PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi keluarga penyandang disabilitas fisik dan sensorik dalam membentuk keluarga sakinah pada pasangan suami istri di Kecamatan Panca Rijang Provinsi Sidenreng Rappang.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
8 Iis Mustamid, “Upaya Suami Istri Tunanetra Membentuk Keluarga Sakinah (Studi Kasus di Desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan)” (IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2015). Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian penulis adalah sama-sama membahas tentang upaya pasangan penyandang disabilitas dalam membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah. Ketiga skripsi tersebut ditulis oleh Yoga Muslim Irmanda dengan judul “Tinjauan Maqashid Syariah tentang Konsep Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah pada Pasangan Suami Istri Penyandang Disabilitas”.
13 Achmad Fathoni, “Keluarga Sakinah dari Perspektif Psikologis (Upaya Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rohmah),” Jurnal Pendidikan Islam 16, No. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini karena ingin mengetahui ciri-ciri pernikahan dengan kecacatan fisik dan indra dalam membangun keluarga sakinah meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki. Dan peneliti fokus pada upaya dan faktor penghambat dan pendukung dalam membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah meskipun memiliki keterbatasan.
Upaya Membangun Keluarga Sakinah dalam Pernikahan Penyandang Disabilitas Fisik dan Disabilitas Sensorik di Kecamatan Panca Rijang. Keluarga sakinah merupakan keluarga yang menjadi dambaan setiap orang yang menikah dalam membentuk dan membina rumah tangganya. Hal ini merupakan wujud membangun keluarga sakinah menurut ketiga informan yang telah penulis jelaskan sebelumnya.
Faktor pendukung dan penghambat yang dialami keluarga penyandang disabilitas fisik dan sensorik dalam membentuk keluarga Sakinah pada disabilitas fisik dan sensorik dalam membentuk keluarga Sakinah pada pasangan suami istri di Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Upaya Pasangan Tunanetra Membentuk Keluarga Sakinah (Studi Kasus di Desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan).‖ IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2015.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Penelitian Relevan
Tinjauan Teori
- Teori Keluarga Sakinah
- Teori Kebahagiaan
Jadi pada dasarnya keluarga sakinah bisa tercapai apabila seluruh anggota keluarga mempunyai Meuadde dan Rahmah yang artinya cinta dan kasih sayang. Keluarga Sakinah adalah keluarga yang terbentuk atas dasar perkawinan yang sah, mampu memberikan kasih sayang kepada anggota keluarganya sehingga mempunyai rasa aman, tenteram, tenteram, dan bahagia dalam berupaya mencapai kesejahteraan akhirat. 12 Asman Asman, “Keluarga Sakinah dalam Kajian Hukum Islam,” Al-Qadha: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan Islam 7, no.
Keluarga Sakinah I, yaitu keluarga yang sekurang-kurangnya dapat memenuhi kebutuhan dasar rohani dan materiil, seperti kebutuhan pendidikan, kepemimpinan keagamaan dalam keluarga, dan belum mampu melakukan interaksi sosial keagamaan dengan lingkungannya. Keluarga Sakinah II yaitu keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga mampu memahami pentingnya penerapan ajaran agama dan kepemimpinan agama dalam keluarga, serta mampu melakukan interaksi sosial dan keagamaan dengan lingkungannya, tapi belum tahu bagaimana cara menghargainya. Keluarga Sakinah III, yaitu keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan agama, ketakwaan, psikologi sosial dan perkembangan keluarga, namun belum bisa menjadi teladan bagi lingkungannya.
Keluarga Sakinah III Plus, yaitu keluarga yang mampu memenuhi secara sempurna kebutuhan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia, psikologi sosial dan perkembangan keluarga serta mampu menjadi teladan bagi lingkungannya.13.
Kerangka Konseptual
Kebahagiaan hakiki bagi manusia berupa kenikmatan ketuhanan dan spiritual yang dapat diperoleh manusia bila dalam keadaan suci dari pancaran hawa nafsu dan kenikmatan indria. Alhasil, manusia pada masa itu merasakan kenikmatan abadi di atas segala kenikmatan indria yang bisa diperoleh dari kenikmatan hidup duniawi. زايكَ artinya : bersenggama, جاوز = زايكَ artinya : nikah, kawin 17 Dari segi hukum syariat, nikah adalah akad yang menghalalkan persetubuhan sebagai suami istri (termasuk hubungan seksual) antara seorang laki-laki dengan perempuan bukan mahram yang memenuhi syarat-syarat tertentu. , dan menentukan hak dan kewajiban masing-masing untuk membangun keluarga yang sehat jasmani dan rohani.18.
Gangguan fisik adalah kelainan pada tubuh yang membatasi fungsi fisik suatu bagian tubuh atau bahkan lebih. Keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah adalah keluarga yang dibangun atas dasar perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan rohani dan materil secara tertib dan seimbang, dipenuhi suasana cinta kasih antara anggota keluarga dengan lingkungannya secara harmonis, harmonis. serta mampu mengamalkan dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia.21. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hakikat perkawinan penyandang cacat fisik dan cacat panca indra dalam pembentukan keluarga sakinah adalah pola perilaku seseorang dalam perkawinan yang memungkinkan terjadinya interaksi antara perempuan dan laki-laki, yang di dalamnya dipenuhi perasaan kekeluargaan. kasih sayang antar anggota keluarga meski memiliki keterbatasan fisik pada pasangan suami istri di Desa Lotang Salo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang.
20 Kartika Gabriela Rompis, “Perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas dalam perspektif UU HAM,” Lex Administratum 4, no.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Fokus Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan dan Pengelolaan Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Jadi upaya yang dilakukan keluarga Bapak Tahir dan Ibu Saribulan dalam membangun keluarga sakinah adalah saling pengertian satu sama lain, dalam mencari nafkah mereka membantu baik dari bidang pertanian maupun keuangan, mereka juga dibantu oleh seorang anak yang telah bekerja dan dengan mengasuh anak mereka juga selalu memenuhi kebutuhan anaknya walaupun dengan kebutuhan seadanya agar anaknya dapat bersekolah. Dari ketiga pasangan tersebut, upaya membangun keluarga sakinah dalam pernikahan penyandang disabilitas fisik dan disabilitas sensorik tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ada, namun upaya membangun keluarga sakinah atau keluarga bahagia harus tetap dilakukan. Berdasarkan kriteria tingkat keluarga sakinah, dari ketiga keluarga penyandang disabilitas fisik dan sensorik yang termasuk dalam keluarga sakinah tingkat II, keluarga yang memenuhi kebutuhan hidupnya mampu memahami pentingnya ajaran agama dan bimbingan agama. dalam keluarga dan mampu melakukan interaksi sosial dengan lingkungannya.
Dalam membangun keluarga sakinah, tentu bukan hal yang mudah untuk mencapai prestasi yang luar biasa tersebut. Jika hal ini tidak segera diatasi maka akan mengancam dan menjadi kendala serius dalam membangun keluarga sakinah. Upaya yang dilakukan ketiga pasangan penyandang disabilitas fisik dan sensorik ini dalam membangun keluarga sakinah adalah dengan bekerja sama mencari nafkah dan mendidik anak-anaknya, saling memahami dan saling terbuka. dalam hal membesarkan anak dan perekonomian, serta senantiasa memberikan dukungan dan dukungan, saling memberikan motivasi, mewujudkan keluarga sakinah yang beriman kepada Allah SWT. dan saling memahami kondisi masing-masing anggota keluarga.
Keluarga Sakinah Dari Perspektif Psikologis (Upaya Menjangkau Keluarga Sakinah, Mawaddah Wa Rohmah). Jurnal Pendidikan Islam 16, no.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Upaya Membangun Keluarga Sakinah dalam Pernikahan
Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian penulis adalah sama-sama membahas tentang upaya pembentukan keluarga sakinah pada keluarga penyandang disabilitas sensorik, termasuk tunanetra. Disertasi Ghazian Luthfi Zulhaqqi membahas tentang upaya keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah dalam membangun rumah tangga dalam keterbatasan fisik menurut syariat Islam. Upaya yang dilakukan dalam membentuk keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah adalah dengan berusaha semaksimal mungkin, saling membantu, menjalin komunikasi yang baik dan tentunya memiliki rasa percaya diri dan keberanian.
Bedanya dengan penelitian terdahulu adalah penelitian ini fokus pada bagaimana maqashid syariah mengulas konsep keluarga sakinah mawaddah warahmah bagi pasangan berkebutuhan khusus. 10 Yoga Muslim Irmanda, “Ulasan Maqa> S} Id Syari>'ah tentang Konsep Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah pada Pasutri Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus di Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri) Penulis: Yoga Muslim Irmanda NIM: 15421036 TESIS PASCASARJANA” . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pasangan tuna netra dalam pembentukan keluarga sakinah mawaddah warahmah di kecamatan Manggala.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah wajar memiliki aspek ekonomi yang menunjangnya serta aspek spiritual untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jadi pada dasarnya keluarga sakinah dapat tercapai apabila seluruh anggota keluarga mempunyai rasa cinta dan kasih sayang yaitu Mawadda dan Rahmah.32. Faktor pendukung dan penghambat yang dialami keluarga penyandang disabilitas fisik dan disabilitas sensorik dalam pembentukan keluarga Sakinah di.
Faktor Pendukung dan Penghambat yang Dialami Keluarga
Sebagai penyandang disabilitas, dukungan awal yang harus diberikan dan diterima adalah saling menerima kondisi masing-masing. Namun kenyataannya tidak semua orang tua mampu memberikan pola asuh yang optimal pada anak, khususnya penyandang disabilitas. Tentu saja akan sangat sulit bagi penyandang disabilitas untuk memberikan pola asuh dan pendidikan yang tepat bagi anak-anaknya.
Beberapa permasalahan yang dialami oleh keluarga penyandang disabilitas menjadikan mereka kurang maksimal dalam mengasuh dan mengasuh anaknya, seperti menjaga silaturahmi anak dan tidak mampu membantu anaknya beraktivitas secara maksimal. Sedangkan faktor penghambat yang dialami ketiga pasangan penyandang disabilitas fisik dan sensorik adalah masalah keterbatasan yang dimiliki salah satu penyandang disabilitas sensorik dalam melakukan pekerjaan, pendapatan yang tidak menentu, perbedaan pendapat antar masing-masing pasangan dan masalah pola asuh. model yang masih kurang optimal. Tinjauan Maqa>S} Id Syari>'ah tentang Konsep Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah pada Pasangan Suami Istri Penyandang Disabilitas (Studi Kasus di Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri) Oleh : Yoga Muslim Irmanda NIM : 15421036 SCRIPSI Universitas Islam Indonesia .‖. 2019.
“Keluarga BAHAGIA BAGI PENYANDANG DISABILITAS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Lapangan pada Keluarga Sakinah, Mawadah dan Rahmah di Desa Wonokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman),” 2018.
PENUTUP
Simpulan
Faktor pendukung dan penghambat yang dialami keluarga penyandang disabilitas fisik dan sensorik dari ketiga informan adalah dukungan dari pasangan dan keluarga.
Saran
Konsep Kebahagiaan Dalam Perspektif Psikologi dan Al-Quran." DAR EL-ILMI: Jurnal Kajian Agama, Pendidikan dan Humaniora 7, no. Keluarga Sakinah dalam Kajian Hukum Islam." Al-Qadha: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan Islam 7, no. Perceraian Karena Tidak Menjemput Suami: (Studi Kasus Perceraian Sah pada Masyarakat Kabupaten Situbondo Ditinjau dari Kemanfaatan). Jurnal Kajian Islam Al-Asfar 3, no.
Upaya pasangan tunanetra dalam membentuk keluarga Sakinah; Studi Kasus di Kecamatan Manggala Kota Makassar.‖ Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Membandingkan Madzhab dan Hukum, 2021. Konsep Sakinah, Mawaddah dan Rahmah dalam Pernikahan.‖ Al-Afkar: Jurnal Pemikiran Islam dan Tafsir Hadits 7, no. Tafsir Ayat Keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah dalam Tafsir Al-Misbah dan Ibnu Katsir.” Jurnal Nizham Kajian Islam 5, no.
KEBERUNTUNGAN DALAM PERSPEKTIF QURAN BUYA HAMKA DAN M. Perbandingan Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah).‖ IAIN SURAKARTA, 2020.