Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Penembakan Berkumpul di Desa Sidomukti Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Bagaimana revisi syariat Islam tentang bentuk akad qard} dalam peristiwa penembakan yang digelar di Desa Sidomukti, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Tujuan Penelitian
Saldo yang diterima pemenang akan dipotong dari pukulan yang diserahkan dan potongan atau nilai hasil pukulan tersebut akan dibagikan kepada peserta lainnya. Untuk mengetahui tinjauan Hukum Islam mengenai motif dan nilai penembakan dalam peristiwa penembakan yang dilaksanakan di Desa Sidomukti, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Kegunaan Penelitian
Kajian Pustaka
Disertasi Uswatun Khasanah berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Arisan Haji Mabrur di Kabupaten Ponorogo”. 25Uswatun Khasanah, “Tinjauan Hukum Islam pada Arisan Haji Mabrur di Kabupaten Ponorogo,” (Skripsi, STAIN, Ponorogo), x.
Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Data Penelitian
- Sumber Data
- Tehnik Pengumpulan Data
- Tekhnik Pengolahan Data
- Tekhnik Analisis Data
Wawancara merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden yang diteliti. 27 Teknik wawancara ini dilakukan dengan melakukan tanya jawab secara lisan kepada responden dan kemudian hasil yang diperoleh dari teknik wawancara tersebut dicatat. Pengorganisasian adalah suatu teknik pengumpulan data dan menciptakan representasi sistematis yang diperoleh dari kerangka yang telah direncanakan sebelumnya.
Sistematika Pembahasan
PENDAHULUAN
KONSEP HUKUM ISLAM TENTANG TEORI QARD {
PRAKTIK ARISAN TEMBAKAN DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN DENDANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG
ANALISIS HUKUM ISLAM} TERHADAP ARISAN TEMBAKAN
PENUTUP
Pengertian Qard }
Akad qard} ialah akad tolong-menolong, bertujuan untuk meringankan beban orang lain dan tidak dibenarkan mencari keuntungan. Perjanjian tertentu dengan membayar harta mitsil kepada orang lain untuk membayar harta yang sama kepadanya”.
Landasan Hukum Qard }
Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik dari itu, dan mereka itulah orang-orang yang selamat dari goncangan yang dahsyat pada hari kiamat.” Barangsiapa yang memberikan hutangnya, maka ia akan mendapatkan pahala yang diberikan oleh orang yang bersalah. selagi tidak dipersetujui pada awalnya.
Rukun dan Syarat Qard } Rukun qard } ada empat, yaitu
Daripada Abu Hurairah berkata: "Rasulullah SAW bersabda: Sesiapa yang melapangkan seorang muslim dari salah satu kesusahan dunia, nescaya Allah melapangkan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang memberi kelapangan kepada orang yang memerlukan, Allah nescaya akan memberinya kelapangan di dunia dan akhirat, dan sesiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, nescaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat, dan tidaklah boleh jika tambahan itu diwajibkan kepada orang yang memberi. pinjaman, atau telah menjadi perjanjian di bawah kontrak.
Ahliyatu al-tabarru' (layak bermasyarakat) ialah orang yang mampu melupuskan hartanya dengan penuh dan bertanggungjawab. Dalam pengertian ini, kontrak aqard tidak boleh dibuat oleh kanak-kanak di bawah umur yang belum mempunyai kuasa untuk menguruskan harta mereka, orang cacat mental, dan hamba. Tanpa paksaan, agar muqrid} tidak berada dalam tekanan dan paksaan orang lain dalam memberikan hutangnya, begitu juga dengan muqtarid}.
Syarat sighat i>jabqabu>l menunjukkan kedua-dua pihak bersetuju dan qard{ tidak boleh memberi manfaat kepada muqrid{.
Hukum-Hukum Qard }
Apabila barang yang dipinjamkan masih dalam keadaan utuh seperti semula, maka barang tersebut akan dikembalikan dalam keadaan utuh. Namun apabila ada perubahan, pengurangan atau penambahan, maka akan dikembalikan dengan barang lain yang sejenis, jika ada, dan jika tidak, akan diganti dengan uang yang setara dengan barang tersebut. Apabila pelunasan pinjaman tidak memerlukan biaya transportasi, maka dapat dilunasi di tempat mana pun yang diinginkan pemberi pinjaman.
Pemberi pinjaman haram mengambil kesempatan daripada pinjaman dengan meningkatkan jumlah pinjaman atau meminta hasil pinjaman yang lebih baik atau faedah lain yang datang daripada perjanjian pinjaman jika semuanya bersyarat atau berdasarkan persetujuan kedua-dua pihak.
Tambahan Pada Qard }
Riba <
Adapun pengharaman riba dapat digolongkan kepada empat tingkatan yang masing-masing berdasarkan ketentuan ayat al-Qur’an: 49. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba beberapa kali, dan bertakwalah kepada Allah. , supaya kamu berjaya .”55. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba > (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
Jabir mengatakan bahwa Rasulullah SAW melaknat orang-orang yang mengkonsumsi riba>, pemberinya, pelakunya dan para saksinya. Dalam hadis ini secara tegas disebutkan bahwa Allah melaknat semua pihak yang terlibat dalam riba. Riba> nasi>'ah, yaitu riba> yang terjadi akibat ganti rugi atas keterlambatan pembayaran.
Oleh itu, semua ulama tanpa kecuali bersepakat bahawa Riba>. qard} adalah dilarang dalam Islam. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba>. dengan berganda-ganda dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung."64.
Kaidah F iqhiyah dan Kemaslahatan
- Unsur at-Tara>d}in (Suka Sama Suka) dan Keadilan
Oleh karena itu, berdasarkan dalil-dalil di atas yang shahih dan syariah (jelas dan tidak ambigu) menunjukkan bahwa riba>qard} merupakan suatu hal yang asas dan mendasar dalam agama Islam.66. Namun kemaslahatan dalam hukum Islam adalah segala sesuatu yang dimaksudkan untuk menunjang agama, jiwa, akal, keturunan dan harta benda. 71Toha Andiko, Ilmu Qawa'id Fiqhiyyah Panduan Praktis Menanggapi Permasalahan Hukum Islam Kontemporer (Yogyakarta: Teras, 2011), 8.
At-Tara>d}in (suka dan suka) dalam kontrak merupakan syarat paling mendasar dalam semua kontrak komersial dalam hukum Islam. Kesediaan seseorang untuk mengadakan akad tidak boleh menyimpang dari ketentuan agama Islam, meskipun orang yang mengadakan akad telah menyatakan kesediaannya. Dengan kata lain, hukum Islam pada prinsipnya memberikan kebebasan kepada orang-orang yang membuat kontrak sesuai dengan keinginannya, namun yang menentukan akibat hukumnya adalah ajaran agama, untuk menjamin tidak terjadi penyalahgunaan antar sesama manusia melalui kontrak yang dibuat.76
Pemberi pinjaman akan menerima faedah> sebagai pendapatan, manakala peminjam akan membayar faedah> sebagai pengeluaran. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang karena Allah selalu menegakkan (kebenaran), menjadi saksi dengan adil, dan jangan sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu melakukan kezaliman.
Gambaran Data Umum 1. Sejarah Desa Sidomukti
- Keadaan Sosial Desa Sidomukti
- Sejarah Arisan Tembakan di Desa Sidomukti
- Anggota Arisan Tembakan
Desa Sidomukti merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku, karena Desa Sidomukti merupakan desa transmigrasi yang dibuka pada tahun 1980. Kini Desa Sidomukti dihuni oleh berbagai suku seperti suku Jawa, Bugis, Melayu, Kerinci, Batak, Minang dan suku lainnya. Misalnya Desa Sidomukti yang kini berpenduduk 3.119 jiwa, yang awalnya berpenduduk hanya 2.047 jiwa, beragama Islam 3.089 jiwa, dan beragama Kristen 30 jiwa.83.
Arisan yang dilakukan masyarakat setempat bermacam-macam bentuknya, diantaranya arisan shooting seperti yang dilakukan masyarakat Desa Sidomukti, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Seperti namanya, shooting social adalah arisan yang mana jika ada anggota arisan tersebut membutuhkan sesuatu maka bisa memintanya terlebih dahulu dengan cara menembak. Awalnya arisan melonjak ini terdiri dari 30 orang dengan nominal arisan Rp 50.000 yang penghasilannya hanya Rp 1.500.000.
Ajang shooting ini telah berjalan sejak tanggal 19 April 2015 hingga saat ini dan telah mencapai peringkat 54. Mr. Wahyudi adalah penanggung jawab penuh atas acara shooting ini dengan dibantu oleh Bpk. Wagiran.
Gambaran Data Khusus
- Bentuk Akad Arisan Tembakan
- Mekanisme Arisan Tembakan
Yang menghadiri arisan saat itu kurang lebih 50% lebih, jadi anggota yang tidak hadir dianggap menyetujui). Misalnya ada yang menembak harus menyetor Rp 1.500.000, kalau maksimal terserah Anda tidak ada batasannya. Misalnya orang 10 minta arisan, maka Rp 1.500.000 dibagikan kepada orang 9 yang belum pernah menembak.
Hasil yang diterima A sebesar Rp, sedangkan Rp 5.000.000 yang diberikan akan dibagikan kepada peserta arisan lainnya. Biasanya ada enam atau bahkan sepuluh anggota yang menembak karena banyak sekali orang yang dibutuhkan. Hasil dari pengambilan gambar pertama sampai saat ini, jika dijumlahkan per orangnya bisa mencapai sekitar Rp 3.000.000.
Biasanya yang hadir hanya anggota yang rumahnya berdekatan dengan rumah Pak Wahyudi atau anggota yang akan memotret. Khusus bagi anggota yang rumahnya jauh, uang arisan biasanya dititipkan atau diambil alih oleh penanggung jawab kemudian diantar ke rumah Pak Wahyudi atau Pak Wagiran.
Analisis Hukum Islam Terhadap Akad Qard } Pada Arisan Tembakan di Desa Sidomukti Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Analisis Hukum Islam Terhadap Akad Qardh Saat Aksi Tembak di Desa Sidomukti Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Namun jika ingin memotret lebih dari nilai yang ditentukan, tidak ada larangan atau batasan nilai maksimal. Jadi kalau dilihat berdasarkan akad Qardh, penembakannya tidak sesuai syariat Islam karena adanya tambahan pinjaman.
Hal ini termasuk dalam kategori riba, dimana riba dilarang oleh Islam karena akadnya menjanjikan, mengharuskan, atau menyetujui bahwa pihak yang meminjam harus membayar lebih dari jumlah pokok pinjaman. Unsur riba terdapat pada hutang yang dibuat dengan kesepakatan bahwa peminjam akan membayar hutang tersebut ditambah dengan jumlah tertentu. Riba > merupakan pembayaran tambahan yang dibebankan kepada peminjam utama sebagai imbalan sehubungan dengan jangka waktu pengembalian pinjaman.
Jelasnya, sekiranya garis tembak disemak daripada akad qard, ia juga termasuk riba, berdasarkan unsur-unsur riba yang dijelaskan di atas dan disebut sebagai riba>qard}. Analisis hukum syarak terhadap motif dan kuantiti tembakan yang dilepaskan di sasar tembak di kampung Sidomukti, daerah Dendang.
Analisis Hukum Islam Terhadap Motif dan Besaran Nilai Tembakan dalam Arisan Tembakan di Desa Sidomukti Kecamatan Dendang
105Toha Andiko, Ilmu Qawa'id Fiqhiyyah Panduan Praktis Menanggapi Permasalahan Hukum Islam Kontemporer (Yogyakarta: Teras, 2011), 8. Mereka menembak untuk memenuhi kebutuhannya, seperti modal usaha, membayar hutang, membangun rumah dan lain-lain kebutuhannya karena mereka tidak mempunyai cukup uang untuk kebutuhannya. Barangsiapa mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakannya berkali-kali lipat.
Namun untuk mendapatkan uang bakti sosial, mereka harus menjalani potongan yang cukup besar dari pembayaran wajib, sekitar 7%. Namun dalam prakteknya, untuk mendapatkan uang dari dana pungutan sosial tersebut, mereka harus menjalani diskon yang lumayan tinggi dari yang seharusnya dibayarkan, sekitar 7%, bahkan ada pula yang rela membayar hingga 27% agar bisa mendapatkan uang tersebut. ambil arisan dulu. karena kebutuhan mereka memerlukannya. Hal ini tidak sejalan dengan manfaat yang telah dijelaskan di atas, karena keadilan tidak akan terjadi jika ketidakadilan dilakukan pada satu pihak, karena satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan.
Meski sama-sama setuju atau bersedia, namun hal tersebut tetap tidak bisa dilakukan untuk melindungi hak asasi manusia. Hal ini bukanlah suatu manfaat yang dimaksudkan, namun sesuatu yang dilarang oleh Islam.
PENUTUP
Saran-saran
Dalam perlaksanaan arizan dengan sistem tembak, anda perlu mengetahui peraturan sedia ada dan juga memberi perhatian kepada sisi keadilan. Diharapkan anggota barisan tembak Desa Sidomukti, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi harus mengetahui, memahami dan mengamalkan peraturan barisan yang sesuai berdasarkan syariat Islam dan hukum bermumalah sebagaimana yang telah ditetapkan. dianjurkan agar tidak terjerumus ke dalam dosa.