Waktu Pukul 14.00 – 16.00
Tempat Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB Jalan Dipati Ukur No. 4 Bandung
Peserta Anggota SA = 25 orang (dari 34 orang) Ex-officio = 12 orang (dari 19 orang)
Tidak Hadir = 16 orang (termasuk 4 orang ijin tidak hadir) Catatan: Daftar hadir ada pada lampiran
Agenda Sidang 1. Pengesahan Agenda Sidang
2. Pengesahan Risalah Sidang 06 November 2015 3. Laporan Pimpinan Senat Akademik
4. Laporan Komisi III :
- Pembahasan Usulan Kenaikan Jabatan ke GB an. Dr. Suprijadi (FMIPA) dan Dr. Puji Lestari (FTSL)
-Laporan Usulan Kenaikan Jabatan ke LK an. Dr. Tirto Prakoso (FTI) 5. Pertimbangan SA terhadap Renstra ITB Tahun 2016-2020
6. Pertimbangan SA terhadap RKA ITB Tahun 2016 7. Lain-lain
Catatan Sidang
1. PENGESAHAN AGENDA SIDANG Keputusan:
Agenda sidang disetujui untuk dilaksanakan.
2. PENGESAHAN RISALAH SIDANG 06 November 2015 Ringkasan Risalah Sidang:
1. Pengesahan Agenda Sidang
Keputusan: Agenda Sidang disetujui untuk dilaksanakan 2. Pengesahan Risalah Sidang 23 Oktober2015
Keputusan: Risalah Sidang 23 Oktober 2015 disetujui untuk disahkan 3. Laporan Pimpinan Senat Akademik
1) Hasil Rapat MWA tanggal 31 Oktober 2015:
Pembahasan Renstra ITB ditunda karena draft masih memerlukan perbaikan dan pertimbangan dari SA
Perwakilan tiga pilar bersama-sama akan membahas kembali prodi Ekonomika (Pembangunan)
Laporan tentang rencana kegiatan Homecoming Alumni ITB tanggal 7 dan 8 November 2015.
2) SK SA Pembentukan Panitia Adhoc:
Review Rencana Induk Pengembangan (RENIP) ITB
Review Rencana Strategis ITB
Review Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan ITB 2016
Wakil Senat Akademik di MWA
Kebijakan Akademik Multi Kampus (Draft)
SA akan segera menulis surat resmi kepada Rektor untuk meminta penambahan anggota SA baru sesuai dengan alokasi masing-masing fakultas/sekolah.
4. Laporan progres kerja Tim Adhoc SA tentang draft Renstra ITB
Presentasi disampaikan oleh Prof.Dr. Tutus Gusdinar sebagai Ketua Tim Adhoc.
Materi yang disampaikan terdiri dari dua bagian, yaitu: 1) Masukan kepada Rektor dan Tim Renstra ITB untuk perbaikan draft Renstra;
dan 2) Pertimbangan tentang Renstra ITB yang akan disampaikan oleh SA kepada MWA.
5. Laporan Komisi I: Draft SK SA tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Insinyur
Pembacaan naskah dilakukan oleh Sekretaris SA, mewakili Prof. Dr.
Widyo Nugroho SULASDI (Ketua Komisi I) yang berhalangan hadir.
Dari hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa masih banyak
ketidakjelasan dan ketidakpastian tentang acuan legal yang melandasi penyelenggaraan program pendidikan profesi insinyur, sehingga diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam merumuskan peraturan SA yang berkaitan dengan program pendidikan tersebut, dengan melibatkan pakar dan nara sumber yang memiliki
pengetahuan dan pengalaman di bidang tersebut.
Keputusan:
Sidang Pleno memutuskan untuk dibentuk Tim Adhoc Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Insinyur yang bertugas merumuskan draft peraturan dan melaporkannya kepada sidang pleno SA.
6. Laporan Komisi IV : Kriteria Evaluasi Kegiatan Pencapaian Penelitian ITB
Presentasi ditunda karena keterbatasan waktu, akan dijadwalkan kembali dalam agenda sidang SA berikutnya.
7. Lain-lain:
Karena SA perlu memberikan pertimbangan dan masukan terhadap Renstra ITB 2006-2020 dan RKAT ITB 2016 sebelum disahkan oleh MWA dalam rapat tanggal 21 November 2015, maka SA perlu
melaksanakan sidang pleno khusus untuk membahas kedua dokumen tersebut pada tanggal 13 November 2015 pukul 13.30.
Keputusan: Risalah sidang pleno 06 November 2015 disetujui dan disahkan.
3. LAPORAN PIMPINAN SENAT AKADEMIK
1) Rencana Penambahan Anggota Tetap Senat Akademik Wakil Fakultas/Sekolah Sesuai Peraturan MWA No. 003/2015.
Surat resmi akan segera disampaikan kepada Rektor ITB
Penambahan 20 orang anggota tetap SA baru, terdistribusi pada semua Fakultas/Sekolah, kecuali SBM dan SF. Jumlah anggota tetap SA menjadi 55 Orang
Masa tugas anggota SA baru s/d 31 Desember 2019 (Periode SA: 2014- 2019).
SA dengan formasi keanggotaan baru diharapkan dapat mulai efektif
Pengesahan RKAT ITB 2016 4. LAPORAN KOMISI III
Pengantar disampaikan oleh Ketua Komisi III (Materi presentasi terlampir)
Permohonan persetujuan Pleno SA ITB atas Usulan Kenaikan Jabatan ke GB:
1) Nama: Ir. Pudji Lestari PhD (FTSL) Angka Kredit: 1225,25
Keputusan: Disetujui untuk diusulkan ke GB 2) Nama: Dr. Suprijadi, M.Eng (FMIPA)
Angka Kredit: 1093,7
Keputusan: Ditunda hingga sidang SA berikutnya, karena pemberi rekomendasi berhalangan hadir
Permohonan persetujuan Pleno SA ITB atas Usulan Kenaikan Jabatan ke Lektor Kepala
1) Nama: Dr. Tirto Prakoso, ST, M.Eng Angka Kredit: 746,15
Keputusan: Disetujui untuk diusulkan ke Lektor Kepala
Catatan: Agar Dekan FTI memberikan dorongan kepada ybs untuk lebih aktif melakukan riset.
5. PERTIMBANGAN SA TERHADAP RENSTRA ITB TAHUN 2016-2020
Presentasi disampaikan oleh Prof.Dr. Tutus Gusdinar sebagai Ketua Tim Adhoc (Materi presentasi terlampir).
Materi yang disampaikan terdiri dari dua bagian, yaitu: 1) Masukan kepada Rektor dan Tim Renstra ITB untuk perbaikan draft Renstra; dan 2) Pertimbangan tentang Renstra ITB yang akan disampaikan oleh SA
kepada MWA.
Diskusi:
M. Salman:
Dalam draft Renstra ITB kurang ditekankan tentang peran ITB dalam penyelesaian masalah bangsa, pembinaan karakter dan semangat kebangsaan, serta nilai-nilai ketuhanan.
Joko Siswanto:
Rentra perlu mengacu pada Renip. Dalam renstra dilakukan self-
assessment terhadap Renip. Renstra perlu direview secara berkala (tiap tahun), finetuning untuk penyusunan RKA. Perlu dicatatkan bahwa pada tahun 2017 Renstra perlu direview kembali.
Roos Akbar:
Renip tetap harus menjadi acuan Renstra. Perlu kajian, apakah Renip masih berlaku, perlu adendum, atau harus direvisi?
Dalam Renstra belum disinggung penyelesaian aspek legal untuk pengembangan multikampus (Off-G campus): Jatinagor, Bekasi, Walini Indratmo Sukarno:
terlalu berorientasi pada Kontrak Kerja Rektor dgn Kemenristek-dikti?
Target yang ingin dicapai oleh ITB harus besar dan tinggi.
Yasraf Piliang:
Analogi dgn perusahaan, ITB membutuhkan pengetahuan baru dan dinamika sosial yang bergerak cepat. Tidak ada perubahan signifikan yang ditawarkan dalam Renstra, sehingga terkesan business as usual. Strategi pengembangan empat pilar ilmu pengetahuan perlu dipikirkan, termasuk ilmu sosial dan humaniora, Ilmu-ilmu hibrida. Penelitian tdk bisa direduksi hanya pada aspek ekonomi saja.
Tubagus Furqon:
Renstra ITB hanya mengindikasikan hasil, bukan proses penelitian. SK SA 12/2015 tentang Norma Penelitian perlu dirujuk, untuk mengembangkan kebijakan, indikator, dan parameter untuk mengukur proses penelitian, insentif dan apresiasi bagi riset kolaboratif.
Widyo Nugroho:
Evaluasi kurikulum belum dilaksanakan. Keempat paradigma kurikulum baru mau di bawa ke mana? Perlu kebaharuan dan kemajuan yang
berkaitan dengan pendidikan? ITB dihadapkan pada kondisi paradoksal dan bounded rationality.
Ricky Tawekal:
Dalam Renstra ITB belum disinggung tentang kaitan penelitian dengan industri, pengabdian pada masyarakat, dan pendekatan multidisiplin.
Sundani Nurono:
Visi dan Misi targetnya belum terukur, terlalu kualitatif. Perlu dibuat lebih eksplisit.
Rochim Suratman:
Aspek pengabdian masyarakat tidak tampak. Industri belum tahu sampai mana peran dan kemampuan ITB. Perlu sosialisasi kepada Industri tentang kemampuan ITB. Contoh: Peran ITB dalam Value Analysis.
Indratmo Sukarno:
Empat Paradigma kurikulum baru perlu dijelaskan implementasinya dalam Renstra.
Tutus Gusdinar:
Perlu workshop tentang benang merah Renip, Renstra, Statuta.
Indratmo Sukarno:
Evaluasi Renstra harus dilakukan secara netral, dengan melibatkan pihak luar.
Keputusan:
Draft pertimbangan SA terhadap Renstra ITB 2016-2020 akan
disempurnakan lagi sesuai masukan dari sidang, untuk kemudian difinalisasi dalam rapat BKSA tanggal 20 November 2015.
6. PERTIMBANGAN SA TERHADAP RKA ITB TAHUN 2016
Presentasi disampaikan oleh Prof.Dr.Ir. Andi Isra Mahyuddin sebagai Ketua Tim Adhoc (Materi presentasi terlampir).
Materi yang disampaikan terdiri dari dua bagian, yaitu: 1) Masukan
Indratmo Sukarno:
Tim RKA ITB sebaiknya sudah mulai bekerja sejak bulan Juni setiap tahun berjalan, agar tidak terjadi keterlambatan.
Joko Siswanto:
Analogi dengan perusahaan, penyusunan RKA penting bagi ITB untuk pengalokasian anggaran. KK bisa ditarget untuk mendapat anggaran penelitian dari luar, sebagai bagian dari tolok ukur kinerja KK.
Mikrajuddin Abdullah:
Salah satu cara untuk mencerdaskan bangsa di bidang pendidikan adalah melalui penerbitan buku. Dosen ITB bisa ditarget untuk menulis buku ajar, dengan insentif yang memadai (Rp. 100 jt per buku?).
Roos Akbar:
Renip menjadi acuan Renstra, Renstra menjadi acuan RKA. Renip adalah milik ITB. Renstra menterjemahkan Renip, dan RKA menterjemahkan Renstra. RKA perlu lebih lebih Operasional.
Indratmo Sukarno:
20% mahasiswa Bidik Misi belum disinggung dalam Renstra. Bidik Misi sebagai kekuatan atau beban bagi ITB? Hibah menulis buku bisa diadakan untuk GB Emeritus?
Andi Isra Mahjudin:
Menurut SK, masa tugas Tim Adhoc Pertimbangan RKA adalah sampai dengan 31 Desember 2015. Perlu pengarahan tentang tugas tim selanjutnya.
Keputusan:
Draft pertimbangan SA terhadap draft RKA ITB 2016 akan disempurnakan sesuai masukan dari sidang, untuk kemudian difinalisasi dalam rapat BKSA tanggal 20 November 2015.
7. LAIN-LAIN
Sidang ditutup pk 16.00
Jadwal Sidang Pleno Berikut: 04 Desember 2015
Bandung, 13 November 2015
Senat Akademik ITB Menyetujui
Sekretaris, Ketua Sidang,
(Iwan Sudradjat) (Indratmo Sukarno)
SIDANG PLENO 16 SENAT AKADEMIK
Institut Teknologi Bandung
13 November 2015
AGENDA SIDANG PLENO
13 November 2015
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 1
AGENDA SIDANG 13 November 2015
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 2
1. Pengesahan Agenda Sidang
2. Pengesahan Risalah Sidang 06 November 2015 3. Laporan Pimpinan Senat Akademik
4. Laporan Komisi III :
- Pembahasan Usulan Kenaikan Jabatan ke GB a.n. : Dr. Suprijadi (FMIPA) dan Dr. Puji Lestari (FTSL) - Laporan Usulan Kenaikan Jabatan ke LK a.n. : Dr. Tirto Prakoso (FTI)
5. Pertimbangan SA terhadap Renstra ITB Tahun 2016-2020 6. Pertimbangan SA terhadap RKA ITB Tahun 2016 7. Lain-lain
PENGESAHAN RISALAH SIDANG PLENO
06 November 2015
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 3
LAPORAN PIMPINAN SENAT AKADEMIK
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 4
LAPORAN PIMPINAN SENAT AKADEMIK
1. Rencana Penambahan Anggota Tetap Senat Akademik Wakil Fakultas/Sekolah Sesuai Peraturan MWA No. 003/2015.
Surat resmi akan segera disampaikan kepada Rektor ITB
Penambahan 20 orang anggota tetap SA baru, terdistribusi pada semua Fakultas/Sekolah, kecuali SBM dan SF. Jumlah anggota tetap SA menjadi 55 Orang
Masa tugas anggota SA baru s/d 31 Desember 2019 (Periode SA: 2014-2019).
SA dengan formasi keanggotaan baru diharapkan dapat mulai efektif per Januari 2016.
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 5
LAPORAN PIMPINAN SENAT AKADEMIK 2. Rencana Pembentukan Panitia Adhoc SA:
Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Insinyur. Ketua: ?
3. Rapat MWA tanggal 21 November 2015:
Pengesahan Renstra ITB 2016-2020
Pengesahan RKAT ITB 2016
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 6
LAPORAN PIMPINAN SENAT AKADEMIK
Laporan Kesekretariatan :
Surat/SK masuk dan keluar (06 – 12 November 2015) Surat Masuk : 7
Surat Keluar : 1 SK Masuk : 1 SK Keluar : -
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 7
RENCANA
SIDANG PLENO BERIKUTNYA
Jumat, 04 Desember 2015
pk. 14.00 – 16.00
SENAT AKADEMIK - Institut Teknologi Bandung 8
Laporan Komisi 3
Pleno Senat Akademik ITB 13 November 2015
1) Dr. Suprijadi (FMIPA): usulan dari Lektor Kepala ke Guru Besar
2) Ir. Pudji Lestari, Ph.D. (FTSL): usulan dari Lektor Kepala ke Guru Besar
3) Dr. Tirto Prakoso (FTI): usulan dari Lektor ke Lektor Kepala
Pembahasan usulan kenaikan pangkat dan jabatan
Dr. Suprijadi, M.Eng
• NIP: 19670711 199303 1 001
• Unit: FMIPA
• KK:
• Bidang Keahlian:
• TMT
–Pangkat: IVb (1-10-2011) –Jabatan: LK (1-06-2009)
• Usulan –Pangkat: IVc –Jabatan: GB
• AK: 1093,6
1) Prof. Mitra Djamal 2) Prof. Bambang Sunendar
3) Prof. Hideaki Kasai (Osaka University) 4) Prof. Seiro OMATA (School of Mathematics
and Physics, Institute of Science and Engineering, Kanazawa University)
Pemberi Rekomendasi
Pendidikan Pengajaran
• Jumlah SKS, jumlah lulusan yang dibimbing, jumlah mahasiswa yang diuji baik
Penelitian
1) Jurnal ilmiah internasional: 6 (3 penulis utama), proseding konferensi internasaional : 4 (2 penulis utama), jurnal nasional tidak terakreditasi: 12 (1 penulis utama), makalah seminar internasional: 12 (2 utama), makalah seminar nasional: 9 (pendamping)
2) Ketua Pusat Penelitian Instrumentasi
Pengabdian kepada Masyarakat
1) Anggota Dewan Riset Daerah Provinsi Jawa Barat
2) Instruktur sejumlah kegiatan: Metering System & Automatic Tank Gauging, Flow Metering & Custody Transfer
3) Pengajar, Koordinatoe pelatuhan guru 4) Assesmen mutu PT
Kegiatan Penunjang
1) Tim Kerja Kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan pada Kegiatan DIPA ITB tahun 2009
2) Tim Implementasi I - MHERE ITB
3) Tim Seleksi Program Doktor Unggulan IMHERE FMIPA ITB Tahun Akademik 2009/2010
4) Komite Seleksi Program Research Grant Outstanding Doctoral Fellowship FMIPA
5) Ketua Pusat Teknologi Instrumen dan Otomasi 6) Ketua Panitia Pengadaan Jasa Konsultan Perorangan
Program-I-MHERE (Indonesia-Managing Higher Education For Efficiency and Relevance) ITB
7) Anggota Tim Akreditasi Program Studi Magister Sains Komputasi
8) Anggota, sekretaris, tim seleksi: dengan total 43 kegiatan 9) Instrukstur kegiatan dalam ITB: 7
10) Kegiatan lain dalam ITB: 5
Catatan
• Komisi III dan FGB meminta sejumlah perbaikan pada dokumen usulan (telah dilakukan)
• Perlu meningkatkan produktivitas penelitian yang berujung ke publikai atau paten
• NIP: 19600527 198803 2 001
• Unit: FTSL
• TMT
–Pangkat: IVb (1-04-2009) –Jabatan: LK (1-12-2004)
• Usulan –Pangkat: IVc –Jabatan: GB
• AK: 1225,25
1) Prof. Enri Damanhuri 2) Prof. Prayatni Soewondo 3) Prof. Tjandra Setiadi 4) Prof. Ofyar Z. Tamin
5) Prof. Kenneth E. Noll (Chicago) 6) Prof. Kim Oanh N.T (Thailand)
Pemberi Rekomendasi
Pendidikan Pengajaran
• Jumlah SKS, jumlah lulusan yang dibimbing, jumlah mahasiswa yang diuji baik
• Aktif membimbing terutama dalam topik pencemaran udara yang saat ini sedang jadi masalah nasional
Penelitian
1) Jumlah makalah ilmiah internasional banyak dam memiliki sitasi tinggi
2) Jumlah makalah jurnal nasional, seminar nasional, dan seminar internasional banyak 3) Menulis cahpter sejumlah bukut yang
diterbitkan secara internasional berkaitan dengan bidang keahlian
4) Kerja sama yang sangat luas dengan peneliti di berbagai negara
Pengabdian kepada Masyarakat dan Penunjang
1) Jumlah kegiatan, impack bagi masyarakat, maupun institusi baik
2) Menjadi narasumber dalam media cetak atau elektronik berkaitan dengan masalah polusi udara
Data Keskolaran
Catatan
• Bidang keahlian yang bersangkutan tidak memiliki guru besar dalam waktu yang sangat lama
• Bidang keahlian tersebut sangat penting bagi Indonesia
• NIP: 196907261995031002
• Unit: FTI
• TMT
–Pangkat: IIId (1-04-2003) –Jabatan: L (1-01-2002)
• Usulan
Dr. Tirto Prakoso, ST., M.Eng.
Catatan
• Dekan diminta konfirmasi berkaitan dengan tidak adanya sjeumlah aktivitas penelitian dalam waktu yang cukup lama
• Dekan diminta memberikan dorongan pada yang bersangkutan untuk lebih aktif dalam riset
• Surat konfirmasi dari dekan FTI sudah disampaikan
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Hasil Review Renstra ITB 2016-2020
I. Pendahuluan
Acuan peraturan untuk melaksanakan Review Renstra ITB 2016-2020 adalah sesuai dengan tugas dan wewenang Senat Akademik yang tercantum dalam PP 65/2013 tentang Statuta ITB pasal 31 ayat 2 butir g dan o, yaitu:
mengawasi dan mengevaluasi pencapaian proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu kepada tolok ukur yang ditetapkan dalam rencana strategis, dan menyarankan usulan perbaikan kepada Rektor;
memberikan pertimbangan kepada MWA tentang rencana strategis, serta rencana kerja dan anggaran yang diusulkan Rektor.
Maka untuk menghasilkan sebuah naskah review, SA ITB menelaah isi draf Renstra ITB 2016-2020, Renstra ITB 2010-2015 dan Renip ITB 2000-2025, sebagai bahan untuk memberikan usulan perbaikan kepada Rektor dan pertimbangan kepada MWA sebagai perwujudan tugas dan wewenang SA ITB dalam rangka mengawasi dan mengevaluasi pencapaian proses akademik ITB.
Laporan Review Renstra ITB 2016-2020 ini mencakup dua bagian, yakni: 1) Saran usulan perbaikan kepada Rektor, dan 2) Pertimbangan kepada MWA.
Sesuai dengan lingkup kebijakan akademik, proses penelaahan Renstra tersebut lebih difokuskan untuk mempertajam isi naskah Renstra ITB 2016-2020, dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Validitas dan klarifikasi data dan pernyataan fakta kondisi saat ini, dengan menyertakan usulan perbaikan seandainya ada yang tidak tepat atau meragukan.
2. Tinjauan relevansi antara kebijakan strategis yang akan dijalankan ITB dengan visi dan misi serta isi Renip ITB 2006-2025, perbaikan terhadap hal-hal yang tidak atau kurang relevan dengan visi dan misi ITB (PP 65/2013 Satuta ITB):
VISI: “Menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia serta memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia.”
MISI: “Menciptakan, berbagi dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial, dan ilmu humaniora serta menghasilkan sumber daya insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik.”
Visi, Misi dan Renip perlu diimplementasikan dalam semangat sebuah Research University yang
ITB memiliki sejumlah gedung baru lengkap dengan peralatan baru, rencana tranfer unit kegiatan, kelangsungan operasi dan pemeliharaan perlu terakomodasikan dalam program.
Antisipasi perkembangan kampus di Jatinangor, terutama kesiapan dalam penyelenggaraan kegiatan prodi-prodi baru.
Rencana pengembangan dan inovasi kegiatan tridarma perguruan tinggi oleh dosen dan mahasiswa.
Terselenggaranya knowledge management sebagai komponen penting bagi ITB untuk mampu mewujudkan organisasi dan manajemen modern.
Perencanaan strategis kampus baru Walini sejalan dengan penataan kebijakan multikampus.
Penyelenggaraan pendidikan profesi insinyur sebagai bagian strategi ITB untuk lebih mampu mendekatkan kompetensi lulusan dengan masyarakat pengguna (users).
4. Alur pikir penyusunan Renstra:
II. Saran usulan perbaikan kepada Rektor
Beberapa saran sebagai usulan perbaikan yang diajukan kepada Rektor, terdiri dari:
1. Evaluasi Diri masih perlu dilengkapi dengan data-data kuantitatif yang terkini sehingga dapat menjaga konsistensi dan akurasi data; kebanyakan data diperoleh pada pertengahan tahun 2014 sementara Renstra disusun pada akhir 2015; beberapa analisis memakai data tahun 2015, misalnya tentang sumber daya manusia. Dengan demikian Evaluasi Diri dapat dipertajam sehingga lebih menggambarkan posisi/potret diri saat ini terhadap target dan capaian Renstra sebelumnya (lihat Tabel 2.1 Renstra 2011-2015) dan lebih jauh terhadap target ITB dalam sasaran Renstra 2016-2020 dan Renip 2006-2025.
Sasaran yang harus dicapai [Renstra 2016-2020]
Sasaran yang saat ini tercapai [Renstra 2010-2015]
ITB harus mampu apa ? Strategi
Program Program Program
KPI
Dukungan:
Sumberdaya Insani
Kapasitas IT
Sistem
Dana
dll
Gap Gap
Kemampuan
2025.
3. Penerimaan keuangan ITB yang hanya tercapai 67.01 % pada tahun 2014, serta hasil hitung pencapaian rataan 5 tahun sebesar 74.62% (Gambar 1.8), menunjukkan bahwa selalu terdapat kesulitan dalam memenuhi sumber daya keuangan dan berpotensi menurunkan capaian program strategis; mungkin perlu mencantumkan ada program strategis untuk melakukan akselerasi upaya penerimaan dana.
4. Sistem informasi (halaman 20-21) perlu disertai tabulasi target dan capaian, yang menyertai fasilitas pendukung (Sistem Informasi dan Teknologi Informasi) yang menyatakan secara lebih jelas ketersediaan Data dan Informasi ITB.
5. Program Excellence in Education, khususnya Program Kelas Internasional (4g), apakah standarnya sudah ada ataukah akan dibiarkan standar ganda dalam pendidikan? Catatan: Lama studi S1 di ITB, apakah akan tetap dilaksanakan dengan standar durasi 4 tahun? (Tabel 4.1, butir 1b, pp. 47). Menyimak butir 7, adakah program strategis pengembangan budaya akademik, khususnya pembentukan karakter insani di off-G? Apresiasi perlu disampaikan kepada tim karena telah menyertakan program penting dan urgen untuk peningkatan EQ mahasiswa ITB, yakni untuk meningkatkan soft skill lulusan dan sertifikatnya disertakan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
6. Target sebagai Research University belum memperlihatkan berapa kuantitas dan bagaimana kualitas dalam peningkatan in take mahasiswa pascasarjana; selama ini hanya SAPPK dan SBM yang memiliki jumlah mahasiswa S2/S3 yang lebih tinggi dari mahasiswa S1. Perlu penjelasan tentang strategi penambahan mahasiswa S3; target penambahan mahasiswa S3 di tahun 2016 adalah 45, namun untuk tahun-tahun selanjutnya hanya ditargetkan bertambah 25 per tahun (Tabel 4.1 butir 6). Dengan infrastruktur untuk program pascasarjana yang terasa kurang, pendidikan S2/S3 belum nampak menjadi fokus untuk mendukung Research University; meskipun tercatat sejumlah program akan dimanfaatkan seperti beasiswa DIKTI, LPDP, PMSDU, program lainnya.
7. MWA sempat mensinyalir bantuan dana Rp. 200 M untuk tiap tahun dari fund raising? Tenyata tahun 2016 dana dari MWA untuk infrastruktur turun sehingga hanya dialokasikan untuk operasional/rutin ITB. Untuk meningkatkan peralatan baru dan program riset strategis kelompok keahlian (KK) perlu dicantumkan dalam Renstra sebagai rencana penerimaan untuk modernisasi peralatan, misalnya dengan perkiraan dana KK sekitar Rp. 200 jt/tahun/KK sebagai langkah awal untuk mencapai sasaran Rp. 1 M/tahun/KK.
8. Program Excellence in Innovation (Tabel 4.4, pp. 58-59) cukup baik walaupun tidak terlihat keberlanjutannya dengan Tabel 1.5 (p.15), yang hampir berbeda programnya. Unggul dalam inovasi dan komersialisasi, memerlukan indikator berupa income generating dari paten atau komersialisasi/spin off (paten dan inkubasi) sehingga terlihat return dari investasi (butir 8, Tabel 4.4).
9. Pengembangan off-G perlu disertai terselenggaranya pembinaan budaya akademik dalam rangka pembentukan karakter di kampus off-G. Konsep multi kampus, perlu juga mendapatkan perhatian,
10. Perlu koordinasi tiga organ atau rekonsiliasi Renip untuk mendefinisikan ITB yang bergerak menuju World Class Entrepreneurial University, karena yang dikenal hanya World Class University atau World Class Research University.
11. Perlu definisi dan penjelasan rinci tentang excellent in teaching, excellent in research and excellent in innovation, serta untuk bisa menentukan sasaran pencapaian, perlu ditetapkan ITB berada pada level internasional yang mana.
12. Upaya-upaya khusus untuk menumbuhkan Entrepreneurial University, indikator utamanya:
a. Jumlah lulusan yang langsung menjadi wirausaha.
b. Mencari sumber tambahan dana pembangunan ITB di luar APBN.
c. Menjalankan program-program khusus terkait dengan karakteristik Entrepreneurial University? Sesuai dengan Renstra Kemenristekdikti bahwa perguruan tinggi di Indonesia diharapkan mampu menjadi Agent of Change in Society.
Tentang revenue/income generating, nampaknya hanya universitas se-level Stanford dan MIT yang berani menyatakannya sebagai KPI dalam bentuk start-up atau spin off; sedangkan ITB hanya bisa menetapkan KPI berupa jumlah patent royalty.
13. Upaya-upaya khusus untuk mengantisipasi kecenderungan masa depan yang semakin kompleks, unpredictable dan speed of change. Muncul pertanyaan: apakah ITB akan mendorong tumbuhnya program studi, yang artinya dalam keilmuan akan semakin sempit, ataukah suatu saat nanti prodi- prodi akan dikonsolidasi menjadi suatu college? Tantangannya, bagaimana arsitektur keilmuan yang akan dikembangkan di ITB?
14. Disampaikan usulan revisi narasi untuk bidang penelitian, sebagai berikut:
Bab 3 Arah Kebijakan dan Strategi 3.1. Arah Kebijakan
3.1.2 Bidang penelitian
Meningkatkan penelitian yang mendukung peran ITB pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, bersama-sama dengan negara maju lainnya.
Mengembangkan penelitian yang dapat menggali nilai tambah pengetahuan dan nilai tambah ekonomi pada sumber-sumber kekayaan dan budaya nasional indonesia.
Mengembangkan penelitian yang mendukung pendidikan dan pengabdian ITB kepada masyarakat, yang memiliki relevansi dengan kebutuhan atau permasalahan masyarakat (inovasi), serta yang terkait dengan ketahanan Indonesia.
3.2. Strategi
3.1.2 Bidang penelitian
Melaksanakan penelitian dengan tingkat orisinalitas yang tinggi sehingga keluaran (output) penelitian sejalan dengan arah penelitian dunia, dan menghindari kegiatan penelitian yang sifatnya rutin dengan tingkat orisinalitas yang rendah.
Melaksanakan kegiatan penelitian yang memiliki relevansi langsung pada aspek komersial, industri, masyarakat, dan akademik. Lebih spesifik lagi adalah kegiatan penelitian yang menghasilkan berbagai gagasan (ide), kebijakan, seni, dan perancangan-perancangan
konstruksi), yang baru atau yang penting karena fungsi dan kegunaannya.
Melaksanakan kegiatan penelitian dalam suasana yang kondusif untuk menghasilkan keluaran penelitian yang dipandang positif oleh semua pemangku kepentingan. Suasana kondusif tersebut adalah yang memacu gairah bekerja dan berkelanjutan.
15. Pada akhir naskah Renstra perlu dibuat gambar/skema yang menyatakan adanya kaitan antara program terkait dengan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, sistem dan organisasi, fasilitas dan keuangan, untuk merealisasikan strategi dan meraih sasaran tertentu, seperti halnya yang tercantum pada Renstra 2010-2015.
III. Pertimbangan kepada MWA
Sebagai langkah penajaman isi naskah Renstra ITB 2016-2020, SA menyampaikan beberapa butir pertimbangan kebijakan kepada MWA, sebagai berikut:
1. Nampaknya saat ini sudah diperlukan instrumen kebijakan yang dapat setiap kali digunakan untuk melaksanakan review naskah Renstra dan untuk menyusun pertimbangan dari SA ke MWA.
2. Selaras dengan posisi MWA sebagai guardian of Grand Plan ITB; maka Renip adalah milestone yang tetap menjadi acuan Renstra, dan seandainya tidak bisa seluruhnya dipakai perlu terlebih dahulu instrumen kebijakan yang dapat menyatakan perlu tidaknya revisi terhadap Renip.
3. Penerimaan keuangan ITB yang hanya 67.01 % pada tahun 2014, rata-rata 5 tahun dihitung 74.62% (Gambar 1.8), menunjukkan ada kesulitan dalam sumber daya keuangan dan akan menurunkan capaian dari program strategis. Maka diperlukan langkah MWA untuk mewujudkan upaya pendanaan atau mengadakan program akselerasi untuk hal tersebut. Hal yang mungkin dilaksanakan dalam jangka pendek adalah mewujudkan pendanaan KK 1 M/th/KK yang dapat diawali dengan sekira 200 jt/th/KK. Perlu ada juga kebijakan untuk menetapkan bagaimana perimbangan alokasi dana overhead yang sebanding dengan biaya kelangsungan operasi, dll.
4. Definisi World Class Entrepreneurial University perlu ditetapkan dalam suatu naskah kebijakan koordinatif dan/atau rekonsiliatif tiga organ ITB, khususnya untuk tujuan terciptanya budaya entrepreneurial jika memang menjadi arah pengembangan ITB, karena yang dikenal di dunia hanya World Class University atau World Class Research University. Diperlukan juga menetapkan benchmarking ITB sebagai World Class University pada level regional dan dunia. Koordinasi tiga organ dan rekonsiliasi penyusunan Renip diarahkan untuk dapat mendefinisikan ciri ITB yang sedang bergerak menuju World Class Entrepreneurial University.
5. Diperlukan kebijakan umum tentang penyelenggaraan program kelas internasional, khususnya standar-standar, misalnya apakah mungkin terjadi standar ganda di ITB untuk pengelolaan kegiatan yang bersifat internasional; bagaimana full time equivalent-nya dan bagaimana dasar perencanaan dan ketersediaan sumber daya untuk program ini?
sosial ITB yang sarat dengan nilai-nilai dan tradisi Wolrd Class University; sedangkan kampus off- G untuk penguatan infrastruktur masa depan dalam jaringan kerjasama dengan pusat-pusat kekuatan bangsa, sebagai pusat unggulan kerjasama ITB, pusat pemberdayaan masyarakat serta keberlanjutan penetrasi karya-karya ITB di tengah masyarakat pengguna. Terkait dengan hal tersebut, bagaimana dengan budaya akademik untuk pembentukan karakter di kampus off-G?
7. Status legal tanah di kampus off-G perlu segera diselesaikan; perlu langkah cepat ITB untuk menyelesaikan permasalahan status legal tanah di kampus Jatinagor dan Bekasi karena ITB sudah melaksanakan pembangunan gedung dan prasarana; khusus untuk konsep Multi-Kampus, bagaimana kebijakan ITB untuk membangun gedung bukan di tanah sendiri.
IV. Penutup
Laporan Panitia Ad Hoc Review Renstra ITB 2016-2020 ini disampaikan pada rapat pleno SA ITB pada hari Jumat 13 November 2015 pk. 14.00-16.00 untuk selanjutnya disepakati dan ditetapkan sebagai keputusan SA ITB.
V. Susunan Panitia Ad Hoc Review Draft Rencana Strategis ITB 2016-2020 [SK SA ITB no 27/SK/11-SA/OT/2015]
1. Tutus Gusdinar Kartawinata, Prof. (Ketua) 2. Johnner Sitompul, Prof. (Sekretaris)
3. Deddy Priatmodjo Koesrindartoto, Dr. (Anggota) 4. Jann Hidayat Tjakraatmadja, Prof. (Anggota) 5. Reynaldo Zoro, Prof. (Anggota)
6. Roos Akbar, Prof. (Anggota)
7. Tubagus Furqon Sofhani, Dr. (Anggota) 8. Yana Maolana Syah, Prof. (Anggota)
I. Pendahuluan
Acuan peraturan yang digunakan oleh Tim Review RKAT adalah sesuai dengan tugas dan wewenang Senat Akademik yang tercantum dalam PP 65/2013 tentang Statuta ITB, terdiri dari:
mengawasi dan mengevaluasi pencapaian proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu kepada tolok ukur yang ditetapkan dalam rencana strategis, dan menyarankan usulan perbaikan kepada Rektor;
memberikan pertimbangan kepada MWA tentang rencana strategis, serta rencana kerja dan anggaran yang diusulkan Rektor.
Maka untuk menghasilkan sebuah naskah review, tim bertugas menelaah isi draft Renstra ITB 2016- 2020, Renstra ITB 2010-2015, Renip ITB 2000-2025 dan Satuta ITB (PP 65/2013), sebagai bahan untuk memberikan usulan perbaikan kepada Rektor dan pertimbangan kepada MWA sebagai perwujudan tugas dan wewenang Senat Akademik untuk mengawasi dan mengevaluasi pencapaian proses akademik ITB.
Laporan Review RKAT ITB 2016 memuat output, yakni:
1) Usulan kepada Rektor dan 2) Pertimbangan kepada MWA.
Proses penelaahan RKAT tersebut lebih difokuskan untuk mempertajam isi naskah RKA ITB 2016, dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Validitas data dan fakta kondisi saat ini, dengan menyertakan usulan perbaikan terhadap data dan fakta seandainya ada yang tidak tepat dan/atau meragukan 2. Tinjauan relevansi antara Rencana Kegiatan Anggaran dan kesesuaiannya dengan isi
Renstra ITB 20016-2020. Termasuk didalamnya adalah kesesuaian antara program program yang direncanakan, unit penanggung jawab KPI, yang ditetapkan dalam Renstra 2016-2020.
3. Analisis kapasitas dan resources yang ada dan kemampuan RKAT 2016 untuk mencapai KPI yang dinyatakan dalam Renstra.
II. Kerangka Alur Tim Review RKAT 2016
Berikut adalah kerangka alur berfikir dan bekerja Tim Review, seperti yang ditunjukkan dalam Diagram 1 dibawah ini :
a. Tim Review akan menelaah apakah RKA 2016 ini sudah secara sesuai mengalokasikan dana
d. Tim Review akan menganalisis pengalokasian dana RKA kepada unit unit sesuai dengan program kerja yang ditetapkan.
e. Secara umum Tim Review akan memberikan masukan apakakah kapasitas dan resources yang sudah ada dan anggaran RKA 2016 akan mampu mencapai KPI yang ditetapkan dalam Renstra.
Gambar 1. Kerangka alur berfikir Tim Review RKA
Asumsi yang digunakan untuk menerapkan alur berfikir diatas adalah bahwa draft RKAT yang diterima pada tanggal 9 November 2015, adalah versi terakhir.
II. Usulan kepada Rektor
Butir-butir usulan perbaikan yang diajukan kepada Rektor terdiri dari:
1. Dari dokumen yang diperoleh tanggal 9 November lalu, Tim Review belum mendapatkan dokumentasi program dan rencana kegiatan yang rinci sebagai hasil turunan dari Renstra 2016- 2020. Draft RKAT 2016 yang diusulkan menampilkan data aggregate RKAT tiap unit Sekolah/Fakultas dan belum menyertakan program kegiatan detilnya sehingga kerangka alur berfikir a.) dan b.) di atas tidak bisa dieksekusi dengan baik oleh tim Review RKA.
2. Data capaian tahun 2015 yang dijadikan benchmark pada RKAT 2016 banyak yang masih belum
2016-2020. Sehingga tidak terbaca dengan jelas hubungan antara unit penanggung jawab KPI dan konsekuensi alokasi anggaran. Sebagai konsekuensi, kerangka alur berfikir c) dan d) menjadi sulit untuk dilaksanakan.
4. Bebeberapa hal lain, yaitu antara rencana rasio jumlah mahasiswa dan pengajar dan kondisi riil (BAU) proyeksi pertumbuhan dosen pengajar yang tidak match. Terutama kemampuan ITB meningkatkan jumlah pengajarnya. Target Rasio bisa dicapai dengan mengimplementasikan sejumlah terobosan yang selama ini menjadi wacana, contohnya adalah rencana horizontal recruitment dosen ITB. Dalam RKA ini masih belum terlihat program yang akan mengeksekusi hal tersebut.
5. ITB sebagai Institut terdepan di bidang Tekonologi, sudah seyogyanya memilki laboratorium Teknologi terdepan juga. Dalam RKA 2016 ini, peremajaan fasilitas laboratorium di ITB sangat tergantung pada sumbangan MWA. Apakah memang tidak dijadikan sebagai prioritas? Sumber:
Tabel F-2 dan catatan kaki no.9.
III. Pertimbangan kepada MWA
Butir-butir pertimbangan SA yang disampaikan kepada MWA, terdiri dari:
1. Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan 2016 yang disusun untuk menjamin tercapainya KPI perlu dijamin ketercapaian pendanaannya.
IV. Penutup
Laporan Panitia Ad Hoc Review RKAT ITB 2016 ini disampaikan pada sidang pleno SA ITB, Jumat 13 November 2015 pukul 14.00-16.00 untuk memperoleh masukan.
Anggota Tim Review RKAT 2016 [SK SA ITB no 29/SK/I1-SA/OT/2015]
1. Andi Isra Mahyuddin, Prof 2. Bambang Sugeng Subagio, Prof.
3. Deddy Priatmodjo Koesrindartoto, Dr.
4. Prayatni Soewondo, Prof.
5. Rochim Suratman, Prof.
6. Surjadi Siregar, Prof.
7. Sutanto Hadisupadmo, Dr.
Tanggal Tgl. Surat Asal Perihal Ket 9-11-2015 2-11-2015 Rektor Permohonan pertimbangan draft Renstra Ka 9-11-2015 2-11-2015 Rektor Permohonan pertimbangan draft RKA 2016 Ka 10-11-2015 5-11-2015 WRAM Peraturan Akademik dan Kenahasiswaan 2015 Temb 11-11-2015 10-11-2015 WRURK Sosialisasi penyusunan RKA unit kerja 2016 Ka 11-11-2015 10-11-2015 WRAM Surat Tugas kepada Dir Pendidikan tanggal
12 s/d 14 November 2015 Temb
11-11-2015 9-11-2015 Dir SP Jawaban surat permohonan pemasangan genset
untuk Gedung BPI Ka
12-11-2015 11-11-2015 Rektor Surat Tugas kepada WRSO 12 November 2015 Temb
b) SURAT KELUAR
Tanggal Nomor Perihal Ditujukan
12-11-2015 299/2015 Penambahan Anggota Tetap Senat Akademik wakil
Fakultas/Sekolah Rektor
c) SK MASUK
Tanggal Tgl. SK Asal Tentang Ket
10-11-2015 7-10-2015 Rektor Gelar Lulusan Program Magister Arsitektur
Lanskap pada SAPPK-ITB Temb
d) SK SENAT AKADEMIK
Tanggal Nomor Tentang
- - -