• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sidang Skripsi Diah Erlina Pratiwi - Proposal Akademik Pendidikan Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Sidang Skripsi Diah Erlina Pratiwi - Proposal Akademik Pendidikan Islam"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Jurusan Pendidikan Islam

Program Studi Pendidikan Agama Islam

Oleh :

DIAH ERLINA PRATIWI NIM. 084 131 110

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER

SEPTEMBER 2017

(2)
(3)
(4)



































































Artinya :

15. Wahai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

16. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.1

1 Ahmad Hatta, Tafsir Al- Qur’an Per Kata (Jakarta: Maghfirah Pustaka, 2011), 110.

(5)

Alhamdulillah, ungkapan rasa syukur kami kepada Allah Dzat yang Maha Penyantun Robbil Izzah atas kesenantiasaan-Nya mengilhamkan inspirasi dalam berkarya. Sholawat serta salam kami persembahkan kepada sang revolusioner dunia Nabi besar muhammad SAW, sebagai ungkapan penghormatan untuknya yang telah menciptakan mata air peradaban dengan maslahah yang dapat dinikmati oleh seluruh penduduk alam semesta.

Selesainya penyusunan karya ilmiah ini tidak terlepas dari keterlibatan pihak-pihak baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itulah, sebagai bentuk penghargaan, kami haturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM selaku Rektor IAIN Jember yang telah memberikan fasilitas selama berada di IAIN Jember.

2. Dr. H. Abdullah Syamsul ArifinM.Ag selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember yang meluangkan waktuny untuk menyetujui hasil skripsi yang telah diselesaikan.

3. Dr. H. Mundir, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam FTIK IAIN Jember yang telah meluangkan waktunya untuk menyetujui hasil skripsi yang telah diselesaikan.

4. H. Mursalim, M.Ag selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Jember yang meluangkan waktunya untuk menyetujui hasil skripsi yang telah diselesaikan.

5. Drs. H. Ainur Rafik, M. Ag. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan, arahan dan nasehat demi selesainya penyusunan skripsi ini.

6. Alfisyah Nurhayati, S.Ag., M.Si.selaku kepala kepustakaan IAIN Jember beserta seluruh karyawan yang telah memberikan pelayanan dengan baik.

(6)

yang mana kekurangan pasti ada didalamnya. Namun, walaupun dengan waktu yang sangat terbatas penulis mencoba untuk menyusunnya berdasarkan kemampuan yang ada, dan untuk menyempurnakannya tentu tidak lepas dari kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari para pembaca.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis hanya berharap ridho Allah SWT, semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan barokah di dunia dan di akhirat, khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Amin ya robbal almin.

Jember, September 2017

Penulis

(7)

1. Sepenuhnya untuk Ayahanda Rukin Riyanto dan Ibunda Umiyati tercinta yang selalu memberikan semangat untuk selalu berjuang menata masa depan yang baik. Terima kasih atas ketulusan perjuangannya dalam mendidik, menyayangi, mencintai dan memperjuangkan saya hingga saat ini.

2. Adikku tersayang Wahyu Rizky Dwi Subekti terima kasih telah menjadi penyemangat dan sumber inspirasi bagi kakak untuk selalu melakukan yang terbaik.

3. Kakekku H. Usman dan seluruh keluarga besarku, terima kasih atas dukungan dan do’anya yang diberikan kepadaku.

4. Untuk guru-guruku dari TK sampai Perguruan Tinggi.

5. Untuk IAIN Jember yang telah menjadi obyek penelitian.

6. Sahabat- Sahabatku dan teman seperjuangan kelas A3 terimakasih selalu menemani hari- hariku dengan penuh semangat yang tinggi.

7. Untuk kawan HMI IAIN Jember terimakasih selalu mensuport hingga penyelesaian skripsi ini.

8. Untuk almamaterku IAIN Jember tercinta.

9. Sahabat-sahabatku dan teman kelas A3 terima kasih selalu menemani hari- hariku dengan penuh keceriaan dan semangat yang tinggi.

10. Untuk Almamaterku IAIN Jember tercinta.

(8)

Pembelajaran Tilawatil Qur’an adalah bagian dari rumpun mata kuliah mahasiswa FTIK Prodi PAI. Perlu diketahui, bahwasanya mata kuliah Pembelajaran Tilawatil Qur’an ini pembahasannya sangatlah luas dan banyak. Pembelajaran Tilawatil Qur’an bertujuan untuk membekali mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami cara membaca Al- Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu, pembelajaran Tilawatil Qur’an merupakan pembelajaran yang bersifat alamiah yang harus mengandung unsur teori dan praktek belajar Tilawatil Qur’an untuk diamalkan.

Untuk mempermudahkan proses penelitian ini, maka peneliti membuat beberapa fokus penelitian: 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017?. 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017?. 3)Bagaimana evaluasi pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017?.

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017. 2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017. 3) Untuk mendeskripsikan evaluasi pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif.

Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Adapun kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1)Perencanaan pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi PAI IAIN Jember yaitu setiap dosen pengampu menggunakan panduan yang sama yaitu Rencana Pembelajaran Semester (RPS)/ Satuan Acuan Pembelajaran (SAP)/ Outline. 2)Proses pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi PAI IAIN Jember sudah menggunakan materi, strategi, metode, dan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Namun dalam proses penyampaian materi, masih berhenti diranah kognisi saja. Sehingga tidak memberikan pemahaman yang mendalam terutama pada ranah prakteknya. 3) Evaluasi pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi PAI IAIN Jember yaitu setiap dosen pengampu secara umum menggunakan penilaian UTS dan UAS. Selain penilaian itu juga menggunakan penilaian pada proses pembelajaran, baik dari keaktifan maupun tugas yang diberikan.

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan alat untuk menjadikan manusia menjadi manusia seutuhnya. Karena pada dasarnya, manusia adalah seperti lembaran kertas putih yang tanpa coretan apapun ketika dilahirkan ke bumi.1

Namun tidak selamanya kertas tersebut akan tetap berwarna putih tanpa ada coretan lain. Hal tersebut terjadi karena manusia mempunyai fitrah untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Untuk menjadi coretan yang bermakna dan bisa bermanfaat bagi sesama maka dibutuhkanlah pendidikan sebagai ujung tombak dan penerang bagi manusia untuk menemukan jati dirinya yaitu sebagai khalifah di bumi.

Pendidikan pada masa sekarang ini merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan formal dan nonformal selalu memajukan pendidikan bagi masyarakat karena dengan pendidikan diharapkan akan melahirkan manusia- manusia generasi penerus yang bertanggung jawab dan kreatif. Demikian pentingnya pendidikan bagi manusia sehingga mengharuskan manusia untuk dapat memperoleh pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal.2

1 Juhari, “Muatan Sosiologi Dalam Pemikiran Filsafat John Locke”, Jurnal Al- Bayani, 27

(Januari, 2013), 8.

2 Kompri, Manajemen Pendidikan: Komponen-Komponen Elementer Kemajuan Sekolah (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2015), 16.

(10)

Begitupula dengan urgensi pendidikan agama Islam yang merupakan usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar dapat memahami dan mengamalkan, serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (way of life).3 Menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pasal 2 ayat 1-2 bahwa:

Pendidikan agama befungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama. Pendidikan agama bertujuan untk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaanya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.4

Kesempurnaan pendidikan agama dipenuhi melalui peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan lainnya selain pembaruan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Kemudian selain dari sistem dan sarana yang mapan, tujuan dari pendidikan itu sendiri sangat penting. Sehingga pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat diprioritaskan dalam pembangunan nasional karena akan mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.5

Begitupula dengan pendidikan yang menjadi lentera bagi manusia dalam mencari jati dirinya yaitu untuk menjadi manusia seutuhnya yang mana dalam pendidikan diajarkan selaras dengan pendidikan agama yaitu

3 Zakiyah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008). 86.

4 Tim Penyusun, Himpunan Perundang-undangan Tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, (Bandung: Fokus Media, 2008), 86.

5Kompri, Manajemen Pendidikan, 56.

(11)

mengajarkan kebaikan. Oleh karena itu seharusnya mengamalkan dan mengajarkan Al- Qur‘an dalam kehidupan sehari- hari baik pada diri sendiri bahkan pada anak-anak generasi penerus, karena Al- Qur‘an sebagaimana diugkapkan oleh Quraish Shihab adalah Al- Qur’an memberikan petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariah, dan akhlak, dengan jalan meletakkan dasar- dasar prinsip mengenai persoalan-persoalan tersebut.6

Dalam surat Al-Isra` ayat 106 telah diterangkan proses turunnya Al- Qur`an:





















Artinya: “Dan Al- Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.”

Dan Allah datangkan kepada manusia Al- Qur`an, yang Allah pisah- pisahkan, yakni Allah menurunkan Al- Qur`an itu secara terpisah- pisah dan berangsur- angsur pada malam lailatul Qadar di bulan Ramadhan selama 23 tahun, Sesuai dengan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan turunnya masing- masing ayat.

Adapun maksud diturunkannya Al- Qur`an secara berangsur-angsur, bagian demi bagian adalah agar nabi Muhammad bisa membaca dan mengajarkannya pada umat manusia dengan perlahan dan hati-hati

6 Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, Jakarta, 16 Agustus 2012. Mizan: 27.

(12)

sehingga mudah untuk menghayatinya. Dengan demikian lebih membantu pemahaman maknanya.7

Al- Qur’an adalah kitab suci dan pedoman bagi seluruh ummat Islam yang didalamnya terdapat begitu banyak ajaran yang amat lengkap sehingga dapat dijadikan sebagai landasan hidup manusia untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu ummat Islam harus mempelajari, menyakini dan mengamalkan ajaran- ajaran yang terkandung di dalam Al- Qur’an. Langkah awal untuk mencapai hal tersebut, tuntutan pertamanya adalah ummat Islam harus dapat membaca dan mengamalkan isi kitabnya. Seperti yang dijelaskan dalam Firman Allah SWT surat Al- Alaq ayat 1-5:



















































Artinya: 1) bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (tulis baca), 5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya8

Dari ayat diatas mengandung perintah membaca dan menulis dengan perantaraan Qaalam (pena). Membaca dan menulis merupakan wahana pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran.

Mempelajari Al- Qur’an bagi setiap umat Islam merupakan suatu kewajiban. Langkah pertama untuk mempelajari Al-Qur’an adalah belajar

7 Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi ,juz XV, (Semarang: P.T. Karya Thoha Putra, 1993), 213.

8 Depag RI, Al-Qur’an dan terjemahanya mushaf hilal (Jakarta: Pustaka Al- Fatih, 2009), 597.

(13)

membaca. Karena seseorang yang dapat membaca tulisan maka langkah selanjutnya seseorang dapat menulis, dan dengan membaca orang hafal dengan abjad huruf-huruf dasar. Membaca Al-Qur`an tidak lepas dari istilah Murotal (membaca dengan irama atau lagu).9

Pada saat sekarang ini masih banyak metode membaca Al-Qur`an yang cenderung konvensional, yaitu dengan nada lurus sehingga terkesan monoton yang berdampak pembelajaran kurang dapat diminati oleh siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Mempelajari Al-Qur`an termasuk cara membacanya dengan baik dan benar tidaklah mudah seperti halnya membalik tangan. Selain harus mengenal huru-huruf hijaiyah tentu juga dibutuhkan keterampilan sendiri agar dapat membaca Al- Qur`an secara tartil. Tartil artinya membaca Al- Qur`an dengan perlahan lahan dan tidak terburu-buru dengan bacaan baik dan benar sesuai dengan makhraj dan sifat- sifatnya sebagaimana dijelaskan dalam ilmu tajwid.10 Dari kata tartil inilah lahir istilah murotal yaitu pembacaan Al- Qur`an secara baik, benar dan lancar dengan irama standar.

Dalam dunia perkuliahan ada juga Pembelajaran Tilawatil Qur’an yang merupakan mata kuliah yang disajikan kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kedosenan (FTIK) jurusan Pendidikan Islam (PI) Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Mata kuliah ini merupakan kompetensi tambahan dari mata kuliah lainnya. Pembelajaran Tilawatil Qur’an ini maksudnya adalah pembelajaran membaca Al- Qur’an yang ditekankan pada Naghom. Naghom

9 M. Dzikron, Muri Q, hlm.5

10 Abdul Majid Khon, Praktikum Qiraat Keanehan Bacaan Al-Qur`An Qiraat Ashim Dari Hafash ( Jakarta : Sinar Grafika offset, 2008 ), 44.

(14)

adalah ilmu lagu membaca Al- Qur’an yang memiliki beberapa metode yang diberikan yaitu Bayyati, Qiroati, Dirosati, Iqra’, Tilawati, Ummi, Tanzil, Yanbu’a, Tajdid, dll. Mahasiswa yang khususnya dari program study PAI yang menjadikan landasannya adalah Al- Qur’an dan Hadist mampu menguasai beberapa metode pembelajaran Tilawatil Qur’an dengan baik, benar dan indah.

Manfaat yang bisa didapat juga sebagai bekal ketika mahasiswa diterjunkan di masyarakat ataupun lembaga sekolah.

Menjadi seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kedosenan (FTIK) Jurusan Pendidikan Islam (PI) Program Study Pendidikan Agama Islam (PAI) sudah seharusnya memiliki wawasan luas. Bukan hanya pada ilmu umum, namun juga ilmu agama. Di dalam mempelajari ilmu agama yang harus menjadi dasar atau landasan adalah Al- Qur’an dan Hadist. Dalam mempelajari ilmu agama kita juga harus bisa membaca dan menulis Al- Qur’an. Namun jika dilihat realitanya masih banyak mahasiswa yang masih belum bisa baca tulis Qur’an (BTQ). Terbukti ketika mengikuti ujian komprehensif, bahkan ketika diterjunkan dalam sekolah (PPL2).11 Masih ditemui adanya mahasiswa yang belum lancar bahkan belum bisa Baca Tulis Al- Qur’an (BTQ).

Kurangnya kesadaran, malas, serta menganggap hal remeh itu yang terkonstruk di mindset mahasiswa saat ini.

Jika dilihat lagi dari hasil dokumentasi pada awal pendaftaran masuk mahasiswa baru angkatan 2013/ 2014 terdapat 953 yang berhasil lulus dengan beberapa pilihan program study. Data mahasiswa yang lulus berasal dari 4

11 Abd. Muhit (Dosen Mata Kuliah Pembelajaran Tilawatil Qur’an), Wawancara, Jember, 16 November 2016, Pukul 08.54 WIB.

(15)

jalur yang dibuka yaitu jalur prestasi, jalur kemampuan khusus, tes tertulis, dan program beasiswa unggulan. Dari setiap jalur terdapat seleksi kemampuan baca tulis Al- Qur’an (BTQ) nya. Dalam seleksi tersebut ada kriteria yang dicantumkan oleh pihak penyelenggara yaitu Baca Al- Qur’an, Menulis Al- Qur’an, Praktek Ibadah, dan Hafalan Surat Pendek12.

Mahasiswa yang sudah terdaftar menjadi mahasiswa Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Kedosenan (FTIK) dengan jurusan Pendidikan Islam dan Prodi Pendidikan Islam (PAI) sebanyak 329 yang tidak lulus Baca Tulis Al- Qur’an (BTQ)nya. Dari data tersebut dijelaskan bahwa masih ada mahasiswa yang mengambil program study PAI yang belum menguasai baik dari segi menulis, membaca Al- Qur’an.13

Sesuai dengan latar belakang di atas, maka peneliti sangat tertarik untuk mengangkat topik ini karena dalam pembelajaran tilawatil Qur’an mampu membekali mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami serta mengaplikasikan untuk membaca Naghom dengan baik dan benar. Sehingga dalam penelitian ini penulis mengambil judul yaitu “Pelaksanaan Pembelajaran Tilawatil Qur’an pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017.”

B. Fokus Penelitian

Bagian ini mencantumkan semua fokus permasalahan yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian. Fokus penelitian harus disusun secara

12 Dokumentasi, Kriteria BTQ, Jember 12 Mei 2017

13 Dokumentasi, Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri Tahun Akademik 2013/2014, Jember 12 Mei 2017

(16)

singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional yang dituangkan dalam kalimat tanya.14

Beberapa fokus penelitian yang muncul berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana perencanaan pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017?

2. Bagaimana proses pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017?

3. Bagaimana evaluasi pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya.15

Penelitian ini memiliki rumusan tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017.

14Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Jember: STAIN Jember Press, 2014), 44-45.

15Ibid., 45.

(17)

2. Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017.

3. Untuk mendeskripsikan evaluasi pembelajaran tilawatil Qur’an pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini berawal dari rasa ingin tahu peneliti tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tilawatil Qur’an pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berisi praktis dan teoritis kepada pihal-pihak yang terkait dalam penelitian ini.

Manfaat peneliti berisi tentang konstribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis.16

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat secara teoritis dan praktis terhadap beberapa pihak, di antaranya:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi keilmuan dalam dunia pendidikan sehingga dapat diketahui betapa pentingnya proses pembelajaran.

16Ibid., 45.

(18)

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan sebagai salah satu bahan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang penelitian dan penulisan karya ilmiah yang baik sebagai bekal penulisan karya ilmiah selanjutnya, serta memberi wawasan khusus tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tilawatil Qur’an pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017.

b. Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Dapat dijadikan bahan pertimbangan atau refrensi dan kajian untuk meningkatkan keberhasilan Pembelajaran Tilawatil Qur’an.

c. Bagi IAIN Jember

Untuk menambah literatur perpustakaan lebih khusus bagi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kedosenan jurusan Pendidikan Islam prodi Pendidikan Agama Islam dan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada mahasiswa.

E. Definisi Istilah

Judul penelitian ini adalah “Pelaksanaan Pembelajaran Tilawatil Qur’an pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik 2016/2017”. Judul ini memiliki beberapa istilah kata yang harus dirumuskan, didefinisikan, dan dijelaskan agar tidak mengalami kekaburan makna sesuai dengan pandangan peneliti sendiri.

(19)

Definisi istilah berisi tentang pengertian istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaimana dimaksud oleh peneliti.17

1. Pelaksanaan

Pelaksanaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian yaitu : proses, cara, pembuatan, melaksanakan.18

Dalam penelitian ini adalah pelaksanaan mata kuliah pembelajaran Tilawatil Qur’an yang ada di perkuliahan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember.

2. Pembelajaran Tilawatil Qur’an

Menurut peneliti, yang dimaksud dengan pembelajaran adalah kegiatan dalam perkuliahan di kampus yang utama dan melibatkan interaksi individu yaitu dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kreatifitas dan pembentukan pengetahuan baru yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir mahasiswa dan penguasaan yang baik terhadap materi perkuliahan.

Hal ini dikuatkan dengan pendapat Dimyati dan Mudjiono yang mengartikan pembelajaran adalah kegiatan dosen secara terprogram dalam

17Ibid., 45.

18 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), 155.

(20)

desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada sumber belajar.19

Tilawatil Qur’an secara etimologi adalah membaca Qur’an dengan suara indah. Sedangkan secara terminologi tilawah adalah memperbagus suara saat membaca Al- Qur’an, tentunya dengan indah bahkan amat indah. Jadi suara yang indah akan menambah keindahannya sehingga menggerakkan hati dan menggoncangkan qalbu ketika mendengarnya.20

Dalam penelitian ini Pembelajaran Tilawatil Qur’an adalah sebuah mata kuliah tambahan yang diberikan kepada Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kedosenan (FTIK) Jurusan Pendidikan Islam Prodi PAI Tahun Akademik 2013/2014.

3. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Mahasiswa menurut kamus besar bahasa Indonesia memiliki artian bahwa mahasiswa merupakan individu yang belajar di perdosenan tinggi.21

Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peserta didik (mahasiswa) Tahun Angkatan 2013/2014 yang menjadi objek dari penelitian ini.

Sesuai dengan definisi istilah tersebut, maka peneliti mengangkat judul “Pelaksanaan Pembelajaran Tilawatil Qur’an Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Jember Tahun Akademik

19Syaiful Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar (Bandung: Alfabeta, 2010), 62.

20 Yusuf Qardhawi, Berinteraksi dengan Al-Qur’an, (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), hlm. 234

21 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), 73.

(21)

2016/2017” meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Tilawatil Qur’an.

F. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup.22 Dengan tujuan agar pembaca dapat dengan mudah mengetahui gambaran isi skripsi secara global.

Skripsi ini terdiri dari lima bab, secara garis besarnya adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, sistematika pembahasan.

Bab II Kajian Kepustakaan merupakan kajian kepustakaan yang terdiri dari penelitian terdahulu yang memuat penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini dan kajian teori yang digunakan sebagai perspektif oleh peneliti. Kajian teori disini memaparkan tentang teoritis pembelajaran yang meliputi definisi dan tujuan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran. Bab ini berfungsi untuk landasan teori pada bab berikutnya guna menganalisis data yang diperoleh.

Bab III Metode Penelitian merupakan penyajian metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Di dalamnya berisi pendekatan dan Jenis

22Tim Penyusun, Pedoman, 48.

(22)

penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, dan terakhir adalah tahap-tahap penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti.

Bab IV Penyajian Data dan Analisis merupakan penyajian data dan analisis yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian secara empiris yang terdiri dari gambaran obyek penelitian, penyajian data dan analisis, serta diakhiri dengan pembahasan temuan. Bab ini berfungsi sebagai bahan kajian untuk memaparkan data yang diperoleh guna menemukan kesimpulan.

Bab V Penutup merupakan bab terakhir atau penutup yang di dalamnya berisi kesimpulan dan saran-saran. Bab ini untuk memperoleh gambaran dari hasil penelitian berupa kesimpulan, dengan kesimpulan ini akan dapat membantu makna dari penelitian yang telah dilakukan.

(23)

A. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi dan sebagainya). Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakukan.23 Penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini diantaranya.

Pertama, skripsi karya Mahmudah dengan judul “Implementasi Metode Mnemonic dan Sas (Struktural Analitik Sintetik) Dalam Pembelajaran Tilawatil Qur’an Di Lembaga Cheng Hoo Mengaji Kaliwates Jember Tahun Ajaran 2016/2017”. Metode analisis menggunakan kualitatif deskriptif. Dan jenis penelitiannya adalah menggunakan teknik Field Research.

Menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitiannya adalah dalam implementasi pembelajaran tilawatil Qur’an di Lembaga Cheng Hoo mengaji menggunakan metode Tajdied (Metode Mnemonic dan SAS). Problem yang dihadapi dalam pembelajaran tilawatil Qur’an di Lembaga Cheng Hoo terdiri dari dua faktor yaitu Internal dan External. Faktor Internal meliputi penglihatan dan pendengaran artikulasi atau pengucapan dan ketahanan tubuh

23Tim Penyusun, Pedoman Penulisan, 45.

(24)

atau penyakit serta kurangnya motivasi dan mudah lupa. Faktor external muncul karena kurangnya fasilitas pendingin ruangan dan perlengkapan pengeras suara yang dibutuhkan santri dewasa.

Kedua, skripsi karya Sofi Indriani dengan judul “Penerapan Metode Tilawati Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an Siswa Di SD. Al- Baitul Amien Jember Tahun Pelajaran 2012/2013”. Metode analisis menggunakan Kualitatif Deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah secara umum penerapan metode tilawati dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al- Qur’an siswa di SD. Al- Baitul Amien Jember tahun pelajaran 2012/2013, dilaksanakan dengan baik, dan sesuai dengan buku panduan metode tilawati, target- target pencapaian kurikulum metode tilawati serta alat peraga metode tilawati. Dengan menggunakan pendekatan secara seimbang yang diantaranya klasikal umum, klasikal baca simak, klasikal tanya jawab dan tadarus.

Ketiga, skripsi karya Zahrial Elok Fikril Amaliyah dengan judul

“Peran Dosen Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al- Qur’an Pada Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Tholibin Kalibaru Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017.” Metode analisis Menggunakan Pendekatan Kualitatif Deskriptif dan jenis penelitian Field Research. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling. Dan hasil dari penelitian ini adalah dosen yang berperan sebagai pengajar memberikan pengajaran kepada peserta didik dalam proses pembelajaran al- Qur’an, dengan

(25)

memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang ilmu tajwid, makhorijul huruf satu dengan lainnya yang berbeda pelafalannya. Selain itu peran dosen juga melaksanakan perannya sebagai pelatih untuk mengatasi kesulitan belajar membaca al- Qur’an pada peserta didik. Dan juga dosen sebagai pembimbing mengatasi kesulitan belajar membaca al- Qur’an.

Dalam penelitian ini terdapat kesamaan dan perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini di antaranya yaitu:

Tabel 2.1

PENELITIAN TERDAHULU JUDUL, NAMA

PENELITI

PERSAMAAN PERBEDAAN

Skripsi karya Mahmudah

“Implementasi Metode

Mnemonic dan Sas (Struktural Analitik

Sintetik) Dalam Pembelajaran Tilawatil Qur’an Di

Pendekatan kualitatif

deskriptif. Dan jenis

penelitiannya adalah

menggunakan teknik Field Research.

Menggunakan Triangulasi sumber

-Lokasi dari penelitian adalah di Lembaga Cheng Hoo Kaliwates Jember, sedangkan pada penelitian ini di lakukan di kampus Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Jember - Pada peneliti terdahulu focus pada pembelajaran tilawati dengan menggunakan metode Tajdid, sedangkan pada penelitian ini hanya terfokus pada pembelajaran tilawatil

(26)

Lembaga Cheng Hoo Mengaji

Kaliwates Jember Tahun Ajaran

2016/2017”

Qur’an atau cara membaca al- quran yang menggunakan beberapa metode yang disajikan dalam pembelajaran24

Skripsi karya Sofi Indriani dengan judul

“Penerapan Metode Tilawati Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an Siswa Di SD. Al- Baitul Amien Jember

Menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif.

Pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling.

- Lokasi penelitian dilakukan di SD Baitul Amien Jember, sedangkan penelitian ini dilakukan di kampus Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

- Subjek penelitian ini adalah siswa- siswi SD Al- Baitul Amien Jember, sedangkan penelitian ini Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kedosenan (FTIK) Jurusan

24 Mahmudah, Skripsi dengan judul “Implementasi Metode Mnemonic dan Sas (Struktural Analitik Sintetik) Dalam Pembelajaran Tilawatil Qur’an Di Lembaga Cheng Hoo Mengaji Kaliwates Jember Tahun Ajaran 2016-2017”. (Jember: Program Sarjana S1 IAIN Jember, 2017)

(27)

Tahun Pelajaran 2012/2013”.

Pendidikan Islam (PI) Program Study Pendidikan Agama Islam (PAI)25

Skripsi karya Zahrial Elok Fikril Amaliyah dengan judul

“Peran Dosen Dalam

Mengatasi

Kesulitan Belajar Membaca Al- Qur’an Pada

Siswa Di

Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Tholibin Kalibaru Banyuwangi

Menggunakan Pendekatan Kualitatif

Deskriptif dan jenis penelitian Field Research.

Pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling.

-Lokasi penelitian dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Tholibin Kalibaru Banyuwangi, sedangkan pada penelitian ini dilakukan di kampus Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Jember .

- Subjek penelitian ini adalah siswa- siswi MI Nahdlatul Tholibin Kalibaru Banyuwangi, sedangkan pada penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kedosenan (FTIK) Jurusan Pendidikan Islam (PI) Program Study Pendidikan Agama Islam (PAI)26

25 Sofi Indriani, Skripsi dengan judul “Peran Dosen Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al- Qur’an Pada Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Tholibin Kalibaru Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017” (Jember, Program Sarjana S1 IAIN Jember,2013)

26 Zahrial Elok, Skripsi dengan judul “Peran Dosen Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al- Qur’an Pada Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Tholibin Kalibaru Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017”(Jember, Program Sarjana S1 IAIN Jember, 2016)

(28)

Tahun Pelajaran 2016/2017.”

B. Kajian Teori 1. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, yaitu mengajar dilakukan oleh pihak dosen sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid.27 Berikut ini beberapa pendapat tentang pengertian pembelajaran:

a. S. Nasution, “Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah usaha mempengaruhi emosi, intelektual, dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri.”28

b. Muhaimin, “Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan pembelajaran akan melibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien.”29

c. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah “suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan bagian khusus dari pendidikan.”30

27Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran, 61.

28Muhammad Fathurrohman dan sulistyorini, Belajar Dan Pembelajaran: Membantu Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasonal (Yogyakarta: Teras, 2012), 6.

29Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi Dosen/Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas (Jakarta: Kencana, 2009), 131.

30Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran, 61.

(29)

d. Menurut Gagne, “pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa.

Pembelajaran mengacu pada segala kegiatan yang berpengaruh langsung terhadap proses belajar siswa dan pembelajaran harus menghasilkan belajar.”31

e. Dalam UU No 20 Tahun 2003 bab 1, Pasal 1, ayat 20, “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.”32

Pembelajaran dikondisikan agar mampu mendorong kreativitas anak secara keseluruhan, membuat siswa aktif, mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan berlangsung dalam kondisi menyenangkan.33

Jadi, Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah kegiatan dalam pendidikan di sekolah yang paling mendasar dan melibatkan interaksi individu yaitu pendidik dan peserta didik untuk mengubah perilaku peserta didik ke arah yang positif dan lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki peserta didik.

Keberhasilan pencapaian pendidikan banyak tergantung bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

Dengan demikian pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh dosen untuk membantu seseorang mempelajari suatu

31Fathurrohman, Belajar Dan Pembelajaran, 9.

32Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), 4

33Suyono dan Hariyanto, Belajar Dan Pembelajaran: Teori Dan Konsep Dasar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), 207.

(30)

kemampuan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar.34

a. Perencanaan Pembelajaran

Menurut Yusuf Enoch, perencanaan mengandung arti sebagai suatu proses mempersiapkan hal-hal yang akan dikerjakan pada waktu yang akan datang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.35

Hamzah B. Uno mengatakan perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk dapat membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.36

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran sebagai suatu proses kerjasama, tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan dosen atau kegiatan siswa saja, akan tetapi dosen dan siswa secara bersama-sama berusaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukam.

Agar kegiatan belajar dan pembelajaran terarah dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, dosen harus merencanakan kegiatan belajar dan pembelajaran yang akan diselenggarakan dengan seksama.

34Sagala, Konsep Dan Makna Pembelajaran, 65.

35Ahmad, Perencanaan Pembelajaran PAI, 8.

36Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), 2.

(31)

Perencanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka.37

Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan dosen harus mempersiapkan perangkat pembelajaran, seperti:

1) Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Menurut Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 yang merupakan penyempurnaan dari Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pendidikan, perencanaan pembelajaran merupakan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap muatan pembelajaran.38 Perencanaan tersebut memuat perencanaan proses pembelajaran yang disajikan dalam bentuk rencana pembelajaran semester (RPS).

Rencana pembelajaran semester ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan atau teknologi dalam Program Studi.

Secara administratif rencana ini dituangkan ke dalam RPS (Rencana Pembelajaran Semester). Secara sederhana RPS ini dapat diumpamakan sebagai sebuah skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh dosen dalam interval waktu yang telah ditentukan. RPS ini akan dijadikan pegangan dosen dalam

37 Fathurrohman, Belajar Dan Pembelajaran, 102.

38 Tim Penyusun, Himpunan Perundang- Undangan Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Pendidikan, ( Bandung: Fokus Media, 2008), 44.

(32)

menyiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar dan pembelajaran yang diselenggarakannya bagi mahasiswa.

2) SILABUS

Silabus dapat didefinisikan sebagai garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran. Menurut Majid dan Andayani, silabus adalah “seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.”

Berdasarkan gambaran tersebut dapat dinyatakan bahwa silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Dalam implementasinya silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindak lanjuti oleh masing-masing dosen. Selain itu, silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.39

Format silabus paling tidak membuat sembilan komponen yaitu identifikasi, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi

39Ibid., 186-187.

(33)

pokok, pengalaman belajar, indikator, penilaian, alokasi waktu, sumber/bahan/alat.40

b. Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur- unsur manusiawi, materi, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.41 Jadi pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.42

Dalam pembelajaran, tugas dosen yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi mahasiswa.

1) Materi Pokok

Bahan atau materi pelajaran adalah segala sesuatu yang menjadi isi kurikulum yang harus dikuasai oleh mahasiswa sesuai dengan kompetensi dasar dalam rangka pencapaian standart kompetensi setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu.43

Dalam menetapkan materi pembelajaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh dosen, diantaranya :

40Ibid., 191.

41 Oemar Hamalik, 1999 halm 57

42 Dimyati dan Mudjiono 2002 halm 57

43 Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana,2011), 141.

(34)

a) Materi pelajaran hendaknya menunjang untuk tercapainya tujuan pembelajaran.

b) Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan atau perkembangan.

c) Materi pelajaran hendaknya terorganisir secara sistematik dan berkesinambungan.

d) Materi hendaknya mencakup hal- hal yang bersifat factual maupun konseptual.44

2) Metode pembelajaran

Suatu pengetahuan tentang cara- cara mengajar yang digunakan oleh seorang dosen atau instruktur. Pengertian lain ialah teknik penyajian yang dikuasai dosen utnuk mengajar atau menhajkan bahan pelajaran kepada mahasiswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami, dan dimanfaatkan oleh mahasiswa yang dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula penyampaian tujuan. 45

Macam- macam metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah :

a) Metode Ceramah

Adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.

44 Ibrahim, Perencanaan Pengajaran,(Jakarta: Rineka Cipta,2003), 102.

45 Ahmadi, Strategi Belajar Mengajar ( Bandung : Pustaka Setia, 1997), 52.

(35)

b) Metode Diskusi

Adalah suatu proses pertemuan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar- menukar informasi, mempertahankan pendapat, atau pemecahan masalah.

c) Metode Tanya Jawab

Adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara dosen dan mahasiswa.

3) Media pembelajaran

Media adalah sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan mahasiswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada dirinya.46

Sedangkan media pembelajaran pada prinsipnya adalah sebuah proses komunikasi, yakni proses penyampaian pesan yang diciptakan melalui suatu kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh setiap dosen dan mahasiswa. Pesan atau informasi itu dapat berupa pengetahuan keahlian (skiil), ide, pengalaman.

46 Syaifullah, Sistem Pendidikan Non- Dikotomik ( Yogyakarta: Suluh Press, 2005), 87.

(36)

Media pembelajaran yang baik akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tangapan, umpan balik dan juga mendorong yang dididik untuk melakukan praktek- praktek yang benar.47

a) Media visual : media ini dapat menumbuhkan minat mahasiswa dan dapat memberikan hubiungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif visual sebaiknya ditempatkan pada kontek yang bermakna. Dan mahasiswa berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.48

b) Media audio visual : media ini berkaitan dengan indera pendengar dan indera penglihatan dimana pesan yang disampaikan, dituangkan dalam lambang ouditif baik verbal maupun non verbal. Misalnya film bersuara, radio, TV dan lain- lain.

c) Media visual dua dimensi : media ini merupakan media yang bersifat elektromagnetik yang diproyeksikan dan terdiri dari perangkat keras ( Hardware) dan perangkat lunak (Software). N Misalnya OHP, slide, film.49

4) Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran adalah upaya mencipyakan kondisi dengans engaja agar tujuuan pembelajaran dapat dipermudah

47 Arsyad, Media Pembelajaran ( Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004) , 26.

48 Arsyad, Media Pembelajaran ( Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004), 91.

49 Syaifullah, Sistem Pendidikan Non- Dikotomik ( Jogjakarta: Suluh Press, 2005), 88.

(37)

(facilitated) pencapaiannya. Di sini, strategi mencerminkan keharusan untuk mempermudah tujuan pembelajaran.50

Menurut Dick & Carey menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama- sama untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik. Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh seorang instruktur, dosen, dosen, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni : (1) strategi pengorganisasian pembelajaran, (2) strategi penyampaian pembelajaran, (3) strategi pengelolaan pembelajaran.

c. Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran merupakan proses sistematis untuk memperoleh informasi tentang tingkat keefektifan proses pembelajaran dalam membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.

Evaluasi pembelajaran menyatakan baik buruknya proses dari kegiatan pembelajaran.

Secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu program atau suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara spesifik evaluasi memiliki banyak tujuan dan manfaat.51

50 Mulyono, Strategi Pembelajaran, (Malang : UIN-Maliki Press, 2011), 9.

51Indah Komsiyah, Belajar Dan Pembelajaran (Yogyakarta: Teras, 2012), 110-111.

(38)

Menurut Dr. Basrowi, tujuan evaluasi pada dasarnya digolongkan ke dalam empat kategori berkut:

1) Memberikan umpan balik terhadap proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan (remedial) bagi mahasiswa,

2) Menentukan angka kemajuan masing-masing mahasiswa yang antara lain dipakai sebagai pemberian laporan kepada orang tua.

3) Penentuan kenaikan tingkat atau status dan lulus tidaknya.

4) Menempatkan mahasiswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat.52

Ada beberapa fungsi evaluasi, yakni:

1) Sebagai umpan balik bagi mahasiswa

2) Untuk mengetahui proses ketercapaian mahasiswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan

3) Memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum 4) Digunakan oleh mahasiswa untuk mengambil keputusan secara

individual, khususnya dalam menentukan masa depan sehubungan dengan pemilihan bidang pekerjaan

5) Menentukan kejelasan tujuan khusus yang ingin dicapai oleh para pengembang kurikulum

6) Umpan balik untuk semua pihak yang berkepentingan dengan pendidikan di Perguruan Tinggi.53

52Sitiatava Rizema Putra, Desain Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja (Jogjakarta: Diva Press, 2013), 83-84.

53Sanjaya, Perencanaan Dan Desain, 244-245.

(39)

Berikut ini beberapa tekhnik evaluasi pembelajaran yang lazim dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.

a) Tes

Teknik tes adalah cara yang dapat dipergunakan, atau prosedur yang perlu ditempuh, dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas dan berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, atau perintah- perintah yang harus dikerjakan oleh tes, sehingga atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi tes, nilai dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai oleh tes lainnya, atau dibandingkan dengan nilai standar tertentu.

b) Non Tes

Non tes adalah penilaian hasil belajar melalui alat atau instrumen pengukuran.bukan tes Macam-macam tehnik non-tes yang dapat digunakan di antaranya observasi, wawancara, skala sikap, angket.

2. Pembelajaran Tilawatil Qur’an

Tilawah berasal dari kata talaa-yatluu-tilaawah yang berarti membaca.54. Kata Tilawah terdapat di dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 121:

54Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia (Jakarta :Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al-Quran, 1999), 79.

(40)

































Artinya : “Orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. dan Barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi”

Al-Qur’an menurut Al-‘Ajaj secara bahasa berasal dari akar kata qara-a yang berarti talaa (membaca/bacaan), karena al-Qur’an merupakan ajaran yang dibaca. Sedangkan menurut istilah, al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam dengan perantara malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami dan diamalkan sebagai petunjuk/ pedoman hidup bagi umat manusia.55

Secara Etimologi kata tilawah merupakan bentuk masdar asal kata

لات

yang artinya memiliki makna

عبت , , لات

يلت

yang berarti mengikuti.

Secara umum kata tilawah sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita semua, baik dalam kehidupan sehari- hari maupun khususnya yang berkaitan dengan al- Qur’an. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia tilawah artinya pembacaan ayat al- Qur’an dengan baik dan indah56. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa tilawah (seni baca al- Qur’an) adalah membaca al- Qur’an yang dilakukan dengan menggunakan irama atau lagu

55 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2007: 33)

56 Al- Munawwir, Kamus Indonesia- Arab (Surabaya: Pustaka Progresif, 2007: 257).

(41)

khusus tilawah al- Qur’an yang sudah ditetapkan oleh para ulama yang ahli dalam bidang ilmu al- Qur’an.

a. Adab (tata cara ) Tilawah

Adab (tata cara) Tilawah merupakan hal- hal penting untuk dilakukan bagi yang mau membaca al- Qur’an dengan tilawah. Adab ini perlu diperhatikan supaya ketika membaca al- Qur’an bisa bermanfaat, bisa diterapkan di dalam kehidupan sehari- hari, diamalkan dan mendapat pahala dari Allah SWT bagi yang membacanya. Mengingat manfaat dari membaca al- Qur’an itu sangat luar biasa maka perlu ada penjelasan tentang adab (tata cara) tilawah tersebut, yakni:

1) Mengikhlaskan niat untuk Allah semata, karena tilawah al- Qur’an termasuk ibadah.

2) Menghadirkan hati ketika membaca, tenang dan berusaha terpengaruh dan terkesan dengan yang sedang dibaca.

3) Sebelum membaca al- Qur’an hendaknya berwudhu, karena orang yang membaca al- Qur’an adalah termasuk dzikir yang paling utama, meskipun pada dasarnya dibolehkan membaca al- Qur’an bagi orang yang sedang hadas.

4) Membacanya ditempat yang suci, untuk menjaga dan menghormati al- Qur’an. Selain di tempat yang suci, kitapun sebaiknya dalam keadaan yang suci( tidak dalam keadaan hadast besar dan hadast kecil) untuk memuliakan kalam Allah.

5) Membacanya dengan khusyu’, tenang dan penuh hormat.

(42)

6) Membaca ta’awudz (berlindungan kepada Allah dari godaan syetan) ketika hendak membaca al- qur’an dan membaca basmalah apabila membaca al- Qur’an dari awal surat, kecuali surat at- Taubah.

7) Membacanya dengan tartil (perlahan- lahan) yaitu pembacaan yang terang dan memberikan hak bagi setiap huruf yang dibaca dalam hal panjang- pendeknya.

8) Memperbagus suara ketika membaca al- Qur’an, karena al- Qur’an adalah hiasan bagi suara- suara yang bagus dan merdu, dan akan lebih berpengaruh lagi serta meresap ke dalam jiwa bagi yang membaca maupun orang lain yang mendengarkannya.57

b. Macam- macam metode tilawah al- Qur’an (Naghom)58 1) Metode Qiro’ati

Metode Iqro’ adalah suatu metode membaca Al- Qur'an yang menekankan langsung pada latihan membaca. Adapun buku panduan iqro’ terdiri dari 6 jilid di mulai dari tingkat yang sederhana, tahap demi tahap sampai pada tingkatan yang sempurna. Metode Iqro’ ini disusun oleh Ustadz As’ad Human yang berdomisili di Yogyakarta. Kitab Iqro’ dari ke-enam jilid tersebut di tambah satu jilid lagi yang berisi tentang doa-doa.

Dalam setiap jilid terdapat petunjuk pembelajarannya dengan maksud memudahkan setiap orang yang belajar maupun yang mengajar Al- Qur'an. Metode iqro’ ini dalam prakteknya tidak

57 Unit Tahfidh. Panduan Ilmu Tajwid. ( Jombang: Unit Tahfidh Madrasatul Qur’an, 68)

58 Wordpress.com/2017/07/24/macam- macam-lagu-seni-baca-al-quran.

(43)

mem-butuhkan alat yang bermacam-macam, karena ditekan-kan pada bacaannya (membaca huruf Al- Qur'an dengan fasih). Bacaan langsung tanpa dieja. Artinya tidak diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah dengan cara belajar siswa aktif (CBSA) dan lebih bersifat individual.

2) Metode Dirosati

Metode dirosati adalah metode yang diajarkan kepada peserta yang masih belum bisa baca al- Qur’an (belajar dari nol), atau masih terbata- bata, belum benar dalam pengucapan huruf (makhraj) dan panjang pendeknya serta belum tartil al- Qur’an.

3) Metode Yanbu’a

Metode yanbu’a adalah satu- satunya metode baca al- Qur’an yang menggunakan tulisan Rosm Ustmani asli sebagaimana tulisan al- Qur’an yang tersebar luas di daerah Timur Tengah. Metode ini dimulai dari jilid 1-7.

4) Metode Tilawati

Metode Tilawati adalah metode yang terdiri dari 1-5 dan ditambah 1 jilid yang berisi surat pendek, ayat- ayat pilihan, ghorib dan musykilat. Pada metode ini menggunakan pendekatan klasikal dan individual.

5) Metode at- Tanzil

Metode at- tanzil merupakan metode yang tersusun secara sistematis dan digunakan dalam pembelajaran al- Qur’an sebagai

(44)

media untuk mencapai hasil yang diharapkan. Metode ini terdir dari juz 1-6.

6) Metode Tajdid

Yang dimaksud dengan tajdied adalah bahasa arab دي دجت (Tajdied) dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah pembaharuan dari yang baru diperbaharui lagi Al-Jadid menjadi Tajdied. Maksud dari diperbaharui adalah metode dalam pembelajaran Al- Qur’an tersebut seperti yang digunakan dalam metode Iqra’ yang diawali denga huruf putus sedangkan pada metode Tajdied diawali dengan huruf bersambung. Teknik dalam mengajarkannyapun lebih mudah.metode Tajdied ini merupakan salah satu metode yang masih baru diterapkan pada lembaga Al- Qur’an . Serta metode Tajdied ini menggunakan standard penulisan Al- Qur’an versi internasional atau yang biasa disebut dengan Al- Qur’an Beirut. Dalam penulisannya metode Tajdied ini memanfaatkan simbol-simbol yang ada di Al- Qur’an Beirut.

7) Metode Ummi

Metode Ummi adalah salah satu metode untuk mengetahui lebih dalam tentang kitab suci Al- Qur’an. Dalam metode ini menggunakan pendekatan dalam pengajarannya dengan menggunakan nada- nada dalam Al- Qur’an, sehingga dapat membuat anak- anak nyaman dan senang tidak monoton. Dan juga

(45)

dengan pendekatan para dosen dan sistem pembelajarannya dengan cara pengulangan bahasa ibu penuh kasih sayang.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulun perlu didesain yang relevan dengan visi dan misi Perdosenan Tinggi, serta perkembangan zaman dan tuntutan kompetensi yag menjadi kian mendesak, agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya sekedar out put, melainkan benar- benar mencadi out come sesuai profesi yang dikembangkan pada tiap program studi.

Pembelajaran Tilawatil Qur’an merupakan kurikulum yang diberikan kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kedosenan (FTIK) Jurusan Pendidikan Islam Program Study Pendidikan Agama Islam. Selanjutnya, kurikulum pada setiap jurusan dan program studi sebagaimana hasil Rakorev Kurikulum STAIN Jember pada tanggal 21-22 September 2013, disebutkan bahwa Pembelajaran Tilawatil Qur’an merupakan kurikulum Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam yang termasuk pada kompetensi pilihan.59

59 Tim Penyusun, Pedoman Pendidikan S-1 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

(Jember: STAIN Jember Press, 2013), 84.

(46)

Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan dalam penelitian untuk memecahkan masalah dan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya yang tepat dan benar (valid).60 Sehingga penelitian bisa dilakukan dengan mudah dan lebih terarah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan berparadigma kualitatif, yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti menekankan sifat realitas yang terbangun secara sosial, hubungan erat antara peneliti dan subjek yang diteliti. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai.

Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, mengembangkan teori, memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.61

Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif karena di dalamnya peneliti meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa

60Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007), 124.

61Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, Dan Karya Ilmiah (Jakarta:

Kencana, 2015), 33-34.

(47)

sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenal fakta- fakta, sifat- sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. 62

Kegiatan pokok dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis tentang segala peristiwa sosial yang diteliti, yaitu mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran Tilawatil Qur’an yang diperoleh secara kualitatif.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Jember yang merupakan salah satu kampus Islam, tepatnya berada di Jl.

Mataram No.1, Mangli, Kaliwates- Jember - Jawa Timur. pertimbangan penulis melaksanakan penelitian di IAIN Jember, yaitu:

1. Secar

Gambar

Tabel 4.2  Temuan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pelaksanaan manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Muhammadiyah Klepu

1. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD I Tumpangkrasak Jati Kudus Tahun Ajaran 2016/2017. Untuk mengetahui implementasi metode Hiwar Qur ’ ani

Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung tahun ajaran 2017/2018 5.. Bimbingan Akademik adalah kegiatan konsultasi antara pembimbing akademik dan mahasiswa dalam merencanakan

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA DI SMPN 2.. SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG TAHUN

1) Bagi Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tegal, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dalam meningkatkan pelaksanaan supervisi akademik pengawas untuk

Skripsi ini merupakan tugas akhir penulis dalam rangka menyelesaikan studi strata satu (S1) di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sunan Ampel Surabaya

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pengawas PAI SD di Distrik I Kabupaten Cilacap dalam pelaksanaan supervisi akademik, yang meliputi empat

Pd Online C 2019 JADWAL UAS SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2021-2022 PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA