PROPOSAL
PRAKTIKUM MOKA
KELOMPOK 1
LATAR
BELAKANG
Produksi bambu di Indonesia telah mencapai lebih dari satu juta batang, dengan variasi jenis bambu yang terdiri dari 38 jenis introduksi dan 122 jenis lokal.
(BPS, 2016)
Bambu merupakan bahan berlignoselulosa yang berpotensi besar sebagai substitusi kayu karena pertumbuhannya yang cepat, dengan masa panen hanya 3-6 tahun.
Bambu sangat cocok untuk dijadikan produk komposit, baik untuk keperluan struktural maupun non-struktural.
Produk Komposit
Papan Komposit
(Strand Bambu)
Papan komposit struktural biasanya terbuat dari strand dengan dimensi memanjang, tidak lebar dan tipis.
Penelitian (Adrin, 2014) menunjukan bahwa papan komposit dari bahan berupa strand bambu memiliki sifat fisik dan mekanis jauh lebih baik dibandingkan dengan bahan kayu.
Sifat-sifat yang berpengaruh pada papan partikel
• Berat jenis
• Ukuran strand
• Perlakuan pendahuluan
• Jenis kadar perekat
• Struktur lapisan
• Parameter pengempaan
• Kadar air
• Kerapatan papan
Bambu juga juga memiliki kadar zat ekstraktif yang tergolong tinggi dibandingkan kayu sehingga perlu dilakukan perlakuan pendahuluan terhadap strand berbahan dasar bambu.
TUJUAN PENELITIAN
Menganalisis karakteristik sifat-
sifat akhir pada strand bambu
Menganalisis karakteristik sifat-
sifat akhir pada strand bambu
1 2
WAKTU DAN TEMPAT
Waktu pelaksanaan pada bulan februari –
Mei 2024
Tempat di Gedung Laboratorium Teknik 5,
Laboratorium Rekayasa Hutan Tropika lantai 1,
Institut Teknologi Sumatera.
ALAT DAN BAHAN
Bambu betung umur >4 tahun
Autoclave Mesin Chruscher
Pisau/golok
08
Oven
Timbangan digital & analitik
07
05 06
03 04
01 02
Caliper digital Plastik clip
TAHAPAN PENELITIAN
Pembuatan Strand Bambu Karakteristik Kerapatan
Strand Bambu Pengujian Kekuatan Tarik Strand Bambu
Penentuan Fourier Transform
Infrared (FTIR) Pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA)
01 02 03
04 05
Pembuatan Strand Bambu
Bahan baku berupa bambu betung diubah menjadi strand dengan ukuran (70 x 25 x 0,5) mm3
Strand yang telah dimodifikasi kemudian dikering udarakan selama satu minggu untuk mencapai kadar air (KA) kesetimbangan.
strand dioven pada suhu 60-80 ◦C selama 3 hari untuk mencapai KA di bawah 5%.
Strand yang telah mencapai kadar air dibawah 5%
kemudian diberikan perlakuan steam pada suhu 115 ◦C dengan waktu 1 jam dan 2 jam.
Karakteristik Kerapatan
Pengujian kekuatan tarik strand
Pengujian uji tarik strand dilakukan dengan menggunakan mesin Universal Testing Machine (UTM).
Pengujian uji tarik dilakukan untuk mengukur kekuatan tarik maksimum pada srand bambu.
Pengujian dilakukan menggunakan standar ASTM D3039.
Ukuran load 50kN dengan kecepatan 2mm/menit
Penentuan Fourier Transform Infrared (FTIR)
Pengujian fourier transform infrared dilakukan mengidentifikasi komponen kimia dan memahami struktur selulosa, hemiselulosa, lignin pada strand.
Pengujian mengacu pda standar ASTM E1252.
Pengujian dilakukan menggunakan panjang gelombang untuk selulosa: 400-4000 cm, hemiselulosa: 4000-400 cm, lignin: 2,5-25 mikron.
Pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA)
Pengujian Thermogravimetric Analysis mengacu pada standar SNI 01-7207-2006.
Sampel digiling dan disaring menggunakan mesh dengan ukurang 60-100 mesh.
Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Besaran Dana
1 Bahan habis pakai (bambu, aquades, amplas, dll)
150.000
2 Biaya transportasi 100.000
3 Biaya lainnya (pembuatan strand) 220.000
Jumlah 470.000