PANDEMI DI SMP AL-FATH CIRENDEU
Skripsi ini Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh:
Annisa Kirana Putri NIM: 17311844
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA
1443 H/2021 M
PANDEMI DI SMP AL-FATH CIRENDEU
Skripsi ini Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh:
Annisa Kirana Putri NIM: 17311844
Pembimbing:
Dr. Esi Hairani, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA
1443 H/2021 M
i
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi dengan judul “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Pada Masa Pandemi Di SMP Al-Fath Cirendeu” yang disusun oleh Annisa Kirana Putri Nomor Induk Mahasiswa:
17311844 telah diperiksa dan disetujui untuk diajukan ke sidang Munaqasyah.
Jakarta, Juli 2021 Pembimbing
Dr. Esi Hairani, M.Pd
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Pada Masa Pandemi Di SMP Al-Fath Cirendeu” oleh Annisa Kirana Putri dengan NIM 17311844 telah diujikan pada sidang Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta pada tanggal Juni 2021. Skripsi telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
NO Nama Jabatan Tanda Tangan
1 Dr. Esi Hairani, M.Pd Ketua sidang
2 Reksiana, M.Pd Sekretaris sidang
3 Dr. Romlah Widayati,
M.Ag Penguji I
4 Eka Naelia Rahmah, M.A Penguju II
5 Dr. Esi Hairani, M.Pd Pembimbing
Jakarta, Juni 2021 Mengetahui,
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ Jakarta
Dr. Esi Hairani, M.Pd
iii
PERNYATAAN PENULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Annisa Kirana Putri
NIM : 17311844
Tempat/Tanggal Lahir : Tangerang, 27 Mei 1999
Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Pada Masa Pandemi Di SMP Al-Fath Cirendeu” adalah benar-benar asli karya saya, kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, Juni 2021 TTD. Di atas materai
Annisa Kirana Putri
iv MOTTO
اوُعْيِطَا َو َشْفَتَف ا ْوُعَزاَنَت َلَ َو ُهَل ْوُس َر َو َ هاللّٰ
ا ْوُرِبْصا َو ْمُكُحْي ِر َبَهْذَت َو ا ْوُل ۗ
َنْي ِرِبهصلا َعَم َ هاللّٰ َّنِا ۗ
“Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Anfal [6]: 46)
v
KATA PENGANTAR
ِمْسِب ِهاللّٰ
ِن ٰمْحَّرلا ِمْي ِحَّرلا
Dengan mengucapkan Alhamdulilah serta rasa syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kenikmatan dan kekuatan sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi dengan judul Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Pada Masa Pandemi Di SMP Al-Fath Cirendeu. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sang teladan kehidupan, pembawa petunjuk menuju jalan yang benar. Semoga kita mendapat syafaatnya kelak.
Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat selesai atas dorongan dan motivasi dari semua pihak, baik secara moril ataupun materil, secara langsung ataupun tidak langsung. Oleh karena itu, dengan ketulusan hati peneliti mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. Adapun ucapan secara khusus peneliti sampaikan kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA, selaku Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.
2. Ibu Dr. Hj. Nadjematul Faizah, SH, M.Hum, selaku wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.
3. Bapak Dr. H. M Dawud Arif Khan, SE., M. Si., AK., CPA., selaku wakil Rektor II Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta (IIQ) Jakarta
4. Ibu Dr. Romlah Widayati, M.Ag., selaku wakil Rektor III Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, dan instruktur tahfiz penulis saat semester VI.
5. Ibu Dr. Esi Hairani, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Institut Ilmu Al- Qur’an (IIQ) Jakarta, dan dosen pembimbing yang telah mengarahkan, membimbing dan memotivasi untuk menyelesaikan skripsi ini.
vi
banyak ilmu saat penulis studi di IIQ Jakarta.
7. Seluruh dosen Fakultas Tarbiyah dan Instruktur Tahfizh Institut Ilmu Al- Qur’an (IIQ) Jakarta, atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis, semoga bermanfaat bagi kehidupan penulis, dunia dan akhirat.
8. Seluruh staf akademik fakultas Tarbiyah, ibu Yuyun siti Zaenab, S.Pd.I.
dan Bapak Zarkasyi, S.Pd.I, M.H. yang telah banyak membantu penulis dalam pengurusan adminitrasi selama penulis studi di Institut Ilmu Al- Qur’an (IIQ) Jakarta.
9. Kepala dan seluruh staf Perpustakaan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.
10. Orangtuaku tercinta, ayah Achdyat dan ibu Amy yang tanpa henti mendo’akan, memberikan semangat serta motivasi untuk kesuksesan putrinya. Adikku terkasih Alysyah Septyan Putra yang selalu memberikan support dan do’a.
11. Keluarga besar Pakde Samidi yang selalu hadir dengan senyuman, pemacu semangat untuk terus berjuang, penghibur hati dikala sepi.
12. Seluruh keluarga besar SMP Al-Fath Cirendeu, yang telah banyak membantu penulis mengumpulkan data dalam penelitian ini.
13. Teman-teman seperjuangan di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Angkatan 2017 yang tidak bisa disebutkan satu persatu, khususnya teman-teman Fakultas Tarbiyah 8B, yang tidak pernah berhenti menyalurkan energi positif dan berjuang untuk menyelesaikan kuliah, terimakasih sudah melewati susah senang bersama selama masa masa studi di IIQ Jakarta.
14. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, yang telah ikut serta membantu dalam penulisan skipsi ini, hanya harapan dan do’a
vii skripsi ini.
Tak lupa penulis ucapkan permohonan maaf kepada seluruh pembaca jika terdapat kesalahan dalam penelitian maupun penulisan skripsi, penulis menyadari masih banyak sekali kekurangan dalam skripsi ini. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. dan kekurangan ada pada diri penulis. Mudah- mudahan karya yang sederhana ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca. Aamiin.
Jakarta, 15 Juni 2021 Penulis,
Annisa Kirana Putri
viii
PEDOMAN TRANSLITERASI
Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan skripsi di Institut Ilmu Al- Qur’an (IIQ) Jakarta, penulis merujuk pada buku pedoman petunjuk teknis penulisan proposal dan skripsi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, transliterasi Arab-Latin mengacu pada berikut ini:
1. Konsonan Tunggal
Huruf Arab Nama Huruf latin Nama
ا
Alif Tidakdilambangkan Tidak dilambangkan
ب
Ba B Beت
Ta T Teث
Śa ś es (dengan titik di atas)ج
Jim J Jeح
Ḥa ḥ ha (dengan titik di atas)خ
Kha Kh Ka dan haد
Dal D Deذ
Źal ź zet (dengan titik di atas)ر
Ra R Erز
Zai Z Zetس
Sin S Esix
ص
Şad ş es (dengan titik dibawah)
ض
Ḍad ḍ de (dengan titik dibawah)
ط
Ţa ţ te (dengan titik dibawah)
ظ
Ẓa ẓ zet (dengan titik dibawah)
ع
‘ain ‘ Koma terbalik (di atas)غ
Gain G Geف
Fa F Efق
Qaf Q Kiك
Kaf K Kaل
Lam L Elم
Mim M Emن
Nun N Enو
Wau W Weﻫ
Ha H Haء
Hamzah ‘ Apostrofي
Ya Y Yex
ِّ دَعَتُم
ةَد
Ditulis muta’addidahةَّد ع
Ditulis ‘iddah3. Ta’ marbūtah di akhir kata a. Bila dimatikan, ditulis h:
ةَمك ح
Ditulis ḥikmahةَيز ج
Ditulis jizyah(Ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shalat, dan sebagainya, kecuali dikehendaki lafal aslinya).
b. Bila Ta’ Marbūtah diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.
اَي لوَلااِّةَما َرَك
Ditulis karāmah al-auliyā’c. Bila Ta’ Marbutah hidup atau dengan harakat, fathah, kasrah dan dammah ditulis t
ِّةاكز ا
رطفل
Ditulis Zakāt al-fiţr4. Vokal Pendek
ــــــَــــــ
Fathah Ditulis Aــــــ ــــــ
Kasroh Ditulis Iــــــُــــــ
Dhammah Ditulis Uxi
1 Fathah + alif Ditulis Ā
ةيلﻫاج
Ditulis jāhiliyyah2 Fathah + ya’ mati Ditulis Ā
ىسنت
Ditulis Tansā3 Kasroh + ya’ mati Ditulis Ī
ميرك
Ditulis Karīm4 Dommah + wawu mati Ditulis Ū
ضورف
Ditulis Furūd6. Vokal rangkap
1 Fathah + ya’ mati Ditulis Ai
مكنيب
Ditulis bainakum2 Fathah + wawu mati Ditulis Au
لوق
Ditulis Qaul7. Vokal pendek yang berurutan dalam satu kata, dipisahkan dengan apostrof
متنأأ
Ditulis a’antumتدعا
Ditulis u’iddatمتركشِّنئل
Ditulis la’in syakartumxii
نارقلا
Ditulis al-Qur’ānسايقلا
Ditulis al-Qiyāsb. Bila diikuti huruf syamsiyyah, ditulis dengan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya serta menghilangkan huruf l (el)-nya
ءامسلا
Ditulis as-samā’سمشلا
Ditulis asy-syams9. Penulisan kata-kata dalam rangkaian ditulis menurut bunyi atau pengucapannya.
ضورفلاِّيوذ
Ditulis zawi al-furūdةنسلاِّلﻫأ
Ditulis ahl al-sunnahxiv DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i
LEMBAR PENGESAHAN ...ii
PERNYATAAN PENULIS ... iii
MOTTO ... iv
KATA PENGANTAR ... v
PEDOMAN TRANSLITERASI ...viii
DAFTAR ISI ... xiv
DAFTAR TABEL ... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
ABSTRAK ... xix
ABSTRACT ... xx
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Permasalahan ... 8
1. Identifikasi Masalah ... 8
2. Pembatasan Masalah ... 9
3. Perumusan Masalah... 9
C. Tujuan Penulisan... 10
D. Manfaat dan Signifikansi Penelitian ... 10
E. Tinjauan Pustaka ... 11
F. Sistematika Penulisan... 17
BAB II KAJIAN TEORI ... 19
xv
2. Tujuan Pendidikan Karakter ... 22
3. Nilai-nilai Pendidikan Karakter ... 24
4. Pengertian Disiplin ... 28
5. Tujuan Kedisiplinan ... 31
6. Macam-macam Disiplin ... 33
7. Unsur-unsur Kedisiplinan ... 34
8. Indikator Kedisiplinan ... 35
9. Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan ... 38
10. Pandemi Covid-19 ... 39
B. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Disiplin ... 40
1. Pengertian Strategi ... 40
2. Komponen-komponen Strategi ... 43
3. Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam ... 44
4. Peran Guru Pendidikan Agama Islam ... 48
5. Tugas dan Tanggung Jawab Guru Pendidikan Agama Islam ... 51
6. Strategi Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa ... 52
BAB III METODE PENELITIAN ... 56
A. Pendekatan Penelitian ... 56
B. Jenis Penelitian ... 57
C. Tempat dan Waktu Penelitian... 59
D. Siklus (Jadwal) Penelitian ... 59
E. Data dan Sumber Penelitian ... 60
F. Teknik Pengumpulan Data ... 61
G. Teknik Analisis Data ... 64
xvi
BAB IV HASIL PENELITIAN ... 70
A. Gambaran Umum SMP Al-Fath Cirendeu ... 70
1. Deskripsi SMP Al-Fath Cirendeu ... 70
2. Identitas sekolah ... 72
3. Visi, Misi dan Tujuan SMP Al-Fath Cirendeu ... 73
4. Kurikulum SMP Al-Fath Cirendeu ... 74
5. Stuktur Organisasi SMP Al-Fath Cirendeu ... 74
6. Kegiatan Ekstrakulikuler di SMP Al-Fath Cirendeu ... 75
7. Data Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Al-Fath Cirendeu... 76
8. Data Siswa SMP Al-Fath Cirendeu... 78
9. Sarana dan Prasarana SMP Al-Fath Cirendeu ... 79
B. Analisis Data... 81
1. Kedisiplinan siswa di SMP Al-Fath Cirendeu pada masa pandemi. ... 81
2. Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter disiplin siswa pada masa pandemi di SMP Al-Fath Cirendeu... 84
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kedisiplinan siswa ketika pembelajaran online di SMP Al- Fath Cirendeu. ... 91
BAB V PENUTUP ... 94
A. Kesimpulan ... 94
B. Saran ... 95
DAFTAR PUSTAKA ... 97
xvii
RIWAYAT HIDUP ... 123
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Siklus Penelitian ... 59
Tabel 3.2 Pedoman Observasi ... 67
Tabel 4.1 Jumlah dan Status Guru... 76
Tabel 4.2 Nama Guru dan Jabatan ... 77
Tabel 4.3 Jenjang Pendidikan dan Status Guru ... 78
Tabel 4.4 Rombongan Belajar Siswa ... 78
Tabel 4.5 Jumlah Siswa ... 79
Tabel 4.6 Sarana dan Prasarana ... 80
Tabel 4.7 Buku Perpustakaan... 81
xvii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Absen Shalat Lima Waktu ... 83
Gambar 4.2 LMS (Learning Management System)... 86
Gambar 4.3 Pemberitahuan di Al-Fath Mobile ... 90
Gambar 4.4 Home Al-Fath Mobile... 91
xviii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Daftar Observasi ... 102
Lampiran 2: Daftar Dokumentasi ... 103
Lampiran 3: Data Kehadiran dan Ketepatan Waktu Siswa ... 104
Lampiran 4: Surat Pengantar Penelitian ... 110
Lampiran 5: Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian ... 111
Lampiran 6: Dokumentasi Foto ... 112
xix ABSTRAK
Annisa Kirana Putri (NIM:17311844) Judul Skripsi “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Disiplin Pada Masa Pandemi di SMP Al-Fath Cirendeu”. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta 2021.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara online dan dalam pelaksanaannya terdapat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan kedisiplinan siswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kedisiplinan siswa pada masa pandemi di SMP Al-Fath Cirendeu, dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kedisiplinan siswa ketika pembelajaran online di SMP Al-Fath Cirendeu.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data utama penelitian ini adalah Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah bagian Kesiswaan, guru pendidikan agama Islam, dan siswi SMP Al-Fath Cirendeu. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan anasisis data secara kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan dalam membentuk kedisiplinan antara lain yaitu: menekankan siswa untuk mematuhi peraturan, mengajak dan memotivasi siswa, pembiasaan, keteladanan, pemberian sanksi, pemberian reward, penggunaan advisor program, dan kerjasama dengan wali murid. Sedangkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan kedisiplinan, yaitu: faktor pendukung (diri sendiri, peraturan sekolah, dan keluarga), serta faktor penghambat (diri sendiri, keluarga, dan jaringan koneksi internet).
Kata kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Kedisiplinan, Pembelajaran Online
xx ABSTRACT
Annisa Kirana Putri (NIM:17311844) Title of the Thesis “the Strategy of Islamic Education Teachers In Shaping the Character of the Discipline On The Pandemic in SMP Al-Fath Cirendeu”. Study Program of Islamic Education (PAI), Faculty of Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta 2021.
This research was triggered by the implementation of the learning that is conducted online and in practice there are some problems associated with student discipline.
The purpose of this study was to determine how the strategy of Islamic education teachers in shaping the discipline of students on the pandemic in SMP Al-Fath Cirendeu, and what are the factors that affect the formation of the discipline students when learning online in SMP Al-Fath Cirendeu.
The research method used is a qualitative research method approach using qualitative descriptive research. The main data source of this research is the Head of school, Deputy Head of the school the Student, teachers in Islamic religious education, and the students of SMP Al-Fath Cirendeu. Data collection techniques of observation, interview, and documentation. Data analysis techniques using anasisis data qualitatively.
The results of this study show that the strategy used in the form of discipline, among others, namely: emphasizes the students to comply with the regulations, encourage and motivate students, habituation, exemplary, sanctions, rewards, use of the advisor program, and cooperation with parents. While some of the factors that can affect the formation of the discipline, namely: supporting factors (self, rule school, and family), as well as the inhibiting factors (yourself, family, and network internet connection).
Keywords: Teachers of Islamic Religious Education, Discipline, Online Learning
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pada tahun 2019, dunia dihadapkan pada bahaya sebuah virus mematikan, yaitu virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid- 19) yang sebelumnya menyebar pada Desember 2019 di kota Wuhan, China. Dan pada Maret 2020, Indonesia mengonfirmasi pertama kali virus Corona terjadi pada seorang anak dan orang tua berusia 31 tahun dan 64 tahun.1 Covid-19 merupakan penyakit yang dapat menular melalui sistem pernapasan yaitu hidung, tenggorokan, paru-paru, serta dapat menyebar dari satu individu ke individu lain, yang terjadi secara langsung atau tidak langsung.
Informasi terbaru dari World Health Organization (WHO) tanggal 20 Februari 2021, sebanyak 223 negara telah terjangkit virus Corona, 110.384.747 diantaranya dinyatakan positif dan 2.446.008 meninggal. Di Indonesia sendiri, 1.271.353 kasus positif terkonfirmasi, 1.078.840 sembuh, dan 34.316 meninggal.2 Perkembangan virus dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Secara konsisten data di dunia menggambarkan jumlah kasus virus Corona menyebar luas, dan Indonesia berada dalam kondisi darurat nasional. Angka kematian akibat virus Corona terus meningkat sejak pertama kali dilaporkan ke masyarakat umum menjelang awal Maret 2020.3
1https://news.detik.com/berita/d-4991485/kapan-sebenarnya-corona-pertama-kali- masuk-ri, diakses pada 21 Februari 2021 pukul 08:42 WIB
2https://2qwcovid19.go.id/, diakses pada 21 Februari 2021 pukul 08:52 WIB
3Raihani Alfiah, Strategi Guru Dalam Pembelajaran PAI Pada Masa Pandemi Covid 19 di SMPN 2 Katingan Hilir, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah IAIN Palangkaraya, 2020), h.
3-4.
Dalam rangka membatasi dan menekan tingkat penyebaran infeksi virus Corona, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melakukan social distancing. Social distancing ialah pembatasan untuk melakukan kegiatan tertentu dalam suatu daerah, serta menjaga jarak untuk mencegah kemungkinan adanya penyebaran virus.4 Hal ini berdampak pada berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, bidang sosial budaya, bidang pariwisata, bahkan bidang pendidikan.
Terkait dengan bidang pendidikan pada masa pendemi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan pada Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), dalam surat tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan belajar mengajar dilakukan di rumah melalui pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh dengan tujuan untuk memberikan pengalaman pelaksanaan belajar yang bermanfaat bagi siswa. Pelaksanaan belajar online di fokuskan untuk mengajarkan kemampuan dasar berupa kecakapan hidup. Dengan adanya surat tersebut, maka sistem belajar mengajar mengalami perubahan. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaan belajar di tengah pandemi. Hal tersebut tentu sangat sulit dan menjadi suatu tantangan tersendiri bagi seluruh komponen pendidikan, salah satu komponen utama pelaksanaan pembelajaran adalah pendidik atau guru.
Dalam prosesnya, guru memiliki peran dan tugas penting yaitu membantu siswa dalam mencapai perkembangan diri siswa sendiri.
Dalam Undang-Undang Guru Dosen Nomor 14 tahun 2005 (Bab 1 Pasal 1) dijelaskan guru ialah pendidik profesional yang mempunyai tugas pokok yaitu mengajar, mendidik, membimbing, melatih, mengarahkan,
4 Anung Ahadi, dkk, Jurnal Pengaruh Kebijakan Social Distancing Pada Wabah Covid- 19 Terhadap Kelompok Rentan Di Indonesia, (Jakarta: JKKI, 2020), h. 61
mengevaluasi serta menilai peserta didik melalui pendidikan formal, yaitu pendidikan usia dini, pendidikan dasar serta pendidikan menengah.
Seperti yang dikemukakan oleh Hamrin dan Agus Wibowo, seorang guru dalam menjalankan pendidikan mempunyai peran yaitu memberikan pengajaran dan bimbingan kepada siswanya. Kewajiban tersebut dilaksanakan dalam bentuk merencanakan kurikulum, menuntun siswa belajar, membentuk individu dan karakter siswa secara jasmani ataupun rohani, mengatasi kesulitan belajar, serta menilai kemajuan belajar mereka.5
Pendidikan di Indonesia telah menerapkan pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan kepribadian siswa. Seiring perkembangan zaman, karakter dan kepribadian siswa sudah mulai berkurang, hal tersebut ditandai dengan meningkatnya perkelahian antar pelajar, serta bentuk-bentuk kenakalan pelajar lainnya terutama yang terjadi di kota-kota besar, pemerasan atau kekerasan (bullying), senioritas terhadap junior, penggunaan narkoba, dan lain-lain.6 Oleh karena itu guru diharapkan dapat berperan aktif dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa tersebut. Menurut Suyanto, pendidikan karakter merupakan pendidikan kepribadian dengan melibatkan berbagai macam aspek, yaitu tindakan (action), perasaan (feeling), dan pengetahuan (cognitive). Pendidikan karakter dalam Islam sering disebut dengan pendidikan akhlak. Islam memandang bahwa pendidikan akhlak sangat penting untuk memahami, mengolah, memanfaatkan dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Pendidikan akhlak dilakukan dengan
5 Siti Aminah, Skripsi Peranan Guru Dalam Peningkatan Karakter Disiplin dan Sopan Santun Siswa Kelas IV SDN Karangwono 02 Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, (Semarang: UNS, 2019), h. 3
6 Fuani Tikawati Maghfiroh, Skripsi Upaya Guru Kelas Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa di MI Nurul Huda Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang, (Semarang: UIN Walisongo, 2016), hlm. 2.
memberikan bimbingan jasmani dan rohani, dengan menanamkan nilai- nilai ke Islaman, latihan berupa moral serta fisik untuk merubah pribadi ke arah yang lebih positif, dan nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk kebiasaan perilaku, pemikiran dan akhlak yang baik, dan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan tujuan untuk membina individu sesuai dengan akhlak mulia. Hal tersebut dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa paksaan, serta dilakukan secara berulang sehingga menjadi kebiasaan.7 Karena hal tersebut, pendidikan agama Islam merupakan sarana dalam membentuk karakter dan kepribadian yang baik, bukan hanya di sekolah, tetapi di dalam keluarga maupun masyarakat.
Dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa, guru bertanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan kesadaran, kemauan, pengetahuan, kemudian di terapkan dalam bentuk perilaku yang sesuai dari nilai-nilai tersebut, baik untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan masyarakat, negara, maupun agama. Hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu memberikan keteladanan, bersikap toleransi, serta berbicara dan menyampaikan materi dengan baik.8
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) nomor 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam pasal 2 ayat 1 dijelaskan bahwa PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter yang meliputi nilai religius, jujur, toleransi, disiplin,
7 Ainiyatul Fauziah, Skripsi Konsep Pendidikan Akhlak: Studi Komparasi Pada Pemikiran Imam Al Ghazali dan Syed Muhammad Naquib Al Attas, (Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2013), h. 37.
8 Aset Sugiana, Jurnal Penanaman Nilai Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab di SMK Ethika Palembang, (Palembang: UIN Raden Fatah, 2019), h. 106.
bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.9 Lalu pada pasal 2 ayat 2 dijelaskan bahwa nilai- nilai yang terdapat dalam ayat 1 merupakan perwujudan dari lima nilai utama yang saling berkaitan, yaitu religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas yang terintegrasi dalam kurikulum.10
Dari nilai-nilai pendidikan karakter siswa tersebut, peneliti membatasi penelitian ini dengan satu macam pendidikan karakter, yaitu karakter disiplin. Disiplin adalah suatu kondisi yang dibuat dan dibentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban. Disiplin dapat membuat seseorang mengetahui dan membedakan hal-hal yang harus dilakukan, yang wajib dilakukan, yang boleh dilakukan, serta yang tidak boleh dilakukan.11 Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa, disiplin adalah kepatuhan seseorang dalam melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang tersebut bersikap patuh terhadap keputusan, mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Hal tersebut sesuai dengan dalil-dalil Al-Qur’an yang mengandung pelajaran atau perintah untuk mempunyai perilaku disiplin dan patuh
9 Kemendikbud, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal), (Jakarta: Kemendikbud, 2018), h. 3.
10 Kemendikbud, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal), …., h. 4.
11 Iin Isna Sofiana, Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Tanggung Jawab dan Disiplin Pada Anak Belajar di Rumah Masa Pandemic Covid-19 Di Desa Deras Kedungjati Grobogan Tahun 2020, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Salatiga, 2020), h.3.
terhadap peraturan. Dalil tersebut terdapat dalam QS. An-Nisa’ ayat 59, yaitu:
اَهُّيَآٰ ي
ِّ طَا َوَِّ هاللِّّٰاوُعْي طَاِّا ْٰٓوُنَم اَِّنْي ذَّلا ِّ
ُِّعْي لاِّاو
َِّوَِّل ْوُس َّر
ِّْن مِّ رْمَ ْلااِّى لوُا
ِّ ْن اَفِّ ْْۚمُك
َِّّرلا َوِّ هاللِّّٰىَل اُِّه ْوُّدُرَفٍِّءْيَشِّْي فِّْمُتْع َزاَنَت
ِّْوُس
ِّ اِّ ل
ِّْمُتْنُكِّ ْن
ِّ هللّا بَِّن ْوُن م ْؤُت ِّ
ِّ م ْوَيْلا َوِّ
َِّّوِّ ٌرْيَخِّ َك ل ذِّ ِۗ ر خ ْلاا
ُِّنَس ْحَا
َِِّّت
ِّ الًْي وْأ
ࣖ
ِّ
٥٩
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) diantara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).” (QS. An-Nisa’[4]:
59)12
Dari ayat tersebut disimpulkan bahwa kedisiplinan ialah suatu keadaan tertib dimana orang-orang atau masyarakat tunduk, taat, dan patuh terhadap peraturan-peraturan yang ada, dan dilakukan dengan penuh kesadaran serta keikhlasan.
Kedisiplinan harus di terapkan pada setiap institusi pendidikan dan individu, sehingga nantinya setiap siswa dapat memiliki rasa tanggung jawab yang besar sebagai pelajar. Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar dengan melaksanakan ketertiban, kedisiplinan pegawai atau karyawan dalam administrasi, kebersihan, serta peraturan kelas. Kedisiplinan guru dalam mengajar diharapkan dapat memberi motivasi kepada siswa untuk selalu aktif, tertarik dan semangat dalam belajar serta tekun dalam mengerjakan tugas-tugas, sehingga hasil belajar siswa tersebut mengalami peningkatan. Seorang guru terutama guru pendidikan agama Islam harus memiliki kemampuan dalam menanamkan nilai-nilai disiplin terhadap anak didiknya, karena
12 Kementerian Agama RI, Al-Qur’an Terjemah dan Tajwid, (Bandung: Sygma, 2014)
disiplin merupakan suatu hal yang sangat penting dalam ajaran Islam, bahkan dapat dikatakan bahwa Islam adalah agama yang disiplin.
Hampir seluruh ibadah-ibadah Islam mengandung pengajaran dan latihan untuk bersikap disipilin, contohnya yaitu kewajiban dalam menunaikan shalat dengan syarat dan rukun serta tata cara tertentu.13 Dengan demikian maka guru pendidikan agama Islam harus memiliki kemampuan dalam membimbing, mengarahkan, dan membentuk perilaku serta kepribadian yang baik sesuai dengan syariat Islam, terutama dalam hal kedisiplinan terhadap siswa.
Kedisiplinan juga erat hubungannya dengan waktu, seseorang yang disiplin dapat memanfaatkan waktu dengan baik. orang yang dapat memanfaatkan waktu dengan baik tidakِّ akan mengalami kerugian dan penyesalan dalam hidupnya, hal tersebut sesuai dengan yang dijelaskan dalam Q.S Al-‘Asr ayat 1-3, yaitu:
ِّ ِۙ رْصَعْلا َو ١
ِّ ٍِۙرْسُخِّْي فَلَِّناَسْن ْلااَِّّن ا ِّ
٢
ِّ
َِّّلاِّ َّلا ا
ِّهصلاِّاوُل مَع َوِّا ْوُنَم اَِّنْي ذ
ِّ ح ل
ِّ ت
ِّ قَحْلا بِّا ْوَصا َوَت َو
ِۙەِّ
ِّ رْبَّصلا بِّا ْوَصا َوَت َو
ࣖ
ِّ
٣
ِّ
“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
(Q.S Al-‘Asr [103]: 1-3)14
Dari ayat tersebut disimpulkan bahwa manusia yang dapat mengatur dan memanfaatkan waktu dengan baik, maka tidak akan mengalami kerugian dan penyesalan. Sebaliknya jika manusia tidak memanfaatkan waktu dengan baik, maka akan berada dalam keadaan rugi.
Peneliti membatasi objek penelitian pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dimana pada tahap ini, siswa sangat mudah mengalami
13 Usman, Skripsi Upaya Guru Rumpun Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa, (Purwekerto: IAIN, 2018), h. 2.
14 Kementerian Agama RI, Al-Qur’an Terjemah dan Tajwid, (Bandung: Sygma, 2014)
perubahan-perubahan emosi yang disebabkan oleh masa pubertas, hal tersebut merupakan peralihan dari anak-anak menuju remaja. Oleh karena itu pembentukan karakter siswa pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) perlu sekali diperhatikan. Dari hasil observasi yang dilakukan, selama pelaksanaan proses pembelajaran online, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi, diantaranya yaitu masalah kehadiran (telat hadir dan tidak hadir mengikuti kelas), keaktifan (kurang respon belajar dalam bertanya ataupun menjawab pertanyaan), pengumpulan tugas (telat mengumpulkan tugas bahkan tidak mengumpulkan tugas), Etika (tidak menghargai guru dengan mematikan kamera ketika proses belajar)
Hal tersebut juga terjadi di SMP Al-Fath Cirendeu ketika pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting. Pembelajaran tersebut kurang efektif karena banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika pelaksanaan pembelajaran online, dan masih ada siswa yang tidak disiplin ketika proses pembelajaran berlangsung, seperti tidak tepat waktu, tidak merespon jika ditanya oleh guru, serta tidak menyalakan kamera ketika proses pembelajaran berlangsung. Berbagai upaya tentu dilakukan oleh sekolah dalam membentuk dan meningkatkan kedisplinan siswa dalam belajar.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis sangat tertarik untuk meneliti mengenai “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Karakter Disiplin Siswa di SMP Al-Fath Cirendeu pada Masa Pandemi”.
B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka identifikasi masalah yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:
a. Adanya virus covid-19 di Indonesia pada tahun 2020 memberikan dampak pada bidang pendidikan.
b. Perubahan sistem belajar mengajar dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran online.
c. Banyak kasus-kasus terjadi di sekolah yang berhubungan dengan karakter dan kepribadian siswa.
d. Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa ketika masa pandemi.
e. Banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika pelaksanaan pembelajaran online di SMP Al-Fath Cirendeu.
f. Upaya yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam guna membentuk kepribadian dan perilaku disiplin pada siswa di SMP Al-Fath Cirendeu.
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka dengan ini penulis perlu melakukan pembatasan masalah agar pembahasan lebih spesifik, masalah yang akan dibahas yaitu:
a. Banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika pelaksanaan pembelajaran online di SMP Al-Fath Cirendeu.
b. Strategi guru dalam membentuk kedisiplinan siswa pada masa pandemi di SMP Al-Fath Cirendeu.
c. Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kedisiplinan siswa ketika pembelajaran online di SMP Al-Fath Cirendeu.
3. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah di atas, maka perumusan masalah pada penelitian ini yaitu:
a. Bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kedisiplinan siswa pada masa pandemi di SMP Al- Fath Cirendeu?
b. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kedisiplinan siswa ketika pembelajaran online di SMP Al-Fath Cirendeu?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan perumusan masalah yang telah ditetapkan, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam membentuk kedisiplinan siswa pada masa pandemi di SMP Al- Fath Cirendeu.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kedisiplinan siswa ketika pembelajaran online di SMP Al-Fath Cirendeu.
D. Manfaat dan Signifikansi Penelitian
Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis.
1. Manfaat Teoritis
a. Memberikan informasi dan menambah wawasan keilmuan bagi praktisi pendidikan, serta memperkaya wacana keilmuan dalam dunia pendidikan.
b. Dapat menjadi rujukan bagi peneliti lain dalam mengembangkan kajian sejenis yang berkaitan dengan strategi guru dalam membangun karakter disiplin siswa pada masa pandemi.
2. Manfaat Praktis
a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran, kritik dan saran yang berguna bagi guru di SMP Al- Fath Cirendeu.
b. Berguna bagi pemerhati pendidikan dan prastisi.
E. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka adalah kegiatan yang meliputi mencari, membaca dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat beberapa teori-teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Adapun penelitian-penelitian yang relevan yaitu:
1. Fuani Tikawati Maghfiroh, Program Studi Pendidikan Guru Mandrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Menulis skripsi dengan judul Upaya Guru Kelas dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa di MI Nurul Huda Belik Pemalang, tahun 2016.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru kelas dalam pembentukan karakter disiplin siswa MI Nurul Huda Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilaksanakan guru dalam membentuk karakter disiplin dilakukan dengan menggunakan metode pembiasaan, keteladanan, diskusi, ceramah, dan simulasi. Dimana semua itu menghasilkan perubahan sikap dan perilaku siswa ke arah yang lebih baik dengan mencermikan kebiasaan mematuhi peraturan yang ada di sekolah.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama meneliti tentang pembentukan karakter disiplin siswa.
Sedangkan perbedaan antara penelitian yang penulis teliti dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya meneliti pembentukan karakter disiplin siswa ketika pembelajaran offline, namun penelitian yang penulis teliti yaitu pembentukan karakter disiplin siswa ketika pembelajaran online.
2. Ibanatal Fitriyah, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun 2018. Menulis skripsi dengan judul Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Pada Siswa Kelas IV di MI Annidhomiyah Kabupaten Pasuruan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan strategi guru dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV di MI Annidhomiyah Lawatan Pasuruan; (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat strategi guru dalam membentuk karakter disiplin pada siswa kelas IV di MI Annidhomiyah Lawatan Pasuruan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi guru dalam membentuk kedisiplinan siswa kelas IV baik ketika pembelajaran maupun diluar kelas adalah keteladanan, pembiasaan dan pemberian sanksi; (2) faktor pendukung dalam membentuk karakter disiplin pada siswa kelas IV di MI Annidhomiyah Lawatan Pasuruan adalah adanya kontrol dari kepala sekolah, peran aktif dari guru, orang tua, serta kesadaran siswa dan masyarakat sekitar, sedangkan faktor penghambatnya ialah pengaruh dari lingkungan keluarga yang kurang
bisa berkontribusi dan kurangnya kesadaran pada siswa mengenai pentingnya karakter disiplin.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama meneliti tentang pembentukan karakter disiplin siswa.
Sedangkan perbedaan antara penelitian yang penulis teliti dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya meneliti pembentukan karakter disiplin siswa ketika pembelajaran offline, namun penelitian yang penulis teliti yaitu pembentukan karakter disiplin siswa ketika pembelajaran online.
3. Khusna Rahma Denti, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun 2018. Menulis skripsi dengan judul Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Pada Siswa Kelas IV di MI Annidhomiyah Kabupaten Pasuruan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi kedisiplinan belajar kelas X di SMK Negeri 1 Tulang Bawang Tengah; (2) upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menciptakan kedisiplinan belajar kelas X di SMK Negeri 1 Tulang Bawang Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa yaitu dengan cara penekanan terhadap siswa melalui kegiatan pembiasaan kedisiplinan siswa seperti budaya peduli terhadap lingkungan, sholat dhuhur berjamaah, mengaji sebelum pembelajaran dimulai, dan mebiasakan tata krama yang baik, sopan santun yang baik. Pada akhirnya nanti yang diharapkan kedepanya siswa memperoleh ilmu umum, mereka juga mendapatkan
ilmu rohaniyah yang dapat dijadikan bekal kelak ketika sudah berada di lingkungan masyarakat, sehingga tujuan utamanya yaitu membentuk lulusan yang berakhlakul karimah.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama meneliti tentang pembentukan karakter disiplin siswa.
Sedangkan perbedaan antara penelitian yang penulis teliti dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya meneliti pembentukan karakter disiplin siswa ketika pembelajaran offline, namun penelitian yang penulis teliti yaitu pembentukan karakter disiplin siswa ketika pembelajaran online.
4. Adellya Rintan Wihenda, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Menulis skripsi dengan judul Strategi Guru IPS dalam Membentuk Karakter Disiplin di Tengah Pandemi Covid-19 pada Siswa Kelas VII di MTS NU Pakis Malang, tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penelitian ini ialah wawancara dan dokumentasi yang dilakukan secara online.
Penelitian ini bertujuan tujuan untuk mengetahui; (1) bentuk-bentuk karakter disiplin di tengah pandemi covid-19 pada siswa kelas VII di MTS NU Pakis Malang; (2) strategi guru IPS dalam membentuk karakter disiplin di tengah pandemi covid-19 pada siswa kelas VII di MTS NU Pakis Malang; (3) faktor pendorong dan penghambat guru IPS dalam membentuk karakter disiplin di tengah pandemi covid-19 pada siswa kelas VII di MTS NU Pakis Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk-bentuk karakter disiplin siswa pada saat pandemi covid-19 yaitu selalu mengumpulkan tugas dengan tepat
waktu, serta hadir tepat waktu; (2) pelaksanaan pembentukan karakter disiplin pada pandemi covid-19 dilaksanakan dengan menerapkan pembelajaran online melalui aplikasi Whatsapp group; (3) terdapat faktor pendorong dan penghambat, faktor pendorong diantaranya yaitu pembiasaan yang dilakukan oleh siswa dan faktor penghambatnya yaitu terbatasnya kuota terhadap siswa kelas VII.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama meneliti karakter disiplin siswa saat pandemi. Sedangkan perbedaan antara penelitian yang penulis teliti dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya yang dijadikan subjek ialah guru IPS, namun penelitian yang penulis teliti yang dijadikan subjek ialah guru pendidikan agama Islam.
5. Iin Isna Sofiana, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Salatiga, tahun 2020. Menulis skripsi dengan judul Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Tanggung Jawab dan Disiplin Pada Anak Belajar di Rumah Masa Pandemic Covid-19 di Desa Deras Kedungjati Grobogan Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan penyajian data berupa kata-kata yang diperoleh dan diolah berdasarkan deskripsi penulis. Teknik pengumpulan data ialah wawancara dan dokumentasi.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi nilai pendidikan karakter tanggung jawab dan disiplin anak di rumah; (2) metode yang digunakan dalam membentuk karakter tanggung jawab dan disiplin pada anak belajar; (3) faktor pendukung dan faktor penghambat
pendidikan karakter tanggung jawab dan disiplin pada anak belajar di rumah masa pandemic covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi pendidikan karakter tanggung jawab dan disiplin pada anak di rumah di Desa Deras adalah melalui bimbingan dari orang tua serta mengikuti berbagai kegiatan tujuannya untuk membentuk karakter anak; (2) metode yang digunakan dalam membentuk karakter anak belajar di rumah di Desa Deras adalah dengan metode keteladanan seperti orang tua melatih anak untuk menerapkan karakter tanggung jawab dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari, metode pembiasaan seperti halnya melalui bimbingan orang tua dengan membiasakan berperilaku yang baik dan sopan dalam kehidupan sehari-hari, dan metode mau’izhah dan nasehat seperti anak diberikan nasehat dan motivasi tentang tanggung jawab dan disiplin pada anak belajar di rumah, agar anak semangat dalam melakukannya; (3) faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter tanggung jawab dan disiplin pada anak belajar di rumah masa pendemic covid-19 di Desa Deras, faktor pendukungya meliputi, adanya dukungan dari orang tua, alat komunikasi dan lingkungan. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi, anak lebih mementingkan sesuai keinginannya, kurang percaya diri, tidak bisa mengendalikan emosi, tidak stabilnya koneksi jaringan dan lingkungan yang kurang kondusif.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaan antara penelitian yang penulis teliti dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya meneliti karakter tanggung jawab dan disiplin, sedangkan penelitian yang penulis teliti yaitu hanya meneliti karakter disiplin saja.
F. Sistematika Penulisan
Mengenai sistematika dan teknik penulisan skripsi ini, penulis mengacu pada Buku Pedoman Penulisan Skripsi yang diterbitkan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.15 Adapun sistematikanya, penulis dibagi dalam lima bab dan setiap bab terdiri dari sub bab yaitu:
BAB I PENDAHULUAN, merupakan bab pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. Di dalam bab ini peneliti memberikan alasan mengenai mengapa penelitian ini perlu dilakukan berupa latar belakang masalah dengan gambaran permasalahan yang peneliti uraikan dalam perumusan masalah. Selain itu peneliti juga menjelaskan tujuan penelitian dan kegunaan penelitian ini serta melakukan penelaahan terhadap kajian pustaka yang keseluruhan sistematikanya tergambarkan dalam sistematika penulisan.
BAB II KAJIAN TEORI, yang berisikan pengertian pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter, nilai-nilai pendidikan karakter, pengertian disiplin, tujuan kedisiplinan, macam-macam kedisiplinan, unsur-unsur kedisiplinan, indikator kedisiplinan, faktor yang mempengaruhi kedisiplinan, pengertian pandemi covid-19, pengertian strategi, komponen-komponen strategi, pengertian guru pendidikan agama Islam, peran guru pendidikan agama Islam, tugas dan tanggung jawab guru pendidikan agama Islam, strategi dalam membentuk karakter disiplin siswa.
BAB III METODE PENELITIAN, yang berisikan pendekatan penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, siklus (jadwal)
15 Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi Tahun 2021, (Jakarta: IIQ Press, 2021), h. 12.
penelitian, data dan sumber penelitian, teknik pengumpulan data, pedoman observasi, pedoman wawancara.
BAB IV HASIL PENELITIAN, yang berisikan gambaran umum SMP Al-Fath Cirendeu, analisis data kedisiplinan siswa di SMP Al-Fath pada masa pandemi, analisis data strategi guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter disiplin pada masa pandemi di SMP Al-Fath Cirendeu, analisis data faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kedisiplinan siswa ketika pelaksanaan pembelajaran online di SMP Al- Fath Cirendeu.
BAB V PENUTUP, memuat suatu kesimpulan yang diambil dari hasil analisis BAB IV yang menjawab perumusan masalah penelitian dengan dilengkapi saran-saran yang perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP
19 BAB II KAJIAN TEORI
A. Pendidikan Karakter Disiplin Pada Masa Pandemi 1. Pengertian Pendidikan Karakter
Karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas ialah bawaan lahir, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, serta watak. Beberapa menyebutkan bahwa karakter sebagai penilaian subjektif terhadap kualitas moral dan mental, sementara yang lainnya menyebutkan karakter sebagai penilaian subjektif terhadap mental saja, sehingga upaya mengubah atau membentuk karakter hanya berkaitan dengan stimulasi terhadap kecerdasan seseorang.16
Kata karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark”, memfokuskan dan menilai, bagaimana cara menerapkan nilai kebaikan sebagai aktivitas atau perilaku. Menurut Ekowarni, jika dalam definisi kecil, karakter diartikan; (a) kualitas dan jumlah reaksi terhadap diri sendiri, orang lain, serta keadaan tertentu, atau; (b) watak, etika, akhlak, ciri psikologis. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa karakter adalah sifat, kepribadian, jati diri, dan watak yang melekat pada diri seseorang.17 Menurut Thomas Lickona, karakter merupakan sifat alami seseorang dalam merespon situasi secara bermoral.18
Elkind dan Sweet mengatakan bahwa pendidikan karakter adalah upaya yang yang bertujuan untuk membantu individu dalam
16 Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), h. 8.
17 Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter, … , h. 12.
18 Agus Wibowo, Pendidikan Karakter Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), h. 32.
memahami manusia, peduli dan mengerti terhadap nilai-nilai susila.
Elkind juga berpendapat bahwa pendidikan karakter adalah semua upaya yang dilakukan guru umtuk dapat mempengaruhi kepribadian siswa dengan membentuk karakter siswa. Hal tersebut mencakup keteladanan dari seorang guru, bagaimana perilaku guru, bagaimana cara berbicara atau menyatakan pendapat, bagaimana guru dalam bertoleransi, dan berbagai masalah terkait lainnya. Menurut Ramli, pendidikan karakter memiliki perwujudan dan makna yang serupa dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, serta menjadi warga masyarakat dan warga Negara yang baik.19
Khan mendefinisikan pendidikan karakter sebagai proses kegiatan yang dilakukan dengan semua daya dan upaya yang disadari dan terencana untuk mengarahkan siswa menjadi pribadi yang baik.
Pendidikan karakter juga merupakan proses kegiatan yang mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan budi pekerti yang selalu mengajarkan, membimbing dan membina setiap manusia untuk memiliki kompetensi intelektual, keterampilan, dan karakter yang menarik. Sementara itu, Ratna Megawangi menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mengaplikasikan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan pengaruh yang positif kepada lingkungan di sekitarnya.20
Syaiful Anam mendefinisikan pendidikan karakter sebagai proses internalisasi budaya ke dalam diri sesorang dan masyarakat sehingga
19 Heri Gunawan, Pendidikan Karakter (Konsep dan Implementasi), (Bandung:
Alfabeta, 2012), h. 24.
20 Aisyah M Ali, Pendidikan Karakter (Konsep dan Implementasinya), (Jakarta:
Kencana, 2018), h. 12.
terciptanya masyarakat yang beradab. Pendidikan bukan merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, melainkan lebih luas lagi, yaitu sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (budaya dan sosial). Setiap anak harus mendapat pendidikan yang sesuai dengan aspek kemanusiaan, aspek tersebut antara lain yaitu aspek afektif (keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, budi pekerti luhur, serta kepribadian unggul), aspek kognitif (kapasitas dan daya intelektual dalam menggali dan mengembangkan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi), dan aspek psikomotorik (kemampuan dalam mengembangkan keterampilan khusus, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetik).21
Kepala Jendral Dikti menyatakan, “Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk memberikan pengalaman baik-buruk, memelihara apa yang baik, mewujudkan, dan menebar kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.”22 Dalam pandangan Islam karakter diartikan sebagai akhlak. Karakter atau akhlak dipahami sebagai kebiasaan yang sesuai dengan keinginan.
Yang mengandung makna, bahwa keinginan dalam membiasakan suatu ucapan maupun perbuatan maka kebiasaan itu disebut akhlak.23
21 Barnawi dan M. Arifin, Strategi dan Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), h. 23.
22 Barnawi dan M. Arifin, Strategi dan Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter,…, h. 24.
23 Fuani Tikawati Maghfiroh, Upaya Guru Kelas dalam Pembentukkan Karakter Disiplin Siswa di MI Nurul Huda Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2015/2016, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang, 2016), h. 27.
Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan, ditegaskan bahwa pendidikan karakter identik dengan akhlak yang merupakan nilai-nilai perilaku yang terjadi secara umum, dan diartikan sebagai ciri khas dari perilaku moral individu dalam bertutur kata maupun dalam bertindak yang berhubungan dengan dirinya, sesama manusia, dan lingkungan alam serta terhadap Tuhan yang Maha Esa sebagai pencipta. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan sesuai dengan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya, serta adat istiadat yang berlaku.
2. Tujuan Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter bertujuan untuk membimbing serta memfasilitasi siswa agar memiliki kepribadian yang positif, meningkatkan kualitas dan menciptakan pendidikan yang menuju pada pencapaian pembentukan karakter siswa dengan akhlak mulia yang terbentuk secara utuh, terpadu, dan seimbang. Tujuan pendidikan karakter menurut kementrian pendidikan nasional, yaitu:24 a. Mengembangkan nurani siswa selaku manusia dan warga Negara
yang mempunyai nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
b. Meningkatkan kebiasaan serta perilaku siswa yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai di masyarakat serta tradisi budaya bangsa yang religius.
c. Menanamkan jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab siswa selaku generasi penerus bangsa.
d. Meningkatkan keterampilan siswa untuk menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan luas.
24 Adellyna Rintan Wihenda, Strategi Guru IPS dalam Membentuk Karakter Disiplin di Tengah Pandemi Covid-19 pada Siswa Kelas VII MTS NU Pakis Malang, (Skripsi Sarjana, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2020), h. 23.
e. Meningkatkan area kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, nyaman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, rasa kebangsaan yang tinggi serta penuh kekuatan.
Menurut Lickona, tujuan pendidikan karakter ada tujuh, yaitu:25 a. Menjamin siswa mempunyai karakter dan kepribadian yang baik
dalam kehidupannya.
b. Meningkatkan prestasi akademik.
c. Siswa diharapkan selalu menghormati orang lain.
d. Siswa dapat hidup dalam lingkungan masyarakat yang bermacam- macam.
e. Dapat memperbaiki masalah moral sosial yang sudah terjadi di masyarakat, seperti ketidaksopanan, ketidakjujuran, kekerasan, pelanggaran seksual, dan etos kerja (belajar) yang rendah.
f. Persiapan bagi siswa untuk mempersiapkan perilaku dan sikap di tempat kerja.
g. Mengajarkan nilai-nilai budaya, yang merupakan bagian dari peradaban.
Pendidikan karakter memiliki tujuan jangka panjang untuk membentuk visi hidup yang akan diraih dengan cara membentuknya secara terus-menerus. Dari beberapa tujuan yang telah disebutkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk kepribadian siswa menjadi manusia yang berakhlak karimah dengan memperhatikan beberapa aspek yang ada di lingkungan masyarakat, aspek tersebut berupa sikap terpuji, memiliki jiwa kepemimpinan, bertanggung jawab, jujur, sopan santun, mandiri,
25 Nur Rahmat, dkk, Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Melalui Guru Kelas Di SD Negeri 3 Rejosari Kabupaten Oku Timur, Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan (JMKSP) 2 no. 2 (Juli-Desember 2017), h. 233-234.
kreatif, berwawasan luas, serta menerapkan nilai-nilai budaya masyarakat.
3. Nilai-nilai Pendidikan Karakter
Nilai menurut Djahiri adalah suatu jenis kepercayaan tentang bagaimana sepantas nya melakukan sesuatu, atau tentang apa yang berharga dan tidak berharga untuk dicapai. Gordon Allfort seorang ahli psikologi kepribadian mengatakan nilai adalah keyakinan yang membuat sesorang bertindak atas dasar pilihannya. Allfort menempatkan keyakinan pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan hasrat, motif, sikap, keinginan, dan kebutuhan. Sumantri menyebutkan bahwa nilai adalah hal yang terkandung dalam diri (hati nurani) manusia yang lebih memberi dasar pada prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan efisiensi atau keutuhan kata hati.26 Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan rujukan untuk bertindak. Nilai merupakan standar untuk mempertimbangkan dan meraih perilaku tentang baik atau tidak baik dilakukan.
Character count di Amerika mengatakan bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar dan harus ditanamkan kepada siswa mencakup sepuluh karakter utama, yaitu dapat dipercaya (trustworthiness), rasa hormat dan perhatian (respect), tanggung jawab (responsibility), jujur (fairness), peduli (caring), kewarganegaraan (citizenship), ketulusan (honesty), berani (courage), tekun (diligence), dan integritas (integrity). Indonesian Heritage Foundation (IHF) merumuskan Sembilan karakter dasar yang menjadi tujuan pendidikan karakter, yaitu: (1) cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya, (2) tanggung
26 Aisyah M Ali, Pendidikan Karakter (Konsep dan Implementasinya), (Jakarta:
Kencana, 2018), h. 25.