• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUBRIK OBSERVASI KELAS PADA PENGELOLAAN KINERJA DI PMM

N/A
N/A
Eftiane Festi Cita

Academic year: 2024

Membagikan "RUBRIK OBSERVASI KELAS PADA PENGELOLAAN KINERJA DI PMM"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

I. Tujuan Penyusunan Rubrik Observasi Kelas

Tujuan penyusunan rubrik observasi kelas adalah untuk memberikan alat bantu bagi guru dan kepala sekolah (KS) dalam mengelola kinerja di kelas. Rubrik ini bertujuan membantu guru dalam mempelajari dan menampilkan fokus perilaku yang relevan, serta membantu KS dalam mengenali dan mencatat perilaku guru yang teramati. Selain itu, rubrik ini juga berfungsi sebagai dasar bagi KS untuk melakukan penilaian berdasarkan bukti perilaku yang teramati, sehingga meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran.

II. Komponen Rubrik Observasi Kelas

Rubrik observasi kelas terdiri dari beberapa komponen penting yang mendukung proses observasi. Pertama, pengertian sub indikator observasi kelas yang menjelaskan aspek-aspek yang akan diamati. Kedua, fokus perilaku yang diobservasi, yang mencakup perilaku spesifik guru selama proses pembelajaran. Ketiga, kategori penilaian observasi kelas yang memberikan kerangka kerja untuk menilai perilaku tersebut. Komponen lainnya termasuk catatan bukti perilaku, rekomendasi untuk tindak lanjut, serta contoh perilaku yang dianjurkan dan yang sebaiknya dihindari.

III. Prinsip Rubrik Observasi Kelas

Prinsip-prinsip dalam rubrik observasi kelas meliputi relevansi dengan indikator pada Rapor Pendidikan, kemudahan pemahaman dan penggunaan oleh guru serta kepala sekolah, serta struktur yang terorganisir namun tetap fleksibel untuk menyesuaikan dengan dinamika kelas. Dengan prinsip-prinsip ini, diharapkan rubrik dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas pengajaran.

IV. Indikator Rubrik Observasi Kelas

Indikator rubrik observasi kelas mencakup beberapa dimensi yang penting untuk manajemen kelas. Dimensi tersebut antara lain manajemen kelas, penerapan disiplin positif, dukungan psikologis, dan metode pembelajaran. Setiap dimensi memiliki fokus perilaku yang spesifik, seperti keteraturan suasana kelas, ekspektasi kepada peserta didik, umpan balik konstruktif, dan instruksi adaptif, yang semuanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif.

4.1 Manajemen Kelas

Manajemen kelas berfokus pada keteraturan suasana kelas yang kondusif untuk pembelajaran. Hal ini mencakup penerapan disiplin positif, di mana guru harus mampu mengelola perilaku peserta didik dengan pendekatan yang mendukung, serta menciptakan suasana yang meminimalkan gangguan. Pengelolaan yang baik akan meningkatkan keterlibatan peserta didik dan memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih efektif.

4.2 Dukungan Psikologis

Dukungan psikologis dalam pengelolaan kinerja mencakup ekspektasi tinggi kepada peserta didik serta perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan belajar mereka. Guru diharapkan dapat mengkomunikasikan harapan positif dan memberikan umpan balik konstruktif yang mendorong motivasi peserta didik. Perhatian terhadap kebutuhan individu peserta didik sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.

4.3 Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang efektif mencakup instruksi adaptif dan aktivitas interaktif. Guru perlu menyesuaikan praktik pembelajaran berdasarkan umpan balik dari peserta didik dan menciptakan kesempatan untuk kolaborasi antar peserta didik. Aktivitas interaktif tidak hanya meningkatkan keterlibatan tetapi juga membantu peserta didik dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan berpikir kritis.

Referensi Dokumen

  • Blado ( Kepala SDN Blado 01 Joko Susilo, M.Pd. )

Referensi

Dokumen terkait

Model pembelajaran yang tepat dapat mendorong tumbuhnya rasa senang peserta didik terhadap pelajaran, menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dalam mengerjakan tugas,

PENGELOLAAN PROGRAM KELOMPOK BINA USAHA ( KBU) HANDYCRAFT DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI WIRAUSAHA PESERTA DIDIK DI PKBM BINA INSANI SIRNAGALIH

Bagi peserta didik dapat membantu dalam meningkatkan motivasi belajar, mengaktifkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, menumbuhkan kepercayaan diri dalam

1. Membutuhkan pengetahuan tentang komputer baik pendidik maupun peserta didik akan tetapi hal ini bisa dijadikan kelebihan yaitu motivasi belajar pendidik dan peserta didik lebih

demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan fisik kelas dan dukungan orang tua terhadap motivasi belajar peserta didik

Tabel 7.3 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Suku Kata untuk Melengkapi Nama Benda Beri tanda centang pada nama peserta didik sesuai dengan nilainya Nama Peserta Didik Belum Dapat

Tabel 5.2 Contoh Rubrik Penilaian Mengenali dan Merangkai Huruf Menjadi Suku Kata dan Kata Beri tanda centang pada baris nama peserta didik sesuai nilainya Tidak Dapat Dapat Peserta

Melihat pentingnya pembelajaran IPS serta tingkat motivasi belajar peserta didik yang beraneka ragam, Maka terdapat salah satu alternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam