterbatasan data yang tersedia untuk analisis lebih lanjut .

2. Ketergantungan pada Subjek Penelitian: Penelitian ini tergantung pada subjek evaluasi pendidikan karakter di sekolah, sehingga hasilnya mungkin terpengaruh oleh faktor subjektivitas .

3. Keterbatasan Umum Metode Kualitatif: Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini mungkin memiliki keterbatasan dalam generalisasi hasil dan objektivitas data .

4. Keterbatasan Ruang Lingkup: Penelitian ini mungkin memiliki keterbatasan dalam ruang lingkupnya, sehingga tidak dapat mencakup semua aspek evaluasi pendidikan karakter di sekolah . Dengan memperhatikan kelemahan dan kekurangan tersebut, penelitian ini dapat diperluas dan ditingkatkan dalam penelitian selanjutnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan akurat.

Kesimpulan Dari hasil review jurnal yang saya lakukan, dapat disimpulkan bahwa

(7)

Artikel tersebut membahas problematika evaluasi pendidikan karakter di sekolah, termasuk faktor-faktor penghambat implementasinya. Solusi yang ditawarkan meliputi definisi karakter yang akan dicapai, penyusunan indikator hasil belajar, dan penggunaan rubrik penilaian. Evaluasi karakter peserta didik penting dilakukan dengan objektif dan guru perlu memberikan teladan karakter yang baik. Pendidikan karakter memerlukan kesabaran dan fokus, serta lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan karakter anak didik. Penanaman karakter memerlukan waktu dan evaluasi karakter penting untuk mengukur kemajuan anak didik dalam mengembangkan karakter yang ditetapkan

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Toriqularif, M. (2019). Penelitian evaluasi pendidikan. Addabana: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 66-76.

Salirawati, D. (2021). Identifikasi Problematika Evaluasi Pendidikan Karakter di

Sekolah. Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 4(1), 17-27.

Referensi

Dokumen terkait

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Ta’lim) Vol. Pendidikan Agama Islam. Bandung: Tiga Mutiara. Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:

Buku Ajar Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi.. Ilmu Pendidikan

Dokumen ini membahas tentang aspek-aspek struktur iman yang saling terkait dalam kehidupan seseorang yang memiliki keyakinan yang

Dokumen ini membahas manajemen proyek yang meliputi organisasi, pengendalian, dan

Dokumen ini membahas tentang tujuan pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Fase

Dokumen ini membahas tentang hak asasi manusia dan ajaran

Dokumen ini membahas tentang manajemen lingkungan dan pengaruh usaha/pembangunan terhadap lingkungan

Dokumen ini membahas tentang pengelolaan sampah, termasuk definisi, bentuk-bentuk pengelolaannya, dan standar yang