PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN ADMINISTRASI SEKOLAH BERBASIS
TEKNOLOGI
Proposal ini disusun dan diajukan untuk Memenuhi ujian tengah semester (UTS) pada
Mata kuliah manajemen Diklat
Dosen Pengampu Mata Kuliah:
Meylani A Tijow, S.Pd., M.Pd Etty Octaviani Manalu, S.Pd., M.Pd
Disusun Oleh:
Fany Angelita Simatupang (2022011124008)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS CENDERAWASIH
KOTA JAYAPURA
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga proposal pelatihan dengan judul "Penyusunan Laporan Administrasi Sekolah Berbasis Teknologi" ini dapat disusun dengan baik. Proposal ini kami susun sebagai bentuk rencana kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf administrasi sekolah dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam penyusunan laporan administrasi sekolah secara lebih efektif dan efisien.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, penggunaan teknologi dalam berbagai aspek manajemen sekolah menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan bagi peserta untuk menyusun laporan administrasi dengan tepat, cepat, dan sistematis melalui pemanfaatan berbagai perangkat lunak dan aplikasi berbasis teknologi.
Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan masukan dalam penyusunan proposal ini. Semoga pelatihan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi para peserta serta peningkatan mutu administrasi di sekolah. Demikian kata pengantar ini kami sampaikan, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kelancaran dan keberkahan dalam setiap langkah kita.
Jayapura, 24 Oktober 2024 Hormat saya
Fany Angelita Simatupang 2022011124008
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
DAFTAR TABEL...iv
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Tujuan Kegiatan...2
1.3 Manfaat Kegiatan...2
BAB II DESKRIPSI KEGIATAN...3
2.1 Model, Metode, dan Jenis Diklat...3
A. Model Diklat...3
B. Metode Diklat...4
C. Jenis Diklat...5
2.2 Peserta Kegiatan...6
2.3 Narasumber... 7
2.4 Susunan Kegiatan/Rundown Kegiatan...7
2.5 Materi Kegiatan Pelatihan...8
2.6 Analisa Pembiayaan Kegiatan...10
2.7 Pelaksanaan Kegiatan...10
BAB III PENUTUP...13
3.1 Kesimpulan... 13
3.2 Saran...13
DAFTAR PUSTAKA...14
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Susunan Kegiatan Pelatihan Penyusunan Laporan Administrasi Sekolah Berbasis
Teknologi... 9
Tabel 2. 2 Kerangka Program Diklat...11
Tabel 2. 3 Tabel Inventarisasi...12
Tabel 2. 4 Anggaran Biaya Diklat...13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu kebutuhan yang mendesak di era digital ini adalah penerapan teknologi dalam proses administrasi sekolah. Laporan administrasi yang sebelumnya disusun secara manual kini dapat ditingkatkan efisiensinya melalui sistem berbasis teknologi yang lebih akurat dan cepat. Penggunaan teknologi dalam penyusunan laporan administrasi memungkinkan pengelolaan data yang lebih sistematis, terintegrasi, dan meminimalisir kesalahan manusia.
Seiring dengan tuntutan regulasi dari pemerintah yang mengharuskan sekolah menyusun laporan berkala dengan format yang sesuai, adopsi teknologi menjadi solusi yang mendukung kepatuhan sekolah terhadap standar pelaporan.
Selain itu, teknologi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan data, baik keuangan, kehadiran, maupun prestasi siswa, sehingga memudahkan evaluasi dan pengambilan keputusan.
Namun, tidak semua sekolah siap untuk menerapkan teknologi dalam administrasi mereka. Kurangnya keterampilan dan pemahaman staf administrasi terhadap penggunaan perangkat lunak atau sistem teknologi menjadi salah satu kendala utama. Oleh karena itu, pelatihan penyusunan laporan administrasi sekolah berbasis teknologi menjadi langkah yang krusial untuk meningkatkan kompetensi staf dalam menghadapi tantangan ini.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali tenaga administrasi sekolah dengan keterampilan teknologi yang relevan, sehingga mereka dapat menyusun laporan dengan lebih efisien, akurat, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendukung transformasi sekolah menuju konsep "Smart School" yang memanfaatkan teknologi untuk semua aspek pengelolaan, termasuk administrasi.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sekolah dapat lebih siap mengadopsi teknologi dalam operasional mereka, menghemat sumber daya dan waktu, serta meningkatkan kualitas layanan administrasi yang lebih baik di masa depan.
1.2 Tujuan Kegiatan
1. Meningkatkan pemahaman peserta tentang perangkat lunak administrasi sekolah dan aplikasi manajemen data
2. Mengurangi kesalahan dalam penyusunan laporan administratif melalui penggunaan teknologi yang lebih akurat
3. Memastikan pelaporan yang sesuai dengan standar regulasi pendidikan dan lebih mudah diakses oleh pihak terkait
4. Memastikan pelaporan yang sesuai dengan standar regulasi pendidikan dan lebih mudah diakses oleh pihak terkait.
1.3 Manfaat Kegiatan
1. Peserta lebih memahami perangkat lunak administrasi sekolah dan aplikasi manajemen sekolah.
2. Melalui teknologi yang akurat akan mengurangi kesalahan dalam penyusunan administrasi sekolah sehingga menghasilkan laporan yang lebih valid dan terpercaya.
3. Laporan administratif sekolah yang disusun sesuai dengan standar regulasi Pendidikan dan mudah diakses oleh pihak terkait.
4. Laporan yang sesuai dengan standar regulasi pendidikan dan lebih mudah diakses oleh pihak terkait.
BAB II
DESKRIPSI KEGIATAN
2.1 Model, Metode, dan Jenis Diklat A. Model Diklat
Model Diklat yang digunakan dalam “Diklat Penyusunan Laporan Administrasi Sekolah Berbasis Teknologi” adalah Diklat Berbasis Kompetensi. Model ini berfokus pada pencapaian keterampilan yang dapat diukur dan dinilai secara spesifik, di mana tujuan utamanya adalah mengembangkan kompetensi praktis peserta dalam menyusun laporan administrasi sekolah berbasis teknologi. Diklat ini menekankan pada hasil (outcome) yang diharapkan dari peserta, yaitu keterampilan teknis dalam menggunakan perangkat lunak pengolah data serta aplikasi manajemen sekolah yang berbasis teknologi.
Karakteristik utama dari Diklat Berbasis Kompetensi adalah evaluasi kinerja berbasis praktik langsung. Setiap peserta dilatih untuk menguasai keterampilan tertentu melalui berbagai metode seperti ceramah, praktik langsung, studi kasus, dan simulasi.
Penilaian yang dilakukan tidak hanya mengukur pemahaman teoretis, tetapi juga kemampuan peserta dalam menerapkan teknologi untuk menyusun laporan secara akurat, efisien, dan sesuai dengan regulasi pendidikan. Setiap tahap diklat dilengkapi dengan evaluasi berkelanjutan, di mana peserta mendapatkan umpan balik dan kesempatan untuk memperbaiki keterampilan yang belum maksimal.
Diklat ini berlangsung dalam beberapa tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pada tahap persiapan, dilakukan identifikasi kebutuhan peserta serta persiapan logistik dan perangkat yang dibutuhkan. Tahap pelaksanaan mencakup penyampaian materi dan praktik langsung penggunaan perangkat lunak untuk penyusunan laporan. Pada tahap evaluasi, peserta dinilai berdasarkan hasil praktik mereka dalam menyusun laporan administrasi berbasis teknologi, dan mereka yang lulus akan diberikan sertifikat kompetensi.
Model Diklat Berbasis Kompetensi ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja, karena peserta akan mendapatkan keterampilan yang langsung bisa diterapkan dalam
pengelolaan administrasi sekolah. Selain itu, metode pembelajaran yang fleksibel memungkinkan peserta untuk belajar sesuai kemampuan dan kecepatan masing-masing, sementara evaluasi berkelanjutan memastikan bahwa setiap peserta benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan.
B. Metode Diklat
Metode yang digunakan adalah kombinasi dari beberapa pendekatan yang berorientasi pada keterampilan praktis peserta. Metode-metode tersebut dirancang untuk memfasilitasi pemahaman teori sekaligus mengasah kemampuan teknis peserta dalam menggunakan teknologi untuk penyusunan laporan administrasi.
Metode pertama adalah ceramah dan diskusi interaktif, di mana instruktur memberikan penjelasan mengenai pentingnya teknologi dalam administrasi sekolah, termasuk pengenalan perangkat lunak yang digunakan untuk menyusun laporan. Ceramah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep teknologi yang relevan dengan administrasi sekolah. Setelah materi disampaikan, peserta diajak berdiskusi untuk mendalami materi, sehingga mereka dapat memahami penerapannya secara langsung dalam konteks pekerjaan sehari-hari.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti praktik langsung, yang merupakan bagian inti dari metode pelatihan berbasis kompetensi ini. Dalam sesi praktik, peserta diarahkan untuk menggunakan aplikasi-aplikasi pengolah data seperti Microsoft Excel, Google Sheets, dan aplikasi manajemen berbasis teknologi. Melalui metode ini, peserta dapat langsung mengaplikasikan teori yang mereka pelajari untuk menyusun laporan administrasi secara tepat dan efisien.
Selain praktik langsung, digunakan juga metode studi kasus dan simulasi. Peserta diberikan kasus nyata yang berhubungan dengan administrasi sekolah dan diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut menggunakan perangkat teknologi yang telah diajarkan.
Dengan adanya studi kasus, peserta bisa mengidentifikasi tantangan dalam penyusunan laporan administrasi, dan belajar cara mengatasinya dengan menggunakan teknologi yang relevan.
Metode lain adalah evaluasi dan umpan balik. Pada tahap ini, hasil kerja peserta selama pelatihan dinilai berdasarkan beberapa indikator, seperti ketepatan penggunaan
aplikasi, akurasi laporan, dan kesesuaian dengan standar administrasi sekolah. Instruktur akan memberikan umpan balik yang konstruktif, sehingga peserta dapat memperbaiki kesalahan dan mengasah lebih jauh keterampilannya.
Metode-metode ini diintegrasikan secara sistematis untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menerapkan teknologi dalam administrasi sekolah secara efektif. Dengan pendekatan yang beragam ini, diklat diharapkan dapat menghasilkan peserta yang kompeten dan siap menghadapi tantangan teknologi dalam administrasi sekolah.
C. Jenis Diklat
Diklat ini dapat digolongkan sebagai Diklat Inisiasi (Induction Training), yang bertujuan memperkenalkan teknologi baru kepada peserta yang sebelumnya belum familiar dengan penggunaan perangkat lunak dalam administrasi sekolah. Bagi staf administrasi yang belum terbiasa dengan teknologi seperti Microsoft Excel, Google Sheets, atau aplikasi manajemen sekolah berbasis cloud, pelatihan ini memberikan pengenalan awal dan membekali mereka dengan pemahaman dasar tentang penggunaan alat-alat tersebut dalam penyusunan laporan administrasi.
Diklat ini juga merupakan Diklat Pengembangan Keterampilan (Skill Training), yang fokus utamanya adalah meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam menggunakan teknologi untuk keperluan administrasi. Melalui latihan langsung dan simulasi, peserta dilatih untuk menguasai aplikasi pengolah data dan sistem manajemen berbasis teknologi, yang memungkinkan mereka untuk menyusun laporan administrasi sekolah secara lebih efisien, akurat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dalam konteks ini, diklat berperan sebagai media peningkatan keterampilan profesional yang sangat diperlukan di era digital saat ini.
Selain itu, diklat ini dapat dikategorikan sebagai Diklat Penyegaran (Refresher Training). Bagi staf administrasi yang telah memiliki pengalaman dalam menyusun laporan administrasi sekolah, pelatihan ini berfungsi sebagai penyegaran keterampilan yang mereka miliki. Perkembangan teknologi yang terus berubah memerlukan pembaruan pengetahuan secara berkala, sehingga melalui pelatihan ini, peserta dapat mempelajari metode terbaru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk administrasi
sekolah. Dengan demikian, diklat ini memastikan bahwa staf administrasi tetap relevan dan terampil dalam menggunakan teknologi modern.
Diklat ini juga memiliki aspek Diklat Promosi (Promotional Training) bagi peserta yang berada di posisi manajerial, seperti kepala sekolah atau wakil kepala sekolah.
Pelatihan ini membantu mempersiapkan mereka untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar, termasuk dalam pengelolaan administrasi berbasis teknologi. Dalam peran mereka yang semakin tinggi, kemampuan untuk menggunakan teknologi administrasi dengan efisien dan efektif menjadi sangat penting. Diklat ini memberikan keterampilan yang diperlukan agar mereka dapat memimpin dengan baik dalam penerapan teknologi di seluruh aspek pengelolaan sekolah.
Pelatihan "Penyusunan Laporan Administrasi Sekolah Berbasis Teknologi" secara tepat dapat dikategorikan sebagai Job Training. Jenis pelatihan ini sangat relevan karena fokusnya pada keterampilan teknis yang diperlukan secara langsung dalam pelaksanaan tugas sehari-hari seorang administrator sekolah. Pelatihan ini akan membekali peserta dengan pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikan berbagai perangkat lunak atau aplikasi yang digunakan dalam pembuatan laporan, mulai dari pengumpulan data hingga penyajian informasi dalam format yang jelas dan menarik.
Selain itu, Job Training juga akan memberikan pemahaman mengenai standar dan format pelaporan yang berlaku, sehingga laporan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja mereka, serta menghasilkan laporan-laporan administrasi yang lebih akurat dan informatif.
2.2 Peserta Kegiatan
Peserta utama dalam diklat ini adalah staf administrasi sekolah yang bertanggung jawab atas penyusunan laporan administrasi sehari-hari, seperti laporan keuangan, inventaris, absensi siswa, serta kegiatan sekolah. Staf administrasi memerlukan keterampilan teknis untuk menggunakan perangkat lunak berbasis teknologi yang akan mempermudah mereka dalam menyusun laporan dengan cepat dan akurat. Mereka akan mendapatkan pelatihan yang langsung relevan dengan pekerjaan harian mereka, sehingga mampu bekerja lebih efisien dengan memanfaatkan teknologi modern.
2.3 Narasumber
Desy Anita Karolina Sembiring, S.Pd., M.Pd merupakan dosen S1 prodi manajemen Pendidikan universitas Cenderawasih. Beliau menempuh Pendidikan S1 di Universitas Cenderawasih dan menempuh Pendidikan S2 di Universitas Negeri Semarang.
2.4 Susunan Kegiatan/Rundown Kegiatan
Tabel 2. 1 Susunan Kegiatan Pelatihan Penyusunan Laporan Administrasi Sekolah Berbasis Teknologi
No Hari,Tanggal Waktu Materi Narasumber/Petugas
Hari Ke 1:
1 08.00 - 08.30 Registrasi Peserta Panitia
2 08.30 - 09.30 Pembukaan dan Sambutan Kaprodi Manajemen Pendidikan
3 09.30 – 10.30 Sesi 1 : Pengenalan Teknologi
dalam Administrasi Sekolah. Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
4 10.30 - 12.00 Sesi 2: Pengantar tentang Laporan Administrasi Berbasis Teknologi
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
5 12.00 - 13.00 ISHOMA Panitia
6 13.00 - 14.30 Sesi 3: Pengenalan Aplikasi Pengolah Data (Excel/Google Sheets)
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
7 14.30 -15.30 Sesi Tanya Jawab dan Diskusi Peserta 8 15.30 – 16.00 Refleksi Pertemuan hari 1
No Hari,Tanggal Waktu Materi Narasumber/Petugas
Hari Ke 2 :
1 08.00 - 09.30 Sesi 1: Pengenalan Sistem Manajemen Sekolah Berbasis Teknologi
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
2 09.30 – 12.00 Sesi 2: Praktik Penggunaan Sistem Manajemen Sekolah Berbasis Teknologi
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
3 12.00 - 13.00 ISHOMA
4 13.00 - 14.00 Sesi 3: Studi Kasus Penyusunan Laporan Administrasi Berbasis Teknologi
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
5 14.00 – 14.30 Ice Breaking Narasumber dan
Peserta
6 14.30 -15.30 Sesi Tanya Jawab dan Diskusi Narasumber dan Peserta
7 15.30 – 16.00 Refleksi Pertemuan hari 2
No Hari,Tanggal Waktu Materi Narasumber/Petugas
Hari Ke 3 :
1 08.00 - 09.30 Sesi 1: Monitoring dan Evaluasi Penyusunan Laporan Administrasi
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
2 09.30 – 10.00 Ice Breaking dan Tanya Jawab Narasumber dan Peserta
3 10.00 – 12.00 Sesi 2: Praktik Monitoring Menggunakan Aplikasi Web dan Mobile
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
4 12.00 – 13.00 ISHOMA
5 13.00 – 14.00 Sesi 3: Evaluasi Keseluruhan dan Umpan Balik dari Narasumber
Desy A.K Sembiring S.Pd., M.Pd.
6 14.00 – 15.30 Penutupan dan Pembagian Sertifikat
Narasumber dan Peserta
7 15.30 – 16.00 Foto Bersama dan Penyelesaian
Administrasi Narasumber dan
Peserta
2.5 Materi Kegiatan Pelatihan
Program Diklat : Pelatihan penyusunan laporan administrasi sekolah berbasis teknologi
Jumlah Jam : 30 Jam
Tujuan Program diklat: 1.Meningkatkan pemahaman peserta tentang perangkat lunak administrasi sekolah dan aplikasi manajemen data
2. Meningkatkan pemahaman tentang system manajemen sekolah berbasis teknologi 3. Mengurangi kesalahan dalam penyusunan laporan administratif melalui penggunaan teknologi yang lebih akurat
4. Memastikan pelaporan yang sesuai dengan standar regulasi pendidikan dan lebih mudah diakses oleh pihak terkait.
Tabel 2. 2 Kerangka Program Diklat
No Kelompok Materi Tataran Waktu
1 Dasar/umum Laporan administrasi sekolah berbasis teknologi
2 Jam 2 Pokok 1. Aplikasi pengolah data dan dokumen
dalam penyusunan laporan
2. Sistem manajemen sekolah berbasis teknologi
3. Praktik penyusunan laporan administrasi sekolah berbasis teknologi 4. Studi kasus dan monitoring menggunakan aplikasi web serta teknologi mobile untuk administrasi sekolah.
6 Jam 6 Jam 6 Jam 6 Jam
3 Penunjang Evaluasi dan Umpan balik 4 Jam
Total 30 Jam
Tabel 2. 3 Tabel Inventarisasi
No Inventarisasi mata diklat
Kelompok mata
tataran/jam
Umum Pokok Penunjang
1
Laporan administrasi sekolah
berbasis teknologi 2 Jam
2
Aplikasi pengolah data dan dokumen dalam penyusunan laporan
6 Jam
3
Sistem manajemen sekolah
berbasis teknologi 6 Jam
4
Sistem manajemen sekolah
berbasis teknologi 6 Jam
5
Studi kasus dan monitoring menggunakan aplikasi web serta teknologi mobile untuk
administrasi sekolah 6 Jam
6 Evaluasi dan Umpan balik 4 Jam
2.6 Analisa Pembiayaan Kegiatan Tabel 2. 4 Anggaran Biaya Diklat
No Nama Barang Jumlah
Barang
Satuan Harga
Satuan
Harga Total Seksi Sekretariat
1 Kertas A4 1 Rim Rp 60.000 Rp 60.000
2 Tinta Print 1 Botol Rp 150.000 Rp 150.000
3 Bolpoint 1 Kotak Rp 20.000 Rp 20.000
4 Envelope 1 Kotak Rp 50.000 Rp 50.000
5 Id Card Panitia 6 Pcs Rp 15.000 Rp 90.000
Total Pengeluaran Rp 370.000
Seksi Perlengkapan
1 Spanduk 1 2 Meter Rp 250.000 Rp 250.000
2 3
Total Pengeluaran Rp 250.000
Seleksi Konsumsi
1 Snack 3 hari 90 Kotak Rp 900.000 Rp 900.000
2 Makan Siang 3 90 Kotak Rp 2.250.000 Rp 2.250.000 3
Total Pengeluaran Rp 3.150.000
Pembiayaan belanjaa Honor
1 Narasumber 1 Orang Rp.300.000 Rp 300.000
Total Pengeluaran Rp 300.000
Total Keseluruhan Rp 4.070.000
2.7 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan diklat dimulai dengan registrasi peserta yang dilakukan sekitar 30 menit sebelum pelatihan dimulai. Panitia menyambut peserta dan memberikan materi pelatihan dalam bentuk digital, termasuk agenda kegiatan dan bahan yang akan dipelajari. Setelah seluruh peserta hadir dan terdaftar, diklat dibuka secara resmi dengan sambutan dari ketua panitia atau kepala sekolah. Sambutan ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi
dalam administrasi sekolah serta tujuan utama dari diklat, yaitu meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun laporan administrasi berbasis teknologi.
Setelah pembukaan, sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi oleh narasumber. Pada tahap awal, peserta diberikan *pengenalan teknologi dalam administrasi sekolah*, yang mencakup konsep dasar serta manfaat penggunaan teknologi dalam pekerjaan administratif sehari-hari. Narasumber menggunakan proyektor untuk menampilkan slide presentasi yang menjelaskan bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan akuntabilitas laporan administrasi sekolah. Setelah ceramah interaktif, peserta diajak berdiskusi mengenai kendala-kendala yang mereka hadapi dalam penyusunan laporan saat ini. Diskusi ini membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, sekaligus mengidentifikasi masalah yang akan diatasi dengan penerapan teknologi.
Berlanjut ke sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan aplikasi pengolah data, seperti Microsoft Excel atau Google Sheets. Narasumber memberikan pelatihan langsung tentang cara menggunakan aplikasi ini untuk menyusun laporan keuangan, absensi, dan inventaris sekolah. Peserta diajak untuk langsung mencoba beberapa fitur dasar dan lanjutan, seperti penggunaan rumus, pembuatan tabel, grafik, dan penyajian data. Setiap peserta diberikan contoh studi kasus berupa data fiktif yang harus mereka olah menggunakan aplikasi tersebut.
Pada tengah hari, peserta diberi waktu istirahat untuk makan siang dan saling berinteraksi secara informal. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lebih mendalam tentang *sistem manajemen sekolah berbasis teknologi*. Peserta diperkenalkan kepada aplikasi berbasis cloud seperti Google Workspace atau Microsoft 365, yang memungkinkan mereka mengelola data secara online dan berkolaborasi dengan kolega. Narasumber juga membahas pentingnya keamanan data dan bagaimana menjaga privasi informasi administrasi sekolah.
Setelah itu, peserta melanjutkan dengan sesi praktik penyusunan laporan administrasi sekolah berbasis teknologi. Pada sesi ini, peserta diberikan lebih banyak waktu untuk berlatih menyusun laporan administrasi sesuai data yang disediakan.
Narasumber dan fasilitator mendampingi peserta, memberikan bimbingan saat mereka mempraktikkan penggunaan perangkat lunak. Peserta diminta menyusun laporan
keuangan sekolah berdasarkan skenario tertentu dan mempresentasikan hasil kerja mereka kepada kelompok lain.
Di akhir hari, diadakan evaluasi dan umpan balik. Narasumber memberikan penilaian terhadap hasil kerja peserta, baik secara teknis maupun kesesuaian dengan standar administrasi. Umpan balik diberikan secara personal kepada setiap peserta agar mereka bisa memperbaiki kekurangan dan meningkatkan keterampilan mereka. Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada peserta yang telah menyelesaikan diklat.
Sertifikat ini sebagai tanda pengakuan atas kemampuan mereka dalam menyusun laporan administrasi sekolah berbasis teknologi.
Sebagai penutup, peserta dan narasumber berfoto bersama untuk mengabadikan momen pelatihan tersebut. Dengan berjalan sesuai rencana, diklat ini berhasil memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta dalam memanfaatkan teknologi untuk penyusunan laporan administrasi sekolah. Pelatihan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung yang aplikatif dalam konteks administrasi sekolah sehari-hari.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Diklat Penyusunan Laporan Administrasi Sekolah Berbasis Teknologi dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan praktis staf administrasi sekolah, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan lainnya dalam menyusun laporan administrasi yang lebih efisien dan akurat melalui pemanfaatan teknologi informasi. Perkembangan teknologi yang pesat menuntut institusi pendidikan untuk mengadopsi cara kerja yang lebih modern, termasuk dalam pengelolaan administrasi. Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan peserta dapat berkontribusi lebih baik dalam pengelolaan administrasi sekolah, meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi dalam penyusunan laporan. Implementasi teknologi dalam administrasi sekolah tidak hanya mempermudah pekerjaan sehari-hari, tetapi juga membantu sekolah dalam mematuhi regulasi yang berlaku serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan.
3.2 Saran
Sebagai saran, agar hasil dari Diklat Penyusunan Laporan Administrasi Sekolah Berbasis Teknologi dapat diterapkan secara optimal, sekolah diharapkan mengadakan pelatihan serupa secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk memperbarui keterampilan staf seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Selain itu, sekolah perlu meningkatkan dukungan infrastruktur teknologi, seperti menyediakan akses internet yang stabil dan perangkat lunak yang memadai, sehingga penerapan teknologi dalam administrasi dapat berjalan dengan lancar. Evaluasi berkala juga sangat disarankan untuk memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh peserta dalam diklat ini diterapkan secara efektif dalam operasional sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Akrani, G. (2009). Types of Training: Meaning and Importance of Training. Kalyan City Life.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Daryanto. (2016). Administrasi Pendidikan. Jakarta: Gava Media.
Hamalik, O. (2012). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjana, N. (2011). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Mulyasa, E. (2013). Manajemen Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Suyanto, W. (2017). Manajemen Berbasis Sekolah: Strategi Baru Pengelolaan Sekolah di Era Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.