• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME ARTIKEL SISTEM MANAGEMENT LINGKUNGAN

N/A
N/A
Dwi Nur Rochmat

Academic year: 2025

Membagikan "RESUME ARTIKEL SISTEM MANAGEMENT LINGKUNGAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

RESUME ARTIKEL SISTEM MANAGEMENT LINGKUNGAN

PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH DI PT.

BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE

Di Susun Oleh : DWI NUR ROCHMAT

V8123031 Kelas A

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEKOLAH VOKASI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2024

(2)

A. Resume

Penelitian ini membahas pengolahan air limbah di PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) yang dilakukan dari tanggal 4 hingga 16 Mei 2020. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk memantau kualitas air limbah yang dihasilkan oleh perusahaan yang bergerak di industri pengolahan karet alam tersebut. Penelitian ini menganalisis sistem pengolahan air limbah yang diterapkan di BSRE, khususnya pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Dalam penelitian ini, enam parameter kualitas air limbah yang dianalisis meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solids (TSS), Ammonia Nitrogen (NH3-N), Total Nitrogen, dan pH. Parameter-parameter ini diukur baik pada inlet maupun outlet dari IPAL untuk mengevaluasi efektivitas proses pengolahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pengolahan, kadar TSS rata-rata air limbah mencapai 201,3 mg/l, yang melebihi baku mutu yang ditetapkan sebesar 100 mg/l.

Namun, setelah melalui proses pengolahan menggunakan lumpur aktif dan proses pengendapan, kadar TSS berhasil diturunkan hingga memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, kadar ammonia sebelum pengolahan rata-rata adalah 9,6 mg/l, sedangkan setelah pengolahan, kadar ammonia tersebut memenuhi baku mutu yang ditetapkan yaitu 5 mg/l.

Parameter nitrogen total juga menunjukkan hasil yang signifikan. Sebelum pengolahan, kadar nitrogen total rata-rata adalah 19,2 mg/l, dan setelah pengolahan, kadar tersebut berhasil diturunkan menjadi di bawah 10 mg/l. Pengukuran pH air limbah juga dilakukan, yang menunjukkan bahwa kondisi pH air limbah bersifat asam sebelum pengolahan.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem pengolahan air limbah di PT. BSRE terbukti efektif dalam memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh peraturan. Penelitian ini menekankan pentingnya pengolahan air limbah yang efektif untuk mencegah pencemaran lingkungan dan memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas yang berlaku. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi dan efektivitas pengolahan air limbah di PT. BSRE, serta menunjukkan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengelola limbahnya.

(3)

B. Temuan Penting

1. Pengurangan TSS : Sebelum pengolahan, kadar Total Suspended Solids (TSS) rata-rata mencapai 201,3 mg/l, yang melebihi baku mutu sebesar 100 mg/l. Setelah melalui proses pengolahan, kadar TSS berhasil diturunkan hingga memenuhi standar yang ditetapkan.

2. Penurunan Kadar Ammonia : Kadar ammonia sebelum pengolahan adalah 9,6 mg/l, dan setelah pengolahan, kadar ammonia tersebut memenuhi baku mutu yang ditetapkan yaitu 5 mg/l. Ini menunjukkan bahwa proses pengolahan yang diterapkan berhasil menurunkan kadar ammonia dalam air limbah.

3. Nitrogen Total : Meskipun kadar nitrogen total sebelum pengolahan rata-rata adalah 19,2 mg/l, yang tidak memenuhi baku mutu (10 mg/l), setelah pengolahan, kadar nitrogen total berhasil diturunkan menjadi di bawah 10 mg/l. Hal ini menunjukkan perlunya pengolahan lebih lanjut untuk mencapai standar yang diinginkan

4. Chemical Oxygen Demand (COD) : COD adalah ukuran jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi bahan organik dalam air limbah. Parameter ini penting untuk menilai tingkat pencemaran organik. Meskipun tidak ada data spesifik mengenai nilai COD sebelum dan setelah pengolahan dalam kutipan yang diberikan, COD merupakan salah satu parameter yang dievaluasi untuk memastikan bahwa kualitas air limbah memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh peraturan menteri lingkungan hidup.

5. Biochemical Oxygen Demand (BOD) : BOD mengukur jumlah oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah selama periode tertentu. Seperti halnya COD, tidak ada data spesifik mengenai nilai BOD sebelum dan setelah pengolahan dalam kutipan yang diberikan, tetapi parameter ini juga merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pengolahan air limbah.

6. pH : pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan air. Dalam penelitian ini, pengukuran pH dilakukan untuk mengetahui kondisi air limbah. Meskipun tidak ada nilai spesifik yang disebutkan dalam kutipan, penting untuk memastikan bahwa pH air limbah berada dalam rentang yang sesuai untuk memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Pengukuran pH yang tepat penting untuk proses pengolahan air limbah, karena dapat mempengaruhi efektivitas proses biologi dan kimia yang terjadi di dalam instalasi pengolahan

(4)

C. Gap dalam penelitian ini

1. Keterbatasan Data Spesifik : Meskipun jurnal ini menyebutkan bahwa enam parameter kualitas air limbah (COD, BOD, TSS, NH3-N, nitrogen total, dan pH) telah dipantau, tidak ada data spesifik yang disajikan untuk COD dan BOD setelah pengolahan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pemantauan dilakukan, data yang lebih rinci dan komprehensif diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas pengelolaan air limbah.

2. Analisis Keterkaitan Parameter : Jurnal ini tidak membahas secara mendalam tentang bagaimana masing-masing parameter saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain dalam konteks pengelolaan lingkungan. Misalnya, meskipun kadar BOD dan TSS menunjukkan penurunan, tidak ada analisis yang menjelaskan bagaimana penurunan ini berkontribusi terhadap kualitas lingkungan secara keseluruhan.

3. Pemantauan Berkelanjutan : Dalam jurnal ini menyebutkan pemantauan dilakukan selama dua minggu, tetapi tidak ada informasi mengenai pemantauan berkelanjutan atau frekuensi pemantauan yang lebih panjang. Pemantauan yang lebih konsisten dan jangka panjang diperlukan untuk memahami tren dan dampak jangka panjang dari pengelolaan air limbah terhadap lingkungan.

4. Evaluasi Sistem Pengolahan : Jurnal ini menyebutkan adanya permasalahan yang ditemui saat pemantauan, tetapi tidak memberikan detail tentang bagaimana permasalahan tersebut dievaluasi dan ditangani dalam sistem pengolahan air limbah.

5. Keterkaitan dengan Kebijakan Lingkungan : Dalam jurnal ini tidak membahas bagaimana hasil pemantauan ini berhubungan dengan kebijakan lingkungan yang lebih luas atau bagaimana PT. BSRE dapat berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Ini menunjukkan adanya gap dalam integrasi hasil pemantauan dengan kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih luas.

D. Saran dan rancangan perbaikan

1. Peningkatan Pengumpulan Data Spesifik : PT. BSRE sebaiknya melakukan pengumpulan data yang lebih lengkap dan spesifik mengenai kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) setelah proses pengolahan. Data ini penting untuk

(5)

menilai efektivitas sistem pengolahan air limbah secara menyeluruh. Dalam penelitian, kualitas air limbah setelah mengalami proses di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mencakup parameter-parameter seperti COD, BOD, TSS (Total Suspended Solids), dan NH (Ammonia).

2. Frekuensi Pemantauan yang Lebih Tinggi : Disarankan untuk meningkatkan frekuensi pemantauan kualitas air limbah, baik secara internal maupun eksternal. Pemantauan yang lebih sering dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang tren kualitas air limbah dan membantu dalam deteksi dini terhadap potensi masalah. Pemantauan kualitas air limbah diperlukan untuk mengetahui seberapa efektifnya pengolahan air limbah yang dilakukan oleh PT. BSRE.

3. Analisis Keterkaitan Parameter : PT. BSRE perlu melakukan analisis yang lebih mendalam mengenai hubungan antara berbagai parameter kualitas air limbah. Ini dapat membantu dalam memahami bagaimana parameter tersebut saling mempengaruhi dan dalam merumuskan strategi pengelolaan yang lebih efektif. Misalnya, analisis terhadap nitrogen total yang meliputi berbagai nitrogen yang berbeda seperti ammonia, nitrit, dan nitrat dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai siklus nitrogen dalam air limbah.

4. Evaluasi dan Tindak Lanjut Permasalahan : Penting untuk mengembangkan prosedur yang jelas untuk mengevaluasi dan menangani permasalahan yang ditemukan selama pemantauan. Hal ini dapat mencakup pengembangan rencana tindakan untuk mengatasi masalah yang teridentifikasi dalam sistem pengolahan air limbah. Berbagai permasalahan yang ditemui pada saat pemantauan berguna untuk mengevaluasi sistem pengolahan air limbah di PT. BSRE.

5. Integrasi dengan Kebijakan Lingkungan : PT. BSRE sebaiknya mengaitkan hasil pemantauan kualitas air limbah dengan kebijakan lingkungan yang lebih luas. Ini dapat mencakup pelaporan kepada pihak berwenang dan pengembangan inisiatif yang mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan melakukan hal ini, PT.

BSRE dapat memastikan bahwa pengelolaan air limbahnya tidak hanya memenuhi standar internal tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Referensi

Dokumen terkait

Mengenai jaminan yang dapat diberikan, salah satu yang dipandang mempunyai nilai ekonomis yang lebih menguntungkan adalah berupa tanah maupun tanah dan bangunan yang

Seiring dengan peningkatan pelayanan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pengembangan diberbagai bidang, antara lain adalah dalam proses pengolahan nilai

Tes awal yang diberikan terdiri atas dua soal, soal pertama mengenai persamaan linear satu variabel (PLSV) yaitu menyetarakan ruas kiri dan ruas kanan untuk memperoleh

(2010) bahwa kecernaan pakan merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai tingkat efisiensi pakan yang diberikan kepada ikan. Semakin besar

Skripsi yang berjudul “Prototipe Sistem Informasi Pengolahan Nilai Rapor Kurikulum 2013 Pada Sd Negeri 3 Payung Berbasis Desktop” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat

Salah satu fungsi SCADA pada sistem pengolahan air adalah sebagai media informasi dari proses kontrol pada plant, seperti nilai kadar pH dalam air, ketinggian air pada

Oleh karena itu, pada tulisan ini akan diberikan gambaran mengenai kondisi usaha pengolahan minyak nilam yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Batang yang merupakan salah

Dalam perusahaan pengolah hasil laut, informasi mengenai harga dan persediaan barang menjadi nilai utama dalam pemasarannya, terutama untuk para supplier yang menjadi salah satu faktor