PSAP 17
Properti Investasi
Banten, 28 Mei 2024
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor
(PSAP 17):
17
Properti Investasi
Pokok Bahasan
Latar Belakang Pemberlakuan
Overview PSAP 17:
PSAP 17
Properti Investasi
Latar Belakang
Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Efektifitas Persiapan Pemerintah Pusat untuk Mendukung Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Tahun 2015 Nomor 110/LHP/XV/12/2014 tanggal 31 Desember 2014 memuat rekomendasi kepada Menteri Keuangan agar melakukan identifikasi atas informasi
TEMUAN
akrual dengan
dan kebutuhan akan standar secara menyeluruh serta berkoordinasi Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) dalam rangka menetapkan implementasinya
Berdasarkan Surat BPK nomor 62/S/IV-XV/12/2017 tanggal 20 Desember 2017 Prihal Masukan atas Pengaturan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), PSAP Properti Investasi merupakan salah satu dari 13 PSAP yang diminta BPK untuk segera diselesaikan
REKOMENDASI
Gambaran Umum
04
PSAP 17
02
Definisi Pengakuan PIAlih Guna dan Pelepasan
Biaya perolehan, nilai Besar kemungkinan terdapat
06
manfaat ekonomi dan dapat diukur dengan andal
tercatat, nilai wajar dan properti investasi
Ketentuan Transisi &
Tanggal Efektif
08
09
ContohIlustrasiPenyajian dan Pengungkapan Properti
Investasi Pengukuran PI
Pengukuran saat pengakuan awal dan stlh pengakuan awak
01
Pendahuluan03
Properti Investasi05
07
•
•
Tujuan
Ruang Lingkup
• Contoh Pembedaan PI dan bukan PI Penentuan PI
•
Gambaran Umum PSAP 17
1. Pendahuluan
Tujuan
Ruang Lingkup
Pernyataan Standar ini diterapkan dalam pengakuan, pengukuran,
penyajian, dan pengungkapan properti investasi dalam Laporan Keuangan untuk tujuan umum bagi entitas Pemerintah Pusat dan daerah tidak
termasuk perusahaan negara/ daerah. (par 2)
• Pernyataan ini tidak berlaku untuk:
• aset biologis yang terkait dengan aktivitas agrikultur; dan
hak penambangan dan reservasi tambang seperti minyak, gas alam dan sumber daya alam sejenis yang tidak dapat diperbaharui (par 3)
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi property investasi dan pengungkapan yang terkait (par 1).
Gambaran Umum PSAP 17
2. Definsi (par 4)
Properti investasi adalah properti untuk menghasilkan pendapatan sewa atau untuk meningkatkan nilai aset atau keduanya, dan tidak untuk:
a) digunakan dalam kegiatan pemerintahan, dimanfaatkan oleh masyarakat umum, dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau
dijual dan/ atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
b)
Properti yang digunakan sendiri adalah properti yang dikuasai (oleh pemilik atau
penyewa melalui sewa pembiayaan) untuk kegiatan pemerintah, dimanfaatkan
oleh masyarakat umum, dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau
untuk tujuan administratif.
Gambaran Umum PSAP 17
Gambaran Umum PSAP 17
3. Properti Investasi (par.8)
- Contoh Properti Investasi
Tanah yang dikuasai Tanah yang dikuasai
dengan tujuan kenaikan nilai
dan/atau dimiliki namun belum ditentukan penggunaannya di masa depan
Bangunan yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh entitas & disewakan kepada pihak lain
Bangunan yang belum terpakai dan untuk disewakan kepada pihak lain
Bangunan infrastruktur yang disewakan kepada pihak lain
Gambaran Umum PSAP 17
3. Properti Investasi - Contoh Bukan Properti Investasi (par.9)
Properti dalam rangka bantuan sosial yg menghasilkan
pendapatan dibawah harga pasar (mis: Rusunawa dengan sewa murah)
Properti untuk diserahkan kepada masyarakat
Properti dalam proses
pembangunan Properti yang dimiliki untuk
tujuan strategis
Properti yang digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah atau masyarakat umum
Gambaran Umum PSAP 17
3.
• Aset yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh entitas pemerintah pada umumnya digunakan untuk kegiatan operasional pemerintah, bukan untuk menghasilkan pendapatan sewa atau kenaikan nilai, karena itu aset tersebut tidak memenuhi definisi properti investasi.
• Dalam beberapa praktik, terdapat entitas pemerintah yang memiliki aset yang digunakan (a) secara sebagian untuk menghasilkan pendapatan sewa atau kenaikan nilai dan (b) sebagian lain digunakan untuk kegiatan operasional pemerintah. Apabila masing-masing bagian aset tersebut dapat dijual terpisah, entitas mempertanggungjawabkannya secara terpisah. Namun apabila masing-masing bagian aset tersebut tidak dapat dijual secara terpisah, maka aset tersebut dikatakan sebagai properti investasi hanya jika bagian yang tidak signifikan digunakan untuk kegiatan operasional pemerintah.
Atau disewakan terpisah dalam sewa pembiayaan
⇒ Entitas mencatatnya secara terpisah
⇒ Properti adalah properti investasi hanya jika bagian yang bukan properti investasi jumlahnya tidak signifikan
Tidak dapat dijual terpisah
Dapat dijual terpisah
Properti Investasi - Penentuan Properti Investasi (par. 10)
Gambaran Umum PSAP 17
3. Properti Investasi - Penentuan Properti Investasi (par. 13)
•
Pada kasus konsolidasi, suatu entitas memiliki properti investasi yang disewakan kepada dan dimanfaatkan oleh entitas induk (entitas yang berwenang melakukan konsolidasi) atau entitas anak lainnya (entitas yang laporannya dikonsolidasi).Properti investasi tersebut tidak memenuhi definisi properti investasi dalam laporan keuangan yang dikonsolidasi karena kepemilikan properti investasi tersebut berada dalam satu kesatuan ekonomi.
bukan properti investasi dalam laporan keuangan
konsolidasi Entitas memiliki properti
yang disewakan kepada, dan digunakan oleh, induk
atau anak perusahaan lain properti investasi dalam laporan keuangan individual entitas yang
menyewakan
Gambaran Umum PSAP 17
4. Pengakuan Properti Investasi (par. 15)
Manfaat ekonomi mengalir ke entitas Biaya perolehan dapat
diukur dengan andal
Properti Investasi Diakui jika dan
hanya jika:
Gambaran Umum PSAP 17
5. Pengukuran Properti Investasi (par. 21 s/d 44)
Gambaran Umum PSAP 17
6. Alih Guna dan Pelepasan
Dimulainya sewa operasi ke pihak lain
Berakhirnya pemakaian untuk Operasional
Entitas
Karena entitas menggunakan metode biaya, alih guna antara properti investasi, properti yang digunakan sendiri dan persediaan tidak mengubah jumlah tercatat properti yang dialihgunakan serta tidak mengubah biaya properti untuk tujuan pengukuran dan pengungkapan. Nilai yang digunakan ketika dilakukannya alih guna adalah nilai tercatat dari properti investasi yang dialihgunakan.
Aset Tetap Aset Tetap
Alih Guna (par. 45-
49)
Persediaan Persediaan
Gambaran Umum PSAP 17
6. Alih Guna dan Pelepasan
diakui sebagai
• Imbalan yang diterima atas pelepasan properti investasi pada awalnya diakui sebesar nilai wajar. Jika pembayaran atas properti investasi ditangguhkan, imbalan yang diterima pada awalnya diakui sebesar setara harga tunai. Selisih antara jumlah nominal dari imbalan dan nilai yang setara dengan harga tunai diakui sebagai pendapatan bunga.
Entitas mencatat kewajiban yang masih ada sehubungan dengan properti investasi setelah pelepasan tersebut.
Kompensasi dari pihak ketiga yang diberikan sehubungan dengan penurunan nilai, kehilangan atau pengembalian
•
•
Tidak memiliki manfaat ekonomi
Keuntungan/kerugi an pelepasan surplus/defisit
Pelepasan (par. 50-56)
Tidak digunakan lagi secara permanen
Gambaran Umum PSAP 17
7. Penyajian dan Pengungkapan Properti Investasi
Properti investasi disajikan dalam line item tersendiri
Properti investasi diklasifikasikan dalam aset non lancar (par. 57)
Properti investasi disajikan terpisah dari kelompok aset tetap dan aset lainnya (par. 58)
Karena sifat dari pengklasifikasian properti investasi adalah untuk memperoleh pendapatan sewa atau kenaikan nilai, entitas dapat saja memiliki niat untuk menjual apabila kenaikan nilai atas properti investasi menguntungkan dan entitas tidak akan memanfaatkan properti tersebut di masa mendatang.
Pengklasifikasian properti properti
investasi investasi
tidak secara
mempertimbangkan maksud
pemilihan aset berkelanjutan atau tidak
berkelanjutan. (par. 59)
Gambaran Umum PSAP 17
7. Penyajian dan Pengungkapan Properti Investasi
Pengungkapan Properti Investasi diantaranya mencakup:
a.
b.
c.
d.
Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat (carrying amount);
Metode penyusutan yang digunakan;
Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (agregat dengan akumulasi rugi penurunan nilai) pada awal dan akhir periode;
Rekonsiliasi jumlah tercatat properti investasi pada awal dan akhir periode;
Revaluasi atas properti investasi, nilai wajar dari properti investasi;
Apabila penilaian dilakukan secara bertahap, entitas perlu mengungkapkan hasil revaluasi properti investasi
Apabila pengklasifikasian sulit dilakukan, kriteria yang digunakan untuk membedakan properti investasi dengan properti yang digunakan sendiri dan dengan properti yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari;
Metode dan asumsi yang signifikan dalam penentuan nilai wajar
Apabila entitas menggunakan penilai independen, kualifikasi professional dan pengalaman Jumlah yang diakui dalam Surplus/Defisit
Kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan properti investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan;
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
a.
Paragraf 60
Gambaran Umum PSAP 17
8. Ketentuan Transisi dan Tanggal Efektif
Ketentuan Transisi
a. Entitas menerapkan Pernyataan ini dengan mengklasifikasikan propertinya dalam Properti Investasi saat kali dengan menggunakan nilai tercatat aset sebagai nilai perolehannya (par. 61)
Entitas menerapkan Pernyataan ini secara prospektif (par. 62)
pertama b.
Tanggal Efektif
untuk laporan keuangan atas Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) ini berlaku efektif
pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran mulai Tahun Anggaran 2022 (par. 63)