• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Bibit Kopi Putra Manglayang

N/A
N/A
HARI AHMAD

Academic year: 2023

Membagikan "Proposal Bibit Kopi Putra Manglayang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kelompok Tani Putra Manglayang terletak di Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan mempunyai potensi yang cukup baik untuk berkembang menjadi wilayah yang maju di bidang agribisnis. Sebagian besar wilayah Desa Cilengkrang merupakan lahan kering yang dimanfaatkan oleh petani dan masyarakat sekitarnya dengan berbagai budidaya pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Budidaya tanaman kopi salahsatu budidaya perkebunan yang sedang berkembang pesat di Kecamatan Cilengkrang khususnya di Blok Garung Desa Cilengkrang baik di lahan hutan negara maupun di lahan milik dan sudah berproduksi dengan baik walaupun kualitas dan kuantitas kopi nya belum optimal. Salah satu penyebabnya yakni pengendalian hama penyakit yang belum optimal, hal ini disebabkan kurangnya tenaga kerja dan alat mesin pertanian guna mendukung pengendalian hama penyakit tanaman kopi.

Dalam era perdagangan bebas, komoditi kopi merupakan bahan baku utama industri kopi bubuk, kualitas biji kopi menjadi penentu daya saing di pasar dalam negeri maupun untuk eksport. Dengan teknik budidaya yang baik diharapkan dapat menciptakan kopi yang berkualitas sesuai yang diharapkan konsumen kopi, hal tersebut perlu ditunjang sarana prasarana yang layak yang akan menciptakan tanaman/pohon kopi yang baik, sehingga kesinambungan budidaya kopi di Kelompok Tani Putra Manglayang dapat berjalan dengan baik.

Situasi dan kondisi petani komoditi kopi di Kelompok Tani Putra Manglayang perlu mendapat perhatian dari berbagai komponen baik dari pihak pemerintah maupun dari pihak lain yang mempunyai kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas kopi sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani akan semakin meningkat.

B. Maksud dan Tujuan

(2)

Maksud permohonan bantuan mesin power sprayer ini adalah sebagai upaya intensifikasi budidaya kopi dan pengendalian hama penyakit. Adapun tujuannya adalah meningkatkan produksi/hasil biji kopi sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat.

C. Masalah

Sumberdaya yang ada di Kelompok Tani Putra Manglayang Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam sangat menunjang dalam mengembangkan budidaya kopi yang berdampak pada produksi kopi yang meningkat cukup pesat. Produksi kopi pada tahun 2015 mencapai 25 ton dengan luas areal 50 Ha, sedangkan lahan yang belum ditanami masih cukup luas terutama di lahan milik petani, sehingga membutuhkan bibit kopi yang cukup banyak.

Sampai saat ini penanaman kopi menggunakan bibit lokal dan tidak bersertifikat, sehingga hasil berupa biji kopi belum optimal.

D. Rencana Kegiatan

Untuk memenuhi kebutuhan bibit kopi yang diperlukan oleh petani dan masyarakat, maka Kelompok Tani Putra Manglayang mengusulkan bantuan bibit kopi sebanyak 20.000 pohon yang akan ditanam di Blok Garung, Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung.

(3)

BAB II. PROFIL KELOMPOK TANI

Kegiatan penanaman bibit kopi akan dilaksanakan oleh Kelompok Tani Putra Manglayang, berikut informasi mengenai Kelompok Tani Putra Manglayang sebagai berikut :

A. Data Administrasi

Kelompok Tani Putra Manglayang beralamat di Kampung Garung Rt 02 RW 09 Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung dengan nomor telepon/HP yang dapat dihubungi 0821 2971 0187

B. Landasan Hukum Pembentukan Kelompok Tani

Kelompok Tani Putra Manglayang memiliki legitimasi berupa :

1. Berita Acara Musyawarah Pembentukan Pengurus Kelompok Tani masa bakti tahun 2016-2021 tanggal 11 Desember 2016

2. Surat Keputusan Pengesahan Pengurus Kelompok Tani oleh Kepala Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang : Nomor 489 / Pem-Ds / XII / 2016 tanggal 11 Desember 2016

C. Pengurus/Struktur Organisasi Kelompok Tani,

Kepengurusan/Struktur Organisasi Kelompok Tani Putra Manglayang terdiri dari :

1. Ketua : Kurnia 2. Sekretaris : Halimah 3. Bendahara : Endang H 4. Seksi-seksi :

- Penanaman : Ohim

- Pemeliharaan : Ayi - Pemasaran : Amat 5. Anggota : 40 orang

(4)
(5)
(6)

BAB III. KEADAAN UMUM

A. Gambaran Umum Lokasi

1. Kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Cilengkrang : jumlah penduduk 3.842 jiwa, mata pencaharian mayoritas sebagai petani, pendidikan mayoritas tamatan sekolah dasar, umumnya beragama Islam Kondisi sosial ekonomi masyarakat dimaksud kiranya mendukung diselengarakannya kegiatan pengembangan usaha kelompok tani kopi.

2. Luas wilayah Desa Cilengkrang yaitu 436,886 Ha, lahan tegalan seluas 199,53 Ha dan hutan negara seluas 150,20 Ha.

3. Ketergantungan masyarakat Desa Cilengkrang pada sektor pertanian yaitu pada komoditas tanaman pangan, campuran, perkebunan dan kehutanan.

4. Penggunaan lahan oleh masyarakat dilakukan secara tumpangsari tanaman pertanian dengan komoditi kebun/hutan.

(7)

BAB IV. PENUTUP

Meningkatnya budidaya kopi di wilayah Kecamatan Cilengkrang khususnya di Kelompok Tani Putra Manglayang Desa Cilengkrang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, baik pihak pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta pihak swasta sebagai pelaku usaha, mengingat komoditas kopi dapat menghasilkan devisa yang cukup besar bagi negara.

Pemerintah yang berfungsi sebagai fasilitator berupaya untuk memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat petani kopi, sehingga harapan untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli yang bertujuan mewujudkan masyarakat yang sejahtera dapat tercapai.

Keberhasilan pengembangan agribisnis kopi ini menjadi tolok ukur keberhasilan pelaku utama dan pelaku usaha yang diharapkan usaha ini dapat berjalan dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat petani kopi.

(8)

STRUKTUR ORGANISASI

KELOMPOK TANI PUTRA ManGLAYANG

DESA CILENGKRANG KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG

KETUA

Kurnia PEMBINA/PENDAMPING

PENYULUH PELINDUNG

KEPALA DESA

SEKRETARIS Halimah BENDAHARA

Endang H

SEKSI PENANAMAN Ohim

SEKSI PEMELIHARAAN

Ayi SEKSI PEMASARAN Amat

A N G G O TA

(9)

PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN MESIN POWER SPRAYER

KELOMPOK TANI PUTRA MANGLAYANG

DESA CILENGKRANG KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG

TAHUN 2018

(10)

KELOMPOK TANI

PUTRA MANGLAYANG

DESA CILENGKRANG KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG

Sekretariat : Kp. Garung Desa Cilengkrang Kec Cilengkrang Kab Bandung

Cilengkrang, Juli 2018 Nomor

Lampiran Perihal

: : :

19/KTPM/VII/2018 1 (Satu) Berkas

Permohonan bantuan mesin Power Sprayer

Kepada Yth.

Bapak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung

di Tempat

Sektor pertanian merupakan sektor andalan yang selalu dituntut untuk dapat meningkatkan produksi, padahal ada beberapa kendala yang sering menghambat di antaranya kapasitas sumberdaya yang semakin berkurang, sehingga diperlukan adanya penggunaan teknologi alat mesin pertanian.

Di kelompok tani Putra Manglayang kami mengalami hambatan salah satunya belum adanya alsintan untuk penyemprotan / pengendalian hama penyakit. Berdasarkan hal tersebut demi kelancaran proses produksi kami sepakat untuk mengajukan permohonan bantuan Power sprayer.

Demikian permohonan bantuan ini, kami berharap semoga bapak dapat merealisasikannya. Atas perhatian dan bantuannya kami haturkan terima kasih.

Mengetahui : Ketua Kelompok Tani

Penyuluh Pertanian Desa Cilengkrang Putra Manglayang

Sobandi Kurnia

Mengetahui,

Koordinator Penyuluh Kec Cilengkrang

Sulistyowati Puji R, S.Pt NIP.19780513 201001 2 004

Mengetahui, Kepala Desa Cilengkrang

Entis Sutisna

Mengetahui, Camat Cilengkrang

……….

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Bobot basah dan bobot kering tajuk bibit pada sistem perbanyakan bibit kopi asal biji yang lebih baik diduga karena pengaruh dari pertumbuhan baik

Petani untuk mendapatkan pupuk urea, sp-36, ZA, Pupuk Petro Organik melalui penyusunan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani), yaitu rencana kebutuhan sarana

Skripsi ini berjudul “Ampas Kopi Dan Natrium-Nitrofenol Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Pembibitan Awal” dan disusun

1) Menganalisis strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan kopi arabika pada CV Yudi Putra menggunakan analisis SWOT. Analisis Swot terdiri dari faktor internal

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat TUHAN yang maha ESA atas berkat dan Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul “Pertumbuhan

Dalam usaha pengolahan kopi menjadi bubuk kopi di Kelompok Tani Rahayu IV diperlukan biaya tetap yaitu penyusutan alat, meliputi tiga komponen yaitu mesin roasting

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bibit kopi robusta klon BP 308 dengan pertumbuhan dan mutu bibit yang tinggi melalui perlakuan pupuk organik

Strategi Pemasaran Usaha Tani Kopi Terhadap Upaya Penguatan Pasar Produk Perkebunan Yang Berintegrasi Dengan Sektor Pariwisata Di Desa Gombengsari Setiap petani dan pelaku usaha