• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ridha Ayu Ndaru Murti 13103244016

N/A
N/A
tinna utami

Academic year: 2023

Membagikan "Ridha Ayu Ndaru Murti 13103244016"

Copied!
183
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Diagnosis Permasalahan Kelas

Kemampuan membaca siswa tunagrahita ringan kelas II SLB Negeri Pembina Yogyakarta masih rendah, hal ini dibuktikan dengan seringnya siswa melakukan kesalahan pada saat mengeja huruf yang bentuknya sama. Penggunaan media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan membaca fungsional belum optimal, guru masih menggunakan media pembelajaran membaca dengan menggunakan poster surat.

Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan hasil observasi yang dilakukan di kelas II SLB Pembina Yogyakarta antara lain dapat diketahui diagnosa permasalahan kelas problem.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Hasil Penelitian

LANDASAN PUSTAKA

Karakteristik Anak Tunagrahita Kategori Ringan

Anak tunagrahita ringan mempunyai ciri fisik yang tidak jauh berbeda dengan anak normal, namun kemampuan motorik anak tunagrahita. Ciri-ciri anak tunagrahita ringan dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu ciri fisik, ciri psikis, dan ciri sosial.

Kajian tentang Membaca Fungsional

Menurut Mumpuniarti (2004:53), membaca fungsional adalah penafsiran berbagai simbol grafis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membaca label makanan, membaca rambu jalan, membaca nilai mata uang, membaca iklan, membaca berita di surat kabar, dan lain-lain. Keterampilan membaca fungsional bagi anak tunagrahita dapat dipelajari sebagai fungsi pendukung dalam mengambil informasi tentang kehidupan sehari-hari.

Metode Pengajaran Membaca Fungsional

Langkah-langkah penggunaan metode ini adalah: pertama pilih bahan bacaan berdasarkan kata-kata yang dipilih dan diucapkan anak, guru menulis kata-kata tersebut di atas kertas dengan spidol besar setelah anak selesai menelusuri kata-kata yang ditulis oleh guru teks sambil membaca setiap suku kata . Setelah mengeja huruf dan mendengarkan bunyi huruf, anak mengeja huruf yang dirangkai menjadi suku kata.

Pembelajaran Membaca Fungsional pada Anak Tunagrahita Kategori

Kesimpulan berdasarkan pendapat ahli yang telah dijelaskan di atas adalah pembelajaran membaca secara fungsional bagi anak tunagrahita memerlukan modifikasi, mengingat kemampuan kognitif dan daya abstraksi anak tunagrahita mengalami kendala. Penelitian yang akan dilakukan dalam pembelajaran membaca fungsional pada anak tunagrahita ringan ini menggunakan materi-materi yang bersifat.

Kajian tentang Media Pembelajaran Flashcard

  • Pengertian Media Pembelajaran
  • Jenis – Jenis Media Pembelajaran
  • Pengertian Media Flashcard
  • Kelebihan dan Kekurangan Media Flashcard
  • Langkah-Langkah Penggunaan Media Flashcard

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa flashcard adalah salah satu jenis media pembelajaran, yaitu media grafis/visual berupa kartu bergambar dengan ukuran tertentu, yang di dalamnya terdapat gambar atau simbol yang digambar langsung atau ditempel.

Membaca Fungsional Melalui Media Flashcard pada Anak

Langkah dalam pembelajaran membaca fungsional dengan menggunakan media flashcard adalah guru mempersiapkan flashcard yang akan digunakan dan guru memilahnya sesuai materi. Guru membuka kartu satu per satu, guru mengeja huruf, suku kata, dan kata yang ada di kartu, guru meminta siswa mengikuti perkataan guru, kemudian guru meminta siswa mengeja huruf, suku kata, dan kata yang ada di kartu . mandiri, jika siswa mempunyai masalah, guru membantu siswa.

Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian pertama yang relevan adalah penelitian Rate Alif Rifkiant (2015) yang berjudul Efektivitas Metode Glenn Doman Terhadap Kemampuan Membaca Fungsional Anak Tunagrahita Kelas V Kategori Ringan di SLB Wiyata Dharma 3 Sleman DIY. Hasil penelitian proses fungsional pembelajaran membaca menunjukkan bahwa metode Glenn Doman efektif untuk kemampuan membaca fungsional siswa tunagrahita ringan.

Kerangka Berpikir

  • Hipotesis Penelitian

Penggunaan media flashcard dalam pembelajaran membaca fungsional diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca fungsional siswa tunagrahita ringan serta mendorongnya untuk aktif dan kreatif. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan media flashcard dapat meningkatkan keterampilan membaca fungsional siswa tunagrahita ringan kelas II di SLB Negeri Pembina Yogyakarta.

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian  I.  Hipotesis Penelitian
Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian I. Hipotesis Penelitian

Desain Penelitian Tindakan

Waktu Penelitian

Pada minggu ketiga bulan Maret, dilakukan tes pratindakan untuk mengetahui kemampuan membaca siswa. Selanjutnya pada minggu pertama bulan April yaitu pada tanggal 30 Maret 2017, 1 April 2017 dan 3 April 2017 kampanye II.

Deskripsi Tempat Penelitian

Subyek dan Karakteristiknya

Dari segi keterampilan membaca, subjek dapat mengeja huruf abjad, dapat mengenali huruf vokal dan konsonan, dapat mengucapkan suku kata, dapat mengucapkan beberapa kata pendek, dan juga masih terbalik jika dihadapkan pada huruf yang ejaannya mirip yaitu huruf b, d dan p, pada saat mengeja huruf, subjek dapat mengucapkan beberapa huruf dengan benar, mengucapkan huruf-huruf tersebut dengan jelas dan lancar mengejanya. Dalam bidang aritmatika, subjek dapat berhitung sampai puluhan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan aritmatika.

Skenario Tindakan

Peneliti berdiskusi dengan guru kelas lokasi mana yang akan dijadikan lokasi penelitian, kemudian guru menentukan kompetensi inti, standar kompetensi, dan indikator dalam pembelajaran membaca. Peneliti menyiapkan instrumen penelitian yang akan digunakan yaitu instrumen soal tes dan instrumen pengelolaan observasi yang disetujui oleh guru kelas.

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Pengamat menggunakan lembar observasi untuk mengamati anak yang sedang belajar bersama guru. Pedoman observasi merupakan pedoman yang digunakan untuk mengamati aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran membaca fungsional dengan menggunakan media flashcard. Dalam penelitian ini, aktivitas siswa dalam pembelajaran membaca fungsional dengan menggunakan media flashcard diamati.

Kriteria Keberhasilan Tindakan

Tes ini berbentuk tes lisan yaitu dengan menggunakan huruf dan kata sederhana, materi yang diberikan berkaitan dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Keberhasilan proses tersebut terlihat dari perubahan yang terjadi pada proses peningkatan keterampilan membaca fungsional siswa tunagrahita kategori ringan II dalam pembelajaran membaca fungsional menggunakan media flashcard, yang meliputi siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran membaca fungsional dengan menggunakan media flashcard dan meningkatkan minat siswa dalam belajar membaca. Indikator keberhasilan penelitian peningkatan kemampuan membaca fungsional siswa tunagrahita ringan kelas II di SLB Negeri Pembina Yogyakarta adalah hasil tes prestasi belajar membaca fungsional siswa tunagrahita ringan kelas II di SLB Negeri Pembina Yogyakarta setelah melakukan langkah-langkah untuk mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu 75%, siswa dapat mengeja huruf, mengucapkan suku kata, dan mengucapkan kata secara mandiri.

Teknik Analisis Data

Data penelitian yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis datanya, yaitu data mana yang merupakan data kualitatif dan mana yang merupakan data kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh meliputi nilai pre-test, hasil post-test pada siklus I dan siklus berikutnya dengan melihat nilai persentase yang diperoleh melalui tes, kemudian dilakukan tabel dan perhitungan. Kesimpulan diambil dengan menguji hipotesis apakah tindakan yang telah dilaksanakan berhasil atau tidak, yang didasarkan pada uraian hasil penelitian dan pembahasan.

Tabel 4 Pedoman Penilaian (Ngalim Purwanto, 2010 : 102)  Tingkat penguasaan (%)  Kategori / predikat
Tabel 4 Pedoman Penilaian (Ngalim Purwanto, 2010 : 102) Tingkat penguasaan (%) Kategori / predikat

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kemampuan Sebelum Tindakan

Pada tes pratindakan, subjek A memperoleh total skor 192 dari maksimal 270 poin dengan persentase 71,11% masuk dalam kategori cukup. Pada tes pra tindakan, subjek I memperoleh skor total 176 dengan persentase 65,18% dan termasuk dalam kategori cukup. Pada saat tes pra tindakan, subjek masih terbalik dalam membaca beberapa huruf, dalam mengucapkan suku kata, subjek mengalami kesulitan dalam mengucapkan suku kata yang terdiri dari 3 huruf.

Tabel 5. Nilai Kemampuan Awal Membaca Fungsional Sebelum Tindakan  No  Subyek  Skor Maksimal  Skor Pra Tindakan  Presentase (%)  Kategori
Tabel 5. Nilai Kemampuan Awal Membaca Fungsional Sebelum Tindakan No Subyek Skor Maksimal Skor Pra Tindakan Presentase (%) Kategori

Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Lalu guru bertanya lagi “kenapa kamu tidak cuci tangan?”, subjek A menjawab “lupa bu, hehe (tertawa)”, guru bertanya pada subjek I “cuci tangan pakai sabun atau tidak?”, subjek Saya menjawab “jangan sabun, tidak dipakai bu”. Guru menunjukkan kembali flashcard tersebut kepada siswa dan meminta siswa mengucapkan kata-kata yang ada di flashcard tersebut dengan cepat. Guru menunjukkan kembali flashcard tersebut kepada siswa dan bertanya kepada siswa. untuk mengucapkan kata-kata di kartu flash dengan cepat ucapkan.

Deskripsi Hasil Observasi Siklus I

Subjek A mengamati flashcard yang dipegang guru dan menirukan guru mengeja huruf, mengucapkan suku kata dan mengucapkan kata-kata pada flashcard. A kesulitan mengucapkan suku kata dan kata pada flash card, subjek A meminta guru siswa untuk membantunya membaca. Ketika saya belajar membaca dengan bantuan flashcard, saya sudah bisa mengikuti arahan guru mengamati flashcard, mengeja huruf, mengucapkan suku kata, dan mengucapkan kata-kata yang ada di flashcard.

Deskripsi Hasil Pasca Tindakan Siklus I

Kemampuan membaca fungsional subjek A setelah tindakan adalah pada saat pemberian nama huruf, subjek A dapat dengan benar mengidentifikasi huruf b, d dan p pada kata supermi, biskuat dan biore. Berdasarkan skor setelah tindakan yang diperoleh, subjek I belum mencapai skor KKM yang ditentukan yaitu 75%. Kemampuan subjek A pada tes pra tindakan sebesar 71,11% dengan skor 192 termasuk dalam kategori cukup, kemudian pada tes setelah tindakan.

Gambar 4. Grafik Histogram Hasil Tes Pra Tindakan dan Pasca Tindakan Siklus I  Berdasarkan  tabel  diatas  diketahui  bahwa  dua  siswa  tunagrahita  kategori  ringan  kelas  II,  yang  menjadi  subyek  penelitian  membaca  fungsional  menggunakan  media
Gambar 4. Grafik Histogram Hasil Tes Pra Tindakan dan Pasca Tindakan Siklus I Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dua siswa tunagrahita kategori ringan kelas II, yang menjadi subyek penelitian membaca fungsional menggunakan media

Deskripsi Refleksi Siklus I

Kemampuan membaca subjek A mengalami peningkatan dan telah mencapai KKM yang telah ditentukan sebesar 75%, kemampuan subjek I mengalami peningkatan namun belum mencapai KKM sebesar 75%. Kendala yang muncul pada hasil tindakan pada Siklus I harus segera diatasi agar berhasil meningkatkan literasi fungsional menggunakan media flashcard. Subjek A dapat mencapai KKM yang ditentukan, namun subjek I belum mencapai KKM yang ditentukan yaitu 75%.

Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Guru menunjukkan kembali kartu tersebut kepada siswa dan meminta siswa mengucapkan kata-kata pada kartu tersebut. Guru menunjukkan flash card satu per satu secara berurutan dan siswa menuliskan huruf, suku kata, dan kata pada flash card tersebut dengan bimbingan guru. Guru kembali menunjukkan kartu-kartu tersebut secara bergantian dan meminta siswa menuliskan huruf, suku kata, dan kata pada kartu tersebut.

Deskripsi Hasil Observasi Siklus II

Pertemuan pasca tindakan dilakukan setelah tindakan menggunakan tes lisan, dengan soal tes berupa tes kemampuan mengeja huruf, mengucapkan suku kata, dan mengucapkan kata. Ketika diminta mengeja huruf, suku kata, dan kata pada flashcard dan subjek mengalami kesulitan, subjek bertanya kepada guru, dan ketika siswa lain kesulitan mengucapkan kata yang ada pada flashcard, subjek A membantu membaca tanpa diminta. Subjek juga mampu membaca beberapa huruf, suku kata, dan kata secara mandiri tanpa bimbingan guru.

Deskripsi Hasil Pasca Tindakan Siklus II

Kemampuan membaca subjek I setelah tindakan II. siklus kemampuan mengeja huruf, subjek mampu mengenal huruf v, w, x, y pada semua kata kecuali kata bodrex dan vegeta masih memerlukan bantuan guru. . Berdasarkan hasil pasca tindakan siklus II kemampuan membaca fungsional menggunakan media flashcard meningkat dibandingkan pasca tindakan siklus I. Membandingkan hasil pasca tindakan siklus I dengan hasil pasca tindakan siklus II ditinjau dari segi Dari segi membaca fungsional, kemampuan menggunakan media flashcard dapat direpresentasikan dalam bentuk diagram grafik, sebagai berikut.

Deskripsi Refleksi Tindakan Siklus II

Pada pelaksanaan siklus II seluruh mata pelajaran mengalami peningkatan, seluruh mata pelajaran mencapai nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 75%. Kemampuan membaca fungsional siswa tunagrahita kategori ringan kelas II SDLB di SLB Pembina Yogyakarta dengan menggunakan media flash card mengalami peningkatan dibandingkan kemampuan pada pra tindakan, pasca tindakan siklus I dan pasca tindakan siklus II. Hasil refleksi yang dilakukan pada siklus II menunjukkan bahwa kemampuan membaca fungsional siswa kelas II tunagrahita ringan di SLB Negeri Pembina Yogyakarta meningkat dan mencapai indikator keberhasilan (KKM) yang telah ditentukan yaitu 75%.

Tabel 8. Rekapitulasi Nilai Hasil Pra Tindakan Siklus I dan Siklus II  Subyek  KKM
Tabel 8. Rekapitulasi Nilai Hasil Pra Tindakan Siklus I dan Siklus II Subyek KKM

Pembahasan

Oleh karena itu pemberian tindakan lanjutan dapat dihentikan karena seluruh siswa tunagrahita ringan di kelas II mengalami peningkatan kemampuan membaca fungsional dengan menggunakan media flashcard. Dalam penyampaian materi pembelajaran membaca fungsional, peneliti menggunakan media flashcard sebagai perantara penyampaian pesan dari guru kepada siswa. Media flashcard merupakan salah satu media yang menarik, di lapangan telah terbukti bahwa media flashcard dapat meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca fungsional siswa tunagrahita ringan.

Temuan Penelitian

Guru menunjukkan kad satu persatu mengikut urutan, sambil mengeja huruf, suku kata dan perkataan pada kad tersebut. Guru menunjukkan kepada murid kad imbasan dengan 5 kiraan dan menyebut huruf, suku kata dan perkataan pada kad imbasan.

SIMPULAN DAN SARAN

Implikasi

Membaca fungsional dapat mengatasi kelemahan siswa tunagrahita dalam coding dan kelemahan simbol-simbol abstrak. Sehingga dalam pembelajaran membaca secara fungsional simbol-simbol huruf digunakan langsung dalam kehidupan anak sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan daya ingat anak. Hal ini berimplikasi agar sekolah dan guru dapat memperhatikan penggunaan media pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa belajar membaca di sekolah, salah satunya dengan menggunakan media flashcard dalam pembelajaran membaca fungsional.

Saran

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian  I.  Hipotesis Penelitian
Tabel 1. Jadwal Penelitian  Kegiatan
Gambar 2. Model PTK dari Kemmis dan McTaggart  B.  Waktu Penelitian
Tabel 3. Kisi – Kisi Pedoman Tes Membaca Fungsional
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan PPL di sekolah merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa.Secara garis besar, pelaksanaan PPL di SLB Negeri Pembina Yogyakarta menurut praktikan

Ketika melakukan observasi prapenelitian di kelas VII-A SMP Negeri 10 Bandung, peneliti menemukan berbagai permasalahan yang muncul pada saat proses pembelajaran

Berdasarkan pengamatan observasi awal pada 1 Desember 2021 di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi peneliti menemukan 2 anak yang kemampuan bahasa dalam lingkup keaksaraannya belum

Berdasarkan hasil observasi tersebut, maka peneliti juga menemukan hal yang sama di SMA Negeri 1 Sibabangun dari hasil wawancara, diketahui berdasarkan hasil data

Tahap ini peneliti mengadakan observasi awal dan melakukan wawancara dengan guru berkaitan dengan permasalahan yang dialami siswa dalam pelajaran matematika.

Adapun pendidikan dan layanan khusus yang disediakan untuk anak tunagrahita di SLB Negeri Pembina Yogyakarta, yaitu pembelajarannya ROMBEL (Rombongan Belajar) yaitu

Permasalahan akademik berkaitan dengan kemampuan membaca permulaan yang dialami oleh siswa berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru, siswa mampu menyebutkan komponen-komponen

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri Beji yang sudah dilakukan, peneliti menemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan penerapan Problem Based Learning