• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME KIMFIS SALSA

N/A
N/A
ahmad Saiful

Academic year: 2024

Membagikan "RESUME KIMFIS SALSA"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Salsabila Safira Kelas : 3A Pendidikan Kimia NIM : 11220162000017

Penentuan massa molekul zat berdasarkan massa jenis A. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah :

1. Membandingkan massa jenis alkohol pada Erlenmeyer dan Piknometer

2. Menganalisis berat molekul suatu senyawa yang mudah mneguap (volatil) berdasarkan pengukuran massa jenis gas (Mengidentifikasi massa gas alkohol pada Erlenmeyer) 3. Mengidentifikasi massa molekuler alkohol pada erlenmeyer

B. Dasar Teori

Benda dapat berada dalam tiga keadaan, yaitu padat, cair, dan gas. Cairan dan gas dapat disebut juga sebagai fulda. Hal ini disebabkan oleh cairan dan gas dapat bebas mengalir. Padatan dan cairan dikenal sebagai keadaan terkondensasi karena memiliki ke- rapatan yang lebih tinggi dari gas. Jarak molekul - molekul gas jauh, sedangkan jarak antar molekul cairan dan padatan dekat. Gas mudah ditekan dan mengisi secara sempurna settap tempat di mana mereka berada. Jadi, Jarak molekul gas jauh dan interaksi molekul nya minim (Sastrohamidjojo, 2018: 124).

Senyawa volatile merupakan senyawa yang mudah menguap bila terjadi peningkatan suhu.

Molekul-molekul gas selalu bertumbukan sehingga menyebabkan adanya tekanan, oleh karena itu gas selalu dipengaruhi oleh perubahan tekanan dan suhu lingkungan. Gas ideal adalah gas yang mengikuti secara sempurna hukum-hukum gas, sedangkan gas nyata adalah gas yang hanya mengikuti hukum-hukum gas pada tekanan rendah (Sukardjo, 1989). Gas merupakan zat yang secara normal berada pada keadaan gas pada suhu dan tekanan. Gas memiliki sifat volume dan bentuk menyerupai wadahnya. Gas memiliki sifat akan segera bercampur secara merata dan dimampatkan dan juga gas sifatnya bercampur secara merata dan sempurna jika ditempatkan dalam wadah yang sama dan gas memiliki kerapatan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan cairan dan padatan (Chang, 2005)

Gas terbuat dari partikel-partikel sub partikel, yang disebut molekul yang selalu bergerak cepat dan acak. Sebuah molekul bergerak lurus sampai bertabrakan dengan molekul lain atau dinding wadah. Karena kecil, molekul dapat bergerak melewati pori-pori halus dan meningkatkan wadah (Keenan, 1996). Tekanan gas adalah jumlah gaya-gaya pada dinding akibat tabrakan acak oleh bermilyar-milyar molekul yang bergerak. Molekul-molekul bergerak dengan arah yang acak Tarik menarik antar sesamanya kecil. Jika lebih banyak ruang yang tersedia, maka molekul-molekul gas dapat dipaksa berdekatan satu sama lain dengan menambahkan tekanan (Keenan, 1996).

(2)

Setiap zat terdiri atas partikel partikel yang senantiasa bergerak dengan kecepatan yang bergantung pada suhu dan keadaan fisik suatu zat(padat, cair, atau gas). Pergeseran ini akibat dari energi yang dimiliki dengan ukuran partikel yang sangat kecil (atom, molekul , ion, dan sebagainya). Suatu keadaan dimana gaya Tarik menarik antar molekulnya seperti tidak ada, maka suatu gas akan disebut ideal pada keadaan tertentu. Gas ideal di definisikan sebagai salah satu dimana semua tumbukan antar atom atau molekul bersifat elastis. Sedangkan massa molekul merupakan jumlah massa atom unsur-unsur penyusunnya (Pauliza, 2008 :134).

Teori kinetik gas menjelaskan bahwa setiap zat terdiri dari atom dan juga molekul yang kemudian atom dan molekul tersebut bergerak secara terus menerus secara tidak beraturan. Teori kinetik gas didasarkan pada 3 aturan yaitu gas yang terdiri dari molekul dengan massa M dan diameter d dengan Gerakan acak tidak berinteraksi selama bertumbukan (Atkins, 1996 : 274).

Hubungan antara besaran tekanan (P), suhu (T) dan volume (V) dikenal dengan persamaan gas ideal. Suatu gas dengan jumlah mol (n) dihubungkan dengan ketiga besaran tersebut dinyatakan dengan persamaan berikut PV = nRT, dimana R adalah konstan gas umum dengan nilai sebesar 8,314 J/mol.K (Krisdayanto,Purwanto&sumarna 2011). Bentuk persamaan tersebut memungkinkan kita untuk menemukan berat molekul gas dengan mengukur volume yang ditempati oleh massa atau berat molekul. Persamaan gas ideal adalah salah satu cara yang mudah untuk menentukan berat molekul (Atkins, 2006).

Massa molekul suatu zat merupakan jumlah massa atom unsur-unsur penyusunnya. Massa molekul dapat dihitung dengan menjumlahkan massa atom relatif unsur penyusun molekul tersebut.

Massa molekul dapat diukur dengan berbagai cara seperti, pengukuran untuk suatu zat yang mudah menguap dapat dilakukan dengan menurunkan persamaan gas ideal dengan menentukan terlebih dahulu massa jenis, tekanan, dan suhu suatu zat. Penentuan massa molekul yang paling lazim dilakukan dengan konsep mol dimana massa molekul dapat diketahui dengan mengalikan mol zat dengan beratnya. Metode penentuan massa molekul dapat pula dihitung dengan menggunakan persamaan gas ideal yaitu dimulai dengan menghitung kerapatan dari zat yang akan dihitung massa molekulnya (Syukri, 1999).

C. Langkah Kerja

1. Ambil sebuah Erlenmeyer 250 ml yang bersih dan kering, tutup dengan alumunium foil dan ikat dengan karet atau tali

2. Timbang Erlenmeyer tersebut dengan neraca analitik (a gram)

3. Buka tutup alumunium foil dari Erlenmeyer dan masukkan kurang lebih 5 ml cairan volatile. Kemudian tutup Kembali dengan rapat sehingga diusahakan kedap udara.

4. Buatlah lubang kecil pada tutup alumunium foil tersebut menggunakan jarum agar gas dapat keluar

(3)

5. Rendam labu Erlenmeyer dalam penangas air sampai batas kurang lebih 2cm dari tutup alumunium foil

6. Biarkan sampai semua cairan volatile menguap. Hentikan pemanasan dan catat suhu pada penangas air

7. Keringkan labu Erlenmeyer dari sisa air yang melekat pada bagian luar kemudian dinginkan dalam desikator. Biarkan beberapa saat sampai udara masuk Kembali ke dalam labu Erlenmeyer

8. Keluarkan labu Erlenmeyer dari desikator dan timbang berat labu Erlenmeyer tersebut berikut tutupnya dan pengikatnya (b gram)

9. Tentukan volume labu Erlenmeyer dengan jalan mengisinya dengan air dan menimbang massa air yang terdapat dalam Erlenmeyer tersebut (c gram), sehingga volume Erlenmeyer dapat ditentukan :

Volume = massa air/

ρ

air 10. Ukur tekanan air menggunakan barometer

11. Hitung massa jenis cairan tersebut menggunakan massa zat (b-a) / V erlenmeyer 12. Tentukan berat molekul senyawa tersebut

D. Daftar Pustaka

Atkins . 1996. Kimia Fisika. Jakarta : Erlangga

Atkins, P. 2006. Physical chemistry eight edition. Newyork: W. H. Freemanand Company.

Chang, R. 2005. Kimia Dasar dan Konsep Inti Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Keenan. 1996. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.

Krisdayanto, D., Purwanto, A., & Sumarna. (2011). Profil Perubahan Tekanan Gas terhadap Suhu pada Volume Tetap. Jurnal Penelitian Pendidikan

dan Penerapan. 2(1): 207-209.

Sukardjo, 1989. Kimia Fisika. Penerbit P.T. Bina Aksara, Jakarta

Sastrohamidjojo, Hardjono. 2018. Kimia Dasar . Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Syukri. (1999). Kimia Dasar II. Bandung: ITB.

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa dapat mengatahui dan memahami sifat-sifat umum gas, tekanan gas, beberapa hukum yang berlaku pada gas, persamaan gas ideal, penentuan massa molar gas serta

Jika semua pengukuran dilakukan pada tekanan dan temperatur yang sama, maka massa molekul relatif gas Y

Perhitungan Kimia Perhitungan Massa Massa Molar Massa Atom Relatif Massa Molekul Relatif Massa Rumus Relatif Mol Persamaan Reaksi Pereaksi Pembatas Kondisi Gas Keadaan Standar

Prinsip perhitungan massa gas CO 2 dapat dilakukan dengan berdasarkan pada berat kering biomassa dan perhitungan persamaan gas ideal. Prinsip perhitungan berdasarkan

Dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, siswa dapat menentukan massa atom relatif dan massa molekul relatif dalam suatu persamaan reaksi..

Prinsip perhitungan massa gas CO 2 dapat dilakukan dengan berdasarkan pada berat kering biomassa dan perhitungan persamaan gas ideal. Prinsip perhitungan berdasarkan

2.4 Persamaan Keadaan Gas Ideal Pada ruang tertutup keadaan suatu gas ideal dipengaruhi oleh tekanan, suhu, volume dan jumlah molekul gas.. Ternyata, ada beberapa hukum yang

Dokumen tersebut menjelaskan tentang konsep mol dalam stoikiometri, termasuk rumus massa dan persamaan gas