REFLEKSI KULIAH HARI INI
NAMA : SONI MONGAN
PRODI : S1 PAK
TANGGAL : 16 Februari 2022
Hari ini perkuliahan membahas tentang Pendekatan Perilaku, teori yang dibahas adalah teori dari B.F Skinner’s dan Ivan Pavlov. Perkuliahan banyak berdikusi mengenai respone dan penguatan.
Experiment dari Ivan Pavlov memperlihatkan respone yang terjadi lewat sebuah experiment.
Respone manusia bisa terjadi tanpa berpikir Ketika hal itu dilakukan berulang – ulang seperti percobaan yang dilakukan pada seekor anjing dalam teori pengkondisian. Sebelum pengkondisian anjing diberi makanan maka otomastis air liurnya keluar, Ketika mendengar suara bel, anjing tidak merespone apa – apa, namun setelah pengkondisian berulang ulang, dimana anjing diberi tanda suara bel untuk makan, otomatis Ketika mendengar suara bel, air liur anjing keluar. Pada manusia dapat kita lihat, Ketika bel berbunyi, awal masuk sekolah anak – anak belum mengerti apa yang harus dilakukan, namun setelah di stimulus berulang – ulang, siswa siswi otamatis akan membereskan bukunya saat bel pulang berbunyi di jam pulang sekolah.
A. Penguatan
Meningkatkan frekuensi perilaku
Ada dua jenis penguatan perilaku dalam teori pengkondisian operan ini, ada yang bersifat positif dan negative untuk siswa meningkatkan perilaku.
1. Positif / MEMUJI perilaku mereka yang baik, dan akhirnya mereka termotivasi untuk melakukan lebih baik dan meningkatkannya.
2. Negatif / MENEGUR perilaku mereka yang salah dan akhirnya mereka berubah, contohnya: seorang siswa akan ditegur karena sering terlambat mengumpulkan tugas, atau tidak mengerjakan tugas, karena teguran atau sindiran tersebut akhirnya siswa tersebut meningkatkan perilaku positifnya. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya bisa berhasil karena individu yang tidak semua bisa menerima cara seperti ini, namun hamper semua berhasil.
B. Hukuman
Mengurangi frekuensi perilaku
Hukuman tidak selalu mengubah perilaku manusia menjadi lebih baik, malahan terkadang banyak orang yang semakin melakukannya, jadi pendekatan perilaku ini tidak selalu bisa berhasil. Solusinya adalah kita harus bangun relasi dan komunkasi dengan mereka.
Meskipun respone terkadang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, karena masalah internal, karena situsainya yang kompleks dan nature dosanya yang masih kuat, kita tetap harus melakukan tugas kita sebagai pendidik.
Dari teori terori behavior yang kita pelajari hari ini, tidak semua bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari karena pribadi dan kondisi masing masing orang berbeda – beda. Kasih adalah hal utama dalam pendekatan ini, bukan hanya “maka dan akan” tapi kita harus melihat kedalam mereka, sentuh hatinya, hadirkan kehangatan sehingga mereka merasa diterima, kemudian kita mulai membantu untuk mereka mampu sadar dan mengubah perilaku mereka.