• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rangkuman Prosa pada Masa Islam

N/A
N/A
Zarkasya UU

Academic year: 2024

Membagikan "Rangkuman Prosa pada Masa Islam"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Prosa pada Zaman Islam

(Resume Buku Karya Hana Al Fakhuri BAB 3)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Resume Pada Mata Kuliah Sejarah Sastra Arab Klasik

Dosen Pengampu : Dr. Moh. Kanif Anwari, S.Ag. M.Ag

Disusun Oleh :

Zarkasya Umniyah ‘Ulya – 22101010093

PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2023

KATA PENGANTAR

(2)

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana telah melimpahkan rahmat hidayah serta pertolongannya sehingga tugas resume materi ”Prosa pada Zaman Islam” dapat diselesaikan. Sholawat dan salam tak lupa penulis curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyyah menuju zaman islamiyyah. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat.

Penulis menyadari bahwa hasil resume ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya penulis memohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan penulis berharap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan tugas selanjutnya.

Semoga resume sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi semua golongan dan tercatat sebagai amal baik. Aamiin ya robbal alaamian.

Yogyakarta, 30 September 2023

Penulis

(3)

Pendahuluan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosa adalah karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi). Dalam perkembangannya, prosa memiliki rentetan sejarah yang panjang. Mulai, zaman jahiliah, zaman saat Islam masuk, zaman khulafaur rasyidin, hingga saat ini prosa masih berkembang. Prosa pada zaman jahiliah memiliki berbagai macam seperti khutbah, wasiat, matsal, sajak, dan hikmah, serta syair. Namun, dibalik keindahan dan ketenarannya, prosa jahiliah sangat dipengaruhi oleh kefanatikan pada kabilah masing-masing. Beberapa bahkan berisi hinaan pada kaum lain.

Islam datang mengubah prosa yang lebih santun dan islami. Dalam zaman Islam, prosa juga dijunjung memiliki kehormatan sebagaimana pada zaman jahiliah.

Bahkan rasulullah saw memberi apresiasi kepada penyair-penyair kala itu. Prosa pada zaman Islam memiliki karakteristik dan berbagai bentuk yang lebih banyak. Salah satu prosa tertinggi sekaligus menjadi mukjizat nabi ialah Al Quran. Adapun penjelasan lebih detailnya akan dipaparkan dalam pembahasan berikut.

Ringkasan Umum

Pada umumnya, prosa zaman Islam memiliki tiga ciri-ciri sebagai berikut : 1. Kealamiahan Sastra :

Pada masa pra-Islam, kepentingan dalam prosa belum terlalu luas. Ketika Islam muncul dan cakupan kekuasaan Arab meluas, kepentingan negara menjadi lebih rumit. Prosa akhirnya menjadi sarana ekspresi dalam mengungkapkan hubungan antara penguasa dan masyarakat. Oleh karena prosa berkembang dan mengisi tiap warna kehidupan dengan berbagai berbagai bentuk, yaitu pidato, tulisan, surat, sumpah, cerita, perdebatan dan tanda tangan perjanjian. Patut dicatat bahwa sastra prosa ini, pada tahap pertama Islam, adalah karya para khalifah, pangeran, dan gubernur yang menggunakannya untuk mempererat hubungan antara mereka dan masyarakat.

Karya ini tumbuh pada orisinalitas Arab dengan teks yang cenderung ringkas dan berorientasi sosial. Shukri Faisal menjelaskan bahwa sastra Arab pada periode ini adalah sastra alamiah, bukan dibuat-buat. Artinya satra prosa sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari secara alami. Dalam hal ini, prosa tidak didominasi oleh seni artifisial, dan tidak ada pemaksaan makna, namun muncul secara alamiah dari pembuat prosa sesuai kondisi yang sedang terjadi.

(4)

2. Singkat:

Ciri ini menjadi ciri yang paling khas dalam sastra Arab. Sebab mengikuti tradisi sifat orang Arab yang menyukai kata-kata singkat dan jelas. Ciri ini juga dipengaruhi oleh penaklukan yang berhubungan erat dalam hal administrasi, koneksi politik, dan pemerintahan. Hal itu mendorong prosa atau sastra kala itu singkat dan tidak bertele-tele.

3. Arah prosa lebih rinci:

Pada masa Bani Umayyah, masyarakat bercampur dengan orang-orang non- Arab dan negara-negara lain yang memiliki peradaban tinggi, dikarenakan perluasan kekuasaan Arab. Adanya percampuran tersebut, masyarakat Arab mengambil sebagian besar peradaban dan budaya, organisasi pemerintahan, industri, dan pemikiran, serta memanfaatkan gaya bahasa mereka, lalu menggabungkannya dengan gaya orang Arab. Hal itu berdampak memunuculkan prosa Arab ke arah yang baru yaitu prosa yang mengarah lebih rinci.

Orang-orang Arab termotivasi untuk merinci pesan-pesan dan memperjelas perjanjian-perjanjian. Mereka memperluas ruang lingkup prosa, mengisi prosa dengan gagasan dan makna dalam berbagai bagiannya, dan keterkaitan unsur-unsur prosa dalam kesatuan asal-usulnya dan cabang-cabangnya. Orang pertama yang menunjukkan keunggulannya dalam tulisan rinci ini adalah Abu al-Alaa Salem, klien Hisham ibn Abd al-Malik, yang fasih berbahasa Arab dan Yunani, kemudian muridnya Abd al-Hamid al-Katib (132 H). Beliau orang pertama yang menetapkan kaidah-kaidah dalam menulis yang kaidahnya dipelajari oleh para penulis lain.

Fenomena pertama adalah pemanjangan dan kecerdasan dalam memperluas ekspresi.

Kemudian kehati-hatian dalam memilih diksi dan gaya yang tepat untuk mencocokkan antar kata, sehingga mengarah ke jenis sinonim fonetik.

Al Quran dan Al Hadits 1) Al Quran

a. Isinya :

1- Keyakinan : Prinsip Islam yang paling penting adalah keimanan kepada Tuhan, dan keimanan kepada Tuhan hampir bersifat universal di antara semua orang.

Tidak mungkin ada negara modern atau beradab yang tidak memiliki keimanan

(5)

kepada Tuhan. Namun gagasan tentang ketuhanan dan gambaran tentang Tuhan berbeda-beda antar bangsa. Islam menggambarkan Tuhan dengan gambaran yang terangkum dalam Al-Qur'an. Dia bukanlah Tuhan bangsa Arab dan bukan tuhan manusia saja. Melainkan Tuhan semesta alam yang Esa. Segala sesuatu yang ada adalah ciptaan-Nya dan tunduk pada perintah-Nya.

Dia memilih para nabi dan berkomunikasi dengan mereka melalui wahyu.

Tujuan turunnya wahyu ini adalah agar Rasulullah mengajarkan kepada manusia apa yang diajarkan Allah, serta membimbing menuju kebaikan.

Di balik kehidupan ini, ada Hari Akhir, yakni Hari Kebangkitan atau akhirat.

Hari di mana pembalasan atas perbuatan baik dan hukuman atas perbuatan buruk. Dia telah menciptakan dua tempat yaitu Surga dan Neraka. Ada dua jenis pahala di surga, yaitu jenis kenikmatan jasmani dan jenis pahala ruhani yaitu keridhaan dan kedekatan Tuhan dengan-Nya. Demikian pula tempat azab adalah api yang menyala-nyala dan murka Allah

Dan di balik dunia material, terdapat dunia spiritual lain, yang di dalamnya terdapat dua jenis roh. Yaitu roh baik yang menaati perintah Tuhan dan menarik jiwa manusia kepada kebaikan disebut malaikat, dan jenis roh jahat yang menggoda jiwa kepada kejahatan disebut setan.

2 - Amalan : Ada amalan dalam Islam yang wajib dilakukan oleh seorang muslim. Yang pertama adalah shalat, sebagai wujud ketaqwaan kepada Tuhan, dan ekspresi keagamaan yang menjelaskan rasa hormat kepada-Nya. Kedua yakni zakat : diambil dari harta orang kaya untuk dibagikan kepada golongan yang berhak menerima zakat. kemudian puasa Ramadhan, dan menunaikan haji ke rumah orang yang mampu.

3 - Etika : Al-Quran mengajarkan etika dan moralitas, seperti pemenuhan janji, kesabaran di saat sulit, keadilan terhadap orang yang dicintai atau benci, pemaaf, dan lain sebagainya

Islam tidak mengajarkan berpecah-belah dan bersuku-suku, serta fanatik dalam kesukuan hingga menghina suku lain. Islam mengajarkan kesatuan, tidak ada pembedaan antar anggotanya kecuali ketaatan kepada Allah. Ketaatan kepada Allah, rasul-Nya, dan kepada penguasa dalam suatu negara (yang taat pada Allah dan tidak menyuruh maksiat) merupakan kewajiban.

(6)

4 - Dampak dari ajaran-ajaran ini terhadap masyarakat Arab: Tidak ada keraguan bahwa ajaran-ajaran ini sangat berpengaruh di masyarakat Arab.

Karakteristik Islam membuat mereka menjauhi penyembahan berhala. Kesesatan pikiran seperti menyembah berhala dan menganggap itu tuhannya orang-orang Arab, telah diluruskan oleh Islam. Dan dalam Islam, Tuhan adalah Tuhan semesta alam, penguasa dunia. alam semesta dan mengetahui segala sesuatu. Dengan demikian, dengan ajaran-ajaran ini, orang-orang Arab mampu mencapai pemahaman tentang tuhan tanpa perantara materi. Islam mempunyai pengaruh yang besar dalam merubah nilai suatu perbuatan dan akhlak dimata orang Arab sehingga komponen kehidupan dalam pandangan mereka menjadi berbeda.

b. Balaghahnya :

1 - Uslubnya : Zaki Mubara menegaskan dalam buku Prosa Artistik bahwa Al-Qur'an adalah prosa Arab, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: :

Pertama, ia sama sekali tidak memiliki puisi yang seimbang, tidak seperti prosa yang muncul sebelum dan sesudahnya.

Kedua, sistem syair, merupakan sistem yang bertentangan dengan sistem prosa mursal dan sistem asonansi yang diwarisi oleh masyarakat pra-Islam dan menjadi tersebar luas setelah Islam.

Ketiga, banyak peribahasa dan cerita kisah.

Keempat - dimulai dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami seperti "alif lam mim", "Shaad", "Haamim".

Kelima: Menyusun syair Al-Qur’an. Keenam - Al-Qur'an tidak mewajibkan saj'. Kita mungkin menemukan surah-surah pendek yang berima, dan kita mungkin menemukan halaman-halaman surah besar yang berima, namun hal itu tidak dikeluarkan darinya, dan seringkali berpindah dari rima ke ucapan mursal.

2 - Balaghahnya : Ini adalah sebagian dari apa yang telah dikatakan tentang gaya Al-Qur'an. Adapun kefasihan balaghah Al Quran adalah kemegahan seni.

Siapapun akan tergerak oleh alunan dan irama di dalamnya yang mengiringi pidato dan terhubung ke kedalaman jiwa manusia. Di dalamnya terdapat kabar gembira dan terkadang dan peringatan. Keagungan Al Quran melimpah ke dalam kehidupan dan mengarahkan kepada jiwa.

(7)

c. Dampaknya terhadap ilmu sastra:

Al-Qur'an mempunyai pengaruh yang besar terhadap dunia sastra dan ilmu pengetahuan. Orang-orang Arab melestarikannya, memperluas cakupannya, dan berupaya memperhalus dan menyempurnakannya. Dasar ilmu linguistik dan grafis di kalangan orang Arab dan menjadi contoh kefasihan tertinggi.

2) Al Hadits a. Definisi

Hadits atau Sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw dalam bentuk perkataan, perbuatan, atau diamnya Nabi. Termasuk juga dalam hadis apa saja yang diriwayatkan dari para sahabat karena mereka tinggal bersama Rasulullah dan meriwayatkan apa yang mereka lihat dan dengar. Hadits Nabi ditempatkan pada urutan kedua setelah Al-Qur’an, karena ia menjelaskan, membatasi, atau merinci banyak ayat-ayat Al-Qur’an.

b. Jangka Waktunya

Hadits tersebut awalnya tetap ada dalam jangka waktu tertentu tanpa ditulis dan disebarkan melalui lisan. Namun, ada beberapa orang yang melakukan pemalsuan hadits dengan tujuan keegoisan pribadi. Termasuk persaingan politik antara Ali dan Muawiyah dan antara Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan lain-lain. Hal ini menyebabkan kekacauan dan mendorong ulama untuk memurnikan hadis dari.

Membedakan yang asli dan palsu. Setelah itu para ulama mulai menuliskannya, dan di antara yang paling terkenal adalah Imam Malik Sahib

c. Dampak hadis di dunia Islam

Baik asli maupun palsu, hadits mempunyai pengaruh terbesar dalam penyebaran kebudayaan di dunia Islam. Orang-orang datang dan gerakan keilmuan di berbagai belahan dunia datang untuk mempelajarinya. Ulama dari para Sahabat dan para pengikutnya memiliki ketenaran keilmuan mereka berdasarkan tafsir dan hadits.

Orang-orang tertarik untuk meriwayatkan hadis, dengan melakukan perjalanan ke pelosok kerajaan yang terjauh dan keliling negara. Hal ini termasuk pertukaran pendapat ilmiah, dan para ulama di seluruh Mesir mengadopsi apa yang dimiliki orang lain, sehingga gerakan ilmiah hampir bersatu.

Kebudayaan itu ada banyak macamnya, melalui hadis ini berbagai macam tersebar di dunia islam, sejarah islam mulai dari bentuk yang modern, seperti yang ada di kitab-kitab hadis, dari cerita dan keutamaan individu serta keutamaan suatu

(8)

bangsa. .Kemudian sejarah berkembang hingga menjadi kitab-kitab yang berdiri sendiri, seperti kisah Ibnu Hisham. Terlebih lagi, hadits merupakan sumber peraturan yang paling luas (karena memperinci aturan dalam Al Quran) dalam urusan ibadah, perdata dan pidana, serta urusan-urusan lain. Secara umum hadis merupakan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang paling luas pada masa itu.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Fakhuri, Hana. Al-Jami' fii tarikhil adabil 'arobiy. Hal 322-334

Referensi

Dokumen terkait

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Sejarah Pendidikan Islam Indonesia adalah ilmu yang membahas pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam dari masa ke

Zaman Nabi hingga masa Abu Bakr, corak pemerintahannya cenderung sentralistik, pada masa Umar luasnya kawasan Islam menyebabkan kebijakan tersebut tidak

Eksistensi Program Studi Ekonomi Islam di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia merupakan jawaban terhadap tuntutan perkembangan zaman di masa mendatang

2.3 Perkembangan Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Abasiyah.. Masa Abbasiyah menjadi tonggak puncak peradaban Islam. Khalifah- khalifah Bani Abbasiyah secara

Contoh prosa pada zaman ini adalah salah satu surat yang dituliskan oleh Abdurrahman Al-Katib : Hilmi M.Q, 2008, hlm.130 ,نيدلا في اوهقفتو ,بادلآا فونص في باتكلا شرعم اي اوسفانتف اودجأ

Ringkasan dokumen ini adalah tentang sejarah perkembangan filsafat dari masa Yunani Kuno hingga masa

Islam pernah mengalami zaman keemasan pada masa Dinasti Abbasiyah dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat, Khalifah Harun Al- Rasyid tahun 786 M dan Al Ma’mun dianggap