• Tidak ada hasil yang ditemukan

RI ESDA Pukarda Jordan Siburian B2020

N/A
N/A
Pukarda Jordan Siburian

Academic year: 2023

Membagikan "RI ESDA Pukarda Jordan Siburian B2020"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Rekayasa Ide Evaluasi Sumber Daya Air

UPAYA MENGATASI DEFISIT AIR DI KABUPATEN DAIRI

Dosen Pengampu:

Eni Yuniastuti, S,Pd., M.Sc & Mulhadi Putra, S.Pd, M.Sc

DISUSUN OLEH:

PUKARDA JORDAN SIBURIAN NIM. 3203131034

KELAS B-2020

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian ini tepat pada waktunya.

Adapun tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Sumber Daya Air.

Selama penyusunan hasil peneltian ini, kami banyak mengalami berbagai hambatan dan kesulitan. Namun berkat bantuan dan dorongan dari dosen pengampu kami yaitu Eni Yuniastuti, S,Pd., M.Sc & Mulhadi Putra, S.Pd, M.Sc., yang telah memberikan bimbingan, saran serta masukan kepada penulis sehingga Rekayasa Ide ini dapat terselesaikan.

Penulis juga menyadari bahwa dalam penyusunan hasil penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar berguna untuk kedepannya. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada para pembaca, semoga tugas ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Medan, 26 Mei 2023

Pukarda Jordan Siburian

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Tujuan Penulisan ... 1

1.3. Manfaat Penulisan ... 1

BAB II IDENTIFIKASI MASALAH ... 2

BAB III GAGASAN IDE ... 7

BABA IV PENUTUP ... 9

4.1. Kseimpulan ... 9

4.2. Saran ... 9

DAFTAR PUSTAKA ... 10

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kekurangan air di Kabupaten Dairi menggambarkan situasi di mana wilayah tersebut menghadapi tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan air bagi penduduk dan sektor-sektor ekonomi. Kabupaten Dairi terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, dan memiliki karakteristik geografis serta faktor-faktor lain yang berperan dalam defisit air yang dialaminya.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kekurangan air di Kabupaten Dairi adalah pola curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Wilayah ini sering mengalami periode musim kemarau yang panjang, di mana sumber-sumber air alami menjadi sangat terbatas. Curah hujan yang tidak memadai selama musim penghujan menyebabkan penurunan ketersediaan air permukaan, seperti sungai dan danau, yang merupakan sumber utama pasokan air.

Pertumbuhan populasi yang cepat juga menjadi faktor penting dalam masalah kekurangan air di Kabupaten Dairi. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, permintaan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari, pertanian, dan sektor industri meningkat secara signifikan. Namun, pasokan air yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan yang semakin tinggi ini.

Selain itu, pola penggunaan dan pengelolaan sumber daya air yang tidak efisien juga berkontribusi pada masalah kekurangan air di Kabupaten Dairi. Penggunaan air yang boros dalam sektor pertanian dan industri, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya penghematan air di kalangan masyarakat, menyebabkan pemborosan sumber daya air yang ada. Selain itu, adanya kebocoran dalam sistem distribusi air dan infrastruktur yang kurang memadai juga menyebabkan terbuangnya sejumlah besar air.

Untuk mengatasi masalah kekurangan air di Kabupaten Dairi, perlu adanya pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan terhadap sumber daya air. Hal ini mencakup penerapan kebijakan pengelolaan air yang baik, seperti pemanfaatan teknologi penghematan air, promosi kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi air, dan pengembangan infrastruktur yang memadai untuk penyediaan air bersih.

Selain itu, penting juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, dalam pengambilan keputusan terkait

(5)

pengelolaan air. Kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak dapat mendorong implementasi solusi yang holistik dan berkelanjutan dalam mengatasi kekurangan air.

Dalam mengelola kekurangan air, juga perlu diperhatikan aspek pelestarian lingkungan dan konservasi sumber daya alam. Pencegahan kerusakan hutan, pemulihan lahan kritis, dan pengelolaan yang berkelanjutan terhadap sungai-sungai dan sumber air lainnya menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan air di Kabupaten Dairi dalam jangka panjang.

1.2. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk menghadapi kekurangan air di Kabupaten Dairi.

1.3. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah:

1. Dapat memberikan kontribusi upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi kekurangan air di Kabupaten Dairi.

2. Menyelesaaikan salah satu tugas mata kuliah Evaluasi Sumber Daya Air.

(6)

BAB II

IDENTIFIKASI MASALAH

Ketersediaan air di Kabupaten Dairi sangat penting karena air merupakan sumber daya yang krusial untuk kehidupan manusia, pertanian, industri, dan ekosistem yang sehat.

Kabupaten Dairi memiliki ciri geografis yang beragam, terletak di pegunungan dengan kontur yang berbukit-bukit. Faktor geografis ini dapat mempengaruhi ketersediaan air di daerah tersebut.

Kabupaten Dairi mengalami peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan ini berdampak pada peningkatan permintaan air untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk minum, mandi, mencuci, dan memasak. Selain itu, pertumbuhan penduduk juga berarti meningkatnya permintaan air untuk sektor industri, komersial, dan pertanian.

Kabupaten Dairi merupakan daerah yang subur dan memiliki potensi pertanian yang tinggi. Pertanian merupakan sektor utama di daerah ini dan membutuhkan pasokan air yang cukup untuk irigasi. Ketersediaan air yang tidak memadai dapat berdampak negatif pada produktivitas pertanian dan penghidupan petani.

Perubahan iklim global dapat berdampak signifikan pada ketersediaan air di Kabupaten Dairi. Pola curah hujan yang tidak teratur, periode kekeringan yang panjang, dan banjir yang intens dapat mengganggu keseimbangan pasokan air. Fenomena ini dapat mempengaruhi kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian secara keseluruhan.

Pengelolaan yang baik terhadap sumber daya air di Kabupaten Dairi menjadi penting agar terjamin ketersediaan air yang memadai untuk kebutuhan saat ini dan masa depan.

Diperlukan upaya dalam pengelolaan dan perlindungan sumber daya air, termasuk pemeliharaan dan rehabilitasi sumber air, penggunaan teknologi irigasi yang efisien, serta pengaturan penggunaan air secara bijaksana.

Keterbatasan sumber daya air dapat menyebabkan konflik antara berbagai sektor yang memperebutkan pasokan air. Dalam konteks Kabupaten Dairi, konflik tersebut mungkin terjadi antara sektor pertanian, industri, dan masyarakat umum. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk memahami dan mengelola konflik potensial yang mungkin timbul terkait ketersediaan dan kebutuhan air di daerah ini. Untuk itu perlu dilakukannya penelitian mengenai analisis neraca air di Kabupaten Dairi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air di Kabupaten Dairi dan apakah ketersediaan air di kabupaten ini dapat

(7)

memenuhi kebutuhan air yang ditinjau pada aspek kebutuhan air domestik, non domestik, industri, pertanian, peternakan, dan perikanan.

Neraca air adalah selisih antara ketersediaan dan kebutuhan air. Selisih ketersediaan dan kebutuhan air yang bernilai positif atau surplus menunjukan ketersediaan air mampu mencukupi semua kebutuhan air di wilayah tersebut. Selisih bernilai negatif atau defisit menunjukan bahwa kebutuhan air di wilayah tersebut belum seluruhnya terpenuhi. Neraca air dapat memberikan gambaran mengenai tingkat pemenuhan kebutuhan airpada suatu wilayah.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa ketersediaan air di Kabupaten Dairi pada tahun 2020 yaitu sebesar 137.988.954,52 m3/tahun. Kebutuhan air domestik sebesar 14.111.953 m3/tahun, kebutuhan air non domestik sebesar 4.233.585,85 m3/tahun, kebutuhan air industri sebesar 1.064.880,98 m3/tahun, kebutuhan air pertanian sebesar 323.762.780,16 m3/tahun, kebutuhan air peternakan sebesar 420.098,4 m3/tahun, dan kebutuhan air perikanan sebesar 5.048.856,54 m3/tahun. Jadi dapat ditotalkan kebutuhan air di Kabupaten Dairi sebesar 348.642.154,93 m3/tahun. Sehingga dapat dianalisis neraca air Kabupaten dairi pada tahun 2020 yaitu jumlah ketersediaan air dikurang dengan kebutuhan air sebesar -210.653.200,4, nilai ini menunjukkan bahwa Neraca Air mengalami defisit.

(8)

BAB III GAGASAN IDE

Defisit air di Kabupaten Dairi menunjukkan situasi di mana wilayah tersebut menghadapi krisis air yang serius. Kabupaten Dairi terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, dan dikenal dengan lanskap pegunungan yang indah serta sumber daya alam yang melimpah. Namun, wilayah ini juga menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan air yang memadai bagi penduduk dan sektor-sektor ekonomi.

Pertama-tama, faktor geografis memainkan peran penting dalam masalah defisit air di Kabupaten Dairi. Wilayah ini terletak di pegunungan dengan topografi yang curam, menyebabkan terbatasnya sumber daya air permukaan yang mudah diakses. Selain itu, curah hujan yang tidak merata selama tahun juga menjadi masalah. Beberapa daerah di kabupaten ini mengalami periode musim kemarau yang panjang, di mana sumber-sumber air alami menjadi sangat terbatas.

Pertumbuhan populasi juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap defisit air di Kabupaten Dairi. Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk di wilayah ini terus meningkat.

Permintaan akan air bersih untuk konsumsi sehari-hari, pertanian, dan sektor industri semakin bertambah, sementara pasokan air yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat ini.

Selain itu, praktik pengelolaan sumber daya air yang tidak efisien juga menyumbang pada masalah defisit air. Penggundulan hutan yang tidak terkendali, konversi lahan untuk pertanian, dan penggunaan air yang tidak efisien dalam sektor industri dan pertanian, semuanya berdampak negatif pada ketersediaan air di Kabupaten Dairi. Kurangnya upaya dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya air yang berkelanjutan telah menyebabkan kehilangan air yang signifikan melalui penguapan, limpasan permukaan, dan polusi air.

Dalam konteks ini, sangat penting untuk mengatasi masalah defisit air di Kabupaten Dairi dengan solusi yang tepat. Diperlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk kebijakan pengelolaan air yang lebih baik, edukasi tentang penghematan air, pengembangan infrastruktur air yang berkelanjutan, dan pelestarian sumber daya alam di wilayah ini. Selain itu, melibatkan masyarakat setempat, pemangku kepentingan, dan otoritas pemerintah dalam proses pengambilan keputusan juga penting untuk memastikan kesuksesan implementasi solusi dan keberlanjutan jangka panjang.

(9)

Sehingga diperlukan solusi untuk menghadapi defisit air di Kabupaten Dairi. Ide ini bertujuan untuk mengatasi defisit air di Kabupaten Dairi sehingga air dapat tersedia untuk memenuhi kebutuhan air domestik maupun non domestik, industri, pertanian, petenakan, dan perikanan. Melalui kombinasi langkah-langkah ini, diharapkan dapat menciptakan situasi ketersediaan air yang lebih baik untuk tahun-tahun selanjunya. Upaya untuk mengatasi defisit neraca air di Kabupaten Dairi adalah dengan menerapkan solusi berbasis keberlanjutan dan efisiensi pengelolaan sumber daya air. Berikut adalah beberapa ide yang dapat dipertimbangkan:

1. Konservasi Air

Melakukan kampanye kesadaran publik tentang pentingnya penghematan air dan mengadopsi praktik konservasi air di tingkat rumah tangga, bisnis, dan sektor pertanian.

Contohnya, menggunakan peralatan hemat air seperti showerhead berkecepatan rendah, pompa air hemat energi, dan toilet dengan sistem flush hemat air.

2. Pengumpulan Air Hujan

Meningkatkan penggunaan teknologi pengumpulan air hujan di tempat-tempat yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Menginstal sistem tangki penyimpanan air hujan di rumah tangga, sekolah, dan gedung-gedung umum untuk digunakan dalam keperluan non-potable seperti irigasi atau toilet.

3. Rehabilitasi Sumber Air

Melakukan pemulihan dan perbaikan sumber air yang terdegradasi, termasuk penanaman vegetasi di sekitar sumber air dan pemulihan vegetasi di daerah tangkapan air.

Hal ini akan membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah dan menjaga keberlanjutan aliran air.

4. Penggunaan Teknologi Irigasi yang Efisien

Mengganti sistem irigasi tradisional dengan sistem irigasi modern yang lebih efisien seperti irigasi tetes atau irigasi sprinkler. Penggunaan teknologi irigasi yang tepat dapat mengurangi pemborosan air dan memastikan penggunaan air yang optimal di sektor pertanian.

5. Pengelolaan Drainase

Memperbaiki sistem drainase di daerah perkotaan dan pedesaan untuk mengurangi kehilangan air melalui aliran permukaan dan memastikan air hujan yang cukup dialirkan ke sumber air tanah.

(10)

6. Penggunaan Teknologi Tepat

Mengadopsi teknologi inovatif seperti sensor kelembaban tanah, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis (SIG) untuk memantau kelembaban tanah, curah hujan, dan manajemen irigasi yang lebih akurat. Teknologi ini dapat membantu petani dan pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih baik terkait penggunaan air.

Penanaman Pohon

Melakukan penanaman pohon secara massal di sekitar sungai, danau, dan daerah resapan air untuk meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah dan mengurangi erosi. Pohon juga membantu mempertahankan kualitas air dan memperbaiki ekosistem.

7. Pengelolaan Limbah Cair

Meningkatkan pengelolaan limbah cair domestik dan industri secara efektif untuk mengurangi pencemaran air. Penerapan sistem pengolahan limbah yang tepat dan menggalakkan penggunaan sistem sanitasi yang ramah lingkungan.

Implementasi berbagai ide ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan defisit neraca air di Kabupaten Dairi dapat diatasi dan pengelolaan sumber daya air dapat ditingkatkan.

Untuk mengatasi defisit neraca air di Kabupaten Dairi, pemerintah perlu menerapkan beberapa solusi yang dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan air. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Pengelolaan Sumber Daya Air:

a. Identifikasi dan perlindungan sumber daya air: Pemerintah dapat mengidentifikasi dan melindungi sumber daya air, seperti sungai, danau, dan mata air, dengan memperketat aturan perlindungan lingkungan dan menjaga kebersihan serta kelestariannya.

b. Pengaturan penggunaan air: Pemerintah perlu mengatur penggunaan air secara bijaksana dengan mengendalikan pemakaian air di sektor-sektor seperti pertanian, industri, dan rumah tangga. Ini bisa dilakukan melalui pembuatan kebijakan penggunaan air yang efisien dan membatasi pemanfaatan air tanah secara berlebihan.

2. Konservasi Air:

a. Edukasi masyarakat: Pemerintah dapat melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi air dan cara-cara penggunaan air yang efisien di rumah tangga, pertanian, dan industri.

(11)

b. Penerapan teknologi hemat air: Pemerintah bisa mendorong penerapan teknologi yang hemat air di sektor-sektor seperti pertanian dan industri. Contohnya, menggunakan sistem irigasi tetes yang lebih efisien atau mengadopsi teknologi pengolahan air limbah yang ramah lingkungan.

3. Pengembangan Infrastruktur:

a. Penyediaan infrastruktur air bersih: Pemerintah perlu berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur air bersih yang dapat meningkatkan pasokan air untuk kebutuhan masyarakat. Ini dapat meliputi pembangunan waduk, penyediaan pipa air bersih, dan pemeliharaan serta perbaikan infrastruktur yang sudah ada.

b. Pengelolaan air hujan: Pemerintah dapat mendorong penggunaan sistem pengumpulan air hujan di rumah-rumah dan bangunan umum. Ini dapat membantu mengurangi beban permintaan air dari sumber daya air yang ada.

4. Monitoring dan Pengendalian:

a. Monitoring dan pemantauan: Pemerintah harus melakukan monitoring secara teratur terhadap kualitas dan kuantitas sumber daya air di Kabupaten Dairi. Hal ini akan membantu dalam mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi dan mengambil tindakan yang sesuai.

b. Pengendalian ilegalitas: Pemerintah perlu melakukan penegakan hukum terhadap kegiatan ilegal yang merusak sumber daya air, seperti pembalakan liar, penambangan ilegal, atau pencemaran air. Tindakan tegas perlu diambil untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.

5. Pembentukan Kebijakan dan Peraturan

Pemerintah perlu mengembangkan kebijakan dan peraturan yang mendukung pengelolaan air yang berkelanjutan. Hal ini meliputi pengaturan penggunaan air, perlindungan sumber daya air, dan pembatasan eksploitasi sumber air tanah yang berlebihan. Kebijakan ini harus disusun dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait dan berdasarkan pada analisis yang komprehensif tentang situasi air di Kabupaten Dairi.

6. Investasi dalam Infrastruktur Air

Pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur air yang memadai. Ini meliputi pembangunan waduk, perbaikan sistem distribusi air, dan penyediaan pipa air bersih di daerah yang membutuhkan. Infrastruktur air yang baik akan membantu meningkatkan pasokan air bagi masyarakat dan sektor-sektor ekonomi.

(12)

7. Kampanye Kesadaran Publik

Mengadakan kampanye kesadaran publik tentang pentingnya penghematan air dan praktik konservasi air yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Kampanye ini dapat melibatkan penyuluhan, workshop, dan distribusi materi pendidikan tentang penggunaan air yang efisien di rumah tangga, sekolah, dan tempat kerja.

8. Pendidikan dan Pelatihan

Melakukan pendidikan dan pelatihan kepada petani, masyarakat, dan pengguna air lainnya tentang praktik pengelolaan air yang berkelanjutan, teknologi efisiensi air, dan pentingnya penghematan air dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang baik.

9. Kerjasama dan Kemitraan:

Pemerintah perlu bekerja sama dengan institusi dan pihak terkait lainnya, seperti lembaga lingkungan, masyarakat, dan sektor swasta, dalam mengatasi defisit neraca air.

Kolaborasi ini dapat meliputi pertukaran pen getahuan, pengalaman, dan sumber daya untuk mengembangkan solusi yang lebih efektif.

Penerapan solusi-solusi tersebut membutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait. Selain itu, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi keberhasilan dari langkah-langkah yang diimplementasikan guna memastikan efektivitasnya dalam mengatasi defisit neraca air di Kabupaten Dairi.

(13)

BAB IV PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Defisit air di Kabupaten Dairi adalah masalah serius yang perlu ditangani dengan segera. Faktor-faktor seperti geografi, pertumbuhan populasi, dan praktik pengelolaan sumber daya air yang tidak efisien berkontribusi pada masalah ini. Penting untuk mengadopsi pendekatan yang komprehensif dalam mengatasi masalah defisit air ini.

Beberapa solusi yang dapat diterapkan termasuk konservasi air, pengumpulan air hujan, rehabilitasi sumber air, penggunaan teknologi irigasi yang efisien, pengelolaan drainase, penggunaan teknologi tepat, kolaborasi dan kemitraan, edukasi dan pelatihan, penanaman pohon, dan pengelolaan limbah cair. Implementasi solusi ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan lembaga pendidikan.

Selain itu, pemerintah perlu menerapkan langkah-langkah seperti pengelolaan sumber daya air, konservasi air, pengembangan infrastruktur, monitoring dan pengendalian, serta kerjasama dan kemitraan untuk menjaga keseimbangan pasokan air di Kabupaten Dairi.

Kesuksesan dalam mengatasi defisit neraca air ini bergantung pada komitmen pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta kerjasama dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait. Terus memantau dan mengevaluasi keberhasilan dari langkah- langkah yang diimplementasikan juga penting untuk memastikan efektivitas dalam mengatasi defisit neraca air di Kabupaten Dairi.

5.2. Saran

Dengan adanya upaya yang terkoordinasi dan berkelanjutan, diharapkan Kabupaten Dairi dapat mengatasi masalah defisit air ini dan meningkatkan pengelolaan sumber daya air untuk masa depan yang lebih baik.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka menunjang program p€merintah, kami rnemiliki gagasan sebagai upaya dalam mengatasi ketersediaan air bersih yaitu dengan instalasi pengelolaan air bersih

Kebijakan yang dikaji terkait kurikulum dan rencana kegiatan anggaran sekolah yang mendukung upaya pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan; pelaksanaan kurikulum

ketersediaan sumber daya air yang berkelanjutan; 3) Menyusun alternatif pengelolaan lahan ”dusun” yang dapat menurunkan erosi, meningkatkan pendapatan petani dusun

Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Kabupaten Bulukumba yaitu jenis pekerjaan, umur

bahwa dalam rangka memaksimalkan pengelolaan sumber daya air melalui upaya perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya

Dalam rangka mensukseskan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di DTW Air Terjun Oehala, diharapkan dapat memanfaatkan berbagai sumber daya pariwisata yang

Kebijakan yang dikaji terkait kurikulum dan rencana kegiatan anggaran sekolah yang mendukung upaya pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan; pelaksanaan kurikulum

Manajemen pembangunan kota yang bertumpu pada desentralisasi dan kemitraan pada dasarnya merupakan upaya pengelolaan sumber-sumber daya kota secara optimal dan berkelanjutan