RESUME AKM Oleh: Apriliana Retno P 1. Asesmen Nasional
Asesmen nasional merupakan program evaluasi sistem pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, meliputi sekolah, madrasah, juga program pendidikan kesetaraan di Indonesia. Asesmen Nasional (AN) dirancang untuk memotret mutu input, proses, dan hasil belajar yang mencerminkan kinerja satuan pendidikan, yang memberikan umpan balik berkala yang objektif dan komprehensif bagi manajemen satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.
Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama yaitu AKM, survei karakter dan survei lingkungan belajar.
Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.
Asesmen Nasional ini akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, termasuk satuan pendidikan kesetaraan. Pada tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII dan XI yang dipilih secara acak oleh Kemendikbud. Asesmen nasional ini juga akan diikuti oleh seluruh guru dan kepala satuan pendidikan. Hasil dari asesmen ini tidak akan menentukan kelulusan murid, karena hasil dari asesmen ini tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual tetapi hasil dari asesmen ini diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.
2. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Salah satu indikator dalam Asesmen Nasional yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada Masyarakat. Pengertian Minimum dalam AKM yaitu menunjukan literasi membaca dan literasi matematika (Numerasi) merupakan kompetensi yang setidak-tidaknya harus dimiliki untuk seseorang dapat berfungsi secara produktif dalam kehidupan.
3. Tujuan AKM
Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen penting, yaitu kurikulum (apa yang diharapkan dapat dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap
kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.
4. Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Bentuk soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yaitu pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, uraian. Murid kelas V akan mengerjakan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan numerasi. Sedangkan murid kelas VIII dan XI akan mengerjakan 36 soal. Setiap murid akan menempuh soal yang sesuai dengan kemampuan murid itu sendiri sehingga AKM ini dilaksanakan secara adaptif.
5. Literasi Membaca a. Definisi
Pisa (2018) mendefinisikan literasi membaca adalah kemampuan peserta didik untuk memahami, menggunakan, merefleksi, dan berinteraksi dengan teks tulis agar seseorang mampu meraih tujuan pribadi, mengembangkan pengetahuan dan potensinya, sehingga dia mampu berpartisipasi sebagai warga Masyarakat.
b. Konten Teks
Aspek penting dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada literasi membaca adalah ketersediaan teks atau bacaan yang akan digunakan sebagai stimulus dalam penyusunan soal. Teks atau bacaan yang digunakan dalam AKM harus mampuu mengukur sekaligus menumbuhkan kecakapan berpikir kritis dalam pemecahan masalah.
Untuk kepentingan penyusunan soal AKM, konten teks dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu teks fiksi dan teks informasi, di mana penjelasan lebih lengkap adalah sebagai berikut:
1) Teks Fiksi
Teks fiksi adalah karya imajinatif yang mengangkat persoalan-persoalan kehidupan manusia yang sudah dipadukan dengan imajinasi atau subjektivitas pengarang untuk kepentingan hiburan. Teks fiksi merupakan jenis teks naratif atau penggambaran urutan kejadian yang dibuat.
2) Teks Informasi
Teks informasi atau teks non fiksi adalah teks yang bertujuan menyampaikan informasi factual kepada pembaca. Teks informasi ditulis berdasarkan data-data factual, peristiwa-peristiwa, dan sesuatu yang lain yang benar-benar ada dan terjadi di dalam kehidupan.
c. Konteks Teks
1) Personal (berfokus pada aktivitas seseorang, keluarganya, atau kelompoknya)
2) Sosial Budaya (contoh masalah yang diklasifikasikan dalam konteks sosial adalah masalah komunitas dan Masyarakat, baik itu lokal/daerah, nasional, maupun global)
3) Saintifik (masalah yang diklasifikasikan dalam konteks saintifik berkaitan dengan aplikasi matematika di alam semesta dan isu serta topik yang berkaitan dengan sains dan teknologi).
d. Level Kognitif Literasi Membaca
Berikut adalah level kognitif literasi membaca:
Kompetensi Subkompetensi
1. Menemukan informasi (Access and Retrieve)
a. Mengakses dan mencari informasi dalam teks b. Mencari dan memilih informasi yang relevan
2. Menafsirkan dan mengintegrasikan (interpret and integrate)
a. Memahami ide teks
b. Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak
3. Mengevaluasi dan merefleksi
(evaluate and reflect)
a. Menilai kualitas dan kredibilitas konten pada teks informasi tunggal maupun jamak
b. Menilai format penyajian dalam teks
c. Merefleksi isi wacana untuk pengambilan Keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks dengan pengalaman pribadi.
6. Literasi Matematika -Numerasi
a. Definisi Literasi Matematika-Numerasi
Literasi matematika-numerasi merujuk pada dua terminology yang berkaitan dengan penerapan matematika, yaitu literasi matematika dan numerasi. OECD (2017) mendefinisikan literasi matematika sebagai kemampuan individu untuk bernalar secara matematis serta merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika untuk menyelesaikan masalah dalam beragam konteks dunia nyata.
b. Konteks AKM Literasi Matematika-Numerasi
1) Personal (berfokus pada aktivitas seseorang, keluarganya, atau kelompoknya)
2) Sosial Budaya (contoh masalah yang diklasifikasikan dalam konteks sosial adalah masalah komunitas dan Masyarakat, baik itu lokal/daerah, nasional, maupun global)
3) Saintifik (masalah yang diklasifikasikan dalam konteks saintifik berkaitan dengan aplikasi matematika di alam semesta dan isu serta topik yang berkaitan dengan sains dan teknologi).
c. Level kognitif AKM Literasi Matematika-Numerasi 1) Knowing (Pengetahuan dan Pemahaman)
Soal dalam level kognitif knowing menilai kemampuan pengetahuan dan pemahaman dasar peserta didik tentang fakta, proses, konsep, dan prosedur. Kata kunci yang biasa digunakan pada level ini antara lain mengingat, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menghitung, mengambil/memperoleh, dan mengukur.
2) Applying (Penerapan)
Soal pada level kognitif ini menilai kemampuan matematika dalam menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konteks situasi nyata untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan. Kata kunci yang biasa digunakkan pada level ini antara lain memilih, menyatakan atau membuat model matematika, dan menerapkan konsep.
3) Reasoning (Penalaran)
Soal dalam level kognitif ini menilai kemampuan penalaran peserta didik dalam menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman mereka dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks. Pertanyaan dapat mencakup lebih dari satu pendekatan atau strategi.
Kata kunci yang biasa digunakan pada level ini antara lain menganalisis, memadukan (mensintesis), mengevaluasi, menyimpulkan, dan membuat justifikasi.
d. Konten Domain AKM Literasi Matematika-Numerasi 1. Bilangan
Domain ini terdiri atas subdomain representasi, sifat urutan, dan operasi. Pada subdomain representasi, pemahaman peserta didik yang dinilai adalah terkait representasi bilangan cacah, bulat, pecahan, desimal, irasional, berpangkat dan notasi ilmiah. Pada subdomain sifat urutan, pemahaman peserta didik yang dinilai adalah terkait membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan tersebut. Selain kedua subdomain tersebut, ada pula subdomain operasi yang mengukur pemahaman siswa mengenai operasi hitung bilangan
2. Geometri
Domain geometri dan pengukuran terdiri atas subdomain bangun geometri, pengukuran, dan penalaran spasial. Domain ini menilai kompetensi peserta didik mulai dari mengenal bangun datar hingga menggunakan konsep volume, luas permukaan, dan kesebangunan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga menilai pemahaman peserta didik tentang pengukuran panjang, berat, waktu, volume dan debit, serta satuan luas menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku. Pada domain ini juga menilai kompetensi dalam menggunakan arah, sistem koordinat petak, dan sistem koordinat kartesius.
3. Aljabar
Domain aljabar terdiri atas subdomain persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), serta rasio dan proporsi. Pada subdomain persamaan dan pertidaksamaan, pemahaman yang dinilai mulai dari menyelesaikan persamaan sederhana hingga sistem persamaan linear tiga variabel. Pada subdomain relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), pemahaman peserta didik akan dinilai mulai dari pengenalan pola gambar dan objek hingga menyelesaikan masalah dengan konsep fungsi (fungsi linear dan eksponensial). Subdomain rasio dan proporsi mengukur pemahaman konsep rasio/skala dalam permasalahan sehari-hari hingga menyelesaikan masalah aritmetika sosial.
4. Data dan Ketidakpastian
Data dan ketidakpastian sangat diperlukan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya. Pemahaman tentang data dan representasinya dimulai dari penyajian data sederhana menggunakan turus dan diagram gambar hingga mengevaluasi (make sense of) data yang lebih kompleks dan ukuran penyebaran data. Selain itu, ketidakpastian dan peluang dimulai dari mengenal kejadian yang mungkin dan tidak mungkin sampai menghitung dan menggunakan peluang kejadian majemuk.
SOAL LITERASI NUMERASI 1. Domain Bilangan
Domain Bilangan
Konteks Stimulus Personal
Kelas XI
Kompetensi Pola Bilangan Level Kognitif Reasoning
Bentuk Soal Uraian
Soal
Ady sedang menjumlahkan nomor-nomor pada halaman buku yang terdiri dari 20 halaman. Jumlah yang ia dapatkan adalah 224. Ternyata terjadi kekeliruan, yaitu ada satu halaman yang dihitung dua kali.
Jika buku dimulai dari halaman 1 sampai 20, maka halaman yang dihutung dua kali adalah ……
Jawaban: 14 2. Domain Geometri
Domain Geometri
Konteks Stimulus Saintifik
Kelas XI
Kompetensi Memahami dan menggunakan perbandingan trigonometri
Level Kognitif Reasoning Bentuk Soal Pilihan Ganda
Soal
Jembatan rangka baja adalah struktur jembatan yang terdiri dari rangkaian batang-batang baja yang dihubungkan satu dengan yang lainnya.
https://yambala.co.id/home-full-screen/fabrikasi-jembatan/
Jembatan rangka batang ini memiliki beberapa tipe, dikarenakan banyak para ahli yang mengembangkan ide-ide untuk membuat jembatan rangka batang. Diantaranya sebagai berikut:
A. Tipe Pratt (Pratt Truss). Jembatan ini memiliki elemen diagonal yang mengarah ke bawah dan bertemu pada titik tengah batang jembatan bagian bawah.
B. Tipe Howe (Howe Truss). Jembatan ini kebalikan dari tipe Pratt di mana elemen diagonalnya mengarah ke atas dan menerima tekanan sedangkan batang vertikalnya menerima tegangan.
C. Tipe Warren (Waren Truss). Jembatan rangka batang tipe warren ini tidak memiliki batang vertikal pada bentuk rangkanya yang membentuk segitiga sama kaki atau segitiga sama sisi.
Sebagian batang diagonalnya mengalami gaya tekan (compression) dan Sebagian lainnya mengalami gaya tegang (tension).
Sebuah jembatan rangka baja dibuat dengan desain tampak samping berikut. (Semua ukuran dalam meter)
https://docplayer.info/47055631-kerangka-acuan-lomba-kal-bridge-construction-competition- bcc-departemen-teknik-infrastruktur-sipil-fv-its.html
Minimal panjang rangka baja yang dibutuhkan untuk satu sisi jembatan (tampak samping) seperti di atas adalah ……
A. 2.300 m B. 2.440 m C. 2.450 m D. 3.300 m Jawaban: A 3. Domain Aljabar
Domain Aljabar
Konteks Stimulus Saintifik
Kelas XI
Kompetensi Persamaan dan pertidaksamaan Level Kognitif Knowing
Bentuk Soal Pilihan Ganda
Soal
Bu Siti mendapatkan tugas dari sekolah untuk menyiapkan paket hadiah untuk siswanya yang berprestasi di sekolahnya. Bu siti ingin membeli alat-alat tulis sebagai hadiahnya. Alat-alat tulis yang ingin dibeli berupa buku tulis, bolpoin, dan penghapus. Pada setiap pembelian alat tulis, pembeli dikenakan pajak sebesar 10%. Berkaitan dengan tugas tersebut, bu Siti melihat beberapa paket alat tulis yang dijual di took Rejeki dan took Makmur seperti pada gambar berikut:
Bu Siti membeli tiga paket alat tulis yang berisikan lebih dari dua macam alat tulis (alat tulis tersebut boleh berupa buku, bolpoin, atau penghapus) baik itu di toko Rejeki maupun di toko Makmur. Matriks yang sesuai untuk ketiga paket tersebut adalah …
Jawaban: C
4. Domain Data dan Ketidakpastian
Domain Data dan Ketidakpastian Konteks Stimulus Personal
Kelas XI
Kompetensi Data dan Representasinya Level Kognitif Knowing
Bentuk Soal Pilihan Ganda Kompleks
Soal
EMAS = INVESTASI YANG MENGUNTUNGKAN
Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan return di masa yang akan dating. Keputusan penanaman modal tersebut dapat dilakukan oleh individua tau suatu entitas yang mempunyai kelebihan dana.
Investasi selalu memiliki dua sisi, yaitu return dan risiko
Berikut disajikan grafik harga emas ANTAM pada bulan Mei 2019.
Dengan melihat grafik harga emas di atas tentukanlah pernyataan di bawah ini bernilai benar atau salah!
Jawab
Pernyataan pertama Benar Pernyataan kedua Benar Pernyataan ketiga Salah Pernyataan keempat Salah