PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PEER LESSON TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI TATA NIAGA
SMK EKONOMI ADI KARYA LINGGO SARI BAGANTI TAHUN PELAJARAN 2016/2017
By :
Sespi Risti Ananda*, Rina Febriana**, Lucky Heriyanti Jufri**
*)Student of Mathematics Education Study Program STKIP PGRI West Sumatra
**)Lecturers of Mathematics Education Study Program STKIP PGRI West Sumatra
ABSTRACT
Background of the research was that student mathematical concept understanding at XI class of Commerce of Economics Adi Karya Linggo Sari Baganti was still low. It was caused by the student’s were lack of giving question to the teacher. This research was to find out whether the student’s ability of mathematical concept understanding by applying active learning strategy of Peer Lesson type is better than conventional learning or not. It was an experimental research with a research design i.e. random subject. The population was all of the students at XI class of Commerce of Economics Adi Karya Linggo Sari Baganti. Sampling techniqueis random sampling where XI B commerce class as the experiment class and XI A commerce class as the control class.
The research instrument was essay final test with a reliability test. Technique of data analysis is one way t test. . Hypothesis testing shows that the hypothesis is accepted. It can be concluded that student’s ability of mathematical concept understanding by applying active learning strategy of Peer Lesson type is better than conventional learning
at XI class of commerce of economics vocational school Adi Karya Linggo Sari Baganti Academic Year 2016/2017
Keywords: Concept Understanding, active Learning Strategy of Peer Lesson Type
PENDAHULUAN
Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang menjadi dasar bagi ilmu lain seperti fisika, kimia, ekonomi, kedokteran, dan ilmu lainnya.
Matematika membiasakan seseorang untuk berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif. Matematika juga dapat membantu seseorang untuk memecahkan
suatu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 09 sampai 12 Januari 2016 diperoleh gambaran bahwa proses pembelajaran masih terpusat pada guru, siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, dan kurangnya keinginan siswa untuk mengerjakan latihan, sebagian besar siswa tidak mengerti
dengan apa yang harus dibuat dan hanya mengandalkan jawaban dari temannya.
Hasil wawancara dengan beberapa orang siswa kelas XI Tata Niaga SMK-E Adi Karya Linggo Sari Baganti diperoleh gambaran bahwa siswa tidak berani bertanya ataupun mengeluarkan pendapat bila tidak mengerti dengan materi yang dijelaskan.
Hal ini disebabkan karena guru kurang bervariasi dalam mengajar, seperti mengadakan model atau strategi pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan mau mengerjakan latihan.
Menyikapi permasalahan tersebut maka guru perlu menerapkan suatu strategi yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep matematis siswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson.
Silberman (2007: 173) menyatakan bahwa “Strategi Peer Lesson merupakan suatu strategi untuk mendukung pengajaran sesame siswa di dalam kelas dan menempatkan seluruh tanggung jawab pengajaran kepada seluruh anggota kelas.”. Strategi ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa secara mandiri dan menuntut saling ketergantungan
yang positif terhadap teman sekelompoknya karena setiap kelompok bertanggungjawab untuk menguasai materi pelajaran yang telah ditentukan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompok lain.
Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional di kelas XI Tata Niaga SMK-E Adi Karya Linggo Sari Baganti.
Penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Asni (2014) dengan judul ”Penerapan Strategi Peer Lesson pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas X SMKN 4 Padang”. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar dan aktivitas belajar siswa meningkat.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian ini adalah Penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yaitu random terhadap subjek.
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Tata Niaga SMK-E Adi
Karya Linggo Sari Baganti dengan kelas yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI Tata Niaga B dan kelas kontrol adalah kelas XI Tata Niaga A.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson dan pembelajaran konvensional. Variabel terikat yaitu variabel yang diperkirakan akan dipengaruhi oleh variabel bebas.
Variabel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep matematis siswa kelas XI Tata Niaga SMK-E Adi Karya Linggo Sari Baganti.
Prosedur penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir.
Instrumen dalam penelitian ini adalah tes akhir yang berbentuk esai dengan reliabilitas adalah . Teknik analisis data dalam pengujian hipotesis menggunakan uji t. Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian uji hipotesis dengan uji-t satu pihak (Sudjana, 2005:239).
Hipotesis dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapan strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson dalam pembelajaran matematika lebih baik daripada pemahaman konsep
matamatis siswa dengan penerapan pembelajaran konvensional pada kelas XI Tata Niaga SMK-E Adi Karya Linggo Sari Baganti Tahun Pelajaran 2016/2017.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari tanggal 21 November 2016 sampai dengan 11 Desember 2016 diperoleh data hasil tes akhir dengan indikator pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Perhitungan Rata-rata( ), Skor Tertinggi ( ), Skor Terendah ( ) Tes Akhir Kelas Sampel
Kelas S
Eksperimen 75,18 15,84 100 43 Kontrol 65,57 16,67 90 37
Tabel 1 memperlihatkan nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen lebih besar dari pada nilai rata-rata siswa pada kelas kontrol. Jadi kelas sampel berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen, maka untuk uji hipotesis digunakan uji t dengan rumus statistik diperoleh dan dengan , karena maka hipotesis penelitian diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep
matematis siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional siswa kelas XI Tata Niaga SMK-E Adi Karya Linggo Sari Baganti.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMK-E Adi Karya Linggo Sari Baganti, keseluruhan kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik.
Proses pembelajaran pada kelas sampel menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson berjalan dengan efektif sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
Proses pembelajaran di kelas eksperimen sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson, yaitu guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Siswa diminta untuk berdiskusi dalam kelompok mengenai topik pada buku copian yang diberikan guru. Setelah kelompok selesai merancang cara menyampaikan materi yang akan dipersentasikan di depan kelas menggunakan media kertas karton, guru memilih secara acak kelompok yang membahas materi berbeda untuk menyajikan ke depan kelas. Sementara kelompok yang membahas materi yang
sama dengan kelompok penyaji menanggapi persentasi tersebut.
Kemudian guru memberikan penjelasan dan penguatan materi dan dilanjutkan dengan mengerjakan latihan.
Gambaran untuk tes akhir setiap indikator dapat dilihat dari lembar jawaban siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk indikator menyatakan ulang sebuah konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma kepemecahan masalah dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Contoh lembar jawaban soal tes akhir nomor 4 siswa berkemampuan tinggi kelas eksperimen
Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat bahwa siswa sudah mampu menyatakan ulang sebuah konsep dan mengaplikasikan konsep ke dalam pemecahan masalah dengan baik dan benar, dimana siswa dapat menuliskan rumus keliling dan luas trapesium dengan benar dan mampu mengaplikasikan soal ke dalam rumus.
Hal demikian juga terjadi pada kelas kontrol, dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Contoh lembar jawaban soal tes akhir nomor 4 siswa berkemampuan tinggi kelas kontrol
Berdasarkan Gambar 2, siswa telah mampu menyatakan ulang sebuah konsep dan mengaplikasikan konsep ke pemecahan masalah dengan tepat.
Jawaban siswa yang berkemampuan rendah di kelas eksperimen dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Contoh lembar jawaban soal tes akhir no 1a siswa berkemampuan rendah kelas eksperimen
Berdasarkan Gambar 3 siswa berkemampuan rendah kelas eksperimen belum menguasai keseluruhan materi dengan benar karena pada soal nomor 1a siswa tidak dapat menyajikan konsep dari sebuah gambar segitiga dengan sempurna.
Jawaban siswa berkemampuan rendah pada kelas kontrol dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Contoh lembar jawaban soal tes akhir no 1a siswa berkemampuan rendah kelas kontrol
Berdasarkan Gambar 4 siswa di kelas kontrol yang berkemampuan rendah belum menguasai keseluruhan materi dengan benar karena pada soal nomor 1a siswa tidak dapat menyajikan konsep dari sebuah gambar segitiga dengan sempurna.
Berdasarkan hasil analisis data tes pemahaman konsep matematis siswa terdapat perbedaan skor rata-rata pada kedua kelas sampel. Rata-rata skor pemahaman konsep kelas eksperimen adalah 75,18 lebih besar dari pada rata- rata skor pemahaman konsep kelas kontrol yaitu 65,57.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dan pembahasan yang telah dikemukakan maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Peer Lesson lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa dengan
menerapkan pembelajaran konvensional siswa kelas XI Tata Niaga SMK-E Adi Karya Linggo Sari Baganti Tahun Pelajaran 2016/2017.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Asni. (2014). Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Peer Lesson pasa Pembelajaran Matematika Siswa Kelas X SMKN 4 Padang.
Silberman, Mel. 2007. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif.
Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Sudjana. (2005). Metoda Statistik.
Bandung: Tarsito