Hal yang perlu di perbaiki dalam pelaksanaan program.
1. Perlu memperbaiki dokumentasi kegiatan lapangan dan penulisan laporan, 2. Tahun depan jangan ada lagi info /keperluan administrasi mendadak seperti tahun
sekarang kalau ada perubahan di infokan secara bertahap dan fleksibel
3. Perlu adanya peningkatan kapasitas tim teknis pendamping dari admin keuangan 4. Perlu penambahan tenaga admin
5. Perbaikan administrasi keuangan
6. Harus ada petunjuk teknis tentang pelaporan keuangan
7. Dalam pelaksanan sekolah lapang peserta sering tidak bawa KTP 8. Komitmen internal tim kabupaten untuk menjalankan tertib administrasi 9. Waktu pelaksanaan sekolah lapang sangat singkat
10. Juknis Paten dai kemendes tentang NIK membingungkan
11. Laporan kadang sudah dikirim lewat trello harus juga dikirim lewat email 12. Awal kegiatan salah informasi yang diterima
13. Kadang informasi yang kurang berjalan
14. Form pelaporan terlalu banyak substansinya sama 15. Laporan narasi/indivisu
16. Waktu pelaksanaan program tidak cukup dua tahun 17. Lokasi penggunaan Petty cash butuh penyesuaian 18. Perelengkapan/fasilitas kantor
19. Penggunaan dana oprasional kantor perlu direvisi 20. Kolom nik pada absensi perlu dihilangkan
21. Konfirmasi untuk penyediaan konsumsi dan akomodasi yang tidak efektif 22. Perlu diperbaiki TOR dan RAB
23. Kalau ada kunjungan dari kemitran dan lembaga, baru timbul komunikasi dan koordinasi
24. Tim keuangan tolong respon cepat
25. Agar dapat dicairkan keseluruhan anggaran sekolah lapang supaya kegiatan lebih efektif
26. perlu penjelasan detail terkait format transport dan honor narasumber 27. Dokumentasi pada laporan bisa dikurangi jumlah fotonya
28. Percepat adendum pendamping teknis dari koordinator kabupaten sigi
Kesimpulan
Pelaksanaan kegiatan dilapangan perlu ada kolaborasi terutama dalam hal meperbaiki kebutuhan administrasi yang meliputi, dokumentasi, laporan narasi, SPPD dan beberapa hal yang berhubungan dengan tertib administrasi. Untuk bisa menopang hal ini perlu adanya petunjuk teknis pengelolaan administrasi untuk tim teknis di lapangan.
Beberapa hal yang berhubungan dengan Nomor induk Kependudukan bisa menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dari pihak kemitraan karena beberapa masyarakat memiliki kendala soal nomor indku kependudukan sehingga mempengaruhi pelaksanaan kegiatan.
Informasi yang diberikan pihak kemitraan hampir selalu tiba-tiba dan cenderung menghasilkan mis komunikasi dan salah informasi. Disisi lain pelaksanaan sekolah lapang waktunya cukup cepat dan ada kemungkinan akan lebih dari 2 tahun pelaksanaan kegiatannya, ditambah fasilitas kantor yang kurang dan kebutuhan konsumsi dan akomodasi pelaksanaan kegiatan tidak efektif. Biasanya koordinasi akan baik ketika ada pihak dari kemitraan atau pimpinan dari lembaga yang datang ke desa lokasi kegiatan ini berlaku untuk tim teknis yang sering mis komunikasi dengan koordinator
Form pelaopran cukup banyak sehingga beberapa jika dicermati memiliki substansi yang sama, selain itu pengiriman/ mengapload laporan di trello ketika sudah di upload, pasti dimintakan lagi filenya melalui email. Perlu adanya penjelasan terkait dengan format transport dan honor narasumber yang sederhana dan fleksibel. Dengan pencairan anggaran yang bertahap memiliki potensi keterlambatan pelaksanaan kegiatan maka dari itu perlu mencairkan secara keseluruhan anggaran sekolah lapang.
Untuk tahun kedua alangkah baiknya jangan ada lagi informasi atau rahan yang tiba-tiba atau mendadak yang berhubungan dengan keperluan administras, maka dari itu perlu membuat acuan baku pelaporan administrasi, agar tidak terjadi mis komunikasi seperti tahun pertama sekarang.
Peningkatan kapasitas terkait dengan tertib administrasi dan percepatan adendum pendamping teknis dan koordinator terutama di kabupaten yang tertinggal.
Kelompok
1. Asrin (pembaca) 2. Karel (pengoreksi)
3. Dedy (pemantau) 4. Julfi (pemberi ide) 5. Yusuf (pengarah) 6. Deddy (pemberi saran) 7. Syarif (editor)
8. Bambang (editor)