Pamali
Karya Andhika Afifah Nurjannah
Keramat masih tersemat pada jantung hijau, Bersemayam disana jiwa-jiwa warga dalam percaya,
Menjaga apa yang arif dan sebuah bijaksana,
“jangan ditebang!!” kata mereka.
Keramat tersemat pada pintu-pintu rumah mereka Berdiam apa yang menjadi percaya
Menjaga apa yang arif dan berharap laku oleh seorang jaka,
“jangan duduk disana!”, kata mereka
Keramat masih ada pada cakrawala sebelum ditinggal matahari pada pusara, Menggenggam apa yang masih mereka percaya,
Sebagai tuntunan agama, sebagian? Arif yang bijaksana
“jangan keluar!”, kata mereka Pamali!
Yang arif dan masih mereka percaya, Yang arif,
Cara menjaga bumi moyangnya
Pamali
Karya Andhika Afifah Nurjannah
Keramat masih tersemat pada jantung hijau, Bersemayam disana jiwa-jiwa warga dalam percaya,
Menjaga apa yang arif dan sebuah bijaksana,
“jangan ditebang!!” kata mereka.
Keramat tersemat pada pintu-pintu rumah mereka Berdiam apa yang menjadi percaya
Menjaga apa yang arif dan berharap laku oleh seorang jaka,
“jangan duduk disana!”, kata mereka
Keramat masih ada pada cakrawala sebelum ditinggal matahari pada pusara, Menggenggam apa yang masih mereka percaya,
Sebagai tuntunan agama, sebagian? Arif yang bijaksana
“jangan keluar!”, kata mereka Pamali!
Yang arif dan masih mereka percaya, Yang arif,
Cara menjaga bumi moyangnya