Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan memutus perkara perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:
PT Fairbanc Technologies Indonesia, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, yang berkedudukan di Gedung South Quarter Tower A Lt. 18 Unit D-G, Jl. RA Kartini Kav. 8, RT.010/RW.004, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta dalam hal ini memberikan kuasa kepada Maulana Ridha, S.H., dan Sayed Mahathir, S.H., para Advokat dan Konsultan Hukum dari Kantor Hukum INDVESTO INTERNATIONAL PARTNERS beralamat di Neo Soho, Lantai 16, Suite 1627, Jl. Letjen S. Parman Kav.
28, Grogol Petamburan, Jakarta Barat berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 17 September 2024 No.
00004/FTI-LGL/SKK/IX/2024 yang untuk selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
Lawan:
1.Cv Pratama Mandiri, berkedudukan di Kampung Pasar Minggu RT.004/RW.001, Kel. Cikumpay, Kec. Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, yang untuk selanjutnya disebut sebagai Tergugat I;
2.Tedi Supardi, berkedudukan di Kampung Pasar Minggu RT.004/RW.001, Kel. Cikumpay, Kec. Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, yang untuk selanjutnya disebut sebagai Tergugat II;
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca berkas perkara;
Setelah mendengar Penggugat;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan tanggal 26 September 2024 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan
Halaman 1 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 30 September 2024 dalam Register Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL, telah mengajukan gugatan sebagai berikut:
DALAM POSITA
A. HUBUNGAN HUKUM ANTARA PENGGUGAT DENGAN PARA TERGUGAT
1. Bahwa Penggugat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa teknologi informasi dan konsultasi untuk mendukung dan memberikan rekomendasi kepada para pelaku usaha dalam ekosistem rantai pasok supaya para pelaku usaha tersebut dapat memberikan perpanjangan tempo pembayaran kepada pedagang- pedagang yang membeli barang-barang dari Tergugat I;
2. Bahwa Tergugat I merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyewaan alat berat dan produk kebutuhan konsumen lainnya.
Untuk menjalankan rekomendasi dari Penggugat terkait pendistribusian produk-produk kepada para pedagangnya dan memberikan perpanjangan tempo pembayaran dari para pedagang (yang direkomendasikan oleh Penggugat) kepada Tergugat, maka Penggugat menawarkan pemberian dana jaminan pembayaran (talangan) untuk menjalankan perpanjangan tempo pembayaran tersebut (untuk selanjutnya disebut “Dana Talangan”);
3. Bahwa untuk kepentingan bisnis Tergugat I tersebut, maka Tergugat II telah bertemu dan berdiskusi dengan Penggugat terkait keinginan memperoleh Dana Talangan dari Penggugat;
4. Bahwa setelah bertemu dan berdiskusi, Penggugat bersedia memberikan Dana Talangan kepada Tergugat I, namun Para Tergugat harus mengikuti beberapa syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian kerjasama antara Penggugat dan Tergugat I, antara lain bersedia mengumpulkan data dan informasi mengenai pedagang yang bekerjasama dengannya, bersedia dikenakan biaya layanan setiap bulannya atas penggunaaan jasa teknologi yang dipilih oleh para pedagang dan wajib mengembalikan Dana Talangan pada akhir periode layanan sesuai jangka waktu perjanjian;
5. Bahwa Para Tergugat kemudian menyatakan bersedia untuk mengikuti syarat dan ketentuan yang ditetapkan Penggugat untuk memperoleh Dana Talangan dari Penggugat tersebut;
Halaman 2 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
6. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, maka pada tanggal 27 Mei 2022 telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Proyek Distribusi No. PKS-040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 (“Perjanjian”) antara Penggugat dengan Para Tergugat;
7. Bahwa selain menandatangani Perjanjian sebagaimana dimaksud di atas, pada tanggal 27 Mei 2022, Tergugat II juga telah menandatangani Perjanjian Penanggungan dan Pemberian Ganti Rugi Perorangan dengan Penggugat yang pada intinya Tergugat II secara pribadi berjanji untuk menjamin pembayaran secara penuh dan tepat waktu atas seluruh kewajiban Tergugat I kepada Penggugat (”Perjanjian Penanggungan”);
8. Bahwa Perjanjian Penanggungan di atas merupakan Perjanjian turunan (accessoir) dari Perjanjian sebagaimana disebutkan dalam Lampiran I (term sheet) No: 038/FTI/V/27052022 tanggal 27 Mei 2022.
Untuk itu, sifat Perjanjian Penanggungan adalah perjanjian tambahan atau turunan dari Perjanjian tertanggal 27 Mei 2022 (Perjanjian Proyek Distribusi) yang saling berkaitan, tidak dapat berdiri sendiri dan satu kesatuan yang tidak saling terpisahkan;
9. Bahwa setelah dilakukan penandatanganan perjanjian-perjanjian sebagaimana dimaksud diatas, maka pada tanggal 30 Mei 2022 Penggugat telah melakukan transfer pokok Dana Talangan sejumlah Rp200.000.000.- (dua ratus juta rupiah) ke rekening Tergugat I pada Bank BRI-KCP Kosambi BDG dengan Nomor Rekening: 2202-01-000234-30-2 atas nama CV Pratama Mandiri;
10. Bahwa kemudian pada tanggal 20 Oktober 2023 Penggugat dengan Para Tergugat telah menyepakati kembali untuk melakukan restrukturisasi utang dengan melakukan penandatanganan Amandemen Perjanjian Proyek Distribusi No. 00007/FTI-LGL/PKS/X/2023 (untuk selanjutnya disebut ”Amandemen Perjanjian”) tanggal 20 Oktober 2023.
Hal ini dilakukan karena Para Tergugat hingga tanggal jatuh tempo berdasarkan Perjanjian tidak mampu melakukan pembayaran kewajiban kepada Penggugat;
11. Bahwa dalam Amandemen Perjanjian tersebut, Para Pihak sepakat untuk merubah nilai jaminan pembayaran dalam bentuk setoran tunai kepada CV Pratama Mandiri menjadi sejumlah Rp260.820.000.- (dua ratus enam puluh juta delapan ratus dua puluh ribu Rupiah) dengan metode pembayaran secara angsuran sesuai jadwal yang telah disepakati pada Lampiran II Amandemen Perjanjian a quo;
Halaman 3 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
12. Bahwa merujuk kepada Lampiran I (satu) Amandemen Perjanjian yang telah disepakati Para Pihak, maka Tergugat I berkewajiban membayar hal-hal sebagai berikut:
LAMPIRAN I AMANDEMEN PERJANJIAN PROYEK DISTRIBUSI TANGGAL 20 OKTOBER 2023 NO. 00007/FTI-LGL/PKS/X/2023:
- “Biaya layanan teknologi dan manajemen adalah 1,80% per bulan dari total nilai jaminan pembayaran (TOP setoran tunai);
- Terkait jadwal pembayaran biaya layanan, Pihak Pertama akan mengirimkan tagihan kepada Pihak Kedua pada minggu pertama setiap bulannya. Pihak Kedua wajib melunasi biaya layanan dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah tagihan dikirimkan;
- Pembayaran Pokok (TOP setoran tunai), Pihak Kedua wajib membayar kembali pokok (TOP setoran tunai) secara bertahap sebagaimana ditentukan dalam jadwal pembayaran dalam lampiran II Perjanjian; dan
- Keterlambatan pembayaran kembali pokok (TOP setoran tunai), jika terjadi keterlambatan pembayaran kembali (TOP setoran tunai) dan/atau biaya layanan melewati hari kalender ke 7 (tujuh), maka pihak kedua dikenakan denda sebesar 0,01 % perhari dari total pencairan TOP setoran tunai. Kemudian jika keterlambatan pembayaran biaya layanan dan/atau pengembalian TOP setoran tunai terhadap 3 (tiga) tagihan secara berturut-turut atau kumulatif, maka TOP setoran tunai seketika dinyatakan jatuh tempo dan wajib dibayarkan kembali kepada Pihak Pertama.”
B. PERBUATAN INGKAR JANJI/WANPRESTASI YANG DILAKUKAN OLEH PARA TERGUGAT
13. Bahwa dalam pelaksanaan Perjanjian tersebut, sesuai dengan kesepakatan Para Pihak, maka Penggugat telah mengirimkan invoice biaya layanan kepada Para Tergugat untuk dibayarkan, namun dari keseluruhan invoice yang dikirimkan Penggugat, Para Tergugat hanya melakukan pembayaran atas 8 (delapan) invoice, yaitu invoice bulan Juni hingga Desember tahun 2022. Kemudian pada 2023, terdapat invoice Januari 2023;
14. Bahwa selanjutnya invoice untuk periode layanan sejak bulan Januari 2024 sampai dengan Agustus 2024 (8 (delapan) invoice) juga telah dikirimkan oleh Penggugat kepada Para Tergugat, namun hingga
Halaman 4 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
saat ini belum dibayarkan kepada Penggugat, yaitu sejumlah Rp36.095.071,- (tiga puluh enam juta sembilan puluh lima ribu tujuh puluh satu Rupiah) terhadap biaya layanan, dengan rincian sebagai berikut:
a. Januari 2024: Invoice 00065/FTI-FAT/INV/II/2024 tanggal 01 Februari 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp5.211.184.- (lima juta dua ratus sebelas ribu seratus delapan puluh empat ribu Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Februari 2024;
b. Februari 2024: Invoice 00142/FTI-FAT/INV/III/2024 tanggal 01 Maret 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp5.011.384.- (lima juta sebelas ribu tiga ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Maret 2024;
c. Maret 2024: Invoice 00052/FTI-FAT/INV/IV/2024 tanggal 01 April 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp4.811.584.- (empat juta delapan ratus sebelas ribu lima ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 April 2024;
d. April 2024: Invoice 00047/FTI-FAT/INV/V/2024 tanggal 02 Mei 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp4.611.784.- (empat juta enam ratus sebelas ribu tujuh ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 09 Mei 2024;
e. Mei 2024: Invoice 00053/FTI-FAT/INV/VI/2024 tanggal 03 Juni 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp4.411.984.- (empat juta empat ratus sebelas ribu sembilan ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 10 Juni 2024;
f. Juni 2024: Invoice 00053/FTI-FAT/INV/VII/2024 tanggal 01 Juli 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp4.212.184.- (empat juta dua ratus dua belas ribu seratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Juli 2024;
g. Juli 2024: Invoice 00053/FTI-FAT/INV/VIII/2024 tanggal 01 Agustus 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp4.012.384.- (empat juta dua belas ribu tiga ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Agustus 2024;
h. Agustus 2024: Invoice 00048/FTI-FAT/INV/IX/2024 tanggal 02 September 2024, perihal penagihan biaya layanan sejumlah Rp10.000.000.- (sepuluh juta Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 09 September 2024;
Halaman 5 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Termasuk seluruh tagihan yang timbul di kemudian hari hingga seluruh kewajiban pembayaran dari Para Tergugat diselesaikan secara penuh dan lunas;
15. Bahwa selain tidak membayar biaya layanan sebagaimana dimaksud di atas, Para Tergugat hingga gugatan ini diajukan juga belum mengembalikan biaya pokok Dana Talangan kepada Penggugat yang telah jatuh tempo sejumlah Rp260.820.000.- (dua ratus enam puluh juta delapan ratus dua puluh ribu Rupiah) yang merupakan jumlah pokok yang telah diterima Para Tergugat;
16. Bahwa akibat adanya keterlambatan dalam pembayaran biaya pokok Dana Talangan kepada Penggugat yang telah jatuh tempo, maka Para Tergugat dikenakan biaya denda atas keterlambatan dan Para Tergugat wajib membayar denda tersebut sesuai perhitungan yang terdapat dalam Lampiran I (term sheet) Perjanjian yang mana hingga gugatan ini diajukan nilainya telah mencapai sejumlah Rp45.314.286,- (empat puluh lima juta tiga ratus empat belas ribu dua ratus delapan puluh enam Rupiah);
17. Bahwa atas tindakan Para Tergugat tersebut di atas, maka Penggugat telah mengirimkan beberapa kali surat somasi atau peringatan kepada Para Tergugat, yaitu:
a. Surat Somasi I (pertama) tertanggal 1 Juli 2024 No. 238/S- IND/VII/24 kepada Tergugat I dan Surat Somasi No. 239/S-IND/VII/24 kepada Tergugat II yang pada intinya meminta diselesaikan pembayaran atas tagihan yang telah jatuh tempo sejumlah Rp88.057.920.- (delapan puluh delapan juta lima puluh tujuh ribu sembilan ratus dua puluh rupiah);
b. Surat Somasi II tertanggal 18 Juli 2024 No. 263/S-IND/VII/24 kepada Tergugat I dan Surat Somasi II No. 264/S-IND/VII/24 kepada Tergugat II yang pada intinya meminta diselesaikan pembayaran atas tagihan yang telah jatuh tempo sejumlah Rp88.057.920.- (delapan puluh delapan juta lima puluh tujuh ribu sembilan ratus dua puluh rupiah); dan
c. Surat Somasi Terakhir tertanggal 31 Juli 2024 No. 277/S- IND/VII/24 kepada Tergugat I dan Surat Somasi Terakhir No. 278/S- IND/VII/24 kepada Tergugat II yang pada intinya meminta diselesaikan pembayaran atas tagihan yang telah jatuh tempo sejumlah
Halaman 6 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Rp88.057.920.- (delapan puluh delapan juta lima puluh tujuh ribu sembilan ratus dua puluh rupiah);
18. Bahwa atas semua semua somasi yang telah disampaikan oleh Penggugat di atas, Para Tergugat sama sekali tidak menanggapi atau merespon terhadap kewajiban yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih;
19. Bahwa dari serangkaian upaya yang telah ditempuh Penggugat di atas, terlihat bahwa Para Tergugat tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya kepada Penggugat sehingga akibat perbuatan Para Tergugat tersebut telah menimbulkan kerugian nyata bagi Penggugat baik secara materiil maupun immateriil;
C. TINDAKAN PARA TERGUGAT DIKUALIFISIR SEBAGAI PERBUATAN INGKAR JANJI/WANPRESTASI
20. Bahwa perbuatan Para Tergugat sebagaimana Penggugat uraikan di atas adalah perbuatan ingkar janji/wanprestasi yang dapat dikualifikasikan dan memenuhi unsur-unsur wanprestasi sebagaimana diatur dalam Pasal 1238 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), yang menyatakan bahwa:
“Debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.”;
21. Bahwa lebih jelasnya yang dimaksud wanprestasi menurut Salim H.S. dalam bukunya yang berjudul Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW), halaman 180 menyatakan bahwa “Wanprestasi adalah suatu keadaan yang dikarenakan kelalaian atau kesalahannya, debitur tidak dapat memenuhi prestasi seperti yang telah ditentukan dalam perjanjian dan bukan dalam keadaan memaksa. Adapun yang menyatakan bahwa wanprestasi adalah tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara kreditur dengan debitur”;
22. Bahwa, lebih lanjut karena perbuatan wanprestasi yang dilakukan oleh Para Tergugat telah menimbulkan kerugian nyata bagi Penggugat maka Para Tergugat harus menanggung konsekuensi hukum yaitu dengan melakukan ganti kerugian terhadap Penggugat, hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 1239 dan 1243 KUHPerdata, yaitu:
Pasal 1239 KUHPerdata:
Halaman 7 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
“Tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, wajib diselesaikan dengan memberikan penggantian biaya, kerugian dan bunga, bila debitur tidak memenuhi kewajibannya.”
Pasal 1243 KUHPerdata:
“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan lalai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang telah melampaui waktu yang telah ditentukan.”
23. Bahwa, berdasarkan ketentuan-ketentuan, doktrin dan penjelasannya di atas, maka jelas bahwa tindakan Para Tergugat yang tidak membayar invoice biaya layanan, pokok Dana Talangan, dan biaya denda keterlambatan yang telah jatuh tempo kepada Penggugat adalah perbuatan ingkar janji/wanprestasi dan telah menimbulkan kerugian nyata bagi Penggugat;
24. Bahwa, kemudian karena Tergugat II telah menandatangani Perjanjian Penanggungan, maka Tergugat II harus bertanggung jawab atas wanprestasi yang dilakukan Tergugat I. Hal ini sesuai dengan Pasal 1316 dan 1820 KUHPerdata yang menyatakan bahwa:
Pasal 1316 KUHPerdata:
“Seseorang boleh menanggung seorang pihak ketiga dan menjanjikan bahwa pihak ketiga ini akan berbuat sesuatu, tetapi hal ini tidak mengurangi tuntutan ganti rugi terhadap penanggung atau orang yang berjanji itu, jika pihak ketiga tersebut menolak untuk memenuhi perjanjian itu.”
Pasal 1820 KUHPerdata:
“Penanggungan ialah suatu persetujuan di mana pihak ketiga demi kepentingan kreditur, mengikat diri untuk memenuhi perikatan debitur, bila debitur itu tidak memenuhi perikatannya.,”
25. Bahwa dalam hal Tergugat II harus menggantikan pemegang utang utama (Tergugat I) dalam menyelesaikan kewajibannya, segala aset berupa harta benda dari Tergugat II dapat dijadikan jaminan utang untuk pelunasan kepada Penggugat;
26. Bahwa hal tersebut di atas diatur dalam Pasal 1131 KUHPerdata yang menyatakan bahwa: ”Segala barang-barang bergerak dan tak bergerak milik debitur, baik yang sudah ada maupun yang akan ada, menjadi jaminan untuk perikatan-perikatan perorangan debitur itu.”
Halaman 8 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
D. KERUGIAN MATERIIL DAN IMMATERIIL YANG DIALAMI PENGGUGAT
27. Bahwa berdasarkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta tersebut di atas yang telah jelas bahwa Para Tergugat telah melakukan tindakan ingkar janji/wanprestasi, oleh karenanya Penggugat mengalami kerugian materiil dan immateriil sebagai berikut:
Kerugian Materiil Penggugat:
- Pokok Dana Talangan yang telah ditransfer dan belum dikembalikan sejumlah Rp260.820.000.- (dua ratus enam puluh juta delapan ratus dua puluh ribu Rupiah);
- Total biaya layanan sebagaimana invoice yang belum dibayarkan sejumlah Rp36.095.071,- (tiga puluh enam juta sembilan puluh lima ribu tujuh puluh satu Rupiah); dan
- Denda keterlambatan atas pembayaran pokok Dana Talangan sejumlah Rp45.314.286,- (empat puluh lima juta tiga ratus empat belas ribu dua ratus delapan puluh enam Rupiah).
Total kerugian materiil seluruhnya yaitu Rp342.229.357.- (tiga ratus empat puluh dua juta dua ratus dua puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh tujuh Rupiah).
Kerugian Immateriil Penggugat:
Melihat banyaknya waktu, tenaga dan pikiran yang dihabiskan Penggugat atas upaya penyelesaian permasalahan ini, yang mana hal tersebut sangat mengganggu Penggugat dalam menjalankan bisnisnya, dan Penggugat menjadi kehilangan potensi pendapatan dari klien lainnya yang akan didapat apabila dana dari Para Tergugat dibayarkan secara penuh dan tepat waktu, maka dari itu, Penggugat menuntut kerugian immateriil atas kerugian tersebut dengan nilai yang dianggap patut oleh Penggugat, yaitu sebesar Rp100.000.000.- (seratus juta Rupiah);
28. Bahwa merujuk pernyataan Tergugat II dalam Perjanjian Penanggungan dan ketentuan Pasal 1131 dan 1132 KUHPerdata, serta untuk menjamin Gugatan ini menjadi tidak illusionir (sia-sia) dan agar terlaksananya putusan Gugatan ini dengan baik, maka Penggugat mohon agar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berkenan untuk meletakkan sita jaminan terhadap harta-harta kekayaan milik Para Tergugat sebagai berikut:
Halaman 9 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Tanah dan bangunan yang diketahui milik Tergugat II beralamat di Kampung Pasar Minggu, RT.004, RW.001, Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat;
- Rekening Tergugat I pada Bank Rakyat Indonesia dengan Nomor Rekening 2202-01-000234-30-2 atas nama CV Pratama Mandiri;
- Dan aset-aset lainnya yang perinciannya akan diserahkan kemudian. Oleh karenanya, Penggugat mereservir haknya untuk mengajukan permohonan sita jaminan atas aset-aset lainnya milik Para Tergugat;
29. Bahwa untuk menjamin pelaksanaan putusan perkara a quo tidak berlarut-larut hingga mengakibatkan kerugian baik waktu, tenaga, dan pikiran bagi Penggugat, maka sudah sepantasnya apabila Para Tergugat dibebani untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp1.000.000.- (satu juta Rupiah) perhari atas keterlambatan pelaksanaan putusan oleh Para Tergugat;
30. Bahwa oleh karena gugatan ini diajukan disertai bukti-bukti autentik dan kuat (prima facie evidence), maka kami mohon agar Putusan perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun terdapat bantahan, perlawanan (verzet), Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali.
Berdasarkan hal-hal yang telah Penggugat uraikan diatas, maka dengan segala kerendahan hati Penggugat memohon kiranya agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara a quo berkenan memberikan putusan sebagai berikut :
PETITUM
Dalam Pokok Perkara
1. Menerima dan mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan sah Perjanjian Proyek Distribusi No. PKS- 040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 beserta amandemen Perjanjian tersebut;
3. Menyatakan sah Perjanjian Penanggungan dan Pemberian Ganti Rugi Perorangan tertanggal 27 Mei 2022 antara Tergugat II dengan Penggugat yang merupakan perjanjian turunan (accessoir) dari Perjanjian Proyek Distribusi;
4. Menyatakan bahwa Para Tergugat telah melakukan Wanprestasi (ingkar janji) atas kewajiban pembayaran invoice biaya layanan, pokok Dana
Halaman 10 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Talangan, dan biaya denda keterlambatan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Proyek Distribusi No. PKS-040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 beserta amandemen Perjanjian tersebut;
5. Menyatakan Tergugat II telah lalai karena tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam Perjanjian Penanggungan dan Pemberian Ganti Rugi Perorangan tertanggal 27 Mei 2022;
6. Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar secara tunai dan sekaligus atas kerugian Materiil Penggugat yang merupakan kewajiban Para Tergugat, yaitu dengan total sebesar Rp342.229.357.- (tiga ratus empat puluh dua juta dua ratus dua puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh tujuh Rupiah);
7. Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar secara tunai dan sekaligus atas kerugian immateriil Penggugat sebesar Rp.
100.000.000,- (seratus juta Rupiah);
8. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan dan aset-aset lainnya milik Para Tergugat yang perinciannya akan diserahkan oleh Penggugat kemudian, namun yang diletakkan terlebih dahulu yaitu:
- Tanah dan bangunan yang diketahui milik Tergugat II beralamat di Kampung Pasar Minggu, RT.004, RW.001, Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat; dan
- Rekening Tergugat I pada Bank Rakyat Indonesia dengan Nomor Rekening 2202-01-000234-30-2 atas nama CV Pratama Mandiri;
9. Menghukum Para Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp1.000.000.- (satu juta Rupiah) untuk setiap hari keterlambatan pelaksanaan isi putusan;
10.Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada upaya verzet, banding, kasasi, dan peninjauan kembali;
11.Menghukum Para Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.
Atau, apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil- adilnya (ex aequo et bono):
Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah di tentukan Penggugat telah datang menghadap Kuasanya di persidangan, akan tetapi Tergugat I dan Tergugat II tidak datang menghadap ataupun menyuruh orang lain menghadap
Halaman 11 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
untuk mewakilinya, meskipun telah dipanggil secara sah dan patut, masing- masing berdasarkan :
1. Untuk Tergugat I :
- Relaas Panggilan tercatat tanggal 02 Oktober 2024 untuk sidang tanggal 15 Oktober 2024;
- Relaas Panggilan tercatat tanggal 23 Oktober 2024 untuk sidang tanggal 05 Nopember 2024;
- Relaas Panggilan tercatat tanggal 05 Nopember 2024 untuk sidang tanggal 12 Nopember 2024;
2. Untuk Tergugat II
- Relaas Panggilan tercatat tanggal 02 Oktober 2024 untuk sidang tanggal 15 Oktober 2024;
- Relaas Panggilan tercatat tanggal 23 Oktober 2024 untuk sidang tanggal 05 Nopember 2024;
- Relaas Panggilan tercatat tanggal 05 Nopember 2024 untuk sidang tanggal 12 Nopember 2024;
sedangkan tidak ternyata bahwa tidak datangnya itu disebabkan oleh sesuatu halangan yang sah, maka Majelis berpendapat Tergugat I dan Tergugat II tidak menggunakan haknya dan selanjutnya persidangan dilanjutkan tanpa hadirnya Tergugat I dan Tergugat II;
Menimbang, bahwa oleh karena pihak Tergugat I dan Tergugat II tidak pernah hadir dipersidangan, maka upaya perdamaian/mediasi tidak dapat dilaksanakan, selanjutnya pemeriksaan perkara ini dimulai dengan membacakan surat gugatan Penggugat dan atas gugatan Penggugat tersebut Penggugat menyatakan tetap pada gugatannya ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti-bukti surat berupa fotocopy surat yang bermeterai cukup serta telah dicocokkan sesuai dengan aslinya ternyata cocok selanjutnya diberi tanda P.1 s/d P8C , bukti-bukti surat tersebut sebagai berikut :
1. Bukti P-01 : Perjanjian Proyek Distribusi tertanggal 27 Mei 2022 antara Penggugat dengan Para Tergugat No. PKS-040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 dan Lampiran I term sheet;(Bukti COPY DARI PRINT OUT) 2. Bukti P-02 : Perjanjian Kerahasiaan (NDA) No: NDA-029/FTI/DISTRIBUTOR /III/2022 antara Penggugat dengan Para Tergugat tertanggal 30 Maret 2022; (Bukti COPY DARI PRINT OUT)
Halaman 12 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
3. Bukti P-03 : Perjanjian Penanggungan dan Pemberian Ganti Rugi Perorangan tertanggal 27 Mei 2022 antara Tergugat II dengan Penggugat; (Bukti COPY DARI PRINT OUT)
4. Bukti P-04 : Bukti Transfer ke Rekening Tergugat I atas nama CV Pratama Mandiri tertanggal 31 Mei 2022; (Bukti COPY DARI PRINT OUT)
5. Bukti P-05 : Pemberitahuan Pencairan
kepada Tergugat I No.
00257/PEMBERITAHUAN/FTI/V/2022 tertanggal 30 Mei 2022; (Bukti COPY DARI PRINT OUT)
6. Bukti P-06 : Amandemen Perjanjian Proyek Distribusi tertanggal 20 Oktober 2023 No. 00007/FTI- LGL/PKS/X/2023 dan Lampiran I Term sheet; Bukti COPY DARI ASLI)
7. Bukti P-07 : Invoice Perihal Penagihan Biaya layanan berdasarkan Perjanjian Proyek Distribusi yang belum dibayarkan Para Tergugat;
8. Bukti P-07 A : Invoice 00065/FTI- FAT/INV/II/2024 tanggal 01 Februari 2024, sejumlah Rp 5.211.184.- (lima juta dua ratus sebelas ribu seratus delapan puluh empat ribu Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Februari 2024 (Bukti COPY DARI PRINT OUT)
9. Bukti P-07 B : Invoice 00142/FTI- FAT/INV/III/2024 tanggal 01 Maret 2024, sejumlah Rp 5.011,384.- (lima juta sebelas ribu tiga ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Maret 2024;
10. Bukti P-07 C : Invoice 00052/FTI- FAT/INV/IV/2024 tanggal 01 April 2024, sejumlah Rp 4.811.584.- (empat juta delapan ratus sebelas ribu lima ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 April 2024;
11. Bukti P-07 D : Invoice 00047/FTI- FAT/INV/V/2024 tanggal 02 Mei 2024, sejumlah Rp 4.611.784.- (empat juta enam ratus sebelas ribu tujuh
Halaman 13 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 09 Mei 2024;
12. Bukti P-07 E : Invoice 00053/FTI- FAT/INV/VI/2024 tanggal 03 Juni 2024, sejumlah Rp 4.411.984.- (empat juta empat ratus sebelas ribu sembilan ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 10 Juni 2024;
13. Bukti P-07 F : Invoice 00053/FTI- FAT/INV/VII/2024 tanggal 01 Juli 2024, sejumlah Rp 4.212.184.- (empat juta dua ratus dua belas ribu seratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Juli 2024;
14. Bukti P-07 G : Invoice 00053/FTI- FAT/INV/VIII/2024 tanggal 01 Agustus 2024, sejumlah Rp 4.012.384.- (empat juta dua belas ribu tiga ratus delapan puluh empat Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 08 Agustus 2024;
15. Bukti P-07 H : Invoice 00048/FTI- FAT/INV/IX/2024 tanggal 02 September 2024, sejumlah Rp 3.812.584,- (tiga juta delapan ratus dua belas ribu lima ratus delapan Rupiah) dengan tanggal jatuh tempo 09 September 2024;
16. Bukti P-08 : Surat Somasi
(Peringatan) Penggugat kepada Para Tergugat:
17. Bukti P-08 A : Surat Somasi I (pertama) tertanggal 1 Juli 2024 No. 238/S-IND/VII/24 kepada Tergugat I dan Surat Somasi No. 239/S-IND/VII/24 kepada Tergugat II yang pada intinya meminta diselesaikan pembayaran atas tagihan yang telah jatuh tempo sejumlah Rp 88.057.920.- (delapan puluh delapan juta lima puluh tujuh ribu sembilan ratus dua puluh rupiah) ;
18. Bukti P-08 B : Surat Somasi II tertanggal 18 Juli 2024 No. 263/S-IND/VII/24 kepada Tergugat I dan Surat Somasi II No. 264/S-IND/VII/24 kepada Tergugat II yang pada intinya meminta diselesaikan pembayaran atas tagihan yang telah jatuh tempo
Halaman 14 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
sejumlah Rp 88.057.920.- (delapan puluh delapan juta lima puluh tujuh ribu sembilan ratus dua puluh rupiah);
19. Bukti P-08 C : Surat Somasi Terakhir tertanggal 31 Juli 2024 No. 277/S-IND/VII/24 kepada Tergugat I dan Surat Somasi Terakhir No. 278/S- IND/VII/24 kepada Tergugat II yang pada intinya meminta diselesaikan pembayaran atas tagihan yang telah jatuh tempo sejumlah Rp88.057.920.- (delapan puluh delapan juta lima puluh tujuh ribu sembilan ratus dua puluh rupiah);
Menimbang, bahwa bukti surat tersebut telah diberi materai secukupnya dan telah dicocokkan dengan aslinya;
Menimbang, bahwa selain mengajukan bukti surat, Penggugat telah pula menghadirkan 2 (dua) orang saksi yang bernama Jessica Anastasya dan Antonius Cahyo Hadikusumo sebagai berikut :
1. Saksi Jessica Anastasya dibawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa Saksi mengenal CV Pratama Mandiri dan Tedi Supardi dalam hubungan profesional sebagai klien dari PT Fairbanc Technologies Indonesia;
- Bahwa Saksi merupakan karyawan PT Fairbanc Technologies Indonesia pada bagian Finance yang bertugas melakukan transfer dana kepada distributor;
- Bahwa permasalahan antara CV Pratama Mandiri dan Tedi Supardi dengan PT Fairbanc Technologies Indonesia adalah terkait tidak melakukan kewajiban yaitu mengembalikan dana talangan kepada PT Fairbanc;
- Bahwa dana yang ditransfer kepada CV Pratama Mandiri adalah sejumlah Rp. 200.000.000.- (dua ratus juta rupiah);
- Bahwa setelah mentransfer saksi mengeluarkan invoice biaya layanan dan denda. Total keseluruhan termasuk pokok dana talangan yang harus dibayarkan adalah Rp. 342.229.357.-;
- Bahwa dana talangan ditransfer pada 31 Mei 2022 ke rekening CV Pratama Mandiri;
- Bahwa pemberian dana talangan tersebut ada kontrak yang disepakati para pihak;
Halaman 15 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa Invoice biaya layanan yang diterbitkan untuk CV Pratama Mandiri adalah 16 Invoice dan Saksi yang membuat invoice tersebut;
- Bahwa setelah invoice dibuat langsung dikirim kepada CV Pratama Mandiri via email yang tertera di kontrak;
- Bahwa CV Pratama Mandiri melalui Tedi Supardi pernah memberikan cek untuk pembayaran;
- Bahwa dari email invoice biaya layanan tersebut CV Pratama Mandiri ada melakukan pembayaran beberapa kali;
2. Saksi Antonius Cahyo Hadikusumo dibawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa Saksi mengenal CV Pratama Mandiri dan Tedi Supardi dalam hubungan profesional sebagai klien dari PT Fairbanc Technologies Indonesia;
- Bahwa Saksi merupakan karyawan PT Fairbanc Technologies Indonesia pada bagian operasional;
- Bahwa Saksi mengetahui permasalahan antara CV Pratama Mandiri dengan PT Fairbanc Technologies Indonesia, yaitu terkait kegagalan pembayaran CV Pratama Mandiri kepada PT Fairbanc ; - Bahwa kegagalan pembayaran itu berdasarkan perjanjian proyek distribusi yaitu pemberian layanan teknologi dan dana talangan kepada CV Pratama Mandiri oleh PT Fairbanc;
- Bahwa jumlah dana talangan yang disepakati adalah Rp.
200.000.000.- (dua ratus juta Rupiah)
- Bahwa dari pemberian dana talangan tersebut CV Pratama Mandiri ada melakukan pembayaran biaya layanan beberapa kali;
- Bahwa sisa yang belum dibayarkan Rp. 342.229.357.- untuk pokok dana talangan, biaya layanan dan denda keterlambatan pembayaran pokok. Hal ini hasil pemantauan saksi atas transaksi dan operasional;
- Bahwa karena tidak dibayar maka ada upaya berupa membangun komunikasi dan memberi peringatan, namun tetap tidak dibayarkan;
- Bahwa dalam proses transaksi ada 2 (dua) dokumen perjanjian, pertama perjanjian proyek distribusi yang didalamnya ada lampiran I yang berisi term sheet dan yang kedua itu perjanjian penanggungan dan ganti rugi perseorangan yang berisi bahwa Tedi Supardi memberikan jaminan harta pribadinya untuk menjamin kalau CV
Halaman 16 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Pratama Mandiri gagal bayar maka dia menjamin pembayaran menggunakan harta pribadinya
- Bahwa kedua perjanjian itu ditandatangani sebelum proses pencairan atau transfer dana;
- Bahwa perjanjian tersebut berbentuk soft copy dan dikirimkan oleh tim yang saksi pimpin;
Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat mengajukan Kesimpulan tanggal 14 Januari 2025;
Menimbang, bahwa akhirnya Penggugat menyatakan tidak ada hal-hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;
Menimbang, bahwa untuk menyingkat putusan, maka segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan, dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari putusan ini;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah seperti diuraikan dalam duduknya perkara tersebut di atas ;
Menimbang, bahwa karena ternyata Tergugat I dan Tergugat II meskipun telah dipanggil secara sah dan patut, tidak datang menghadap dan tidak ternyata bahwa tidak datangnya itu disebabkan suatu halangan yang sah, serta Tergugat I dan Tergugat II tersebut juga tidak mengajukan eksepsi kompetensi/kewenangan mengadili, maka sidang dilanjutkan tanpa kehadiran Tergugat I dan Tergugat II dan perkara akan diputus secara verstek;
Menimbang, meskipun perkara aquo akan diputus dengan verstek tetapi Penggugat tetap berkewajiban untuk membuktikan bahwa dalil-dalil gugatannya beralasan dan tidak bertentangan dengan hukum ;
Menimbang, bahwa apabila diperhatikan surat gugatan Penggugat Majelis dapat menyimpulkan bahwa yang menjadi pokok gugatan Penggugat adalah Para Tergugat belum mengembalikan sejumlah uang yang merupakan kewajiban Para Tergugat, yaitu dengan total Rp342.229.357.- (tiga ratus empat puluh dua juta dua ratus dua puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh tujuh Rupiah);
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil gugatannya Penggugat mengajukan bukti surat P.1 sampai dengan Bukti P-8C dan 2 (dua) orang saksi yang bernama Jessica Anastasya dan Antonius Cahyo Hadikusumo;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan persoalan pokok tersebut dalam perkara ini yaitu dengan menjawab pertanyaan Apakah benar telah terjadi Perjanjian Proyek Distribusi
Halaman 17 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
No. PKS-040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 beserta amandemen Perjanjian dan Perjanjian Penanggungan dan Pemberian Ganti Rugi Perorangan tertanggal 27 Mei 2022 antara Tergugat II dengan Penggugat yang merupakan perjanjian turunan (accessoir) dari Perjanjian Proyek Distribusi antara Penggugat dengan Para Tergugat;
Apakah dari perjanjian tersebut, Para Tergugat telah lalai karena tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam Perjanjian Proyek Distribusi No. PKS-040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 beserta amandemen Perjanjian dan Perjanjian Penanggungan dan Pemberian Ganti Rugi Perorangan tertanggal 27 Mei 2022 antara Tergugat II dengan Penggugat yang merupakan perjanjian turunan (accessoir) dari Perjanjian Proyek Distribusi antara Penggugat dengan Para Tergugat;
Menimbang, bahwa pengertian Wanprestasi adalah pelaksanaan kewajiban yang tidak dipenuhi atau ingkar janji atau kelalaian yang dilakukan oleh salah satu pihak yang secara hukum dibebani kewajiban akan tetapi tidak memenuhi isi perjanjian yang disepakatinya;
Menimbang, bahwa untuk menyatakan suatu perbuatan cidera janji/
wanprestasi terlebih dahulu harus ada suatu perikatan/ perjanjian atau hubungan hukum antara kedua-belah pihak, sebagaimana yang ditentukan oleh ketentuan hukum yang berlaku, sedangkan hak untuk menuntutnya diperlukan suatu proses yaitu pernyataan lalai atau somasi;
Menimbang, bahwa mengenai bentuk-bentuk wanprestasi/ ingkar janji, yaitu:
1. Tidak melaksanakan kewajiban/ prestasinya, sebagaimana yang telah disepakati dalam perjanjian;
2. Melaksanakan kewajiban/ prestasinya, tetapi tidak sebagaimana mestinya;
3. Melaksanakan kewajiban/ prestasinya, tetapi terlambat atau tidak tepat waktu; atau
4. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis akan mempertimbangkan hubungan hukum antara para pihak berperkara ;
Menimbang, bahwa syarat-syarat sahnya suatu perjanjian yang tercantum dalam Pasal 1320 KUH Perdata yaitu :
1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya ; 2. Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian 3. Suatu hal tertentu ;
Halaman 18 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4. Suatu sebab yang halal ;
Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1338 KUH Perdata yaitu “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”, maka dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa Penggugat telah berhasil membuktikan dalil gugatannya tersebut bahwa adanya hubungan hukum antara Penggugat dengan Tergugat dimana Penggugat dengan Para Tergugat telah melakukan penandatanganan Perjanjian Proyek Distribusi No. PKS-040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 beserta amandemen Perjanjian dan Perjanjian Kerahasiaan (NDA) No: NDA- 029/FTI/DISTRIBUTOR /III/2022 antara Penggugat dengan Para Tergugat tertanggal 30 Maret 2022 (Vide Bukti P-01 dan Bukti P-02);
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian pertimbangan diatas, maka dengan demikian terdapat hubungan hukum antara Penggugat dengan Para Tergugat terkait pendistribusian produk-produk kepada para pedagangnya dan memberikan perpanjangan tempo pembayaran dari para pedagang;
Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti P-01 dan P-02, membuktikan bahwa Para Tergugat telah menandatangani Perjanjian Proyek Distribusi dan Perjanjian Kerahasiaan dengan Penggugat untuk memperoleh dana sejumlah Rp. 200.000.000.- (dua ratus juta Rupiah) dari Penggugat;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-3 membuktikan bahwa Tergugat II (Tedi Supardi) menyatakan bersedia secara pribadi untuk menanggung dan menjamin pembayaran secara penuh dan tepat waktu atas seluruh kewajiban Tergugat I kepada Penggugat berdasarkan Perjanjian No. PKS- 040/FTI/DISTRIBUTOR/V/2022 tertanggal 27 Mei 2022, termasuk memberikan ganti rugi kepada Penggugat apabila Tergugat I gagal melakukan pembayaran;
Menimbang, bahwa Berdasarkan Bukti P-04 dan P-05, membuktikan bahwa Penggugat telah melakukan transfer pokok dana deposit ke rekening Tergugat I, dan Tergugat I telah menerimanya sejumlah Rp200.000.000.- (dua ratus juta Rupiah) dari Penggugat pada rekening Bank BRI-KCP Kosambi BDG dengan Nomor Rekening 2202-01-000234-30-2 atas nama CV Pratama Mandiri;
Menimbang, bahwa Berdasarkan Bukti P-06, membuktikan bahwa antara Penggugat dengan Para Tergugat telah membuat dan menandatangani Perubahan Perjanjian Proyek Distribusi untuk menambah beberapa kesepakatan antara Para Pihak guna kelancaran Kerjasama yang telah berjalan;
Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti P-07 A s/d P-07 H, membuktikan bahwa Penggugat telah mengirimkan Invoice namun Para Tergugat tidak melaksanakan kewajibannya lagi sebagaimana disepakati dalam Perjanjian
Halaman 19 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Proyek Distribusi tanggal 27 Mei 2022, yaitu berkewajiban untuk membayar biaya layanan setiap bulannya kepada Penggugat. Dimana total dari 8 (delapan) Invoice yang belum dibayar tersebut sejumlah Rp 36.095.071, - (tiga puluh enam juta sembilan puluh lima ribu tujuh puluh satu Rupiah).-;
Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti P-08 A s/d P-08 C, membuktikan bahwa Penggugat telah mengirimkan somasi (peringatan) kepada Para Tergugat masing-masing sebanyak 3 (tiga) kali agar segera menyelesaikan kewajibannya yang telah jatuh tempo, namun Para Tergugat sama sekali tidak menanggapinya;
Menimbang, bahwa adapun akibat hukum ataupun sanksi bagi seseorang yang melakukan wanprestasi tersebut adalah Membayar ganti rugi, Pembatalan perjanjian, Peralihan resiko, Membayar biaya perkara. Ingkar janji/wanprestasi menimbulkan hak dan kewajiban hukum para pihak, karena adanya suatu perikatan ;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.1 sampai dengan bukti P-8c yang tidak terbantahkan dengan ketidak hadiran Tergugat I dan Tergugat II sebagaimana tersebut diatas menurut Majelis, Tergugat I dan Tergugat II dipandang sebagai pihak yang gagal melakukan atau memenuhi prestasi sesuai dengan prinsip etikad baik dalam suatu Perjanjian maka Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan perbuatan wanprestasi / Ingkar Janji ;
Menimbang, bahwa terhadap petitum angka 2 dan petitum angka 3 oleh karena petitum ini merupakan causa prima adanya perjanjian kedua pihak, maka petitum angka 2 dan angka 3 beralasan dan haruslah dikabulkan ;
Menimbang, bahwa berdasarkan terhadap petitum angka 4 dan angka 5, oleh karena Tergugat I dan Tergugat II telah dinyatakan melakukan perbuatan wanprestasi, maka petitum angka 4 dan angka 5 beralasan untuk dikabulkan ;
Menimbang, bahwa terhadap petitum angka 6 mengenai Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar secara tunai dan sekaligus atas kerugian Materiil Penggugat yang merupakan kewajiban Para Tergugat, yaitu dengan total Rp342.229.357.- (tiga ratus empat puluh dua juta dua ratus dua puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh tujuh Rupiah) Majelis akan mempertimbangkan sebagai berikut :
Menimbang, bahwa setelah mencermati posita gugatan Penggugat, Penggugat telah merinci kerugian Materiil Penggugat yakni :
Halaman 20 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
-Pokok Dana Talangan yang telah ditransfer dan belum dikembalikan sejumlah Rp260.820.000.- (dua ratus enam puluh juta delapan ratus dua puluh ribu Rupiah);
-Total biaya layanan sebagaimana invoice yang belum dibayarkan sejumlah Rp36.095.071,- (tiga puluh enam juta sembilan puluh lima ribu tujuh puluh satu Rupiah); dan
-Denda keterlambatan atas pembayaran pokok Dana Talangan sejumlah Rp45.314.286,- (empat puluh lima juta tiga ratus empat belas ribu dua ratus delapan puluh enam Rupiah).
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian perhitungan tersebut diatas, sehingga kerugian yang dialami Penggugat seluruhnya berjumlah Rp342.229.357.- (tiga ratus empat puluh dua juta dua ratus dua puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh tujuh Rupiah) sehingga petitum angka 6 beralasan untuk dikabulkan ;
Menimbang, bahwa mengenai petitum angka 7 mengenai Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar secara tunai dan sekaligus atas kerugian immateriil Penggugat sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta Rupiah), Majelis berpendapat oleh karena kerugian immateriil tersebut tidak dapat dirinci dan dibuktikan oleh Penggugat maka petitum angka 7 tersebut haruslah ditolak ;
Menimbang, bahwa mengenai petitum angka 8 mengenai Menyatakan sah dan berharga sita jaminan dan aset-aset lainnya milik Para Tergugat yang perinciannya akan diserahkan oleh Penggugat kemudian, namun yang diletakkan terlebih dahulu yaitu:
- Tanah dan bangunan yang diketahui milik Tergugat II beralamat di Kampung Pasar Minggu, RT.004, RW.001, Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat; dan
- Rekening Tergugat I pada Bank Rakyat Indonesia dengan Nomor Rekening 2202-01-000234-30-2 atas nama CV Pratama Mandiri;
Menimbang, bahwa oleh karena selama pemeriksaan perkara ini tidak pernah ada sita jaminan yang dilakukan, maka permintaan tersebut haruslah ditolak ;
Halaman 21 dari 24 Putusan Perdata Gugatan Nomor 1014/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa mengenai petitum angka 9 yakni Menghukum Para Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp1.000.000.- (satu juta Rupiah) untuk setiap hari keterlambatan pelaksanaan isi putusan, Majelis Hakim berpendapat hal ini tidak dapat dikabulkan mengingat dalam perkara ini tuntutannya berupa pembayaran sejumlah uang yang dapat dilaksanakan eksekusi secara riil, oleh karenanya permohonan uang paksa (dwangsom) dinyatakan ditolak;
Menimbang, bahwa mengenai petitum angka 10 yakni Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada upaya Verzet, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali, menurut hemat Majelis Hakim harus ditolak, karena gugatan dalam perkar