Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Kuala Kapuas yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
1. Nama lengkap : JAYA ALIAS BUSU ANAK DARI PENGAN;
2. Tempat lahir : Sei Hanyo;
3. Umur / Tanggal lahir : 30 Tahun / 5 Maret 1993;
4. Jenis kelamin : Laki-laki;
5. Kebangsaan : Indonesia;
6. Tempat tinggal di : Desa Sei Hanyo RT 003 Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah;
7. Agama : Hindu;
8. Pekerjaan : Wiraswasta;
Terdakwa ditangkap pada tanggal 26 Juli 2023;
Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik sejak tanggal 27 Juli 2023 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2023;
2. Perpanjangan Penuntut Umum sejak tanggal 16 Agustus 2023 sampai dengan tanggal 24 September 2023;
3. Perpanjangan pertama Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kapuas sejak tanggal 25 September 2023 sampai dengan tanggal 24 Oktober 2023;
4. Perpanjangan kedua Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kapuas sejak tanggal 25 Oktober 2023 sampai dengan tanggal 23 November 2023;
5. Penuntut Umum sejak tanggal 23 November 2023 sampai dengan tanggal 12 Desember 2023;
6. Majelis Hakim sejak tanggal 11 Desember 2023 sampai dengan tanggal 9 Januari 2024;
7. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kapuas sejak tanggal 10 Januari 2024 sampai dengan tanggal 9 Maret 2024;
8. Perpanjangan pertama Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya sejak tanggal 10 Maret 2024 sampai dengan tanggal 8 April 2024;
9. Perpanjangan kedua Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya sejak tanggal 9 April 2024 sampai dengan tanggal 8 Mei 2024;
Halaman 1 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum Ismail, S.H., William Than Singai, S.H., Anwar Firdaus, S.H., Para Advokat/Penasihat Hukum Dari Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Palangka Raya yang berdomisili di Jalan Keruing Gang Mahoni Nomor 113 Kapuas serta Februase Pungkal Nuas Kunum, S.H. Advokat/Pengacara pada Lembaga Bantuan Hukum dan Perlindungan Konsumen PENGAYOM CAKRAWALA yang beralamat di Jalan A. Yani Nomor 84 RT 008 Kelurahan Selat Hilir Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Penetapan Penunjukan Nomor 235/Pen.Pid.B/2023/PN Klk tanggal 20 Desember 2023;
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kapuas Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk tanggal 11 Desember 2023 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk tanggal 11 Desember 2023 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa JAYA Alias BUSU anak dari PENGAN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
“pembunuhan secara berencana” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan Primair Penuntut Umum;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa JAYA Alias BUSU anak dari PENGAN oleh karena itu dengan pidana MATI;
3. Menetapkan agar terdakwa tetap ditahan di Rutan;
4. Memerintahkan agar barang bukti berupa:
- 1 (satu) Unit Sepeda motor merk Yamaha Jupiter MX warna merah tanpa nopol
Dirampas untuk negara;
- 1 (satu) buah mandau dengan kumpang warna coklat.
- 1 (satu) lembar celana pendek warna hitam yang berlumuran darah
Halaman 2 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- 1 (satu) Lembar celana panjang warna biru yang berlumurean darah
- 1 (satu) lembar Baju kaos warna hitam yang berlumuran darah Dirampas untuk dimusnahkan
5. Membebankan biaya perkara kepada negara.
Setelah mendengar pembelaan Penasihat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menerima Pembelaan Terdakwa atas nama JAYA Alias BUSU Anak Dari PENGAN untuk seluruhnya;
2. Menghukum Terdakwa atas nama JAYA Alias BUSU Anak Dari PENGAN dengan hukuman yang seringan-ringannya;
3. Menetapkan biaya perkara menurut hukum;
Setelah mendengar pembelaan Terdakwa yang diajukan secara lisan pada pokoknya memohon keringanan hukuman dengan alasan Terdakwa mengakui menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi;
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutannya;
Setelah mendengar Tanggapan Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pada pembelaannya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan dengan Nomor Register Perkara PDM-116/Eoh.2/Kpuas/1123 tanggal 11 Desember 2023 sebagai berikut:
PRIMAIR
Bahwa terdakwa JAYA Alias BUSU anak dari PENGAN, pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekira pukul 17.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Juli tahun 2023 atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih dalam tahun 2023, bertempat di Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Kuala Kapuas yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri, sehingga merupakan beberapa kejahatan, perbuatan mana dilakukan terdakwa sebagai berikut:
Berawal pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekira pukul 16.00 WIB terdakwa datang ke lokasi tambang emas di Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas untuk bekerja menambang namun saat
Halaman 3 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tiba dilokasi tambang, terdakwa melihat alat tambang miliknya yang tadi nya hilang tiba-tiba kembali ada di lokasi tersebut sehingga terdakwa mengira bahwa alat tambang milik terdakwa tersebut sengaja disembunyikan oleh para penambang lain agar terdakwa tidak dapat bekerja. Hal tersebut menimbulkan rasa jengkel pada diri terdakwa dan menimbulkan keinginan di hati terdakwa untuk menghilangkan nyawa orang-orang yang terdakwa curigai telah mengambil alat tambang milik terdakwa tersebut diantaranya adalah korban Jonyos Iking.
Kemudian terdakwa mengurungkan tujuannya untuk bekerja menambang dan kembali ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis Mandau milik terdakwa lalu pergi ke rumah korban Jonyos Iking yang berada di Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sesampainya di rumah korban Janyos Iking, terdakwa langsung masuk ke dalam rumah korban Janyos Iking sambil membawa senjata tajam jenis Mandau untuk mencari korban Janyos Iking yang ternyata saat itu sedang di ayunan diruang Tengah rumah dan karena saat itu korban Janyos Iking menyadari kedatangan terdakwa yang dalam keadaan marah sambil membawa Mandau maka korban Janyos Iking berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju pintu depan rumah namun terdakwa mengejar korban Jonyos Iking sambil menebaskan Mandau yang dipegangnya ke bagian punggung belakang, perut dan leher korban Jonyos Iking secara berulang kali hingga mengakibatkan tubuh korban Jonyos Iking tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Jonyos Iking sudah tidak bergerak kemudian terdakwa masih merasa ada orang lain lagi yang ikut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga terdakwa memutuskan untuk mencari dan menghilangkan nyawa orang tersebut menurut perkiraan terdakwa lokasi tambang orang tersebut tidak jauh dari rumah kakak terdakwa.
Selanjutnya terdakwa pergi dari rumah korban Jonyos Iking menuju ke rumah kakak terdakwa untuk mengambil sepeda motor miliknya lalu mengendarai motor tersebut menuju ke lokasi tambang yang dimaksud dan disana terdakwa bertemu dengan korban Didi Mansur yang terdakwa curigai sebagai orang yang turut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga kemudian terdakwa langsung mendatangi korban Didi Mansur yang saat itu sedang bekerja menambang emas lalu menebaskan Mandau yang dibawanya ke arah badan dan leher korban Didi Mansur secara berulang kali yang mengakibatkan korban Didi Mansur tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Didi Mansur sudah tidak bergerak
Halaman 4 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
kemudian terdakwa masih merasa ada orang lain lagi yang ikut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga terdakwa memutuskan untuk mencari dan menghilangkan nyawa orang tersebut dengan cara berjalan ke lokasi tambang yang jaraknya sekitar kurang lebih 200 (dua ratus) meter dari lokasi tambang korban Didi Mansur.
Kemudian dilokasi tersebut terdakwa melihat ada korban Yanto Alias Anto sedang melakukan kegiatan penambangan lalu terdakwa menghampiri korban Yanto Alias Anto dan langsung menebaskan Mandau yang dibawanya kearah punggung bagian belakang dan leher korban Yanto Alias Anto secara berkali-kali yang mengakibatkan tubuh korban Yanto Alias Anto tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Yanto Alias Anto sudah tidak bergerak kemudian dari kejauhan terdakwa melihat saksi Dohong yang saat itu sedang bekerja menambang di aliran Sungai Ingus Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Kemudian terdakwa langsung menghampiri saksi Dohong lalu menusukkan Mandau yang dipegangnya ke arah pinggang sebelah kiri saksi Dohong sebanyak 1 (satu) kali. Kemudian terdakwa kembali hendak membacokkan mandaunya ke tubuh saksi Dohong namun saksi Dohong berhasil melarikan diri dengan cara berlari menuju Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas untuk meminta pertolongan dengan pengendara motor yang kebetulan sedang melintas dijalan tersebut. Selanjutnya terdakwa kembali ke lokasi tambang korban Didi Mansur untuk mengambil motor miliknya lalu melarikan diri dengan mengendarai motornya kearah Palangkaraya.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Jonyos Iking meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor : 99/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 24 tahun, postur tubuh tinggi, kulit sawo matang, rambut pirang lurus pendek
2. Pada leher bagian belakang ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 8 cm, lebar 2 cm, dalam 3 cm, pada leher bagian depan smapa ke bagian dada ditemukan luka bacok dengan ikuran Panjang 30 cm, lebar 10 cm, dalam 5 cm
3. Pada dahi sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 15 cm, lebar 3cm, dalam 1 cm
Halaman 5 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4. Pada perut bagian atas ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 1,5 cm, lebar 1 cm, dalam 3 cm, pada perut bagian bawah sebelah kirim ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 2cm, lebar 1 cm, dalam 5cm 5. Pada bahu belakang sebelah kanan ditemukan dua buah luka bacok dengan ukuran pertama Panjang 11 cm, lebar 4 cm, dalam 2 cm ukuran luka kedua Panjang 9 cm, lebar 4 cm, dalam 1,5 cm, pada siku sebelah kanan ditemukan dua buah luka bacok dengan ukuran pertama Panjang 11 cm, lebar 7cm, dalam 3cm, ukuran luka kedua Panjang 10cm, lebar 7 cm, dalam 2cm, pada lengan bawah sebelah kanan ditemukan luka robek dengan ukuran Panjang 12cm, lebar 4 cm, dalam 4 cm, pada punggung tangan sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 6cm, lebar 2cm, dalam 0,5 cm, ditemukan luka bacok di lengan atas sebelah kiri dengan ukuran Panjang 6 cm, lebar 1,5 cm, dalam 0,5cm.
6. Pada lutut kaki sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 3 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
7. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Didi Mansur meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor : 98/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 48 tahun, postur tubuh sedang, kulit sawo matang, rambut hitam ikal pendek
2. Pada leher sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 17 cm, lebar 8 cm, dalam 7 cm.
3. Pada pelipis sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 3 cm, dalam 0,3 cm, pada rahang bawah sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 4 cm, dalam 4 cm, apda pipi sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 2 cm, dalam 1,5 cm.
4. Pada punggung sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 7 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
5. Pada pinggang sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 8 cm, lebar 1,5 cm, dalam 0,5 cm, pada pinggang bagian Tengah ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 24 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm
Halaman 6 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
6. Pada lengan atas sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 9 cm, lebar 2,5 cm, dalam 3 cm, pada lengan bawah sebelah kiri ditemukan tiga buah luka bacok dengan ukuran luka pertama Panjang 8 cm, lebar 4 cm, dalam 2 cm, ukuran luka kedua Panjang 5 cm, lebar 2 cm, dalam 1 cm, ukuran luka ketiga Panjang 4 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
7. Pada betis kaki sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 7 cm, dalam 0,5 cm, ditemukan luka bacok dipunggung kaki sebelah kanan sampai ke telapak kaki sebelah kanan dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 1 cm, dalam 2 cm.
8. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Yanto Alias Anto meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor: 100/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 43 tahun, postur tubuh tinggi, kulit sawo matang, rambut hitam ikal Panjang.
2. Pada leher bagian belakang ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 28 cm, lebah 8 cm, dalam 7 cm
3. Pada punggung badan sebelah kanan ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 2 cm, dalam 3 cm.
4. Pada punggung tangan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 10 cm, dalam 3 cm, tampak tulang di lengan sbelah kiri, pada pergelangan tangan kiri sampai ke telapak tangan tangan kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 13 cm, lebar 3 cm, dalam 3 cm, tampak ruas jari jempol sebelah kiri hilang sebagian.
5. Pada lutut kaki sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 9 cm, lebar 5 cm, dalam 4 cm.
6. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHP Jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
SUBSIDAIR
Bahwa terdakwa JAYA Alias BUSU anak dari PENGAN, pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekira pukul 17.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu
Halaman 7 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
lain dalam bulan Juli tahun 2023 atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih dalam tahun 2023, bertempat di Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Kuala Kapuas yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, dengan sengaja merampas nyawa orang lain, beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri, sehingga merupakan beberapa kejahatan, perbuatan mana dilakukan terdakwa sebagai berikut:
Berawal pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekira pukul 16.00 WIB terdakwa datang ke lokasi tambang emas di Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas untuk bekerja menambang namun saat tiba dilokasi tambang, terdakwa melihat alat tambang miliknya yang tadi nya hilang tiba-tiba kembali ada di lokasi tersebut sehingga terdakwa mengira bahwa alat tambang milik terdakwa tersebut sengaja disembunyikan oleh para penambang lain agar terdakwa tidak dapat bekerja. Hal tersebut menimbulkan rasa jengkel pada diri terdakwa dan menimbulkan keinginan di hati terdakwa untuk menghilangkan nyawa orang-orang yang terdakwa curigai telah mengambil alat tambang milik terdakwa tersebut diantaranya adalah korban Jonyos Iking.
Kemudian terdakwa mengurungkan tujuannya untuk bekerja menambang dan kembali ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis Mandau milik terdakwa lalu pergi ke rumah korban Jonyos Iking yang berada di Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sesampainya di rumah korban Janyos Iking, terdakwa langsung masuk ke dalam rumah korban Janyos Iking sambil membawa senjata tajam jenis Mandau untuk mencari korban Janyos Iking yang ternyata saat itu sedang di ayunan diruang Tengah rumah dan karena saat itu korban Janyos Iking menyadari kedatangan terdakwa yang dalam keadaan marah sambil membawa Mandau maka korban Janyos Iking berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju pintu depan rumah namun terdakwa mengejar korban Jonyos Iking sambil menebaskan Mandau yang dipegangnya ke bagian punggung belakang, perut dan leher korban Jonyos Iking secara berulang kali hingga mengakibatkan tubuh korban Jonyos Iking tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Jonyos Iking sudah tidak bergerak kemudian terdakwa masih merasa ada orang lain lagi yang ikut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga terdakwa memutuskan untuk
Halaman 8 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
mencari dan menghilangkan nyawa orang tersebut menurut perkiraan terdakwa lokasi tambang orang tersebut tidak jauh dari rumah kakak terdakwa.
Selanjutnya terdakwa pergi dari rumah korban Jonyos Iking menuju ke rumah kakak terdakwa untuk mengambil sepeda motor miliknya lalu mengendarai motor tersebut menuju ke lokasi tambang yang dimaksud dan disana terdakwa bertemu dengan korban Didi Mansur yang terdakwa curigai sebagai orang yang turut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga kemudian terdakwa langsung mendatangi korban Didi Mansur yang saat itu sedang bekerja menambang emas lalu menebaskan Mandau yang dibawanya ke arah badan dan leher korban Didi Mansur secara berulang kali yang mengakibatkan korban Didi Mansur tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Didi Mansur sudah tidak bergerak kemudian terdakwa masih merasa ada orang lain lagi yang ikut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga terdakwa memutuskan untuk mencari dan menghilangkan nyawa orang tersebut dengan cara berjalan ke lokasi tambang yang jaraknya sekitar kurang lebih 200 (dua ratus) meter dari lokasi tambang korban Didi Mansur.
Kemudian dilokasi tersebut terdakwa melihat ada korban Yanto Alias Anto sedang melakukan kegiatan penambangan lalu terdakwa menghampiri korban Yanto Alias Anto dan langsung menebaskan Mandau yang dibawanya kearah punggung bagian belakang dan leher korban Yanto Alias Anto secara berkali-kali yang mengakibatkan tubuh korban Yanto Alias Anto tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Yanto Alias Anto sudah tidak bergerak kemudian dari kejauhan terdakwa melihat saksi Dohong yang saat itu sedang bekerja menambang di aliran Sungai Ingus Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Kemudian terdakwa langsung menghampiri saksi Dohong lalu menusukkan Mandau yang dipegangnya ke arah pinggang sebelah kiri saksi Dohong sebanyak 1 (satu) kali. Kemudian terdakwa kembali hendak membacokkan mandaunya ke tubuh saksi Dohong namun saksi Dohong berhasil melarikan diri dengan cara berlari menuju Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas untuk meminta pertolongan dengan pengendara motor yang kebetulan sedang melintas dijalan tersebut. Selanjutnya terdakwa kembali ke lokasi tambang korban Didi Mansur untuk mengambil motor miliknya lalu melarikan diri dengan mengendarai motornya kearah Palangkaraya.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Jonyos Iking meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor : 99/TU-
Halaman 9 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 24 tahun, postur tubuh tinggi, kulit sawo matang, rambut pirang lurus pendek
2. Pada leher bagian belakang ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 8 cm, lebar 2 cm, dalam 3 cm, pada leher bagian depan smapa ke bagian dada ditemukan luka bacok dengan ikuran Panjang 30 cm, lebar 10 cm, dalam 5 cm
3. Pada dahi sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 15 cm, lebar 3cm, dalam 1 cm
4. Pada perut bagian atas ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 1,5 cm, lebar 1 cm, dalam 3 cm, pada perut bagian bawah sebelah kirim ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 2cm, lebar 1 cm, dalam 5cm 5. Pada bahu belakang sebelah kanan ditemukan dua buah luka bacok dengan ukuran pertama Panjang 11 cm, lebar 4 cm, dalam 2 cm ukuran luka kedua Panjang 9 cm, lebar 4 cm, dalam 1,5 cm, pada siku sebelah kanan ditemukan dua buah luka bacok dengan ukuran pertama Panjang 11 cm, lebar 7cm, dalam 3cm, ukuran luka kedua Panjang 10cm, lebar 7 cm, dalam 2cm, pada lengan bawah sebelah kanan ditemukan luka robek dengan ukuran Panjang 12cm, lebar 4 cm, dalam 4 cm, pada punggung tangan sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 6cm, lebar 2cm, dalam 0,5 cm, ditemukan luka bacok di lengan atas sebelah kiri dengan ukuran Panjang 6 cm, lebar 1,5 cm, dalam 0,5cm.
6. Pada lutut kaki sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 3 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
7. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Didi Mansur meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor : 98/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 48 tahun, postur tubuh sedang, kulit sawo matang, rambut hitam ikal pendek
2. Pada leher sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 17 cm, lebar 8 cm, dalam 7 cm.
Halaman 10 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
3. Pada pelipis sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 3 cm, dalam 0,3 cm, pada rahang bawah sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 4 cm, dalam 4 cm, apda pipi sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 2 cm, dalam 1,5 cm.
4. Pada punggung sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 7 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
5. Pada pinggang sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 8 cm, lebar 1,5 cm, dalam 0,5 cm, pada pinggang bagian Tengah ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 24 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm
6. Pada lengan atas sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 9 cm, lebar 2,5 cm, dalam 3 cm, pada lengan bawah sebelah kiri ditemukan tiga buah luka bacok dengan ukuran luka pertama Panjang 8 cm, lebar 4 cm, dalam 2 cm, ukuran luka kedua Panjang 5 cm, lebar 2 cm, dalam 1 cm, ukuran luka ketiga Panjang 4 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
7. Pada betis kaki sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 7 cm, dalam 0,5 cm, ditemukan luka bacok dipunggung kaki sebelah kanan sampai ke telapak kaki sebelah kanan dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 1 cm, dalam 2 cm.
8. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Yanto Alias Anto meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor: 100/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 43 tahun, postur tubuh tinggi, kulit sawo matang, rambut hitam ikal Panjang.
2. Pada leher bagian belakang ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 28 cm, lebah 8 cm, dalam 7 cm
3. Pada punggung badan sebelah kanan ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 2 cm, dalam 3 cm.
4. Pada punggung tangan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 10 cm, dalam 3 cm, tampak tulang di lengan sbelah kiri, pada pergelangan tangan kiri sampai ke telapak tangan tangan kiri ditemukan
Halaman 11 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
luka bacok dengan ukuran Panjang 13 cm, lebar 3 cm, dalam 3 cm, tampak ruas jari jempol sebelah kiri hilang sebagian.
5. Pada lutut kaki sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 9 cm, lebar 5 cm, dalam 4 cm.
6. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 338 KUHP Jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
LEBIH SUBSIDAIR
Bahwa terdakwa JAYA Alias BUSU anak dari PENGAN, pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekira pukul 17.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Juli tahun 2023 atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih dalam tahun 2023, bertempat di Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Kuala Kapuas yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, melakukan penganiayaan yang mengakibatkan mati, beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri, sehingga merupakan beberapa kejahatan perbuatan mana dilakukan terdakwa sebagai berikut:
Berawal pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekira pukul 16.00 WIB terdakwa datang ke lokasi tambang emas di Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas untuk bekerja menambang namun saat tiba dilokasi tambang, terdakwa melihat alat tambang miliknya yang tadi nya hilang tiba-tiba kembali ada di lokasi tersebut sehingga terdakwa mengira bahwa alat tambang milik terdakwa tersebut sengaja disembunyikan oleh para penambang lain agar terdakwa tidak dapat bekerja. Hal tersebut menimbulkan rasa jengkel pada diri terdakwa dan menimbulkan keinginan di hati terdakwa untuk menghilangkan nyawa orang-orang yang terdakwa curigai telah mengambil alat tambang milik terdakwa tersebut diantaranya adalah korban Jonyos Iking.
Kemudian terdakwa mengurungkan tujuannya untuk bekerja menambang dan kembali ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis Mandau milik terdakwa lalu pergi ke rumah korban Jonyos Iking yang berada di Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sesampainya di rumah korban Janyos Iking, terdakwa langsung masuk ke dalam rumah korban Janyos Iking sambil membawa senjata
Halaman 12 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tajam jenis Mandau untuk mencari korban Janyos Iking yang ternyata saat itu sedang di ayunan diruang Tengah rumah dan karena saat itu korban Janyos Iking menyadari kedatangan terdakwa yang dalam keadaan marah sambil membawa Mandau maka korban Janyos Iking berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju pintu depan rumah namun terdakwa mengejar korban Jonyos Iking sambil menebaskan Mandau yang dipegangnya ke bagian punggung belakang, perut dan leher korban Jonyos Iking secara berulang kali hingga mengakibatkan tubuh korban Jonyos Iking tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Jonyos Iking sudah tidak bergerak kemudian terdakwa masih merasa ada orang lain lagi yang ikut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga terdakwa memutuskan untuk mencari dan menghilangkan nyawa orang tersebut menurut perkiraan terdakwa lokasi tambang orang tersebut tidak jauh dari rumah kakak terdakwa.
Selanjutnya terdakwa pergi dari rumah korban Jonyos Iking menuju ke rumah kakak terdakwa untuk mengambil sepeda motor miliknya lalu mengendarai motor tersebut menuju ke lokasi tambang yang dimaksud dan disana terdakwa bertemu dengan korban Didi Mansur yang terdakwa curigai sebagai orang yang turut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga kemudian terdakwa langsung mendatangi korban Didi Mansur yang saat itu sedang bekerja menambang emas lalu menebaskan Mandau yang dibawanya ke arah badan dan leher korban Didi Mansur secara berulang kali yang mengakibatkan korban Didi Mansur tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Didi Mansur sudah tidak bergerak kemudian terdakwa masih merasa ada orang lain lagi yang ikut mengambil alat tambang milik terdakwa sehingga terdakwa memutuskan untuk mencari dan menghilangkan nyawa orang tersebut dengan cara berjalan ke lokasi tambang yang jaraknya sekitar kurang lebih 200 (dua ratus) meter dari lokasi tambang korban Didi Mansur.
Kemudian dilokasi tersebut terdakwa melihat ada korban Yanto Alias Anto sedang melakukan kegiatan penambangan lalu terdakwa menghampiri korban Yanto Alias Anto dan langsung menebaskan Mandau yang dibawanya kearah punggung bagian belakang dan leher korban Yanto Alias Anto secara berkali-kali yang mengakibatkan tubuh korban Yanto Alias Anto tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Setelah mengetahui korban Yanto Alias Anto sudah tidak bergerak kemudian dari kejauhan terdakwa melihat saksi Dohong yang saat itu sedang bekerja menambang di aliran Sungai Ingus Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Kemudian terdakwa
Halaman 13 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
langsung menghampiri saksi Dohong lalu menusukkan Mandau yang dipegangnya ke arah pinggang sebelah kiri saksi Dohong sebanyak 1 (satu) kali. Kemudian terdakwa kembali hendak membacokkan mandaunya ke tubuh saksi Dohong namun saksi Dohong berhasil melarikan diri dengan cara berlari menuju Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas untuk meminta pertolongan dengan pengendara motor yang kebetulan sedang melintas dijalan tersebut. Selanjutnya terdakwa kembali ke lokasi tambang korban Didi Mansur untuk mengambil motor miliknya lalu melarikan diri dengan mengendarai motornya kearah Palangkaraya.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Jonyos Iking meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor : 99/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 24 tahun, postur tubuh tinggi, kulit sawo matang, rambut pirang lurus pendek
2. Pada leher bagian belakang ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 8 cm, lebar 2 cm, dalam 3 cm, pada leher bagian depan smapa ke bagian dada ditemukan luka bacok dengan ikuran Panjang 30 cm, lebar 10 cm, dalam 5 cm
3. Pada dahi sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 15 cm, lebar 3cm, dalam 1 cm
4. Pada perut bagian atas ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 1,5 cm, lebar 1 cm, dalam 3 cm, pada perut bagian bawah sebelah kirim ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 2cm, lebar 1 cm, dalam 5cm 5. Pada bahu belakang sebelah kanan ditemukan dua buah luka bacok dengan ukuran pertama Panjang 11 cm, lebar 4 cm, dalam 2 cm ukuran luka kedua Panjang 9 cm, lebar 4 cm, dalam 1,5 cm, pada siku sebelah kanan ditemukan dua buah luka bacok dengan ukuran pertama Panjang 11 cm, lebar 7cm, dalam 3cm, ukuran luka kedua Panjang 10cm, lebar 7 cm, dalam 2cm, pada lengan bawah sebelah kanan ditemukan luka robek dengan ukuran Panjang 12cm, lebar 4 cm, dalam 4 cm, pada punggung tangan sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 6cm, lebar 2cm, dalam 0,5 cm, ditemukan luka bacok di lengan atas sebelah kiri dengan ukuran Panjang 6 cm, lebar 1,5 cm, dalam 0,5cm.
6. Pada lutut kaki sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 3 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
Halaman 14 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
7. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Didi Mansur meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor : 98/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 48 tahun, postur tubuh sedang, kulit sawo matang, rambut hitam ikal pendek
2. Pada leher sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 17 cm, lebar 8 cm, dalam 7 cm.
3. Pada pelipis sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 3 cm, dalam 0,3 cm, pada rahang bawah sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 4 cm, dalam 4 cm, apda pipi sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 2 cm, dalam 1,5 cm.
4. Pada punggung sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 7 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
5. Pada pinggang sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 8 cm, lebar 1,5 cm, dalam 0,5 cm, pada pinggang bagian Tengah ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 24 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm
6. Pada lengan atas sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 9 cm, lebar 2,5 cm, dalam 3 cm, pada lengan bawah sebelah kiri ditemukan tiga buah luka bacok dengan ukuran luka pertama Panjang 8 cm, lebar 4 cm, dalam 2 cm, ukuran luka kedua Panjang 5 cm, lebar 2 cm, dalam 1 cm, ukuran luka ketiga Panjang 4 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5 cm.
7. Pada betis kaki sebelah kanan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 7 cm, dalam 0,5 cm, ditemukan luka bacok dipunggung kaki sebelah kanan sampai ke telapak kaki sebelah kanan dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 1 cm, dalam 2 cm.
8. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Bahwa perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban Yanto Alias Anto meninggal Dunia berdasarkan Visum et Repertum (Mayat) nomor: 100/TU- 2/000/07.2023 tanggal 24 Juli 2023 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.
Halaman 15 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hernita Lestary Br. Aritonang, dokter pada Puskesmas Timpah, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Korban seorang laki-laki berusia 43 tahun, postur tubuh tinggi, kulit sawo matang, rambut hitam ikal Panjang.
2. Pada leher bagian belakang ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 28 cm, lebah 8 cm, dalam 7 cm
3. Pada punggung badan sebelah kanan ditemukan luka tusuk dengan ukuran Panjang 11 cm, lebar 2 cm, dalam 3 cm.
4. Pada punggung tangan ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 10 cm, lebar 10 cm, dalam 3 cm, tampak tulang di lengan sbelah kiri, pada pergelangan tangan kiri sampai ke telapak tangan tangan kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 13 cm, lebar 3 cm, dalam 3 cm, tampak ruas jari jempol sebelah kiri hilang sebagian.
5. Pada lutut kaki sebelah kiri ditemukan luka bacok dengan ukuran Panjang 9 cm, lebar 5 cm, dalam 4 cm.
6. Penyebab kematian sementara diduga karena adanya trauma benda tajam di anggota tubuh sehingga mengakibatkan kehilangan banyak darah.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 Ayat (3) KUHP Jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum tersebut Terdakwa menyatakan telah mengerti dan tidak mengajukan keberatan (Eksepsi);
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:
1. Saksi Masnah Anak dari Itel, di bawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
-Bahwa Saksi diperiksa dalam perkara ini sehubungan dengan hilangnya nyawa anak kandung Saksi yang bernama Sdr. Jonyos Iking akibat dibacok oleh Terdakwa;
-Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekitar pukul 17.00 WIB di Rumah Saksi yang beralamat di Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah;
-Bahwa awal mulanya pada hari dan tanggal kejadian tersebut, Saksi yang saat itu sedang masak di dapur tiba-tiba terkejut mendengar suara teriakan dari anak Saksi yakni Jonyos Iking disertai dengan suara seperti tebasan Mandau yang berasal dari ruang tengah, lalu Saksi mendatangi
Halaman 16 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
suara teriakan tersebut dan terkejut melihat Jonyos Iking yang berada di ayunan di ruang tengah sudah dalam kondisi berlumuran darah dengan luka di bagian tangan kanan hampir putus serta luka di kaki dan di bagian kepala, kemudian Saksi melihat Terdakwa sedang memegang senjata tajam jenis mandau, melihat hal tersebut Saksi berkata kepada Terdakwa yang pada saat itu berjarak kurang lebih 4 (empat) meter dengan ucapan
“Buhen ikau mawi anak ku” (kenapa kamu aniaya anakku), kemudian Terdakwa melihat ke arah Saksi dan berkata “Tuku patei ikau” (mau matikah kamu), lalu Terdakwa mengejar Saksi melihat hal tersebut Saksi kemudian lari kabur melalui pintu belakang rumah untuk menyelamatkan diri, kemudian Saksi meminta tolong dengan mendatangi tetangga Saksi yaitu Bapak Yanto dan menceritakan kejadian tersebut, kemudian Saksi mendatangi suami Saksi yang sedang bekerja untuk memberitahukan kejadian ini kemudian Saksi, suami Saksi dan beberapa anggota keluarga memberanikan diri bersama-sama kembali ke rumah untuk melihat dan mengetahui kondisi Sdr. Jonyos Iking, kemudian sesampainya di rumah Saksi melihat kondisi Sdr. Jonyos Iking sudah tergeletak di depan rumah dengan kondisi luka di bagian tangan kanan hampir putus dan leher hampir putus serta luka di kaki;
-Bahwa saat itu kondisi Sdr. Jonyos Iking sudah dalam keadaan meninggal dunia di tempat;
-Bahwa seingat Saksi, Saksi dan Keluarga sempat membawa Sdr.
Jonyos Iking ke Puskesmas Timpah untuk menjahit kepalanya yang hampir putus dengan lehernya, dan itu membuat Saksi menjadi trauma;
-Bahwa Saksi tidak mengetahui permasalahan antara Sdr. Jonyos Iking dengan Terdakwa;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan dan tidak keberatan;
2. Saksi Tikno A.Ma.Pd Anak dari Supiani D. Bakar, di bawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
-Bahwa Saksi diperiksa dalam perkara ini sehubungan dengan hilangnya nyawa Sdr. Jonyos Iking akibat dibacok oleh Terdakwa;
-Bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekitar pukul 17.00 WIB di Rumah Sdr. Jonyos Iking yang beralamat di Jalan Lintas Timpah-Pujon Desa Tumbang Randang Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah;
Halaman 17 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
-Bahwa Saksi mengetahuinya setelah mendapatkan laporan dari warga pada hari dan tanggal kejadian sekitar pukul 17.30 WIB yang mengatakan Sdr. Jonyos Iking telah meninggal dunia akibat dibacok oleh Terdakwa;
-Bahwa setelah mendapatkan laporan dari warga tersebut, Saksi langsung menghubungi pihak kepolisian Polsek Timpah dan setelah polisi datang lalu saksi dan anggota kepolisian bersama-sama mendatangi lokasi kejadian, sesampai di lokasi kejadian perkara Saksi melihat korban Jonyos Iking sudah tergeletak di tanah di bawah pohon depan rumahnya dengan kondisi luka bacok di leher bagian belakang yang membuat lehernya hampir putus dan sudah dalam keadaan tidak bergerak serta mengeluarkan banyak darah. Kemudian Korban Jonyos Iking dibawa ke Puskesmas Timpah untuk dilakukan pemeriksaan, namun Saksi tidak ikut mendampingi ke Puskesmas Timpah sehingga saksi tidak mengetahui tindakan medis apa saja yang dilakukan pada korban Jonyos Iking;
-Bahwa sepengatahuan Saksi, saat itu kondisi Jonyos Iking saat itu sudah meninggal dunia di tempat;
-Bahwa sepengetahuan Saksi Terdakwa membacok Sdr. Jonyos Iking menggunakan senjata tajam;
-Bahwa Saksi tidak mengetahui permasalah apa antara Terdakwa dengan dengan Sdr. Jonyos Iking, namun setahu Saksi antara Terdakwa dengan Sdr. Jonyos Iking berteman dan sama-sama berprofesi sebagai penyedot emas (penambang emas);
-Bahwa selain Sdr. Jonyos Iking, ada 2 (dua) orang lainnya meninggal dunia dan 1 (satu) orang mengalami luka bacok, yang mana setelah laporan korban Jonyos Iking, kemudian berselang sekitar 1 (satu) jam ada laporan dari warga kembali jika ada pembacokan di pondok kerja, kemudian Saksi pada hari itu juga sekitar pukul 21.00 WIB bersama dengan anggota Polsek Timpah mendatangi lokasi pondok kerja tersebut dan menemukan korban yang diketahui bernama Sdr. Didi Mansur sudah tergeletak di atas tanah dalam kondisi luka bacok di lehernya dan telah meninggal dunia di tempat, setelah itu tidak lama Saksi mendapatkan laporan dari warga jika Saksi Dohong dibacok oleh Terdakwa dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Selang waktu 2 (dua) hari kemudian yakni pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2023 sekitar pagi hari, Saksi kembali mendapatkan laporan dari warga yang melaporkan rekan kerjanya hilang di dekat lokasi kerja atau satu hamparan dengan
Halaman 18 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
ditemukannya mayat korban Sdr. Didi Mansur, kemudian Saksi bersama dengan anggota Polsek Timpah mendatangi lokasi kejadian dan tidak jauh dari ditemukannya mayat korban Sdr. Didi Mansur berjarak kurang lebih 200 (dua ratus) meter ditemukan seseorang yang diketahui bernama Sdr. Yanto Alias Anto dengan kondisi tergeletak di papan galian pasir dan luka bacok di leher sama seperti kondisi luka Sdr. Didi Mansur;
-Bahwa setahu Saksi dari pihak Penyidik, pelakunya adalah Terdakwa juga karena Terdakwa saat itu membacok Sdr. Dohong di tempat lokasi kerja yang satu hamparan dengan ditemukannya mayat Sdr. Didi Mansur dan Sdr. Yanto Alias Anto;
-Bahwa sepengetahuan Saksi, pergaulan Terdakwa biasa saja sehingga Saksi kaget atas kejadian ini;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan dan tidak keberatan;
3. Saksi Dohong Anak dari Nia, di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
-Bahwa Saksi diperiksa dalam perkara ini sehubungan dengan dibacoknya Saksi oleh Terdakwa menggunakan senjata tajam jenis mandau sehingga mengakibatkan Saksi mengalami luka bacok di pinggang sebelah kiri;
-Bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekitar pukul 18.30 WIB di Pondok tempat Saksi bekerja di Desa Tumbang Randang RT 004 Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah;
-Bahwa pada saat itu Saksi sedang bekerja di pondok yang berada di hutan, kemudian tiba-tiba Saksi langsung ditimpas/dibacok Terdakwa dari arah belakang hingga mengenai pinggang Saksi sebelah kiri, seketika itu Saksi langsung berlari menyelamatkan diri menuju ke pinggir jalan untuk meminta pertolongan walaupun saat itu Terdakwa juga mengejar Saksi, sesampai di pinggir jalan ada pengendara sepeda motor melintas di pinggir jalan kemudian Saksi memberitahukan hal yang terjadi setelah itu pengendara tersebut langsung membawa Saksi ke Puskesmas di Desa Lungkuh Layang untuk mendapatkan pertolongan medis;
-Bahwa Saksi mendapatkan perawatan medis berupa jahitan dan diberi obat;
-Bahwa akibat luka bacok tersebut, Saksi selama 1 (satu) bulan tidak bisa bekerja dan beraktifitas sebagaimana mestinya;
Halaman 19 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
-Bahwa biaya yang dikeluarkan Saksi untuk berobat dan mendapatkan jahitan yakni sekitar Rp11.000.000,00 (sebelas juta rupiah) dan Terdakwa tidak ada membantu biaya tersebut;
-Bahwa Terdakwa pernah tinggal dengan Saksi selama kurang lebih 2 (dua) tahun belakangan ini, tidak pernah terjadi permasalahan maupun keributan. Sekarang Terdakwa tinggal sendiri di pondok yang berada di hutan yang jaraknya cukup jauh dari rumah Saksi;
-Bahwa Saksi tidak mengetahui apakah ada ritual yang dilakukan oleh Terdakwa;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan dan tidak keberatan;
4. Saksi Firman Bin H. Saidi, di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
-Bahwa pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekitar pukul 19.00 WIB Saksi sedang melaksanakan piket rutin di Polsek Timpah, kemudian Saksi mendapatkan telepon dari Kepala Desa Tumbang Randang yakni Saksi Tikno A.Ma.Pd Anak dari Supiani D. Bakar yang menginformasikan ada pembacokan yang dilakukan Terdakwa terhadap Sdr. Jonyos Iking kemudian Saksi bergegas langsung menuju ke tempat kejadian bersama dengan Kepala Desa, sesampainya di sana, Saksi melihat Sdr. Jonyos Iking sudah tergeletak tidak bergerak di halaman rumahnya dengan luka akibat benda tajam di leher dan punggung. Kemudian Saksi melakukan introgasi kepada warga setempat dan diketahui Terdakwa yang membacok Sdr. Jonyos Iking kemudian Saksi membawa mayat Sdr.
Jonyos Iking ke Puskesmas Timpah untuk dilakukan pemeriksaan;
-Bahwa saat sedang berada di Puskesmas Timpah Saksi ditelepon kembali oleh Saksi Tikno A.Ma.Pd Anak dari Supiani D. Bakar yang menginformasikan ada pembacokan di lokasi kerja yang berjarak sekitar 4 (empat) KM dari rumah Sdr. Jonyos Iking, sekitar pukul 21.00 WIB Saksi dan anggota Polsek lainnya beserta Saksi Tikno A.Ma.Pd Anak dari Supiani D. Bakar menemukan korban Sdr. Didi Mansur di pondok lokasi kerja dengan kondisi tergeletak di atas tanah dan mengalami luka bacok di bagian leher. Selanjutnya Saksi membawa mayat Sdr. Didi Mansur ke Puskesmas Timpah untuk dilakukan pemeriksaan;
-Bahwa kemudian keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WIB Saksi ditelepon kembali oleh Saksi Tikno A.Ma.Pd Anak dari Supiani D. Bakar yang menginformasikan ada warga yang hilang dan sebelumnya bekerja
Halaman 20 dari 41 Putusan Nomor 235/Pid.B/2023/PN Klk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
di lokasi tambang dekat dengan ditemukannya mayat Sdr. Didi Mansur, mendengar hal tersebut Saksi bergegas ke lokasi kejadian bersama dengan Saksi Tikno A.Ma.Pd Anak dari Supiani D. Bakar lalu di lokasi yang berjarak 100 (seratus) meter dari ditemukannya mayat Sdr. DIdi Mansur, Saksi menemukan jasad mayat yang diketahui an. Yanto Alias Anto dalam kondisi tergeletak di papan galian pasir dan luka bacok di leher sama seperti kondisi luka Sdr. Didi Mansur;
-Bahwa sebelum menemukan mayat Sdr. Didi Mansur, Saksi Tikno A.Ma.Pd Anak dari Supiani D. Bakar juga mendapatkan laporan dari warganya yang menginformasikan jika Saksi Dohong mengalami luka bacok di bagian pinggang akibat ditebas oleh Terdakwa dan pada saat itu sedang dirawat di Puskesmas Lungkuh Layang;
-Bahwa setelah melakukan penyelidikan diketahui Terdakwa yang melakukan perbuatan tersebut kemudian Saksi dan anggota melakukan pengejaran terhadap Terdakwa dan didapatkan informasi sedang berada di Desa Goha Pulang Pisau, kemudian Saksi menangkap Terdakwa di Desa Goha Pulang Pisau pada tanggal 26 Juli 2023;
-Bahwa berdasarkan pengakuan Terdakwa, perbuatan tersebut dilakukan karena Terdakwa sakit hati terhadap korban yang sering kali mengerjai Terdakwa dengan cara mengambil peralatan tambang emas Terdakwa, selain itu menurut pengakuan Terdakwa, Para korbannya mencaplok lokasi sedot emas milik Terdakwa serta menutup akses masuk Terdakwa untuk bekerja di lokasinya. Kemudian terkhusus korbannya Sdr. Jonyos Iking, Terdakwa sakit hati dan jengkel, karena dia pernah memarahi Terdakwa dan menyuruh menutup lokasi sedot/tambang emas milik Terdakwa dengan alasan ada operasi illegal minning oleh pihak kepolisian, namun alih-alih menutup lokasi kerjanya juga, Sdr. Jonyos Iking malah bekerja, sedangkan Terdakwa tidak bekerja yang mengakibatkan Terdakwa memiliki banyak hutang. Korban lainnya yaitu Sdr. Didi