Bahwa setelah kelahiran anak pertama, ANAK I, PENGGUGAT DAN TERGUGAT, pada tanggal 1 September 1997, penggugat hanya fokus mengasuh anak dan belajar dengan penuh kasih sayang, sedangkan aktivitasnya sebagai vokalis dalam grup praktis terhenti; Bahwa dengan terbentuknya band tersebut, penggugat dapat menghibur diri dengan kegiatan tersebut, sehingga pertengkaran antara penggugat dan tergugat dapat dihindari, walaupun pada hakekatnya sifat dan tingkah laku tergugat tetap tidak berubah, seperti melakukan perselingkuhan. perselingkuhan dengan mempermainkan banyak perempuan, menghina dan merendahkan harkat dan martabat penggugat sebagai istri dan ibu dari anak serta merencanakan tindak kekerasan dalam rumah tangga, baik psikis maupun fisik. Bahwa karena adanya perselisihan dan pertengkaran terus menerus antara penggugat dan tergugat, yang mengakibatkan penggugat berpisah dengan tergugat lebih dari 4 (empat) bulan, akhirnya ayah penggugat kembali berinisiatif mencoba menenangkan penggugat dan tergugat. . yaitu dengan mengirimkan undangan rapat keluarga pada tanggal 17 Maret 2007, undangan tersebut disampaikan kepada ayah dan ibu kandung terdakwa serta terdakwa sendiri, namun undangan tersebut tidak ditanggapi oleh terdakwa atau keluarga terdakwa, yang selanjutnya menunjukkan bahwa tergugat tidak mempunyai itikad baik menyelesaikan permasalahan rumah tangga dengan penggugat secara kekeluargaan;
Hal ini dikarenakan kondisi rumah tangga penggugat dan tergugat semakin memburuk dengan semakin seringnya perselisihan dan perkelahian antara penggugat dan tergugat, akhirnya sekitar bulan April 2007 keluarga penggugat memutuskan untuk menyewa rumah yang letaknya dekat dengan rumah tempat penggugat berada. dan terdakwa tinggal bersama. agar sewaktu-waktu bila diperlukan penggugat dapat tinggal di rumah yang disewa dari keluarga penggugat, di samping itu rumah kontrakan itu juga digunakan untuk menaruh barang-barang milik penggugat yang diambil secara sewenang-wenang. oleh terdakwa. dari rumah tempat mereka tinggal bersama; Bahwa perbuatan tergugat lainnya yang merupakan salah satu bentuk kekerasan fisik terhadap penggugat adalah ketika terjadi perselisihan dan perkelahian antara penggugat dan tergugat sekitar bulan Oktober 2007 dimana tergugat memukul kepala bagian belakang penggugat karena tergugat bersikeras untuk berhenti. e Penggugat pergi berlibur bersama anak-anak penggugat dan tergugat, yang juga melukai hati dan perasaan penggugat adalah pemukulan yang dilakukan tergugat di depan anak-anak penggugat dan tergugat yang masih di bawah umur. Terdakwa telah berbuat berlebihan dan telah melampaui batas perilaku dan perilaku manusia; Meluasnya berita perselisihan dan perkelahian antara penggugat dan tergugat di luar lingkungan keluarga yang dilakukan oleh tergugat;
bahwa penggugat dan tergugat berpisah selama kurang lebih 1 (satu) tahun, yaitu sejak tanggal 12 November 2006; bahwa penggugat dan tergugat sudah kurang lebih 1 (satu) tahun tidak melakukan hubungan seksual sebagai suami istri, yaitu sejak penggugat dan tergugat bercerai pada tanggal 18 Oktober 2007;
Mahkamah Agung Republik Indonesia
282 K/AG/2009 pengambilan atau penggunaan keterangan saksi sehubungan dengan proses keluarnya Termohon/Penggugat Kasasi dari tempat tinggalnya bersama; Karena Pemohon Kasasi/Tergugat ingin membatasi karir Termohon Kasasi/Penggugat (lihat keterangan saksi Termohon Kasasi/ayah Termohon Kasasi/Penggugat, halaman 53 putusan perkara a quo di Selatan Pengadilan Agama Jakarta); Karena Tergugat Kasasi/Tergugat ingin membatasi karir Termohon Kasasi/Penggugat (lihat keterangan saksi Termohon Kasasi/Penggugat, Ir. Harjono Sigit/ayah Termohon Kasasi/Penggugat, halaman 53 putusan perkara aquo di Pengadilan Agama Jakarta Selatan);
Sebab tergugat/penggugat kasasi telah menyewa rumahnya sendiri. vide keterangan saksi pemohon/tergugat kasasi, halaman 61 putusan perkara a quo pada Pengadilan Agama Jakarta Selatan); Karena termohon/penggugat Kasasi tidak pernah berpuasa pada bulan Ramadhan (lihat keterangan saksi pemohon/tergugat Kasasi di halaman 61 putusan perkara aquo di Pengadilan Agama Jakarta Selatan); Karena tergugat/penggugat kasasi sering mabuk dan menggunakan narkoba (lihat keterangan saksi pemohon kasasi/tergugat);
Dengan demikian jelas bahwa pelepasan barang milik Termohon Kasasi/Penggugat dilakukan kepada Termohon Kasasi/. Tergugat membenci segala kelakuan istrinya/Termohon Kasasi/Penggugat karena tidak mengindahkan nasehat suaminya/Pengunjung Kasasi/Tergugat; Penggugat yaitu dengan memberikan nasehat kepada Termohon Kasasi/Penggugat, namun tidak dilakukan oleh Termohon Kasasi/Penggugat.
Sebab, sikap Termohon Kasasi/Penggugat telah menimbulkan disharmoni dalam rumah tangga Pemohon Kasasi/Termohon dan Termohon Kasasi. Karena itu, jelas tergugat/penggugat Kasasi selama ini hanya mengarang cerita mengenai pendiriannya. Bahwa apabila perkawinan antara Penuntut Kasasi/Termohon dan Termohon Kasasi/Pembanding berakhir, maka Termohon Kasasi/.
Pengadu tidak akan lebih baik keadaannya dibandingkan pada saat atau ketika Pemohon Kasasi/Penggugat bersandingan dengan Permohonan Kasasi/. Bahwa putusnya perkawinan antara pemohon Kasasi/terdakwa dengan jaksa/penggugat Kasasi tentunya akan berdampak besar terhadap perkembangan kejiwaan dan kejiwaan serta masa depan pemohon/anak Kasasi. Kesaksian Termohon Kasasi/Penggugat memukul Penuntut Kasasi/Banding (lihat halaman 53 putusan perkara a quo) dan menyatakan bahwa Jaksa/Pemohon Kasasi dipukul di bagian belakang kepala oleh Pemohon Kasasi/Pembanding (lihat keterangan dari pemohon Kasasi/tergugat, halaman 64 putusan perkara a quo di Pengadilan Agama Jakarta Selatan);
Kesaksian bahwa tergugat/penggugat kasasi sering pulang cepat dan jarang berada di rumah; bahwa selama ini anak merasa aman, nyaman dan tenteram tinggal bersama pemohon/tergugat kasasi di rumah pemohon/tergugat kasasi dan tempat tinggal tergugat/penggugat kasasi; Lebih lanjut, judex factie tampak tidak memperhitungkan harta bersama yang dikuasai pemohon/penggugat kasasi.
Hal ini menimbulkan ketidakadilan dalam memutus perkara harta bersama dalam perkawinan antara Pemohon Kasasi/Tergugat dengan Tergugat/Pemohon Kasasi;