• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review Paper-25324324-Rina Sahara

N/A
N/A
Rina Sahara

Academic year: 2025

Membagikan "Review Paper-25324324-Rina Sahara"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Rina Sahara NIM : 25324324

MK : Metode Penelitian

A. Title

Assessment and modeling of surface water quality for drinking and irrigation purposes using water quality indices and GIS techniques in the Inaouene watershed, Morocco.

B. Problem statement (mention the problem statement and the correlation between it with the references they used gap analysis)

1. Degradasi kualitas air a. Faktor antropogenik

1. Limbah domestik : pembuangan air limbah rumah tangga yang meningkatkan kandungan BOD, COD, Coliform, dan senyawa organik dalam air.

2. Pertanian : penggunaa pupuk dan pestisida menyebabkan peningkatan nitrat b. Faktor alami

1. Erosi tanah : peningkatan sedimentasi, suspended solid (SS).

2. Pembahasan sebelumnya merujuk pada pendekatan Water Quality Index (WQI) namun tidak melakukan pendekatan multi—indeks (WQI, IWQI) dengan teknik pemetaan GIS untuk memahami pola spasial pencemaran.

C. Aims, hypothesis (Correlation with the problem and how clear it mentioned in the journal) 1. Aims

a. Menilai sifat fisikokimia dan bakteriologis air permukaan di DAS Oued Inaouene menggunakan dua indeks, yaitu Indeks Kualitas Air Irigasi (IWQI) dan Indeks Kualitas Air Global (WQI).

b. Menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam memahami variasi spasial kualitas air

c. Mengevaluasi berbagai parameter pertanian, termasuk SAR, magnesium hazard (MH), sodium ratio (%Na), permeability index (PI), dan sodium carbonate (SCR).

2. Hypothesis

a. Indeks kualitas air (WQI dan IWQI) dapat digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran dan kelayakan air untuk konsumsi serta irigasi.

WQI ≤ 100: air memenuhi standar air minum.

IWQI ≥ 60 : air cukup baik untuk irigasi.

b. Teknik GIS dapat diketahui area dengan pencemaran tinggi, sehingga pengelolaan dapat lebih terfokus pada area yang memerlukan intervensi.

c. Parameter pertanian, termasuk SAR, magnesium hazard (MH), sodium ratio (%Na), permeability index (PI), dan sodium carbonate (SCR) akan mempengaruhi kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

d.

D. Data Collection Method Metode : Kuantitatif

Data dikumpulkan selama musim hujan dengan mengambil enam titik sampling.

(2)

E. Data processing and analysis

Menghitung WQI dan IWQI : Menentukan apakah air aman untuk dikonsumsi dan irigasi PCA dan analisis korelasi : Menemukan hubungan antar parameter serta mengidentifikasi sumber utama pencemaran

Analisis diagram piper : Mengidentifikasi tipe kimia air di DAS Inaouene Analisis spasial : Melihat pola pencemaran air di Das Inaouene

(3)

Water Quality Index (WQI)

1. Menentukan Standar dan Bobot Absolut (wi) : standar kualitas air (Si) Internasional 2. Menghitung Qi (Quality Rating Scale) untuk Setiap Parameter

3. Rumus Qi untuk parameter pH

4. Menghitung bobot relatif (Wi) setiap parameter

5. Menghitung WQI

Klasifikasi Kualitas Air (WQI)

(4)

Irrigation Water Quality Index (IWQI)

1. Perhitungan Sodium Adsorption Ratio (SAR, meq/L)⁰·⁵

2. Residual Sodium Carbonate (RSC)

3. Potential Salinity (PS)

4. Permeability Index

5. Sodium Percentage (Na%)

(5)

6. Magnesium Hazard (MH)

7. Kelly Index

8. Residual Sodium Carbonate Bicarbonate (RSBC)

9. Skor Kualitas Parameter (qi)

10.Bobot relatif (Wi)

(6)

11. Menghitung IWQI Akhir

F. Result and Discussion

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas air permukaan di DAS Inaouene, mengidentifikasi sumber pencemaran, serta menggunakan GIS untuk pemetaan spasial kualitas air. Hasil penelitian yang diperoleh selaras dengan tujuan tersebut melalui metode yang telah digunakan, yaitu:

- Analisis parameter fisik, kimia, dan biologis → Memberikan pemahaman tentang faktor yang memengaruhi kualitas air.

- Perhitungan WQI dan IWQI → Memungkinkan klasifikasi kualitas air untuk konsumsi dan irigasi.

a. WQI menunjukkan dua kategori kualitas air di DAS Inaouene:

"Good" (50–95) → Terjadi di sebagian besar stasiun, terutama di bagian hilir.

"Poor" (>100) → Ditemukan di Ech1, yang memiliki pencemaran tinggi dari limbah domestik dan pertanian.

b. Parameter yang menyebabkan kualitas buruk: tingginya Ca²⁺, Mg²⁺, COD, serta kandungan logam berat seperti Cd dan Cr.

c. Berdasarkan indeks IWQI, air di beberapa titik layak untuk irigasi dengan batasan tertentu, tetapi beberapa lokasi menunjukkan kualitas air yang buruk:

1. Ech1: "Severely Restricted" (SR) → Kandungan Na⁺ dan Cl⁻ sangat tinggi, meningkatkan risiko salinisasi tanah.

2. Ech2: "Moderately Restricted" (MR) → Masih bisa digunakan untuk tanaman yang toleran terhadap garam.

3. Ech3, Ech4, Ech5, Ech6: "Low Restriction" (LR) → Bisa digunakan untuk irigasi dengan risiko minimal.

d. Parameter yang mempengaruhi pencemaran air dari sumber alami Geologi DAS yang kaya akan mineral seperti dolomit dan gamping meningkatkan kadar Ca²⁺

dan Mg²⁺ dalam air. Sumber antropogenik dan Efek pengenceran hilir.

- Analisis diagram piper

a. Bagian hulu DAS (Ech1) memiliki kandungan natrium dan klorida tinggi, yang mungkin disebabkan oleh aktivitas antropogenik

b. Bagian hilir menunjukkan kecenderungan fasi bikarbonat-kalsium yang lebih alami, dengan tingkat salinitas yang lebih rendah.

- Pemetaan GIS → Memvisualisasikan distribusi pencemaran dan membantu dalam pengambilan keputusan.

a. Hulu DAS → Perlu pengelolaan limbah dan pengurangan penggunaan pupuk kimia b. Bagian tengah dan hilir → Pengelolaan tetap diperlukan untuk menjaga kualitas

air.

(7)

G. Conclusion

Penelitian ini berhasil menilai dan memetakan kualitas air permukaan di DAS Inaouene, menunjukkan variasi spasial yang signifikan dan pengaruh aktivitas manusia serta faktor alami. Dengan menggunakan indeks kualitas air dan teknik GIS, penelitian ini mengisi celah dalam pemahaman tentang distribusi spasial dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air di wilayah tersebut.

H. Whole opinion

1. Pengambilan sampel terbatas pada satu musim (hujan)

2. Analisis kuantitatif kontribusi spesifik sumber pencemar tidak ada 3. Tidak membahas teknik validasi model pada metode interpolasi.

Dalam penelitian ini, teknik interpolasi : IDW (Inverse Distance Weighting) dan Kriging digunakan untuk memperkirakan nilai parameter kualitas air di area yang tidak memiliki data pengukuran langsung. Namun, tanpa validasi, hasil interpolasi bisa kurang akurat dan tidak dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan.

Referensi

Dokumen terkait

(3) Pedoman untuk menentukan status mutu air dengan Metoda Indeks Pencemaran dilakukan sesuai dengan pedoman pada Lampiran II Keputusan ini....

(3) Pedoman untuk menentukan status mutu air dengan Metoda Indeks Pencemaran dilakukan sesuai dengan pedoman pada Lampiran II Keputusan ini....

Standar mutu Kebersihan yang ditetapkan oleh Universitas Subang meliputi penyediaan air minum, pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran, pembuangan sampah

 Standar air minum di indonesia : diterapkan untuk sumber air minum (air baku) dan air minum sehingga tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia :. 

Metode Indeks Pencemaran ini digunakan untuk menentukan status mutu air untuk data tunggal, atau bukan time series data, yang dilakukan pada suatu titik pengujian/pengukuran...

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan bahan pencemar dari usaha/kegiatan kacang koro, mengetahui adanya pencemaran air Irigasi Timuhun oleh usaha/kegiatan kacang

Dimana Masyarakat Pedesaan,air minum yang di gunakan masih menggunakan air sungai,air sumur dan air hujan yang belum melalui uji standar kelayakan air minum,sedang

Aspek dalam kajian indeks kualitas infrastruktur dasar ini meliputi Irigasi, Rumah Tangga dengan Akses Air Minum, Rumah Tangga dengan Akses Air Limbah dan Sanitasi Layak, Drainase Kota,