• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Sterilisasi dan Pembuatan Injeksi

N/A
N/A
Sukma Ayu

Academic year: 2025

Membagikan "Prosedur Sterilisasi dan Pembuatan Injeksi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Alat Cara sterilisiasi

Tutup vial Autoklaf

Vial Oven

Ampul autoklaf

Mortir dan stamper Dibakar dengan alcohol

Papan kaca Oven

Flakon Oven

Kertas saring Autoklaf

Inkas Formalin

Spuit Dibakar dengan alkohol

Pinset Oven

Bunsen -

Beakerglass Oven

Gelas ukur Oven

Tabung reaksi Oven

Kaca arloji Oven

Aminofilin -

Penicillin G -

NaCl -

Oleum cocos Oven

Alumunium monostearate -

Media thioglikolat Autoklaf

3.2 Cara kerja

A. PEMBUATAN INJEKSI AMINOFILIN

1. Siapkan lalu sterilkan bahan dan alat yang akan digunakan serta menimbang bahan

2. Masukkan aminofillin ke dalam beaker glass lalu tambahkan air aduk ad larut

3. Tambahkan NaCl aduk ad larut 4. Tambahkan sisa aquadest ad 12 ml

5. Kemudian saring dengan kertas saring. Tetesan pertama dibuang setelah itu tamping kedalam beaker glass

6. Masukkan kedalam ampul 10 ml dilebihkan 0,5

7. Lakukan sterilisasi akhir dengan autoklaf pada suhu 121°C dalam waktu 15 menit

8. Lalu lakukan uji kebocoran

(2)

B. PEMBUATAN INJEKSI PENICILIN G 1. Lakukan kalibrasi vial

2. Menyiapkan dan mensterilkan bahan dan alat yang akan digunakan serta menimbang bahan

3. Sterilkan oleum cocos pada oven

4. Sterilkan mortir dengan cara dibakar dengan alkohol 5. masukkan alumunium stearat kedalam mortir aduk ad larut

kemudian tambahkan oleum cocos secukupnya aduk ad larut 6. Masukkan penicillin kemudian tambahkan oleum cocos aduk ad

homogen

7. Tambahkan sisa oleum cocos ad 10,7 ml 8. Masukkan kedalam vial

C. UJI STERILITAS DENGAN MEDIA THIOGLIKOLAT

1. Siapkan 4 tabung reaksi yang sudah disterilisasi dengan autoklaf dan masukkan media thioglikulat sebanyak 2 ml

2. Menyiapkan 4 media didalam inkas tersebut untuk uji sterilitas ( beri label untuk membedakan maing-masing):

 Kontrol negatif ( hanya berisi media)

 Kontrol ruang ( dibuka selama proses pembuatan sampel dan jika sampel sudah selesai ditutup kembali)

 Kontrol sampel injeksi aminofilin

 kontrol sampel injeksi procain penicillin G

3. Mensterilkan ke 4 media dengan autoklaf dan ditempeli kertas indikator

4. Inkubasi dan mencatat hasil uji media selama rentang waktu 7 hari

(3)

A. Kemasan injeksi aminofillin

B. BROSUR

INJEKSI AMINOPHILLIN Aminophillin 2,4%

Aquadest steril 10 ml INDIKASI

Meredakan gejala gangguan pernapasan akibat asma, emfisema, bronkitis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

KONTRAINDIKASI

Hati-hati pada penggunaan pada pasien dengan penyakit

jantung,hipertensi, hipertiroid, ulkus lambung, epilepsi, lanjut usia,

(4)

gangguanhati, kehamilan, dan menyusui.

EFEK SAMPING

Denyut jantung meningkat, berdebar-debar, mual-muntah, gangguan saluran cerna lainnya, sakit kepala, gangguan tidur, gangguan irama jantung, kejang. Mungkin muncul reaksi alergi terhadap

etildiaminseperti kemerahan, gatal dan dermatitis.

DOSIS

Melalui suntikan

intravena :Serangan asma berat : 250-500mg, dengan perlahan selama 20 menit sambil monitoring ketat.

Anak : 5mg/kgBBSerangan akut pada penyakit paru obstruktif kronik :500mikrogram/kgBB per jam. Anak 6 bulan – 9 tahun : 1mg/kgBB per jam. Anak 10-16 tahun : 800 mikrogram/kgBB perjam.

CARA PENYIMPANAN

Simpan dibawah suhu 15-25ºC dalam wadah tertutup rapat BENTUK SEDIAAN

Injeksi Kemasan 4 ampul @ 2 ml Penyimpanan :

Hindari penyimpanan pada tempat yang terkena sinar matahari langsung. Simpan pada suhu 15-30°C

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

(5)

C. ETIKET

APOTEK SETIA BUDI Jl letjend sutoyo Telp(078654)

Apoteker : kelompok 1 SIA : E

No .1E tgl

INJEKSI AMINOPHILLIN OBAT LUAR 3.4 KEMASAN, BROSUR, ETIKET

A. KEMASAN INJEKSI PENICILLIN G

(6)

B. BROSUR

INJEKSI PROCAIN PENICILLIN G Procain penicillin G 2,5 mg

Al. Monostearat 20 ml Ol.Cocos 10 ml INDIKASI

Infeksi tenggorokan, otitis media, streptokokus endokarditis, meningokokus meningitis, pneumonia

KONTRAINDIKASI

Hipersensitivitas terhadap Penicillin EFEK SAMPING

(7)

ATURAN PAKAI

Diinjeksikan secara intramuskular Dewasa: 600.000-1.000.000 IU per hari Anak dengan BB <27 kg: 300.000 IU per hari.

Anak dengan berat badan (BB) 227 kg: 600.000- 1.000.000 IU per hari.

CARA PENYIMPANAN

Simpan dibawah suhu 15-30ºC dalam wadah tertutup rapat BENTUK SEDIAAN

Injeksi Kemasan

4 ampul @ 10 ml

Penyimpanan

Hindari penyimpanan pada tempat yang terkena sinar matahari langsung. Simpan pada suhu 15-30°C

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

C. ETIKET

APOTEK SETIA BUDI Jl letjend sutoyo Telp(078654)

Apoteker : kelompok 2

(8)

SIA : E

No .1E tgl

INJEKSI PROCAIN PENICILLIN G OBAT LUAR

Referensi

Dokumen terkait

Tugas Akhir dengan judul ANALISIS PROSES PEMBUATAN DAN PENILAIAN PRODUK TOOL BOX STERILISASI ALAT MEDIS telah diuji dan dipertahankan dihadapan Dewan penguji Tugas

Metode desain dan pembuatan cetak plastik adonan donat kapasitas 30 produk/jam dengan sistem injeksi meliputi: survey dimensi donat di pasaran, penentuan pemuaian adonan

Metode desain dan pembuatan cetak plastik adonan donat kapasitas 30 produk/jam dengan sistem injeksi meliputi: survey dimensi donat di pasaran, penentuan pemuaian adonan

Pembuatan medium percobaan ini dengan menggunakan NA (nutrient agar), dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu dengan cara menimbang bahan yang akan digunakan

10. Peralatan yang akan di desinfeksi tingkat tinggi dengan cara dikukus / rebus, atau di sterilisasi di dalam autoclave / oven panas kering, tidak perlu dikeringkan dulu sebelum proses sterilisasi

Sebagian besar media sangat terpengaruh oleh pemanasan yang berlebihan, tetapi sterilisasi menggunakan autoklaf adalah cara yang paling memuaskan untuk sterilisasi

Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat membuat berbagai macam media dan mengerjakan sterilisasi alat dan dapat melakukan pensterilan alat dengan berbagai metode.x` METODOLOGI

Dokumen ini berisikan persyaratan kajian teknis pembuangan air limbah ke formasi tertentu dengan cara