• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produksi Selulosa Mikrokristalin dari Ampas Tebu

N/A
N/A
Enviro Team

Academic year: 2024

Membagikan "Produksi Selulosa Mikrokristalin dari Ampas Tebu"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Microcrystalline Cellulose Production from Sugarcane Bagasse

Bagasse/ampas tebu adalah bahan yang sangat heterogen yang terdiri dari 40-45% selulosa (terutama α-Selulosa) yang memiliki lebih banyak rantai kristal, 30-35% hemiselulosa, polisakarida heterogen yang terdiri dari xilosa (C5), arabinosa (C5), galaktosa (C6), dan manosa (C6). Sisanya 18-25% adalah lignin.

Mikrokristalin Selulosa/Microcrystalline Cellulose (MCC) adalah bahan turunan dari selulosa yang diperoleh dari pulp kayu atau tanaman berserat keras. Mikrokristalin Selulosa berasal dari “selulosa yang dimurnikan dan terdepolimerisasi sebagian” yang diproduksi dengan mengolah dan memanfaatkan alfa selulosa (α-Cellulose), hasil turunan dari selulosa melalui proses kimiawi dengan metode delignifikasi menggunakan larutan basa (NaOH) yang disertai dengan proses pemanasan, yang selanjutnya dihidrolisis dengan menggunakan asam mineral seperti HNO3, HCl dan H2SO4. Beberapa kelebihan pada material MCC di antaranya, yaitu memiliki sifat alir, kompaktibilitas, dan kemampuan pengikatan yang baik.

Material MCC banyak dibutuhkan didalam kehidupan sehari-hari karena merupakan bahan tambahan penting dalam bidang farmasi, kosmetik, makanan dan industri lainnya. MCC digunakan sebagai eksipien, pengikat dan adsorben dalam industri farmasi, sebagai penstabil, zat anti penggumpalan, pengganti lemak, zat aditif dan pengemulsi dalam industri makanan, sebagai gelling agents (pengental), zat penstabil dan zat pensuspensi dalam industri minuman, serta sebagai pengganti lemak, pengental, penstabil emulsi, agen penguat untuk bahan komposit dan bahan pengikat dalam industri kosmetik.

(2)

Diagram proses produksi MCC dari Bagasse menggunakan tiga metode (bahan kimia dan kondisi reaksi yang berbeda)

References:

1. R. Katakojwala et al. Microcrystalline cellulose production from sugarcane bagasse: sustainable process development and life cycle assessment J. Clean. Prod. (2020)

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S095965261934212X

2. F. Effendi et al. Preparasi Dan Karakterisasi Mikrokristalin Selulosa (Mcc) Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). ALOTROP, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia, 2018: 2(1): 52–57

https://ejournal.unib.ac.id/alotropjurnal/article/view/4672/2563

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan ragi roti dan lama waktu fermentasi terhadap glukosa hasil hidrolisis selulosa ampas tebu dengan HCl 30% dalam

Emelda Sihotang : Pemanfaatan Abu Ampas Tebu Pada Pembuatan Mortar, 2010.. PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU PADA PEMBUATAN

Menurut penelitian Pane (2014) bahwa konsentrasi HCl dalam proses hidrolisis mikrokristalin selulosa dari limbah padat nata de coco menunjukan pengaruh yang

Melihat potensi dari ampas tebu yang mengandung selulosa yang cukup tinggi, maka ampas tebu ini sangat cocok digunakan sebagai pengisi organik dalam produk lateks karet alam.. Hal

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pembuatan mikrokristalin selulosa dengan menggunakan larutan asam klorida (HCl) dengan berbagai konsentrasi

Kajian tentang pengaruh leaching pada film lateks karet alam dengan pengisi selulosa mikrokristal dari ampas tebu dengan penyerasi alkanolamida dengan menggunakan suhu

Mikrokristalin Selulosa Hidrolisis Asam Klorida pada α-Selulosa Pada proses hidrolisis asam hasil rendemen mikrokristalin tertinggi didapatkan pada hidrolisis menggunakan asam

2.2 Metode Metode yang dilakukan pada penelitian ini dibagi atas tiga bagian yaitu, 1 preparasi pembuatan selulosa dari ampas tebu, 2 pembuatan bioplastik, dan 3 karakterisasi