STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI, ALAT KESEHATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI PADA SAAT LISTRIK PADAM
No Dokumen: 2678 No Revisi: 0 Halaman: 1 dari 2
Tanggal terbit: 10 Maret
2022 Ditetapkan oleh Direktur
Utama Dr. H. Mohammad
Komarudi, SP. A NBM:
1.066.955 Pengertian
1. Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetik
2. Alat kesehatan adalah instrument, apparatus, mesin dana tau implant yang tidak
mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dana tau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
3. Bahan Medis Habis Pakai adalah alat kesehatan yang ditujukan untuk penggunaan sekali pakai (single use) yang daftar produknya diatur dalam peraturan perundang-undangan.
4. Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai pada saat listrik padam adalah tata cara penyimpanan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai pada saat listrik di semua unit yang menyimpan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai padam.
Tujuan
Menjamin kualitas sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang tersedia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Kebijakan
Sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai pada saat listrik padam harus tetap terjamin stabilitasnya sesuai dengan persyaratan suhu penyimpanan dari masing- masing sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai sesuai dengan Peraturan Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Nomor
2066/SK.3.2/1/2022 tentang Pedoman Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Prosedur
5. Petugas farmasi seluruh petugas di unit yang menyimpan obat melakukan pemeriksaan suhu sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang disimpan pada saat terjadi pemadaman arus listrik.
6. Petugas tidak boleh membuka pintu lemari pendingin kecuali akan mengambil sediaan farmasi
7. Petugas memastikan suhu lemari pendingin masih diantara 2-8°C dan suhu ruangan
<30°C.
8. Petugas segera menghubungi bagian pemeliharaan untuk menghidupkan genset apabila aliran listrik genset belum sampai pada unitnya.
9. Apabila suhu lemari pendingin mendekati 8°C petugas memasukkan cold pack secukupnya.
10. Apabila target suhu tetap tidak dapat dicapai, petugas melakukan evakuasi sediaan farmasi dengan memindahkan ke lemari pendingin unit lain yang tidak terjadi pemadaman listrik.
Unit Terkait
11. Unit Logistik Farmasi 12. Unit Farmasi rawat jalan 13. Unit Farmasi rawat inap
14. Unit lain yang menyimpan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai
PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI, ALAT
KESEHATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI PADA
SAAT LISTRIK PADAM
No Dokumen : 2678 No Revisi : 0 Halaman 1 dari 2
Tanggal Terbit 10 Maret 2022
Ditetapkan oleh Direktur Utama
Dr. H. Mohammad Komarudi, SP. A NBM: 1.066.955,
STANDAR PROSEDUR OPERASIONA
L
Tanggal terbit Ditetapkan
Direktur Utama
dr. Muhammad Komarudin, Sp.A NBM: 1.066.955
Pengertian 1. Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetik 2. Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang
tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
3. Bahan Medis Habis Pakai adalah alat kesehatan yang ditujukan untuk penggunaan sekali pakai (single use) yang daftar produknya diatur dalam peraturan perundang-undangan.
4. Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai pada saat listrik padam adalah tata cara penyimpanan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai pada saat listrik di semua unit yang menyimpan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai padam.
Tujuan Menjamin kualitas sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang tersedia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Kebijakan Sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai pada saat listrik padam harus tetap terjamin stabilitasnya sesuai dengan persyaratan suhu penyimpanan dari masing-masing sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai sesuai dengan Peraturan Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Nomor 2066/SK.3.2/1/2022 tentang Pedoman Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Prosedur 1. Petugas farmasi seluruh petugas di unit yang menyimpan obat melakukan pemeriksaan suhu sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang disimpan pada saat terjadi pemadaman arus listrik.
2. Petugas tidak boleh membuka pintu lemari pendingin kecuali akan mengambil sediaan farmasi
3. Petugas memastikan suhu lemari pendingin masih diantara 2-8°C dan suhu ruangan <30°C.
4. Petugas segera menghubungi bagian pemeliharaan untuk menghidupkan genset apabila aliran listrik genset belum sampai pada unitnya.
5. Apabila suhu lemari pendingin mendekati 8°C petugas memasukkan cold pack secukupnya.
6. Apabila target suhu tetap tidak dapat dicapai, petugas melakukan evakuasi sediaan farmasi dengan memindahkan ke lemari pendingin unit lain yang tidak terjadi pemadaman listrik.
Unit Terkait 1. Unit Logistik Farmasi 2. Unit Farmasi rawat jalan 3. Unit Farmasi rawat inap
4. Unit lain yang menyimpan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai