Setiap orang yang melawan hukum melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Keperluan Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp satu tahun. ratus juta rupiah). Setiap orang yang tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta melanggar hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk penggunaan komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau denda paling banyak Rp lima ratus juta rupiah). Setiap orang yang tanpa hak dan/atau izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta melanggar hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk penggunaan komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp satu miliar rupiah).
Dilarang memperbanyak isi buku ini, seluruhnya atau sebagian, dalam bentuk apa pun atau dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari penulis dan penerbit. Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan rahmat-Nya. Penulis mampu menyelesaikan buku ini dengan judul “Sistem Akuntansi Perusahaan Manufaktur”. Dalam penyelesaian buku ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bersedia membantu proses persiapan hingga buku ini berhasil diselesaikan.
Penulis berharap buku ini dapat bermanfaat bagi pengguna dan pembaca untuk menambah pengetahuannya. Akhir kata, tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu penulis bersedia menerima kritik dan saran jika ditemukan kesalahan dalam buku ini demi perbaikan di masa yang akan datang.
Definisi Sistem Pengendalian Internal
Oleh karena itu, definisi pengendalian internal di atas juga berlaku bagi perusahaan yang menangani informasi dengan tangan, mesin, atau komputer. Tujuan sistem pengendalian internal menurut definisi ini adalah: (1) menjaga aset organisasi, (2) memverifikasi keakuratan dan keandalan data akuntansi, (3) meningkatkan efisiensi, dan (4) meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan manajemen. Sistem pengendalian internal dapat dibagi menjadi dua kategori: pengendalian akuntansi internal dan pengendalian administratif internal.
Akuntansi pengendalian internal, sebagai bagian dari sistem pengendalian internal, mencakup organisasi, metode, dan tindakan terkoordinasi terutama untuk melindungi aset organisasi dan untuk memverifikasi keakuratan dan keandalan data akuntansi. Pengendalian akuntansi internal yang baik akan menjamin keamanan aset investor dan kreditor yang berinvestasi pada perusahaan dan menghasilkan laporan keuangan yang dapat diandalkan. Pengendalian administratif internal mencakup organisasi, metode dan tindakan yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong efisiensi dan kepatuhan terhadap kebijakan manajemen.
Unsur Sistem Internal
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang membagi tanggung jawab fungsional antar unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan utama perusahaan. Divisi-divisi tersebut dibagi menjadi unit-unit organisasi yang lebih kecil untuk menjalankan kegiatan usaha. Dengan demikian, dalam pelaksanaan suatu organisasi, pengendalian internal dapat dilakukan antar unit organisasi pelaksana.
Membentuk unit organisasi untuk memeriksa pengoperasian elemen lain dari sistem pengendalian internal. Sebaliknya walaupun ketiga unsur sistem pengendalian intern lainnya sudah sangat baik, namun jika dilakukan oleh pegawai yang tidak kompeten dan tidak jujur, maka keempat tujuan sistem pengendalian intern sebagaimana telah dijelaskan di atas tidak dapat tercapai. Pegawai yang kompeten dan dapat dipercaya bukan satu-satunya elemen sistem pengendalian internal yang menjamin tercapainya tujuan sistem pengendalian internal.
Untuk mengatasi kekurangan manusia, inilah tiga unsur sistem pengendalian internal yang diperlukan dalam suatu organisasi agar setiap pegawai yang mengelola sistem tersebut terlindungi dari godaan rumah tangga sehingga tujuan sistem pengendalian internal dapat terwujud dengan baik. . Dengan merancang komponen pengendalian internal pada sistem pembelian seperti yang telah dijelaskan di atas, transaksi pembelian yang mengubah hutang atau biaya persediaan akan dicatat dan disajikan dengan akurasi dan keandalan yang tinggi karena dilakukan oleh beberapa fungsi yang melakukan pengendalian internal dan saling memeriksa.
- Fungsi dalam Sistem Penjualan Kredit
- Dokumen dalam Sistem Penjualan Kredit
- Catatan Akuntansi dalam Sistem Penjualan Kredit
- Jaringan Prosedur Pembentuk Sistem
- Unsur Sistem Pengendalian Internal dalam Sistem
Dalam transaksi penjualan kredit menggunakan kartu kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk menerbitkan kartu kredit kepada pelanggan terpilih. Fungsi penjualan mengisi faktur penjualan kartu kredit untuk mengaktifkan fungsi gudang dan fungsi pengiriman untuk melakukan pengiriman barang ke pelanggan. Dalam sistem penjualan ini, fungsi gudang memasok barang-barang yang dibutuhkan pelanggan sebagaimana tertera pada salinan faktur penjualan kartu kredit yang diterima dari fungsi penjualan.
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mendapatkan tanda tangan dari pelanggan pada faktor penjualan kartu kredit sebagai bukti penerimaan barang yang dibeli oleh pelanggan. Fungsi ini bertugas mencatat pertambahan transaksi piutang pelanggan ke piutang kartu berdasarkan faktor penjualan kartu kredit yang diperoleh dari fungsi pengiriman. Dokumen ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan kredit dengan menggunakan kartu kredit sebagai dasar pembuatan invoice yang dibuat secara berkala oleh fungsi billing dan dikirimkan ke pelanggan.
Dalam proses ini, fungsi akuntansi mencatat salinan faktur penjualan kartu kredit ke kartu piutang. Unsur-unsur sistem pengendalian internal pada sistem penjualan kartu sama dengan sistem kredit.
Fungsi dalam Transaksi Retur Penjualan
Fungsi ini bertugas menyimpan barang yang diterima dari retur penjualan setelah barang diperiksa oleh fungsi penerima. Transaksi barang yang diterima dari direktur penjualan dicatat pada kartu gudang oleh fungsi gudang. Pada transaksi direktur penjualan, fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transaksi direktur penjualan di jurnal umum (atau jurnal direktur penjualan) dan mencatat penurunan piutang dan penambahan persediaan karena direktur penjualan pada kartu piutang dan kartu persediaan.
Informasi Transaksi Retur Penjualan oleh manajemen
Dokumen dalam Transaksi Retur Penjualan
Pada sistem akun pembelian, fungsi gudang mempunyai peranan penting untuk menyampaikan permintaan pembelian berdasarkan posisi ketersediaan di gudang dan untuk menyimpan barang yang diperoleh dari fungsi penerimaan. Pada sistem akun pembelian, fungsi ini mempunyai tanggung jawab untuk memeriksa jenis, kualitas dan kualitas barang yang diperoleh dari pemasok untuk menentukan apakah barang tersebut diterima oleh perusahaan atau tidak. Pada sistem akun pembelian, kartu stok ini digunakan untuk mencatat harga pokok stok yang akan dibeli.
Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan pada perusahaan manufaktur melibatkan fungsi personalia, fungsi keuangan dan fungsi akuntansi. Dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, fungsi akuntansi bertugas mencatat kewajiban-kewajiban yang timbul sehubungan dengan pembayaran gaji dan upah pegawai (misalnya utang gaji dan upah pegawai, utang pajak, utang dana pensiun). Bagian ini mempunyai fungsi pencatat utang, yang mana dalam sistem akun upah dan penggajian bertugas memproses pembayaran upah dan gaji sebagaimana tercantum dalam daftar upah dan gaji.
Dalam sistem akuntansi pengeluaran kas cek, fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelesaikan cek, meminta otorisasi cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur melalui pos atau pembayaran langsung kepada kreditur. Pada sistem akuntansi kas dengan cek, fungsi ini bertugas melakukan perhitungan kas secara periodik dan merekonsiliasi hasil perhitungan tersebut dengan saldo kas sesuai dengan entri rekening kas pada buku besar. Anda diminta melakukan studi banding dengan perusahaan tekstil sejenis untuk mempelajari sistem akuntansi pembelian.
Saudara diminta untuk melakukan perbaikan sistem akuntansi pembelian berdasarkan studi banding saudara, sehingga menciptakan sistem akuantansi pembelian yang efektif dan efisien.