Nama : Fadillah Nurrahman NIM : 2005521072
Sejarah Permukiman
Permukiman tertua zaman neolithikum (1500 – 4500 SM) yang ditemukan di Skara Brae, Scotland. Permukiman ini terletak di pinggir pantai dengan bangunan rumah yang terbuat dari bukit yang digali lalu diisi material bebatuan sebagai elemen vertikal. Satu rumah ini dihuni oleh lebih kurang lima kelompok keluarga. Skara Brae memiliki sepuluh unit rumah dengan ukuran yang beragam untuk tiap unit rumahnya.
Maju pada zaman yang lebih canggih, terdapat tujuh peradaban awal manusia di bumi.
Peradaban sendiri merupakan suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada sebuah pemukiman dari kelompok manusia. Jika dilihat dari garis waktu, peradaban yang paling tua merupakan Peradaban Mesopotamia yang ada pada tahun 5500 SM. Peradaban Mesopotamia di dalamnya terdapat berbagai bangsa, yaitu ada Bangsa Babilonia, Bangsa Akkadia, Bangsa Persia, dan Bangsa Babilonia Baru. Peradaban selanjutnya, yaitu Peradaban di Lembang Sungai Indus. Pada peradaban tersebut teradapat bangsa yang terkenal, yaitu Bangsa Mohenjo- Daro dan Harappa. Mohenjo-Daro merupakan ibu kota lembah sungai bagian selatan, sedangkan Harappa merupakan ibu kota bagian utara. Peradaban ini ada pada tahun 2300 SM.
Selanjutnya terdapat Peradaban di sepanjang Sungai Kuning (Hwang-Ho atau Huang-He) di Cina, yang ada pada tahun 2200 SM. Pada peradaban ini terdapat Dinasti Qin. Selanjutnya pada tahun 2500 SM terdapat Peradaban Lembah Sungai Nil, Mesir. Bentuk-bentuk peninggalan dari peradaban ini antara lain piramida, sphinx, mumifikasi, dan lainnya. Peradaban selanjutnya, Peradaban Meso-Amerika yang ada pada tahun 1250 SM. Salah satu peradaban tertuanya yaitu Suku Inca, yang peninggalannya seperti piramida dan bangunan peninggalan lainnya. Juga terdapat Suku Maya yang sudah mengenal sistem bercocok tanam, seni membuat bangunan dan kalender Suku Maya. Tujuh peradaban kuno inilah yang dianggap menyebarkan kebudayaan dan tata cara hidup ke seluruh dunia.
Peradaban Mesopotamia
Peradaban Mesopotamia seperti yang sudah diketahui sebelumnya merupakan peradaban awal manusia. Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani, yaitu “mesos” yang berarti “tengah” dan
“potamos” yang berarti “sungai”, sehingga Mesopotamia diartikan sebagai peradaban yang muncul di antara dua sungai besar. Hal ini diawali dari munculnya negara kota yang berada di Sumeria pada tahun 4000 SM. Selang beberapa waktu, pada tahun 2500 SM terdapat perseteruan antar negara kota yang melahirkan kekuasaan yang diberi nama Kerajaan Akkadia.
Kerajaan Akkadia juga sekaligus merupakan Kerajaan pertama yang ada di dunia. Selanjutnya kerjaan-kerajaan yang ada di Peradaban Mesopotamia ini silih berganti, yaitu dari Kerajaan Akkadia menjadi Kerajaan Babilonia I, selanjutnya menjadi Kerajaan Asyria, selanjutnya menjadi Kerajaan Babilonia II, dan kekuasaan terakhir jatuh kepada Kerajaan Persia.
Negara Kota pada Peradaban Mesopotamia merupakan kumpulan desa-desa neolithikum yang berkembang menjadi kota, dan kota-kota tersebut berkembang memiliki pemerintahan sendiri layaknya sebuah negara, sehingga diberi nama negara kota. Negara kota ini diperintah oleh sebuah kuil yang di dalamnya terdapat pusat pemerintahan, pusat keagamaan, pusat
pendidikan, pusat perdagangan, dan pusat pertukangan. Setiap negara kota memiliki ziggurat (kuil dewa kota sebagai tempat pemujaan) dan pola citadel atau pola benteng yang mengelilingi bagian negara kota. Contoh negara kotanya antara lain, Eridu, Ur, Uruk, Lagash, Umma, Nippur, Larak, dan Kish.
Kerajaan Babilonia I
Kerajaan Babilonia I merupakan kerajaan yang melahirkan Undang-undang pertama di dunia, Undang-undang tersebut diberi nama Undang-undang Hamurabi. Dari sinilah dimulai tatanan atau peraturan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kerajaan Asyria
Kerajaan Asyria terdapat beberapa istana yang terkenal, Istana Sargon II yang berada di Kota Khorsabad dengan luas lahan 10 ha dan tinggi lahan 7,5 meter, dengan tembok yang istana yang dilukis dan direlief. Selanjutnya ada Istana Sennacherib yang berada di Kota Nineveh, dibangun dengan patung-patung raksasa. Jalan masuknya berupa delapan pintu gerbang perunggu yang masing-masing pintu diapit oleh patung lembu jantan bersayap dan berkepala manusia (lamassu).
Kerajaan Babilonia II
Kerajaan Babilonia II merupakan puncak dari masa kejayaan Peradaban Mesopotami. Pada zaman ini terdapat perkembangan sains astrologi yaitu penentuan hari dan jam modern, siklus gerhana, dan kalender 12 bulan. Pola Kota Babilonia II yaitu segiempat yang dikelilingi tembok dengan gambar binatang buas, yang di dalamnya ada empat kuil dan satu ziggurat.
Kerajaan Persia
Kerajaan Persia merupakan kerajaan pada Peradaban Mesopotamia yang kekuasaannya paling luas, mencakup daerah Mesir, Afrika Utara, India Timur, dan Yunani Barat. Karena wilayah kerajaan yang sangat luas, daerah-daerah kerajaannya dibagi menjadi beberapa provinsi yang dipimpin oleh masing-masing satrapi, juga mulai dibangun jalan raya untuk menghubungkan provinsi-provinsinya. Istana pada Kerajaan Persia yang paling terkenal yaitu Istana di Ibukota Susa, arsitektur istana ini menggunakan material yang bersumber dari wilayah-wilayah kerajaannya yaitu, mesir yang mendatangkan material tembok istana dan perak, babilon yang mendatangkan material batu bata, serdian yang mendatangkan material kayu, sardis yang mendatangkan material emas, dan india yang mendatangkan material kayu.
Tipikal kota-kota pada Peradaban Mesopotamia:
1. Kota utama dikelilingi oleh tembok bata. Kuil-kuil sebagai pusat pemerintahan, yang didampingi oleh istana sebagai tempat kediaman pejabat kerajaan. Serta kota utama juga terdapat rumah-rumah penduduk.
2. Kota pinggiran yang berfungsi sebagai fungsi pendukung kota utama. Terdapat rumah penduduk, sawah dan kebun, lahan ternak dan fasilitas lainnya.
3. Daerah pelabuhan sebagai daerah perdagangan atau komersial area dan juga sebagai tempat moda transportasi atau penghubung antar kota.
Tatanan rumah penduduk pada kota-kota Peradaban Mesopotamia berupa tipe cul-de-sac, kecuali Kota Nineveh yang menggunakan tipe straight dengan jalan lebar dari gerbang utama ke istana.
Ziggurat (kuil dewa kota) dibangun di bukit buatan yang dibangun dengan rmaterial batu bata yang dibakar. Ruang yang paling tinggi digunakan sebagai ruang untuk dewa kota yang melambangkan kedekatan dengan dewa.
Pola rumah penduduk, satu lahan diperuntukkan untuk satu unit rumah, dan tidak memiliki lahan yang kosong. Terdapat lobby dan courtyard. Rata-rata rumah penduduk dibangun dua lantai dan terdapat tangga. Jalanan kota bisa langsuang menuju pintu masing-masing rumah warga, jalanan juga berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah. Pemerintah setempat melapisi jalanan kota dengan tanah liat baru untuk menutupi sampah yang dibuang oleh warga, ketika sampah tersebut sudah memenuhi jalanan.
Pasca Revolusi Industri Eropa dan Amerika
Terjadi pada Abad 18-19 yang bermula di Inggris. Pada bidang pertanian, tambang, transportasi, dan manufaktur Tenaga manusia dan binatang tenaga mesin Awal memasuki arsitektur modern.
Revolusi Industri (1760-1830)
Selama periode Revolusi Industri yang berlangsung dari tahun 1760 hingga 1830, terjadi transformasi signifikan dalam struktur kota yang diinduksi oleh perubahan fungsi wilayah perkotaan. Pergeseran ini mencakup pengalihan peruntukan lahan untuk keperluan perkantoran, gudang, dan pabrik, yang secara kolektif berdampak pada perubahan model kota secara keseluruhan. Pusat kota mengalami metamorfosis menjadi pusat bisnis dan industri yang mencirikan urbanisasi masif. Dalam konteks ini, distrik-distrik yang padat penduduk mulai bermunculan di sekitar pusat kota, dihuni terutama oleh para pekerja industri. Sementara itu, hunian dan struktur bangunan fasilitas umum yang sebelumnya berperan penting mengalami kelalaian dan penelantaran di kawasan sekitar pusat bisnis.